Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

PENGGUNAAN METODE READ ALOUD DALAM MENINGKATKAN MINAT MEMBACA ANAK DI TAMAN BACAAN MASYARAKAT (TBM) SAHABAT BUKU KARAWANG sari, Aisyah Puspita; Dewi, Ratna Sari; Hoerniasih, Nia
Jurnal Obor Penmas: Pendidikan Luar Sekolah Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Obor Penmas: Pendidikan Luar Sekolah
Publisher : Program Studi Pendidikan Luar Sekolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/oborpenmas.v8i2.20078

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mendeskripsikan penggunaan metode read aloud dalam meningkatkan minat membaca anak di Taman Bacaan Masyarakat Sahabat Buku Karawang, 2) Mendeskripsikan faktor pendukung dan penghambat penggunaan metode read aloud dalam meningkatkan minat membaca anak di Taman Bacaan Masyarakat Sahabat Buku Karawang, dan 3) Mendeskripsikan hasil penggunaan metode read aloud dalam meningkatkan minat membaca anak di Taman Bacaan Masyarakat Sahabat Buku Karawang. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian yang telah dilaksanakan, dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode read aloud dalam meningkatkan minat membaca anak di Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Sahabat Buku Karawang menunjukkan bahwa adanya peningkatan minat membaca anak secara positif. Faktor pendukung, seperti ketersediaan bahan bacaan yang memdai, partisipasi orang tua, serta lingkungan sekitar yang mendukung meningkatnya budaya membaca, sementara faktor penghambat berasal dari aspek internal anak dan kendala teknis saat kegiatan berlangsung. Kata kunci: Metode Read Aloud, Minat Membaca, TBM
PENGGUNAAN METODE READ ALOUD DALAM MENINGKATKAN MINAT MEMBACA ANAK DI TAMAN BACAAN MASYARAKAT (TBM) SAHABAT BUKU KARAWANG sari, Aisyah Puspita; Dewi, Ratna Sari; Hoerniasih, Nia
Jurnal Obor Penmas: Pendidikan Luar Sekolah Vol. 8 No. 2 (2025): Okober 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Luar Sekolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/oborpenmas.v8i2.20078

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mendeskripsikan penggunaan metode read aloud dalam meningkatkan minat membaca anak di Taman Bacaan Masyarakat Sahabat Buku Karawang, 2) Mendeskripsikan faktor pendukung dan penghambat penggunaan metode read aloud dalam meningkatkan minat membaca anak di Taman Bacaan Masyarakat Sahabat Buku Karawang, dan 3) Mendeskripsikan hasil penggunaan metode read aloud dalam meningkatkan minat membaca anak di Taman Bacaan Masyarakat Sahabat Buku Karawang. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian yang telah dilaksanakan, dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode read aloud dalam meningkatkan minat membaca anak di Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Sahabat Buku Karawang menunjukkan bahwa adanya peningkatan minat membaca anak secara positif. Faktor pendukung, seperti ketersediaan bahan bacaan yang memdai, partisipasi orang tua, serta lingkungan sekitar yang mendukung meningkatnya budaya membaca, sementara faktor penghambat berasal dari aspek internal anak dan kendala teknis saat kegiatan berlangsung. Kata kunci: Metode Read Aloud, Minat Membaca, TBM
The The Role of Tongue Twister to Improve the Students’ Speaking Skill Yuniar, Yuni; Pahlevi, Muhammad Reza; Hoerniasih, Nia
INTERACTION: Jurnal Pendidikan Bahasa Vol. 8 No. 2 (2021): INTERACTION: Jurnal Pendidikan Bahasa
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Recently the ability to English speaking is very necessary since English has become a foreign language in Indonesia. A correct speech is become crucial to avoid misunderstanding conveying the information to the listener. Therefore, teaching English speaking is very necessary to the teacher in improving the students’ speaking skills. The main reason why learning to speak English is very difficult for the students is because students often use the Indonesian language (mother tongue) as the main language and are not accustomed to speaking in English in their daily life. One of the alternatives technique that can be used by the teacher is using tongue twister. The aims of this study is to explore about what are the problems that faced by the students while learning English speaking in Tongue Twister assisted. The classroom action research is a method that conducted in this research. There are two Cycles in this research and both of cycles showed of 77.14% of students has obtained a score of 75 and 77.13%. This result shows that the students have met the success criteria of the research and the students actively participate in the teaching and learning processes during English-speaking class.
PELATIHAN KETERAMPILAN BARISTA DALAM MENUMBUHKAN KEMANDIRIAN BERWIRAUSAHA PADA PESERTA DI BLK KABUPATEN KARAWANG Widyadhana, Azzahra Putri; Sutarjo, Sutarjo; Hoerniasih, Nia
Jendela PLS Vol 9, No 1 (2024): JENDELA PLS
Publisher : Jurusan Pendidikan Masyarakat Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jpls.v9i1.8024

