Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL DALAM MENINGKATKAN SEMANGAT DEMOKRASI PEMUDA PADA PEMILIHAN UMUM 2024 Silaban, Priska Natalia; Sihombing, Sandra Ronauli; Munthe, Gina Yuli Sonia; Zebua, Okirdayanti; Lumbantobing, Roida
Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora Vol. 2 No. 5 (2024): Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora
Publisher : Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peran media sosial dalam meningkatkan semangat demokrasi pemuda selama Pemilihan Umum 2024. Melalui pendekatan kualitatif, penelitian ini menganalisis bagaimana pemuda menggunakan media sosial untuk berpartisipasi dalam proses demokratis, termasuk penyebaran informasi, diskusi politik, dan mobilisasi pemilih. Temuan penelitian ini memberikan wawasan tentang dampak media sosial terhadap keterlibatan politik generasi muda dan implikasinya bagi demokrasi di masa depan. media sosial memainkan peran penting dalam memperluas jangkauan politik kepada pemuda. Melalui platform-platform seperti Facebook, Twitter, dan Instagram, informasi seputar pemilihan umum.
PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL TIKTOK SEBAGAI SARANA EDUKASI DAN BISNIS BAGI MAHASISWA IAKN Manalu, Megawati Tamba Tua; Sitanggang, Rejeki; Saragih, Rafika Dear; Simangunsong, Nopri Damai Yanti; Lumbantobing, Roida
Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora Vol. 2 No. 5 (2024): Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora
Publisher : Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi komunikasi dan informasi, khususnya melalui media sosial seperti TikTok, telah membawa dampak yang signifikan di Indonesia, termasuk di kalangan mahasiswa Intitut Agama Kristen Negeri Tarutung. Dalam media sosial tiktok juga banyak mahasiswa yang menggunakan media tersebut sebagai promosi maupun bisnis yang dapat menghasilkan uang bagi penggunanya. Dari hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa mahasiswa menggunakan TikTok sebagai sarana untuk memenuhi kebutuhan informasi. Mereka melihat TikTok sebagai platform yang bermanfaat dan menguntungkan karena menyediakan berbagai jenis konten video, termasuk konten edukatif, inspiratif, dan motivasional. Dalam media sosial tiktok juga banyak mahasiswa yang menggunakan media tersebut sebagai promosi maupun bisnis yang dapat menghasilkan uang bagi penggunanya.
KESETARAAN GENDER Pane, Oky Oktaviani; Sihombing, Swiamanto; Simbolon, Desiyanti; Zalukhu, Djefrin; Lumbantobing, Roida
Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora Vol. 2 No. 6 (2024): Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora
Publisher : Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesetaraan gender merupakan isu fundamental dalam diskursus hak asasi manusia dan pembangunan berkelanjutan. Meskipun upaya untuk mencapai kesetaraan telah mengalami kemajuan, disparitas gender masih menjadi tantangan global yang menghalangi tercapainya keadilan sosial dan kesejahteraan masyarakat. Kajian ini mengeksplorasi konsep kesetaraan gender, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi ketimpangan, serta mengusulkan strategi untuk mengatasi hambatan tersebut. Kesetaraan gender merujuk pada konsep di mana perempuan dan laki-laki memiliki hak, tanggung jawab, dan peluang yang sama dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk akses terhadap pendidikan, pekerjaan, kepemilikan aset, dan partisipasi dalam pengambilan keputusan. Namun, realitas sosial-budaya, ekonomi, dan politik seringkali menciptakan hambatan bagi perempuan untuk menikmati hak-hak tersebut secara setara. Faktor-faktor yang memengaruhi ketimpangan gender meliputi stereotip gender, norma sosial yang patriarkal, kurangnya akses terhadap pendidikan dan peluang ekonomi, serta kekerasan berbasis gender. Stereotip gender dapat membatasi pilihan dan peluang bagi perempuan, sementara norma sosial yang mendiskriminatif memperkuat ketidaksetaraan. Akses terbatas terhadap pendidikan dan pekerjaan layak turut memperlebar kesenjangan ekonomi antara perempuan dan laki-laki. Selain itu, kekerasan berbasis gender, baik fisik maupun psikologis, merupakan pelanggaran terhadap hak asasi manusia dan menciptakan lingkungan yang tidak aman bagi perempuan. Untuk mengatasi tantangan tersebut, diperlukan strategi komprehensif yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, seperti pemerintah, organisasi masyarakat sipil, sektor swasta, dan masyarakat itu sendiri. Langkah-langkah yang dapat diambil mencakup reformasi kebijakan dan peraturan perundang-undangan untuk menjamin kesetaraan hak dan peluang, kampanye peningkatan kesadaran untuk menghapus stereotip dan norma diskriminatif, serta investasi dalam pendidikan dan pemberdayaan ekonomi perempuan. Pencapaian kesetaraan gender tidak hanya membawa keadilan dan penghormatan terhadap hak asasi manusia, tetapi juga berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi, pengentasan kemiskinan, dan pembangunan berkelanjutan. Dengan melibatkan seluruh potensi dan kontribusi perempuan secara setara, masyarakat dapat memanfaatkan sumber daya manusia secara optimal dan menciptakan lingkungan yang lebih adil dan inklusif bagi semua.
