Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Bahasa sebagai Produk Hukum: Kasus Tindak Pidana Pengadilan Negeri Kota Palopo Sebuah Kajian Stuktrur Skematika Genre Besse Herdiana; Musfirah
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 7 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v7i1.1180

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif yang bertujuan untuk mendapatkan gambaran mengenai struktur sekematika wacana pada dokumen hasil siding pengadilan negeri palopo. Sumber data dalam penelitian ini adalah teks dokumen hasil sidang Pengadilan Negeri Kota Palopo. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi dan pengambilan data/dokumen hasil siding yang telah diarsipkan oleh kantor Pengadilan Negeri Kota Palopo. Data/ dokumen hasil siding dianalisis dengan menggunakan teori sistemik fungsional. Data yang telah dianalisis kemudian disajikan hasilnya dalam bentuk laporan berupa penjelasan lengkap secara deskriptif terkait objek yang diteliti dalam hal ini struktur skematika genre teks dokumen hasil sidang tindak pidana kantor Pengadilan Negeri Kota Palopo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dokumen hasil sidang pada dasarnya memiliki struktur yang bertujuan untuk mengetahui, menjelaskan, memaparkan, serta membuktikan tindak pidana yang dilakukan oleh terdakwa. Struktur skematika/genre yang membangun teks wacana hasil sidang dibagi ke dalam beberapa struktur umum yaitu; identifikasi, pemaparan/penjelasan, pengajuan saksi-saksi, putusan/mengadili.
Model Pembelajaran Menenun di Madrasah Ibtidaiyah Musfirah; Nur Mahmudah, Fitri; Biddinika, Muhammad Kunta
Jurnal Basicedu Vol. 7 No. 5 (2023)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v7i5.6166

Abstract

Kain tenun Alor merupakan hasil karya masyarakat Alor yang diwarisi secara turun temurun. Pembelajaran   menenun di sekolah dasar merupakan salah satu upaya agar kebudayaan ini tidak akan hilang ditelan zaman. Tujuan peneliatan ini adalah untuk menganalisis bagaimana model ideal dalam pembelajaran menenun dan untuk mengetahui apa saja kendala-kendala yang dihadapi dalam pembelajaran menenun.. Metode yang digunakan dalam penulisan tesis ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Dimana peneliti terlibat langsung dalam proses pengumpulan data pada peserta didik kelas IV dan guru kelas. Hasil dari peneliian ini menemukan bahwa model ideal dalam pembelajaran menenun di Madrasah Ibtidaiyah dapat di gambarkan dengan tiga langkah yaitu: input, proses dan out put. Input berarti sebelum melakukan proses pembelajaran guru harus memberikan edukasi dan kesempatan kepada peserta didik. Setelah itu di lakukan proses atau tahapan perancangan yang menggunakan ketersediaan sarana prasaran dengan melibatkan peran orang tua dan masyarakat setempat. Maka out put menghasikan ketercapaian pembelajaran yang diharapkan, berupa peserta didik dapat menenun, menjaga nilai budaya dan meningkatkan ekonomi. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan ditemukan 10 kategorisasi meliputi: partisipasi aktif, efektifitas pembelajaran menenun, life skill, learning mindset, kemampuan menenun, proses menenun, kesempatan pembelajaran menenun, monitoring pembelajaran, supporting system dan manajemen pembelajaran menenun
Model Pembelajaran Menenun di Madrasah Ibtidaiyah Musfirah; Nur Mahmudah, Fitri; Biddinika, Muhammad Kunta
Jurnal Basicedu Vol. 7 No. 5 (2023)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v7i5.6166

