Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Identifikasi Siswa dengan Disabilitas Majemuk di Sekolah Luar Biasa Taboer, Mohammad Arif; Bahrudin, Bahrudin; Jaya, Indra; Zafalia, Eryka; Amalia, Vita; Hakim, Isra Al; Aisyah, Dwi
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 10, No 1 (2024): July
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um031v10i12024p1-6

Abstract

Disabilitas majemuk merupakan fenomena yang hadir di dalam keberagaman manusia. Kondisi ini ditandai oleh adanya lebih dari satu kondisi impairment yang mendampingi individu dalam hidupnya. Keberadaan mereka terkadang tersamarkan sehingga masuk ke dalam kondisi disabilitas tunggal. Tujuan dari studi dilakukan dalam rangka melakukan identifikasi bagi para siswa dalam kategori disabilitas majemuk yang belajar di sekolah luar biasa untuk disabilitas tunggal. Pengumpulan data dilakukan pada 43 orang siswa dari 10 sekolah luar biasa yang berbeda. Hasil studi menemukan bahwa 43 orang siswa tersebut mengalami kondisi impairment lebih dari satu dan dilayani melalui layanan pendidikan bagi disabilitas tunggal. Dampak dari kondisi ini akan berdampak pada layanan pendidikan diberikan kepada siswa dan selanjutnya akan berdampak pada perkembangan siswa yang tidak maksimal.
STUDI LITERATUR: PERAN GURU TERHADAP MENINGKATKAN KETERAMPILAN SOSIAL SISWA DI SEKOLAH DASAR Fanny Nurmalasari; Qothrun Nada; Anisa Putri Lestari; Stefany Putri Ariana; Mohammad Arif Taboer
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 10 No. 2 (2024): Volume 10 No. 02 Juni 2024
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v10i2.3079

Abstract

Keterampilan sosial adalah salah satu keterampilan yang harus dimiliki oleh siswa sekolah dasar sebagai bekal demi kelanjutan hidup dan bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. Tetapi, rendahnya keterampilan sosial siswa masih menjadi masalah dalam dunia pendidikan termasuk di sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru dalam mengembangkan keterampilan sosial siswa di sekolah dasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru melakukan upaya dalam mengembangkan keterampilan sosial siswa melalui RPP yang digunakan, tetapi dalam pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran kebanyakan guru belum menerapkannya.
Family-Sourced Early Intervention Programs to Optimize Communication Development of Children with Multiple Disabilities Maulidina, Citra Ashri; Taboer, Mohammad Arif; Jaya, Indra; Lianty, Leliana; Amani, Dwi Aisyah; Kairunisa, Shabila
Jurnal Asesmen Dan Intervensi Anak Berkebutuhan Khusus Vol 24, No 1 (2024): JASSI Anakku: Volume 24, Issue 1, 2024
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jassi.v24i1.71216

Abstract

Communication is a fundamental skill that must be fulfilled for all humans, including individuals with multiple disabilities. With communication, individuals with multiple disabilities can interact and participate with the environment so that they are not isolated. This study aims to formulate a family-sourced early intervention program to optimize the communication development of students with multiple disabilities in accordance with children's needs, so that families can hopefully become a support system in supporting their children's communication development. This research uses research methodology design and development design and development research (D DR), where in the first year researchers formulate programs based on needs in the field. The results showed that there are three family-sourced early intervention programs to optimize communication of individuals with multiple disabilities.
Metode Membaca Permulaan bagi Siswa dengan Hambatan Intelektual Bahrudin, Bahrudin; Taboer, Mohammad Arif; Jaya, Indra; Hakim, Isra Al; Rosa, Vita Amalia
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 11, No 1 (2025): July
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um031v11i12025p1-6

Abstract

Membaca permulaan merupakan bagian dari rangkaian perkembangan kemampuan komunikasi seseorang. Tahapan ini merupakan tahapan tertinggi dalam rangkaian perkembangan komunikasi sebelum kemampuan menulis. Pada sisi lain siswa dengan hambatan intelektual merupakan individu yang mengalami kondisi keterlambatan global sehingga terjadi pelambatan secara menyeluruh dan berdampak pada terjadinya kesenjangan antara usia kronologis dengan usia mental. Kondisi ini yang kemudian berdampak pada stigma pencapaian kemampuan bagi hambatan intelektual, salah satunya adalah membaca permulaan. seringkali keterampilan membaca permulaan menjadi tolok ukur persoalan hambatan intekektual. Namun demikian dalam kenyataannya ditemukan siswa dengan hambatan intelektual dapat mengembangkan keterampilan membaca permulaan. hal ini menjadi kondisi berbanding terbalik. Studi ini dikembangkan dalam rangka menemukan cara guru mengajarkan siswa membaca permulaan. Guna kepentingan pengumpulan data dilakukan wawancara mendalam kepada dua orang guru yang telah berhasil mengembangkan keterampilan membaca permulaan pada siswa dengan hambatan intelektual. Hasil studi menunjukan bahwa guru mengajarkan siswa dengan metode membaca permulaan dengan menggunakan metode suku kata. Temuan lebih mendalam mengenai bagaimana guru mengajarkan membaca permulaan dengan menggunakan metode suku kata dapat dilihat dalam artikel ini.
Identifikasi Kemampuan Toilet Training pada Peserta Didik Tunagrahita Rahayu, Puji; Suprihatin, Suprihatin; Taboer, Mohammad Arif
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 11, No 1 (2025): July
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um031v11i12025p34-38

