Claim Missing Document
Check
Articles

Persepsi Siswa Miskin mengenai Perilaku Siswa Kaya di Sekolah Setianingsih, Tutut -; Martono, Nanang; Puspitasari, Elis
Jurnal Dinamika Sosial Budaya Vol. 25 No. 2 (2023): Desember (2023)
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jdsb.v25i4.7205

Abstract

Tulisan ini menggambarkan persepsi siswa miskin mengenai perilaku siswa kaya di sekolah. Siswa kaya di lingkungan sekolah unggulan memiliki perilaku yang berbeda dan memiliki stereotip negatif di masyarakat seperti gaya hidup yang mewah dan prestasi yang tinggi akibat modal yang dimiliki. Stereotip tersebut tidak sepenuhnya benar. Siswa kaya dan miskin di dalam sekolah memiliki berbagai perbedaan terkait habitus dan kebiasaan. Mereka juga melakukan interaksi yang kemudian memunculkan persepsi dari siswa miskin mengenai perilaku siswa kaya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan studi pustaka dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukan bahwa interaksi siswa miskin dan kaya disekolah, habitus yang dilakukan siswa kaya, dan pengalaman yang dialami siswa miskin menimbulkan berbagai persepsi positif dan negatif mengenai perilaku siswa kaya. Persepsi positif meliputi perilaku siswa kaya yang memiliki sikap rajin belajar dan persepsi negatif meliputi siswa kaya yang suka melakukan gaya hidup mewah serta berperilaku dehumanisme terhadap siswa miskin.
Hubungan dukungan keluarga dan persepsi kesuksesan dengan motivasi berprestasi siswa SMA Negeri 1 Harapan Cemerlang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah Nurrokhmah, Wulan; Martono, Nanang; Kurniawan, Agung; Puspitasari, Elis
SOSIOHUMANIORA: Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 11 No 1 (2025): February 2025
Publisher : LP2M Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/sosio.v11i1.18173

Abstract

This study explains the relationship between family support and perceived success with high school students' achievement motivation. The method used was a survey in one of the high schools in Banyumas. The population was 715 students from tenth and eleventh grade. In this study, the sample amounted to 392 students who were determined using simple random sampling technique. The results revealed that the Kendall's tau correlation value on the family support variable was 0.13 with a significance value of 0.05. Meanwhile, the perceived success variable showed a Kendall's tau correlation value of 0.28 with a significance value of 0.01. These results indicate a positive relationship between family support and achievement motivation and a positive relationship between perceived success and achievement motivation. The ability of families to provide support can increase children's potential to achieve and achieve success. When parents provide optimal support, it can increase children's achievement motivation because children feel fully supported and valued. On the other hand, perceptions of success also contribute to increasing students' achievement motivation. The perception of success that students believe can provide encouragement to develop their potential so that it has implications for increasing student achievement motivation.
Perilaku Menyontek di Purwokerto: Studi Kuantitatif Perbandingan Perilaku Menyontek pada Siswa SMA Berbasis Umum dan Agama Nafis, Aulia Hakqi; Martono, Nanang; Rizkidarajat, Wiman
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 4 No 2 (2024): JUPIN Mei 2024
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.354