Abstract

 Peminat pelatihan barista yang terus meningkat dengan adanya permintaan pasar industri food and bevare (fb) dan meluasnya coffe shop sehingga BLK mendirikan pelatihan keterampilan barista agar dapat mengurangi angka pengangguran dan memenuhi permintaan pasar sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan proses dan hasil pelatihan keterampilan barista dalam menumbuhkan kemandirian berwirausaha di BLK Kabupaten Karawang. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif kualitatif. Subjek pada penelitian ini sebanyak 4 orang, terdiri dari kepala BLK, Instruktur pelatihan dan 2 peserta pelatihan. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini yaitu observasi, wawacara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa pelatihan keterampilan barista dalam menumbuhkan kemandirian berwirausah pada peserta di BLK Kabupaten Karawang berjalan dengan baik sesuai prosedur yang ada.  Pelaksanaan pelatihan dilakukan dalam jangka waktu 14 hari, setiap pertemuan menghabiskan waktu pelatihan selama 8 jam. Materi pelatihan yang diberikan yaitu materi dasar dunia perkopian dan manajemen bisnis coffe shop. Media bahan ajar yang diberikan yaitu berupa modul. Metode pelatihan berupa demonstrasi, tanya jawab dan praktek. Evaluasi dilaksanakan diakhir penutupan pelatihan berupa ujian tertulis, ujian praktek, dan wawancara. Sikap peserta pelatihan yang menceminkan ciri kemandirian berwirausaha meliputi tanggungjawab, keberanian, inisiatif, kepemimpinan dan disiplin.Kata kunci: Pelatihan, Keterampilan Barista, Kemandirian Berwirausaha  
PERAN PENDIDIK MAJELIS TAKLIM AL-HIKMAH DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN KEAGAMAAN IBU-IBU di RT 01 DESA SUMURKONDANG KARAWANG Humairoh, Siti; Santika, Tika; Hoerniasih, Nia
Jendela PLS Vol 10, No 2 (2025): JENDELA PLS
Publisher : Jurusan Pendidikan Masyarakat Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jpls.v10i2.12043