Abstract

Kain tenun Alor merupakan hasil karya masyarakat Alor yang diwarisi secara turun temurun. Pembelajaran   menenun di sekolah dasar merupakan salah satu upaya agar kebudayaan ini tidak akan hilang ditelan zaman. Tujuan peneliatan ini adalah untuk menganalisis bagaimana model ideal dalam pembelajaran menenun dan untuk mengetahui apa saja kendala-kendala yang dihadapi dalam pembelajaran menenun.. Metode yang digunakan dalam penulisan tesis ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Dimana peneliti terlibat langsung dalam proses pengumpulan data pada peserta didik kelas IV dan guru kelas. Hasil dari peneliian ini menemukan bahwa model ideal dalam pembelajaran menenun di Madrasah Ibtidaiyah dapat di gambarkan dengan tiga langkah yaitu: input, proses dan out put. Input berarti sebelum melakukan proses pembelajaran guru harus memberikan edukasi dan kesempatan kepada peserta didik. Setelah itu di lakukan proses atau tahapan perancangan yang menggunakan ketersediaan sarana prasaran dengan melibatkan peran orang tua dan masyarakat setempat. Maka out put menghasikan ketercapaian pembelajaran yang diharapkan, berupa peserta didik dapat menenun, menjaga nilai budaya dan meningkatkan ekonomi. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan ditemukan 10 kategorisasi meliputi: partisipasi aktif, efektifitas pembelajaran menenun, life skill, learning mindset, kemampuan menenun, proses menenun, kesempatan pembelajaran menenun, monitoring pembelajaran, supporting system dan manajemen pembelajaran menenun
PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA BAGI PARTAI POLITIK YANG MENERIMA UANG HASIL KORUPSI Musfirah
LEX CRIMEN Vol. 12 No. 5 (2024): Lex Crimen
Publisher : LEX CRIMEN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas pertanggungjawaban pidana bagi partai politik yang menerima uang hasil tindak pidana korupsi. Fenomena ini menjadi perhatian serius karena partai politik memiliki peran strategis dalam sistem demokrasi, sehingga keterlibatan mereka dalam kejahatan korupsi dapat merusak integritas dan kepercayaan publik. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis-normatif dengan analisis terhadap peraturan perundang-undangan yang relevan, seperti Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2011 tentang Partai Politik. Hasil kajian menunjukkan bahwa partai politik dapat dimintai pertanggungjawaban pidana melalui konsep pertanggungjawaban korporasi, mengingat partai politik termasuk subjek hukum yang diakui. Namun, penerapan pertanggungjawaban ini masih menghadapi kendala, seperti kurangnya pengaturan teknis dan tantangan pembuktian dalam proses peradilan. Penelitian ini merekomendasikan penguatan regulasi dan mekanisme pengawasan terhadap aliran dana partai politik untuk mencegah penerimaan uang hasil korupsi dan mendukung penegakan hukum yang efektif. Kata Kunci : Partai Politik, korupsi, Tindak Pidana Korporasi
Planning and simulation of DRM digital radio technology using Single Frequency Network method for Indonesia Musfirah; Gunawan, Dadang
Buletin Pos dan Telekomunikasi Vol. 22 No. 2 (2024): December 2024
Publisher : Centre for Research and Development on Resources, Equipment, and Operations of Posts and I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17933/bpostel.v22i2.386

Abstract

This study aims to design a digital radio network using a single-frequency network (SFN) and Digital Radio Mondiale (DRM) technology in Indonesia. The single frequency used is 87.1 MHz. Based on the ITU Radio Regulation, this frequency channel is still part of the broadcasting allocation for Region 3 and has not been used for analog radio in Indonesia. SFN design and simulation were carried out using existing analog transmitters owned by RRI to cover the entire territory of Indonesia. The simulation uses CHIRplus_BC software, which is based on recommendations, reports, and ITU-R publications on parameters and technical provisions of SFN. The technical provisions that are a limitation in SFN design are the maximum distance between transmitters of 75 km. However, the existing transmitter location of RRI transmitters is not evenly distributed throughout Indonesia, so not all transmitters can be used. Therefore, this design requires 3 scenarios in order to cover 95% of the population of Indonesia. The first condition in this plan is to use the existing transmitter sites owned by LPP RRI with a maximum distance of 75 km between the transmitter locations. The second condition is to use the transmitter sites owned by TVRI to cover the remaining blank spots in regions not covered by RRI's locations. If both of them still could not cover all regions in Indonesia, then it will need to add some new transmitters in blank spot locations. The simulation result showed that service in all regions in Indonesia requires at least 330 transmitters consisting of 153 existing RRI transmitters, 45 TVRI transmitters and 132 new transmitters with a settled technical parameter. To be able to cover all regions of Indonesia through SFN design, RRI still needs to build new transmitters as much as 40% of the total transmitters needed
Implementasi Prinsip 5C Dalam Penanganan Kredit Bermasalah Pada PT BPR HASAMITRA Cabang Pangkep Sitompul, Meline Gerarita Sitompul; Yunarti; Musfirah
JURNAL YURIDIS UNAJA Vol. 7 No. 1 (2024): Jurnal Yuridis Unaja
Publisher : Universitas Adiwangsa Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35141/kv15yt86

