Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Pengendalian Hama Burung Pipit Menggunakan Gelombang Ultrasonik Pada Lahan Sawah Musim Kemarau di Tasikmalaya Kurniawan, Anri; Nurrohman, Reza Kusuma; Lestari, Hanis Adila; Aprilliani, Fenny; Yuwono, Triat Adi; R, Ropiudin; Syska, Kavadya; Wahab, Luthfi
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 2, No 8 (2023): November (In Progress)
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.10085123

Abstract

Burung pipit menjadi salah satu ancaman bagi tanaman padi di sawah bagi petani yang menggunakan sistem irigasi di Desa Wandasari, Kecamatan Bojonggambir, Tasikmalaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa serangan hama, termasuk burung pipit, dapat mengakibatkan penurunan produktivitas padi sebesar 50% hingga 80%. Petani telah mencoba berbagai cara untuk mengusir burung pipit, mulai dari berteriak-teriak, memasang sangkar perangkap, hingga metode seperti memasang kaleng dengan tali atau bahkan berburu burung pipit dengan senjata api. Namun, karena keterbatasan pengawasan sawah, seringkali petani tidak berhasil menghalau burung pipit, dan akibatnya tanaman padi mereka terancam. Salah satu solusi yang telah diimplementasikan adalah penggunaan teknologi gelombang ultrasonik untuk mengusir burung pipit tanpa membunuhnya. Teknologi ini terdiri dari perangkat elektronik yang menggunakan sensor PIR untuk mendeteksi kehadiran burung pipit. Mikrokontroler Arduino digunakan sebagai otak utama yang terhubung ke relay. Amplifier berfungsi untuk menghasilkan gelombang ultrasonik, dan lampu LDR digunakan sebagai indikator pergerakan burung. Perangkat ini ditenagai oleh panel surya dan baterai 12 volt yang dapat diisi ulang saat kondisi malam atau intensitas sinar matahari rendah. Perangkat ini dapat berputar mengikuti pergerakan burung pipit dan mengeluarkan gelombang ultrasonik pada frekuensi 25 - 34,5 KHz selama 30 menit, tergantung pada gerakan burung. Perangkat ini memiliki jangkauan deteksi maksimal hingga 15 meter. Penggunaan perangkat pengusir burung pipit ini berhasil mengurangi dampak burung pipit pada tanaman padi di sawah sebesar 95% dan meningkatkan hasil panen petani. Inisiatif penerapan teknologi ini diharapkan dapat diperluas dan dikembangkan di wilayah lain untuk manfaat yang lebih luas.
Pelatihan Pangan Sehat dan Aman Bagi Masyarakat di Desa Kotayasa, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas Lestari, Hanis Adila; Kurniawan, Anri; Sulistiadi, Slamet; Yuwono, Triat Adi; Wahab, Luthfi
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 3, No 4 (2024): Juli
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.13132730

Abstract

Desa Kotayasa merupakan salah satu desa di Kecamatan Sumbang dengan luas wilayah sebesar 50,1 hektar yang terletak di lereng pegunungan dengan ketinggian 1500 mdpl, sehingga tergolong berada pada dataran tinggi. Penerapan makanan yang sehat dan aman sangatlah diperlukan untuk menunjang kesehatan keluarga. Dengan adanya transfer ilmu tentang makanan yang aman dan sehat, maka keluarga dapat meningkatkan kemampuan dan pengetahuan akan penanganan makanan secara benar, serta menghindari potensi terjadinya keracunan makanan. Pelaksanaan pengabdian terdiri dari tahap persiapan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Pada tahap pelaksanaan dilakukan metode Focus Group Discussion (FGD) tentang makanan sehat dan aman. Kesimpulan dari pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat di Desa Kotayasa yaitu warga Kotayasa dapat memperoleh ilmu pengetahuan mengenai makanan sehat dan aman yang dapat diaplikasikan dalam keluarga.
A Optimization of Oyster Mushroom Production at UD Agro Jamur Penolih, Kaligondang, Purbalingga Kurniawan, Anri
MALLOMO: Journal of Community Service Vol 5 No 1 (2024): Desember-Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/mallomo.v5i1.1697

