Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Penguatan Kelembagaan Kelompok Tani Dalam Mendukung Pencapaian Kegiatan Ekonomi Di Desa Bahomante, Kecamatan Bungku Tengah, Kabupaten Morowali Jusriadi, Jusriadi; Farid, Farid; Marsanda, Marsanda; Irma, Ade; Tobigo, Haerudin; Agus, Moh
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 1 (2025): March
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v10i1.2314

Abstract

Penguatan kelompok tani merupakan langkah awal dalam meningkatkan kesejahteraan petani. Kelompok tani memiliki peran penting dalam mendorong pembangunan pertanian. Meskipun banyak kelompok tani telah dibentuk, saat ini cukup sulit menemukan kelompok tani yang aktif, di mana anggotanya memanfaatkan lembaga tersebut untuk meningkatkan kinerja usaha tani dan kesejahteraan mereka. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk menambah wawasan, pemahaman, dan pengetahuan anggota kelompok tani mengenai kelembagaan kelompok yang ada di Desa Bahomante, Kecamatan Bungku Tengah, Kabupaten Morowali. Untuk mencapai tujuan tersebut, kegiatan ini dilaksanakan melalui tahapan observasi, pelatihan, dan evaluasi. Kontribusi unik dari pelatihan ini adalah penggunaan pendekatan pendidikan orang dewasa (Andragogi) yang disertai dengan simulasi berbasis kasus nyata di Desa Bahomante, yang mendorong partisipasi aktif peserta dalam memahami dan mengimplementasikan kelembagaan kelompok tani. Hasil kegiatan PkM menunjukan tingkat keberhasilan yang signifikan dengan perolehan persentase pemahaman setelah kegiatan yakni 6% peserta sangat memahami materi kegiatan pelatihan yang diberikan, 85% paham, 7% cukup paham dan hanya ada 2% yang tidak paham. Data ini mengindikasikan efektivitas pelatihan dalam meningkatkan kapasitas kelembagaan kelompok tani, yang pada akhirnya dapat mendukung keberlanjutan usaha tani dan kesejahteraan petani di wilayah tersebut. Institutional Strengthening of Farmer Groups in Supporting the Achievement of Economic Activities in Bahomante Village, Bungku Tengah District, Morowali Regency Abstract Strengthening farmer groups is the first step in improving farmers' welfare. Farmer groups play an important role in promoting agricultural development. Although many farmer groups have been formed, it is currently quite difficult to find an active farmer group, where members utilise the institution to improve the performance of their farming business and welfare. This Community Service activity aims to increase insight, understanding, and knowledge of farmer group members regarding group institutions in Bahomante Village, Bungku Tengah District, Morowali Regency. To achieve this goal, this activity was carried out through the stages of observation, training, and evaluation. The unique contribution of this training is the use of an adult education approach (Andragogy) accompanied by real case-based simulations in Bahomante Village, which encourages active participation of participants in understanding and implementing farmer group institutions. The results of the PkM activities showed a significant level of success with the acquisition of the percentage of understanding after the activity, namely 6% of participants really understood the material of the training activities provided, 85% understood, 7% understood enough and there were only 2% who did not understand. This data indicates the effectiveness of the training in increasing the institutional capacity of farmer groups, which in turn can support the sustainability of farming businesses and the welfare of farmers in the region.
Diseminasi Teknologi Pupuk Hayati Trichokompos untuk Pengendalian Patogen Tanah dan Efisiensi Penggunaan Pupuk Anorganik pada Budidaya Sayuran Jusriadi, Jusriadi; Idham, Idham; Haj, Rizki Qomarul; Fajri, Aswadil; Kahar, Karmila
AKM Vol 6 No 1 (2025): AKM : Aksi Kepada Masyarakat Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat - Juli 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis Syariah (STEBIS) Indo Global Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36908/akm.v6i1.1337

Abstract

Program Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk mendiseminasikan teknologi pupuk hayati Trichokompos berbasis jamur Trichoderma sp. sebagai upaya pengendalian patogen tanah dan efisiensi penggunaan pupuk anorganik pada budidaya bawang merah oleh petani sayur di Desa Oloboju. Kegiatan dilaksanakan melalui beberapa tahapan, meliputi survei lapangan, sosialisasi, penyuluhan, pelatihan, serta pendampingan praktik pembuatan Trichokompos. Metode ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan petani dalam memanfaatkan pupuk hayati berbasis mikroba sebagai alternatif berkelanjutan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa lebih dari 85% peserta memahami dengan baik materi yang diberikan, dan mampu mengadopsi teknologi pembuatan serta penggunaan Trichokompos di lahan mereka. Penerapan teknologi ini terbukti secara ilmiah dapat meningkatkan kesuburan tanah, mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia hingga 50%, serta menekan serangan patogen tular tanah. Dampaknya tidak hanya meningkatkan produksi dan kualitas bawang merah lokal Lembah Palu, tetapi juga memperkuat ketahanan bahan baku industri bawang goreng di Kota Palu, sekaligus mendukung peningkatan pendapatan petani secara nyata.
PENGELOLAAN TPQ (TAMAN PENDIDIKAN AL-QUR’AN) AL-ANSHOR WALUOM BERBASIS KURIKULUM DINIYAH DESA WOLWAL TENGAH Jusriadi, Jusriadi; Kaibana, Bustami; Lapung, Jamra; Bain, Siti Nurhayati; Lobang, Ismail
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i2.33934

