Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Peningkatan Hasil Belajar Siswa Melalui Model Pembelajaran Jigsaw pada Materi Keanekaragaman Hayati di Kelas 5B SDN Dukuh Kupang V Surabaya Anwar, Muhammad Zainul; Anam, Fatkul; Juwairiyah, Siti
Journal of Educational Science and E-Learning Vol. 2 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/jese.v2i1.30

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan untuk menaikkan tingkat hasil belajar siswa kelas 5 di SDN Dukuh Kupang V Surabaya pada materi Keanekaragaman Hayati pada tahun ajaran 2024/2025 melalui penerapan model pembelajaran Jigsaw pada materi keanekaragaman hayati. Latar belakang yang digunakan didalam penelitian ini adalah  masih belum maksimalnya hasil belajar yang diperoleh oleh siswa terlihat masih berada dibawah ketuntasan. Penelitian yang dipakai adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan menggunakan dua siklus yang terdiri dari 4 tahap yaitu tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, tahap observasi, dan diakhiri tahap refleksi. Teknik pengumpulan data berupa instrumen tes akhir siklus. Teknis menghitung dan membaca data yakni analisis hasil belajar individual siswa dan hasil akhir nilai seluruh siswa.  Hasil yang diperoleh yaitu terjadi penambahan hasil belajar siswa materi keanekaragaman hayati melalui model kooperatif tipe pembelajaran Jigsaw dibuktikan dengan skor hasil belajar klasikal siswa pada siklus I yaitu 66,7 dengan 28,6% yang tuntas dari keseluruhan siswa di kelas. Setelah perbaikan dilakukan siklus II, dimana skor hasil belajar klasikal siswa yaitu 82 dengan 75% dari keseluruhan siswa yang tuntas. Oleh karena itu dapat disimpulkan media ular tangga dapat meningkatkan hasil belajar siswa materi kompak dan bersatu.a. Oleh sebab itu dapat di tarik kesimpulkan dengan penerapan tipe model pembelajaran Jigsaw dapat menaikkan tingkat perolehan hasil belajar siswa materi Keanekaragaman Hayati pada bidang study IPAS.
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Make a Match pada Peserta Didik Kelas I untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika di SDN Dukuh Kupang V Surabaya Ramadhania, Naflah Sagita; Anam, Fatkul; Juwairiyah, Siti
Journal of Educational Science and E-Learning Vol. 2 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/jese.v2i1.34

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Make a Match dalam meningkatkan hasil belajar matematika pada materi penjumlahan dan pengurangan di kalangan peserta didik. Pendidikan di Indonesia memiliki tujuan untuk mengembangkan kemampuan dan karakter peserta didik agar menjadi individu yang beriman, bertaqwa, dan bertanggung jawab. Model pembelajaran kooperatif tipe Make a Match dipilih karena dapat meningkatkan keaktifan peserta didik, pemahaman materi, serta melatih keberanian dan kedisiplinan mereka dalam belajar. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Pada siklus I, hasil belajar menunjukkan bahwa 11 peserta didik (55%) belum tuntas, sedangkan 9 peserta didik (45%) berhasil mencapai ketuntasan. Meskipun terdapat peningkatan, ketuntasan klasikal yang ditargetkan sebesar 80% belum tercapai, sehingga dilanjutkan ke siklus II. Pada siklus II, jumlah peserta didik yang belum tuntas berkurang menjadi 3 peserta didik (15%), dan 17 peserta didik (85%) berhasil mencapai ketuntasan, sehingga target ketuntasan klasikal tercapai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Make a Match dapat meningkatkan hasil belajar matematika peserta didik. Dengan menggunakan metode ini, suasana belajar menjadi lebih menyenangkan dan interaktif, meningkatkan motivasi dan hasil belajar peserta didik. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi pengembangan metode pembelajaran di sekolah, khususnya dalam mata pelajaran matematika. 
Peningkatan Hasil Belajar Siswa Kelas IV melalui Media Flash Card pada Materi Aku dan Kebutuhanku di SDN Dukuh Kupang V Surabaya Manu, Murniati Djami; Anam, Fatkul; Juwairiyah, Siti
Journal of Educational Science and E-Learning Vol. 2 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/jese.v2i1.37