Abstract

Desa Penolih adalah sebuah desa yang secara administratif masuk Kecamatan Kaligondang, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Secara geografis Penolih terletak pada dataran tinggi 250 – 335 mdpl dengan suhu rata-rata 27 – 330C dengan kontur berbukit sangat cocok untuk pertanian salah satunya jamur. UD Agro Jamur Penolih yang berproduksi jamur tiram di tempat yang sederhana, namun lebih besar daripada skala rumah tangga. Proses budidaya jamur tiram yang dilakukan oleh UD Agro Jamur Penolih dilakukan secara menyeluruh, mulai dari penyiapan media tanam sampai dengan pemasaran. Metode menggunakan Participatory Rural Appraisal (PRA) dengan tahapan persiapan, pembuatan teknologi, sosialisasi, pelatihan, pendampingan dan evaluasi. Produksi jamur yang sebelumnya hanya 7.000 baglog meningkat menjadi 10.000 baglog dengan hasil panen 30 kg per hari. Pemasaran “Fresh Mushroom” meningkatkan harga dari Rp. 10.000 menjadi Rp. 5.000. Peningkatan ini didasari akan meningkatnya kemampuan mitra dalam implementasi teknologi sehingga dapat bersaing dengan kompetitor. Program PKM dapat dilanjutkan ke arah yang lebih baik sehingga mitra berdampak lebih besar dari kegiatan tersebut.
Automated Conveyor System of Sorting and Grading for Red Chili Pepper (Capsicum annum L.) using Image Processing and Artificial Neural Network Hanis Adila Lestari; Anri Kurniawan; Luthfi Wahab
Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) Vol 13, No 4 (2024): December 2024
Publisher : The University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtep-l.v13i4.1320-1333

Abstract

This research aims to design an automatic sorting and grading tool driven by color sensor processed through image processing and artificial neural networks (ANN). The research stage consists of data collection in a Mini Studio, image processing using ImageJ, and image classification with ANN. The automatic sorting process begins with items entering the belt, where they are processed in four phases: (1) separating good and rejects chili, (2) separating red from green chili, (3) distinguishing large and small red peppers, and (4) separating large and small green peppers. Automatic sorting and grading were based on image data processed using ANN. The best activation function was tansig-logsig-purelin with MAPE 1.220, RMSE 0.010, and R² = 1 during training. During testing, the MAPE 0.158, RMSE 1.790, and R² = 0.963. The criteria produced grade 1 (red, 10-15 cm), grade 2 (green, 10-15 cm), grade 3 (red, 5-9.99 cm), and reject grade. The quality of large red chilies is used as a reference for market pricing: grade 1 (IDR 60,000/kg), grade 2 (IDR 40,000/kg), and grade 3 (IDR 25.000 – 35,000). Assessing quality based on color with an automatic conveyor can reduce sorting and grading time by 70% compared to conventional methods. Keywords: ANN, Color, Grading, Image Processing, Sorting.
Branding Training for Fresh White Oyster Mushroom Products for Mushroom Cultivators in Penolih Village, Kaligondang Subdistrict, Purbalingga Regency Kurniawan, Anri; Lestari, Hanis Adila; Luhsarandini, Bivannie; Yuwono, Triat Adi; Wahab, Luthfi; Nugroho, Adityo; Prasetyo, Agung; Sukowati, Dwi
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 4, No 10 (2025): Januari
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.14818032

Abstract

Pembudidaya Jamur Tiram di Desa Penolih memiliki potensi mengembangkan usaha untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Agro Jamur Penolih sebagai perkumpulan pembudidaya jamur memerlukan pelatihan dan bimbingan untuk meningkatan usahanya sesuai potensi yang ada. Namun perjualan jamur tiram putih segar masih kiloan yang dijual ke pasar hanya dihargai Rp. 10.000 – 12.000 per kg. Maka dari itu perlu ada pelatihan tentang hal yang menunjang kebutuhan yaitu tentang branding, pengemasan dan pemasaran produk jamur tiram. Pelatihan dan pendampingan ini diharapkan mampu meningkatkan nilai jual jamur tiram putih segar menjadi Rp. 15.000 – 20.000 per 500 gram. Kegiatan terdiri dari tahapan persiapan, sosialisasi, pelatihan, pendampingan dan evaluasi. Pelatihan branding, pengemasan dan pemasaran jamur tiram putih segar dapat meningkatkan nilai jual produk Agro Jamur Penolih. Peserta memiliki logo baru, kemasan menarik, tata cara pengemasan yang ramah lingkungan serta Teknik pemasaran baik offline ataupun online.
Rancang Bangun Sistem Monitoring Suhu Stroberi Segar dalam Refrigerator Berbasis Internet of Things: Design of Temperature Monitoring System for Fresh Strawberries in a Refrigerator Based on Internet of Things (IoT Lestari, Hanis Adila; Kurniawan, Anri; Yuwono, Triat Adi
Jurnal Agroekoteknologi dan Agribisnis Vol. 8 No. 2 (2024): Jurnal Agroekoteknologi dan Agribisnis
Publisher : Politeknik Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51852/jaa.v8i2.900