Abstract

Kredit merupakan salah satu produk BPR yang banyak dibutuhkan masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya terutama yang berkaitan dengan pengembangan usaha. Akan tetapi, kredit tersebut seringkali mengalami masalah. Status kolektibilitas yang merupakan klasifikasi status keadaan pembayaran atau angsuran pokok dan bunga kredit dikategorikan ke dalam 5 klasifikasi, yaitu kredit lancar (kol-1), kredit dalam perhatian khusus (kol-2), kredit kurang lancar (kol-3), kredit diragukan (kol-4), dan kredit macet (kol-5) digunakan untuk melihat status kredit nasabah. Untuk menangani hal tersebut, PT BPR Hasamitra Cabang Pangkep menerapkan prinsip 5C yang merupakan sistem yang digunakan oleh bank atau pemberi pinjaman lainnya untuk mengukur kelayakan kredit calon debitur. Adapun indikator prinsip 5C yaitu Character, Capacity, Capital, Collateral, dan Condition. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kredit bermasalah serta penerapan prinsip 5C dalam menangani kredit bermasalah pada PT BPR Hasamitra Cabang Pangkep. Metode penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini, yaitu metode penelitian yuridis empiris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kredit bermasalah, yakni debitur tidak dapat mengatur menajemen keuangan dengan baik, debitur melakukan desersi, debitur mengalami perubahan sistem bayar/penggajian, debitur melakukan double financing, debitur menghilang, debitur konsumtif, debitur melakukan korupsi, dan debitur meninggal dunia. Penerapan prinsip 5C dalam menangani kredit bermasalah pada PT BPR Hasamitra Cabang Pangkep sudah berjalan dengan baik. Hal ini dapat dilihat dari minimnya debitur yang mengalami kredit bermasalah. Per Mei 2023 jumlah debitur yang mengalami kredit bermasalah sebesar 0,9%.
Ekranisasi Cerpen "Cinta Laki-Laki Biasa" Karya Asma Nadia ke Film Cinta Laki-Laki Biasa Sutradara Guntur Soeharjanto Musfirah; Musfirah, et.al.; Burhan, Faika; Mustika
Cakrawala Listra: Jurnal Kajian Sastra, Bahasa, dan Budaya Indonesia Vol 8 No 1 (2025): Volume 8, Nomor 1, Juni 2025
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/cvp6wk65

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses ekranisasi alur, tokoh penokohan, dan latar pada cerpen “Cinta Laki-Laki Biasa” karya Asma Nadia  ke dalam bentuk film. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah kata-kata, kalimat, dan kutipan yang terdapat dalam cerpen dan film Cinta Laki-Laki Biasa. Sedangkan, sumber data dalam penelitian ini adalah cerpen “ Cinta Laki-Laki Biasa” karya Asma Nadia yang diterbitkan di Depok oleh Asma Nadia Publishing House pada tahun 2016 dan memiliki ketebalan sebanyak 264 halaman dan film Cinta Laki-Laki Biasa karya sutradara Guntur Soeharjanto yang diproduksi oleh Starvision Plus pada tahun 2016 dengan durasi 102 menit 49 detik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peristiwa yang sengaja dihilangkan, ditambahkan, dan diubah sesuai kebutuhan dalam film. Perubahan-perubahan yang terjadi pada proses ekranisasi dari cerpen ke film menghasilkan perubahan-perubahan pada aspek penciutan, penambahan, dan perubahan variasi. Proses ekranisasi alur, dalam cerpen dan film Cinta Laki-Laki Biasa.Dalam aspek penciutan alur terjadi sebanyak 7 alur, penambahan sebanyak 10 alur dan 5 perubahan bervariasi.Proses ekranisasi tokoh dan penokohan dalam cerpen dan film Cinta Laki-Laki Biasa untuk aspek penciutan tokoh terdapat sebanyak 5 penciutan, aspek penambahan sebanyak 9 penambahan, dan aspek perubahan bervariasi sebanyak 5 variasi. Sedangkan proses ekranisasi latar dalam cerpen dan film Cinta Laki-Laki Biasa untuk aspek penciutan sebanyak 5 latar, penambahan sebanyak 15 latar dan perubahan bervariasi sebanyak 2 latar.
Impelementasi Asas-Asas Pengembangan Kurikulum Terhadap Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) di MTs Nurfadhilah Kab. Gowa Musfirah; Siti Azisah; Muh Wayong
AT-TAKLIM: Jurnal Pendidikan Multidisiplin Vol. 2 No. 6 (2025): At-Taklim: Jurnal Pendidikan Multidisiplin (Edisi Juni)
Publisher : PT. Hasba Edukasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71282/at-taklim.v2i6.393