Abstract

Perilaku menyontek masih menjadi permasalahan di lembaga pendidikan. Fenomena perilaku menyontek ini mengindikasikan masih terdapat keabsenan sekolah dalam mewujudkan tujuan lembaga pendidikan yang berintegritas. Penelitian ini berupaya mengidentifikasi pengaruh stigmatisasi yang diberikan kepada laki-laki dan perempuan terhadap perilaku menyontek pascapandemi Covid-19. Serta, mengkomparasikan pengaruh jenis sekolah terhadap perilaku menyontek. Metode penelitian yang digunakan adalah survei. Peneliti mengambil 313 (15% dari populasi) responden berasal dari SMA berbasis umum dan SMA berbasis agama di Purwokerto dengan menggunakan teknik sampling proportionate stratified random sampling. Analisis data menggunakan tabel silang dan Chi Kuadrat K sample. Hasil penelitian menunjukkan hasil nilai Chi Square adalah dengan 2.189 Asymp. Sig. 0.139 >  0.05, nilai Asymp.Sig. menunjukkan hasil yang lebih besar dibandingan dengan nilai : 0.05. Maka dapat disimpulkan, tidak ada perbedaan signifikan antara siswa laki-laki dan perempuan dalam melakukan perilaku menyontek. Sementara, hasil nilai Chi Square adalah 3.518 dengan nilai Asimp. Sig sebesar 0.061 yang akan dibandingkan dengan nilai  : 0.1. Terlihat nilai Asimp. Sig 0.061 > 0.10, dapat disimpulkan terdapat pengaruh signifikan antara jenis sekolah dengan perilaku menyontek. Artinya, penelitian ini membuktikan bahwa SMA berbasis agama dan SMA berbasis umum memiliki perbedaan yang signifikan. Hasil penelitian menunjukkan SMA berbasis umum mendominasi perilaku menyontek yang terjadi saat mengerjakan ujian dibandingkan dengan SMA berbasis agama.
Hubungan antara Interaksi Sesama Teman dan Tingkat Keagamaan dengan Motivasi Prestasi Akademik Siswa: Hubungan antara Interaksi Sesama Teman dan Tingkat Keagamaan dengan Motivasi Prestasi Akademik Siswa Alfiana Meyla Putri; Nanang Martono; Elis Puspitasari; Agung Kurniawan
Jurnal Sosiologi Nusantara Vol 10 No 2 (2024): Vol 10 No.2
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jsn.10.2.216-239

Abstract

This study explains the relationship between peer interaction and religiosity level with student achievement motivation. This research was conducted using the survey method at SMA Negeri 1 Wangon. The population of this study were X and XI grade students totalling 715 students. Sampling using simple random sampling technique. The number of samples in this study were 392 students (52% of the total population). The results showed that the correlation value of Kendall's tau on the peer interaction variable was 0.270 with a significance value of 0.05. While the level of religiosity variable shows the correlation value of Kendall's tau of 0.315 with a significance value of 0.05. Based on the results of the study, there is a positive relationship between peer interaction and achievement motivation and a positive relationship between religiosity level and achievement motivation. Students‘ social interactions with peers can increase students achievement motivation. Peers provide social support to students to achieve, thus encouraging students to increase their achievement motivation. Meanwhile, the level of religiosity can also increase students' achievement motivation. Religiosity that provides positive values for students can increase student achievement motivation.
Socioeconomic factors associated with divorce rates in Indonesia: Education, Employment, and Poverty Fatimah, Olivia Nur; Lestari, Soetji; Martono, Nanang
SOSIOHUMANIORA: Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 12 No 1 (2026): February 2026
Publisher : LP2M Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/sosio.v12i1.20822

Abstract

Divorce is a social phenomenon that remains one of the most important issues in the world, including in Indonesia. Some residents in Indonesia experience divorce. Data on divorces reported by BPS in 2024 shows that the divorce rate varies in each province. This phenomenon of divorce is caused by several underlying factors. This study aims to analyze the factors that influence divorce, such as average length of schooling, female labour force participation rate, unemployment rate in a region, and percentage of poor people. This study uses quantitative secondary data analysis methods. The data was analysed using product moment correlation calculations. The variables analyzed were the divorce rate; average length of unschooling; female labour force participation rate; unemployment rate; and percentage of poor population. Based on the research results, it shows a positive relationship between average years of schooling and divorce rates; there is a positive relationship between female labor force participation rates and divorce rates; there is a positive relationship between unemployment rates and divorce rates; and there is a positive relationship between the percentage of poor population and divorce rates.
PERSEPSI GENERASI Z TERHADAP PENGHITUNGAN WETON DALAM PERNIKAHAN ADAT JAWA DI KECAMATAN CIMANGGU, CILACAP, JAWA TENGAH Wiyasri, Megi; Martono, Nanang; Dasuki, Niken Paramarti
SOSIOLOGI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Sosial dan Budaya Vol. 27 No. 2 (2025): SOSIOLOGI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Sosial dan Budaya
Publisher : Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/sosiologi.v27i2.1837

