Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Review tentang Mekanisme Prosedur Kerja Berbagai Sistem Navigasi Satelit Pratama, Alvin; Situmorang, Amrita Margaretha; Sihombing, Erlina Teresia; Sriyanti , Nora
Jurnal Flight Attendant Vol 6 No 1 (2024): Jurnal Flight Attendant Kedirgantaraan
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56521/attendant-dirgantara.v6i1.1122

Abstract

Satellite navigation has become an integral part of the global infrastructure for a variety of applications, from transportation navigation to earth observation and national security. Satellite navigation systems have become an important part of modern life. This system is used for various purposes, such as vehicle navigation, asset tracking, and communication. Each system has different working mechanisms and procedures. This research aims to identify the working procedures of various satellite navigation systems in the world. The research method used is a qualitative descriptive method through literature study sourced from journals, scientific articles, books and other relevant sources. The results of this research show that satellite navigation systems, such as GPS, use radio signals to determine location on the earth's surface. GPS consists of three main parts, namely control, space, and user. GPS satellites send signals that are used to determine position, speed, direction, and time. GPS has wide-ranging uses, including in ship navigation, object tracking, and management of agricultural to military supply chains.
STRATEGI PENGELOLAAN KAWASAN EKOWISATA MANGROVE YANG BERKELANJUTAN DI PANTAI PALUH GETAH Harefa, Meilinda Suriani; Pratama, Alvin; Sihombing, Erlina Teresia; Ilvaldo, Iqbal; Putri, Nindy Asyifa; Sembiring, Yolanda Pratiwi; Ramadani, Yunda Fitri
Jurnal Masyarakat Maritim Vol 8 No 1 (2024): Mei, 2024
Publisher : Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/jmm.v8i1.7457

Abstract

Ekowisata mangrove berkelanjutan mengintegrasikan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) yang ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa. Ekowisata mangrove berkelanjutan tidak hanya melibatkan wisatawan dalam aktivitas pengamatan dan penelusuran keindahan alam, tetapi juga menyediakan pendidikan lingkungan yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang pentingnya menjaga ekosistem mangrove, termasuk di Pantai Paluh Getah yang berada di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi pengelolaan kawasan ekowisata mangrove yang berkelanjutan di Pantai Paluh Getah. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pantai Paluh Getah dengan ekosistem mangrove yang kaya dan panorama alam yang memukau, memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai ekowisata yang berkelanjutan. Ekowisata mangrove di Pantai Paluh Getah tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga edukasi tentang pentingnya menjaga kelestarian ekosistem mangrove. Ekowisata mangrove dapat membantu menjaga kualitas lingkungan dan mengurangi pencemaran serta meningkatkan citra daerah sebagai daerah yang peduli terhadap lingkungan. Untuk mencapai SDGs di Pantai Mangrove Paluh Getah, optimasi pengelolaan ekowisata mangrove harus dilakukan dengan memperkuat sinergi dan kolaborasi antar pihak. Pemerintah perlu memperkuat regulasi dan kebijakan terkait pengelolaan ekowisata mangrove untuk memastikan kelestarian ekosistem dan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat lokal.
Dampak Restorasi Mangrove Terhadap Sosial Ekonomi Masyarakat di Provinsi Riau Sidauruk, Tumiar; Berutu, Nurmala; Harefa, Meilinda Suriani; Rahmadi, M Taufik; Damanik, M Ridha Syafii; Permana, Sendi; Tuhono, Eling; Pratama, Alvin; Tanjung, Putra Laksamana; Angraini, Tia
Majalah Geografi Indonesia Vol 39, No 2 (2025): Majalah Geografi Indonesia
Publisher : Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/mgi.101460

