Hidayat, Syarip
Universitas Pendidikan Indonesia, Indonesia

Published : 55 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis dampak media sosial tiktok terhadap karakter sopan santun peserta didik sekolah dasar SDN 1 Rancapaku Kabupaten Tasikmalaya Rendi Rizki Sutisna; Syarip Hidayat; Anggit Merliana
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v7i1.19131

Abstract

AbstractResponding to technological developments in the midst of the development of the globalization era, especially the social media Tiktok, based on research which states that stating that technology is a tool where to help and facilitate human communication with other humans, technology pushes humans to be more advanced than previous civilizations, with advances in technology, several social media have emerged which helps to facilitate one's communication with others easily. Of course, Tuktok technology and social media and other media have positive and negative impacts. Analysis of the impact of Tiktok social media on the polite character of elementary school students. This study aims to describe how the impact of Tiktok social media has on the polite character of elementary school students in one of the elementary schools in Tasikmalaya Regency. While the approach taken is descriptive qualitative using data collection techniques through interviews, observation and documentation. The objects of this study were the parents of students and Class VI students at SDN 1 Rancapaku, and the data collection procedures used were structured interviews and documentation. From the research conducted, the following results were obtained: The impact of Tiktok social media on the polite behavior of students, there were more negative impacts such as students lacking in caring for the environment, playing more cellphones than socializing with the environment. Students also don't care about other people, get together to discuss viral things on social media Tik tok and make videos together and dance together. Elementary school students are of course very prone to being influenced by the environment, not to mention elementary school students are not able to distinguish between good and bad, students who use Tiktok for the reason that they are only looking for entertainment, to fill their free time. This is of course a worrying thing for the character of children's manners and children's behavior. Therefore, it is necessary to supervise parents, teachers towards students in using Tiktok social media, so that the child's polite character is maintained with morality, ethics and noble character. Keywords: Tiktok social media, students, elementary school. AbstrakMerespon perkembangan teknologi ditengah perkembagan zaman globalisasi terkkhusus media sosial Tiktok berdasarkan riset yang menyebutkan bahwa Menyatakan bahwa Teknologi merupakan satu alat dimana untuk membantu serta mempermudah komunikasi manusia dengan manusia lainya, teknologi mendorong manusia lebih maju dari perdaban sebelumnya, dengan kemajuan tektologi maka muncul beberapa media sosial yang memmabantu untuk mempermudah komunikasi seseorang dengan orang lain dengan mudah. Tentunya Teknologi maupun media sosial Tuktok serta media lainya mempunyai dampak positif dan negatif . Analisis dampak mendia sosial Tiktok terhadap karakter sopan santun peserta didik sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang bagaimana dampak media sosial Tiktok terhadap karakter sopan sanun peserta didik  sekolah dasar di salah satu sekolah dasar yang ada di Kabupaten Tasikmalaya. Sedangkan pendekatan yang dilakukan yaitu kualitaif deskriptif dengan menggunakan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Objek dari penelitian ini adalah orang tua siswa dan siswa  Kelas VI SDN 1 Rancapaku, dan prosedur pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara terstruktur dan dokumentasii. Dari penelitian yang dilaksanakan, diperoleh hasil sebagai berikut: Dampak media sosial Tiktok terhadap perilaku sopan santun peserta didik, lebih banyak terlihat dampak negatif seperti siswa kurang dalam kurang peduli terhadap lingkungan, lebih banyak memainkan HP daripada bersosialisasi dengan lingkungan. Siswa juga kurang peduli terhadap orang lain, berkumpul membahas hal-hal viral yang ada di media sosial tik tok dan membuat video bersama dan berjoget bersama. Peserta didik sekolah dasar tentunya sangat tentan terpanguruh oleh lingkungan, belum lagi peserta didik sekolah dasar belum mampu membedakan yang mana yang baik dan buruk, peserta didik yang menggunakan Tiktok dengan alasan hanya mencari hiburan, mengisi waktu luang saja. Hal ini tentunya menjadi hal yang mengkhawatirkan bagi karakter sopan santun anak dan perilaku anak. Oleh karena itu diperlukannya pengawasan bagi orang tua, guru terhadap peserta didik dalam menggunakan media sosial Tiktok, agar karakter sopan santun anak terjaga bermoral, beretika dan berahlak mulia.  Kata Kunci: Medis sosial Tiktok, Peserta didik, Sekolah dasar. 
Model pengembangan karakter religius melalui program pembudayaan sekolah di SDIT At Taufiq Al Islamy Silvia Putri Yandra; Syarip Hidayat; Anggit Merliana
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 7 No. 3 (2024)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v7i3.19407

