Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

DESAIN KONSTRUKSI DAN TEKNIK PENGOPERASIAN MINI PURSE SEINE DENGAN SATU KAPAL (ONE BOAT SYSTEM) DI KENDARI, SULAWESI TENGGARA Noar Muda Satyawan; Rakhma Fitria Larasati; I Nyoman Sujiwo Bhagaskara
Jurnal Perikanan Unram Vol 13 No 1 (2023): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v13i1.476

Abstract

Laut Banda merupakan salah satu perairan yang termasuk ke dalam Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) 714 dengan potensi sumberdaya ikan pelagis yang besar. Sebagian besar ikan yang tertangkap di Laut Banda diadratkan di PPS Kendari, Sulawesi Tenggara. Alat tangkap yang banyak digunakan adalah Pukat Cincin Kecil (Mini Purse Seine). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui desain konstruksi dan teknik pengoperasian Mini Purse Seine dengan satu kapal. Penelitian dilaksanakan di PPS Kendari selam 2 bulan yaitu pada bulan April sampai dengan Mei 2021 dengan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi diperoleh hasil bahwa konstruksi alat tangkap Mini Purse Seine berbentuk trapesium yang terdiri dari kantong, badan jaring, sayap, tali ris atas, tali ris bawah, pelampung, dan cincin. Panjang jaring yang digunakan nelayan adalah 400 m dan dalam kantong 90 m. Kantong tempat berkumpulnya ikan  memiliki ukuran mesh size 0,8 inci sedangkan mesh size badan jaring dan bagian sayap berukuran masing-masing 1 inci. Proses pengoperasian mini purse seine meliputi persiapan di darat, persiapan di laut, proses pengumpulan gerombolan ikan, setting, dan hauling. Operasi penangkapan ikan menggunakan alat bantu penangkapan berupa lampu kapal, rumpon lampu dan rumpon daun agel.
PENANGANAN IKAN HASIL TANGKAPAN PADA KMN. DUA PUTRI 02 DI PELABUHAN PERIKANAN SAMUDERA (PPS) KENDARI, SULAWESI TENGGARA Rakhma Fitria Larasati; Ambrosius Dominikus Basa Bay Bay; Hawati Hawati; Angkasa Putra; Sarifah Aini; Rahmatang Rahmatang
Jurnal Perikanan Unram Vol 14 No 1 (2024): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v14i1.757

Abstract

The two phases of handling fish catches include on-board handling and landing/unloading processes. Through this approach, the quality of catches can be maintained along the fishery supply chain, from ships to consumers, which contributes to the sustainability of the fishing industry as well as the provision of quality fishery products. This study aimed to analyze the process of fish handling in KMN. Dua Putri 02 and Fish Auction Site (TPI). The study was conducted from November 3, 2023, to December 29, 2023, at PPS Kendari, Southeast Sulawesi. The results of this study provided in-depth insight into the process of handling fish in both locations. On KMN. Dua Putri 02, the process began with the preparation of tools, the removal of fish from the net to the hold, and the application of ice to the hatch. At TPI, the process started with the preparation of tools for unloading, the transfer of fish from the hold to the sorting place, sorting by type, size, and physical shape, and then weighing and distributing the fish to the point of sale or auction of fish. The conclusion of this study provided a comprehensive overview of the flow of fish handling from vessels to TPI, offering a basis for improving efficiency and quality in the fishing industry.
OBSERVASI DAERAH PENANGKAPAN IKAN DI PERAIRAN LAUT JAWA DAN SELAT MAKASSAR Larasati, Rakhma Fitria; Jaya, Made Mahendra; Mahardi, I Gusti Ngurah Kadek Hary; Putra, Angkasa; Bramana, Aditya; Aini, Sarifah; Hamdani, Hamdani; Ariana, Made
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 15 No 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24319/jtpk.15.203-210

