Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Pelatihan Pembuatan Tepung Mocaf di Kelompok Karang Taruna Desa Limpakuwus Kabupaten Banyumas Lestari, Hanis Adila; Erminawati, Erminawati; Farisi, Herdian; Luhsarandini, Bivannie; Nugroho, Adityo; Kurniawan, Anri
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 4, No 4 (2025): July 2025
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.16418276

Abstract

Singkong merupakan salah satu hasil pertanian yang melimpah di Desa Limpakuwus. Saat ini hasil panen singkong belum diberdayakan secara maksimal dan pemanfaatannya masih terbatas pada pemasaran produk mentah. Salah satu solusi menambah nilai jual singkong yaitu dengan mengolah singkong menjadi Modified Cassava Flour (Mocaf). Mocaf adalah tepung fermentasi yang dapat digunakan sebagai substitusi tepung terigu. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan menambah nilai jual dari singkong. Metode yang dilakukan adalah sosialisasi dan praktek pembuatan mocaf. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta antusias dan mampu memahami proses pembuatan tepung mocaf. Dampak dari pengabdian ini dapat memberikan nilai tambah pada pangan lokal seperti singkong dan terjadinya peningkatan pengetahuan serta keterampilan.
Pelatihan Pembuatan Tepung Mocaf di Kelompok Karang Taruna Desa Limpakuwus Kabupaten Banyumas Lestari, Hanis Adila; Erminawati, Erminawati; Farisi, Herdian; Luhsarandini, Bivannie; Nugroho, Adityo; Kurniawan, Anri
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 4, No 4 (2025): July 2025
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.16418276

Abstract

Singkong merupakan salah satu hasil pertanian yang melimpah di Desa Limpakuwus. Saat ini hasil panen singkong belum diberdayakan secara maksimal dan pemanfaatannya masih terbatas pada pemasaran produk mentah. Salah satu solusi menambah nilai jual singkong yaitu dengan mengolah singkong menjadi Modified Cassava Flour (Mocaf). Mocaf adalah tepung fermentasi yang dapat digunakan sebagai substitusi tepung terigu. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan menambah nilai jual dari singkong. Metode yang dilakukan adalah sosialisasi dan praktek pembuatan mocaf. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta antusias dan mampu memahami proses pembuatan tepung mocaf. Dampak dari pengabdian ini dapat memberikan nilai tambah pada pangan lokal seperti singkong dan terjadinya peningkatan pengetahuan serta keterampilan.
Penyuluhan Manajemen Kesehatan serta Pemberian Obat dan Vitamin pada Ternak Kambing di Kelompok Ternak Menda Mukti Desa Suro Kecamatan Kalibagor Banyumas Fitria, Restuti; Kurniawan, Anri; Handoko, Bayu; Prasetyo, Damar; Setiawan, Marsel Teguh; Nurfitriana, Nabila Wahyu; Lailahudin, Galh
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 5 No 6 (2025): JAMSI - November 2025
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.2123

Abstract

Usaha peternakan kambing di Indonesia merupakan usaha yang perkembangannya paling pesat dibanding ternak ruminansia lainnya. Kelompok Ternak (KT) Menda Mukti adalah salah satu kelompok ternak kambing yang ada di Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas. Permasalahan utama yang dihadapi peternak di KT Menda Mukti adalah kurangnya kesadaran peternak dalam menjaga kebersihan dan kesehatan ternak yang diakibatkan kurangnya pemahaman peternak terutama dalam hal pencegahan dan pengobatan penyakit. Hal tersebut berdampak pada banyaknya ternak kambing di KT Menda Mukti yang mengalami gangguan kesehatan terutama scabies. Metode yang digunakan yaitu dengan melakukan ceramah dan diskusi terkait pentingnya manajemen kesehatan untuk keberlangsungan dan kesuksesan peternakan. Pre test dan post test dilakukan dengan memberikan 5 pertanyaan pilihan ganda. Hasil yang diperoleh adalah tingginya minat dan antusias anggota peternak untuk mengikuti kegiatan penyuluhan ini. Hasil skor pre test dan post test dari 14 peternak menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peternak terkait manajemen kesehatan ternak. Hal ini ditunjukkan dari rata-rata skor pre test sebesar 2,64 menjadi sebesar 4,67 pada rata-rata skor post test. Kesimpulan yang diperoleh adalah setelah adanya kegiatan penyuluhan peternak telah memahami materi yang disampaikan terkait manajemen kesehetan ternak kambing dan mulai memperhatikan kesehatan ternaknya terutama kebersihan kandang.
Automated Conveyor System of Sorting and Grading for Red Chili Pepper (Capsicum annum L.) using Image Processing and Artificial Neural Network Lestari, Hanis Adila; Kurniawan, Anri; Wahab, Luthfi
Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) Vol. 13 No. 4 (2024): December 2024
Publisher : The University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtep-l.v13i4.1320-1333

