Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Efforts to Preserve the Balala’ Traditional Custom in the AGIL Perspective of Talcott Parsons in Lamoanak Village, Landak Regency Gilang, Gilang; Ramadhan, Iwan; Wahyuni, Fauziah Sri; Imran, Imran; Utami, Patrisia Rahayu
Jurnal Pendidikan Sosiologi dan Humaniora Vol 16, No 3 (2025): Special Issue 2025
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j-psh.v16i3.100362

Abstract

Indonesia is a country rich in diverse cultures and traditions, one of which can be found in West Kalimantan, known as the “Land of a Thousand Rivers.” In Landak Regency, the Dayak Kanayatn community continues to preserve their ancestral heritage through the Balala’ Traditional Ceremony, a one-day fasting or quiet period as an expression of respect to God (Jubata), nature, and their ancestors. However, modernization has led to a decline in the younger generation’s interest in maintaining this tradition. This study aims to analyze strategies for preserving the Balala’ Traditional Ceremony using Talcott Parsons’ AGIL theory, which includes the functions of Adaptation, Goal Attainment, Integration, and Latency (Pattern Maintenance). The research employs a descriptive qualitative method through observation, semi structured interviews, and documentation. The results show that the community has adapted the tradition to modern developments while maintaining its spiritual and social purposes, strengthening social integration through collective participation, and preserving cultural values through regeneration and the use of digital media.
TRENDS AND KNOWLEDGE STRUCTURE IN GLOBAL STUDIES OF EDUCATION AND SOCIAL TRANSFORMATION: A BIBLIOMETRIC ANALYSIS (2000–2024) Imanulyaqin, Muhammad Nur; Wahyuni, Fauziah Sri; Utami, Patrisia Rahayu; Ramadhan, Iwan
JURNAL EDUSCIENCE Vol 12, No 6 (2025): Jurnal Eduscience (JES), (Authors from Thailand, Malaysia and Indonesia)
Publisher : Universitas Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/jes.v12i6.7392

Abstract

Purpose--Education functions not only as an instrument for advancing social transformation toward improved quality of life but also as a medium for preserving cultural identity amid global modernization. Despite the growing attention to these themes, no prior bibliometric study has systematically mapped the intellectual structure and global development of research on the connections between education and social transformation. Filling this gap, the article conducts a systematic bibliometric comparison of documents indexed in Scopus between 2000 and 2014, encompassing both journal articles and conference papers.Methodology--The study constructs the knowledge structure based on VOSviewer and explores trends in publications, influential authors, core journals, contributing countries, and frontier research in this field. Five publication phases were identified: the early, slower-growth phase (2000–2005), the period of fluctuating expansion (2006–2014), a surge in publications (2015), continued growth up to 2022, and a recent decline in new research output from 2023 to 2024.Findings--The Journal of Transformative Education appears to be the most prolific outlet, whereas Streck, D.R., and Zembylas, M., are identified as the most central authors. The United States remains the leading contributor, with dominant keywords centered on education, social change, critical pedagogy, and sustainability.Contribution--The originality of this study lies in establishing the first bibliometric mapping of education and social transformation research, which contributes to conceptual clarity of this interdisciplinary field and provides strategic directions for future studies and policy development in transformative education.
IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DALAM PEMBELAJARAN IPS DI SMP NEGERI 3 SAJINGAN BESAR WILAYAH PERBATASAN INDONESIA-MALAYSIA Abadi, Selvy; Ramadhan, Iwan; Wahyuni, Fauziah Sri; Imran, Imran; Imanulyaqin, Muhammad Nur
Jurnal Education and Development Vol 14 No 1 (2026): Vol 14 No 1 Januari 2026
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v14i1.7646