Abstract

Penelitian tindakan kelas ini dilatarbelakangi oleh permasalahan rendahnya hasil belajar siswa kelas IV SDN Dukuh Kupang V Surabaya pada materi "Aku dan Kebutuhanku". Observasi awal mengidentifikasi kesulitan siswa dalam memahami konsep fundamental kebutuhan dan keinginan, serta kurangnya partisipasi aktif dalam proses pembelajaran, yang secara langsung berkorelasi dengan hasil belajar yang belum mencapai potensi optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi dan menerapkan media Flash Card sebagai intervensi terstruktur untuk meningkatkan pemahaman konseptual dan hasil belajar siswa secara signifikan. Pemilihan Flash Card didasarkan pada karakteristiknya yang inheren, yaitu sifat visual yang menarik, format yang ringkas dan mudah diakses, serta potensi interaktif yang tinggi, yang diyakini sangat sesuai dengan gaya belajar dominan siswa Sekolah Dasar. Hasil penelitian yang didapat membuktikan adanya peningkatan yang substansial dalam pemahaman siswa terhadap konsep "Aku dan Kebutuhanku", serta peningkatan yang nyata dalam tingkat keterlibatan siswa selama sesi pembelajaran setelah implementasi Flash Card. Media ini secara efektif mendukung siswa agar terlibat secara aktif dalam proses mengamati, mengklasifikasi informasi, dan mengartikulasikan pemahaman mereka, yang pada akhirnya memberikan dampak positif yang signifikan terhadap hasil belajar akademik siswa.
ROUTINES CONFLICT COMMOGNITIVE IN STUDENTS' WORK RESULTS ON THE MATERIAL OF INDEFINITE FORM LIMITS Emanuel, Endrayana Putut Laksminto; Anam, Fatkul; Iventri, Kuirinus; El Walida, Sikky
JME (Journal of Mathematics Education) Vol 10, No 1 (2025): JME
Publisher : Universitas Sembilanbelas November Kolaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31327/jme.v10i1.2518

Abstract

This research aims to describe cognitive conflicts that occur in first year students when solving indefinite form limit problems. This research is qualitative research with the researcher as the main instrument. Research method with stages of preparation, data collection, transcript and analysis. A total of 8 students from private universities were given mathematics problem sheets, containing limit questions of indefinite form consisting of one number and worked on for 30 minutes. Two students were selected as research subjects based on indicators of conflict in the components of routines and were interviewed in a semi-structured and in-depth manner to explore further information about the causes of conflict. The results of the research showed that the research subjects were able to solve the questions given but there were errors that triggered conflict, both ritualized and exploratory. . Ritualized due to weak understanding of material previously received in high school.  Exploratory, which is a new or different method because it is not well understood, can cause cognitive conflict. Good mastery and understanding of the material can reduce the occurrence of cognitive conflicts in students' minds.
Exploring The Effect of Learning Environment on Students’ Mathematical Thinking Ability: Evidence from Matrix Learning at SMA Hang Tuah 1 Surabaya Nathallia, Adhecristhiani; Anam, Fatkul; Emanuel, Endrayana Putut Laksminto; Kirana, Anik
Educational Studies and Research Journal Vol. 2 No. 3 (2025): Educational Studies and Research Journal
Publisher : MID Publisher International

