Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Determinan Perilaku Ibu dan Dukungan Keluarga Pada 1000 HPK Dengan Kejadian Stunting Di Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa Wijaya, Dian Rezki; Widiastuty, Lilis
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 10 No 2 (2025): Vol. 10 No. 2 Desember 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v10i2.1703

Abstract

Gerakan perbaikan gizi harus dimulai dari 1000 hari pertama kehidupan yaitu fase kehidupan yang dimulai sejak terbentuknya janin dalam kandungan (270 hari) sampai berusia 2 tahun (730 hari). Selain itu gerakan 1000 hari pertama kehidupan merupakan langkah awal dalam mencegah terjadinya stunting karena pada fase ini jika kebutuhan gizi ibu dan janin terpenuhi, maka pertumbuhan janin akan mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang baik. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis hubungan perilaku ibu dan dukungan keluarga pada 1000 hari pertama kehidupan anak dengan kejadian stunting di Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif observasional dengan pendekatan cross sectional study. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu yang mempunyai bayi atau balita, menetap ≥ 1 tahun dan KK terdaftar di wilayah Kecamatan Somba Opu sebanyak 92 responden. Data penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah data primer yang diperoleh dari hasil wawancara kuesioner yang terdiri dari data pengetahuan, sikap, Tindakan ibu serta dukungan keluarga selama masa 1000 HPK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara variabel pengetahuan ibu (p=0,000), sikap ibu (p=0,000), tindakan ibu (p=0,002) dan dukungan keluarga (p=0,002) pada 1000 HPK dengan kejadian sunting di Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa. Berdasarkan hasil penelitian tersebut diharapkan agar dilakukan peningkatan health education tentang gizi pada remaja, ibu prahamil, ibu hamil dan ibu balita serta pemberdayaan kemandirian masyarakat dalam kecukupan protein hewani keluarga dan sayur.
Work Climate and Occupational Fatigue among Furniture Workers Ekasari, Ranti; Insan Sakinah, Magfirah; Rahmi, Suci; Sasmita, Nur; Wahab, Muh. Abdul; Widiastuty, Lilis
Unihealth Community Research Vol 2 No 1 (2026): September-February
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/ucr.v2i1.65498

Abstract

Work climate refers to the interaction of environmental factors in the workplace. Fatigue is a common occupational health issue and can be affected by multiple factors such as work climate, age, gender, length of employment, and daily working duration. This study aimed to examine the relationship between work climate and work fatigue among furniture workers in Hertasning, Indonesia. A quantitative analytical study with a cross-sectional design was conducted in several furniture workshops in December 2023. The study involved 30 furniture workers selected through purposive sampling. Data were collected using the questionnaire to assess subjective feelings of work fatigue and a Heat Stress Monitor to measure workplace climate conditions. The results showed a statistically significant relationship between work climate and work fatigue (p = 0.028; p < 0.05), indicating that workers exposed to unfavorable work climate conditions were more likely to experience fatigue. These findings suggest that work climate plays an important role in influencing workers’ fatigue levels. Therefore, it is recommended that furniture business owners improve workplace comfort by providing adequate rest areas with appropriate temperature control and installing cooling facilities, such as fans, to reduce heat exposure and prevent work-related fatigue.