Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

PENGARUH STATUS GIZI TERHADAP KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DI DAERAH ENDEMIK MALARIA KOTA BENGKULU Aguscik, Aguscik; Ridwan, Ridwan
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 14 No 2 (2019): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jpp.v14i2.417

Abstract

Latar Belakang: Status gizi adalah keadaan tubuh sebagai akibat konsumsi makanan dan penggunaan zat-zat gizi yang dapat dibedakan antara gizi buruk, kurang baik dan lebih. Status gizi dan tingkat anemia ibu khususnya pada ibu hamil mempunyai peranan penting bagi pertumbuhan janin dalam kandungan. Status gizi pada ibu hamil dapat dijabarkan dengan pengukuran LILA di daerah endemik malaria, adanya malaria sering tumpang tindih dengan kejadian gizi buruk pada ibu hamil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara status gizi dengan tingkat anemia pada ibu hamil di Daerah endemik malaria Kota bengkulu. Metode: Penelitian dilakukan dengan desain penelitian cross sectiona dan teknik pengambilan sampel Accidental Sampling. Jumlah sampel 40 ibu hamil yang merupakan total populasi. Data diuji denganShapiro-Wilk. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa status gizi (LILA) ibu hamil rata-rata 21,54 ±0,884(berisiko), ibu hamil menderita KEK 60% dan yang tidak beresiko KEK 40% dimana pvalue 0,003. Keseimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara status gizidengan tingkat anemia pada ibu hamil di daerah endemik malaria, kota Bengkulu.
KADAR ZINC DAN KADAR IGF-1 SERUM PADA ANAK SEKOLAH DASAR DI KECAMATAN TUAH NEGERI KABUPATEN MUSIRAWAS Flora, Rostika -; Zulkarnain, Mohammad -; Fajar, Nur Alam; Faisa, Achmad Fickry; Nurlaili, Nurlaili -; Ikhsan, Ikhsan -; Slamet4, Samwilson -; Tanjung, Risnawati -; Aguscik, Aguscik -
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 16 No 1 (2021): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jpp.v16i1.667

Abstract

Latar belakang: Zinc merupakan salah satu mikronutrien penting yang dibutuhkan oleh tubuh. Rendahnya zinc dalam tubuh akan menghambat efek metabolit hormon pertumbuhan atau GH, sehingga sintesis dan sekresi Insulin Like Growth Factor 1 (IGF-1) berkurang dan berdampak terhadap reterdasi pertumbuhan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kadar zinc serum dan kadar IGF-1 serum pada anak Sekolah Dasar di Kecamatan Tuah Negeri Kabupaten Musi Rawas. Metode: Desain penelitian ini adalah cross sectional, dengan sampel anak Sekolah Dasar usia 7-13 tahun. Sampel berjumlah 79 orang yang diambil secara random. Dilakukan pengukuran status gizi berdasarkan TB/U dan pengambilan darah untuk pengukuran kadar Zn dan IGF-1 serum. Adapun data karakteristik sampel diperoleh melalui kuesioner, sedangkan pengukuran kadar Zn dan IGF-1 serum dilakukan dengan metode ELISA. Selanjutnya data dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil: berdasarkan pengukuran status gizi didapatkan 19 (24%) anak mengalami stunting dan 60 (76%) anak memiliki status gizi normal. Pada anak stunting 89.5% mempunyai kadar Zn yang rendah dan 78.9% mempunyai kadar IGF-1 yang rendah. Hasil analisis bivariat didapatkan p=0.017 dan PR=5.667 untuk hubungan antara status gizi dan kadar Zn serum; p=0.000 dan PR=8.983 untuk hubungan antara kadar Zn serum dengan kadar IGF-1 serum. terdapat hubungan yang bermakna antara status gizi dengan kadar Zn serum dan kadar Zn serum dengan IGF-1 serum. Kesimpulan: Anak yang mengalami stunting beresiko 5.667 kali mempunyai kadar Zn yang rendah dan anak dengan kadar Zn serum yang rendah beresiko 8.983 kali mempunyai kadar IGF-1 serum yang rendah juga. Zn dan IGF-1 diperlukan dalam proses pertumbuhan anak. Perlunya edukasi kesehatan tentang pentingnya asupan zinc pada orang tua, agar kebutuhan Zn pada anak dapat terpenuhi.
Serum calcium as a candidate marker in detecting stunting in toddler Flora, Rostika; Zulkarnain, Mohammad; Febri, Fatmalina; Yuliana, Indah; Tanjung, Risnawati; Martini, Sri; Aguscik, Aguscik
Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia (Indonesian Journal of Nutrition and Dietetics) VOLUME 12 ISSUE 4, 2024
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/ijnd.2024.12(4).306-311

