Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Analisis Kepatuhan Minum Obat dan Kadar Gula Darah Penderita Diabetes Mellitus Tipe II di Puskesmas Sekip Palembang Tahun 2025 Annisa Karmeinica; Dedi Pahrul; Asih Fatriansari
Journal of Golden Generation Health Vol. 2 No. 1 (2026): Mei : Journal of Golden Generation Health
Publisher : PT. Lembaga Penerbit Penelitian Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jggh.v2i1.621

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) Tipe II merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah akibat gangguan sekresi dan resistensi insulin. Prevalensi DM yang terus meningkat menjadi permasalahan kesehatan masyarakat, termasuk di wilayah kerja Puskesmas Sekip Palembang. Salah satu faktor yang berperan dalam keberhasilan pengendalian kadar gula darah adalah kepatuhan pasien dalam mengonsumsi obat secara teratur. Ketidakpatuhan minum obat dapat menyebabkan kadar gula darah tidak terkontrol dan meningkatkan risiko terjadinya komplikasi jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kepatuhan minum obat dan kadar gula darah pada penderita Diabetes Mellitus Tipe II di Puskesmas Sekip Palembang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif. Sampel penelitian berjumlah 74 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data kepatuhan minum obat dikumpulkan menggunakan kuesioner ARMS-12, sedangkan data kadar gula darah diperoleh dari hasil pemeriksaan di Puskesmas. Analisis data dilakukan secara univariat untuk melihat distribusi frekuensi dan persentase masing-masing variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden termasuk dalam kategori patuh (82,4%), sedangkan 17,6% tidak patuh. Untuk kadar gula darah, 51,4% responden berada dalam kategori terkontrol dan 48,6% tidak terkontrol. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun mayoritas pasien telah patuh, masih terdapat proporsi yang cukup besar dengan kadar gula darah belum terkendali. Diharapkan agar tenaga kesehatan meningkatkan edukasi berkelanjutan, konseling rutin, serta melibatkan keluarga dalam mendukung kepatuhan terapi guna membantu pasien mencapai kontrol gula darah yang optimal dan mencegah komplikasi lebih lanjut.
Analisis Kepatuhan Minum Obat dan Kadar Gula Darah Penderita Diabetes Mellitus Tipe II di Puskesmas Sekip Palembang Tahun 2025 Annisa Karmeinica; Dedi Pahrul; Asih Fatriansari
Journal of Golden Generation Health Vol. 2 No. 1 (2026): Mei : Journal of Golden Generation Health
Publisher : PT. Lembaga Penerbit Penelitian Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jggh.v2i1.621

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) Tipe II merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah akibat gangguan sekresi dan resistensi insulin. Prevalensi DM yang terus meningkat menjadi permasalahan kesehatan masyarakat, termasuk di wilayah kerja Puskesmas Sekip Palembang. Salah satu faktor yang berperan dalam keberhasilan pengendalian kadar gula darah adalah kepatuhan pasien dalam mengonsumsi obat secara teratur. Ketidakpatuhan minum obat dapat menyebabkan kadar gula darah tidak terkontrol dan meningkatkan risiko terjadinya komplikasi jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kepatuhan minum obat dan kadar gula darah pada penderita Diabetes Mellitus Tipe II di Puskesmas Sekip Palembang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif. Sampel penelitian berjumlah 74 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data kepatuhan minum obat dikumpulkan menggunakan kuesioner ARMS-12, sedangkan data kadar gula darah diperoleh dari hasil pemeriksaan di Puskesmas. Analisis data dilakukan secara univariat untuk melihat distribusi frekuensi dan persentase masing-masing variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden termasuk dalam kategori patuh (82,4%), sedangkan 17,6% tidak patuh. Untuk kadar gula darah, 51,4% responden berada dalam kategori terkontrol dan 48,6% tidak terkontrol. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun mayoritas pasien telah patuh, masih terdapat proporsi yang cukup besar dengan kadar gula darah belum terkendali. Diharapkan agar tenaga kesehatan meningkatkan edukasi berkelanjutan, konseling rutin, serta melibatkan keluarga dalam mendukung kepatuhan terapi guna membantu pasien mencapai kontrol gula darah yang optimal dan mencegah komplikasi lebih lanjut.
Hubungan Pola Penggunaan gadget terhadap kebutuhan istirahat anak usia prasekolah di TPA Ibrahim Palembang THE RELATIONSHIP BETWEEN GADGET USAGE PATTERNS AND REST NEEDS AMONG PRESCHOOL-AGED CHILDREN Emilia Nafis Hamas; Asih Fatriansari; Aprian Aprian; Dedi Pahrul; Rahmalia Afriyani
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 9, No 1 (2026): Mei 2026
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v9i1.30852