Abstract

Abstrak. Kabupaten Indragiri Hilir memiliki hutan mangrove terluas di Provinsi Riau yang mencapai 131.658 hektare berdasarkan Peta Mangrove Nasional 2021. Namun, kawasan ini mengalami degradasi akibat abrasi, eksploitasi kayu untuk arang dan konstruksi, serta konversi lahan menjadi tambak. Desa Pulau Ruku, Tanjung Lajau, dan Kuala Patah Parang menjadi fokus restorasi mangrove yang didukung oleh YAKOPI sejak 2022. Masyarakat setempat, termasuk kelompok tani, dilibatkan dalam upaya restorasi dengan pelatihan dan pemberdayaan ekonomi berbasis ekosistem mangrove. Penelitian ini bertujuan untuk mengalanisis dampak kegiatan restorasi mangrove terhadap sosial ekonomi masyarakat di Desa Pulau Ruku, Tanjung Lajau, dan Kuala Patah Parang, Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau. Penelitian ini dilakukan di tiga desa di Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, yang menjadi fokus restorasi mangrove akibat degradasi ekosistem pada bulan Mei 2024. Data diperoleh melalui observasi, wawancara terstruktur dengan kelompok tani dan masyarakat, serta studi dokumen. Analisis data menggunakan model Miles & Huberman yang mencakup pengumpulan, reduksi, penyajian, serta penarikan kesimpulan terkait dampak sosial-ekonomi restorasi mangrove. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat di Pulau Ruku, Tanjung Lajau, dan Kuala Patah Parang dilakukan melalui pembentukan kelompok tani seperti Maju Bersama, Tanjung Bidadari, dan Konservasi Pesisir dan Bakau Indah. Kegiatan restorasi mangrove di Desa Pulau Ruku meningkatkan pendapatan keluarga sebesar 12,41%, di Desa Tanjung Lajau sebesar 12,07%, dan di Desa Kuala Patah Parang sebesar 9,35%. Kegiatan restorasi mangrove di tiga desa memberikan dampak positif signifikan pada aspek sosial dan ekonomi masyarakat. Dari segi sosial, kekompakan dan kekerabatan warga meningkat, sementara dari segi ekonomi, masyarakat di Desa Pulau Ruku, Tanjung Lajau, dan Kuala Patah Parang terbantu dengan adanya sumber pendapatan yang mampu memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Abstract. Indragiri Hilir Regency has the largest mangrove forest in Riau Province, covering 131,658 hectares according to the 2021 National Mangrove Map. However, this area has experienced degradation due to coastal erosion, wood exploitation for charcoal and construction, and land conversion into fish ponds. Pulau Ruku, Tanjung Lajau, and Kuala Patah Parang villages have been the focus of mangrove restoration efforts supported by YAKOPI since 2022. Local communities, including farmer groups, have been involved in restoration efforts through training and economic empowerment based on the mangrove ecosystem. This research aims to analyze the impact of mangrove restoration activities on the socio-economic conditions of communities in Pulau Ruku, Tanjung Lajau, and Kuala Patah Parang villages, Indragiri Hilir Regency, Riau Province. The research was conducted in three villages in Indragiri Hilir Regency, Riau, which have been the focus of mangrove restoration due to ecosystem degradation, in May 2024. Data was obtained through field observations, structured interviews with farmer groups and community members, and document studies. Data analysis used the Miles & Huberman model, which includes data collection, reduction, presentation, and conclusion drawing regarding the socio-economic impact of mangrove restoration. The findings indicate that community empowerment in Pulau Ruku, Tanjung Lajau, and Kuala Patah Parang was carried out through the formation of farmer groups such as Maju Bersama, Tanjung Bidadari, and Konservasi Pesisir and Bakau Indah. Mangrove restoration activities increased household incomes by 12,41% in Pulau Ruku, 12.07% in Tanjung Lajau, and 9.35% in Kuala Patah Parang. The restoration initiatives in these three villages have had a significant positive impact on both social and economic aspects. Socially, they have strengthened community cohesion and relationships, while economically, they have provided residents with a sustainable source of income to meet their daily needs.Submitted: 2024-11-11 Revisions:  2025-03-07 Accepted:  2025-06-20 Published:  2025-07-03
ANALISIS KELAS KEMAMPUAN LAHAN DI SUB DAS BAH BUANGAN, KECAMATAN DOLOK SILAU, KABUPATEN SIMALUNGUN Pratama, Alvin; Harahap, Amru Akbar; Sianturi , Stevan Federico
Jurnal Tanah dan Sumberdaya Lahan Vol. 11 No. 1 (2024)
Publisher : Departemen Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtsl.2024.011.1.27

