Claim Missing Document
Check
Articles

PENGUATAN KOMPETENSI IMAM DAN KHATIB MELALUI PELATIHAN METODE DAKWAH DAN PUBLIC SPEAKING BAGI REMAJA DI NAGARI HARAU KABUPATEN LIMA PULUH KOTA Yemmardotillah, M.; Kanus, Oktari; Wardefi, Riza; Wiza, Rahmi; Wibowo, Budi Santoso; Sulaiman, Sulaiman; Putawa, Rilliandi Arindra; Hudamahya, Aulia; Saputra, Seprian
Jurnal Pema Tarbiyah Vol 4, No 2 (2025)
Publisher : UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/pema.v4i2.4802

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas generasi muda dalam memimpin ibadah dan berdakwah melalui pelatihan metode dakwah dan teknik public speaking bagi calon imam dan khatib di Nagari Harau, Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh lemahnya regenerasi imam dan khatib, di mana lebih dari 68% pemimpin keagamaan di Nagari Harau berusia di atas 50 tahun dan hanya 7% berusia di bawah 40 tahun. Pelatihan diikuti oleh 20 peserta remaja masjid dengan latar belakang pendidikan dan pengalaman yang beragam. Metode pelaksanaan mencakup ceramah, diskusi, simulasi khutbah, dan coaching clinic, yang dipandu oleh dua narasumber berkompeten. Evaluasi keberhasilan dilakukan melalui pre-test dan post-test pada sepuluh indikator utama. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan rata-rata skor dari 2.8 (56%) menjadi 4.1 (82%), dengan peningkatan tertinggi pada indikator kepercayaan diri saat berkhutbah sebesar 69.9%, diikuti keterampilan public speaking sebesar 60%. Pelatihan ini juga mampu menumbuhkan kader-kader muda yang siap berperan aktif dalam kegiatan keagamaan secara bertahap mengambil tanggung jawab sebagai imam dan khatib, sehingga keberlanjutan kepemimpinan masjid dapat terjaga. Program ini berkontribusi pada pencapaian Suitanable Development Goals  (SDGs), khususnya bidang pendidikan berkualitas dan kelembagaan yang kuat dan inklusif.
PENINGKATAN KETERAMPILAN GURU MADRASAH DINIYYAH TAKMILIYAH AWALIYAH DALAM MEMPERSIAPKAN PESERTA KALIGRAFI PORSADIN Alfurqan, Alfurqan; Syafei, Syafei; Wiza, Rahmi; Satrial, Ardi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.19861

Abstract

Abstrak: Masuknya kaligrafi pada Pekan Olah Raga dan Seni antar Diniyyah (Porsadin), mengharuskan MDTA memiliki guru yang mahir kaligrafi. Sementara guru MDTA Kota Solok belum memiliki keterampilan kaligrafi Porsadin. Tujuan pelatihan ini meningkatkan keterampilan guru dalam bidang kaligrafi, agar dapat membina peserta didiknya belajar kaligrafi yang dilombakan pada kegiatan Porsadin. Pelatihan ini dilakukan dengan metode ceramah, demonstrasi dan simulasi karya oleh peserta pelatihan. Mitra kegiatan ini guru MDTA Kota Solok sebanyak 20 orang. Untuk melihat pemahaman dan kepuasan peserta pelatihan dilakukan melalui google form. Hasil pelatihan ini dapat memberdayakan guru sebagai agen pembelajaran kaligrafi Porsadin pada MDTA yang mereka bina. Tahapan pelatihan yang dilakukan meliputi. (1) pemberian peralatan dan demonstrasi materi; (2) simulasi kaligrafi dan koreksi langsung (direct corection); serta (3) penugasan terbimbing. Kemampuan peserta menguasai teknis pembuatan kaligrafi Porsadin, diperoleh data 27% sangat setuju dan 73% mengatakan setuju, artinya rata-rata semua peserta memahami urutan kerja pembuatan kaligrafi Porsadin. Kemudian 87% peserta pelatihan dapat mengajarkan teknis kaligrafi Porsadin kepada peserta didiknya.Abstract: The existence of the calligraphy branch on the annual agenda of the Sports and Arts Week between Diniyyah (Porsadin), requires MDTA to have teachers who are proficient in calligraphy. Meanwhile, MDTA teachers in Solok City do not yet have calligraphy skills for Porsadin. The purpose of this training is to improve the ability of teachers in the field of calligraphy, so that they can foster their students to learn calligraphy which is contested at Porsadin activities. This training was conducted using lecture, demonstration and simulation methods by the trainees. The partners of this activity are MDTA teachers in Solok city, who were selected as many as 20 people. To see the participants' understanding and satisfaction during the training, a Google form questionnaire was used. The results of this training can empower MDTA teachers as agents of calligraphy learning in the MDTAs they foster. The training stages include. (1) provision of materials and equipment; (2) calligraphy demonstration and direct correction; and (3) guided assignments. The ability of the participants to master the technique of making Porsadin calligraphy, obtained data 27% strongly agreed and 73% said they agreed, meaning that on average all participants understood the sequence of work for making Porsadin calligraphy. Furthermore, 87% of the trainees could teach the technique of Porsadin calligraphy to their students.
Peningkatan Kapasitas dan Manajemen Guru TPQ Berantas Rendahnya Literasi al-Qur'an di Aur Duri, Surantih Kanus, Oktari; Halomoan , Halomoan; Rahmi Wiza; Rahmat Fauzi; Ahmad Saerozi; Nazwa Fitria Habibah
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 7 No 4 (2025): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v7i4.1395

Abstract

Permasalahan utama di Kenagarian Aur Duri, Kecamatan Surantih, Pesisir Selatan, adalah rendahnya literasi al-Qur'an yang dipicu oleh kualitas pembelajaran TPQ yang belum memadai. Guru-guru TPQ masih menerapkan proses pembelajaran yang sederhana dan kurang efektif, tanpa didukung media, kurikulum, dan bahan ajar yang terstruktur. Secara empiris, kondisi ini terkonfirmasi dari asesmen awal yang menunjukkan bahwa 75% guru belum memiliki kompetensi mengajar yang layak dan diperparah oleh ketiadaan lembaga manajemen yang menaungi perkumpulan guru TPQ di nagari tersebut. Menanggapi permasalahan ini, Program pengabdian masyarakat ini menyelenggarakan Pelatihan Peningkatan Kapasitas dan Manajemen Guru TPQ. Metode Kegiatan yang digunakan meliputi seminar, sesi praktik (simulasi mengajar), dan diskusi terfokus mengenai teknik pembelajaran al-Qur'an modern, penyusunan bahan ajar, serta perintisan struktur manajemen lembaga TPQ. Hasil dari kegiatan ini membuktikan peningkatan kompetensi guru secara signifikan. Peningkatan ini ditunjukkan dengan kenaikan rata-rata skor post-test sebesar 30 poin dan keberhasilan 90% peserta dalam menyusun rencana pembelajaran yang terstruktur. Selain itu, kegiatan ini berhasil meningkatkan kesadaran peserta mengenai urgensi pembentukan lembaga manajemen TPQ. Kesimpulan dari pengabdian ini adalah bahwa intervensi melalui pelatihan yang didukung data empiris merupakan strategi efektif untuk meningkatkan kualitas guru dan manajemen lembaga TPQ, yang menjadi fondasi utama untuk memberantas rendahnya literasi al-Qur'an di Kenagarian Aur Duri secara berkelanjutan.