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk model pengembangan karakter religius melalui program pembudayaan sekolah di SDIT At Taufiq Al Islamy. Pengembangan dan pembentukan karakter religius diyakini penting untuk dilakukan oleh sekolah untuk menjadi pijakan dalam penyelenggaraan pendidikan karakter. Model pengembangan karakter religius melalui program pembudayaa sehari-hari di sekolah ini merupakan langkah awal dalam membentuk mental dan juga karakter anak bangsa yang akan datang. Tujuan dari penelitian ini untuk mengungkapkan model pengembangan karakter religius yang dilakukan dalam program pembudayaan sekolah, mulai dari perencanaan, pelaksanaan serta evaluasi pada hasil yang terdapat faktor pendukung dan penghambatnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini kualitatif deskriptif. Subjek penelitian adalah Kepala sekolah, guru PAI guru kelas III dan guru kelas VI serta peserta didik usia skeolah dasar. Teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Kemudian data dianalis dengan cara reduksi data, display data dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, adanya perencanaan pada model pengembangan karakter religius yang dilakukan di sekolah. Kedua, yaitu pelaksanaan model pengembangan karakter religius melalui program pembudayaan sekolah dengan berbagai program pembudayaan harian atau rutinan. Ketiga evaluasi terhadap model pengembangan karakter religius melalui program pembudayaan sekolah. Dengan adanya faktor pendukung dan penghambat. Kata Kunci: Model pengembangan karakter; Karakter religius; Progam pembudayaan
E-modul permainan tradisional gobak sodor bermuatan karakter di sekolah dasar Tantri Dwi Lestari; Syarip Hidayat; Nana Ganda
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 7 No. 4 (2024)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v7i4.19498

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini yaitu mengembangkan e-modul permainan tradisional permainan tradisional gobak sodor bermuatan karakter untuk siswa sekolah dasar. Model penelitian yang digunakan yaitu penelitian dan pengembangan dengan menggunakan Langkah-langkah penelitian ripe ADDIE, yaitu Analyze, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Penelitian ini melibatkankan guru yang berasal dari salah satu sekolah dasar di Desa Gesik, Kecamatan Tengah Tani, Kabupaten Cirebon sebagai informan untuk analisis kebutuhan, tiga validator e-modul yang terdiri dari satu orang validator ahli media, satu orang validator ahli pedagogik, dan ahli pendidikan karakter. Validasi e-modul ini menggunakan skala 1-4 untuk penilaiannya, secara keseluruhan e-modul yamg telah dikembangkan mendapatkan hasil penilaian kategori sangat layak dengan presentase rata-rata 88,83% pada validasi ahli pedagogik, dan presentase rata-rata 90,1% dengan kategori sangat layak pada validasi ahli media, dan memperoleh rata-rata presentase 66,67 dengan kategori cukup layak pada validasi ahli pendidikan karakter. Sehingga berdasarkan hasil validasi ahli e-modul ini layak digunakan dengan revisi. Penelitian ini dilakukan dengan dua kali uji coba dengan jumlah responden 26 siswa dalam satu rombel. Kata Kunci: E-modul, Permainan Tradisional, Pendidikan karakter
Pendidikan karakter; pembentukan cinta tanah air dan kreativitas peserta didik melalui program parktik membatik jumputan di sekolah dasar Farah Oktaviana; Syarip Hidayat; Ahmad Mulyadiprana
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 7 No. 4 (2024)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v7i4.19499

