Claim Missing Document
Check
Articles

PENGUATAN PERAN POSYANDU KELUARGA DI LINGKUNGAN ASAHAN KELURAHAN TANJUNG KARANG PERMAI KOTA MATARAM Gumangsari, Ni Made Gita; I Gusti Agung Ayu Hari Triandini; Isviyanti; Hairani; Hidayati, Diana; Gustiya, Sherly Dwi
MONSU'ANI TANO Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32529/tano.v8i2.4233

Abstract

Posyandu Keluarga merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan dasar berbasis masyarakat yang memadukan layanan ibu hamil, balita, lansia, dan remaja dalam satu wadah. Namun, di Lingkungan Asahan, Kelurahan Tanjung Karang Permai, Kota Mataram, peran Posyandu Keluarga belum optimal karena terbatasnya kapasitas kader dan rendahnya partisipasi masyarakat serta fasilitas yang belum memadai. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memperkuat peran Posyandu Keluarga melalui pelatihan kader, edukasi kesehatan, dan pendampingan program terpadu. Metode yang digunakan adalah penyuluhan, pelatihan keterampilan dasar kesehatan, serta simulasi layanan terpadu kepada kader dan warga. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan kader sebesar 45% berdasarkan pre-test dan post-test, peningkatan jumlah kunjungan keluarga ke Posyandu sebesar 30%, serta meningkatnya partisipasi warga dalam kegiatan promosi kesehatan. Kegiatan ini membuktikan bahwa penguatan kapasitas kader dan kolaborasi dengan warga merupakan strategi efektif dalam mengoptimalkan peran Posyandu Keluarga. Diharapkan kegiatan ini dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat dalam meningkatkan derajat kesehatan keluarga secara berkelanjutan
Pemetaan Potensi Bahan Baku Teh Herbal di Lahan Hutan Garapan Gapoktanhut Puncak Semaring Desa Mekar Sari Kabupaten Lombok Timur Wangiyana, I Gde Adi Suryawan; Gunawan, Frendi; Triandini, I Gusti Agung Ayu Hari
Jurnal Hutan dan Masyarakat VOLUME 15 NO 1, JULI 2023
Publisher : Fakultas Kehutanan, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24259/jhm.v14i2.14935

Abstract

This study aims to carry herbal tea resources mapping on the community forest of Gapoktanhut Puncak Semaring at Mekar Sari Village. There are three steps in this study. The first step is mapping the forest using Locus-GIS application. The second step is herbal tea resources observation. The third step is Gapoktanhut member interview about herbal tea plant resources utilization on their forest. Based on the observation, 13 species of herbal tea resources have been found in four regions of the Gapoktanhut Society forest. These species are pandan, curcuma, cinnamon, cocoa, lemongrass, galangal, clove, ginger, betel, coffee, avocado, and strobilanthes. Ginger and curcuma are the only species that have been utilized as an herbal drinks. The other species have been utilized as a seasoning, traditional medicine, animal feed, and plant fence. It could be concluded that Gapoktanhut Puncak Semaring has a potential herbal tea resources species but only utilized 15% of them.
Edukasi Seksual & Konseling Remaja untuk Pencegahan Pernikahan Dini di Klinik Bumi Sehat Desa Batu Mekar Kabupaten Lombok Barat Isviyanti, Isviyanti; Triandini, I Gusti Agung Ayu Hari; Hairani, Hairani; Gumangsari, Ni Made Gita; Hidayati, Diana; Kandisa, Amelia; Mayasari, Astri; Gustiya, Sherly Dwi; Astuti, Ni Luh Budi
Jurnal Pengabdian UNDIKMA Vol. 6 No. 1 (2025): February
Publisher : LPPM Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jpu.v6i1.13990

