Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Factors Associated with Fire Preparedness of UPTD Employees at the Kenali Besar Community Health Center Mutiara Asrie Dravika; Marta Butar Butar; David Kusmawan; Budi Aswin; Ashar Nuzulul
Formosa Journal of Multidisciplinary Research Vol. 3 No. 6 (2024): June 2024
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/fjmr.v3i6.9030

Abstract

Fire preparedness is an emergency response effort to the danger of fire. Low fire preparedness can result in large losses from fire incidents. This research aims to determine the factors related to fire preparedness among employees at the Kenali Besar Community Health Center. This research is a quantitative study with a cross-sectional design. Carried out in February 2024 with a population of 63 employees. Samples were taken using the total sampling technique. Research analysis uses the chi-square test. The results of statistical tests show that there is a relationship between knowledge and fire preparedness (p= 0.007) and infrastructure and fire preparedness (p= 0.009). It was concluded that the factors related to preparedness among Kenali Besar Community Health Center employees were knowledge and infrastructure. There is a need to increase knowledge and infrastructure as well as carry out regular training and supervision for community health centers.
PENANGANAN LIMBAH B3 MASKER MELALUI UPAYA PEMBERDAYAAN UNTUK MENCEGAH PENULARAN COVID 19 DI KELURAHAN PEMATANG SULUR KOTA JAMBI (SMP IT NURUL ILMI) Lesmana, Oka; Guspianto, Guspianto; Kusmawan, David
Jurnal Salam Sehat Masyarakat (JSSM) Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal Salam Sehat Masyarakat
Publisher : Prodi Ilmu Kesehatan Masyarakat, FKIK Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jssm.v5i2.35338

Abstract

The management of B3 waste and masks in the household is a problem that often arises in the community, especially during the COVID-19 pandemic, so that it has the potential to have a negative impact on human health and the environment. The results of this community service activity include: (1) Increased knowledge about the management of B3 waste and household waste (masks) in an effort to prevent COVID-19 through outreach activities based on Circular No. SE.3/MENLHK/PSLB3/PLB .3 /3/2021 Concerning the Management of B3 Waste and Waste from Handling Corona Virus Disease 19, (2) Improvement of skills related to the management of B3 waste and mask waste in households through community empowerment in managing B3 waste and masks in their respective homes, and (3) The formation of an Anti-COVID-19 group in the community. Based on the results of this activity, it can be concluded that the knowledge and skills of the community regarding the management of B3 waste and waste (masks) in the household can be improved through socialization, partnerships, and community empowerment.
Analysis of the Risk of Work Accidents for Field Officers PT PLN West Tanjung Jabung Regency, Jambi Province using the Hiradc Method Anggraini, Widya; Sari, Rumita Ena; Aswin, Budi; Rini, Willia Novita Eka; Kusmawan, David
Formosa Journal of Science and Technology Vol. 3 No. 1 (2024): January 2024
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/fjst.v3i1.7130

Abstract

The aim of this research is to analyze the risk of work accidents among PT field officers. PLN West Tanjung Jabung Regency, Jambi Province using the HIRADC method. This type of research is based on the philosophy of post-positivism and is carried out to study the state of natural objects (not experiments). There were 7 research informants including 1 key informant, namely the K3L Implementing Officer of PT. PLN Kuala Tungkal, 2 main informants, namely the Head of PT. PLN Kuala Tungkal, and PT Performance Analysis. PLN Kuala Tungkal, 4 supporting informants, namely PT field employees. PLN Kuala Tungkal. Based on the results of the research, conclusions related to the risk analysis of work accidents among PT field officers. PLN West Tanjung Jabung Regency found 11 potential dangers after evaluating the risk ranking of accidents in the implementation of electricity production work in the operations division. There are 15 types of risk (37.5%) classified as medium risk, 22 types of risk (55%) classified as high risk, and 3 types of risk (7.5%) classified as very high risk (extreme risk). , and After analyzing the classification of work procedures, there are several work procedures, namely inappropriate work procedures, not being disciplined in using PPE when working.
UPAYA PENINGKATAN KAPASITAS DAN LITERASI KESEHATAN MASYARAKAT (PHBS) SANTRI MELALUI KOMUNIKASI, INFORMASI, DAN EDUKASI (KIE) DI PESANTREN WADI MUQODDAS DI PONDOK MEJA PROVINSI JAMBI ., Asparian; Reskiaddin, La Ode; Kusmawan, David; Ridwan, M.
Abdi Dosen : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2020): SEPTEMBER
Publisher : LPPM Univ. Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (913.615 KB)