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60036/9j4nas69

Abstract

This study aims to determine the influence of the learning environment on the mathematical thinking skills of Phase F.11 students at SMA Hang Tuah 1 Surabaya in the context of matrix material. Mathematical thinking skills are essential abilities that need to be developed in mathematics learning because they relate to students' ability to reason, analyze, and solve problems logically and systematically. However, the results of the observations show that some students still have difficulty understanding the concept of matrices and applying them in problem-solving, which is thought to be caused by suboptimal learning environment factors. This study uses a quantitative approach with an explanatory research method. The research population comprised all students of Phase F.11 at SMA Hang Tuah 1 Surabaya. In contrast, the research sample consisted of 33 students from class F.11.3, selected via simple random sampling. The research instruments consisted of a learning environment questionnaire and a mathematical thinking ability essay test. Data were analyzed using simple linear regression in IBM SPSS Statistics version 26. The results of the study indicate that the learning environment has a positive and significant effect on students' mathematical thinking abilities, with a significance value of 0.001 < 0.05. The regression equation obtained is Y = 34.612 + 0.523X, which means that every one-unit increase in the learning environment score will increase mathematical thinking abilities by 0.523 units. The coefficient of determination (R²) of 0.541 indicates that the learning environment explains 54.1% of the variation in mathematical thinking abilities, while the remaining 45.9% is explained by other factors outside this study. Based on these results, it can be concluded that the better a student's learning environment —whether at home, school, or in the community —the higher their mathematical thinking skills, particularly in understanding and solving problems involving matrices. Therefore, improving the quality of the learning environment is a crucial factor in supporting successful mathematics learning in high school.
Peningkatan Motivasi Belajar Siswa Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT Pada Materi Pancaindra Kelas 3 SDN Pakis V Surabaya Kusumaningtyas, Dyah; Anam, Fatkul; Fitriyah, Enok
Journal of Educational Science and E-Learning Vol. 1 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/jese.v1i2.16

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya motivasi belajar siswa pada materi pancaindra, hal ini berdasarkan pada hasil observasi saat pembelajaran berlangsug,  siswa terlihat kurang antusias dan tertarik untuk belajar, serta guru yang masih menerapkan pembelajaran dengan model konvensional yang berisi ceramah kemudian penugasan, sehingga siswa kurang memiliki motivasi untuk belajar. Karena adanya permasalahan tersebut penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa pada materi pancaindra kelas 3 di SDN Pakis V Surabaya melalui model pembelajaran kooperatif tipe Teams Game Tournament (TGT). Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan subjek penelitian adalah peserta didik kelas 3A yang berjumlah 26 siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan memberikan angket motivasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe Teams Game Tournament (TGT) dapat meningkatkan motivasi belajar siswa pada materi pancaindra. Motivasi belajar mengalami peningkatan yaitu pada siklus 1 diperoleh skor rata-rata sebesar 67,5 dengan kategori cukup dan pada siklus 2 diperoleh skor rata-rata sebesar 81,4 dengan kategori baik.
Peningkatan Motivasi Belajar Siswa Melalui Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) pada Materi Hak dan Kewajiban Kelas VI A SDN Pakis V Surabaya Awaliya, Safa' Atin; Anam, Fatkul; Fitriyah, Enok
Journal of Educational Science and E-Learning Vol. 1 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/jese.v1i2.18

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa kelas VI A SDN Pakis V Surabaya pada materi hak dan kewajiban dengan menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya motivasi belajar siswa yang terlihat dari partisipasi pasif, kurangnya keterlibatan dalam diskusi, dan hasil belajar yang di bawah standar ketuntasan. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran PBL mampu meningkatkan motivasi belajar siswa. Pada pra siklus, motivasi belajar siswa hanya mencapai rata-rata 58,75%, dengan hanya 50% siswa mencapai ketuntasan hasil belajar. Setelah penerapan PBL pada siklus 1, motivasi belajar meningkat menjadi 68,75%, dan persentase ketuntasan mencapai 75%. Pada siklus 2, terjadi peningkatan yang lebih signifikan, di mana motivasi belajar siswa mencapai 84%, dan yang mencapai ketuntasan sebanyak 85% Dengan demikian, penerapan model PBL terbukti efektif dalam meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Siswa menjadi lebih aktif, kritis, dan terlibat dalam proses pembelajaran, serta mampu memahami materi hak dan kewajiban secara lebih mendalam.
Peningkatan Motivasi Belajar Siswa Melalui Strategi Point Reward dan Punishment pada Pokok Bahasan Teks Eksplanasi di Kelas 6A SDN Pakis V Surabaya Nuranilla, Diana; Anam, Fatkul; Fitriyah, Enok
Journal of Educational Science and E-Learning Vol. 1 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/jese.v1i2.19