Abstract

ABSTRAK                                                                                     Pada tahun  2025 memiliki jumlah peserta didik 83 orang dan beberapa pengurus lainnya dan ada beberapa guru mengaji. Kurikulum yang di gunakan masih sangat konvensional. Namun seiring dengan perkembangan kurikulum di tingkat sekolah dasar, di tingkat kanak- kanak harus menyesuaikan berbagai aspek pembelajaran tersebut. Pelatihan ini dilaksanakan dengan melibatkan tim dosen pengabdian dari STKIP Muhammadiyah Kalabahi dan mahasiswa bekerjasama dengan mitra pengelola dan guru -guru di TPQ Al-Anzor Waluom Desa WolwaL Tengah. Adapun metodologi yang kami gunakan adalah ceramah, diskusi, sosialisasi serta partisipasi mitra dengan melibatkan mereka pada tahap perencanaan hingga tahap evaluasi. Selama pelatihan mitra diajarkan cara pengelolaan kurikulum berbasis diniyah  memberikan solusi permasalah yang dihadapi mitra seperti lahan yang belum ada agar mencari lahan mungkin lewat swadaya, atau tanah wakaf dari masyarakat, atau memasukkan proposal kepada istansi berwenang serta berupaya mencari dana lewat organisasi social dan lain -lain, serta tata cara pengelolaan TPQ berbasis diniyah. Hasil kegiatan menunjukkan mitra sangat antusisas dan mendapat pemahaman tata cara pengelolaan TPQ berbasis diniyah serta mendapat solusi terkait beberapa permasalahan di TPQ, seperti tempat permanen belum ada, kurikulum belum jelas dan tata kelola yang belum terkordinasi dengan baik. Kegiatan ini juga memberi dampk yang baik untuk pengembangan TPQ terkusus di desa-desa. Kata kunci: Pengelolaan; TPQAl-Anzor Waluom; KurikulumDiniyah; DesaWolwal Tengah.ABSTRACTIn 2025, there were 83 students and several other administrators and several Quran teachers. The curriculum used was still very conventional, but along with the development of the curriculum at the elementary school level, at the childhood level, various aspects of the learning had to be adjusted. This training was carried out by involving a team of community service lecturers from STKIP Muhammadiyah Kalabahi and students in collaboration with management partners and teachers at TPQ Al-Anzor Waluom, WolwaL Tengah Village. The methodology we used was lectures, discussions, socialization and partner participation by involving them in the planning stage to the evaluation stage. During the training, partners were taught how to manage a diniyah-based curriculum to provide solutions to problems faced by partners such as unavailable land to find land perhaps through self-help, or waqf land from the community, or submitting proposals to authorized agencies and trying to find funds through social organizations and others, as well as procedures for managing diniyah-based TPQ. The results of the activity showed that the partners were very enthusiastic and gained an understanding of the management procedures for Islamic-based TPQ (Islamic boarding schools) and solutions to several issues within the TPQ, such as the lack of a permanent location, an unclear curriculum, and poorly coordinated governance. This activity also had a positive impact on the development of TPQ, especially in villages.Keywords: Management; TPQ Al-Anzor Waluom; Diniyah Curriculum; Central Wolwal Village.
PENGELOLAAN TPQ BABUL JIHAD WETABUA (TAMAN PENDIDIKAN AL-QUR’AN) BERBASIS KURIKULUM DINIYAH DI KELURAHAN WETABUA Galeko, Marzuki; Jusriadi, Jusriadi; Gomang, Irmawati; Timung, Amrullah; Lelang, Irmawati
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i2.33992

