Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Peningkatan kompetensi drafter engineering bagi guru teknik pemesinan kapal SMK Negeri 10 Semarang menggunakan software autodesk inventor Ari Dwi Nur Indriawan Musyono; Sudiyono Sudiyono; Angga Septiyanto
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 4 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i4.31998

Abstract

Abstrak Kemampuan menggambar teknik merupakan salah satu keterampilan yang perlu dikuasai oleh guru teknik pemesinan, dimana saat ini aplikasi Autodesk Inventor merupakan salah satu aplikasi yang digunakan oleh dunia Pendidikan, bahkan dalam lomba kompetensi siswa. SMK Negeri 10 Semarang saat ini dalam proses pembelajaran masih menggunakan aplikasi Autocad, hal ini menjadi perhatian dikarenakan perbedaan penggunaan aplikasi pada umumnya. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru teknik mesin dalam menggambar menggunakan aplikasi  dengan memberikan pelatihan sehingga dapat mengikuti perkembangan saat ini. Metode pelaksanaan dalam kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan participatory learning and action dimana proses pembelajaran yang memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang aplikasi Autodesk inventor yang kemudian praktik langsung menggunakannya, antara lain mulai dari persiapan, pelaksanaann, dan evaluasi. Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan dengan jumlah peserta sebanyak 16 guru produktif teknik pemesinan. Hasil dari pengabdian ini guru dapat meningkatkan kompetensi menggambar berbasis komputer dan juga guru dapat memberikan pembelajaran kepada siswa, yang mana berdasarkan hasil dari rata-rata pre test sebelum pelatihan dilaksanakan mendapatkan 60,83 sedangkan ketika dilakukan postest setelah pelaksanaan pelatihan didapatkan skor rata-rata nilai 81,88, hal ini menunjukkan bahwa tingkat pemahaman peserta meningkat 25,7%. Kata kunci: drafter enginering; CAD; inventor AbstractTechnical drawing skills are essential for machining engineering teachers, as they are expected to master industry-relevant tools. Currently, Autodesk Inventor is one of the widely adopted applications in education and is even used in student competency competitions. However, SMK Negeri 10 Semarang still uses AutoCAD in its learning process, which raises concerns due to the differing standards in software usage. This community service program aims to enhance the competency of machining teachers in technical drawing using Autodesk Inventor by providing targeted training to help them adapt to current developments. The implementation method follows a Participatory Learning and Action approach, in which participants gain theoretical knowledge of Autodesk Inventor and then engage in practical applications—including preparation, execution, and evaluation phases. The program involved 16 productive machining teachers. The results show that teachers improved their computer-aided drawing skills and were better equipped to deliver related instruction to students. Based on the assessment, the average pre-test score was 60.83, while the post-test score increased to 81.88, indicating a 25.7% improvement in participants’ understanding Keywords: drafter enginering; CAD; inventor
Peningkatan kapasitas pakan ternak kambing dengan mesin pencacah rumput pada kelompok ternak Munaya Barokah Kabupaten Kudus Budiwirawan, Agung; Naryanto, Rizqi Fitri; Setiadi, Rizki; Musyono, Ari Dwi Nur Indriawan; Bunajar, Habib; Pambudi, Rofex; Arafah, Iqbal Rasendriya; Aryadi, Adit
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.37702