Abstract

Abstract The activities of the batik jumputan practice program have an important role, especially in the development of character education which is included in the character of love for the homeland and creativity of students in elementary schools. The holding of batik learning in schools that aims to preserve the local wisdom of batik products in the form of cultural arts learning where students can develop their talent interests can be seen from the knowledge, skills, and attitudes in students. The process of learning activities for batik practice is so that students know and understand how the steps of making batik from beginning to end and can develop creative ideas that arise to determine the desired motives of students. The focus of this research also aims to find out how to plan, implement, apply and evaluate both supporting and inhibiting factors in the development of the character of love for the homeland and creativity of students through the practice of batik jumputan. The subjects in this study were teachers and grade 5 students totaling 20 people. However, there are 4 students who are observed specifically to be described according to the characters developed in the practice of batik jumputan. Data collection is carried out through interviews, observations, questionnaires, and documentation techniques. The approach used from this research is a qualitative approach with a descriptive method which explains what happens in the field. Based on the results of trials or observations made, it shows that the character of love for the homeland and creativity of students are quite developed and understand ideally through the practice program of batik jumputan. The feasibility results of the trial obtained the percentage obtained through the student questionnaire were 89.6% with the criteria of "very good". Therefore, from the questionnaire, the response of students in this trial got an average result of 85% (Very Good). Keywords: Character Education, Jumputan Batik, art and culture Abstrak Kegiatan program praktik membatik jumputan mempunyai peranan penting khususnya pada pengembangan pendidikan karakter yang termasuk dalam karakter cinta tanah air dan kreativitas peserta didik di sekolah dasar. Diadakannya pembelajaran membatik di sekolah yang bertujuan untuk melestarikan kearifan lokal produk batik dalam bentuk pembelajaran seni budaya yang dimana peserta didik dapat mengembangkan minat bakat yang dimilikinya dapat dilihat dari pengetahuan, keterampilan, dan sikap dalam diri peserta didik. Proses kegiatan pembelajaran praktik membatik jumputan ini agar peserta didik mengetahui dan memahami bagaimana langkah-langkah pembuatan batik dari awal sampai dengan akhir serta bisa mengembangkan ide kreatif yang muncul untuk menentukan motif yang diinginkan peserta didik. Pada fokus penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui bagaimana perencanaan, pelaksanaan, penerapan dan evaluasi baik dari faktor pendukung dan penghambat pada pengembangan karakter cinta tanah air dan kreativitas peserta didik melalui praktik membatik jumputan. Subjek pada penelitian ini adalah guru dan peserta didik kelas 5 yang berjumlah 20 orang. Namun ada 4 peserta didik yang diamati secara khusus untuk dideskripsikan sesuai dengan karakter yang dikembangkan dalam kegiatan praktik membatik jumputan. Pengumpulan data yang dilakukan melalui teknik wawancara, observasi, angket, dan dokumentasi. Pendekatan yang digunakan dari penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode yang diambil deskriptif yang dimana menjelaskan yang terjadi di lapangan. Berdasarkan hasil uji coba atau pengamatan yang lakukan menunjukkan bahwa karakter cinta tanah air dan kreativitas peserta didik cukup berkembang dan memahami secara ideal melalui program praktik membatik jumputan. Hasil presentase yang diperoleh melalui angket peserta didik 89,6% dengan kriteri “sangat baik”. Maka dari angket respon peserta didik pada uji coba ini mendapatkan hasil rata-rata 85% (Sangat Baik). Kata Kunci: Pendidikan Karakter, Membatik Jumputan, Seni Budaya
Pengembangan media video animasi bermuatan karakter tanggung jawab pada materi nilai-nilai pancasila di sekolah dasar Laela Nur Fauziah; Syarip Hidayat; Asep Nuryadin
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 7 No. 4 (2024)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v7i4.19528

Abstract

Abstract This research is motivated by the low innovation of Civics learning media so that the essence of learning media is not maximized, as seen from the lack of knowledge and the provision of the character of responsibility to be based on Pancasila values ​​for students. So that from these problems, the author seeks to develop animated video media with the character of responsibility on the material of Pancasila values ​​in elementary schools. This learning media was developed using the Research and Development (R&D) method with the ADDIE model. Data collection techniques in this study included observation, interviews, document analysis, expert validation questionnaires, and student response questionnaires. The results of the validation for experts obtained an average rating of 94% from material experts in the very appropriate category, 92% from media experts in the very feasible category, and 96% from pedagogic experts in the very feasible category. Based on this, the developed learning media meets the requirements for use in learning activities. This is evidenced by the results of students' suspension of learning media in the trials of phases I and II obtaining results of 92.53% and 95.14% with very good criteria. Based on the results of expert validation and student response questionnaires, it can be concluded that animated video media with characters responsible for material Pancasila values ​​in elementary schools is appropriate for use in learning activities. Keywords: Learning Media Development, Animation Video, Responsible Character Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya inovasi media pembelajaran PPKn sehingga penyampaian esensi media pembelajaran belum maksimal, terlihat dari rendahnya pengetahuan dan penanaman karakter tanggung jawab berlandaskan nilai-nilai pancasila pada peserta didik. Sehingga dari permasalahan tersebut, penulis berupaya untuk mengembangkan media video animasi bermuatan karakter tanggung jawab pada materi nilai-nilai pancasila di Sekolah Dasar. Media pembelajaran ini dikembangkan menggunakan metode Research and Depelopment (R&D) dengan model ADDIE. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi observasi, wawancara, analisis dokumen, angket validasi ahli, dan angket respon peserta didik. Hasil validasi kepada para ahli mendapat rata-rata penilaian 94% dari ahli materi dengan kategori sangat layak, 92% dari ahli media dengan kategori sangat layak, dan 96% dari ahli pedagogik dengan kategori sangat layak. Berdasarkan hal ini, media pembelajaran yang dikembangkan sudah memenuhi syarat untuk digunakan dalam kegiatan pembelajaran. Hal ini dibuktikan berdasarkan hasil angket respon peserta didik terhadap media pembelajaran pada uji coba tahap I dan II mendapatkan hasil 92.53% dan 95.14% dengan kriteria sangat baik. Berdasarkan hasil validasi ahli dan angket respon peserta didik, maka dapat disimpulkan bahwa media video animasi bermuatan karakter tanggung jawab pada materi nilai-nilai pancasila di Sekolah Dasar layak digunakan dalam kegiatan pembelajaran. Kata Kunci: Pengembangan Media Pembelajaran, Video Animasi, Karakter Tanggung Jawab
Pengembangan E-Modul Pembelajaran IPS Bermuatan Karakter Tanggung Jawab untuk Peserta Didik Sekolah Dasar Tia Nurul Fauziah; Syarip Hidayat; Pidi Mohamad Setiadi
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 7 No. 2 (2024)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v7i2.22516