Abstract

This research aims to design an automatic sorting and grading tool driven by color sensor processed through image processing and artificial neural networks (ANN). The research stage consists of data collection in a Mini Studio, image processing using ImageJ, and image classification with ANN. The automatic sorting process begins with items entering the belt, where they are processed in four phases: (1) separating good and rejects chili, (2) separating red from green chili, (3) distinguishing large and small red peppers, and (4) separating large and small green peppers. Automatic sorting and grading were based on image data processed using ANN. The best activation function was tansig-logsig-purelin with MAPE 1.220, RMSE 0.010, and R² = 1 during training. During testing, the MAPE 0.158, RMSE 1.790, and R² = 0.963. The criteria produced grade 1 (red, 10-15 cm), grade 2 (green, 10-15 cm), grade 3 (red, 5-9.99 cm), and reject grade. The quality of large red chilies is used as a reference for market pricing: grade 1 (IDR 60,000/kg), grade 2 (IDR 40,000/kg), and grade 3 (IDR 25.000 – 35,000). Assessing quality based on color with an automatic conveyor can reduce sorting and grading time by 70% compared to conventional methods. Keywords: ANN, Color, Grading, Image Processing, Sorting.
Exploring Inclusive Practices: Accessibility for Students with Disabilities in West Sumatra’s Public Universities Bashori, Bashori; Kurniawan, Anri; Juniarni, Citra; Mayesti, Indria
Jurnal Prajaiswara Vol. 6 No. 2 (2025): Agustus 2025
Publisher : Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55351/prajaiswara.v6i2.225

Abstract

Introduction/Main Objectives: Persons with disabilities often encounter significant barriers in accessing educational services that are not yet inclusive or disability-friendly. These limitations contribute to systemic discrimination and result in the delivery of inadequate public services. Research Methods: This study adopts a descriptive qualitative case study approach aimed at identifying both physical and non-physical accessibility services, as well as the key factors influencing their availability at a state Islamic university in West Sumatera, Indonesia. Finding/Results:  The findings indicate that: (1) non-physical accessibility services—particularly in the areas of information access, policy and specialized support—are still underdeveloped; (2) physical accessibility features, such as disability-friendly toilets and ramps, are available but remain very limited; and (3) the availability of such services is shaped by several crucial factors, including institutional commitment and awareness, the presence of disability-related data, institutional policies and needs, and the influence of international accreditation standards. These factors collectively serve as the primary drivers in the realization of an inclusive and equitable university environment. Conclusion: The study concludes that accessibility services at UIN Imam Bonjol Padang remain insufficient and recommends enhanced institutional focus on inclusive infrastructure, policy reform, and data management to support students with disabilities effectively.
APPLICATION OF SOLAR FEED FERMENTOR TECHNOLOGY TO IMPROVE THE EFFICIENCY OF FERMENTED FEED PRODUCTION AT BALEBAT FARM, KALIJAYA VILLAGE Pratiwi, Laras; Wulansari, Putri Dian; Supriatman, Agus; Widyastuti, Titin; Kurniawan, Anri
Abdi Dosen : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 10 No. 1 (2026): MARET
Publisher : LPPM Univ. Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/abdidos.v10i1.3134

