Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

ANALISIS KUALITAS FISIK BRIKET BIOARANG DARI LIMBAH THE DENGAN PEREKAT ORGANIK Dwi Hastuti, Sintawati; Ulinna’mah, Lady Itsnia; Kurniawan, Anri
Jurnal Agritechno Jurnal Agritechno Vol. 18, Nomor 1, April 2025
Publisher : Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70124/at.v18i1.1482

Abstract

Tea plants produce waste consisting of stems, leaves, and tea dregs. Tea stems are waste from the pruning process, tea leaves do not meet processing standards, and tea dregs are produced after brewing beverages. Tea plant waste, which is biomass, can be used as an alternative energy source in the form of biochar briquettes for cooking fuel. High-quality briquettes are defined according to SNI standard number 01-6235-200 with the following criteria: moisture content of less than 8%, ash content of less than 6%, and a calorific value of 500 cal/gram. Good biochar briquettes are characterized by ease of ignition during burning and stable combustion at a temperature of 350°C for a long time. The production process includes cleaning, drying, carbonization, sieving, preparing adhesive, mixing charcoal with adhesive, molding, and producing biochar briquettes. Testing is conducted to evaluate ease of ignition (s), burning duration (s), moisture content (%), ash content (%), and calorific value (cal/gram). Data analysis is carried out using a single-factor Analysis of Variance (ANOVA) method with Microsoft Excel and SPSS 27, based on a Completely Randomized Design (CRD) with 35 total samples. According to laboratory results, there were no significant differences in quality indicators such as ease of ignition (s), burning duration (s), moisture content (%), ash content (%), and calorific value (cal/gram), as the F critical value exceeded the actual F value, and the P-value was greater than 0.05. Biochar briquettes made from tea stems, leaves, and dregs meet the criteria based on ANOVA test results, with no significant differences found. Nevertheless, all data indicate that the biochar briquettes produced are of high quality in accordance with the SNI standard, making them suitable for use on a household scale.
Rancang Bangun Smart Steamer untuk Monitoring Alat Sterilisasi Baglog Jamur Berbasis Internet of Things (IoT) Kurniawan, Anri; Muhibbudin, M; Setiadi, Dede
Rona Teknik Pertanian Vol 18, No 1 (2025): Volume No. 18, No. 1, April 2025
Publisher : Department of Agricultural Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/rtp.v18i1.45176

Abstract

Abstrak. Jamur adalah organisme yang termasuk ke dalam fungi yang memiliki nilai ekonomi yang signifikan terutama untuk pangan yang popular dengan potensi bisnis yang menjanjikan. Proses sterilisasi baglog merupakan faktor paling penting dalam budidaya jamur, harus dilakukan pengukusan pada suhu 1200C selama 5-8 jam. Monitoring suhu dapat dilakukan menggunakan Internet of Things (IoT) yang memungkinkan dilakukan dari jarak jauh dengan nilai yang presisi. Tujuan penelitian ini adalah merancang alat pengukus dalam proses sterilisasi dengan kapasitas 700 baglog, membuat sistem monitoring suhu yang dapat diakses melalui smartphone, dan menguji coba pada proses sterilisasi baglog. Metode penelitian menggunakan rancang bangun terdiri dari tahapan perancangan steamer pengukus baglog jamur, perancangan sistem monitoring suhu, uji error (%), uji peningkatan suhu, pengumpulan dan analisis data. Smart steamer merupakan alat sterilisasi baglog jamur pada suhu 100C dan dioptimalkan pada suhu 120oC. Kapasitas steamer 700 baglog dengan dimensi 100 x 60 x 110 cm dengan pembakaran gas LPG 3 kg yang menghabiskan 5 buah selama proses pengukusan. Sistem monitoring terdiri dari sensor suhu termokopel type K, Mikrokontroler ESP32, LCD I2C yang terhubung ke aplikasi blynk melalui Internet of Things (IoT). Proses sterlisasi pada jam pertama suhu 30C dan meningkat tiap jamnya menjadi 75C, 90C, 105C dan 120C di jam kelima dengan rata-rata daya 12,78 kW dan dipertahankan sampai jam 8 hingga 8.00 kW. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa penggunaan steamer dapat memaksimalkan proses sterilisasi baglog yang biasanya hanya 300 menjadi 700 baglog. Selain itu suhu boiler dapat dimaksimalkan pada suhu 1200C secara optimal dalam memastikan baglog dalam keadaan steril.Design of Smart Steamer for Monitoring Mushroom Baglog Sterilizer Based on Internet of Things (IoT)Abstract. Mushrooms are organisms classified under fungi with significant economic value, particularly as a popular food source with promising business potential. This research aims to design a steamer for sterilization with a capacity of 700 baglogs, create a temperature monitoring system accessible via smartphone, and test it in the baglog sterilization process. The research methodology consists of stages including the mushroom baglog steamer design, temperature monitoring system design, error testing (%), temperature increase testing, data collection, and data analysis. Mushrooms are organisms classified under fungi with significant economic value, particularly as a popular food source with promising business potential. The smart steamer is a machine for sterilizing mushroom baglogs at a temperature of 100C, optimized to reach 120C. The steamer has a capacity of 700 baglogs with dimensions of 100 x 60 x 110 cm, using five 3 kg LPG gas cylinders for combustion. The monitoring system consists of a thermocouple temperature sensor, ESP32, and an I2C LCD connected to the Blynk application via the Internet of Things (IoT). During the sterilization process, the temperature starts at 30C in the first hour and increases hourly to 75C, 90C, 105C, and 120C by the fifth hour.
Pelatihan Pembuatan Tepung Mocaf di Kelompok Karang Taruna Desa Limpakuwus Kabupaten Banyumas Lestari, Hanis Adila; Erminawati, Erminawati; Farisi, Herdian; Luhsarandini, Bivannie; Nugroho, Adityo; Kurniawan, Anri
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 4, No 4 (2025): July 2025
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.16418276