Abstract

ABSTRAKHasil observasi dan wawancara yang kami lakukan diperoleh informasi bahwa guru TPQ 4 orang dengan jumlah murid 92 orang dan kurikulum yang di gunkan masih bersifat konvensional dan proses belajar mengajarnya masih terfokus pada pembelajaran al-quran saja tanpa  melibatkan pembelajaran dasar -dasr islam yang memadai sebagai bekal anak didik nantinya Tujuan Utama Pengabdian Masyarakat  1)  memperbaiki  tata  kelola bimbingan baca Al-Qur’an; berbasis Kurikulum diniyah (2) membina  kader-kader untuk menjadi sukarelawan dalam bimbingan baca tulis Al-Qur’an; (3) menambah menu bimbingan dengan beberapa kegiatan yang menunjang, seperti: tahfizh/murojaah, kitabah, tahsin, dan bacaan sholat/fiqih; serta.Metode yang digunakan dalam PKM ini adalah metode Ceramah, Diskusi, sosialisasi.dan pelatihan langsung hasil pKM. Adapun tahapan dari penelitian mulai dari tahap perencanaan hingga evaluasi program.adapun hasil dari pengabdian ini menunjukan adanya berbagai perubahan dari tata cara pengelolaan TPQ dan kemuampuan dalam menerapkan kurikulum diniyah serta adanya pemahaman dan upaya dalam mengatasi persoalan dan bagaiman memenuhi kebutuhan yang ada di TPQ. Serta mitra mampu mengimplemetasikan hasil dari program ini. Dengan demikian, pengelolaan TPQ berbasis kurikulum diniyah di Kelurahan Wetabua dapat menjadi model pendidikan Al-Qur’an yang berkelanjutan dan berkualitas, sekaligus memberikan kontribusi positif bagi pengembangan pendidikan keagamaan di masyarakat. Kata kunci: Pengeloaan; TPQ; Kurikulum Diniyah; Kelurahan Wetabua  ABSTRACTThe results of our observations and interviews obtained information that TPQ teachers are 4 people with a total of 92 students and the curriculum used is still conventional and the teaching and learning process is still focused on learning the Qur'an alone without involving adequate basic Islamic learning as provisions for students later. The Main Objectives of Community Service 1) improve the governance of guidance for reading the Qur'an; based on the diniyah curriculum (2) develop cadres to become volunteers in guidance for reading and writing the Qur'an; (3) add guidance menus with several supporting activities, such as: tahfizh/murojaah, kitabah, tahsin, and prayer reading/fiqh; and. The methods used in this PKM are the Lecture method, Discussion, socialization, and direct training of PKM results. The stages of the research start from the planning stage to the program evaluation. The results of this community service show various changes in the procedures for managing TPQ and the ability to implement the diniyah curriculum as well as the understanding and efforts in overcoming problems and how to meet the needs that exist in TPQ. And partners are able to implement the results of this program. Thus, the management of TPQ based on the diniyah curriculum in Wetabua Village can be a model of sustainable and quality Qur'an education, while also providing a positive contribution to the development of religious education in the community. Keywords: Management, TPQ, Diniyah Curriculum; Wetabua Village
Smart Farming: Pelatihan Alat Ukur Kebutuhan Air pada Budidaya Sayuran di Desa Alitupu, Kabupaten Poso Jusriadi, Jusriadi; Arsih, Desi Wahyuni; Taiyeb, Asgar; Nasir, Burhanuddin; Lasmini, Sri Anjar; Pasaru, Flora
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat Universitas Ma Chung Vol. 5 No. 1 (2025): Prosiding SENAM 2025: Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas
Publisher : Ma Chung Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecamatan Lore Utara dikenal sebagai kawasan pengembangan komoditi sayuran di Kabupaten Poso. Untuk pertumbuhan tanaman sayuran yang optimal dibutuhkan pengolahan lahan yang tepat. Faktor penting yang mempengaruhi kualitas tanah untuk tanaman sayuran yaitu kondisi pH tanah, suhu, dan kelembaban tanah, dan permasalahan yang sering dihadapi petani adalah kesulitan dalam memonitoring kondisi tanah yang ideal untuk pertumbuhan tanaman. Program pengabdian yang diikuti oleh 20 orang petani sebagai mitra bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan petani dalam menggunakan soil analyzer dan soil moisture meter untuk penentuan kebutuhan air dalam budidaya sayuran dan unsur hara tanah secara presisi agar dapat meningkatkan efisiensi pemberian air.  Metode pelaksanaan yang diterapkan adalah penyuluhan, demonstrasi alat, praktik lapangan, dan evaluasi. Hasil yang dicapai menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan petani sebesar 85%, serta kemampuan dalam membaca dan memanfaatkan data dari alat untuk pengambilan keputusan agronomis. Pengukuran tanah menunjukkan sebagian lahan kekurangan nitrogen dan memiliki kelembaban rendah, sehingga petani dapat segera menyesuaikan pemupukan dan penyiraman. Respon petani sangat positif, dan sebagian besar menyatakan kesediaan untuk menerapkan teknologi tersebut secara berkelanjutan. Kegiatan tersebut juga membuktikan bahwa pelatihan teknologi tepat guna berbasis data mampu mendorong modernisasi pertanian di daerah terpencil khususnya di Kecamatan Lore Utara Kabupaten Poso.
UJI ANTAGONIS DUA SPESIES Trichoderma TERHADAP PENYAKIT ANTRAKNOSA Colletototrichum capsici PADA TANAMAN CABAI SECARA IN-VITRO Rohfita, Rohfita; Lakani, Irwan; Jusriadi, Jusriadi
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 13 No 5 (2025): Oktober
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrotekbis.v13i5.2771

