Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Seni Teater: Workshop Penyutradaraan di Sanggar Teater Odop SMA 6 Mataram Renda, Rapi; Hidayat, Irfan; Suryadmaja, Galih; Mawardi, Taufik; Biagi, I Wayan Kusuma Di
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat IPTEKS Vol. 2 No. 2: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat IPTEKS, Juni 2025
Publisher : CV. Global Cendekia Inti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71094/jppmi.v2i2.94

Abstract

Directing is a very important pragment in the creative process of theater performances without a director a group will have difficulty in questioning its existence. Odop Theater as a student theater group experiences a lack of directors and regeneration in its community. With this directing training, it is hoped that directors will begin to be regenerated. The training used the methods of 1) experience-based approach, 2) discussion or delivery of directing material, 3) technical training, and 4) performance. The results of the training found that there is potential in students to become a director as evidenced by the results of the training one of the participants managed to create a performance. The performance was staged at the Student Theater Week 2025 competition at Taman Budaya Nusa Teanggara Barat. With the presence of a director in the Odop theater of SMA 6 Mataram, it is hoped that its existence as a theater continues to develop and revive creativity in the studio.
Bahasa Figuratif dalam Cerpen " Surat Cinta yang Berisi Potongan Senja " Karya Seno Gumira Ajidarma Renda, Rapi
Journal of Linguistics and Language Teaching Vol. 1 No. 1 (2025): Journal of Linguistics and Language Teaching, February 2025
Publisher : Gema Cendekia Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71094/jollt.v1i1.36

Abstract

Cerpen "Surat Cinta yang Berisi Potongan Senja" karya Seno Gumira Ajidarma merupakan karya sastra yang sarat dengan bahasa figuratif, yang tidak hanya memperindah narasi tetapi juga memperdalam makna cerita. Penggunaan metafora, seperti senja yang menjadi lambang cinta dan kefanaan, menggugah pembaca untuk merenungkan hubungan antara keindahan dan keterbatasan hidup. Personifikasi menghadirkan senja sebagai tokoh yang hidup, seolah menjadi saksi bisu kisah cinta yang penuh pengorbanan. Hiperbola dan simile menambah intensitas emosi, menggambarkan cinta sebagai sesuatu yang sangat besar, bahkan melebihi batas dunia. Ironi dan simbolisme memperkuat pesan moral, mencerminkan realitas bahwa cinta yang indah sering kali beriringan dengan pengorbanan dan kehilangan. Dengan pendekatan analisis teks, penelitian ini menemukan bahwa bahasa figuratif tidak hanya menggambarkan suasana dan emosi, tetapi juga menyisipkan nilai-nilai universal. Hasil kajian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pada pemahaman pembaca terhadap karya sastra modern Indonesia dan memperkaya apresiasi terhadap seni bertutur.
Variasi Bahasa dalam Dialog Drama Sayang Ada Orang Lain Karya Utuy Tatang Sontani: Kajian Sosiolinguistik Renda, Rapi
Journal of Linguistics and Language Teaching Vol. 1 No. 2 (2025): Journal of Linguistics and Language Teaching, August 2025
Publisher : Gema Cendekia Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71094/jollt.v1i2.139