Abstract

Background: Monitoring the nutritional status of toddlers is a very important thing to do. Calcium is one of the blood parameters that can be assessed, because calcium deficiency will affect the child's linear growth. So far, monitoring of nutritional status is only based on anthropometry and is not followed by assessment of blood parameters. Objectives: This study aims to measure serum calcium levels as a candidate marker in detecting stunting in toddlers. Method: The design of this research is cross sectional with 62 samples of toddlers aged 2-5 years. Data on sample characteristics was obtained through a questionnaire, as for serum calcium levels measurement, venous blood samples were taken and measured with the colorimetric method. The incidence of stunting is obtained based on TB/U measurements and Z-score was calculated using Anthro 1.02 software. Data were then analyzed univariately (frequency distribution) and bivariately (independent t-test and chi-square) using SPSS version 22. Results: Based on anthropometric measurements, it was found that 21 (33.9%) toddlers had stunting, 28 (45.1%) toddlers had low Serum calcium levels and the majority of toddlers (54.9%) had normal serum calcium levels. There was no significant difference (p=0.989) in mean serum calcium levels between stunting and non-stunting toddlers (1.961 ± 0.223 µq/dL vs 1.960 ± 0.175 µq/dL). Bivariate results also showed that there was no significant relationship (p=0.414) between serum calcium levels and the incidence of stunting. Conclusion: Measuring serum calcium levels cannot be used as a candidate marker for detecting stunting in toddlers. Further research is needed with a larger number of samples and measurements of various parameters related to calcium balance.
ANALISIS SISTEM KEPERCAYAAN FAMILY RESILIENCE PADA ORANG TUA YANG MEMILIKI BALITA STUNTING Muhammad Cholil Munadi; Rostika Flora; Mohammad Zulkarnain; Nur Alam Fajar; Indah Yuliana; Risnawati Tanjung; Sri Martini; Aguscik Aguscik
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 13 (2022): Supplementary 1
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v13i0.789

Abstract

Latar Belakang: Kondisi perkembangan anak yang tidak sesuai harapan dapat menjadi sebuah stresor bagi orang tua. Stunting merupakan salah satu kondisi permasalahan tumbuh kembang anak. Untuk mengatasi stresor tersebut, orang tua butuh respon keluarga untuk mengatasinya. Bagaimana respon keluarga dalam menghadapi situasi sulit tersebut disebut dengan family resilience. Dalam konsep family resilience, sistem kepercayaan merupakan salah satu upaya intervensi dan pencegahan permasalahan dalam keluarga salah satunya stunting. Penelitian ini bertujuan Untuk menganalisis domain sistem kepercayaan family resilience pada orang tua yang memiliki balita stunting di Kabupaten Muaro Jambi.Metode : Penelitian Kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dengan menggunakan metode wawancara mendalam, Focus Group Discussion dan observasi. Analisis data yang digunakan adalah analisis taksonomi. Validitas data menggunakan metode triangulasi. Informan pada penelitian ini sebanyak 18 orang tua yang memiliki balita stunting di Kabupaten Muaro Jambi.Hasil: Berdasarkan hasil penelitian pada domain sistem kepercayaan diketahui bahwa hampir semua orang tua dan keluarga balita stunting di Kabupaten Muaro Jambi memaknai stunting sebagai tantangan yang harus diatasi bersama. Pandangan positif dari keluarga dapat menciptakan transendensi pada keyakinan, sehingga menghasilkan resilience yang kuat dalam mengatasi permasalahan. Konstruk kepercayaan yang positif, bahwa kejadian stunting yang dialami balita mereka merupakan suatu tantangan yang harus diatasi bersama dapat menciptakan resilience yang lebih kuat.Kesimpulan: Peran sistem kepercayaan pada family resilience membantu para keluarga balita stunting di Kabupaten Muaro Jambi dalam memaknai stunting sebagai cobaan dan transendensi yang harus diatasi bersama, sehingga dapat menciptakan pandangan positif dengan keyakinan yang menghasilkan ketahan lebih baik dan lebih fokus dalam mengatasi permasalahan stunting.
PENERAPAN MANAJEMEN NUTRISI PADA ASUHAN KEPERAWATAN DIABETES MELITUS TIPE II DENGAN MASALAH KEPERAWATAN DEFISIT NUTRISI Lukman, Lukman; Aguscik, Aguscik; Agustin, Venny Atmara
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 8, No 1: Februari 2023 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v8i1.984