Abstract

Singkong merupakan salah satu hasil pertanian yang melimpah di Desa Limpakuwus. Saat ini hasil panen singkong belum diberdayakan secara maksimal dan pemanfaatannya masih terbatas pada pemasaran produk mentah. Salah satu solusi menambah nilai jual singkong yaitu dengan mengolah singkong menjadi Modified Cassava Flour (Mocaf). Mocaf adalah tepung fermentasi yang dapat digunakan sebagai substitusi tepung terigu. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan menambah nilai jual dari singkong. Metode yang dilakukan adalah sosialisasi dan praktek pembuatan mocaf. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta antusias dan mampu memahami proses pembuatan tepung mocaf. Dampak dari pengabdian ini dapat memberikan nilai tambah pada pangan lokal seperti singkong dan terjadinya peningkatan pengetahuan serta keterampilan.
Pelatihan Pembuatan Tepung Mocaf di Kelompok Karang Taruna Desa Limpakuwus Kabupaten Banyumas Lestari, Hanis Adila; Erminawati, Erminawati; Farisi, Herdian; Luhsarandini, Bivannie; Nugroho, Adityo; Kurniawan, Anri
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 4, No 4 (2025): July 2025
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.16418276

Abstract

Singkong merupakan salah satu hasil pertanian yang melimpah di Desa Limpakuwus. Saat ini hasil panen singkong belum diberdayakan secara maksimal dan pemanfaatannya masih terbatas pada pemasaran produk mentah. Salah satu solusi menambah nilai jual singkong yaitu dengan mengolah singkong menjadi Modified Cassava Flour (Mocaf). Mocaf adalah tepung fermentasi yang dapat digunakan sebagai substitusi tepung terigu. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan menambah nilai jual dari singkong. Metode yang dilakukan adalah sosialisasi dan praktek pembuatan mocaf. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta antusias dan mampu memahami proses pembuatan tepung mocaf. Dampak dari pengabdian ini dapat memberikan nilai tambah pada pangan lokal seperti singkong dan terjadinya peningkatan pengetahuan serta keterampilan.
Penyuluhan Manajemen Kesehatan serta Pemberian Obat dan Vitamin pada Ternak Kambing di Kelompok Ternak Menda Mukti Desa Suro Kecamatan Kalibagor Banyumas Fitria, Restuti; Kurniawan, Anri; Handoko, Bayu; Prasetyo, Damar; Setiawan, Marsel Teguh; Nurfitriana, Nabila Wahyu; Lailahudin, Galh
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 5 No 6 (2025): JAMSI - November 2025
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.2123