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk variasi bahasa dalam dialog naskah drama Sayang Ada Orang Lain karya Utuy Tatang Sontani serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kemunculan variasi tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode simak untuk pengumpulan data, dilengkapi teknik dasar sadap dan teknik lanjutan catat. Analisis data dilakukan dengan metode kontekstual, sedangkan penyajian hasil menggunakan metode informal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi bahasa dalam naskah ini mencakup tiga jenis, yaitu variasi berdasarkan pembicara (idiolek, dialek, sosialek), pemakaian (situasional, fungsional), dan tingkat keformalan (resmi, tidak resmi, santai). Dominasi variasi terlihat pada aspek keformalan, yang merefleksikan latar sosial, psikologis, dan relasi kuasa antar tokoh. Faktor-faktor yang memengaruhi variasi bahasa meliputi faktor sosial (pendidikan, pekerjaan, usia, dan lingkungan sosial) serta faktor situasional (konteks percakapan, hubungan antar tokoh, dan tujuan komunikasi). Temuan ini diharapkan dapat memperkaya khazanah kajian sosiolinguistik, khususnya dalam konteks analisis bahasa pada karya sastra drama Indonesia.
Fungsi Kesenian Gendang Beleq Dalam Kehidupan Masyarakat Sasak di Era Modern Renda, Rapi
Varied Knowledge Journal Vol. 2 No. 4: Varied Knowledge Journal, May 2025
Publisher : CT. Rajawali media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71094/vkj.v2i4.109

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji fungsi kesenian Gendang Beleq dalam kehidupan masyarakat Sasak di era modern, serta menelusuri transformasinya dari masa tradisional hingga masa kini. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan etnomusikologi dan antropologi budaya. Pengumpulan data dilakukan melalui studi kepustakaan dan observasi lapangan, dengan sumber informasi meliputi buku, jurnal ilmiah, artikel, dokumentasi, serta wawancara dengan narasumber terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesenian Gendang Beleq, yang pada masa lalu berfungsi sebagai musik pengiring pasukan perang, telah mengalami perluasan fungsi dalam konteks sosial budaya masyarakat. Saat ini, Gendang Beleq digunakan dalam berbagai upacara adat seperti pernikahan (Merariq), khitanan (Sunatan), pemotongan rambut bayi (Ngurisan), perayaan besar (Begawe Beleq), hingga ditampilkan dalam ajang festival budaya. Modernisasi dan perkembangan teknologi turut memengaruhi bentuk penyajian serta struktur musikal Gendang Beleq. Namun demikian, nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya tetap dipertahankan sebagai wujud kontinuitas tradisi. Dengan demikian, Gendang Beleq tidak hanya merepresentasikan simbol identitas budaya masyarakat Sasak, tetapi juga menjadi sarana adaptif dalam menghadapi dinamika perubahan sosial di era modern.
Penguatan Kapasitas Guru Sekolah Dasar Di SDN 1 Ijobalit Melalui Workshop Media Pembelajaran Interaktif Digital Mawardi, Taufik; Renda, Rapi
SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 8 (2025): SWARNA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Agustus 2025
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/swarna.v4i8.1542

Abstract

Penguatan kapasitas guru dalam penggunaan media pembelajaran interaktif digital menjadi hal penting untuk meningkatkan kualitas proses belajar di sekolah dasar. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru SDN 1 Ijobalit dalam merancang dan menerapkan media pembelajaran interaktif serta memperkuat kemampuan pedagogis mereka dalam mengintegrasikan media digital ke dalam RPP dan kegiatan belajar mengajar. Metode pelaksanaan pengabdian meliputi empat tahap, yaitu persiapan, workshop praktik langsung, pendampingan di kelas, dan evaluasi. Workshop diberikan selama 2-3 hari dengan pendekatan hands-on, diskusi, dan studi kasus, diikuti pendampingan praktik di kelas untuk memastikan guru mampu menerapkan media interaktif secara efektif. Evaluasi dilakukan melalui kuesioner, wawancara, observasi, dan analisis hasil belajar siswa. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan keterampilan guru dalam membuat media interaktif seperti kuis digital, modul animasi, dan presentasi interaktif, peningkatan motivasi serta keterlibatan siswa, serta kemudahan guru dalam menyiapkan RPP dan media pembelajaran. Keberlanjutan program difasilitasi melalui komunitas praktik guru yang mendukung berbagi pengalaman dan pengembangan inovasi pembelajaran. Kesimpulannya, kombinasi workshop, pendampingan praktik, dan komunitas belajar terbukti efektif menutup gap antara keterampilan teknis dan pedagogis, serta mendorong perubahan nyata dalam proses pembelajaran di SDN 1 Ijobalit.
Pemberdayaan Komunitas Sahabat UMKM NTB Melalui Workshop Pembuatan P.T Perseorangan di Kota Mataram Putra, Eduard Awang Maha; Mandala, Opan Satria; Prayuda, Hilman; Alfurqan, Imam; Renda, Rapi
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat IPTEKS Vol. 2 No. 1: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat IPTEKS, Desember 2024
Publisher : CV. Global Cendekia Inti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71094/jppmi.v2i1.77