Abstract

The limited availability of feed during the dry season has been a major constraint for smallholder dairy goat farmers in Kalijaya Village, Ciamis Regency. Farmers traditionally rely on fresh fodder without preservation, resulting in low feed efficiency and unstable milk production. This community service program introduced the Solar Feed Fermentor System, a renewable energy-based technology designed to support sustainable fermented feed production. The implementation involved 20 farmer participants and included stages of socialization, training, mentoring, and evaluation. Results showed a significant improvement in farmers’ knowledge and technical skills, with average understanding scores increasing from 62% to 86%. Feed production capacity increased from 20–30 kg/day to 120–150 kg/day, while processing time and energy costs were reduced by more than 50%. The adoption of solar energy minimized dependence on electricity and promoted environmentally friendly practices. This program demonstrates a replicable model of community empowerment integrating renewable energy, feed technology, and rural sustainability.
PENYULUHAN PERTANIAN URBAN FARMING UNTUK KETAHANAN PANGAN KELUARGA DI MT. NURUL ‘ILMI KELURAHAN MERSI Anri Kurniawan; Triat Adi Yuwono; Hanis Adila Lestari; Dwi Sukowati; Luthfi Wahab; Novita Hindratiningrum
Migunani Nusantara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): Migunani Nusantara
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM), Universitas Nahdlatul Ulama Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan jumlah penduduk di daerah perkotaan yang sangat pesat menyebabkan penyempitan lahan pertanian. Urban farming adalah salah satu alternatif solusi yang inovatif yang dapat diterapkan untuk memanfaatkan lahan terbatas. Pertanian perkotaan bertujuan untuk ketahanan pangan keluarga, mengurangi jejak karbon, dan memperbaiki kualitas hidup masyarakat. Namun demikian, teknologi ini masih jarang diketahui oleh masyarakat umum, termasuk ibu-ibu anggota majelis Ta’lim Nurul ‘Ilmi yang berada di Kelurahan Mersi, Kecamatan Purwokerto Timur. Oleh karena itu dilaksanakan penyuluhan tentang pemanfaatan teknologi urban farming untuk meningkatkan ketahanan pangan keluarga bagi anggota Majelis Ta’lim. Tujuan pengabdian kepada masyarakat untuk meningkatkan tingkat pemahaman anggota Majelis Ta’lim Nurul ‘Ilmi tentang konsep dan manfaat urban farming. Metodologi pelaksanaan kegiatan menggunakan Participacy Rural Appraisal (PRA). Kegiatan penyuluhan ini berjalan dengan lancar, hal ini bisa dilihat dari antusiasme peserta dalam mengikuti kegiatan serta hasil pre test dan post test yang menunjukkan bahwa sebagian besar peserta lebih memahami tentang urban farming dibandingkan dengan sebelum mengikuti penyuluhan.
Evaluasi Kesesuaian Lahan untuk Budidaya Durian Bawor di Kabupaten Banyumas Menggunakan SIG Berbasis IoT Luthfi Wahab; Anri Kurniawan; Hanis Adila Lestari
Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem Vol 13 No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem
Publisher : Fakultas Teknologi Pangan & Agroindustri (Fatepa) Universitas Mataram dan Perhimpunan Teknik Pertanian (PERTETA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jrpb.v13i1.1138

