Claim Missing Document
Check
Articles

Eksplorasi Motivasi Wisatawan Dalam Mengunjungi Destinasi Dark Tourism Di Gua Jepang Dan Gua Belanda Fitri Nursyam; Dani Adiatma; Ghaida Farisya
Sajaratun : Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 11 No 1 (2026): Sajaratun: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/sajaratun.v12i1.8190

Abstract

Penelitian mengenai motivasi wisatawan pada destinasi dark tourism di kawasan konservasi alam masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi motivasi dan pengalaman wisatawan dalam mengunjungi Gua Jepang dan Gua Belanda di TAHURA Ir. H. Djuanda. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi pustaka. Analisis data dilakukan menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wisatawan datang karena rasa penasaran terhadap suasana gua dan sejarah kolonial yang melekat pada lokasi. Setelah berada di lokasi, wisatawan merasakan emotional experience (pengalaman emosional), memperoleh learning (pembelajaran) mengenai sejarah lokasi, serta mengalami nostalgia, escape (pelarian dari rutinitas), dan personal reflection (refleksi pribadi). Pengalaman wisatawan terbentuk melalui perpaduan antara ruang peninggalan kolonial dan suasana kawasan hutan di TAHURA Ir. H. Djuanda. Temuan penelitian menunjukkan bahwa wisatawan tidak hanya datang untuk melihat peninggalan sejarah kolonial, tetapi juga memperoleh pengalaman emosional, pengetahuan baru mengenai sejarah, kesempatan untuk melepas rutinitas, serta refleksi terhadap kehidupan pada masa lalu. Pengalaman tersebut terbentuk dari perpaduan antara suasana gua sebagai situs sejarah dan suasana kawasan konservasi alam di TAHURA Ir. H. Djuanda, sehingga menghasilkan karakter pengalaman yang berbeda dibandingkan destinasi dark tourism yang berfokus pada memorial tragedi.
PERSEPSI WISATAWAN TERHADAP AKSESIBILITAS DARI TERMINAL GUNTUR GARUT MENUJU DESTINASI WISATA DI KAB. GARUT Noor Alwa Harahap; Dani Adiatma; Stanny Dhamayanty
SABBHATÃ YATRA : Jurnal Pariwisata dan Budaya Vol 7 No 1 (2026): SABBHATA YATRA: Jurnal Pariwisata dan Budaya
Publisher : STABN Raden Wijaya Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53565/sabbhatayatra.v7i1.2606

Abstract

Pariwisata di Kabupaten Garut terus berkembang, namun aksesibilitas transportasi dari Terminal Guntur menuju destinasi wisata di Kabupaten Garut masih menjadi perhatian. Tujuan dari penelitian ini yakni guna mengetahui persepsi wisatawan terhadap aksesibilitas transportasi dari Terminal Guntur Garut ke berbagai destinasi wisata. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan survei terhadap 114 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data terkumpul melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis dengan bantuan Microsoft Excel serta IBM SPSS 26. Temuan penelitian memperlihatkan bahwasanya persepsi wisatawan berpengaruh signifikan terhadap aksesibilitas transportasi dengan arah negatif, yang berarti semakin tinggi persepsi wisatawan, penilaian terhadap kemudahan dan kenyamanan transportasi cenderung menurun.
ANALISIS MINAT WISATAWAN DENGAN PEMILIHAN TREN PERJALANAN WISATA BACKPACKER PADA MAHASISWA FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS GARUT Amik Ayu Lestari; Dani Adiatma; Stanny Dhamayanty
SABBHATÃ YATRA : Jurnal Pariwisata dan Budaya Vol 7 No 1 (2026): SABBHATA YATRA: Jurnal Pariwisata dan Budaya
Publisher : STABN Raden Wijaya Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53565/sabbhatayatra.v7i1.2611

Abstract

Pariwisata saat ini tidak hanya dipandang sebagai aktivitas rekreasi, tetapi juga sebagai bagian dari gaya hidup mahasiswa yang mendorong munculnya tren perjalanan backpacker. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis minat wisatawan terhadap pemilihan tren perjalanan wisata backpacker pada mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Garut dengan menggunakan pendekatan model AIDA. Penelitian menggunakan metode mixed methods dengan desain sequential explanatory. Data kuantitatif diperoleh melalui kuesioner terhadap 326 responden yang dipilih menggunakan proportionate stratified random sampling dan dianalisis menggunakan uji validitas, reliabilitas, regresi linear sederhana, serta koefisien determinasi. Data kualitatif diperoleh melalui wawancara mendalam untuk memperkuat hasil kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat wisatawan berpengaruh positif dan signifikan terhadap tren perjalanan wisata backpacker dengan tingkat hubungan yang kuat. Temuan ini menunjukkan bahwa backpacker menjadi pilihan perjalanan yang sesuai dengan karakteristik mahasiswa karena faktor fleksibilitas, efisiensi biaya, dan kebutuhan pengalaman perjalanan yang lebih personal.
ANALISIS FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN PENGGUNAAN JASA TRANSPORTASI PADA BHINNEKA SHUTTLE GARUT Cynthia Mutiara Az Zahra; Dani Adiatma; Stanny Dhamayanty
SABBHATÃ YATRA : Jurnal Pariwisata dan Budaya Vol 7 No 1 (2026): SABBHATA YATRA: Jurnal Pariwisata dan Budaya
Publisher : STABN Raden Wijaya Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53565/sabbhatayatra.v7i1.2612