Abstract

Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) are critical to driving economic growth, particularly by creating jobs, increasing household incomes, and reducing poverty. In Nusa Tenggara Barat (NTB), 786 registered MSMEs operate across various sectors such as trade, agriculture, and industry. However, many MSMEs face challenges due to a lack of legal business status, which limits their access to financing, market opportunities, and consumer trust. To address this issue, the Sahabat UMKM NTB Community, in collaboration with the government, organized a workshop focused on establishing Individual Limited Companies (PT Perseorangan). This initiative aimed to raise awareness about the importance of business legality, provide technical guidance on registration procedures, and offer hands-on assistance in obtaining legal business status. The program utilized socialization sessions, practical training, and continuous mentorship to support MSME actors in navigating the registration process via the DJAHU system. As a result, several MSMEs successfully obtained legal status, improving their credibility, access to financing, and market reach. This program underscores the significance of collaborative efforts between government, local communities, and technology in empowering MSMEs, enabling them to contribute more effectively to regional and national economic development.
Pelatihan Seni Tari di Sanggar Seni Banaspatiraja untuk Meningkan Keterampilan Menari Anggota Sanggar Jeni, Jeni; Renda, Rapi
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat IPTEKS Vol. 2 No. 2: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat IPTEKS, Juni 2025
Publisher : CV. Global Cendekia Inti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71094/jppmi.v2i2.95

Abstract

The service article with the title Dance Training at Banaspatiraja Art Studio to Improve Dance Skills of Studio Members is motivated by the researcher's awareness in improving the quality of dance performance art in East Lombok. So far, the arts ecosystem in East Lombok has only experienced very rapid development but the problem is the lack of actors who are consistent in making dance performance concepts which results in the cessation of regeneration or successors. The purpose of this training is to produce choreographers who not only understand the art of dance practically but also choreographers who are able to create dance concepts accompanied by good dance skills and understand the meaning and values in making a dance. The training was held at Sanggar Banaspatiraja in Masbagik. The method used in the training was the demonstration method combined with hands-on practice and reflective discussion. The results of the training found the emergence of new choreographers from the studio who understand dance both in theoretical and practical perspectives in terms of dance skills. These choreographers then become the successors in maintaining the existence of Banaspatiraja studio.
Potensi Penguatan Tenun Kembang Kerang dalam Pengelolaan Pariwisata Putrajip, Mohamad Yudisa; Suryadmaja, Galih; Qatrunnada, Qatrunnada; Mawardi, Taufik; Di Biagi, I Wayan Kusuma; Renda, Rapi
Indonesian Research Journal on Education Vol. 4 No. 4 (2024): irje 2024
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v4i4.1508

