Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Metode Membaca Permulaan bagi Siswa dengan Hambatan Intelektual Bahrudin, Bahrudin; Taboer, Mohammad Arif; Jaya, Indra; Hakim, Isra Al; Rosa, Vita Amalia
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 11, No 1 (2025): July
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um031v11i12025p1-6

Abstract

Membaca permulaan merupakan bagian dari rangkaian perkembangan kemampuan komunikasi seseorang. Tahapan ini merupakan tahapan tertinggi dalam rangkaian perkembangan komunikasi sebelum kemampuan menulis. Pada sisi lain siswa dengan hambatan intelektual merupakan individu yang mengalami kondisi keterlambatan global sehingga terjadi pelambatan secara menyeluruh dan berdampak pada terjadinya kesenjangan antara usia kronologis dengan usia mental. Kondisi ini yang kemudian berdampak pada stigma pencapaian kemampuan bagi hambatan intelektual, salah satunya adalah membaca permulaan. seringkali keterampilan membaca permulaan menjadi tolok ukur persoalan hambatan intekektual. Namun demikian dalam kenyataannya ditemukan siswa dengan hambatan intelektual dapat mengembangkan keterampilan membaca permulaan. hal ini menjadi kondisi berbanding terbalik. Studi ini dikembangkan dalam rangka menemukan cara guru mengajarkan siswa membaca permulaan. Guna kepentingan pengumpulan data dilakukan wawancara mendalam kepada dua orang guru yang telah berhasil mengembangkan keterampilan membaca permulaan pada siswa dengan hambatan intelektual. Hasil studi menunjukan bahwa guru mengajarkan siswa dengan metode membaca permulaan dengan menggunakan metode suku kata. Temuan lebih mendalam mengenai bagaimana guru mengajarkan membaca permulaan dengan menggunakan metode suku kata dapat dilihat dalam artikel ini.
Identifikasi Kemampuan Toilet Training pada Peserta Didik Tunagrahita Rahayu, Puji; Suprihatin, Suprihatin; Taboer, Mohammad Arif
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 11, No 1 (2025): July
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um031v11i12025p34-38

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keterampilan toiletry pada peserta didik dengan hambatan intelektual dan mengidentifikasi tingkat kesenjangan antara keterampilan toiletry mereka dengan sebayanya. Studi ini dilakukan pada empat orang peserta didik dengan hambatan intelektual sedang. Keempat peserta didik tersebut miliki kesenjangan kemampuan toiletry dibanding sebayanya sehingga secara sosial dianggap memiliki kemampuan fungsi adaptif yang rendah. Metode yang dikembangkan dalam studi ini adalah studi kasus. Guna kem=pentingan pengumpulan data, instrumen yang digunakan dalam mengidentifikasi kemampuan toiletry adalah instrument informal yang terlebih dahulu divalidasi oleh para ahli. Adapun tim ahli yang bersangkutan adalah 1). Ahli dalam hambatan intelektual 2). Ahli dalam Pendidikan khusus, dan 3) ahli dalam evaluasi. Berdasarkan hasil studi ditemukan 3 orang atau 75% anak memerlukan program khusus untuk meningkatkan kemampuan toileting sedangkan 1 orang anak atau 25% sudah baik dalam toileting. Tantangan yang banyak ditemui dan harus segera dilaksanakan intevensi adalah kemampuan buang air kecil. Masalah paling banyak dihadapi oleh peserta didik dalam keterampilan buang air kecil meliputi (1) peserta didik belum mampu menunjukkan tanda-tanda ketika ingin buang air kecil, (2) pergi ke toilet sendiri, (3) membuka celana, (4) membasuh kelamin dengan bersih dan (5) menyiram closet dengan baik dan benar. Beberapa hal tersebut diperlukan program khusus untuk meningkatkan kemampuan toileting. Pada penelitian selanjutnya, peneliti harus dapat menjawab tantangan mengenai metode dalam meningkatkan kemampuan toiletry khususnya dalam keterampilan buang air kecil.
Asesmen Kemampuan Membaca Peserta Didik dengan Autisme Maryawi, Ratna; Jaya, Indra; Taboer, Mohammad Arif
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 11, No 1 (2025): July
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um031v11i12025p39-43