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keterampilan toiletry pada peserta didik dengan hambatan intelektual dan mengidentifikasi tingkat kesenjangan antara keterampilan toiletry mereka dengan sebayanya. Studi ini dilakukan pada empat orang peserta didik dengan hambatan intelektual sedang. Keempat peserta didik tersebut miliki kesenjangan kemampuan toiletry dibanding sebayanya sehingga secara sosial dianggap memiliki kemampuan fungsi adaptif yang rendah. Metode yang dikembangkan dalam studi ini adalah studi kasus. Guna kem=pentingan pengumpulan data, instrumen yang digunakan dalam mengidentifikasi kemampuan toiletry adalah instrument informal yang terlebih dahulu divalidasi oleh para ahli. Adapun tim ahli yang bersangkutan adalah 1). Ahli dalam hambatan intelektual 2). Ahli dalam Pendidikan khusus, dan 3) ahli dalam evaluasi. Berdasarkan hasil studi ditemukan 3 orang atau 75% anak memerlukan program khusus untuk meningkatkan kemampuan toileting sedangkan 1 orang anak atau 25% sudah baik dalam toileting. Tantangan yang banyak ditemui dan harus segera dilaksanakan intevensi adalah kemampuan buang air kecil. Masalah paling banyak dihadapi oleh peserta didik dalam keterampilan buang air kecil meliputi (1) peserta didik belum mampu menunjukkan tanda-tanda ketika ingin buang air kecil, (2) pergi ke toilet sendiri, (3) membuka celana, (4) membasuh kelamin dengan bersih dan (5) menyiram closet dengan baik dan benar. Beberapa hal tersebut diperlukan program khusus untuk meningkatkan kemampuan toileting. Pada penelitian selanjutnya, peneliti harus dapat menjawab tantangan mengenai metode dalam meningkatkan kemampuan toiletry khususnya dalam keterampilan buang air kecil.
Asesmen Kemampuan Membaca Peserta Didik dengan Autisme Maryawi, Ratna; Jaya, Indra; Taboer, Mohammad Arif
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 11, No 1 (2025): July
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um031v11i12025p39-43

Abstract

Ketidakmampuan membaca pada anak autisme dapat menghambat kemampuan komunikasi dan partisipasi sosial mereka, karena literasi berperan penting dalam membangun kosa kata, memahami konteks sosial, dan mengurangi perilaku repetitif atau frustrasi, terutama melalui interaksi berbasis cerita atau teks. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui level kemampuan membaca peserta didik autisme kelas II SLB Negeri 11 Jakarta. Studi ini dikembangkan dengan menggunakan pendekatan Studi kasus di SLB Negeri 11 Jakarta. Pengumpulan data dilakukan melalui studi observasi, tes, dan dokumentasi. Observasi dilakukan untuk memahami interaksi peserta didik autisme dengan materi bacaan. Tes berfungsi untuk mengukur dan membantu mendapatkan data kemampuan membaca peserta didik autisme, dan dokumentasi melibatkan pengumpulan data dari arsip atau catatan yang sudah ada guna memberikan konteks tambahan dan memperkuat hasil yang diperoleh melalui observasi dan tes. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan membaca tiga peserta didik kelas II Autisme di SLB Negeri 11 Jakarta berada pada level membaca permulaan dengan tahapan yang bervariasi. Peserta didik pertama berada pada level membaca suku kata, peserta didik kedua berada pada level membaca kata dan peserta didik ketiga berada pada level membaca kalimat. Variasi ini menunjukkan kebutuhan intervensi yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik.
The Role of Schools in Family-Resource Interventions to Improve Family Quality Of Life in Children with Intellectual Disabilities Maulidina, Citra Ashri; Jaya, Indra; Lianty, Leliana; Taboer, Mohammad Arif; Kasirah, Irah; Rizki, Rahmat
VISI : Jurnal Ilmiah Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Non Formal Vol 20 No 1 (2025): VISI : Jurnal Ilmiah Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Non Formal (In
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JIV.2001.2