Abstract

Perkembangan teknologi digital menyebabkan penggunaan gadget semakin umum pada anak usia prasekolah. Fenomena ini terlihat darimeningkatnya penggunaan gadget oleh anak untuk bermain ataumenonton video dalam waktu lama, bahkan sebelum tidur. Penggunaan gadget yang tidak terkontrol dapat memengaruhi kualitasdan kebutuhan istirahat anak. Padahal anak usia prasekolah beradapada masa perkembangan penting sehingga gangguan istirahat dapatberdampak pada pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, dan regulasi emosi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubunganpola penggunaan gadget dengan kebutuhan istirahat pada anak usiaprasekolah. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif korelasionaldengan pendekatan cross sectional yang dilaksanakan pada 19 Januari2026 di TPA Ibrahim Palembang. Sampel berjumlah 30 anak yang dipilih dengan teknik total sampling. Hasil penelitian menunjukkansebagian besar anak memiliki pola penggunaan gadget kategori sedang(53%) dan kebutuhan istirahat kategori normal (90%). Uji Spearman Rank menunjukkan nilai p < 0,005 dengan r 0,502, yang berartiterdapat hubungan signifikan antara pola penggunaan gadget dan kebutuhan istirahat. Arah hubungan yang positif menunjukkan bahwasemakin tinggi penggunaan gadget, maka kebutuhan istirahat anakcenderung menurun. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa polapenggunaan gadget berhubungan secara signifikan dengan kebutuhanistirahat anak usia prasekolah.Kata Kunci: Anak Usia Prasekola, Kebutuhan Istirahat, Pola Penggunaan GadgetABSTRACTThe development of digital technology has made gadget useincreasingly common among preschool children. This phenomenoncan be seen from the increasing use of gadgets by children to playgames or watch videos for long periods of time, even before bedtime. Uncontrolled gadget use can affect the quality and adequacy ofchildren’s rest. Preschool children are in an important stage ofdevelopment, therefore disturbances in rest can affect physical growth, cognitive development, and emotional regulation. This study aimed todetermine the relationship between gadget usage patterns and restneeds in preschool children. This study used a quantitativecorrelational design with a cross-sectional approach conducted onJanuary 19, 2026 at Ibrahim Daycare Center, Palembang. The sampleconsisted of 30 children selected using a total sampling technique. The results showed that most children had a moderate category of gadget usage patterns (53%) and normal rest needs (90%). The SpearmanRank test showed a value of p < 0.005 with r = 0.502, indicating a significant relationship between gadget usage patterns and rest needs. The positive direction of the relationship indicates that higher gadget use tends to be associated with decreased rest needs in children. Therefore, it can be concluded that gadget usage patterns are significantly related to the rest needs of preschool children.Keywords: Gadget Usage Patterns, Preschool-Aged Children, Rest Needs 
Uji Efektivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia) Terhadap Bakteri Shigella dysentriae Ria Indah Pratami; Silmi Kaffah; Danang Prasetyaning Amukti; Nina Salamah; Sitti Masyithah Awaluddin; Achmad Wahyudi; Asih Fatriansari
Journal of Pharmacy and Halal Studies Vol. 2 No. 1 (2024): Journal of Pharmacy and Halal Studies (JPHS)
Publisher : Edu Science Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70608/x3v86k38