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Implementasi Kurikulum Merdeka dalam pembelajaran IPS di SMP Negeri 3 Sajingan Besar, wilayah perbatasan Indonesia–Malaysia. Kurikulum Merdeka menekankan fleksibilitas, relevansi, dan penguatan Profil Pelajar Pancasila, namun pelaksanaannya di daerah perbatasan masih menghadapi keterbatasan sumber daya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Implementasi Kurikulum Merdeka mencakup tiga tahap utama, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan hasil belajar. Guru IPS telah menyusun perangkat ajar sesuai konteks lokal dan menerapkan model Problem-Based Learning serta Project-Based Learning. Siswa menunjukkan peningkatan dalam pemahaman konsep sosial, berpikir kritis, dan tanggung jawab belajar. Meskipun fasilitas dan pelatihan masih terbatas, penerapan Kurikulum Merdeka di SMP Negeri 3 Sajingan Besar berjalan efektif dan relevan dengan kebutuhan pendidikan di wilayah perbatasan.
ANALISIS PENGGUNAAN MEDIA GIMKIT DALAM PEMBELAJARAN SOSIOLOGI DI KELAS XI E SMA NEGERI 10 PONTIANAK Azahra, Quratulainy Salma; Wiyono, Hadi; Wahyuni, Fauziah Sri; Prancisca, Stella; Zatalini, Adhalia
Jurnal Education and Development Vol 14 No 1 (2026): Vol 14 No 1 Januari 2026
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v14i1.7706

Abstract

Penelitian ini bertujuan sebagai upaya menguraikan bagaimana media Gimkit digunakan dalam pembelajaran Sosiologi di kelas XI E SMA Negeri 10 Pontianak, yang difokuskan pada aspek penetapan langkah awal, implementasi, dan hasil pembelajaran. Penelitian ini menerapkan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan pengumpulan data yang dilaksanakan melalui proses pengamatan, wawancara mendalam, dan analisis dokumentasi. Hasil kajian memperlihatkan bahwa pada fase perencanaan, guru mempersiapkan instruimen pembelajaran berupa modul ajar, soal assesmen formatif, serta memperisapkan penggunaan Gimkit sebagai media evaluasi. Pada tahap pelaksanaan dimulai dari kegiatan pendahuluan berupa presensi dan kilas balik materi sebelumnya. Pada kegiatan inti setelah penyampaian materi Gimkit digunakan dalam bentuk permainan kuis yang interaktif sehingga mampu meningkatkan fokus dan keterlibatan peserta didik selama proses belajar. Diakhiri dengan kegiatan penutup berupa refleksi oleh pendidik. Saat penggunaan Gimkit, situasi kelas tampak lebih interaktif, kompetitif, sekaligus menyenangkan karena peserta didik tidak hanya menjawab soal, tetapi juga menyusun strategi untuk memenangkan permainan. Adapun hasil pembelajaran sosiologi menggunakan media gimkit memperlihatkan adanya peningkatan pemahaman kognitif peserta didik. Terdapat 31 peserta didik yang berhasil mencapai standar capaian tujuan pembelajaran, sedangkan 5 orang peserta didik belum memenuhi indicator keberhasilan tujuan pembelajaran. Berdasarkan temuan penelitian, penggunaan Gimkit terbukti berpengaruh positif terhadap pencapaian belajar peserta didik selama pembelajaran sosiologi.
PENERAPAN MODEL THINK PAIR SHARE UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN SISWA DI SMA NEGERI 3 KAYAN HILIR Alkahfy, Rio; Asriati, Nuraini; Wahyuni, Fauziah Sri
Jurnal Education and Development Vol 14 No 1 (2026): Vol 14 No 1 Januari 2026
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v14i1.7708

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan model pembelajaran Cooperative Learning tipe Think Pair Share (TPS) dalam meningkatkan keaktifan siswa pada mata pelajaran Sosiologi kelas X di SMA Negeri 3 Kayan Hilir. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara. Proses penelitian mencakup tahap perencanaan, pelaksanaan, dan analisis hasil implementasi model TPS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model TPS mampu meningkatkan keaktifan siswa secara signifikan. Pada tahap Think, siswa belajar berpikir mandiri dan mengemukakan ide awal; tahap Pair mendorong kerja sama dalam berdiskusi dan bertukar pendapat; sedangkan tahap Share memberikan kesempatan kepada siswa untuk berbagi hasil pemikiran di depan kelas. Peningkatan keaktifan siswa terlihat dari meningkatnya kemampuan bertanya, berdiskusi, menjawab pertanyaan, mempresentasikan hasil kelompok, serta keberanian tampil di depan kelas. Guru berperan penting sebagai fasilitator yang menciptakan suasana belajar kolaboratif, komunikatif, dan menyenangkan. Dengan demikian, penerapan model Cooperative Learning tipe Think Pair Share terbukti efektif dalam meningkatkan keaktifan siswa pada mata pelajaran Sosiologi.
EFEKTIVITAS PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN CHATGPT PADA HASIL BELAJAR SOSIOLOGI Kristina, Anita; Wiyono, Hadi; Wahyuni, Fauziah Sri; Ulfa, Maria; Zatalini, Adhalia
Jurnal Education and Development Vol 14 No 1 (2026): Vol 14 No 1 Januari 2026
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v14i1.7717