Abstract

Abstrak Peternakan kambing merupakan salah satu aktivitas ekonomi di kabupaten Kudus. Permasalahan yang dialami mitra yaitu pemotongan rumput untuk pakan ternak masih manual dan kurang efektif. Rumput dipotong dalam jumlah besar dan memerlukan waktu pemotongan yang lebih lama, yang membuatnya kurang efisien untuk memenuhi kebutuhan pakan ternak yang besar. Salah satu upaya yang dapat dilakukan yaitu mengatasi efisiensi pakan ternak dengan Mitra kelompok ternak Munaya Barokah dengan peserta sebanyak 7 orang. Solusi yang dilakukan yaitu dengan peningkatan kompetensi pembuatan alat dan pelatihan pembuatan pakan ternak. Mesin pencacah rumput tidak hanya dapat mempercepat proses persiapan pakan, tetapi juga dapat meningkatkan ketersediaan pakan yang lebih mudah dicerna ternak, dapat meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan ternak kambing. Metode kegiatan yang dilakukan yaitu survey, ceramah dan demonstrasi, praktik langsung, serta pendampingan. Kegiatan survey dilakukan untuk menemukan permasalahan mitra. Kegiatan ceramah dan demonstrasi dilakukan untuk memberikan pelatihan dan pemahaman prosedur dalam pembuatan alat pencacah rumput. Pada tahap praktik langsung tim pengabdian bekerjasama dengan mitra dalam proses pembuatan alat pencacah rumput ternak. Setelah alat dibuat langsung diemplementasikan dan dilakukan pendampingan. Kegiatan pengabdian yang telah dilakukan telah menghasilkan mesin pencacah rumput dan mitra dapat mengoperasikan mesin pencacah rumput dan memiliki pengetahuan perawatan mesin. Kata kunci: pakan ternak; kambing; mesin; pencacah rumput; teknologi tepat guna. Abstract  Goat farming is one of the economic activities in Kudus Regency. The problem experienced by partners is that grass cutting for animal feed is still manual and ineffective. Grass is cut in large quantities and requires a longer cutting time, which makes it less efficient to meet the large livestock feed needs. One effort that can be done is to address livestock feed efficiency with partners from the Munaya Barokah livestock group with 7 participants. The solution is to improve the competence of tool making and training in animal feed production. The grass chopper machine not only can speed up the feed preparation process but also can increase the availability of feed that is more easily digested by livestock, can improve productivity and welfare of goats. The activity methods used are surveys, lectures and demonstrations, direct practice, and mentoring. The survey activity was conducted to identify partner problems. Lectures and demonstrations were conducted to provide training and understanding of the procedures in making the grass chopper. During the direct practice stage, the community service team collaborated with partners in the process of making the grass chopper. After the tool was made, it was immediately implemented and mentoring was provided. The community service activities that have been carried out have produced a grass chopper machine, and partners are able to operate the grass chopper and have knowledge of machine maintenance. Keywords: animal feed; goats; machines; grass chopper.
PENGEMBANGAN JOBSHEET ELEKTRONIK PRAKTIK PENGELASAN GMAW (GAS METAL ARC WELDING) Sudiyono; Ari Dwi Nur Indriawan Musyono; Febrian Arif Budiman; Angga Septiyanto
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol. 8 No. 1 (2021): Jurnal Pendidikan Teknik Mesin
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknik Mesin Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sriwiajaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jptm.v8i1.14030

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan jobsheet elektronik pada materi Praktik pengelasan GMAW (Gas metal Arc Welding) yang layak dan praktis untuk digunakan dalam pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian dan pengembangan dengan desain penelitian four-D model. Subjek penelitian adalah mahasiswa, ahli materi, dan ahli media. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif menggunakan analisis persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jobsheet elektronik hasil pengembangan sangat layak dan sangat praktis untuk digunakan dalam pembelajaran praktik pengelasan GMAW. Hal ini terlihat dari hasil validasi ahli materi dengan skor persentase sebesar 84,64 % atau pada kategori sangat layak, sedangkan skor validasi ahli media sebesar 85,73 % juga pada kategori sangat layak. Selain itu hasil penilaian kepraktisan oleh mahasiswa memperoleh skor sebesar 81,33 % atau sangat praktis digunakan.
Evaluasi Kesesuaian Sarana dan Prasarana Studio Gambar Teknik Pemesinan Kapal Sekolah Menengah Kejuruan Terhadap Standar Nasional Pendidikan Putra Nanda Rizki Abditiya; Ari Dwi Nur Indriawan Musyono
Jurnal Muara Pendidikan Vol. 11 No. 1 (2026): Jurnal Muara Pendidikan, Vol 11 Issue 1, June 2026
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52060/mp.v11i1.4026