Abstract

This community service activity aims to provide sexual education and prevent early marriage to teenagers using a holistic psychological counseling and parenting approach, from a legal, social, and midwifery perspective. The method of implementing this service used counseling and mentoring on sexual and reproductive health education using a question-and-answer design. The targets of this activity were teenagers from Batu Mekar Village, West Lombok Regency who were still of school age using a questionnaire instrument which was then statistically analyzed using the t test. The results of this service showed that teenagers were aware of the impact of early marriage and understood anemia, and sexual reproductive health about the incidence of early marriage and stunting. By implementing this community service program, a youth posyandu/youth class was successfully established at the Bumi Sehat Clinic. This is useful in providing a forum for teenagers to discuss and consult regarding sexual, physical, and mental reproductive health issues as well as positive activities to prevent early marriage.
TUMBUHAN KEHUTANAN SEBAGAI PENDUKUNG INTEGRATIVE MEDICINE UNTUK PRIMARY HEALTH CARE IBU DAN ANAK: TINJAUAN LITERATUR Triandini, I Gusti Agung Ayu Hari; Hairani, Hairani
Jurnal Silva Samalas Vol. 7 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jss.v7i1.12256

Abstract

Integrative medicine, yang menggabungkan pendekatan konvensional dengan pengobatan komplementer dan alternatif, semakin diterima sebagai metode pengobatan holistik dalam perawatan kesehatan primer, khususnya untuk ibu dan anak. Tumbuhan kehutanan, dengan keanekaragaman bioaktifnya, telah menarik perhatian sebagai sumber potensial untuk dukungan kesehatan dalam konteks ini. Tinjauan literatur ini bertujuan untuk menyelidiki peran tumbuhan kehutanan dalam integrative medicine untuk perawatan kesehatan primer ibu dan anak. Pencarian literatur dilakukan melalui basis data ilmiah terkemuka, dengan fokus pada studi klinis, tinjauan sistematis, dan meta-analisis yang relevan. Analisis ini menyoroti bahwa sejumlah tumbuhan kehutanan telah menunjukkan potensi sebagai agen terapeutik dalam mengelola kondisi kesehatan spesifik pada ibu dan anak. Beberapa mekanisme aksi yang diidentifikasi termasuk aktivitas antiinflamasi, antioksidan, serta efek imunomodulator yang dapat mendukung sistem kekebalan tubuh yang berkembang. Namun demikian, tantangan yang dihadapi meliputi standarisasi bahan baku, formulasi yang konsisten, serta keamanan dan efikasi yang terbukti dalam populasi khusus ini. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengisi celah pengetahuan ini dan mengevaluasi potensi penerapan klinis lebih lanjut dari tumbuhan kehutanan dalam pengaturan perawatan kesehatan primer. Dalam konteks integrative medicine, integrasi yang selektif dari bukti ilmiah dengan praktik klinis yang berbasis bukti akan menjadi kunci untuk memastikan bahwa tumbuhan kehutanan dapat memberikan manfaat tambahan yang aman dan efektif bagi ibu dan anak dalam perawatan kesehatan primer.
ABCDE PANGKAL PENTING CEGAH STUNTING DESA MELATIWANGI Tambunan, Irisanna; Mulyani, Yani; Triandini, I Gusti Agung Ayu Hari; Dirgahayu, Inggrid; Sari, Mela Mustika; Melysa, Melysa
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 4 (2023): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i4.19700