Abstract

Latar belakang: Penyakit Diabetes Mellitus Tipe II merupakan penyakit yang membutuhkan manajemen nutrisi yang baik, ketidakpatuhan dalam diet dan pola makan akan mengakibatkan ketidakstabilan glukosa di dalam darah. Tujuan: Membandingkan kedua masalah asuhan keperawatan Diabetes Mellitus Tipe II kedua pasien dengan intervensi utama manajemen nutrisi dengan masalah keperawatan defisit nutrisi. Metode: Jenis penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan studi kasus untuk mengeksplorasi masalah asuhan keperawatan pasien Diabetes Mellitus Tipe II dalam pemenuhan kebutuhan nutrisi. Subjek dalam studi kasus ini dua pasien dengan inisial Ny.Z yang berusia 39 tahun dan pasien kedua dengan inisial Ny.A yang berusia 67 tahun, Asuhan keperawatan dilakukan diruang penyakit dalam disalah satu rumah sakit Swasta kota Palembang. Sedangkan proses pengambilan asuhan keperawatan dari tanggal 09 s/d 14 Maret 2021. Analisa data yang digunakan dalam studi kasus ini adalah analisis deskriptif yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan data yang terkumpul untuk membuat suatu kesimpulan yang disajikan secara tekstular/narasi. Hasil: Berdasarkan hasil pengkajian yang dilakukan pada pasien 1 yang berumur 39 tahun dengan berat badan 47 kg dan IMT 18,3 dan pada pasien 2 yang berumur 67 tahun dengan berat badan 48 kg dan IMT 18,7 didapatkan data adanya masalah defisit nutrisi pada kedua pasien dengan diagnosa medis DM Tipe II. Setelah diberikannya implementasi berupa indetifikasi status nutrisi (IMT), tindakan oral hygiene, dan edukasi diet DM didapatkan bahwa maslah defisit nutrisi pada pasien teratasi ditandai dengan kenaikan BB dan IMT selema dilakukannya implementasi keperawatan. Saran: diharapakan ada jadwal terapi nutrisi terpadu yang terinteritas antara perawat, ahli gizi dan keluarga untuk mencegah tidak terjadi deficit nutrisi.Kata kunci: Manajemen Nutrisi, Diabetes Mellitus Tipe II, Defisit Nutrisi, Asuhan Keperawatan
Edukasi Kesehatan Fisik dan Mental tentang Manfaat Vitamin dari Buah dan Sayuran terhadap Tubuh di Panti Asuhan Kota Palembang Mangunsong, Sonlimar; Simamora, Sarmalina; Puspitasari, Lia; Aguscik, Aguscik
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (ABDIKEMAS) Vol 7 No 1 (2025): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (ABDIKEMAS
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Politeknik Kesehatatan Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/j.abdikemas.v7i1.2823