Abstract

Strawberry is highly perishable due to their short shelf life and susceptibility to damage. Strawberries' quality and freshness require storage at an optimal and stable temperature, ideally between 0–4 °C. If the temperature is too low or too high, it may experience a decline in quality, nutritional value, and physical damage such as wilting, decay, or excessive moisture. This study aims to develop an automatic temperature monitoring system enabling users to monitor storage conditions via a web-based application. The system utilizes a DHT22 temperature and humidity sensor, ESP32 microcontroller, and an I2C LCD connected to Thingspeak.com to monitor temperature over 12 days at 4°C, calibrated using a thermohygrometer. The results show fruit color tends to darken during storage, with decreasing a* (redness) and b* (yellowness) values. The pH of the strawberries ranges from 3 to 6, indicating low acidity and falling below the ideal range. Weight loss percentage increased during storage, especially in cut strawberries with non-vacuum packaging, reaching 74,52%. Additionally, the moisture content in both whole and cut strawberries stored in non-vacuum packaging increased during storage. At 4 °C, the quality of strawberries could not be maintained for 20 days based on parameters such as color, pH, weight loss, and moisture content.
Branding Training for Fresh White Oyster Mushroom Products for Mushroom Cultivators in Penolih Village, Kaligondang Subdistrict, Purbalingga Regency Kurniawan, Anri; Lestari, Hanis Adila; Luhsarandini, Bivannie; Yuwono, Triat Adi; Wahab, Luthfi; Nugroho, Adityo; Prasetyo, Agung; Sukowati, Dwi
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 4, No 10 (2025): Januari
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.14818032

Abstract

Pembudidaya Jamur Tiram di Desa Penolih memiliki potensi mengembangkan usaha untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Agro Jamur Penolih sebagai perkumpulan pembudidaya jamur memerlukan pelatihan dan bimbingan untuk meningkatan usahanya sesuai potensi yang ada. Namun perjualan jamur tiram putih segar masih kiloan yang dijual ke pasar hanya dihargai Rp. 10.000 – 12.000 per kg. Maka dari itu perlu ada pelatihan tentang hal yang menunjang kebutuhan yaitu tentang branding, pengemasan dan pemasaran produk jamur tiram. Pelatihan dan pendampingan ini diharapkan mampu meningkatkan nilai jual jamur tiram putih segar menjadi Rp. 15.000 – 20.000 per 500 gram. Kegiatan terdiri dari tahapan persiapan, sosialisasi, pelatihan, pendampingan dan evaluasi. Pelatihan branding, pengemasan dan pemasaran jamur tiram putih segar dapat meningkatkan nilai jual produk Agro Jamur Penolih. Peserta memiliki logo baru, kemasan menarik, tata cara pengemasan yang ramah lingkungan serta Teknik pemasaran baik offline ataupun online.
Evaluasi Kesesuaian Lahan untuk Budidaya Durian Bawor di Kabupaten Banyumas Menggunakan SIG Berbasis IoT Wahab, Luthfi; Kurniawan, Anri; Lestari, Hanis Adila
Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem Vol 13 No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem
Publisher : Fakultas Teknologi Pangan & Agroindustri (Fatepa) Universitas Mataram dan Perhimpunan Teknik Pertanian (PERTETA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jrpb.v13i1.1138