Abstract

ABSTRAKDesa Melatiwangi merupakan desa yang terdapat di wilayah Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung. Terdapat beberapa permasalahan diantaranya yaitu kurangnya gizi pada balita, anak-anak, ibu hamil. Hasil riset Kesehatan dasar terakhir prevalensi stunting di Kabupaten Bandung khususnya di Desa Melatiwangi sudah masuk zona kuning yang artinya masyarakat beresiko terkena stunting. Salah satu upanya yaitu ABCDE Pangkal Penting Cegah Stunting Desa Melatiwangi (Centing Delangi) adalah langkah penting dari Kementerian Kesehatan dalam pencegahan stunting. Pangkal Penting merupakan singkatan dari panganan lokal pencegah stunting. Inovasi ini hadir karena ingin memaksimalkan panganan lokal di sekitar masyarakat hal ini dilakukan untuk pencegahan stunting. Secara umum terdapat 6 zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh salah satunya yaitu protein merupakan zat yang membantu untuk membangun sel tubuh sehingga sangat penting bagi balita yang berada dalam tahap pertumbuhan dan perkembangan. Pentingnya asupan nutrisi yang adekuat karena semakin rendahnya konsumsi zat gizi pada balita, maka semakin berisiko mengalami stunting. Tujuan pengabdian masyarakat kali ini yaitu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, meningkatkan pengetahuan, kesadaran dan kepedulian masyarakat mengenai stunting dan meningkatkan kreativitas masyarakat dalam upaya pencegahan stunting melalui pengolahan bahan pangan bergizi berbasis sumber daya pangan lokal. Tahapan kegiatan meliputi: survei lokasi, perizinan, persiapan, penyuluhan, evaluasi. Metode pelaksanaan dengan sosialiasi dan demonstrasi pengolahan panganan lokal. Dari hasil pemberian kuesioner kepada masyarakat Desa Melatiwangi (22 responden) menunjukkan bahwa ada peningkatan pengetahuan masyarakat Desa Melatiwangi tentang stunting setelah penyuluhan yaitu sebesar 27,27% dengan nilai akhir rata-rata 75.45 (kategori baik). Kata kunci: gizi; melatiwangi; panganan local; stunting. ABSTRACTMelatiwangi Village is one of the villages in the Cilengkrang District, Bandung Regency. There are several problems including lack of nutrition in toddlers, children, pregnant women. The results of the latest basic health research on the prevalence of stunting in Bandung Regency, especially in Melatiwangi Village, have entered the yellow zone, which means the community is at risk of stunting. One of the efforts, namely ABCDE, The Main Principles to Prevent Stunting in Melatiwangi Village (Centing Delangi) is an important step from the Ministry of Health in preventing stunting. Pangkal Penting is an abbreviation for local food to prevent stunting. This innovation is present because we want to maximize local food in the community, this is done to prevent stunting. In general, there are 6 nutrients needed by the body, one of which is protein, which is a substance that helps to build body cells, so it is very important for toddlers who are in the growth and development stage. The importance of adequate nutritional intake is because the lower the consumption of nutrients in toddlers, the greater the risk of experiencing stunting. The aim of this community service is to improve the level of public health, increase public knowledge, awareness and concern regarding stunting and increase community creativity in efforts to prevent stunting through processing nutritious food based on local food resources. Activity stages include: location survey, licensing, preparation, counseling, evaluation. The implementation method is socialization and demonstration of local food processing. The results of giving questionnaires to the people of Melatiwangi Village (22 respondents) showed that there was an increase in the knowledge of the people of Melatiwangi Village about stunting after counseling, 27.27% with an average final score of 75.45 (good category). Keywords: nutrition; melatiwangi; local food; stunting.
Strategi Pencegahan Stunting melalui Edukasi Gizi dan Suplementasi Tablet Tambah Darah pada Remaja Desa Mandala Haji Isviyanti, Isviyanti; Triandini, I Gusti Agung Ayu Hari; Gumangsari, Ni Made Gita; Hidayati, Diana; Gustiya, Sherly Dwi; Hairani, Hairani; Kandisa, Amelia; Mayasari, Astri
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 4 (2025): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/0cy98828