Abstract

Durian, known as the "King of Fruits," is a prevalent fruit in Indonesia, thriving in the tropical climate of Southeast Asia. One of the most widely cultivated varieties is Bawor, commonly found in Banyumas Regency, Central Java, producing 95,426 quintals in 2024. The price of Bawor durians ranges between Rp. 85,000 to Rp. 120,000 per fruit, weighing between 2 to 4 kg. Durian grows optimally in lowland areas up to 180 meters above sea level, with a humid climate, air temperatures of 25-32°C, humidity levels of 50-80%, and sunlight intensity of 45-50%. The research aims to build an information system called "SiDurIoT" based on the Internet of Things (IoT) integrated with a Geographic Information System (GIS) to evaluate the suitability of Bawor durian land. Land evaluation is classified S1, S2, S3, and N. Durian Information System with Internet of Things "SiDurIoT" is a device designed to measure the suitability of durian orchards in real-time. The device consists of a DHT22 sensor, a wind speed sensor, and GPS connected to the ESP32, with data displayed on an LCD screen. The device is connected to the internet via the website siduriot.my.id and the "SiDurIoT" smartphone application, which allows users to input measurement data. The results of the land suitability assessment show that wind speed, rainfall, soil pH, soil temperature, and land elevation are highly suitable (S1). In contrast, air temperature is suitable (S2), and humidity and sunlight intensity are marginally suitable (S3). Based on the suitability evaluation, the Kemranjen, Sumpiuh and Tambak areas are the most suitable locations for durian plantations because they have productivity above 10,000 quintals and are very suitable (S1).
Penerapan Teknologi Smart Farming dalam Peningkatan Kelembagaan Sentra Produksi Tempe Pliken Kembaran Banyumas Anri Kurniawan; Chamid Sutikno; Rochman Tri Handoko
ABSYARA: Jurnal Pengabdian Pada Masayarakat Vol 6 No 2 (2025): ABSYARA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/ab.v6i2.32135

Abstract

Pliken Village, located in Kembaran District, Banyumas Regency, is recognized as one of the largest tempe production centers in Indonesia. However, most production activities are still conducted using traditional methods, resulting in uncontrolled fermentation processes, inconsistent product quality, limited shelf life, and weak institutional management. This community service program aimed to enhance partner capacity through the implementation of smart farming and smart packaging technologies to strengthen the institutional structure of the Pliken Tempe Production Center. The program employed a participatory approach involving socialization, training, mentoring, and the application of Internet of Things (IoT)-based technology. Smart farming technology was applied to the fermentation chamber to automatically control temperature and humidity, while smart packaging was introduced to improve packaging quality and product identity. Program evaluation was conducted through field observation and pre-test and post-test assessments. The results indicated a significant increase in participants’ knowledge, with average scores rising from 56.3 to 84.7. The smart farming system successfully maintained fermentation temperature at 30–35°C and relative humidity at approximately 70%, resulting in more consistent tempe quality and extending product shelf life to approximately 10–12 days. In addition to technical improvements, the program strengthened institutional capacity through the implementation of simple business record-keeping, improvement of business legality, and enhanced managerial readiness of partners. The integration of smart farming, smart packaging, and institutional strengthening proved effective in improving the competitiveness and sustainability of tempe-based MSMEs and shows strong potential for replication in other tempe production centers with similar characteristics
A Optimization of Oyster Mushroom Production at UD Agro Jamur Penolih, Kaligondang, Purbalingga Anri Kurniawan
MALLOMO: Journal of Community Service Vol 5 No 1 (2024): Desember-Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/mallomo.v5i1.1697

Abstract

Desa Penolih adalah sebuah desa yang secara administratif masuk Kecamatan Kaligondang, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Secara geografis Penolih terletak pada dataran tinggi 250 – 335 mdpl dengan suhu rata-rata 27 – 330C dengan kontur berbukit sangat cocok untuk pertanian salah satunya jamur. UD Agro Jamur Penolih yang berproduksi jamur tiram di tempat yang sederhana, namun lebih besar daripada skala rumah tangga. Proses budidaya jamur tiram yang dilakukan oleh UD Agro Jamur Penolih dilakukan secara menyeluruh, mulai dari penyiapan media tanam sampai dengan pemasaran. Metode menggunakan Participatory Rural Appraisal (PRA) dengan tahapan persiapan, pembuatan teknologi, sosialisasi, pelatihan, pendampingan dan evaluasi. Produksi jamur yang sebelumnya hanya 7.000 baglog meningkat menjadi 10.000 baglog dengan hasil panen 30 kg per hari. Pemasaran “Fresh Mushroom” meningkatkan harga dari Rp. 10.000 menjadi Rp. 5.000. Peningkatan ini didasari akan meningkatnya kemampuan mitra dalam implementasi teknologi sehingga dapat bersaing dengan kompetitor. Program PKM dapat dilanjutkan ke arah yang lebih baik sehingga mitra berdampak lebih besar dari kegiatan tersebut.