Abstract

Daerah penangkapan ikan di perairan Laut Jawa dan Selat Makassar merupakan daerah tangkapan yang penting bagi nelayan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis proses penentuan Daerah Penangkapan Ikan (DPI), menjelaskan hasil observasi suhu dan salinitas perairan di setiap DPI yang telah ditentukan, serta mengidentifikasi jenis hasil tangkapan, dengan menggunakan Kapal Motor (KM) Tirta Putra Kencana I (alat tangkap purse seine). Penelitian ini dilakukan di perairan Laut Jawa dan di Selat Makasar, mulai dari bulan Desember tahun 2022 hingga bulan April 2023. Metode penelitian yang digunakan adalah observasi langsung dan dianalisis menggunakan analisis deskriptif. Data primer diperoleh melalui observasi langsung di lapangan, termasuk kegiatan penentuan DPI dan pengukuran suhu, serta salinitas di setiap lokasi DPI. Penentuan DPI dilakukan dengan mempertimbangkan beberapa syarat, seperti wilayah perizinan penangkapan ikan, ketidakgangguan terhadap pelayaran niaga, kondisi perairan yang aman, dan minim pengaruh cuaca buruk pada daerah tersebut. Hasil pengukuran suhu dan salinitas menunjukkan bahwa rata-rata perairan Laut Jawa dan Selat Makassar memiliki karakteristik yang serupa. Namun, DPI yang berdekatan dengan daratan menunjukkan suhu yang lebih rendah dan kadar salinitas yang lebih tinggi. Jenis hasil tangkapan didominasi oleh ikan layang (Decapterus macrosoma dan Decapterus russelli) yang mendiami perairan laut lepas, diikuti oleh ikan siro (Sardinella sp.) yang ditemui di wilayah pantai. Komoditas ikan pelagis besar lebih cenderung tertangkap di wilayah penangkapan di sebelah barat.
KETERKAITAN MUSIM HUJAN DAN MUSIM ANGIN DENGAN MUSIM PENANGKAPAN IKAN LEMURU YANG BERBASIS DI PPN PENGAMBENGAN Noveldesra Suhery; Jaya, Made Mahendra; Khikmawati, Liya Tri; Sarasati, Wulandari; Tanjov, Yulia Estmirar; Larasati, Rakhma Fitria; Azis, Muh. Arkam; Purwanto, Agus; Sari, Iya Purnama; Mainnah, Muth; Satyawan, Noar Muda
Marine Fisheries : Journal of Marine Fisheries Technology and Management Vol. 14 No. 1 (2023): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jmf.v14i1.44383

Abstract

Musim penangkapan ikan seringkali dikaitkan dengan kondisi iklim dan cuaca seperti hujan dan musim angin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterkaitan antara musim hujan dan musim angin dengan musim penangkapan ikan lemuru di perairan Selat Bali. Data yang digunakan adalah data produksi bulanan dari Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan periode Januari 2015 hingga Oktober 2022. Selain itu, data curah hujan, data arah dan kecepatan angin didapatkan dari data harian stasiun klimatologi BMKG Jembrana pada periode data yang sama. Masing-masing komponen data dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Selanjutnya dihitung indeks musim hujan, musim angin kencang dan musim penangkapan dengan metode persentase rata-rata. Hasil penelitian menunjukkan periode musim hujan terjadi pada bulan Oktober hingga Maret dan musim kemarau pada bulan Juni hingga September. Arah angin dominan adalah arah tenggara (150 derajat) dengan nilai resultan 62%. Musim angin tenggara (muson timur) terjadi pada bulan Juni – September dan musim angin barat daya (muson barat) pada bulan Desember – Maret. Diantara dua musim utama tersebut terdapat musim peralihan yaitu bulan April-Mei dan Oktober-November. Musim penangkapan ikan lemuru terjadi pada bulan September, Oktober, November, Desember dan April. Hasil uji beda Mann-Whitney menunjukkan terdapat perbedaan musim penangkapan ikan lemuru pada musim muson barat dan muson timur dengan musim peralihan.Kata kunci: musim hujan, musim angin muson, musim penangkapan lemuru
Community Structure, Abundance and Ecological Index of Phytoplankton in Jembrana Coastal Waters, Bali Satyawan, Noar Muda; Rakhma Fitria Larasati; Made Mahendra Jaya; Iya Purnama Sari; Yulia Estmirar Tanjov; Muh. Arkam Azis
Jurnal Pijar Mipa Vol. 19 No. 5 (2024): September 2024
Publisher : Department of Mathematics and Science Education, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram. Jurnal Pijar MIPA colaborates with Perkumpulan Pendidik IPA Indonesia Wilayah Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpm.v19i5.7523