Abstract

Penelitian ini di latar belakangi, dengan adanya kondisi faktual dilapangan. Bahwa masyarakat sekitar RT 01 Dusun Krajan Desa Sumurkondang Karawang, membutukan pendidikan non formal untuk memenuhi pengetahuan keagamaannya terutama pada kalangan ibu-ibu, yang memiliki peran utama dalam keluarga. Berdasarkan hal tersebuut makan satuan pedndidikan nonfomal Majelis Taklim dengan peran pendidik di dalamnya dapat menjadi solusi dalam mendidik pendidikan masyarakat sekitar. Adapun Tujuan dari penelitian ini yaitu: (1) untuk mendeskripsikan peran pendidik Majelis Taklim Al-Hikmah dalam meningkatkan pengetahuan keagamaan ibu-ibu di RT 01 Desa Sumurkondang Karawang (2) untuk mendeskripsikan faktor pendukung dan penghambat peran pendidik Majelis Taklim Al-Hikmah dalam meningkatkan pengetahuan keagamaan ibu-ibu di RT 01 Desa Sumurkondang Karawang (3) untuk mendeskripsikan hasil dari peran pendidik Majelis Taklim Al-Hikmah dalam meningkatkan pengetahuan keagamaan ibu-ibu di RT 01 Desa Sumurkondang Karawang. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilakukan di Majelis Taklim Al-Hikmah RT 01 Desa Sumurkondang Karawang,dengan subjek 2 orang pendidik 3 peserta didik. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Tahapan penelitian yang digunakan yaitu, tahap pra-lapangan, tahap kerja lapangan dan tahap analisis data. Teknik analisis data yaitu, pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran pendidik yaitu sebagai, tadris, ta’lim, tarbiyah, irsyad, ta’dib, tazkiyah dan tilawah dapat dijalankan dengan sesuai oleh pendidik majelis taklim Al-Hikmah sehingga ibu-ibu dapat merasakan pendidikan yang dapat meningkatkan pengetahuan keagamaan. Adapun faktor yang mendukung(internal dan eksternal) keberhasilan peran pendidik ini yaitu minat,perasaan senang,ketertarikan,serta keterlibatan peserta didik dan juga terdapat dukungan keluarga,dukungan lingkungan serta sarana,prasarana dan dana yang mencukupi dalam menunjang berlangsungnya peran pendidik. Adapun yang menjadi faktor penghambat peran pendidik yaitu kurang maksimalnya perhatian jamaah ketika pembelajaran berlangsung. Adapun hasil peran pendidik yaitu peningkatan pengetahuan, sikap dan keterampilan ibu-ibu dalam pengetahuan keagamaan, sehingga jamaah dapat membelajarkan orang lain meskipun hanya dalam lingkup keluarga.Kata kunci : Peran pendidik, Majelis Taklim, Pengetahuan Keagamaan
PENERAPAN METODE FUN LEARNING DALAM MENGEMBANGKAN MINAT BELAJAR ANAK USIA 4-5 TAHUN DI TAMAN PENDIDIKAN AL-QUR"AN ASSALMANIYYAH JAKARTA UTARA Amelia, Naila Rizky; Hoerniasih, Nia; sutarjo, Sutarjo
Jendela PLS Vol 10, No 2 (2025): JENDELA PLS
Publisher : Jurusan Pendidikan Masyarakat Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jpls.v10i2.12057

Abstract

Metode fun learning adalah metode belajar yang mengasyikkan dan menyenangkan dengan menciptakan lingkungan yang mendukung proses pembelajaran yang efektif dan efisien. Dalam mengembangkan minat belajar anak usia 4-5 tahun, merupakan hal yang sulit dikarenakan pada umur 4-5 tahun mereka lebih suka bermain daripada belajar, mereka juga menganggap bahwa belajar adalah hal yang membosankan, maka dari itu guru TPA Assalmaniyyah menggunakan metode fun learning ketika pembelajaran. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif, dimana pengumpulan datanya menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Dari hasil observasi ditemukan bahwa permasalahan utamanya adalah siswa/i cepat merasa bosan ketika sedang berlangsungnya pembelajaran, agar siswa/i mudah dalam memahami pembelajaran yang diberikan guru, diperlukan metode yang tepat. Oleh karena itu, metode fun learning dinilai memberikan pengaruh positif terhadap proses belajar mengajar, karena fokus  menciptakan suasana  pembelajaran yang interaktif dan  nyaman. Sehingga siswa/i lebih mudah menangkap materi yang disampaikan oleh guru.
PERAN TUTOR DALAM MENUMBUHKAN MOTIVASI BELAJAR BAGI WARGA BELAJAR PAKET C DI PKBM ASYIFA KECAMATAN PAMIJAHAN KABUPATEN BOGOR Fauzia Rahmah, Syifa; Hoerniasih, Nia; Marlina, Rina
Comm-Edu (Community Education Journal) Vol. 9 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/comm-edu.v9i1.29380