Abstract

The family plays an important role and responsibility in the development of children. School is an important part of improving the quality of individuals. School has a role in child development. The family and school are part of the microsystem environment. Unfortunately, families with children with intellectual disabilities often face different challenges than other families. Parents who have children with intellectual disabilities often feel stressed, angry, rejected, have a deep sense of guilt, and lack confidence. Family Quality of Life is a concept of how well family needs and well-being are met based on five domains: family interaction, parenting, physical well-being, emotional well-being, and disability-related services. If families do not receive support in the form of family-resourced intervention programs, this will affect the quality of families with children with special needs in a negative direction. The purpose of this research is to strengthen the role of schools to families so that families get support, information, strength, abilities, and needs of their children who experience intellectual disabilities so that a positive family quality is created because parents get the best support to create closeness and support with their children. The research method uses design and development research (D&DR). This research took place at one of the Extraordinary Schools in Jakarta. The results of the study show that schools provide full support and teachers build positive collaboration with parents so that parents have a support system from their immediate environment and can improve the quality of the family
Understanding and Addressing Social Stigma Against Children with Intellectual Disabilities: Impact, Causes, and Strategies for Inclusion Alyana Nur Fadillah; Ridyah Syifani Rahmah; Nurlaila Arifa Putri; Syaima Syafei; Nafisa Amelia Putri; Citra Ashri Maulidina; Mohammad Arif Taboer
International Disability Innovation Journal Vol. 1 No. 2 (2025): Social Stigma Surrounding Intellectual Disabilities and Innovative Approaches t
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/idij.v1i2.47093

Abstract

Social stigma against children with intellectual barriers is still a serious problem at various levels of society. Intellectual barriers are often seen as absolute weaknesses, leading to discrimination, social rejection, and limited access to education and an inclusive environment. This research aims to identify the forms of stigma that arise, the factors that influence them, and their impact on the psychosocial development of children and their families. The method used is a literature study with a qualitative approach. The results of the study show that stigma arises from a lack of understanding, cultural influences, and deeply rooted negative stereotypes. This stigma not only hinders children's growth and development, but also reduces parents' confidence in accompanying their children. Therefore, a comprehensive strategy is needed that includes public education, the implementation of inclusive policies, and the empowerment of families and schools in creating an environment that accepts and supports children with intellectual disabilities. Efforts to eliminate stigma are the first step towards a more just, inclusive, and humane society for children with intellectual barriers.
Analyzing the Impact of Social Stigma on Children with Intellectual Disabilities: Causes, Consequences, and Strategies for Reduction Putri Mayang Nugroho; Khairun Nisa; Nayla Candra Kirana; Farhah Amalia Syahrani; Citra Ashri Maulidina; Mohammad Arif Taboer
International Disability Innovation Journal Vol. 1 No. 2 (2025): Social Stigma Surrounding Intellectual Disabilities and Innovative Approaches t
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/idij.v1i2.47095

Abstract

Social stigma against children with intellectual disabilities is a serious issue that is still often encountered in various aspects of life, from education to social involvement. This stigma manifests in the form of social avoidance, negative labeling, discrimination, and violence, which have a significant impact on the growth and well-being of the child and their family. This article aims to analyze the various forms, causes, and consequences of social stigma faced by children with intellectual disabilities and to explore ways to reduce that stigma. This analysis was conducted using a literature review method that includes context, methodology, and theory. Data were obtained from scientific articles published between 2020 and 2025, accessed via Google Scholar; a total of 10 articles were analyzed. The findings of the analysis indicate that stigma remains a significant barrier for children with intellectual disabilities in obtaining their rights fairly, especially in the fields of education and social welfare. Nevertheless, approaches such as family and community support and the implementation of inclusive education have proven effective in reducing that stigma. Through collaborative efforts from various parties, an inclusive environment free from discrimination for children with intellectual disabilities can be realized.
Meningkatkan Kemampuan Berhitung Anak Autis melalui Media pembelajaran Alita, Widiya; Erlani, Lalan; Taboer, Mohammad Arif
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 11, No 2 (2025): November (On Progress)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um031v11i22025p244-248

Abstract

Studi ini bertujuan menemukan prinsip dari berbagai media pembelajaran yang dapat memberikan dukungan pada berkembangnya kemampuan berhitung pada anak dengan autis. Studi ini diselenggarakan dengan menggunakan perspektif studi literatur. Dalam studi literatur ini dilakukan beberapa tahapan dalam mendeskripsikan data yaitu melalui pengumpulam-pengumpulan artikel penelitian terkait, melalui penelusuran google scholar yang berhubungan dengan meningkatkan kemampuan berhitung anak autis dengan media pembelajaran. Berdasarkan artikel yang ditemukan terdapat 100 artikel yang berhubungan dengan peningkatan kemampuan berhitung namun demikian terdapat 6 artikel terkait dengan artikel bertemakan meningkatkan kemampuan berhitung anak autis dengan media pembelajaran. Hasil analisis studi ditemukan bahwa terjadi peningkatan yang signifikan pada kemampuan berhitung setelah menggunakan media dalam belajar berhitung bagi anak dengan autis. Adapun prinsip-prinsip yang ditemukan adalah bahwa media tersebut 1) bersifat multisensoris, 2) memiliki instruksi yang jelas dalam penggunaan dan tugas-tugas yang harus dikerjakan, dan 3) memiliki daya tarik media berupa warna, dan bentuk.