Abstract

Phytoplankton is an important component in aquatic ecosystems. Apart from producing oxygen, phytoplankton also act as primary producers in the food chain. Bali Sardinella (Lemuru) is an important fishery commodity in the Bali Strait, which is known to eat plankton (Plankton Feeder), so its existence depends on the distribution of plankton. This descriptive research aims to determine the community structure, abundance and ecological index of phytoplankton in the coastal waters of Jembrana Regency. Sampling was conducted in July 2023 at five observation stations in the coastal waters of Jembrana Regency (Pengambengan Beach, Perancak Beach and Delod Berawah Beach). Around 250 litres of seawater was filtered by a plankton net measuring 35 mm. The filtered samples collected in a 100 ml collecting bottle were then transferred to a 120 ml sample bottle and preserved in 4% formalin. The samples obtained were taken to the laboratory for observation under a microscope. This research shows that 66 types of phytoplankton were found to belong to 5 classes in the waters of Jembrana, Bali. The Bacillariophyceae class were found with the highest number of species (44 species), followed by the Dinophyceae (19 species), Chlorophyceae (1 species), Cryptophyceae (1 species), and Cyanophyceae (1 species). Based on the results of calculating phytoplankton abundance, various abundance values ​​were obtained at each observation station. Station 2 has the highest abundance of phytoplankton with 297 individuals/l followed by Station 1 (221 individuals/l), Station 4 (130 individuals/l), Station 3 (127 individuals/l), and Station 5 (36 individuals/l). The species Diversity Index (H') ranges from 2.61 - 2.83, the Dominance Index (C) ranges from 0.07 - 0.13, and the Evenness Index (e) ranges from 0.72 - 0.95. The ecological index value shows that the phytoplankton community in Jembrana coastal waters included in the moderate diversity category is not dominant and evenly distributed. The ecological index value shows that the water quality is categorized as moderately polluted.
Pelatihan Pembuatan Jala Tebar Modifikasi Sebagai Inovasi Alat Panen Udang bagi Desa Mitra “Kampung Vaname” Politeknik KP Jembrana Bali Noar Muda Satyawan; Made Mahendra Jaya; Liya Tri Khikmawati; Wulandari Sarasati; Muth Mainnah; Yulia Estmirar Tanjov; Muh. Arkam Aziz; Iya Purnama Sari; Noveldesra Suhery; Rakhma Fitria Larasati
Jurnal Pengabdian UNDIKMA Vol. 3 No. 3 (2022): November
Publisher : LPPM Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jpu.v3i3.6111

Abstract

The purpose of this community service were to improve the skills of Partner Village "Kampung Vaname" cultivators in making modified Cast Net so as to minimize deaths that occur after partial harvest. The methods used in this service were socialization and training. The target of this service is the cultivator of Partner Village "Kampung Vaname" Marine and Fisheries Polytechnic of Jembrana. The service activity began with the presentation of the material then continued with training in making Cast Net. Evaluation were done by giving pre-test and post-test to all training participants. Based on the service results, there was an increase in the understanding of the farming group in Partner Village about fishing gear that could be applied in the vannamei shrimp cultivation process, the vannamei shrimp farming group in Partner Village was able to make modified Cast Net fishing gear properly, and modified of Cast Net fishing gear could be one of solution for solving the problem of vaname shrimp farmers related to partial post-harvest shrimp mortality.
HUBUNGAN PANJANG-BERAT DAN NISBAH KELAMIN LOBSTER BATU (Panulirus penicillatus) DI PANTAI SELATAN YOGYAKARTA Larasati, Rakhma Fitria; Setyobudi, Eko; Suadi, Suadi
PELAGICUS Volume 2 Nomor 2 Tahun 2021
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/plgc.v2i2.9809