Abstract

Penggunaan lahan digunakan berdasarkan pada pemanfaatan lahan masa kini karena aktivitas manusia yang bersifat dinamis. Pengelompokan dan penggolongan atau klasifikasi agar lahan dapat diperlakukan sebagai unit-unit yang seragam untuk suatu tujuan khusus. Klasifikasi kemampuan lahan berupa sebuah upaya untuk mengevaluasi lahan untuk penggunaan tertentu, termasuk di Sub DAS Bah Buangan yang relatif curam sehingga banyak ditemukan lahan-lahan yang longsor. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan membandingkan temuan kelas kemampuan lahan berdasarkan referensi dengan perhitungan pembanding. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif melalui studi pustaka dan metode arithmatic matching untuk mendapatkan faktor yang dominan sebagai penentu kelas kemampuan lahan.. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa terdapat 11 satuan lahan di Sub DAS Bah Buangan, Kecamatan Dolok Silau yang memiliki kelas berbeda-beda. Mereka di antaranya satuan lahan AnIP, AnIIP, AnIIIP, AnIVP, LaIIP, LaIVP, AnIIBu, LaVBU, LaIIIH, LaIVH, dan LaVH. Satuan lahan AnIP sangat cocok terhadap sektor pertanian, dan satuan lahan LaVH tidak cocok karena tidak subur.
STRATEGI INTERAKSI SOSIAL DALAM MEMBANGUN HARMONI ANTAR ETNIS OLEH MASYARAKAT ETNIS TIONGHOA DI KOMPLEK ASIA MEGA MAS MEDAN Pratama, Alvin; Duha, Asnimar; Sinaga, Monica Amelia; Sembiring, Yolanda Pratiwi; Delita, Fitra
Jurnal Ilmiah Dinamika Sosial Vol 8 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38043/jids.v8i1.5021

Abstract

Dalam kehidupan sosial yang semakin kompleks dan multikultural, sikap toleransi dan moderasi beragama menjadi sangat penting untuk membangun hubungan yang harmonis dan saling menghormati di antara masyarakat yang beragam. Etnis Tionghoa menjadi salah satu kelompok etnis yang memiliki sejarah panjang dan warisan budaya yang kaya di Indonesia. Pentingnya sikap toleransi dan moderasi beragama dalam kalangan etnis Tionghoa tidak dapat diabaikan dalam keragaman masyarakat. Di Kota Medan, etnis Tionghoa memegang peran penting dalam kehidupan sosial, ekonomi, dan budaya, khususnya di Komplek Asia Mega Mas Kota Medan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi interaksi sosial dalam membangun harmoni antar etnis oleh masyarakat etnis Tionghoa di Komplek Asia Mega Mas Kota Medan. Metode penelitian ini adalah deksriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi pustaka. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sikap toleransi dan moderasi beragama yang dilakukan masyarakat etnis Tionghoa di Komplek Asia Mega Mas Medan telah berhasil menciptakan lingkungan yang harmonis. Ini menunjukkan bahwa dengan komitmen yang kuat dan penerapan nilai-nilai toleransi dan moderasi beragama, masyarakat dapat menjalin hubungan yang baik dan tenteram dengan berbagai etnis. Sikap yang ditunjukkan oleh masyarakat Tionghoa tercermin melalui beberapa hal, seperti tidak mendiskriminasikan etnis lain hingga selalu terbuka dengan diskusi, selalu menghargai kerukunan antar etnis melalui kebiasaan melaksanakan acara-acara bersifat keagamaan sehingga minim terjadinya konflik.
Identification of Disaster Evacuation Routes in the Faculty of Education Building at Universitas Negeri Medan Nainggolan, Edoy; Ilvaldo, Iqbal; Sembiring, Lin Arsenna Br; Pratama, Alvin; Arbiansyah, Arbiansyah; Sianturi, Stevan Federico
Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 12, No 2 (2024): Jurnal Penelitian Geografi (JPG)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpg.v12i2.29176

