Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Konsep Alat Pembelah Bambu Bagi Pengrajin Keranjang Dusun Pronojiwo Kecamatan Tutur Kabupaten Pasuruan Wahid, Abdul Wahid; Soedarmadji, Wisma; Effendi , Mohammad; Huda , Miftachul; Munir, Misbach; Nuriyanto
ABDINE: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2022): ABDINE : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Riau Pesisir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52072/abdine.v2i2.308

Abstract

Dusun Pronojiwo terletak di Desa Blarang Kecamatan Tutur Kabupaten Pasuruan. Dusun ini terdiri dari sekitar 866 jiwa penduduk sebagian besar mata pencarian sebagai pengrajin keranjang. Dalam hal ini proses pengolahan bambu yang membutuhkan waktu yang cukup lama dalam proses produksinya. Sehingga dari sini kami merencanaan teknologi tepat guna dalam membelah bambu yang dirancang untuk lebih mudah dalam pengoperasianya, murah, dan mudah dalam perawatannya. Hasil pengabdian ini adalah membuat  konsep alat pembelah bambu sehingga dapat meningkatkan produktivitas sampai 60 %.
Pemberdayaan Komunitas GAPOKTAN untuk Budidaya Bawang Merah Menggunakan Teknologi IoT di Desa Dringu, Kabupaten Probolinggo Nuriyanto Nuriyanto; Miftahul Huda; Afrikhatul Maulidiyah; Muhammad Faishol Amrulloh; Muhammad Imron Rosadi; M. Sulhan; Subchan Asy’ari; Nur Ajizah
Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara Vol 10 No 2 (2026): Volume 10 Nomor 2 Tahun 2026
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/ja.v10i2.27455

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas petani bawang merah dalam memanfaatkan teknologi Internet of Things (IoT) melalui aplikasi SMARTBULB (Smart Farming for Shallot Farmers) sebagai sistem pemantauan kondisi lahan bawang merah secara real-time. Sasaran kegiatan adalah GAPOKTAN Bhakti Manunggal Desa Dringu Kabupaten Probolinggo dengan jumlah peserta sebanyak 12 orang. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi: (1) sosialisasi konsep smart farming, (2) pelatihan penggunaan aplikasi SMARTBULB, (3) instalasi perangkat sensor dan pendampingan lapangan, serta (4) monitoring dan evaluasi hasil penerapan teknologi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa petani mampu mengoperasikan aplikasi SMARTBULB dalam memantau kelembapan tanah dan mengatur pola irigasi secara lebih efisien. Selain itu, terjadi penghematan penggunaan air irigasi sebesar 15–25% serta peningkatan kesehatan tanaman yang ditunjukkan dari pertumbuhan umbi dan daun yang lebih seragam. Kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan pengetahuan, kemandirian teknologi, serta efektivitas budidaya bawang merah berbasis smart farming di tingkat komunitas petani.
Penguatan Ekonomi Lokal melalui Integrasi IoT Smart Fishing, Pakan Alternatif berbasis Limbah RPA, dan Pemasaran Digital pada Budidaya Lele di Desa Tunggulwulung, Kabupaten Pasuruan Miftahul Huda; Ahmad Zulham Fahamsyah Havy; Ernawati Ernawati; Nuriyanto Nuriyanto; Muhammad Imron Rosadi
Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara Vol 10 No 3 (2026): Volume 10 Nomor 3 Tahun 2026
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/ja.v10i3.29565

Abstract

Budidaya ikan lele di Desa Tunggulwulung, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan masih menghadapi kendala berupa tingginya biaya pakan, sistem pemberian pakan yang masih manual, rendahnya diversifikasi produk, serta terbatasnya pemanfaatan teknologi dan pemasaran digital. Program Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan produktivitas dan kemandirian ekonomi pembudidaya melalui model pemberdayaan berbasis technosociopreneurship. Kebaruan program ini terletak pada integrasi teknologi IoT Smart Fishing, pemanfaatan limbah Rumah Potong Ayam (RPA) sebagai pakan alternatif, diversifikasi produk olahan lele, dan pemasaran digital dalam satu model pemberdayaan yang berorientasi pada peningkatan nilai tambah dan keberlanjutan usaha. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) melalui tahapan Focus Group Discussion (FGD), sosialisasi, pelatihan pakan alternatif, implementasi automatic feeder berbasis IoT, pelatihan diversifikasi produk, pelatihan digital marketing, serta monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kapasitas mitra, ditandai dengan kenaikan nilai pengetahuan dari 32% menjadi 72%, kemampuan mengoperasikan IoT dari 30% menjadi 81%, pengetahuan pembuatan pakan alternatif dari 50% menjadi 73%, kemampuan diversifikasi produk dari 10% menjadi 62%, pemanfaatan media sosial untuk pemasaran dari 0% menjadi 40%, serta efisiensi biaya pakan dari 40% menjadi 60%. Program ini membuktikan bahwa model pemberdayaan berbasis technosociopreneurship efektif meningkatkan kapasitas, produktivitas, dan daya saing pembudidaya lele secara berkelanjutan