Abstract

ABSTRAK Lobster (Panulirus spp.) adalah komoditas perikanan penting dan ekonomis tinggi. Spesies yang paling sering dan dominan tertangkap adalah lobster batu. Meningkatnya permintaan lobster menjadikan nelayan melakukan kegiatan penangkapan secara terus menerus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan panjang-berat dan rasio jenis kelamin (sex ratio) lobster batu (Panulirus penicillatus). Penelitian dilakukan pada Februari 2017 sampai dengan Agustus 2017 di pantai selatan Yogyakarta. Kajian stok lobster dilakukan melalui survei yang meliputi metode deskriptif, observasi dan wawancara. Pemilihan lokasi pengambilan sampel dilakukan secara terpilih (purposive) yaitu pantai Ngrenehan, Baron, Drini dan Tepus. Total sampel lobster batu yang diperoleh sepanjang penelitian sejumlah 546 ekor, yang terdiri dari lobster jantan 289 ekor (53%) dan lobster betina 257 ekor (47%). Hasil penelitian menyatakan bahwa pola hubungan panjang dan berat lobster batu memiliki sifat allometrik negative dengan persamaan W= 0,004 L 2,577 pada lobster jantan dan W = 0,007 CL 2,481 pada lobster betina. Perbandingan nisbah kelamin lobster batu jantan dan betina adalah 1,12 : 1. ABSTRACTLobster (Panulirus spp.) is an important and economically high fishery commodity. The most frequent and dominant species caught is rock lobster. The increasing demand for lobsters makes fishermen conduct continuous catching activities. The study aims to analyze the relationship of length-weight and sex ratio of rock lobster (Panulirus penicillatus). The research was conducted from February 2017 to August 2017 in southern coast of Yogyakarta. The study of lobster stocks was conducted through surveys that included descriptive methods, observations and interviews. The sampling location was chosen purposively, namely Ngrenehan, Baron, Drini and Tepus. Total samples obtained throughout the study amounted to 546 double-spined rock lobster, consisting of 289 males (53%) and 257 females (47%). The results stated that the length and weight relationship pattern of rock lobsters is negative allometric, with the equation W= 0,004 L 2,577in males lobster and W = 0,007 CL 2,481 in females lobster. The sex ratio double-spined rock lobster between males and females lobster is 1,12 : 1.
Pemberdayaan Masyarakat Nelayan Melalui Inovasi Gelindingan Portable sebagai Alat Bantu Pemindahan Perahu yang Efektif dan Efisien Khikmawati, Liya Tri; Jaya, Made Mahendra; Sarasati, Wulandari; Azis, Muh. Arkam; Satyawan, Noar Muda; Tanjov, Yulia Estmirar; Mainnah, Muth; Suhery, Noveldesra; Sari, Iya Purnama; Larasati, Rakhma Fitria; Suratna, Suratna
Jurnal Pengabdian UNDIKMA Vol. 5 No. 1 (2024): February
Publisher : LPPM Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jpu.v5i1.9300

Abstract

This community service aims to increase the knowledge and skills of fishermen in Pengambengan village, Jembrana Regency, Bali in creating innovative portable rollers as an effective and efficient tool for moving boats. The method of implementing this service uses training with data collection techniques in the form of observation, interviews and documentation. Evaluation of the success level of this service uses a questionnaire instrument, which is analyzed descriptively and quantitatively. The results of this service activity show that fishermen can understand well the innovation of portable rollers as an effective and efficient tool for moving boats. Apart from that, fishermen have been able to create and improve existing wheel innovations. The finished rolling innovation can be used by fishermen properly and correctly when moving boats/jukungs to places that are safer from high tides.
Analisis Kelengkapan Dokumen dan Alur Perizinan Kapal Perikanan di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Mayangan Jawa Timur Larasati, Rakhma Fitria; Khikmawati, Liya Tri; Mahardika, Arireza Fachrudin Rahmadani
Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol 20, No 1 (2025): JUNI 2025
Publisher : Balai Besar Riset Sosial Eonomi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jsekp.v20i1.15888