Abstract

Perkembangan pendidikan di era digital menuntut penerapan model pembelajaran inovatif yang mampu mengoptimalkan peran peserta didik dan pemanfaatan teknologi secara efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan model Problem Based Learning (PBL) berbantuan ChatGPT terhadap hasil belajar kognitif peserta didik pada mata pelajaran Sosiologi kelas XI SMAS Kemala Bhayangkari 1 Kubu Raya. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Quasi Experimental Design tipe Static Group Comparison. Sampel penelitian terdiri dari kelas XI G sebagai kelompok eksperimen dan XI D sebagai kelompok kontrol. Pengumpulan data dilakukan melalui tes hasil belajar kognitif, kemudian dianalisis menggunakan uji normalitas, uji Mann-Whitney, dan perhitungan N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) = 0,008 < 0,05 yang menandakan terdapat perbedaan signifikan antara kelompok eksperimen dan kontrol. Nilai rata-rata posttest kelompok eksperimen (90,93) lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol (74,59). Rata-rata N-Gain kelompok eksperimen sebesar 66,55 (kategori sedang), sedangkan kelompok kontrol sebesar 11,67 (kategori rendah). Dengan demikian, penerapan model PBL berbantuan ChatGPT terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar kognitif dan kemampuan berpikir kritis peserta didik pada pembelajaran sosiologi.
The Role of Social Capital in Preserving the “Naik Ayun” Tradition: A Study of the Bugis Community in Kubu Raya Rahmadania, Andi Noor; Wiyono, Hadi; Wahyuni, Fauziah Sri; Sikwan, Agus; Zatalini, Adhalia; Khosihan, Aan
Jurnal Pendidikan Sosiologi dan Humaniora Vol 17, No 1 (2026): Edisi April 2026
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j-psh.v17i1.100602

Abstract

Tradisi ini adalah upacara adat sebagai wujud rasa syukur atas kelahiran anak. Di tengah tantangan modernisasi dan globalisasi, tradisi ini tetap bertahan, hal ini karena adanya fondasi modal sosial yang solid, ditandai dengan kuatnya kerja sama dan norma yang berlaku di masyarakat. Penelitian ini berupaya mengisi kekosongan literatur yang belum banyak mengkaji secara spesifik bagaimana elemen modal sosial meliputi kepercayaan, norma, dan jaringan yan terdapat dalam tradisi Naik Ayun. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan secara mendalam tiga aspek utama modal sosial dalam pelaksanaan tradisi Naik Ayun masyarakat Etnis Bugis di desa Punggur Besar Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya. Metode yang digunakan yaitu metode kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data yaitu wawancara dan studi dokumentasi, Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyanjian data serta penarikan kesimpulan. Dengan hasil penelitian menunjukan bahwa modal sosial yang terdapat dalam tradisi naik ayun seperti jaringan sosial yang terlihat saat penyebaran informasi pelaksanaan tradisi, norma sosial yang tetap diikuti oleh masyarakat serta kepercayaan meliputi adanya pembagian tugas dalam melaksanakan tradisi.
PENGUATAN PENDIDIKAN ANTI KEKERASAN DAN KESETARAAN GENDER BAGI PESERTA DIDIK DI SMAN 1 RASAU JAYA Imran Imran; Zuri Astari; Adhalia Zatalini; Muhammad Nur Imanulyaqin; Fauziah Sri Wahyuni
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Volume 6 No. 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i2.43863