Abstract

Durian, known as the "King of Fruits," is a prevalent fruit in Indonesia, thriving in the tropical climate of Southeast Asia. One of the most widely cultivated varieties is Bawor, commonly found in Banyumas Regency, Central Java, producing 95,426 quintals in 2024. The price of Bawor durians ranges between Rp. 85,000 to Rp. 120,000 per fruit, weighing between 2 to 4 kg. Durian grows optimally in lowland areas up to 180 meters above sea level, with a humid climate, air temperatures of 25-32°C, humidity levels of 50-80%, and sunlight intensity of 45-50%. The research aims to build an information system called "SiDurIoT" based on the Internet of Things (IoT) integrated with a Geographic Information System (GIS) to evaluate the suitability of Bawor durian land. Land evaluation is classified S1, S2, S3, and N. Durian Information System with Internet of Things "SiDurIoT" is a device designed to measure the suitability of durian orchards in real-time. The device consists of a DHT22 sensor, a wind speed sensor, and GPS connected to the ESP32, with data displayed on an LCD screen. The device is connected to the internet via the website siduriot.my.id and the "SiDurIoT" smartphone application, which allows users to input measurement data. The results of the land suitability assessment show that wind speed, rainfall, soil pH, soil temperature, and land elevation are highly suitable (S1). In contrast, air temperature is suitable (S2), and humidity and sunlight intensity are marginally suitable (S3). Based on the suitability evaluation, the Kemranjen, Sumpiuh and Tambak areas are the most suitable locations for durian plantations because they have productivity above 10,000 quintals and are very suitable (S1).
PERANCANGAN SISTEM PEMBERIAN PAKAN IKAN OTOMATIS UNTUK IKAN LELE SANGKURIANG (Clarias gariepinus) BERBASIS INTERNET OF THINGS (IoT) PADA BUDIDAYA BIOFLOK Kurniawan, Anri; Ferdiansyah, Erlando; Wahab, Luthfi
Journal of Agricultural and Biosystem Engineering Research Vol 6 No 1 (2025): Journal of Agricultural and Biosystem Engineering Research: Regular Issue
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jaber.2025.6.1.15989

Abstract

Lele merupakan jenis ikan air tawar yang populer dibudidayakan di Indonesia, mengingat pertumbuhan cepat dan toleransi tinggi terhadap lingkungan. Lele sangkuriang (Clarias gariepinus) adalah salah satu jenis lele memiliki pertumbuhan sangat cepat dengan konversi pakan yang lebih efisien dengan tingkat keberlangsungan hidup (survival rate) tinggi dibandingkan jenis lainnya. Tujuan penelitian ini adalah merancang pemberian pakan ikan otomatis berbasis internet of things (IoT) untuk budidaya ikan lele sistem bioflok. Metodologi penelitian menggunakan rancang bangun yang terdiri dari studi literatur, perancangan hardware, software, uji coba dan analisis data. Perhitungan menggunakan efisiensi pakan (%) dan Feed Convertion Ratio (FCR). Komponen elektronik sistem pemberian pakan ikan otomatis terdiri dari motor servo yang dikendalikan oleh mikrokontroler ESP32 kemudian ditampilkan pada LCD berdasarkan Real Time Clock (RTC) dapat di-setting melalui aplikasi Catfish Feeder IoT di Adafruit.io. Aplikasi dapat menentukan jadwal pemberian pakan pada pukul 06.00, 15.00 dan 20.00 WIB dengan dosis 250 gram dengan kapasitas 5 kg. Nilai Feed Conversion Ration (FCR) pakan ikan otomatis 2, 1 lebih kecil daripada manual yaitu 2,5 sehingga sistem pemberian pakan ikan otomatis lebih efisien sebesar 47,6%.
ANALISIS PENGARUH SUHU DAN KONSENTRASI LARUTAN CaCl2 TERHADAP KUALITAS FISIK TERUNG UNGU (Solanum melongena L.) SELAMA PENYIMPANAN Lestari, Hanis Adila; Prabowo, Amas Agung Pandu; Soolany, Christian; Kurniawan, Anri
Jurnal Agritechno Jurnal Agritechno Vol. 18, Nomor 1, April 2025
Publisher : Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70124/at.vi.1340

Abstract

Purple eggplant (Solanum melongena L.) is a type of plant known as a vegetable that is used as a food ingredient. After purple eggplants are harvested, they still carry out metabolic processes such as respiration and transpiration. Inhibition of respiration in agricultural products can be done by cold air storage combined with dipped in CaCl2 as a pretreatment. The purpose of this study is to determine how the physical characteristics of purple eggplant are affected by temperature and CaCl2 solution concentration. The method used was a Completely Randomized Design (CRD) with two factors. The first factor is storage temperature, which consists of 9 °C and room temperature. The second factor is the CaCl2 concentration, consisting of 0%, 1%, and 2%. The parameters observed during storage were weight loss, texture, and total dissolved solids. This research was carried out for 4 days of storage and measured every day with 3 replication. The results show that dipping purple eggplant in CaCl2 and cold storage can inhibit the respiration and transpiration processes. The best treatment is to dip it in 2% CaCl2 and store it in the refrigerator.