Abstract

Usaha peternakan kambing di Indonesia merupakan usaha yang perkembangannya paling pesat dibanding ternak ruminansia lainnya. Kelompok Ternak (KT) Menda Mukti adalah salah satu kelompok ternak kambing yang ada di Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas. Permasalahan utama yang dihadapi peternak di KT Menda Mukti adalah kurangnya kesadaran peternak dalam menjaga kebersihan dan kesehatan ternak yang diakibatkan kurangnya pemahaman peternak terutama dalam hal pencegahan dan pengobatan penyakit. Hal tersebut berdampak pada banyaknya ternak kambing di KT Menda Mukti yang mengalami gangguan kesehatan terutama scabies. Metode yang digunakan yaitu dengan melakukan ceramah dan diskusi terkait pentingnya manajemen kesehatan untuk keberlangsungan dan kesuksesan peternakan. Pre test dan post test dilakukan dengan memberikan 5 pertanyaan pilihan ganda. Hasil yang diperoleh adalah tingginya minat dan antusias anggota peternak untuk mengikuti kegiatan penyuluhan ini. Hasil skor pre test dan post test dari 14 peternak menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peternak terkait manajemen kesehatan ternak. Hal ini ditunjukkan dari rata-rata skor pre test sebesar 2,64 menjadi sebesar 4,67 pada rata-rata skor post test. Kesimpulan yang diperoleh adalah setelah adanya kegiatan penyuluhan peternak telah memahami materi yang disampaikan terkait manajemen kesehetan ternak kambing dan mulai memperhatikan kesehatan ternaknya terutama kebersihan kandang.
Pengisian Air Dan Nutrisi Otomatis Pada Reservoir Hidroponik Kratky Untuk Budidaya Pakcoy (Brassica Rapa Subsp Chinensis): PENGISIAN AIR DAN NUTRISI OTOMATIS PADA RESERVOIR HIDROPONIK KRATKY UNTUK BUDIDAYA PAKCOY (Brassica rapa subsp chinensis) Kurniawan, Anri; Fatih, Hanif Nur; Lestari, Hanis Adila
Jurnal Agritechno Jurnal Agritechno Vol. 18, Nomor 2, Oktober 2025
Publisher : Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The automated water and nutrient filling system in the Kratky hydroponic method for pak choi (Brassica rapa subsp. chinensis) is designed to control the reservoir’s water level and nutrient concentration. An ultrasonic sensor measures the water surface height, while a TDS sensor monitors nutrient concentration. Both sensors are controlled by an Arduino Uno microcontroller, which manages the operation of the water and nutrient pumps. This study aimed to design and test the automated filling system. The research involved tool development, system testing, and data analysis through calibration using percentage error and Root Mean Square Error (RMSE) to evaluate the pump’s performance. The results showed that the system functioned optimally: the water pump was activated when the water level ranged between 30 and 40 cm, and the nutrient pump operated when the ppm value fell below 600. The ultrasonic sensor had an error of 0.76%, and the TDS sensor 0.60%, both under 1%, indicating high accuracy. At 30 days after transplanting, the pak choi plants had an average height of 15.05 cm and a leaf width of 14.98 cm. The water pump performance under the automated filling system had an RMSE value of 7.5498, indicating good reliability.
Automated Conveyor System of Sorting and Grading for Red Chili Pepper (Capsicum annum L.) using Image Processing and Artificial Neural Network Lestari, Hanis Adila; Kurniawan, Anri; Wahab, Luthfi
Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) Vol. 13 No. 4 (2024): December 2024
Publisher : The University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtep-l.v13i4.1320-1333

Abstract

This research aims to design an automatic sorting and grading tool driven by color sensor processed through image processing and artificial neural networks (ANN). The research stage consists of data collection in a Mini Studio, image processing using ImageJ, and image classification with ANN. The automatic sorting process begins with items entering the belt, where they are processed in four phases: (1) separating good and rejects chili, (2) separating red from green chili, (3) distinguishing large and small red peppers, and (4) separating large and small green peppers. Automatic sorting and grading were based on image data processed using ANN. The best activation function was tansig-logsig-purelin with MAPE 1.220, RMSE 0.010, and R² = 1 during training. During testing, the MAPE 0.158, RMSE 1.790, and R² = 0.963. The criteria produced grade 1 (red, 10-15 cm), grade 2 (green, 10-15 cm), grade 3 (red, 5-9.99 cm), and reject grade. The quality of large red chilies is used as a reference for market pricing: grade 1 (IDR 60,000/kg), grade 2 (IDR 40,000/kg), and grade 3 (IDR 25.000 – 35,000). Assessing quality based on color with an automatic conveyor can reduce sorting and grading time by 70% compared to conventional methods. Keywords: ANN, Color, Grading, Image Processing, Sorting.
Exploring Inclusive Practices: Accessibility for Students with Disabilities in West Sumatra’s Public Universities Bashori, Bashori; Kurniawan, Anri; Juniarni, Citra; Mayesti, Indria
Jurnal Prajaiswara Vol. 6 No. 2 (2025): Agustus 2025
Publisher : Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55351/prajaiswara.v6i2.225

Abstract

Introduction/Main Objectives: Persons with disabilities often encounter significant barriers in accessing educational services that are not yet inclusive or disability-friendly. These limitations contribute to systemic discrimination and result in the delivery of inadequate public services. Research Methods: This study adopts a descriptive qualitative case study approach aimed at identifying both physical and non-physical accessibility services, as well as the key factors influencing their availability at a state Islamic university in West Sumatera, Indonesia. Finding/Results:  The findings indicate that: (1) non-physical accessibility services—particularly in the areas of information access, policy and specialized support—are still underdeveloped; (2) physical accessibility features, such as disability-friendly toilets and ramps, are available but remain very limited; and (3) the availability of such services is shaped by several crucial factors, including institutional commitment and awareness, the presence of disability-related data, institutional policies and needs, and the influence of international accreditation standards. These factors collectively serve as the primary drivers in the realization of an inclusive and equitable university environment. Conclusion: The study concludes that accessibility services at UIN Imam Bonjol Padang remain insufficient and recommends enhanced institutional focus on inclusive infrastructure, policy reform, and data management to support students with disabilities effectively.