Abstract

Ketidakmampuan membaca pada anak autisme dapat menghambat kemampuan komunikasi dan partisipasi sosial mereka, karena literasi berperan penting dalam membangun kosa kata, memahami konteks sosial, dan mengurangi perilaku repetitif atau frustrasi, terutama melalui interaksi berbasis cerita atau teks. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui level kemampuan membaca peserta didik autisme kelas II SLB Negeri 11 Jakarta. Studi ini dikembangkan dengan menggunakan pendekatan Studi kasus di SLB Negeri 11 Jakarta. Pengumpulan data dilakukan melalui studi observasi, tes, dan dokumentasi. Observasi dilakukan untuk memahami interaksi peserta didik autisme dengan materi bacaan. Tes berfungsi untuk mengukur dan membantu mendapatkan data kemampuan membaca peserta didik autisme, dan dokumentasi melibatkan pengumpulan data dari arsip atau catatan yang sudah ada guna memberikan konteks tambahan dan memperkuat hasil yang diperoleh melalui observasi dan tes. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan membaca tiga peserta didik kelas II Autisme di SLB Negeri 11 Jakarta berada pada level membaca permulaan dengan tahapan yang bervariasi. Peserta didik pertama berada pada level membaca suku kata, peserta didik kedua berada pada level membaca kata dan peserta didik ketiga berada pada level membaca kalimat. Variasi ini menunjukkan kebutuhan intervensi yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik.
Understanding and Addressing Social Stigma Against Children with Intellectual Disabilities: Impact, Causes, and Strategies for Inclusion Alyana Nur Fadillah; Ridyah Syifani Rahmah; Nurlaila Arifa Putri; Syaima Syafei; Nafisa Amelia Putri; Citra Ashri Maulidina; Mohammad Arif Taboer
International Disability Innovation Journal Vol. 1 No. 2 (2025): Social Stigma Surrounding Intellectual Disabilities and Innovative Approaches t
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/idij.v1i2.47093

Abstract

Social stigma against children with intellectual barriers is still a serious problem at various levels of society. Intellectual barriers are often seen as absolute weaknesses, leading to discrimination, social rejection, and limited access to education and an inclusive environment. This research aims to identify the forms of stigma that arise, the factors that influence them, and their impact on the psychosocial development of children and their families. The method used is a literature study with a qualitative approach. The results of the study show that stigma arises from a lack of understanding, cultural influences, and deeply rooted negative stereotypes. This stigma not only hinders children's growth and development, but also reduces parents' confidence in accompanying their children. Therefore, a comprehensive strategy is needed that includes public education, the implementation of inclusive policies, and the empowerment of families and schools in creating an environment that accepts and supports children with intellectual disabilities. Efforts to eliminate stigma are the first step towards a more just, inclusive, and humane society for children with intellectual barriers.
Analyzing the Impact of Social Stigma on Children with Intellectual Disabilities: Causes, Consequences, and Strategies for Reduction Putri Mayang Nugroho; Khairun Nisa; Nayla Candra Kirana; Farhah Amalia Syahrani; Citra Ashri Maulidina; Mohammad Arif Taboer
International Disability Innovation Journal Vol. 1 No. 2 (2025): Social Stigma Surrounding Intellectual Disabilities and Innovative Approaches t
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/idij.v1i2.47095

Abstract

Social stigma against children with intellectual disabilities is a serious issue that is still often encountered in various aspects of life, from education to social involvement. This stigma manifests in the form of social avoidance, negative labeling, discrimination, and violence, which have a significant impact on the growth and well-being of the child and their family. This article aims to analyze the various forms, causes, and consequences of social stigma faced by children with intellectual disabilities and to explore ways to reduce that stigma. This analysis was conducted using a literature review method that includes context, methodology, and theory. Data were obtained from scientific articles published between 2020 and 2025, accessed via Google Scholar; a total of 10 articles were analyzed. The findings of the analysis indicate that stigma remains a significant barrier for children with intellectual disabilities in obtaining their rights fairly, especially in the fields of education and social welfare. Nevertheless, approaches such as family and community support and the implementation of inclusive education have proven effective in reducing that stigma. Through collaborative efforts from various parties, an inclusive environment free from discrimination for children with intellectual disabilities can be realized.
Prediktor Kesulitan Membaca Permulaan di Sekolah Dasar Mohammad Arif Taboer; Endang Rochyadi; Sunardi Sunardi; Bahrudin Bahrudin
Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Vol. 29 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um009v29i22020p182-190