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah bahan ajar berupa e-modul pembelajaran IPS bermuatan karakter tanggung jawab. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode Design Based Research (DBR) dengan model Reeves yang terdiri dari 4 tahap, yaitu identifikasi dan analisis masalah, pengembangan solusi/produk, uji coba berulang, dan refleksi. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi studi pendahuluan, wawancara, studi dokumentasi, validasi expert judgement, angket respon, dan lembar observasi karakter tanggung jawab. Berdasarkan hasil dari validasi expert judgement dan hasil respon peserta didik pada uji coba menyatakan bahwa e-modul ini layak digunakan sebagai bahan ajar yang dapat digunakan baik di sekolah atau di rumah untuk peserta didik. Sedangkan hasil observasi karakter tanggung jawab menunjukkan bahwa peserta didik yang terlibat sudah memiliki karakter tanggung jawab yang tergolong sangat baik.
Kebakuan Kata dalam Menulis Teks Undangan Resmi Dina Mudisthira; Syarip Hidayat; E Kosasih
Indonesian Journal of Primary Education Vol 3, No 1 (2019): Indonesian Journal of Primary Education: June 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ijpe.v3i1.17980

Abstract

Keterampilan menulis sangatlah penting untuk dimiliki setiap siswa sejak dini. Kegiatan menulis akan menghasilkan sebuah produk, salah satunya teks undangan resmi. Kemampuan menulis teks undangan resmi merupakan kemampuan yang harus dikuasai oleh siswa. Namun, layaknya juga dalam setiap belajar sesuatu yang baru, pembelajar bahasa akan menemui berbagai kesulitan dan kendala dalam proses pembelajaran yang dijalaninya. Kesulitan-kesulitan inilah yang kemudian menyebabkan kesalahan-kesalahan. Penelitian yang dilakukan merupakan analisis penggunaan kata baku, khususnya dalam penulisan teks undangan resmi yang dibuat oleh siswa kelas V SDN Mugarsari Kota Tasikmalaya. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan bentuk ketidakbakuan kata pada teks undangan resmi siswa beserta penyebab terjadinya ketidakbakuan kata tersebut. Penelitian ini dilaksanakan sebagai suatu gambaran kemampuan siswa kelas V dalam menggunakan kata baku khususnya pada teks undangan resmi yang telah dibuatnya. Metode yang digunakan adalah metode analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Berdasarkan penelitian yang sudah dilaksanakan, hasil dari penelitian ini yaitu: pertama bentuk ketidakbakuan kata pada teks undangan siswa adalah (1) alternasi huruf (huruf vokal, huruf konsonan, huruf vokal dan konsonan), (2) menghilangkan huruf (huruf vokal, huruf konsonan, huruf vokal dan konsonan), (3) menambah huruf konsonan, (4) ejaan yang tidak benar. Kedua, ketidakbakuan berdasarkan jenis kata adalah (1) kata benda, (2) kata sifat, (3) kata kerja, (4) kata penghubung, (5) kata keterangan. Ketiga, penyebab ketidakbakuan kata.
Learning Model Management for Slow Learners in an Inclusive Classroom Setting at an Elementary School Rina Iryana; Syarip Hidayat; Sima Mulyadi
Indonesian Journal of Primary Education Vol 8, No 2 (2024): Indonesian Journal of Primary Education : December 2024
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ijpe.v8i2.61103

