Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search
Journal : Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)

PEMANFAATAN ECENG GONDOK (EICHHORNIA CRASSIPES) SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN PULP Putri, Anggieta Putri; Bahri, Syamsul; Zulnazri, Zulnazri; ZA, Nasrul; Mulyawan, Rizka
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 1 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-April 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i1.12319

Abstract

Pulp merupakan bubur kertas yang akan dijadikan lembaran kertas. Pembuatan pulp pada penelitian ini menggunakan bahan baku berupa eceng gondok (Eichhornia Crassipes). Penelitian mengenai Pemanfaatan Eceng Gondok Sebagai Bahan Baku Pulp ini sudah pernah dilakukan sebelumnya diantaranya, menurut penelitian Roni Tulak Dkk (2022) yang berjudul Pengaruh Waktu Pemanasan Dan Konsentrasi Larutan Pemasak Terhadap Kualitas Pulp Dari Eceng Gondok (Eichhornia Crassipes). Untuk menghasilkan pulp harus diperhatikan kadar selulosa lebih dari 40%, dan kadar lignin kurang dari 25%. Penelitian ini membandingkan antara proses soda dengan proses sulfit, dengan menggunakan larutan NaOH 3%, 5%, 7% dan 9% dan larutan H2SO4 3%, 5%, 7%, dan 9% sebagai pelarut pada proses delignifikasi. Sementara hasil yang diperoleh dari penelitian ini larutan NaOH memiliki hasil terbaik dibandingkan dengan larutan H2SO4 dalam proses delignifikasi. Karena NaOH pada konsentrasi 9% diperoleh kadar selulosa tertinggi sebesar 57%, dan memiliki kadar lignin yaitu 10%, serta yield yang diperoleh berkisar antara 53% hingga 69%. Sedangkan larutan H2SO4 hanya mampu memperoleh selulosa tertinggi pada konsentrasi 9% dengan selulosa sebesar 52%, dengan kadar lignin sebesar 12%, tetapi pada hasil perolehan yield memiliki hasil terbesar yaitu 65% sampai 72%. Pulp dari kadar air eceng gondok (Eichhornia Crassipes) memiliki sebanyak 14% hingga 16% dan belum memenuhi standard dalam pembuatan pulp.
PEMURNIAN MINYAK JELANTAH DENGAN MEMANFAATKAN AMPAS NANAS SEBAGAI ADSOBEN Afra, Khalida; ZA, Nasrul; Sulhatun, Sulhatun; Mulyawan, Rizka; Muarif, Agam
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 1 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-April 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i1.13402

Abstract

Proses pemisahan produk reaksi degradasi (air, peroksida, asam lemak bebas, aldehida, dan keton) dari minyak goreng dikenal sebagai penyulingan minyak goreng atau minyak goreng bekas. Menggunakan agen penyerap untuk memurnikan minyak goreng bekas adalah metode yang mudah dan efektif. Ampas nanas adalah adsorben yang digunakan dalam penelitian ini. Karena memiliki antioksidan yang dapat mencegah molekul radikal bebas, bahan penyerap ini dapat memurnikan minyak jelantah. Menggunakan ampas nanas sebagai adsorben dan proses aktivasi untuk mengukur kadar asam lemak bebas, bilangan asam, bilangan peroksida, kadar air, dan karakteristik gugus fungsi yang diperoleh setelah adsorbsi, penelitian ini bermaksud untuk melihat pengaruh waktu dan massa terhadap proses penyulingan minyak jelantah. Penelitian ini sudah pernah dilakukan sebelumnya, namun yang menjadi pembeda adalah waktu adsorpsi 3, 4, 5, dan 6 hari dan massa adsorben 13, 15, 17, dan 19 g. Dari hasil penelitian didapatkan hasil uji terbaik asam lemak bebas (FFA) sebesar 0,10%, bilangan asam KOH/gr 0,16 mg, bilangan peroksida 1,48 mEq/kg, kadar air 0,01%, dan uji gugus fungsi (FTIR) untuk adsorben aktif, dengan gugus hidroksil OH pada bilangan gelombang 3367,71 cm-1, gugus C=O pada bilangan gelombang 1708,93 cm-1, gugus fungsi C=C pada bilangan gelombang 1.570,06 cm-1, gugus fungsi C-H dengan bilangan gelombang 2.941,44 cm-1, dan golongan fungsional P-OH dengan bilangan gelombang 1.058,92 cm-1.
PEMBUATAN BIOSORBEN DARI BIJI PEPAYA DENGAN AKTIVATOR NAOH UNTUK PENYERAPAN RHODAMINE B Aisyah, Nur; Mulyawan, Rizka; Hakim, Lukman; Suryati, Suryati; Zulnazri, Zulnazri
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 3 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Juni 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i3.14184