Abstract

Program Pengabdian Kepada Masyarakat bertujuan memperkuat pendidikan anti kekerasan dan kesetaraan gender bagi peserta didik di SMA Negeri 1 Rasau Jaya. Kegiatan pelatihan ini akan meningkatkan kesadaran siswa terhadap isu-isu gender dan kekerasan yang masih ada di lingkungan sekolah, yang dapat berdampak negatif pada perkembangan sosial dan psikologis mereka. Dengan demikian, PKM dilakukan agar terciptanya lingkungan belajar yang lebih aman dan inklusif, sekaligus menurunkan potensi kekerasan berbasis gender terhadap peserta didik. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan program meliputi pendekatan klasikal dan individu, dengan kegiatan berupa sesi pemaparan materi, diskusi kelompok kecil, serta praktik langsung. Pendekatan ini bertujuan untuk mendorong partisipasi aktif siswa dan meningkatkan pemahaman mereka tentang konsep kesetaraan gender dan dampak kekerasan. Hasil dari kegiatan PKM menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan kesadaran siswa mengenai pentingnya kesetaraan gender dan cara pencegahan kekerasan dalam kehidupan sehari-hari. Siswa juga aktif terlibat dalam diskusi yang mendorong mereka untuk berpikir kritis dan mengembangkan empati. Adanya perubahan sikap dan pemahaman siswa diharapkan dapat menjadikan mereka agen perubahan di lingkungan sekolah dan masyarakat. Simpulan kegiatan ini adalah program PKM ini efektif dalam memperkuat pendidikan anti kekerasan dan kesetaraan gender, serta dapat dijadikan model bagi sekolah lain dalam upaya menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan bebas dari kekerasan. Indikator keberhasilan adalah tingkat partisipasi aktif siswa dalam berbagai kegiatan, seperti diskusi dan praktik langsung, menunjukkan keterlibatan dalam proses pembelajaran
PENGUATAN PROFESIONALISME GURU DI WILAYAH PERBATASAN: PELATIHAN PENGGUNAAN BOOK CREATOR DI ENTIKONG Imran Imran; Thomy Sastra Atmaja; Yusawinur Barella; Ika Rahmatika Chalimi; Sutoyo Budiharto; Muhammad Nur Imanulyaqin; Eko Wahyu Junaidi; Fauziah Sri Wahyuni
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 4 (2025): Volume 6 No 4 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i4.46224

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi profesional guru di wilayah perbatasan Entikong melalui pelatihan penggunaan aplikasi Book Creator sebagai media ajar digital interaktif. Pelatihan dilatarbelakangi oleh keterbatasan infrastruktur dan akses pelatihan teknologi yang masih menjadi tantangan bagi guru di daerah 3T. Metode pelatihan mengintegrasikan ceramah interaktif, demonstrasi, praktik langsung, serta pendampingan intensif berbasis pendekatan IPTEKS. Sebanyak 32 guru berpartisipasi aktif dalam pelatihan ini, menghasilkan produk berupa media ajar digital (flip book) yang kontekstual dan aplikatif. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pelatihan ini meningkatkan keterampilan teknis dan pedagogis peserta, dengan tingkat kepuasan rata-rata sebesar 76%. Selain itu, pelatihan ini juga membangun kesadaran guru tentang pentingnya pengembangan profesional yang berkelanjutan dan integrasi nilai-nilai lokal dalam pembelajaran digital. Temuan ini menegaskan urgensi pelatihan kontekstual berbasis praktik sebagai strategi pemberdayaan guru di wilayah perbatasan.
Transformasi Peran Gender dalam Ekonomi Keluarga Transnasional di Dusun Sekunyit Kabupaten Sanggau Kalimantan Barat Fauziah Sri Wahyuni; Iwan Ramadhan; Suriyanisa Suriyanisa
SOSMANIORA: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/sosmaniora.v5i2.6843

Abstract

The phenomenon of cross-border labor migration has shaped the Transnational Family Economy (TFE), which has impacted the transformation of gender roles within families, particularly in border areas. This study aims to describe the transformation and renegotiation of gender roles in the context of the transnational family economy in Sekunyit Hamlet, Sanggau Regency, West Kalimantan, as well as to analyze the driving factors, obstacles, and implications for family welfare. The study uses a qualitative approach with a descriptive case study design. Data were collected through in-depth interviews with transnational family members and community leaders selected purposively, then analyzed using thematic analysis. The results show that women have shifted their roles from the domestic sphere to becoming strategic economic contributors (co-breadwinners), mainly through agriculture and informal work, without completely replacing the normative role of men as the main breadwinners. This transformation is adaptive and flexible, influenced by the characteristics of the borderland economy, kinship social capital, education levels, and cross-border work experience that transfers ideological capital related to gender equality. However, these changes have not yet resulted in substantive equality because women still face a double burden due to patriarchal norms, limited access to information, and economic opportunities outside the traditional sector.