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa melalui penerapan strategi point reward dan punishment dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, khususnya pada materi teks eksplanasi di kelas 6A SDN Pakis V Surabaya pada tahun ajaran 2024/2025. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya motivasi dan hasil belajar siswa pada materi tersebut, yang mengindikasikan perlunya intervensi dalam proses pembelajaran. Metode yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan dua siklus yang melibatkan 29 siswa. Setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi. Teknik pengumpulan data meliputi observasi dan pre test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam motivasi belajar siswa, di mana rata-rata motivasi belajar meningkat dari 60% pada pra siklus menjadi 75% pada siklus 1 dan 85% siklus 2. Hasil belajar siswa juga mengalami peningkatan, dengan presentase ketuntasan belajar dari 55% pada pra siklus menjadi 70% pada siklus 1 dan 83% pada siklus 2. Strategi point reward berhasil mendorong siswa untuk lebih aktif dan disiplin, sedangkan punishment yang diterapkan secara tepat membantu mengurangi perilaku negatif. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa strategi point reward dan punishment dapat diterapkan secara efektif dalam meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa, dan dapat dikembangkan lebih lanjut pada mata pelajaran lain.
Peningkatan Motivasi Belajar Siswa Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT Pada Materi Hak dan Kewajiban Kelas IV SDN Pakis V Surabaya Falakhah, Eva Nurul; Anam, Fatkul; Fitriyah, Enok
Journal of Educational Science and E-Learning Vol. 1 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/jese.v1i2.23

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui motivasi belajar siswa melalui model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) pada matei hak dan kewajiban. Jenis penilitian ini yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Subjek dari penelitian ini yaitu siswa kelas IV – B SDN Pakis V Surabaya. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini antara lain hasil tes, observasi, lembar angket motivasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 37 jumlah siswa yang memiliki motivasi belajar yang tinggi hanya 19% sebelum siklus. Kemudian, pada siklus I, motivasi belajar siswa memenuhi kriteria keberhasilan meningkat menjadi 67%, dan pada siklus II, motivasi siswa belajar yang memenuhi kriteria keberhasilan meningkat menjadi 86%. Sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa melalui model pembelajaran kooperatif tipe TGT berdampak pada motivasi belajar siswa yang menjadi meningkat.
Sebuah Tinjauan Commognitive: Apakah Matriks Singular? Putut Laksminto Emanuel, Endrayana; Anam, Fatkul
BRILIANT: Jurnal Riset dan Konseptual Vol 7 No 4 (2022): Volume 7 Nomor 4, November 2022
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.574 KB) | DOI: 10.28926/briliant.v7i4.1073

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konflik commognitive mahasiswa mengenai istilah “singular” pada matriks 3x3. Metode penelitian terdiri atas tahapan persiapan, pengumpulan data, transkrip data, analisis data. Sebanyak 10 mahasiswa diberi lembar soal matematika, berisi dua nomor mengenai matriks singular. Dua mahasiswa terpilih sebagai subjek penelitian karena terindikasi mengalami konflik commognitive, meliputi komponen words use, visual mediators, narratives, routines. Subjek penelitian diwawancarai secara semi tersruktur dan mendalam untuk menggali informasi lebih lanjut adanya konflik commognitive. Hasil wawancara dianalisis menggunakan kerangka kerja commognitive komponen narratives. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik commognitive terjadi pada saat subyek menentukan apakah suatu matriks singular atau tidak menggunakan nilai determinan. Peneliti menawarkan konsep baru tentang “singular” pada matriks dan subjek penelitian menerima konsep baru tersebut. Perbedaan konsep antara subjek dan peneliti ini yang menimbulkan adanya konflik commognitive yang pada akhirnya subjek menerima konsep baru yang ditawarkan oleh peneliti tentang “singular” pada matriks.