Abstract

Eksperimen pada kali ini mencari bagaimana dampak konsentrasi dari suatu zat pengaktivasi dan waktu pengeringan terhadap luas permukaan juga terhadap daya serap biosorben terhadap Rhodamin B. Tahap proses penelitian ini dimulai dengan preparasi bahan baku, aktivasi, pemanasan dan analisa. Senyawa untuk aktivasi biosorben menggunakan NaOH konsentrasi yang divariasikan dan dengan variasi pengeringan 80, 110, 140, dan 170 menit. Untuk analisa luas permukaan menggunakan metilen biru. Sedangkan  analisa daya serap menggunakan Rhodamin B yang diukur dengan Spektrofotometer Uv-Vis. Penelitian ini sudah pernah dilakukan sebelumnya, yang menjadi pembeda dari penelitian sebelumnya adalah konsentrasi aktivator dan waktu pengeringan pada biosorben. Bilangan iodin terbaik didapat sebesar 448,46 mg/g. Luas permukaan tertinggi didapat sebanyak 28 x 10-7 m2/g. Daya serap biosorben terhadap metilen biru dan Rhodamin B tertinggi adalah 0,089% dan 0,65% pada konsentrasi NaOH 15% dengan waktu pemanasan 170 menit. Semakin tinggi konsentrasi maka permukaan dari biosorben semakin tipis dan mudah rapuh, yang menyebabkan sebagian pori dari biosorben rusak .
PENGARUH ZEOLIT SEBAGAI KATALIS DALAM PROSES HIDROLISIS PATI UBI JALAR KUNING ( Ipomoea Batatas L) MENJADI GLUKOSA Cahyati, Annisa Ayu; Azhari, Azhari; Mulyawan, Rizka; Hakim, Lukman; Sylvia, Novi
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 2 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Mei 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i2.15768

Abstract

Glukosa ialah cairan kental dan jernih yang mengandung D-glukosa, maltose, dan polimer D-glukosa yang dihasilkan dari hidrolisis pati atau polisakarida lain, seperti selulosa, menggunakan asam atau enzim. Zeolit adalah katalis yang dimaksudkan untuk memecah pati menjadi glukosa. Dalam proses ini, massa zeolit berkisar antara 15, 20, 25, dan 30 gram, dan dengan perbandingan berbeda antara pati ubi jalar kuning dan air, adalah 10:100; 15:120; 20:140; 25:160; dan 30:180. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan kinerja katalis heterogen dan massa zeolit selama hidrolisis. Hasil penelitian sediaan ini menunjukkan bahwa jumlah zeolit yang lebih besar sebanding dengan kualitas glukosa yang diproduksi. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sediaan glukosa dengan massa zeolit 30 gram dengan perbandingan 30:180 adalah formula terbaik. Sediaan masker, yang memiliki kadar glukosa 0,8975 %, kadar air 3,73%, densitas 1,0450 gram/ml, dan uji organoleptik yang sangat disukai pada perbandingan 25:160 dengan massa zeolit 30 gram, adalah yang terbaik. SNI 01-2978-1992.
PENGARUH JENIS MINYAK NABATI TERHADAP SINTESIS BIODIESEL DENGAN MENGGUNAKAN KATALIS DARI CANGKANG TELUR Yusri, Wilda Azizah; Mulyawan, Rizka; Nurlaila, Rizka; Fibarzi, Wiza Ulfa; Suryati, Suryati
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 2 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Mei 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i2.16348