Abstract

Disaster evacuation management in the Faculty of Education building, State University of Medan is very crucial because it involves high risks for its occupants. As a place for learning activities and large events, safety and smooth evacuation during disasters such as fires or earthquakes must be prioritized. This study aims to describe an efficient evacuation route in the Faculty of Education building, State University of Medan. The research method used is qualitative with a descriptive approach. Data were collected through interviews, observations, and field surveys to obtain an overview of the condition of the Faculty of Education (FIP) building and its surroundings. The results of the study indicate that the Faculty of Education building, State University of Medan does not fully meet the evacuation route standards stipulated in the applicable disaster regulations. The evacuation route includes stairs, exits, and alternative routes that must be usable in various disaster scenarios. This study also found several areas in the building that needed improvement related to evacuation safety and accessibility. These findings can be the basis for improving and enhancing the disaster plan in the Faculty of Education Building as well as a guide for related parties to optimize evacuation routes, increase awareness of disasters, and strengthen the capacity to respond to natural and non-natural disasters in the university environment. Keywords: evacuation;croute; disaster; earthquake
Analisis Pemetaan Tingkat Rawan Banjir di Kota Payakumbuh Berbasis Sistem Informasi Geografis Sinabutar, Anggi Violin; Pratama, Alvin; Sipayung, Calvin; Ilvaldo, Iqbal; Kembaren, Rezia Gloria
Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 12, No 1 (2024): Jurnal Penelitian Geografi (JPG)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpg.v12i1.29178

Abstract

Indonesia rawan mengalami bencana hidrometereologi, salah satunya banjir. Kota Payakumbuh secara geografis berada pada daerah Pegunungan Bukit Barisan yang berjarak 124 km dari Kota Padang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memetakan tingkat rawan banjir di Kota Payakumbuh berbasis Sistem Informasi Geografis melalui software ArcGIS 10.4.1. Metode yang digunakan adalah skoring dan pembobotan terhadap parameter hujan yang kemudian di-overlay. Data penelitian berupa data sekunder yang diambil melalui berbagai sumber, diantaranya Geoportal Kota Payakumbuh, dan DEMNAS. Hasil yang diperoleh berupa peta rawan banjir dengan Kecamatan Payakumbuh Utara dan Kecamatan Payakumbuh Timur sebagai kecamatan dengan tingkat kerawanan banjir tertinggi. Faktor utama penyebab terjadinya banjir di Kota Payakumbuh adalah sedikit adanya lahan terbuka/tanah kosong sehingga rendahnya daya resap air hujan. Hal ini diperparah dengan intensitasnya curah hujan tahunan yang sangat tinggi pada musim penghujan yaitu mencapai kisaran >3000 mm/tahun. Kata Kunci: banjir, rawan bencana, Kota Payakumbuh, Sistem informasi Geografis 
Analysis of Students' Pro-Environmental Awareness and Behavior with the AQAL Quadrant at SMA Negeri 1 Medan Pratama, Alvin; Novira, Nina; Rahmadi, M Taufik; Lubis, Darwin Parlaungan; Elfayetti, Elfayetti
Tunas Geografi Vol. 14 No. 1 (2025): JURNAL TUNAS GEOGRAFI
Publisher : Department of Geography Education, Faculty of Social Sciences, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/tgeo.v14i1.65506