Abstract

This Community Service Activity (Pengabmas) aims to improve the welfare and quality of life of children in orphanages through social service activities. The program includes providing aid for basic needs, health education, and psychosocial activities aimed at enhancing the mental and social wellbeing of the children in the orphanage. The method used in this activity is a participatory approach involving the residents of the orphanage, the management, and volunteers to ensure the sustainability of the program. The results show that providing aid and health education has a positive impact in raising awareness of healthy living habits and the welfare of the children. The evaluation of this activity indicates that the sustainability of the program can be improved through collaboration with various parties, including the government and the private sector.
Virtual Reality App (SI-VIGUR) to Improve Sleep Quality among Older Adults in Nursing Homes Martini, Sri; Aguscik, Aguscik; Farama, Dodi Aflika; Somad, Abdul; Hartati, Sri
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 6 No S5 (2024): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v6iS5.4909

Abstract

Sleep disturbances are common among older adults, especially those residing in nursing homes, and can significantly affect their quality of life and overall well-being. Non-pharmacological interventions, such as guided imagery and virtual reality (VR), have shown promise in improving sleep quality by promoting relaxation and reducing cognitive arousal. The SI-VIGUR (Virtual Reality Guided Imagery) app combines VR technology with guided imagery to offer a therapeutic solution for improving sleep in older adults. This study aimed to evaluate the effectiveness of the SI-VIGUR VR app in improving sleep quality among older adults in nursing homes. This study aimed to evaluate the effectiveness of the Virtual Reality Guided Imagery (SI-VIGUR) application in improving sleep quality among older adults in nursing homes in Palembang City, South Sumatra, Indonesia, in 2024. Using a quasi-experimental design with pre- and post-tests, 80 participants aged 60 or older with sleep disturbances were selected. They received 15-minute SI-VIGUR sessions three times a week for 1 months. Sleep quality was measured using the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Participants in the experimental group showed a significant improvement in sleep quality, as evidenced by a decrease in their PSQI scores (from 14.20 ± 1.86 to 7.31 ± 2.81). The intervention group demonstrated a marked reduction in poor sleep quality, with a higher percentage of individuals reporting fair or good sleep quality after the intervention compared to before. These findings were statistically significant (p = 0.0001), confirming the effectiveness of the SI-VIGUR app. The SI-VIGUR VR app proved to be an effective non-pharmacological intervention for improving sleep quality among older adults in nursing homes. The results suggest that VR-guided imagery can significantly reduce sleep disturbances, offering a promising solution for enhancing the well-being of older adults in institutional settings.
Implementasi Keperawatan Silent Treatment Pada Pasien Skizofrenia Dengan Resiko Perilaku Kekerasan Pastari, Marta; Martini, Sri; Sumastri, Heni; Athiutama, Ari; Febriani, Indra; Aguscik, Aguscik; Prasetyo, Bagas
JKM : Jurnal Keperawatan Merdeka Vol 5 No 2 (2025): Jurnal Keperawatan Merdeka
Publisher : Jurusan Keperawatan, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkm.v5i2.3518

Abstract

Background: Risk Violent behavior is a type of risky behavior directed towards oneself, others, or the environment. Aggressive behavior towards oneself can lead to self-harm actions up to suicide or neglecting oneself in the form of self-neglect. Violence against others is an act of aggression with the intent to cause harm or make others suffer. Objective: To describe the implementation of behavioral therapy in patients with schizophrenia who have issues with violent behavior risk. Method: Method In this study, the author uses a descriptive method where the researcher will describe the implementation of behavioral therapy at Ernaldi Bahar Hospital in South Sumatra Province. Results: The implementation of behavioral therapy on schizophrenia patients with a risk of violent behavior can be carried out well according to the established plan. The researchers evaluated the four patients and found that the implementation of behavioral therapy could help the patients control feelings of annoyance and anger, making them calmer and less prone to quick emotional outbursts, thereby reducing the symptoms of violent behavior risk experienced by the patients. Conclusion: The researcher hopes that the patients can maintain and implement what has been taught to them on how to control the risk of violent behavior through behavioral therapy. The researcher also hopes for the involvement of the patient's family in helping the patient control the risk of violent behavior by reminding or motivating the patient not to stop taking medication.
PENERAPAN MODEL INTERPROFESSIONAL COLLABORATION ONE TEAM ONE FAMILY MENUJU DESA SEHAT Pastari, Marta; Sumastri, Heni; Martini, Sri; Athiutama, Ari; Pebriani, Indra; Aguscik, Aguscik; Mangunsong, Sonlimar
Jurnal Salingka Abdimas Vol 5, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jsam.v5i2.7308

