Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pengembangan Kompetensi Kepribadian Guru Pendidikan Agama Islam Sebagai Role Model bagi Siswa Robi'ah, Robi'ah; Ulfa, Novia; Auni, Nursyavika
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol 4, No 1 (2025): June 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v4i1.6115

Abstract

Guru Pendidikan Agama Islam berperan krusial teruntuk mengembangkan karakter dan kepribadian siswa yang beriman serta berakhlak mulia. Kompetensi kepribadian pendidik PAI sangat krusial pada prosedur pembelajaran serta pembentukan karakter siswa. Artikel ini membahas tentang pengembangan kompetensi kepribadian pendidik PAI sebagai role model bagi peserta didik, serta strategi yang dapat digunakan untuk mengembangkan kompetensi kepribadian pendidik. Dengan mempunyai kompetensi kepribadian yang baik, pendidik PAI bisa menjadi contoh yang baik teruntuk siswa serta membantu mereka tumbuh menjadi individu yang berkualitas dan berakhlak mulia. Pengembangan kompetensi kepribadian pendidik PAI dapat dilakukan melalui pelatihan, refleksi diri, dan pembiasaan perilaku yang positif. Dengan demikian, pendidik PAI bisa menjadi role model yang efektif teruntuk siswa serta membantu mencapai tujuan pendidikan yang diharapkan.
Nilai-Nilai Pendidikan Islam dalam Tradisi Turun Tanah di Desa Deluk Kecamatan Bantan Kabupaten Bengkalis Ramadhan, Firly; Chanifudin, Chanifudin; Robi'ah, Robi'ah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya pemahaman masyarakat Desa Deluk mengenai nilai-nilai pendidikan Islam dalam tradisi Turun Tanah, serta minimnya penjelasan konkret terkait faedah dan nilai-nilai tersebut, sehingga muncul berbagai persepsi. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji proses pelaksanaan dan nilai-nilai pendidikan Islam dalam tradisi Turun Tanah di Desa Deluk, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui analisis data yang diperoleh dari observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Turun Tanah masih dilaksanakan hingga kini, terutama untuk anak berusia 7 bulan dalam kalender Jawa dan 8 bulan dalam kalender Masehi. Proses tradisi meliputi persiapan, pelaksanaan, doa bersama, dan makan bersama. Nilai-nilai pendidikan Islam yang terkandung dalam tradisi ini meliputi keimanan, doa, sedekah, syukur, silaturahmi, kebersamaan, tolong-menolong, dan gotong royong, yang semuanya merupakan bagian penting dari pelaksanaan tradisi Turun Tanah di masyarakat Desa Deluk.
Penerapan Nilai-Nilai Islam dalam Etika Profesi Kesekretariatan di Lembaga Pendidikan Islam Makmur, Makmur; Gusvita, Maisarah; Robi'ah, Robi'ah; Rahmawati, Dyah; Muslimin, Muslimin; Abdullah Aji, Yunita
Al-Fikrah Vol 14 No 1 (2025): Jurnal Al-Fikrah
Publisher : Institut Agama Islam Al-Aziziyah Samalanga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54621/jiaf.v14i1.1031

Abstract

The implementation of Islamic values in the professional ethics of secretarial work in Islamic educational institutions is a crucial aspect in establishing a professional work environment based on Islamic morality. This study aims to analyze the concept of Islamic values in professional ethics, its implementation in secretarial work within Islamic educational institutions, the challenges encountered, as well as the solutions and strategies for its reinforcement. The research method employed is a qualitative approach with a literature review as the primary source. The findings indicate that Islamic values, such as honesty, trustworthiness, responsibility, discipline, and professionalism, serve as the fundamental principles of professional ethics in secretarial work. The implementation of these values is evident in administrative, communication, and service aspects, all of which adhere to Sharia principles. However, several challenges exist in its application, including a lack of understanding of Islamic ethical concepts, the influence of modernization, and weak supervision systems. Therefore, effective strategies are needed, such as specialized training, a Sharia-based management system, and regulatory reinforcement, to strengthen the application of professional ethics based on Islamic values. With optimal implementation, the secretarial profession in Islamic educational institutions can operate professionally, with integrity, and contribute positively to the development of Islamic education.
Perkawinan Antara Orang yang Berlainan Agama Menurut Hukum Islam dan Hukum Positif Robi'ah, Robi'ah; Mulyani, Sri; Sumiyati, Sumiyati; Wahida, Nurul; Zulaiqah, Nur Alya
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol 3, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v3i2.7458

Abstract

Perkawinan berbeda agama menjadi fenomena yang kerap ditemukan di masyarakat Indonesia yang beragam, sehingga memunculkan persoalan yang cukup kompleks dari sudut pandang hukum Islam maupun hukum positif. Dalam kajian hukum Islam, pernikahan lintas agama dinilai dapat mengganggu keutuhan akidah, stabilitas rumah tangga, serta pembinaan ibadah dan pendidikan anak, sehingga mayoritas ulama memberikan larangan terhadap praktik tersebut. Adapun dalam hukum positif Indonesia, keabsahan perkawinan didasarkan pada aturan agama masing-masing calon mempelai, sehingga perkawinan beda agama sulit dicatat secara legal dan sering menimbulkan masalah administratif seperti ketidakjelasan status anak, hak waris, serta pencatatan sipil. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pandangan hukum Islam dan hukum positif Indonesia terkait pernikahan berbeda agama, serta menganalisis dampak yang timbul pada aspek sosial dan hukum. Data untuk penelitian ini diperoleh dari studi literatur yang komprehensif, meliputi buku-buku, artikel jurnal, dan berbagai rujukan akademik relevan lainnya. Adapun metode yang digunakan adalah kualitatif. Data dianalisis melalui proses membaca, memilah, dan mendeskripsikan temuan untuk menghasilkan kesimpulan ilmiah yang komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hukum Islam menegaskan larangan pernikahan beda agama demi menjaga keharmonisan akidah dan praktik keagamaan dalam keluarga. Di sisi lain, hukum positif Indonesia secara tidak langsung membatasi praktik tersebut melalui regulasi pencatatan dan persyaratan agama. Namun, adanya celah peraturan serta sejumlah putusan pengadilan menimbulkan polemik di masyarakat dan mengakibatkan ketegangan antara norma agama, hak individu, dan kebutuhan administrasi negara.