Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Peningkatan Kapasitas Dosen Penasehat Akademik (PA) melalui Pelatihan Asesmen Permasalahan Mahasiswa untuk Mengembangkan Resiliensi Harum, Akhmad; Zulfitrah, Zulfitrah; Mutahara B, Nurul; Saleh, Wizerti Ariastuti; Asti, A. Sri Wahyuni
Ininnawa : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): Vol. 4 No. 1 (2026): Volume 04 Nomor 01 (Mei 2026)
Publisher : Program Studi Manajemen FEB UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/bn67rr92

Abstract

Mahasiswa rentan menghadapi berbagai tekanan akademik dan non-akademik yang berisiko menurunkan performa belajar. Dalam menghadapi dinamika tersebut, resiliensi mahasiswa perlu dibangun melalui dukungan ekosistem kampus, terutama oleh Dosen Penasehat Akademik (PA). Sayangnya, optimalisasi peran Dosen PA seringkali terkendala oleh minimnya keterampilan dalam mendeteksi dan merespons permasalahan psikologis dasar mahasiswa. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas Dosen Penasehat Akademik dalam melakukan asesmen permasalahan mahasiswa guna memfasilitasi pengembangan resiliensi secara optimal. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan Participatory Action Learning berupa pemaparan materi, studi kasus, simulasi, dan role-playing. Kegiatan ini melibatkan 60-80 peserta yang merupakan Dosen PA di lingkungan Universitas Negeri Makassar (UNM) yang terbagi perwakilan pada setiap Fakultas yang dilaksanakan pada tanggal 19 September 2025. Kegiatan ini merupakan salah program kerja Unit Penunjang Akademik (UPA-BK) UNM yang bertanggung jawab atas pelatihan ini. Pelatihan dimulai dengan pembahasan kebijakan penasehat akademik, urgensi asesmen permasalahan mahasiswa, studi kasus masalah mahasiswa, aktivitas role playing berupa pohon kasus dan problem mapping serta refleksi & follow up. Hasil pelaksanaan pengabdian menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan praktis para dosen dalam mengidentifikasi masalah mahasiswa secara dini. Melalui metode role-playing dan simulasi kasus, Dosen PA mampu mempraktikkan teknik komunikasi empatik serta konseling dasar dengan tingkat kepercayaan diri yang lebih baik. Pelatihan ini efektif membekali Dosen PA untuk menjadi pendamping yang responsif dalam memperkuat resiliensi akademik mahasiswa
Designing an Authentic Assessment-Based Non-Test Evaluation Model for Assessing Cognitive and Social Growth of Children with Special Needs Machmud, Muhammad Takwin; Manjani, Nurhudayah; Setiawan, Anugrah; Mukhlisa, Nurul; Zulfitrah, Zulfitrah; Pansri, Omthajit; Afifah, Fadjaryah; Sitepu, Jenneri Arbinto Toraja
PAEDAGOGIA Vol 29, No 1 (2026): PAEDAGOGIA Jilid 29 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/paedagogia.v29i1.109764

Abstract

Children with special needs face unique challenges in learning and assessment, and traditional test-based methods often fail to capture their full cognitive and social abilities. This research aims to design and validate a non-test evaluation model based on authentic assessment principles to measure the cognitive and social development of children with special needs. Using a Research and Development (R&D) approach guided by Richey and Klein’s model, the study proceeded through three phases: model development, expert validation, and implementation. Data were collected through expert validation sheets and perception questionnaires involving teachers, therapists, and parents, analyzed both qualitatively and quantitatively. The validation results showed that the developed model achieved a “very valid” category across all indicators, demonstrating strong theoretical grounding, practical relevance, and contextual suitability. Respondent perceptions were predominantly positive, with 80% agreeing on the model’s clarity, usefulness, and applicability in inclusive educational settings. The model effectively integrates real-life contexts and interdisciplinary collaboration, providing a holistic framework for assessing both cognitive and social growth. In conclusion, this authentic, non-test-based model offers a practical and inclusive alternative for evaluating children with special needs, bridging the gap between assessment theory and classroom practice.