Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Perkembangan Kemampuan Membaca Permulaan pada Siswa dengan Hambatan Intelektual Taboer, Mohammad Arif; Bahrudin, Bahrudin; Jaya, Indra; Amani, Dwi Aisyah; Balqis, Ratu; Irwan, Wafa Hafshah; Ramadhanti, Novia; Sahaja, Muhammad Lukman
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 11, No 2 (2025): November (On Progress)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um031v11i22025p8-14

Abstract

Perkembangan cara pandang terhadap siswa dengan hambatan intelektual memberikan kesempatan berkembangnya kemampuan akademik siswa dengan hambatan intelektual. Salah satu perkembangan akademik yang menjadi focus adalah pengembangan keterampilan membaca permulaan. Banyak studi yang membuktikan bahwa siswa dengan hambatan intelektual dapat mengembangkan keterampilan membaca permulaan namun demikian jika dihubungan dengan pemahaman global delayed maka seberapa jauh perbedaan berkembangnya keterampilan membaca permulaan siswa dengan hambatan intelektual dengan sebayanya. Studi ini dikembangkan dalam rangka mendapatkan deskripsi perkembangan kemampuan membaca permulaan yang terjadi pada siswa dengan hambatan intelektual yang kemudian dapat memberikan informasi mengenai prediksi siswa dengan hambatan intelektual dapat mengembangkan keterampilan membaca permulaan. Studi ini dilakukan pada delapan belas orang siswa dengan hambatan intelektual yang belajar pada kelas IV sampai dengan VI jenjang sekolah dasar. Semua siswa diberikan tes perkembangan membaca permulaan. Hasil studi menunjukan bahwa pada tahap perkembangan kesadaran linguistic seluruh siswa memiliki kemampuan yang baik dalam memahami kosa kata dan kalimat sederhana.. Pada tahap perkembangan kesadaran fonologi ditemukan sebanyak 8 orang belum mencapai perkembangan kesadaran fonologi secara paripurna. Pada tahap perkembangan decoding ditemukan sebanyak 4 orang siswa mengalami persoalan dalam membaca huruf vocal, seabayak 7 orang siswa mengalami persoalan dalam membaca huruf konsonan, keseluruhan siswa mengalami kesulitan dalam membaca suku kata dan kata. Dengan demikian, dapat dipahami bahwa selama tiga tahun siswa dengan hambatan intelektual mengembangkan kesadaran linguistic dan memasuki tahun ke empat sekolah, siswa mulai mengembangkan kesadaran fonologi dan beberapa siswa dapat mengembangkan keterampilan decoding pada tahun ke lima di sekolah.
Strategi Intervensi Membaca Permulaan melalui Pendekatan Scaffolding pada Siswa dengan Disabilitas Intelektual Bahrudin, Bahrudin; Rochyadi, Endang; Hufad, Achmad; Susetyo, Budi; Taboer, Mohammad Arif
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 11, No 2 (2025): November (On Progress)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um031v11i22025p428-437

Abstract

Studi ini bertujuan mengembangkan strategi pengajaran keterampilan membaca permulaan bagi siswa dengan disabilitas intelektual. studi ini dikembangkan dengan menggunakan singel subject research dengan disain A-B-A dalam rangka melihat perkembangan keterampilan membaca permulaan pada siswa dengan disabilitas intelektual sebagai efek dari penerapan strategi intervensi membaca permulaan berbasis schaffolidng. Subjek penelitian terdiri dari empat orang siswa dengan disabilitas intelektual. target prilaku yang ditergetkan adalah (1) menunjukan kartu suku kata yang diminta, (2) membaca kartu suku kata yang ditunjukan, (3) membaca kata pada kata dengan pola KVKV yang dikenal oleh siswa, dan (4) membaca kata dengan pola KV-KV yang tidak dikenal oleh siswa. Analisis yang digunakan dalam studi ini adalah analisis visual. Dengan demikian data-data perkembangan hasil belajar ditampilkan dalam bentuk grafik. Temuan menunjukan para siswa dapat meningkatkan keterampialan membaca kata baik kata yang dikenal ataupun yang tidak dikenal oleh siswa. Studi ini memberikan informasi bahwa tunagrahita dapat mengembangkan keterampilan membaca permulaan dan perlu dipertimbangkan sebagai salah satu rujukan dalam memandang disabilitas intelektual.
Analisis Asesmen Self Injurious Behavior pada Anak Autis di SLB Negeri 8 Jakarta Chaerani, Marisa; Suprihatin, Suprihatin; Nara, Hartini; Taboer, Mohammad Arif
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 11, No 2 (2025): November (On Progress)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um031v11i22025p342-346

Abstract

Self Injurious Behavior (SIB) merupakan tindakan yang dilakukan secara sengaja dan berpotensi melukai diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara rinci terkait frekuensi dan durasi, pola perilaku ABC (Antecedent-Behavior-Consequence) serta fungsi perilaku pada Self Injurious Behavior (SIB) yang dimiliki oleh peserta didik dengan Autism Spectrum Disorder (ASD) di SLB Negeri 8 Jakarta. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Single Subject Research (SSR) dan desain studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 4 jenis self Injury yang ditemukan, yaitu memukul kepala sebagai perilaku utama, kemudian diikuti dengan menggigit tangan serta ruminasi dan muntah pada saat sesi makan bersama. Sementara fungsi perilaku yang dominan, yaitu berupa perhatian (attention), stimulasi sensorik (sensory) dan terhindar dari instruksi maupun tugas (escape), sedangkan mendapatkan sesuatu (tangible) menjadi fungsi perilaku dengan pengaruh yang relatif rendah. Oleh karena itu, guru perlu mengembangkan program intervensi yang komprehensif berupa modifikasi antecedent, pengajaran perilaku alternatif dan manajemen consequences yang cermat untuk menghindari penguatan terhadap Self Injurious Behavior (SIB).