Abstract

Generation Z demonstrates a high level of concern for environmental issues, yet their pro-environmental behavior remains inconsistent. SMA Negeri 1 Medan is recognized as a leading school with adequate facilities, though the level of environmental awareness and behavior among its students is not yet well understood. The use of the AQAL quadrant in analyzing these aspects remains limited, even though this approach can offer a comprehensive analysis across internal and external, as well as individual and collective dimensions. This research aims to analyze the environmental awareness and pro-environmental behavior of students at SMA Negeri 1 Medan. A mixed-methods approach with a sequential explanatory strategy was employed, involving 72 students from grades X and XI. Data were collected through questionnaires, interviews, and observations, then analyzed using the AQAL quadrant approach to integrate quantitative and qualitative findings. The students demonstrated a very high level of environmental awareness (level 5), while their pro-environmental behavior was at a moderate level (level 3), often driven by instructions or competitive activities. The school culture reached a good level (level 4), and the school’s policies strongly supported sustainability (level 5), although consistent implementation by all members of the school community still needs improvement. This indicates that high environmental knowledge, a sustainability-oriented culture, and supportive school policies have not yet significantly translated into consistent pro-environmental behavior among students.
Analysis of Learning Achievement Level Towards Implementation of Outcome-Based Education (OBE) in Geography Education Department Lubis, Darwin Parlaungan; Rahmadi, M Taufik; Pratama, Alvin; Novira, Nina; Sintong, Mahara; Permana, Sendi; Suciani, Ayu
Tunas Geografi Vol. 13 No. 2 (2024): JURNAL TUNAS GEOGRAFI
Publisher : Department of Geography Education, Faculty of Social Sciences, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/tgeo.v13i2.68362

Abstract

Rapid changes in the world of work due to globalization and the information technology revolution require an evaluation of the competencies needed considering the gap between educational outcomes and job market demands. Outcome-Based Education (OBE) is considered to be able to bridge this gap by focusing on learning outcomes that are relevant and in accordance with the needs of the world of work, replacing the teacher-centered teaching method that is still dominant. This study aims to analyze the implementation of OBE in the Department of Geography Education and evaluate the level of student learning achievement to meet professional demands in the field of geography. This research uses a quantitative descriptive method to describe the level of student learning achievement related to implementing Outcome-Based Education (OBE) in the Department of Geography Education, with a population of all students and samples taken using purposive sampling from the 2023 and 2024 classes. Data were collected through a closed questionnaire distributed via Google Forms, using a Likert scale from 1 to 5, and analyzed using descriptive statistics to calculate the percentage of respondents' answers and the average answer per item. The study's results showed that implementing Outcome Based Education (OBE) had a positive impact with an average student learning achievement reaching 73.8%. However, there are still shortcomings in mastery of technology and application of theory to real practice, which emphasizes the need to develop a more applicable curriculum. To improve these skills, it is recommended that universities integrate experiential learning methods such as internships and case studies and focus on curriculum evaluation that is integrated with practical experience.
Geographical Perspective on the Development of Halal Tourism in Sabang City Sugiharto, Sugiharto; Rahmadi, M Taufik; Pratama, Alvin; Yuniastuti, Eni; Pratiwi Sembiring, Yolanda; Fazera, Della; Arbiansyah, Arbiansyah
Tunas Geografi Vol. 14 No. 1 (2025): JURNAL TUNAS GEOGRAFI
Publisher : Department of Geography Education, Faculty of Social Sciences, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/tgeo.v14i1.68436

Abstract

Indonesia is one of the countries with the largest Muslim population in the world that has great potential to develop halal tourism. The purpose of this study is to analyze the development of halal tourism in Sabang City based on the potential, cultural and religious influence in Sabang City, the suitability and availability of tourist facilities in meeting the needs of Muslim tourists, as well as the promotion and marketing system of halal tourism in Sabang City in the domestic and international markets. The research method used in this study is qualitative research using descriptive analysis. The results of the study show that Sabang City has the potential for natural, nautical, religious, heritage, culinary, tourist villages, and artificial tourism for the development of halal tourism that respects Islamic values. Aceh's culture, which is thick with Islamic religious values, affects the development of halal tourism in Sabang City by ensuring that all aspects of tourism are in accordance with Islamic law including dress rules on the beach, halal food, and the availability of places of worship in tourist destinations. The existence of facilities that suit the needs of Muslim tourists, such as tourist attractions, halal-certified inns and restaurants, Islamic banking services, worship facilities and transportation facilities that comply with sharia principles further strengthens the attractiveness of Sabang City as a halal tourist destination. Promotional activities carried out by tour managers increase the acceptance, purchase, and loyalty of tourism products through international promotions such as Sail Sabang and Sabang Marine Festival, as well as domestic promotions with government support, social media marketing, and cooperation with travel.