Abstract

Perkembangan sektor pariwisata dan mobilitas antarkota di Kabupaten Garut mendorong meningkatnya kebutuhan akan layanan transportasi yang andal dan berkualitas. Salah satu moda transportasi yang banyak digunakan adalah layanan shuttle, termasuk Bhinneka Shuttle Garut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor utama yang memengaruhi keputusan penumpang dalam menggunakan jasa transportasi Bhinneka Shuttle Garut. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik survei, di mana data dikumpulkan melalui kuesioner terhadap penumpang yang pernah menggunakan layanan Bhinneka Shuttle. Sebanyak 17 indikator yang diperoleh dari pra-penelitian dianalisis menggunakan Exploratory Factor Analysis (EFA) dengan metode ekstraksi Maximum Likelihood. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh indikator membentuk satu faktor utama yang bersifat unidimensional. Temuan ini didukung oleh nilai Kaiser-Meyer-Olkin (KMO) yang sangat tinggi, signifikansi Bartlett’s Test of Sphericity, dominasi eigenvalue faktor pertama, pola scree plot yang jelas, serta factor loading yang kuat dan terpusat pada satu faktor. Faktor utama tersebut merepresentasikan persepsi kualitas layanan secara menyeluruh, mencakup aspek efisiensi perjalanan, kemudahan pemesanan, kepercayaan, kondisi armada, ketepatan waktu, harga, dan pelayanan staf. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keputusan penggunaan jasa Bhinneka Shuttle Garut dipengaruhi oleh persepsi kualitas layanan secara holistik, sehingga peningkatan layanan perlu dilakukan secara terintegrasi.
ANALISIS DAMPAK PENGALIHAN OPERASIONAL BANDARA HUSEIN SASTRANEGARA TERHADAP AKTIVITAS EKONOMI KAWASAN BANDARA Lala Asilah; Dani Adiatma; Stanny Dhamayanty
SABBHATÃ YATRA : Jurnal Pariwisata dan Budaya Vol 7 No 1 (2026): SABBHATA YATRA: Jurnal Pariwisata dan Budaya
Publisher : STABN Raden Wijaya Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53565/sabbhatayatra.v7i1.2937

Abstract

Pengalihan sebagian besar operasional penerbangan dari Bandara Husein Sastranegara ke Bandara Internasional Jawa Barat Kertajati menimbulkan perubahan terhadap aktivitas ekonomi di kawasan bandara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak pengalihan operasional bandara terhadap keberlangsungan usaha pelaku ekonomi, kondisi sosial-ekonomi tenaga kerja, faktor penyebab penurunan aktivitas ekonomi, serta strategi adaptasi yang dilakukan pelaku usaha dan pengelola kawasan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang dilakukan di kawasan Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung. Informan penelitian terdiri atas pengelola komersial bandara, pelaku usaha tenant, pelaku jasa transportasi, dan akademisi yang ditetapkan secara purposif. Perolehan informasi dilakukan melalui wawancara terperinci, pengamatan, dan pencatatan dengan metode triangulasi dari berbagai sumber untuk memperkuat kredibilitas data. Pengolahan data menerapkan model interaktif Miles dan Huberman yang melibatkan pemadatan data, penyajian informasi, serta penarikan hasil akhir. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa pengalihan operasional bandara menyebabkan penurunan aktivitas ekonomi kawasan yang ditandai dengan berkurangnya tenant, menurunnya jumlah pengunjung, dan berkurangnya aktivitas komersial. Dampak tersebut memengaruhi keberlangsungan usaha, menurunkan pendapatan, menyebabkan pengurangan tenaga kerja, serta mendorong pelaku usaha dan pengelola kawasan melakukan berbagai strategi adaptasi untuk mempertahankan aktivitas ekonomi.
Pengaruh PENGARUH FASILITAS DAN HARGA TERHADAP MINAT KUNJUNGAN WISATAWAN PADA WISATA BINAR ALAM VIEW DI KABUPATEN GARUT: Fasilitas, Harga, Minat Kunjungan Wisawatan, Objek Wisata Binar Alam View Lazio Allesandro Suryana; Dani Adiatma
JURNAL BISNIS HOSPITALITI Vol 14 No 2 (2025): Jurnal Bisnis Hospitaliti
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian kepada Masyarakat, Politeknik Pariwisata Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52352/jbh.v14i2.1918

Abstract

Facilities and price are among the key factors that influence public interest in a tourist destination. This study aims to analyze the influence of facilities and price on tourists' visiting interest at Binar Alam View, a tourism destination in Garut Regency. The research employed a quantitative approach using multiple linear regression analysis. Data were collected through questionnaires distributed to 30 visitors at the site. The results showed that facilities had a positive and significant influence on visiting interest, while price did not have a significant effect. Simultaneously, both variables significantly influenced visiting interest with a coefficient of determination of 45.2%. These findings indicate that the quality of facilities is the primary factor affecting tourists' intention to visit, while price tends to be a secondary consideration as long as it is perceived as fair.