Abstract

The tradition of calculating weton in Javanese customary marriages remains a cultural practice that endures amid modernization. This study aims to describe the perceptions of generation Z in Gumilang Village regarding the tradition of calculating weton in Javanese customary marriages. This research uses a qualitative method. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The sampling technique employed purposive sampling. Data analysis was conducted using an interactive analysis method, which includes stages of data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study show that informants who trust in weton calculation are motivated by obedience to their parents and respect for customary traditions. Conversely, informants who choose not to believe in weton calculation consider it irrational and unrelated to their marital destiny. These findings indicate that the beliefs of generation Z today represent their compliance with parental authority, rather than being based on consciously held individual beliefs. Theoretically, these findings affirm that power (authority) serves as a strategy to preserve beliefs that have been passed down through generations.
Hubungan Tingkat Religiusitas dan Persepsi Penegakan Tata Tertib Sekolah dengan Tingkat Kedisiplinan Siswa SMA di Banyumas Putri, Adinda Triani Rahma; Martono, Nanang; Puspitasari, Elis; Kurniawan, Agung
Journal of Science and Education Research Vol. 5 No. 1 (2026): Journal of Science and Education Research
Publisher : Yayasan Pendidikan Insan Mulia Utan Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62759/jser.v5i1.335

Abstract

Kedisiplinan merupakan aspek penting dalam pembentukan karakter dan keberhasilan akademik siswa. Namun, faktanya Indonesia masih termasuk negara yang memiliki tingkat kedisiplinan rendah. Terdapat beberapa faktor yang berhubungan dengan tingkat kedisiplinan siswa seperti religiusitas dan persepsi terhadap tata tertib. Religiusitas membentuk nilai moral dan kontrol diri siswa, sedangkan persepsi terhadap penegakan tata tertib memengaruhi bagaimana mereka menerima dan menaati aturan. Kedua faktor ini berperan bersama dalam pembentukan kedisiplinan siswa di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan hubungan religiusitas dan persepsi terhadap penegakan tata tertib dengan kedisiplinan siswa SMA di Banyumas. Metode yang digunakan adalah survei dengan sampel 189 dari jumlah populasi sebanyak 360 siswa kelas XI salah satu SMA di Banyumas yang ditentukan melalui rumus Slovin dengan margin error 5%. Data didapatkan melalui hasil kuesioner, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan uji statistik Korelasi Tau Kendall. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, religiusitas memiliki hubungan positif dengan tingkat kedisiplinan siswa (r = 0,219; sig. 0,000) serta antara persepsi terhadap tata tertib dengan kedisiplinan siswa (r = 0,160; sig. 0,006), meskipun kekuatannya lemah. Temuan ini menegaskan bahwa semakin tinggi tingkat religiusitas siswa dan semakin positif persepsi mereka terhadap tata tertib, semakin tinggi pula tingkat kedisiplinannya. Dengan demikian, pembentukan disiplin siswa tidak hanya ditentukan faktor internal berupa religiusitas, tetapi juga oleh faktor eksternal berupa persepsi terhadap penegakan tata tertib yang adil dan konsisten.
Pengalaman Sosial Lansia dalam Pembentukan Makna Kebahagiaan: Studi Kualitatif di Panti Sahita Mulya Permatasari, Sri Metaria; Lestari, Soetji; Martono, Nanang
Jurnal Ilmu Sosial Humaniora Indonesia Vol 5 No 2 (2025): JISHI - Desember 2025
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jishi.346