Abstract

 Abstract Non-formal education, particularly the Paket C program, plays a strategic role in providing learning opportunities for individuals who are unable to pursue formal education. However, low learning motivation among learners remains a major challenge that affects the continuity of the learning process. This study aims to analyze the role of tutors in fostering learning motivation for Paket C learners at PKBM Asyifa. The research employed a qualitative method with a descriptive approach, through observation, interviews, and documentation involving the PKBM administrator, tutors, and learners as the research subjects. The findings show that tutors play an important role as facilitators, motivators, and mentors in enhancing learning motivation through varied learning strategies, personal approaches, and the provision of encouragement and rewards. In conclusion, the role of tutors is proven to be significant in addressing the issue of low learning motivation, thereby increasing learners’ activeness and engagement in the non-formal education process. The implications of this study emphasize that strengthening tutor capacity is essential to improving the quality of education in PKBM. Keywords: Tutor Role, Learning Motivation, PKBM. Abstrak Pendidikan nonformal, khususnya program Paket C, memiliki peran strategis dalam memberikan kesempatan belajar bagi masyarakat yang tidak dapat mengenyam pendidikan formal. Namun, rendahnya motivasi belajar warga belajar masih menjadi tantangan utama yang berdampak pada keberlangsungan proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran tutor dalam menumbuhkan motivasi belajar warga belajar Paket C di PKBM Asyifa. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif, melalui tahapan observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap pengelola PKBM, tutor, serta warga belajar sebagai subjek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tutor berperan penting sebagai fasilitator, motivator, dan pembimbing dalam meningkatkan motivasi belajar melalui strategi pembelajaran variatif, pendekatan personal, serta pemberian dorongan dan penghargaan. Kesimpulannya, peran tutor terbukti signifikan dalam mengatasi permasalahan motivasi belajar, sehingga mampu meningkatkan keaktifan dan keterlibatan warga belajar dalam proses pendidikan nonformal. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa peningkatan kapasitas tutor sangat esensial guna memperkuat kualitas pendidikan di PKBM.  
Mentoring-Based Entrepreneurship Training To Improve Community Empowerment Hidayat, Dayat; Hoerniasih, Nia; Hermawan, Iwan; Mobo, Froilan Delute
Journal of Nonformal Education Vol. 12 No. 1 (2026): Community empowerment and Adult education
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jone.v12i1.41808

Abstract

This study aims to analyse the effectiveness of community empowerment through entrepreneurship training and guidance in improving the entrepreneurial competence and economic self-sufficiency of individuals living in Karawang Regency. The research methodology uses a mixed-method approach characterised by a sequential explanatory design. Quantitative data were collected through a pretest-posttest design with entrepreneurship training participants across various CLCs, while qualitative data were collected through interviews, observations, and documentation. Quantitative analysis was conducted using paired t-tests, N-Gain assessments, and effect size calculations (Cohen’s d), while the qualitative study followed Miles and Huberman’s interactive model. The analysis showed a statistically significant increase across all dimensions of entrepreneurial ability, including managerial, conceptual, interpersonal, decision-making, and time management competencies. The participants’ average scores increased from the low category in the pretest to the exceptional category in the posttest. The N-Gain value is high (≥0.86), and the effect size indicates a substantial impact (Cohen's d > 0.80), suggesting the model’s significant effectiveness. Qualitative findings reinforce the importance of participatory engagement and continuous guidance in promoting greater business autonomy, improved decision-making capacity, and the sustainability of entrepreneurial efforts. Collectively, these findings prove that the combination of systematic training and entrepreneurial mentoring is an effective and sustainable paradigm for community empowerment.