Abstract

The management of the slow learner learning model is a unique way of teaching and educating students who face challenges in comprehending the material to help them overcome hurdles and reach their full potential. This study aimed to determine the management of the learning model for children with special needs, particularly those who are slow learners, in an inclusive classroom setting at SDN Margaluyu, Tasikmalaya Regency. The research methodology employed in this study was a case study. The data collection methods employed included interviews, observations, and documentation analysis. This study's findings indicate no discernible differences in how teachers treated regular students and children with special needs throughout the initial phase of learning. This includes aspects such as their understanding of the subject matter, the methods used to educate, and the materials presented. However, there were notable disparities in the core learning activities, particularly in how the teacher facilitated student interaction. This included the way students asked questions of their peers and sought assistance from friends who were capable of teaching others. Additionally, students who were struggling with the material were not given the chance to ask the teacher directly, while instructions were provided to regular students to avoid discriminating against their peers. Throughout the entire duration of the core and closing activities, there was no variation in how the teacher treated the students. At the conclusion of each activity, the teacher provided positive feedback and reinforced it verbally by using phrases such as "good," "your answer is correct," and "excellent." Additionally, the teacher rewarded the students with stars, occasional bonus ratings, and applause. In conclusion, this study emphasizes the importance of effective collaboration between teachers and principals in designing service programs, infrastructure, and coaching to enhance students' potential, particularly those who are slow learners and face challenges in inclusive classrooms. 
The Effectiveness of the Learning Service Management Strategy for Students with Autism in an Inclusive Elementary School Rani Nuraeni; Syarip Hidayat; Sima Mulyadi
Indonesian Journal of Primary Education Vol 9, No 1 (2025): Indonesian Journal of Primary Education : June 2025 (In Press)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ijpe.v9i1.61102

Abstract

This study aimed to determine the effectiveness of a learning service management strategy for children with autism in an inclusive elementary school. This study employed a case study as its research methodology, collecting data through interviews, observation, and documentation. The study results suggest that Muhammadiyah Private Elementary School effectively manages its services by implementing a curriculum that is modified or tailored to the specific needs of children with special needs. Additionally, the school conducted assessments to inform the planning of learning activities for students with autism. When creating Individualized Learning Plans, teachers employed various learning methods to accommodate students classified as having special needs. Additionally, the assessment process was tailored to the student's abilities based on the assessment outcomes. The school offered a diverse range of services to ensure that they could provide the best possible support for all students. In conclusion, in managing educational services, the principal and teachers strive to work cooperatively to plan, execute, and evaluate school-related activities effectively.
Pengembangan Media Interaktif Berbasis Articulate Storyline 3 pada Pembelajaran Pendidikan Pancasila di Sekolah Dasar Adetia Adetia; Syarip Hidayat; Asep Nuryadin
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 3 (2025): Agustus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i3.3495

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk merancang dan menghasilkan media pembelajaran interaktif berbasis articulate storyline 3 yang memenuhi kriteria kelayakan dan kepraktisan dalam pembelajaran pendidikan Pancasila di Sekolah Dasar. Metode yang diguanakan ialah Design Based Research (DBR) yang mencakup empat tahapan utama, yaitu: 1) Identifikasi dan analisis masalah, 2) Pengembangan prototype program, 3) Uji coba dan implementasi 4) Refleksi. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, studi dokumen, dan angket. Produk yang dihasilkan kemudian divalidasi oleh para ahli meliputi ahli media, ahli materi, dan ahli pedagogik. Hasil validasi menunjukkan bahwa skor rata-rata yang didapatkan adalah 87,5% dari ahli media, skor rata-rata 94,66% dari ahli materi, dan skor rata-rata 95,73% dari ahli pedagogik. Selain itu, respon siswa pada uji coba pertama mendapatkan skor rata-rata 95,62% dan pada uji coba kedua mendapatkan skor rata-rata 97,19%. Berdasarkan hasil evaluasi dari para validator dan respon siswa dapat disimpulkan bahwa media interaktif berbasis articulate storyline 3 dinyatakan sangat layak dan sangat praktis digunakan dalam pembelajaran pendidikan Pancasila di Sekolah Dasar.