Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Membangun Keberanian Melapor Sebagai Strategi Pemberdayaan Masyarakat dalam Pencegahan Kekerasan Seksual Kurniati, Pat; Jamilah, Jamilah; Pudjiastuti, Sri Rahayu; Rumiati, Sri; Irma, Dasih; Maemunah, Sari; Septipane, Dwi; Susi, Susi; Putri, Mas Fierna Janvierna Lusie; Saryono, Saryono
Jurnal Abdimas Prakasa Dakara Vol. 5 No. 1 (2025): Inovasi Edukatif dan Teknologi Partisipatif untuk Pemberdayaan Komunitas dalam
Publisher : LPPM STKIP Kusuma Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37640/japd.v5i1.2338

Abstract

Kekerasan seksual masih menjadi persoalan serius di lingkungan pendidikan, namun pelaporan oleh korban atau saksi sering terkendala oleh rasa takut, stigma sosial, dan minimnya pemahaman tentang hak dan mekanisme pelaporan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk membangun keberanian pelajar dalam melaporkan kekerasan seksual sebagai bagian dari strategi pemberdayaan masyarakat dalam pencegahan kekerasan. Program dilaksanakan melalui seminar edukatif dan diskusi interaktif di SMK YAPPA Depok pada 15 Februari 2025, dengan metode penyuluhan, studi kasus, dan evaluasi kuesioner. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 97,4% peserta merasa lebih memahami hak-hak individu serta lebih siap menjadi pelapor dan agen perubahan dalam isu kekerasan seksual. Peserta juga menilai bahwa pendekatan yang digunakan efektif dalam meningkatkan keberanian dan kesadaran akan pentingnya pelaporan. Dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini berhasil membangun kesadaran kritis siswa dan perlu direplikasi dengan dukungan kelembagaan yang lebih sistematis agar dampaknya berkelanjutan.
Analysis of Students’ Philanthropic Behavior: Driving and Inhibiting Factors to Participation in Social Activities on Campus Sulastri, Sulastri; Putri, Mas Fierna Janvierna Lusie; Sari, Nurullita; Kurniati, Pat; Septipane, Dwi
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Vol 4, No 3 (2025)
Publisher : Yayasan Keluarga Guru Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46843/jpm.v4i3.509

Abstract

Philanthropic behavior among students is a salient indicator of civic awareness. This study analyzes how driving factors and inhibiting factors shape students' participation in campus-based social activities. Using a quantitative survey of 200 students from three Indonesian universities, we administered a 20-item Likert-scale questionnaire and analyzed the data using validity and reliability tests, Pearson correlations, and multiple linear regression (? = .05). All items demonstrated validity and reliability. Regression results indicate that driving factors have a positive and significant impact on philanthropic participation (? = 0.585, p .001), whereas inhibiting factors, such as time constraints and academic workload, do not significantly predict participation (? = –0.051, p = .404). The model explains 39% of the variance in participation (R² = 0.390), indicating that prosocial values, empathy, peer support, and campus community participation are more significant predictors than contextual constraints. These findings reinforce the Theory of Planned Behavior and the literature on prosocial development, underscoring the importance of intention and social norms in shaping behavior. We discuss implications for program design, including integrating community service into formal recognition systems, strengthening student-led initiatives, and ensuring sustained organizational regeneration to cultivate durable civic participation on campus.
Pengabdian Kepada Masyarakat: Edukasi Pengelolaan Sampah sebagai Media Pembelajaran Nilai Pancasila dan Green Citizenship di Pesantren Nurul Huda Kurniati, Pat; Susi, Susi; Septipane, Dwi; Rosalina, Ria; Febriansyah, Muhammad Raihan
Citizen : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 4 (2025): CITIZEN: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia
Publisher : DAS Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53866/jimi.v5i4.969

Abstract

Permasalahan lingkungan, khususnya pengelolaan sampah, menjadi isu krusial yang juga dihadapi oleh lembaga pendidikan berbasis keagamaan seperti pesantren. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran ekologis dan menanamkan nilai-nilai Green Citizenship di lingkungan Pesantren Nurul Huda melalui program edukasi pengelolaan sampah yang terintegrasi dengan nilai-nilai Pancasila dan ajaran keagamaan. Kegiatan ini menggunakan pendekatan edukatif yang melibatkan penyampaian materi langsung kepada santri dan pengasuh, diikuti oleh evaluasi menggunakan instrumen kuesioner. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam aspek pengetahuan, sikap, dan perilaku ramah lingkungan, serta tumbuhnya kesadaran akan tanggung jawab ekologis sebagai bagian dari kewargaan. Sebagian besar responden merespons positif program ini dan mengakui keterkaitannya dengan nilai-nilai Islam, moralitas, dan kehidupan bermasyarakat di pesantren. Meskipun demikian, masih terdapat tantangan berupa belum meratanya kesadaran yang tumbuh dari dalam diri dan keterbatasan fasilitas pendukung. Kesimpulannya, edukasi pengelolaan sampah di pesantren berpotensi menjadi strategi efektif dalam membentuk karakter santri yang berwawasan lingkungan, berjiwa Pancasila, dan bertanggung jawab sebagai warga negara yang peduli terhadap keberlanjutan lingkungan.
Outdoor Learning Berbasis Kearifan Lokal di Candi Prambanan : Inovasi Pembelajaran PPKn Untuk Menumbuhkan Civic Culture Siswa Kurniati, Pat; Aprilia , Bunga Kaila; Mulyati , Heti; Rostiani , Rita; Nuralamsyah , Irfan
Citizen : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 5 (2025): CITIZEN: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia
Publisher : DAS Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53866/jimi.v5i5.1002