Abstract

This article is intended to describe predictors of initial reading difficulty in students with reading difficulties in primary schools. This study used a descriptive research design. The results of this study indicate that the predictors that cause reading difficulties in students are (1) phonological awareness, (2) visual perception, and (3) one predictor that is still uncertain. However, the interesting thing is the phenomenon where students do not experience obstacles in phonological awareness or visual perception, but still experience difficulties in reading. The presumptions that appear in the last predictor are related to external factors. Artikel ini ditujukan guna mendeskripsikan prediktor kesulitan membaca permulaan pada siswa dengan kesulitan membaca di sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa prediktor yang menyebabkan kesulitan membaca pada siswa adalah (1) kesadaran fonologi, (2) persepsi visual, dan (3) satu prediktor yang masih belum diketahui secara pasti. Namun demikian hal yang menarik adalah fenomena dimana para siswa tidak mengalami hambatan dalam kesadaran fonologi ataupun persepsi visual, namun masih tetap mengalami kesulitan dalam membaca. Dugaan yang muncul pada prediktor terakhir adalah berkenaan dengan faktor eksternal.
Family-Centered Early Intervention to Support Communication Development in Children with Multiple Disabilities with Visual Impairment Citra Ashri Maulidina; Lintang Al-mar’atus Sholihah; Mohammad Arif Taboer; Kholifatul Novita Ningsih
GRAB KIDS: Journal of Special Education Need Vol. 6 No. 2 (2026): Advancing Inclusive Practices for Children with Disabilities Across Home, Schoo
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/grabkids.v6i2.57154

Abstract

This study aims to formulate an early intervention program based on family resources for parents to stimulate communication of MDVI children at home. This research was motivated by a lack of understanding of families in providing intervention efforts to optimize communication skills in children with MDVI from an early age. The subjects in this study were two parents who had MDVI children. The first subject was the family of a child with early AZs who had a visual impairment with autism. The second subject was the family of a child with an early K who had visual impairment and hearing loss.  This research approach is a qualitative approach with three stages of research, namely assessment, validation, and implementation. The result of this study is that parents know the characteristics and needs of their children, there is a positive acceptance from parents, and parents begin to know the communication principles of MDVI children and begin to practice them in a way that directly positively affects the  child's communication.
Meningkatkan Kemampuan Berhitung Anak Autis melalui Media pembelajaran Widiya Alita; Lalan Erlani; Mohammad Arif Taboer
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 11, No 2 (2025): November (On Progress)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um031v11i22025p244-248

Abstract

Studi ini bertujuan menemukan prinsip dari berbagai media pembelajaran yang dapat memberikan dukungan pada berkembangnya kemampuan berhitung pada anak dengan autis. Studi ini diselenggarakan dengan menggunakan perspektif studi literatur. Dalam studi literatur ini dilakukan beberapa tahapan dalam mendeskripsikan data yaitu melalui pengumpulam-pengumpulan artikel penelitian terkait, melalui penelusuran google scholar yang berhubungan dengan meningkatkan kemampuan berhitung anak autis dengan media pembelajaran. Berdasarkan artikel yang ditemukan terdapat 100 artikel yang berhubungan dengan peningkatan kemampuan berhitung namun demikian terdapat 6 artikel terkait dengan artikel bertemakan meningkatkan kemampuan berhitung anak autis dengan media pembelajaran. Hasil analisis studi ditemukan bahwa terjadi peningkatan yang signifikan pada kemampuan berhitung setelah menggunakan media dalam belajar berhitung bagi anak dengan autis. Adapun prinsip-prinsip yang ditemukan adalah bahwa media tersebut 1) bersifat multisensoris, 2) memiliki instruksi yang jelas dalam penggunaan dan tugas-tugas yang harus dikerjakan, dan 3) memiliki daya tarik media berupa warna, dan bentuk.
Perkembangan Kemampuan Membaca Permulaan pada Siswa dengan Hambatan Intelektual Mohammad Arif Taboer; Bahrudin Bahrudin; Indra Jaya; Dwi Aisyah Amani; Ratu Balqis; Wafa Hafshah Irwan; Novia Ramadhanti; Muhammad Lukman Sahaja
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 11, No 2 (2025): November (On Progress)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um031v11i22025p8-14