Abstract

Stunting masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat di Indonesia yang berimplikasi pada kualitas generasi mendatang. Salah satu faktor penyebabnya adalah anemia pada remaja putri yang dapat berlanjut hingga masa kehamilan. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan gizi remaja serta kepatuhan konsumsi tablet tambah darah (TTD) sebagai upaya pencegahan stunting. Kegiatan dilaksanakan di Desa Mandala Haji pada 162 remaja melalui diskusi interaktif, games, diskusi kelompok, pembagian leaflet, dan pendampingan konsumsi TTD. Hasil pengukuran keberhasilan kegiatan diukur dengan kuesioner pre test dan post test yang kemudian dianalisis dengan uji t yang menunjukkan peningkatan pengetahuan gizi sebesar 45% dan kepatuhan konsumsi TTD sebesar 75%. Program ini efektif meningkatkan kesadaran gizi remaja dan mendukung upaya pencegahan stunting berbasis teman sebaya. Upaya ini memberikan gambaran bahwa kader remaja efektif dalam promosi kesehatan pada remaja. Stunting Prevention Strategy through Nutrition Education and Iron Supplementation for Adolescents Mandala Haji Village Abstract Stunting remains a public health problem in Indonesia, impacting the quality of future generations. One contributing factor is anemia in adolescent girls, which can persist into pregnancy. This community service program aims to improve adolescent nutritional knowledge and adherence to iron supplementation (IBT) consumption as a stunting prevention measure. The program was conducted in Mandala Haji Village with 162 adolescents through interactive discussions, games, group discussions, leaflet distribution, and iron supplementation support. The success of the program was measured using pre- and post-test questionnaires, which were then analyzed using a t-test, showing a 45% increase in nutritional knowledge and a 75% increase in iron supplementation compliance. This program effectively increases adolescent nutritional awareness and supports peer-based stunting prevention efforts. These efforts demonstrate the effectiveness of youth cadres in promoting health among adolescents
Sosialisasi pemanfaatan herbal lokal sasak untuk materi kelas ibu hamil Triandini, I Gusti Agung Ayu Hari; Isviyanti, Isviyanti; Hairani, Hairani; Hidayati, Diana; Kandisa, Amelia; Wangiyana, I Gde Adi Suryawan
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.23516

Abstract

Abstrak Masa kehamilan merupakan masa terjadinya perubahan fisik, fisiologis dan psikologis yang signifikan pada wanita. Beberapa keluhan umum selama kehamilan meliputi mual dan muntah (morning sickness), kelelahan, nyeri punggung, pembengkakan kaki, sakit kepala, perubahan suasana hati, kesulitan tidur, dan sembelit. Dalam kesehariannya, ibu hamil lebih memilih mengatasi keluhan-keluhan ringan tersebut dengan terapi holistik komplementer karena dinilai lebih efektif dan minim efek samping. Dalam mengoptimalkan pelayanan sinergis kebidanan, Klinik Bumi Sehat Lombok telah menerapkan pelayanan holistik komplementer untuk mendukung persalinan humanis. Tim pelaksana bekerja sama dengan tim Klinik Bumi Sehat dalam kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan mitra dari kalangan ibu hamil, kader dan bidan di sekitar lingkungan klinik sekaligus memberikan pengkayaan materi kelas ibu dan perawatan holistik komplementer pada ibu hamil secara mandiri untuk mengurangi keluhan-keluhan saat masa kehamilan. Metode pengabdian yaitu dengan penyuluhan dan pelatihan praktek pembuatan dan contoh pengaplikasian ke ibu hamil. Tahap pelaksanaan kegiatan meliputi: 1. survei lapangan; 2. perizinan; 3. pengenalan konsep kegiatan kepada mitra; 4. praktek lapangan; 5. diskusi & interaksi aktif, 6. promosi keselamatan, 7. evaluasi. Setelah melakuan edukasi dan praktek pengolahan dan terapi herbal pada ibu hamil dan dilakukan evaluasi mengenai ketidaknyamanan yang dialami oleh ibu, diketahui ibu hamil sudah bisa mengurangi ketidaknyaman yang dialami. Terjadi peningkatan pengetahuan tentang terapi komplementer tersebut yang awalnya umumnya pada kategori kurang (80.94%) menjadi kategori baik (100%). Kata kunci: hamil, herbal; kelas ibu hamil; pengabdian masyarakat; sasak. Abstract Pregnancy is a time of significant physical, physiological and psychological changes in women. Some common complaints during pregnancy include nausea and vomiting (morning sickness), fatigue, back pain, leg swelling, headaches, mood swings, difficulty sleeping, and constipation. In their daily lives, pregnant women prefer to treat these minor complaints with complementary holistic therapy because it is considered more effective and has minimal side effects. In optimizing synergistic midwifery services, Bumi Sehat Lombok Clinic has implemented complementary holistic services to support humanistic childbirth. The implementing team collaborates with the Bumi Sehat Clinic team in this activity which aims to provide training to increase the knowledge of partners from pregnant women, cadres and midwives around the clinic environment while providing enrichment material for maternal classes and complementary holistic care to pregnant women independently to reduce complaints. -complaints during pregnancy. The service method is through counseling and training on manufacturing practices and examples of application to pregnant women. The activity implementation stage includes: 1. field survey; 2. licensing; 3. introduction of the activity concept to partners; 4. field practice; 5. active discussion & interaction, 6. safety promotion, 7. evaluation. After conducting education and practicing herbal processing and therapy for pregnant women and evaluating the discomfort experienced by the mother, it is known that pregnant women can reduce the discomfort they experience. There was an increase in knowledge regarding complementary therapies, which initially were generally in the poor category (80.94%) to the good category (100%). Key words: pregnancy; herbal; pregnant women's class; community service; sasak.
Pelatihan Kewirausahaan Pembuatan Sabun Gaharu Gyrinops Bagi Mahasiswa Kebidanan Universitas Bhakti Kencana I Gde Adi Suryawan Wangiyana; I Gusti Agung Ayu Hari Triandini
Kareba: Jurnal Inovasi dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2025): Kareba: Jurnal Inovasi dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Lia Center of Research and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64850/kareba.v1i2.88