Penerapan Kearifan Lokal Poda Na Lima Melalui Pelatihan Eco-Brick Di SMK Swasta Karya Tarutung, Kecamatan Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara Lumbantobing, Roida; Sembiring, Feriel Amelia; Purba, Omta; Sitindaon, Wensdy; Aritonang, Hanna Dewi
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 3 No. 3 (2023): Journal Of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v3i3.369

Abstract

Permasalahan sampah dari tahun ke tahun menjadikan Indonesia adalah negara dengan tingkat kecemarannya tinggi, terutama dari sampah plastik bekas yang proses terurainya begitu lama bahkan sampai ratusan tahun lamanya. Sampah-sampah plastik dapat dikurangi dengan memanfaatkan sampah tersebut menjadi barang bernilai manfaat dan juga sebagai penghias lingkungan. Pemanfaatan sampah plastik dalam pembuatan beberapa barang atau yang dikenal dengan istilah ecobrick memberikan makna kearifan lokal bagi masyarakat terkhususnya suku Batak yakni poda na lima di mana salah satunya adalah paias pakaranganmu (bersihkan lingkunganmu). Metode yang dilakukan adalah observasi dan wawancara guna eksplorasi lapangan. Tahapan kegiatan ini dimulai dengan kegiatan pembukaan, pemaparan materi dan pelatihan ecobrick. Hasil dari pengabdian ini adalah meningkatnya pengetahuan dan pemahaman tentang pemanfaatan sampah plastik oleh siswa-siswi SMK Karya Tarutung dan meningkatkan ketrampilan menjadi furniture berupa kursi sofa dan meja kecil yang bermanfaat dan bernilai ekonomis..
MEMBANGUN KESADARAN GENDER MELALUI PENDIDIKAN DAN ILMU PENGETAHUAN Panggabean, Theresia; Lase, Susi Murni; Manalu, Febrian; Simorangkir, Joel; Lumbantobing, Roida
Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 2 No. 5 (2024): Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Publisher : Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berfokus pada upaya membangun kesadaran gender melalui pendidikan dan ilmu pengetahuan. Kesadaran gender diperlukan untuk menghilangkan stereotipe dan diskriminasi gender yang umum terjadi dalam masyarakat. Dalam konteks pendidikan, kesadaran gender dapat membantu mengurangi ketimpangan gender yang terjadi dalam realitas sosial, di mana perempuan seringkali menjadi subordinasi terhadap laki-laki. Penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan kewarganegaraan memiliki peran penting dalam meningkatkan kesetaraan gender di Indonesia. Pendidikan kewarganegaraan dapat membantu siswa memahami hak dan kewajiban sebagai warga negara, serta memahami pentingnya kesetaraan gender dalam masyarakat. Kesetaraan gender dapat dicapai dengan menghapuskan perbedaan gender dalam pendidikan dan membangun perspektif yang benar tentang gender. Dalam penelitian ini, analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan kewarganegaraan dapat membantu meningkatkan kesadaran gender dan kesetaraan gender di kalangan siswa. Kesadaran gender ini dapat membantu mengurangi diskriminasi gender dan meningkatkan kesempatan bagi perempuan untuk berpartisipasi aktif dalam masyarakat.
Dampak Penggunaan MediaSosial Tik Tok Bagi PolaPerilaku Remaja Di Kelurahan Rura Pasar Hutatoruan X Kecamatan Tatutung Lase, Leni Kristiani; Zebua, Agusman; Laoli, Agustri Darman; Siahaan, Betaria; Lumbantobing, Roida
Retorika: Jurnal Komunikasi, Sosial dan Ilmu Politik Vol. 1 No. 2 (2024): Retorika: Jurnal Komunikasi, Sosial dan Ilmu Politik
Publisher : Retorika: Jurnal Komunikasi, Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas tentang “Dampak penggunaan apilikasi tiktok bagi pola perilaku remaja di kelurahan rura pasar hutatoruan x kecamatan tarutung”. dengan rumusan masalah: 1. Bagaimana remaja dalam menggunakan aplikasi Tiktok di di kelurahan rura pasar hutatoruan x kecamatan tarutung? 2.Apakah media sosial tiktok berdampak pada pola perilaku remaja di kelurahan rura pasar hutatoruan x kecamatan tarutung? 3. Bagaimana pola peilaku remaja dengan adanya media sosial tiktok khususnya di kelurahan rura pasar hutatoruan x kecamatan tarutung? Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan sosiologis, sumber data meliputi primer dan sekunder. Metode pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dokumentasi. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menemukan bahwa remaja dalam menggunakan Aplikasi Tiktok untuk mengekspresikan diri, mencari hiburan dan melepas rasa bosan, serta hanya sekedar menonton video. Perilaku remaja yang bermain Tiktok ditemukan dari segi sosialnya seperti: interaksi langsung antara remaja terhadap orang tua dan masyarakat menjadi berkurang diganti dengan interaksi melalui via online bersama orang lain dan mengucapkan kata yang tidak pantas.Sedangkan dari segi religuitasnya seperti: lalai dalam melaksanakan shalat, namun disisi lain aplikasi Tiktok membuat remaja berperilaku lebih baik. Kebanyakan orang tua berpandangan bahwa aplikasi Tiktok tidak membina perilaku remaja, namun ada juga yang berpendapat bahwa aplikasi Tiktok memberikan pengaruh baik yaitu menambah wawasan keagamaan dan kreativitas remaja.