Abstract

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis penelitian kepustakaan (library research) dengan mengumpulkan data dari berbagai sumber literatur yang relevan bertujuan untuk menganalisis implementasi asas-asas pengembangan kurikulum dalam konteks kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) di MTs Nurfadhilah, Kabupaten Gowa. Asas-asas kurikulum yang menjadi fokus dalam penelitian ini meliputi asas filosofis, teologis, psikologis, sosiologis, serta asas relevansi, kontinuitas, fleksibilitas, efektivitas, dan efisiensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan asas-asas tersebut telah dilakukan secara konsisten dan adaptif di MTs Nurfadhilah, yang tercermin melalui integrasi nilai-nilai keislaman dalam pembelajaran, penguatan karakter peserta didik, serta pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran. Selain itu, keterlibatan berbagai pemangku kepentingan seperti guru, kepala madrasah, dan masyarakat turut memperkuat efektivitas implementasi kurikulum. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengembangan kurikulum PAI yang berbasis pada asas-asas pengembangan kurikulum mampu meningkatkan kualitas pembelajaran dan membentuk peserta didik yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia.
Efektivitas Manajemen Berbasis Sekolah dalam Pengelolaan Sumber Daya Sekolah di MTs Bani Rauf Kab. Gowa Musfirah; Mardiana; Mardhiah; Baharuddin
AT-TAKLIM: Jurnal Pendidikan Multidisiplin Vol. 2 No. 6 (2025): At-Taklim: Jurnal Pendidikan Multidisiplin (Edisi Juni)
Publisher : PT. Hasba Edukasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71282/at-taklim.v2i6.410

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) dalam pengelolaan sumber daya di MTs Bani Rauf, Kabupaten Gowa. MBS merupakan pendekatan desentralisasi pendidikan yang memberikan otonomi kepada sekolah dalam pengambilan keputusan strategis, termasuk dalam pengelolaan sumber daya manusia, keuangan, dan sarana prasarana. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan studi literatur untuk menelaah praktik dan kebijakan implementasi MBS serta dampaknya terhadap mutu pendidikan di madrasah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan MBS di MTs Bani Rauf terbukti efektif dalam meningkatkan kemandirian sekolah, partisipasi pemangku kepentingan, dan kualitas layanan pendidikan. Keberhasilan ini didukung oleh kepemimpinan visioner kepala madrasah, keterlibatan masyarakat, serta sistem pengelolaan sumber daya yang transparan dan akuntabel. Namun demikian, implementasi MBS juga menghadapi hambatan seperti keterbatasan anggaran, infrastruktur teknologi informasi, dan kompetensi sumber daya manusia yang belum merata. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas manajemen, penguatan partisipasi masyarakat, dan dukungan kebijakan yang berkelanjutan menjadi kunci keberhasilan implementasi MBS di madrasah.
Implementation of Collaborative Learning Model to Improve Student Literacy at Muhammadiyah Elementary School in Bima City Musfirah; Ades S. Anhar; Ahmadin
al-Afkar, Journal For Islamic Studies Vol. 8 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Fakultas Agama Islam Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afkarjournal.v8i3.2248

Abstract

This study aims to determine the effectiveness of the implementation of the Collaborative Learning Model starting from the need to create a more interactive learning environment based on cooperation between students. Traditional learning that is more passive, where the teacher is the main source of information, is considered less effective in developing students' social skills, critical thinking, and problem solving abilities. Education is the key to an individual's success. Therefore, we as educators must be able to develop ourselves as whole individuals, as members of society and citizens of the nation. In other words, being able to know ourselves, the surrounding community, and our nation. This introduction process requires the development of cognitive, affective abilities, including imagination and inspiration (Hamid Hasan, 1993: 128). The results of this study indicate that the implementation of the collaborative learning model can significantly increase student literacy, collaborative students have higher literacy, collaboration needs to be applied among students and students in schools. These collaborative learning methods further motivate or encourage students to be active and interactive and work together in completing academic tasks in class. Thus, collaborative learning is fundamentally different from the conventional-traditional approach that has been carried out so far, which is more direct-transfer or one-way transmission model. The conclusion is that learning model research can be used as an alternative to improve literacy. In this case, students become the only source of knowledge or skills. Collaborative learning views the learning process more as learner-centered and not teacher-centered.