Abstract

Penyakit Infeksi merupakan masalah kesehatan masyarakat yang sangat penting untuk diperhatikan khususnya di negara berkembang, dengan banyaknya kasus yang terjadi di Indonesia adalah diare. Daun jeruk nipis (Citrus aurantifolia) merupakan tanaman populer yang dikenal karena sifat antibakteri, antimikroba, antijamur, dan antiparasitnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak etanol daun jeruk nipis terhadap bakteri Shigella dysentriae menggunakan metode difusi cakram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun jeruk nipis dapat menghambat pertumbuhan bakteri Shigella dysentriae pada konsentrasi 10% dengan diameter 20,53 mm. Penelitian ini menemukan perbedaan yang signifikan pada konsentrasi ekstrak etanol yang menunjukkan bahwa ekstrak daun jeruk nipis efektif dalam menghambat bakteri Shigella dysentriae.
The Effect of Storytelling on Reducing Children's Fears in Nursing Procedures Asih Fatriansari; Reva Afdila
Professional Evidence-based Research and Advances in Wellness and Treatment Vol. 1 No. 1 (2024): January, 2024
Publisher : CV. Get Press Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69855/perawat.v1i1.412

Abstract

The background of this study highlights that children often experience fear when undergoing nursing procedures in hospitals. Such fear not only becomes an obstacle in the implementation of medical actions but also worsens the overall experience of the child and may influence the success of the procedure. One widely used non-pharmacological approach to help reduce fear in children is storytelling, a narrative technique that provides emotional understanding and a calming effect. This study aimed to examine the effect of storytelling on reducing fear among children during nursing procedures. A quantitative design with a quasi-experimental approach was employed. The sample consisted of 30 children undergoing nursing procedures at Dr. Rasyidin Hospital Padang, divided into two groups: an experimental group that received a storytelling intervention and a control group without intervention. Children’s fear levels were assessed using a fear measurement scale before and after the procedure. Data were analyzed using a t-test to determine differences in fear levels between the two groups. The results showed a significant reduction in fear in the experimental group, with an average decrease of 4.5 points, compared to a 1.8-point decrease in the control group. Statistical analysis indicated a significant difference between the groups (p < 0.05). These findings suggest that storytelling is an effective non-pharmacological intervention for reducing children’s fear during nursing procedures. Therefore, storytelling can be integrated into routine nursing practice to enhance positive emotional responses, reduce anxiety, and support a more cooperative medical experience for pediatric patients.
The Effectiveness of Bubble Blowing Therapy to Reduce Pain in Children Undergoing Vaccination Asih Fatriansari; Reva Afdila
Professional Evidence-based Research and Advances in Wellness and Treatment Vol. 3 No. 1 (2026): January, 2026
Publisher : CV. Get Press Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69855/perawat.v3i1.419

Abstract

Pain during vaccination is a significant factor that can increase anxiety and reduce children’s cooperation during immunization procedures. Simple non-pharmacological interventions, such as bubble blowing, are considered effective distraction techniques because they are inexpensive, easy to apply, and safe for children. This study aimed to determine the effectiveness of bubble blowing therapy in reducing pain among children undergoing vaccination. This research employed a quasi-experimental design with a one-group pretest–posttest approach. The sample consisted of 20 children aged 3–5 years who received vaccinations at the Posyandu within the working area of Ambacang Padang Health Center. Pain levels were measured using the Face, Legs, Activity, Cry, and Consolability (FLACC) scale. Data were analyzed using univariate and bivariate analyses, with a paired t-test to assess differences before and after the intervention. The results showed that the average pain score before the bubble blowing intervention was 6.15 (SD = 1.27), categorized as moderate to severe pain. After the intervention, the average pain score decreased significantly to 2.45 (SD = 1.08), indicating mild pain. Paired t-test analysis revealed a significant difference between pre- and post-intervention pain scores (p = 0.000; p < 0.05). In conclusion, bubble blowing therapy is effective in reducing pain during childhood vaccination and is recommended as an evidence-based nursing intervention to enhance comfort, improve immunization experiences, and support parental adherence to vaccination schedules.