Abstract

Pondok pesantren di Indonesia menghadapi tantangan kesehatan masyarakat serupa yakni rentannya santri dari terpaparnya penyakit menular seperti scabies, ISPA, gastritis, diare, muntaber, thifoid, hepatitis A, cacar, keracunan makanan (food poisoning), sampai penyakit demam berdarah. Hal tersebut masih belum menjadi perhatian bagi beberapa warga pesantren, masyarakat sekitar pesantren ataupun pihak pemerintah. Berdasarkan hasil survey awal di Pesantren Wadi Muqoddas, aspek perilaku terutama higiene personal santri di pesantren tersebut masih kurang. Selain itu, lingkungan pondok pesantren tersebut juga belum bersih dan sehat karena masih banyak sampah sampah yang berserakan. Hal tersebut dapat menjadi faktor risiko tempat berkembangbiaknya nyamuk. Salah satu strategi yang dapat dilakukan adalah promosi kesehatan melalui KIE. Edukasi tersebut bertujuan meningkatakan pengetahuan santri mengenai PHBS dan berpengaruh terhadap perilaku sehat santri. Selain itu, melalui peningkatan kapasitas santri juga dapat meningkatkan keterampilan santri dalam berperilaku sehat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan mulai dari tahap persiapan hingga tahap evaluasi. Output yang diharapkan dalam pengabdian kepada masyarakat ini adalah peningkatan literasi kesehatan mengenai PHBS dan peningkatan kapasitas dalam santri dalam pemantauan jentik nyamuk. Kegiatan dilakukan selama 3 hari. Pelaksanaan hari pertama mengenai edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat. Sebelum pelaksanaan edukasi, santri diberikan pre-test mengenai PHBS untuk mengetahui presentasi pengetahuan mereka sebelum terpapar informasi mengenai PHBS. Berdasarkan hasil pre-test diperoleh tingkat pengetahuan santri sebesar 50%. Literasi mengenai PHBS juga terbilang rendah. Hal ini disebabkan kurangnya paparan informasi yang didapatkan mengenai PHBS. Berdasarkan hasil wawancara juga menyebutkan bahwa sebagian besar belum mengetahui PHBS dan baru pertama kali mendapatkan informasi tersebut. Setelah diberikan intervensi berupa edukasi menunjukkan peningkatan pengetahuan sebesar 90%. Hal ini menunjukkan terjadi perbedaan tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah dilakukan edukasi. Penerapan promosi kesehatan masyarakat melalui komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) merupakan salah satu langkah praktis dan tepat untuk meningkatkan kapasitas dan literasi kesehatan masyarakat di bidang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat santri Pesantren Wadi Muqoddas Pondok Meja, Provinsi Jambi. Selain itu agar program KIE ini bisa terus berlanjut maka langkah-langkah seperti pemberdayaan, pembentukan, dan penguatan kader santri untuk meneruskan praktik dan ilmu pengetahuan ini kepada sebayanya sangatlah diperlukan.
Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Keluhan Dermatitis Kontak Iritan pada Pekerja Bagian Produksi dan Laboratorium PT. X Triana Defani; Hendra Dhermawan Sitanggang; David Kusmawan; Willia Novita Eka Rini; Budi Aswin
JURNAL RISET RUMPUN ILMU KESEHATAN Vol. 4 No. 1 (2025): April : Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan
Publisher : Pusat riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrikes.v4i1.4543