Abstract

Bentuk peran serta masyarakat dalam upaya promotif dan preventif untuk mendeteksi dan pengendalian dini keberadaan faktor resiko PTM secara terpadu dilakukan di Posbindu PTM. Pada tahun 2021, sudah terbentuk 9 Posbindu PTM di wilayah kerja UPTD Tanjung Agung, namun belum pernah lagi dilakukan refreshing kader terutama mengenai PTM. Kemudian di tahun 2021 ini juga dilaporkan, persentase penderita hipertensi yang mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar sebayak 100%, dengan jumlah penderita sebanyak 1507 penderita dari total penduduk sebanyak 5205 jiwa (DESA TANJUNG AGUNG, 2021). Pada tahun 2021 di wilayah kerja UPTD Puskesmas Tanjung Agung dilaporkan, jumlah pasien gangguan jiwa (ODGJ) sebanyak 208 pasien. Hasil pendataan menggunakan kuesioner Prokesga di Dusun I-VI Desa Tanjung Agung didapatkan bahwa terdapat 8 orang yang mengalami gangguan jiwa dan salah satunya terlantar, ODGJ tersebut berada di Dusun 3 (DESA TANJUNG AGUNG, 2021). Dari 601 orang remaja Desa Tanjung Agung Dusun 1-6, terdapat 303 (50,4%) remaja yang belum mendapatkan pendidikan seks. Hal ini menyebabkan banyak remaja yang hamil di bawah umur 18 tahun. Sehingga Solusi permasalahan yang ditawarkan pada kegiatan pengabdian masyarakat ini berupa koordinasi rencana kegiatan dengan kepala desa, kader dan tokoh masyarakat yang meliputi persiapan tempat pelaksanaan, waktu serta jumlah peserta yang dapat hadir dalam kegiatan tersebut, penyuluhan kesehatan dan demonstrasi, pendampingan dan refreshing kader kesehatan, monitoring evaluasi; pemantapan keberlanjutan program dengan pendampingan kader kesehatan sehingga tujuan kegiatan akan tercapai (100% pengetahuan masyarakat dan kader meningkat; meningkatnya peran kader kesehatan untuk memantapkan dan mengaktifkan kembali kegiatan Posyandu Anak dan Balita, Lansia, Jiwa serta Remaja; informasi didapatkan melalui WAG dengan kader kesehatan). Berdasarkan target capaian dan hasil kegiatan, maka dapat disimpulkan bahwa setelah intervensi diberikan, hasil kegiatan menunjukkan bahwa; 1) Meningkatnya pengetahuan masyarakat Desa Tanjung Agung untuk menjadi role model peningkatan pengetahuan keluarga mengenai Penyakit Tidak Menular (PTM); Hipertensi, Pendidikan Seks Pada Remaja dan Bahayanya Pernikahan Dini, Pentingnya Peran Keluarga sebagai Caregiver ODGJ di Dusun I-VI Desa Tanjung Agung; 2) Meningkatnya pengetahuan kader dalam menerapkan pendidikan kesehatan untuk menurunkan kejadian hipertensi, pernikahan dini dan penelantaran ODGJ di Dusun I-VI Desa Tanjung Agung; 3) Meningkatnya peran kader kesehatan untuk memantapkan dan mengaktifkan kembali kegiatan Posyandu Anak dan Balita, Lansia, Jiwa serta Remaja melalui kegiatan refreshing kader dan monitoring evaluasi