Abstract

Perkembangan cara pandang terhadap siswa dengan hambatan intelektual memberikan kesempatan berkembangnya kemampuan akademik siswa dengan hambatan intelektual. Salah satu perkembangan akademik yang menjadi focus adalah pengembangan keterampilan membaca permulaan. Banyak studi yang membuktikan bahwa siswa dengan hambatan intelektual dapat mengembangkan keterampilan membaca permulaan namun demikian jika dihubungan dengan pemahaman global delayed maka seberapa jauh perbedaan berkembangnya keterampilan membaca permulaan siswa dengan hambatan intelektual dengan sebayanya. Studi ini dikembangkan dalam rangka mendapatkan deskripsi perkembangan kemampuan membaca permulaan yang terjadi pada siswa dengan hambatan intelektual yang kemudian dapat memberikan informasi mengenai prediksi siswa dengan hambatan intelektual dapat mengembangkan keterampilan membaca permulaan. Studi ini dilakukan pada delapan belas orang siswa dengan hambatan intelektual yang belajar pada kelas IV sampai dengan VI jenjang sekolah dasar. Semua siswa diberikan tes perkembangan membaca permulaan. Hasil studi menunjukan bahwa pada tahap perkembangan kesadaran linguistic seluruh siswa memiliki kemampuan yang baik dalam memahami kosa kata dan kalimat sederhana.. Pada tahap perkembangan kesadaran fonologi ditemukan sebanyak 8 orang belum mencapai perkembangan kesadaran fonologi secara paripurna. Pada tahap perkembangan decoding ditemukan sebanyak 4 orang siswa mengalami persoalan dalam membaca huruf vocal, seabayak 7 orang siswa mengalami persoalan dalam membaca huruf konsonan, keseluruhan siswa mengalami kesulitan dalam membaca suku kata dan kata. Dengan demikian, dapat dipahami bahwa selama tiga tahun siswa dengan hambatan intelektual mengembangkan kesadaran linguistic dan memasuki tahun ke empat sekolah, siswa mulai mengembangkan kesadaran fonologi dan beberapa siswa dapat mengembangkan keterampilan decoding pada tahun ke lima di sekolah.
Strategi Intervensi Membaca Permulaan melalui Pendekatan Scaffolding pada Siswa dengan Disabilitas Intelektual Bahrudin Bahrudin; Endang Rochyadi; Achmad Hufad; Budi Susetyo; Mohammad Arif Taboer
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 11, No 2 (2025): November (On Progress)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um031v11i22025p428-437

Abstract

Studi ini bertujuan mengembangkan strategi pengajaran keterampilan membaca permulaan bagi siswa dengan disabilitas intelektual. studi ini dikembangkan dengan menggunakan singel subject research dengan disain A-B-A dalam rangka melihat perkembangan keterampilan membaca permulaan pada siswa dengan disabilitas intelektual sebagai efek dari penerapan strategi intervensi membaca permulaan berbasis schaffolidng. Subjek penelitian terdiri dari empat orang siswa dengan disabilitas intelektual. target prilaku yang ditergetkan adalah (1) menunjukan kartu suku kata yang diminta, (2) membaca kartu suku kata yang ditunjukan, (3) membaca kata pada kata dengan pola KVKV yang dikenal oleh siswa, dan (4) membaca kata dengan pola KV-KV yang tidak dikenal oleh siswa. Analisis yang digunakan dalam studi ini adalah analisis visual. Dengan demikian data-data perkembangan hasil belajar ditampilkan dalam bentuk grafik. Temuan menunjukan para siswa dapat meningkatkan keterampialan membaca kata baik kata yang dikenal ataupun yang tidak dikenal oleh siswa. Studi ini memberikan informasi bahwa tunagrahita dapat mengembangkan keterampilan membaca permulaan dan perlu dipertimbangkan sebagai salah satu rujukan dalam memandang disabilitas intelektual.