Abstract

Irritant contact dermatitis is a skin disease that often occurs in rubber company workers due to contact with irritant materials. Irritant materials in the work environment can damage the skin, cause inflammation, and cause irritation. If not treated immediately, this condition can interfere with comfort and reduce work efficiency. This study aims to determine the factors associated with complaints of irritant contact dermatitis in production and laboratory workers at PT. X. This study uses a quantitative approach with an observational cross-sectional design. The study population was 64 workers, with 38 people as samples taken using a purposive sampling technique. The variables studied included the dependent variable (complaints of irritant contact dermatitis) and independent variables (length of service, exposure to chemicals, duration of exposure, personal hygiene, and use of PPE). Data analysis was carried out univariately and bivariately using the Chi-Square statistical test with a 95% confidence interval. The results showed that complaints of irritant contact dermatitis with moderate and severe categories were 44.7%, and the mild category was 55.3%. There was a significant relationship between length of work (p=0.031), length of exposure (p=0.032), personal hygiene (p=0.011), and use of PPE (p=0.024) with complaints of irritant contact dermatitis. Keywords:, ,
Risiko Lingkungan Terhadap Kejadian Leptospirosis Pada Petani: Scoping Review Abi Harianto; Oka Lesmana; David Kusmawan; Arnild Augina Mekarisce; Ashar Nuzulul Putra
Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT) Vol. 5 No. 2 (2025): Nursing and Health Care Technology-July to December Period
Publisher : Progres Ilmiah Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/nchat.v5i2.167

Abstract

Leptospirosis adalah penyakit zoonosis yang kerap menyerang petani akibat kontak dengan lingkungan yang terkontaminasi Leptospira. Faktor lingkungan seperti kondisi fisik tempat tinggal dan iklim berperan penting dalam penularan, terutama di wilayah tropis dengan sanitasi buruk. Penelitian ini bertujuan menggambarkan risiko lingkungan terhadap kejadian leptospirosis pada petani melalui scoping review terhadap 9 artikel terbitan 2020–2024 berbahasa Indonesia dan Inggris. Artikel yang dipilih merupakan penelitian primer dengan desain observasional atau ekologi, sedangkan editorial dan artikel tanpa bahasan lingkungan dikeluarkan. Proses telaah meliputi pencarian literatur, penyaringan, ekstraksi data, dan sintesis naratif, serta penilaian kualitas menggunakan JBI Critical Appraisal Checklist yang menunjukkan metodologi studi umumnya kuat. Hasil kajian mengungkap bahwa kepadatan hunian, sanitasi buruk, keberadaan tikus, vegetasi lebat, dataran rendah, dan banjir meningkatkan risiko leptospirosis. Faktor iklim seperti curah hujan tinggi, suhu hangat, dan kelembaban juga memperpanjang daya hidup bakteri. Selain itu, perilaku petani terkait kebersihan dan penggunaan APD turut memengaruhi kejadian penyakit. Kesimpulan: faktor lingkungan fisik dan iklim berpengaruh signifikan terhadap kejadian leptospirosis pada petani.
PENYULUHAN KADER POSYANDU UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN ROKOK ELEKTRIK M. Ridwan; Usi Lanita; Puspita Sari; Sri Astuti Siregar; David Kusmawan
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Vol. 3 No. 6 (2025): Desember
Publisher : CV. Alina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kader posyandu mengenai rokok elektrik sehingga mereka mampu memberikan edukasi kepada masyarakat tentang bahaya rokok elektrik. Metode yang digunakan adalah desain pre–post test tanpa kelompok kontrol dengan sampel 20 kader posyandu di Desa Pudak. Kegiatan penyuluhan dilakukan dengan metode ceramah interaktif, diskusi, dan tanya jawab, serta dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan signifikan rata-rata skor pengetahuan kader dari 37,45 pada pre-test menjadi 53,25 pada post-test (p=0,0001). Simpulan pengabdian ini adalah penyuluhan efektif meningkatkan pengetahuan kader posyandu tentang rokok elektrik dan penting dilakukan pendampingan kader untuk mengedukasi masyarakat.