Abstract

Kain tenun merupakan komponen yang tak terpisahkan dari kekayaan budaya Indonesia yang memadai. Artikel ini mengenalkan kain tenun Kembang Kerang dari Pulau Lombok sebagai representasi penting dari warisan tekstil tradisional. Penelitian ini menyoroti tantangan yang dihadapi dalam upaya pelestarian dan promosi kain tenun, terutama dalam konteks hak kekayaan intelektual (HKI). Meskipun memiliki potensi besar sebagai aset pariwisata dan warisan budaya, kain tenun Kembang Kerang belum sepenuhnya diberikan perlindungan hukum yang memadai. Metodologi penelitian menggunakan pendekatan empiris untuk menganalisis kain tenun Kembang Kerang dan mengidentifikasi tantangan terkait perlindungan HKI. Temuan kami menunjukkan bahwa, meskipun kain tenun ini memiliki nilai budaya yang tinggi, perlindungan hukumnya masih minim, khususnya dalam hal pendaftaran hak cipta. Hasil penelitian menegaskan bahwa kain tenun Kembang Kerang memiliki daya tarik yang kuat, tidak hanya sebagai produk seni, tetapi juga sebagai simbol status sosial dan budaya. Namun, tanpa perlindungan hukum yang memadai, kain tenun ini rentan terhadap penggunaan tidak sah dan plagiarisme. Simpulan dari penelitian ini menekankan pentingnya penguatan hak kekayaan intelektual untuk melindungi dan mempromosikan kain tenun Kembang Kerang. Selain itu, hasil penelitian juga memberikan saran konkret, termasuk dukungan aktif dari pemerintah, peningkatan kesadaran masyarakat lokal, dan kolaborasi antara berbagai pemangku kepentingan. Diharapkan bahwa melalui implementasi saran-saran ini, kain tenun Kembang Kerang dapat mendapatkan perlindungan hukum yang lebih baik dan menjadi simbol kebanggaan budaya yang mendukung pembangunan ekonomi dan pariwisata di Pulau Lombok.
Art Communication in the Dongkrek Performance of Madiun Renda, Rapi; Mawardi, Taufik; Biagi, I Wayan Kusuma Di
Global Journal of Social Learning Vol. 1 No. 1 (2024): Global Journal of Social Learning
Publisher : Gema Cendekia Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71094/gjsl.v1i1.34

Abstract

Artistic communication can be defined as the process of exchanging information, ideas, and expressions through the medium of art. In the context of performance, artistic communication not only involves the interaction between artists and the audience but also encompasses the ways in which cultural values and traditions are conveyed and understood. In relation to this perspective, this research aims to elucidate the patterns and processes of artistic communication in the Dongkrek performance in Madiun. The objective of this study is to analyse and delve into the artistic communication within the Dongkrek performance in Madiun. Specifically, this research aims to identify the elements of communication present in the performance. The method employed in this study is a qualitative approach, with data collection techniques including observation, interviews, and documentation studies. Observations were conducted during the Dongkrek performance to understand the dynamics of communication occurring between the artists and the audience. Dongkrek in Madiun functions not only as entertainment but also as an important medium for cultural communication. Dongkrek, which is part of the local performing arts tradition, conveys the social, cultural, and identity values of the Madiun community. Through the analysis of various elements in the performance, including music, dance, and narrative, it was found that Dongkrek possesses the ability to convey profound messages to its audience.
Peresean as Local Cultural Heritage and Religious Values in Sasak Society Riyad, Riyadissolihin; Renda, Rapi
Global Journal of Social Learning Vol. 1 No. 2 (2025): Global Journal of Social Learning
Publisher : Gema Cendekia Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71094/gjsl.v1i2.103

Abstract

Peresean is a martial arts tradition typical of the Sasak people in Lombok that contains deep cultural and religious values. This tradition not only depicts physical strength, but also reflects the philosophy of life, such as courage, honor, and self-control. This study aims to examine Peresean as a representation of local culture as well as a manifestation of the religious values of the Sasak people with a cultural anthropological approach. Data were collected through participatory observation, in-depth interviews, and documentation studies in Semoyang Village, Central Lombok. The results of the study show that Peresean has strong spiritual elements, such as the reading of prayers (mentere), fighting ethics that uphold sportsmanship, and its transformation into a means of teaching religious values in the pesantren environment. This tradition is not just a performance or entertainment, but a medium for cultural preservation and character development of the Sasak people, especially the younger generation. Thus, Peresean is a cultural heritage that has not only aesthetic and historical value, but also spiritual and moral, which continues to be relevant in the face of globalization and modernization.