Abstract

Penelitian ini menelaah penerapan model pembelajaran outdoor learning yang mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal di Candi Prambanan sebagai pendekatan inovatif dalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn). Latar belakang penelitian didasari oleh kebutuhan untuk menghadirkan pembelajaran PPKn yang lebih relevan dan aplikatif, sebab metode konvensional yang bersifat teoritis belum sepenuhnya efektif dalam membangun karakter sekaligus budaya kewarganegaraan peserta didik secara menyeluruh. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif serta metode studi kasus, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran PPKn di lingkungan Candi Prambanan dapat meningkatkan rasa kepedulian siswa terhadap pelestarian budaya, memperkuat nilai keberagaman, dan mendorong keterlibatan aktif dalam kegiatan sosial. Pembelajaran di luar ruang kelas ini memberikan pengalaman yang nyata bagi siswa sehingga memudahkan mereka dalam menghayati nilai-nilai kewarganegaraan secara lebih dalam. Model pembelajaran outdoor learning berbasis kearifan lokal tidak hanya memperdalam pemahaman siswa terhadap materi PPKn, tetapi juga secara signifikan mendukung pembentukan budaya kewarganegaraan, yakni sikap dan perilaku warga negara yang aktif, bertanggung jawab, serta memiliki kesadaran akan identitas budaya dan kebangsaan. Model ini layak dikembangkan sebagai alternatif metode pembelajaran PPKn yang sesuai dengan konteks sosial dan budaya setempat.
Representasi Kunjungan Museum Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat dalam Meningkatkan Nilai Nasionalisme Mahasiswa Institut Pendidikan Indonesia Ardiana, Kadika Sira; Alfaro, Moch Kevin; Anggara, Permana; Insan, Sidik Jamaludin; Kurniati, Pat
Journal of Contemporary Issues in Primary Education Vol. 2 No. 2 (2024): Journal of Contemporary Issues in Primary Education
Publisher : CV. Kurnia Grup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61476/ek9vbd95

Abstract

The West Java People's Struggle Monument is one of the important historical places in Bandung that has a strategic role in transforming collective memory and educating the younger generation about national values. This study aims to explore the representation of the museum visit program in increasing the value of nationalism of students of the Indonesian Institute of Education. This study uses qualitative research methods, this study collects data through in-depth interviews with museum guides, direct observation in museums can internalize nationalist values in students. The results of the study show that the West Java People's Struggle Monument Museum has a deep significance in awakening the value of nationalism. Through historical documentation, artifacts, and stories of struggle, the museum has succeeded in presenting a concrete representation of the nation's struggle, especially the values of unity, unity and unlimited sacrifice. A visit to the museum.
Model Proses Inovasi Kurikulum Merdeka Implikasinya Bagi Siswa Dan Guru Abad 21 Kurniati, Pat; Kelmaskouw, Andjela Lenora; Deing, Ahmad; Bonin, Bonin; Haryanto, Bambang Agus
Jurnal Citizenship Virtues Vol. 2 No. 2 (2022): Civic Education Dalam Perspektif Global
Publisher : LPPM STKIP Kusuma Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.948 KB) | DOI: 10.37640/jcv.v2i2.1516

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk ngeuak serta menggali tentang; 1) bagaimana Model Proses Inovasi Kurikulum Merdeka?; 2) bagaimana implikasi kurikulum merdeka bagi siswa dan guru di indonesia pada abad 21?. Berdasarkan Jenis dan Analisisnya Penelitian tentang merdeka belajar ini adalah termasuk penelitian Kualitatif. Dimana sumber penelitian diperoleh dari berbagai sumber kepustakaan seperti buku, jurnal, internet, serta sumber lainnya yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; 1) Model Proses Inovasi Kurikulum Merdeka dilakukan melalui pengurangan Kompetensi Dasar untuk setiap mata pelajaran sehingga guru dan siswa dapat lebih fokus pada kompetensi esensial untuk kelanjutan pembelajaran di tingkat selanjutnya, dimana Esensi merdeka belajar adalah kebebasan guru dan siswa dalam proses pembelajaran; 2) Sedangkan implikasi kurikulum merdeka bagi siswa dan guru di Indonesia adalah terkait karakteristik yang digunakan dalam kurikulum ini yakni siswa dan guru secara bersama-sama melaksanakan Pembelajaran berbasis proyek untuk mengembangkan soft skill dan karakter sesuai profil pelajar Pancasila, dimana Fokus kepada materi esensial sehingga ada waktu untuk pembelajaran yang mendalam bagi kompetensi dasar antara lain: literasi dan numerasi. Selain itu Fleksibilitas guru untuk melakukan pembelajaran yang terdiferensiasi sesuai kemampuan peserta didik.