Abstract

Kesyahbandaran memiliki peran penting dalam menjamin keamanan dan keselamatan operasional kapal perikanan, salah satunya melalui pengecekan kelengkapan dokumen kapal sebagai syarat berlayar. Penelitian ini bertujuan menganalisis kelengkapan dokumen dan alur perizinan kapal perikanan saat kapal tiba, berangkat, serta manifest kapal di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Mayangan. Penelitian dilakukan pada Juni–Juli 2022 dengan metode observasi dan wawancara, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 12 dokumen utama yang wajib dimiliki kapal perikanan. Pemetaan alur perizinan memperlihatkan bahwa proses kedatangan dan keberangkatan telah terintegrasi secara digital melalui aplikasi Teman SPB untuk verifikasi dokumen dan pemeriksaan teknis–nautis oleh syahbandar. Namun, ditemukan kesenjangan kepatuhan terhadap dokumen operasional serta kendala efisiensi akibat lambatnya kinerja server aplikasi. Hasil observasi lapangan juga menunjukkan banyak kapal berukuran di bawah 30 GT memiliki Surat Kelaikan dan Pengawakan yang telah melewati masa berlaku. Secara akademis, penelitian ini menegaskan bahwa kepatuhan dalam sektor perikanan tidak semata dipengaruhi oleh sanksi, tetapi juga berkaitan langsung dengan kualitas sistem layanan digital pelabuhan. Temuan ini menjadi acuan empiris bagi syahbandar dan instansi terkait untuk meningkatkan efisiensi perizinan kapal serta memperkuat pengawasan dokumen operasional guna mendukung aktivitas perikanan yang tertib dan aman.Title: Analysis of Documents Completeness and Flow of Fishing Vessel Licences at Coastal Fishing Port (CFP) Mayangan East Java The harbor master plays a vital role in ensuring the safety and operational security of fishing vessels, particularly through the verification of vessel documents required for sailing. This study aims to analyze the completeness of fishing vessel documents and the licensing procedures for vessel arrival, departure, and manifest management at the Coastal Fisheries Port (CFP) Mayangan. The research was conducted from June to July 2022 using observation and interview methods, followed by descriptive qualitative analysis. The findings reveal that fishing vessels are required to possess 12 essential documents. The licensing workflow indicates that arrival and departure processes have been digitally integrated through the Teman SPB application, which facilitates document verification and technical–nautical inspection by the harbor master. However, the study also identifies gaps in compliance with operational documents and efficiency issues arising from slow server performance. Field observations further show that many vessels under 30 gross tons (GT) possess expired seaworthiness and manning certificates. Academically, this study highlights that compliance in the fisheries sector is influenced not only by sanctions but also by the quality of the port’s digital service system. The findings provide empirical insights for harbor authorities and related agencies to enhance the efficiency of vessel licensing and strengthen the supervision of operational documentation to ensure orderly and safe fishing activities.
STUDY ON CATH HANDLING IN PURSE SEINE FISHERIES KM. BINTANG MAS AT PEKALONGAN FISHING PORT Sari, Ratih Purnama; Larasati, Rakhma Fitria; Ikhsan, Suci Asrina; Akbar, R. Mohamad Adha; Habib, E.Y., M.
Jurnal Segara Vol 20, No 2 (2025): December
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/segara.v20i2.17613

Abstract

Pekalongan National Fishing Port (PPN Pekalongan), a type B fishing port, is recognized for its well-managed facilities and serves as an operational base for purse seine vessels. Purse seines are widely employed to harvest schooling pelagic fish, most of which are species of high economic value, thus requiring appropriate handling to maintain quality. This study aims to examine the handling practices of purse seine catches on board KM. Bintang Mas Maritim, focusing on storage temperature, handling equipment, and storage duration under freezer-based systems. Data collected included fish temperature at hauling, during freezing, and after storage, as well as the handling methods and equipment used by fishermen. The initial body temperature of the fish was 29.3°C at hauling. Fish were sorted by species, size, and quality, then washed and frozen at -18°C for 24 hours. Once frozen, they were packaged and transferred to the fish hold at -13.7°C for storage. The findings highlight the importance of systematic handling, washing, rapid freezing, and controlled storage—to maintain fish quality and extend shelf life.