Abstract

Jumlah lansia semakin meningkat setiap tahunnya. Hal itu menjadi persoalan ketika jumlah lansia lebih banyak daripada usia produktif. Lansia dianggap beban dan keputusan keluarga memasukan lansia ke panti juga dianggap wujud penelantaran. Penelitian ini ingin menunjukkan bahwa terdapat lansia yang merasa lebih bahagia ketika tinggal di panti. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengalaman sosial lansia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Metode pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan penentuan informan menggunakan teknik purposive sampling.  Analisis data dilakukan menggunakan analisis interaktif, melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa latar belakang keluarga memasukan lansia ke panti dipengaruhi oleh kondisi keluarga, kesehatan fisik dan mental yang membutuhkan perawatan intensif, serta ketiadaan keluarga inti. Lansia juga berhasil menemukan apa yang mereka sukai dan mampu memaknai hidupnya di panti. Lansia tetap bahagia dan mampu beradaptasi. Lansia menerima perubahan hidupnya, menjalankan aktivitas di panti, berbagi cerita dengan penghuni panti dan mampu memenuhi eksistensi diri. Dengan demikian, lansia terbebas dari perasaan terisolasi, keterasingan sosial, dan kurangnya akses layanan kesehatan. Lansia juga berhasil memaknai hidupnya di panti. Temuan ini berkontribusi untuk memperkaya kajian sosiologi keluarga untuk mengubah stigma negatif panti wredha menjadi ruang sosial yang adaptif bagi lansia.
Hubungan Jenis Kelamin Dan Penggunaan Media Sosial Dengan Perilaku Narsistik Remaja Oca Salsa Kasalina; Nanang Martono; Try Rini Widyastuti
Jurnal Neo Societal Vol. 9 No. 2 (2024): Edisi April 2024
Publisher : Universitas Halu Oleo (UHO)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to explain the relationship between sex and social media use on narcissistic behavior of high school adolescents in Banyumas. The study used a survey method conducted at SMAN 1 Ajibarang, Banyumas, Central Java. The total population of the school is 1,217 students. The sample is taken using a simple random sample method; The number of samples is determined by the Slovin formula, so the number of samples is 302 students. The results of this study showed that based on the Chi-Squared test with a significance level (0.05) showed a result of 0.437; This means that p (0.437) > sig (0.05). Thus, it can be concluded that gender is not the main factor influencing narcissistic behavior. The second result showed that based on the Tau Kendall Correlation Test showed a positive relationship between the intensity of social media use and adolescent narcissistic behavior (p = 0.00 < 0.05). That is, the higher the intensity of adolescents in using social media, the tendency to behave narcissistically also increases. Proper education about the risks and benefits of social media use can also help teens develop healthy use skills and positive behaviors online.  
HUBUNGAN LITERASI MEDIA DAN RELIGIUSITAS DENGAN PERSEPSI SISWA SMA DI KABUPATEN GARUT MENGENAI LGBT Muthia Arliza Salsabila; Nanang Martono; Elis Puspitasari
Jurnal Neo Societal Vol. 9 No. 4 (2024): Edisi Oktober