Abstract

Pelatihan kewirausahaan melalui skema Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) relatif jarang dilakukan di program studi kesehatan, termasuk di program studi kebidanan. Di satu sisi, pelatihan kewirausahaan dengan output produk terapi komplementer dapat menunjang karier saat lulus nanti. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk melakukan pendampingan dan pelatihan kewirausahaan produk kesehatan terapi komplementer sabun gaharu Gyrinops secara holistik kepada mahasiswa kebidanan Universitas Bhakti Kencana. Kegiatan pengabdian ini dilakukan meliputi 3 tahap utama yaitu: tahap teori, tahap praktek dan tahap evaluasi. Evaluasi dilakukan pada partisipan (mahasiswa kebidanan Universitas Bhakti Kencana) dan juga produk sabun gaharu Gyrinops yang dibuat oleh partisipan. Kegiatan ini menghasilkan output sabun gaharu Gyrinops dengan 7 tahap sistematis yang menjadi standar kompetensi partisipan. Partisipan telah memahami metode pembuatan sabun gaharu Gyrinops yang di indikasikan dari prosentase ketercapaian kompetensi paling rendah sebesar 75%. Prosentase ketercapaian tahap praktek sedikit lebih rendah dibandingkan tahap teori menunjukkan adanya sedikit kendala dalam proses aplikasi teori, meskipun tidak signifikan.  Evaluasi terhadap sabun gaharu Gyrinops menunjukkan bahwa produk ini memperoleh rerata skor hedonik 7,3 – 7,9 yang menunjukkan level tingkat preferensi yang tinggi. Dapat disimpulkan bahwa kegiatan pengabdian ini berhasil melatih mahasiswa kebidanan Universitas Bhakti Kencana memperoleh kompetensi tambahan untuk membuat produk terapi komplementer sabun gaharu Gyrinops dengan standar mutu yang bagus dan level preferensi yang tinggi. 
THE RECENT DEVELOPMENT OF AGARWOOD PRODUCT INVENTION IN INDONESIA I Gusti Agung Ayu Hari Triandini; I Gde Adi Suryawan Wangiyana
Jurnal Silva Samalas Vol. 8 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jss.v8i1.16539