Abstract

Penelitian ini membahas sintesis biodiesel dari minyak kemiri sunan, minyak jarak, dan minyak biji mimba melalui reaksi transesterifikasi menggunakan katalis CaO dari cangkang telur. Pengaruh variasi massa katalis dan jenis minyak nabati terhadap yield, densitas, viskositas, angka asam, dan kadar air biodiesel dievaluasi. Hasil menunjukkan bahwa yield tertinggi tercapai pada 3 gram katalis untuk semua jenis minyak. Densitas dan viskositas biodiesel meningkat dengan penambahan katalis, tetapi masih memenuhi standar SNI. Angka asam dan kadar air juga sesuai dengan standar yang ditetapkan. Analisis GC-MS menunjukkan komposisi senyawa metil ester yang sesuai dengan asam lemak pada minyak biji mimba. Penelitian ini sudah pernah dilakukan sebelumnya, yang belum pernah dilakukan adalah Menganalisis pengaruh  jenis minyak nabati terhadap karakteristik biodiesel yang dihasilkan. Penelitian ini memberikan wawasan tentang potensi penggunaan katalis CaO dari limbah cangkang telur dalam sintesis biodiesel dan memberikan solusi alternatif energi yang berkelanjutan.
PEMANFAATAN AMPAS TEBU SEBAGAI ARANG AKTIF UNTUK PENURUNAN KADAR ZAT PEWARNA DALAM AIR fajarani, auliya; Mulyawan, Rizka; Ibrahim, Ishak; Sulhatun, Sulhatun; Suryati, Suryati
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 06 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-December 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i06.21986

Abstract

Tebu merupakan tanaman bahan baku pembuatan gula yang hanya dapat ditanam di daerah beriklim tropis yang digunakan untuk pembuatan gula yang menghasilkan ampas tebu sekitar 35-40% dari satu kali proses ekstraksi. Methylene blue dan Rhodamine b merupakan zat warna yang banyak dipakai industri tekstil dan senyawa ini sangat sulit untuk terdegradasi di alam dan berbahaya bagi lingkungan. Adsorpsi merupakan suatu proses penyerapan oleh padatan terhadap zat pewarna yang terjadi pada permukaan zat padat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan pengaruh aktivator NaOH dan HNO3 dalam melakukan aktivasi adsorben terhadap efisiensi dan kapasitas adsorpsi. Pembuatan adsorben dilakukan dengan karbonisasi pada suhu 300oC selama 1 jam kemudian di aktivasi menggunakan larutan NaOH dan HNO3 dengan variasi konsentrasi aktivator masing-masing 0,8%; 1%; 1,2%; 1,4%; 1,6%. Adsorben sebanyak 5 gram dicampur dengan adsorbat methylene blue dan rhodamin b dengan konsentrasi 20 ppm kemudian diaduk selama 60 menit dengan kecepatan pengadukan 200 rpm. Kemudian diuji kadar air, analisa UV-Vis, analisa FT-IR. Uji kadar air sesuai standar SNI 06-3730-1995 dengan nilai 5,86%. Kapasitas dan efisiensi adsorpsi zat warna methylene blue tertinggi pada aktivator NaOH 1,6% sebesar 0,3977 mg/gr dan 99,44% dan pada aktivator HNO3 1,6% sebesar 0,3974 mg/gr dan 99,34%. Kapasitas dan efisiensi adsorpsi zat warna rhodamine b tertinggi pada aktivator NaOH 1,6% sebesar 0,3927mg/gr dan 98,18% dan pada HNO3 1,6 % sebesar 0,3969 mg/gr dan 99,22%.  Luas permukaan tertinggi pada adsorben teraktivasi NaOH 1,6% sebesar 1472,27 m2/g. Hasil uji FT-IR menunjukkan bahwa ada gugus fungsi O-H, C-H, C=O, C=C, C-N.