Partisipasi mahasiswa dalam organisasi kemahasiswaan merupakan salah satu indikator penting dalam mendukung keberlangsungan dan efektivitas organisasi. Namun, dalam praktiknya, tingkat partisipasi mahasiswa dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FISIPOL UHN masih tergolong rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat partisipasi mahasiswa serta mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan minimnya partisipasi tersebut dan dampaknya terhadap kinerja organisasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan informan yang terdiri dari pengurus BEM, mahasiswa, dan pihak fakultas yang diwakili oleh Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan. Analisis penelitian ini menggunakan teori Tangga Partisipasi Arnstein, Civic Voluntarism Model, dan teori Sistem Terbuka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat partisipasi mahasiswa dalam BEM FISIPOL UHN masih berada pada tingkat rendah, khususnya pada level tokenism, di mana mahasiswa hanya terlibat sebatas sebagai penerima informasi dan peserta kegiatan, namun belum terlibat secara aktif dalam pengambilan keputusan organisasi. Faktor utama penyebab minimnya partisipasi adalah keterbatasan sumber daya mahasiswa, terutama waktu dan energi akibat tuntutan akademik. Minimnya partisipasi tersebut berdampak pada kurang optimalnya kinerja organisasi, terbatasnya pelaksanaan program kerja, serta meningkatnya beban kerja pengurus aktif. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa minimnya partisipasi mahasiswa merupakan fenomena yang dipengaruhi oleh faktor struktural dan personal, serta berdampak langsung terhadap efektivitas organisasi. Oleh karena itu, diperlukan upaya kolaboratif antara mahasiswa, organisasi, dan pihak fakultas untuk meningkatkan partisipasi mahasiswa secara berkelanjutan.