Publisher : Universitas Halu Oleo (UHO)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemahaman isu LGBT di kalangan siswa SMA menjadi hal krusial yang harus dikaji dari perspektif sosiologis. Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan hubungan antara literasi media dan religiusitas dengan persepsi siswa SMA mengenai LGBT. Penelitian menggunakan metode kuantitatif, pengumpulan data diperoleh dengan menyebarkan kuesioner yang dilakukan di SMAN 11 Garut dan SMA Bina Nusa Purwajaya. Sampel diambil dengan metode disproportional random sampling , total jumlah sampel yang diambil berjumlah 170 responden. Data dianalisis menggunakan uji korelasi kendall's tau . Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara literasi media dan religiusitas siswa dengan persepsi siswa mengenai LGBT. Berdasarkan hubungan kedua variabel persepsi responden tersebut terhadap LGBT cenderung negatif. Artinya literasi media dan religiusitas berkontribusi dalam pembentukan persepsi responden mengenai LGBT.
Co-Authors Abd. Rasyid Syamsuri Achsan, Ibnu Adinda Triani Rahma Putri Agung Kurniawan Agung Kurniawan Aldri Frinaldi Alfiana Meyla Putri Amalia Nur Ramadhani Apriliani, Adelia Apriyanti, Siti Arif Darmawan Arlina, Dyah Nur Aurellia, Alya Nisa' Ayuningsih, Iis Baharuddin, Nalfaridas Elis Puspitasari Elis Puspitasari Elsa Novi Pravitriani endang Dwi Sulistyoningsih, endang Dwi Fatimah, Olivia Nur Febrianti, Laetare Clara Febryanti, Mirna FX Wardiyono Wardiyono Gandarukmi, Mijil Sekar Hadiraharjo, Muhamad Dwidyandra Handika, Pamungkas Haura Sabitta Zikra Loen Hepi Nursela Herni Yulianti Imam Santosa Indratno, Geisella Purnamaputri Insannia, Rumaisha Cahaya Ishfa Nur Azizah Isnania, Rahma Kintan Putri Salsabiil Kusuma, Andhika Raka Kusuma, Lisa Dwijaya Laila Sabrina Layli Triana Lestari, Soetji Lisnawati Lisnawati Lisnawati Lisnawati Luhjingga Panasari Urbaningrum Maharani, Aulia Putri Manziz, Ilham Marlinah, Titi Maulida, Maliha Binta Mawarni, Gina Putri Mentari, Tania Ridi Putri Mintarti Mintarti Mintarti Mintarti Mintarti Mintarti, Mintarti Muthia Arliza Salsabila Nabilla Khansa Naura Nabilla Khansa Naura Nafa Izah Nafa Izah Nafis, Aulia Hakqi Naura, Nabilla Khansa Niken Paramarti Dasuki Noviana, Zein Kharisma Yogi Nugraheni, Rakhma Nur Ramadhani, Amalia Nurhikmah, Nazilah Nurokhmah, Wulan Nurrokhmah, Wulan Nurul Hidayati Oca Salsa Kasalina Olivia Nur Fatimah Pamekas, Anggraitha Widya Cahyaningrum Pangesti, Shinta Maulidya Permata Indah Sari Permatasari, Sri Metaria Pingkan Zahra Azizah Prasetyoningsih, Tri Wahyu Setiawan Pravitriani, Elsa Novi Primadata, Ankarlina Pandu Putri, Adinda Triani Rahma Putri, Amanda Nurmala Radite, Nabila Dian Rahayu, Retno Sri Rahma Isnania Rahma Isnania Rajabani, Alissa Zakiah Rakhma Nugraheni Ramadhani, Amalia Nur Ratna Dewi Ratna Dewi Rinaningsih Rinaningsih Riyanti, Salwa Sabita Alya Siti Azahra Sabrina, Laila Safitri, Annisa Aulia Salma, Nisrina Dheya Salsabila, Nike Rifda Salsabilla Retno Sedah Mirah Murcahyaningrum Setianingsih, Tutut - Shafara, Adiva Putri Shinta Dewi Agustina Shinta Julianti Sintia Margani Siti Murtafiah Suci Ramadhani, Suci Sulyana Dadan Syamsiar, Syamsiar Tri Rini Widyastuti Tri Rini Widyastuti Triana, Layli Try Rini Widyastuti Tyas Retno Wulan Umami, Zahratul Urbaningrum, Luhjingga Panasari Urip Tri Wijayanti Utama, Rifa'i Setia Vina Octaviani Viona, Riyani Lintang Wahyuni, Elsya Wardhana, Ivan Satria Wibisono, Sentot Satrio Wiman Rizkidarajat Wiyasri, Megi Xielfa, Balqist Maghfira Zahrah, Vidya Lathifa