Abstract

The invention of agarwood is crucial for the downstream application of agarwood research results in Indonesia. This study aims to review the invention of agarwood in Indonesia over the past 8 years. According to the Indonesian Intellectual Property Database, the average number of agarwood inventions in Indonesia from 2018 to 2025 is approximately five inventions per year. This number is much lower than the average number of agarwood publications during the same period, which can reach 81 publications per year. Agarwood leaf utilisation accounts for the dominant proportion of the invention, which is equally derived from the Aquilaria and Gyrinops genera. Most of the invention is intended to produce health products that confirm the health-beneficial effects of agarwood, based on research. The invention of agarwood in Indonesia was dominated by simple patents, which are easier to register compared to other types of patents. The proportion of rejected inventions to granted inventions is 1:6, indicating a medium difficulty level of invention registration in Indonesia. The invention right holder is dominated by higher education institutions (70%), followed by research institutions with a proportion of less than 20%. Invention registration location data reveal the uneven distribution of agarwood inventions, which is dominated by three islands: Java, Sumatra, and Kalimantan. It can be concluded that the invention of agarwood in Indonesia is very limited compared to the number of publications, with a minimal contribution from the Industrial sector.
STUDI NUMERIK FENETIK DIVERSITAS MINYAK GAHARU DARI GENUS AQUILARIA BERDASARKAN PROFIL GC-MS I Gusti Agung Ayu Hari Triandini; Hairani; I Gde Adi Suryawan Wangiyana
Jurnal Silva Samalas Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan studi diversitas melalui analisis numerik fenetik terhadap kromatogram GC-MS minyak gaharu dari genus Aquilaria. Data kromatogram hasil GC-MS 4 spesies Aquilaria yaitu: A. malaccensis, A. crassna, A. sinensis dan A. subintegra diperoleh dari database online dan ditabulasi dalam tabel n x t. Sebanyak 5 indeks similaritas (Simple Matching Coefficient, Jaccard’s Coefficient, Nei & Li Coefficient, Sorensen’s Coefficient, dan Baroni-Urbani Buser Coefficient) dan 3 algoritma klasterisasi (Nearest Neighbor, UPGMA dan Farthest Neighbor) digunakan dalam analisis klaster. Analisis kofenetik kovarian dilakukan untuk menentukan indeks similaritas dan algoritma optimum berdasarkan nilai r sebagai dasar dalam konstruksi dendrogram. Analisis principal coordinate (PCoA) dilakukan dengan menggunakan algoritma Euclidean dan pendekatan Kaiser’s rule sebagai tambahan analisis yang lebih komprehensif. Sebanyak 68 komponen senyawa berhasil ditabulasi dalam tabel n x t yang dikonversi menjadi angka biner untuk analisis klaster. Hasil analisis kofenetik kovarian menunjukkan nilai r terbesar dan sangat signifikan (α=0,05) dihasilkan dari indeks similaritas simple matching dan algoritma klasterisasi UPGMA sehingga kedua parameter ini digunakan dalam konstruksi dendrogram. Topologi dendrogram menunjukkan similaritas yang rendah antar spesies Aquilaria dengan similaritas tertinggi dimiliki oleh klaster A. subintegra dan A. malaccensis. Grafik 3 dimensi dari PCoA juga menunjukkan hasil releven dengan dendrogram dengan plotting keempat spesies Aquilaria tersebar pada 3 kuadran yang berjauhan sehingga menunjukkan jarak similaritas yang juga berjauhan. Dapat disimpulkan bahwa berdasarkan analisis numerik fenetik, minyak gaharu dari A. crassna, A. malaccensis, A. subintegra dan A. sinensis memiliki karakteristik fitokimia berupa kromatogram GC-MS yang unik dengan diversitas yang tinggi.