Dampak Media Sosial Terhadap Perubahan Gaya Hidup di SMP 4 Negeri Tarutung Siregar, Ista Yuliana Ria; Siregar, Suriani Marsaulina; Panggabean, Daniel; Lase, Mei Jupita; Lumbantobing, Roida
Retorika: Jurnal Komunikasi, Sosial dan Ilmu Politik Vol. 1 No. 2 (2024): Retorika: Jurnal Komunikasi, Sosial dan Ilmu Politik
Publisher : Retorika: Jurnal Komunikasi, Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki dampak penggunaan media sosial terhadap perubahan gaya hidup remaja di SMP 4 Negeri Tarutung. Dengan semakin meluasnya penetrasi media sosial dalam kehidupan sehari-hari, penting untuk memahami bagaimana penggunaan media sosial mempengaruhi pola perilaku dan kebiasaan remaja, terutama di lingkungan pendidikan seperti sekolah menengah pertama. Melalui pendekatan analisis kuantitatif dan kualitatif, penelitian ini melibatkan survei dan wawancara terhadap siswa-siswi SMP 4 Negeri Tarutung untuk mendapatkan pemahaman yang komprehensif tentang hubungan antara media sosial dan perubahan gaya hidup remaja.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media sosial memiliki dampak yang signifikan terhadap perubahan gaya hidup remaja di SMP 4 Negeri Tarutung. Terdapat pola-pola perilaku yang berkembang, termasuk perubahan dalam pola konsumsi makanan, pola tidur, aktivitas fisik, dan interaksi sosial. Pengaruh media sosial juga terlihat dalam pemahaman remaja tentang citra tubuh, gaya hidup sehat, dan norma-norma sosial.Implikasi dari temuan ini adalah perlunya perhatian lebih dalam mengenai pengelolaan dan pendidikan penggunaan media sosial di kalangan remaja. Sekolah, bersama dengan orang tua dan masyarakat, perlu mengembangkan pendekatan yang holistik untuk membantu remaja memahami dampak media sosial dan mempraktikkan gaya hidup yang seimbang dan berkelanjutan. Upaya ini dapat meliputi program pendidikan tentang literasi media, promosi gaya hidup sehat, dan pembentukan keterampilan sosial yang positif dalam menghadapi tekanan dan pengaruh dari media sosial. Dengan demikian, diharapkan remaja dapat menghadapi tantangan dan peluang yang datang dengan penggunaan media sosial dengan lebih bijaksana dan berdaya.
Analisis Dampak Media Tik Tok Pada Komunikasi Mahasiswa Sosiologi Agama di IAKN Tarutung Simbolon, Been Gentle; Pasaribu, Hartamuti; Nainggolan, Hemalia; Simbolon, Gabe Pernida; Lumbantobing, Roida
Retorika: Jurnal Komunikasi, Sosial dan Ilmu Politik Vol. 1 No. 2 (2024): Retorika: Jurnal Komunikasi, Sosial dan Ilmu Politik
Publisher : Retorika: Jurnal Komunikasi, Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis dampak media tiktok pada komunikasi mahasiswa sosiologi agama di IAKN Tarutung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang dampak media TikTok terhadap komunikasi mahasiswa sosiologi agama di IAKN Tarutung. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan di Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Tarutung, sebuah institusi pendidikan tinggi yang terletak di kota Tarutung,Kabupaten Tapanuli Utara, Provinsi Sumatera Utara.Adapun hasil dari penelitian ini adalah penggunaan TikTok tidak hanya memengaruhi gaya komunikasi mereka dalam hal penggunaan emoji, meme, dan bahasa santai, tetapi juga menciptakan preferensi terhadap konten visual dan hiburan dalam komunikasi interpersonal. Implikasi dari perubahan ini membutuhkan pemahaman yang mendalam tentang bagaimana komunikasi yang efektif dan efisien tetap dapat dipertahankan dalam lingkungan yang semakin didominasi oleh media sosial. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang pengaruh TikTok dan media sosial lainnya, mahasiswa dapat lebih cermat dalam mengelola interaksi sosial mereka dan mempertahankan komunikasi yang bermakna dalam era digital ini.