Abstract

The availability of technical drawing studio facilities and infrastructure that meet standards is an important factor in supporting competency-based learning in vocational education. However, empirical studies that specifically evaluate the suitability of Ship Machining Technical Drawing studios to national regulations are still limited. This study aims to evaluate the level of suitability of the facilities and infrastructure of the Ship Machining Engineering Drawing Studio at SMK Negeri 10 Semarang against the National Education Standards. The study uses a descriptive method with a quantitative approach. Data were collected through closed questionnaires, observations, and documentation, with respondents being 12th grade students who actively use the drawing studio. The instruments were compiled based on the indicators of Permendiknas No. 40 of 2008, Permendiknas No. 24 of 2007, and Indonesian National Standards (SNI), and analyzed using percentage techniques. The results showed that the level of conformity of facilities and infrastructure was 78.22%, which was in the high category but still at the lower limit of that category. These findings indicate that the drawing studio facilities have met the minimum functional standards but are not yet fully optimal in technical aspects such as lighting, ventilation, and work safety. The implications of this study emphasize the need for periodic evaluation of facilities and infrastructure as well as facility management policies oriented toward improving the quality of practical learning in vocational schools.
Enhancing Students' Turning Machining Competence through Project-Based Blended Learning M.Balya Firjon Barlaman; Ari Dwi Nur Indriawan Musyono
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol. 13 No. 1 (2026): Jurnal Pendidikan Teknik Mesin
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknik Mesin Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sriwiajaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jptm.v13i1.255

Abstract

This study aims to explore the implementation and impact of project-based blended learning in improving lathe machining competence among students at SMK Negeri 5 Semarang. A quantitative approach with a quasi-experimental method and nonequivalent control group design was used. The research subjects included two classes: an experimental class applying project-based blended learning and a control class using conventional methods. Data were collected through pretests and posttests and analyzed using normality, homogeneity, and simple linear regression tests. The results showed a significant improvement in student competence after the implementation of the blended learning method, with the experimental class's average score increasing from 74.38 to 81.16. This research contributes to the development of technical education by offering an effective instructional model that integrates theoretical and practical learning. The findings indicate that the integration of technology and real-world projects in vocational education enhances students' technical skills and workforce readiness.
Peran Literasi Digital dan Eksposur Teknologi dalam Membentuk Minat Technopreneurial Siswa Program Keahlian Teknik Pemesinan R. Jundi Adi Alifian; Ari Dwi Nur Indriawan Musyono
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol. 13 No. 1 (2026): Jurnal Pendidikan Teknik Mesin
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknik Mesin Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sriwiajaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jptm.v13i1.379

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh literasi digital dan eksposur teknologi terhadap minat technopreneur siswa SMK program keahlian Teknik Pemesinan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Data dikumpulkan melalui angket tertutup skala Likert yang diberikan kepada siswa kelas XII Teknik Pemesinan di SMK Negeri 2 Kebumen, kemudian diolah melalui tahap editing, pengkodean, penskoran, serta pembentukan skor komposit setiap variabel. Analisis data dilakukan dengan uji prasyarat dan regresi linear berganda untuk menilai pengaruh parsial maupun simultan antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi digital dan eksposur teknologi secara bersama-sama berperan dalam meningkatkan minat technopreneur. Secara parsial, eksposur teknologi terbukti menjadi faktor yang paling konsisten memengaruhi minat technopreneur, sedangkan literasi digital tidak menunjukkan pengaruh yang bermakna ketika diuji bersamaan dengan eksposur teknologi. Temuan ini mengindikasikan bahwa pengalaman belajar yang kaya teknologi, praktik bengkel, teaching factory, serta keterhubungan dengan dunia industri perlu diperkuat agar siswa lebih terdorong merancang peluang usaha berbasis teknologi di bidang pemesinan.