Abstract

Colletotrichum capsici merupakan jamur penyebab penyakit antraknosa pada buah cabai yang dapat menurunkan hasil panen hingga 90%. Pengendalian kimiawi sering berdampak negatif terhadap lingkungan, sehingga diperlukan pengendalian hayati menggunakan jamur antagonis seperti Trichoderma. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kemampuan antagonis Trichoderma viride dan Trichoderma koningii dalam menghambat pertumbuhan Colletotrichum capsici, penyebab penyakit antraknosa pada cabai. Penelitian dilakukan secara in vitro menggunakan metode dual culture pada media PDA. Hasil pengamatan selama tujuh hari menunjukkan bahwa kedua spesies Trichoderma mampu menghambat pertumbuhan Colletotrichum capsici, dengan rata-rata daya hambat tertinggi Trichoderma viride sebesar 51,67% dan Trichoderma koningii sebesar 47,47%. Meskipun Trichoderma viride menunjukkan penghambatan yang lebih stabil dan konsisten, hasil uji-t menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan antara keduanya (p-value 0,70 > 0,05). Kesimpulannya, kedua spesies Trichoderma memiliki potensi yang relatif sama sebagai agen hayati dalam mengendalikan Colletotricum capsici.
PENINGKATAN KOMPETENSI GURU DALAM PEMBELAJARAN DIGITAL MELALUI PELATIHAN BERBASIS TEKNOLOGI Kaibana, Bustami M; Jusriadi, Jusriadi; Lema, Sudarto Lukman; Djasingtang, Alfiati
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 3 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i3.36347

Abstract

ABSTRAK                                                                                     Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan guru dalam menyusun materi pembelajaran digital menggunakan aplikasi Canva. Kegiatan ini ditujukan kepada seluruh guru Mis Babul Jihad Moru, yang berjumlah 20 orang. Pendekatan yang diterapkan dalam kegiatan ini meliputi ceramah, praktik, demonstrasi, serta diskusi interaktif. Data dikumpulkan melalui angket yang diisi oleh peserta setelah mengikuti pelatihan Canva. Evaluasi dilakukan dengan menilai penggunaan Canva melalui instrumen kepuasan peserta, yang mencakup aspek materi, narasumber, dan praktik. Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat kepuasan peserta sangat tinggi, dengan persentase mencapai 90%, termasuk dalam kategori tinggi. Tanggapan dan saran peserta terhadap workshop menunjukkan respon positif dan keinginan agar kegiatan serupa dapat diselenggarakan kembali di masa mendatang. Dengan demikian, pelatihan Canva ini berhasil memberikan manfaat signifikan bagi para guru Mis Babul Jihad Moru dan mendorong pengembangan lebih lanjut dalam pemanfaatan teknologi digital untuk pendidikan.Kata kunci: : Canva, Teknologi; Media Pembelajaran Digital. ABSTRACTThe purpose of this activity was to improve teachers’ abilities and skills in developing digital learning materials using the Canva application. This activity was intended for all teachers of MIS Babul Jihad Moru, totaling 20 participants. The approaches applied in this activity included lectures, hands-on practice, demonstrations, and interactive discussions. Data were collected through questionnaires completed by participants after attending the Canva training. The evaluation was conducted by assessing the use of Canva through a participant satisfaction instrument, which covered aspects of the material, resource persons, and practical activities. The results of the analysis showed that the level of participant satisfaction was very high, reaching a percentage of 90%, which falls into the high category. Participants’ feedback and suggestions regarding the workshop indicated positive responses and a desire for similar activities to be held again in the future. Therefore, this Canva training successfully provided significant benefits for the teachers of MIS Babul Jihad Moru and encouraged further development in the utilization of digital technology for education. Keywords: Canva,Tecnology; Digital Learning Media.
INOVASI PESTISIDA NABATI: SOLUSI RAMAH LINGKUNGAN UNTUK PERTANIAN BERKELANJUTAN Muhammad Amiruddin; Amiruddin, Muhammad; Khasanah, Nur; Nuranisa, Nuranisa; Jusriadi, Jusriadi; Mutmainah, Mutmainah; Dwiyanto, Diky
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 1 (2026): March
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/6em8sf34

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam memproduksi serta memanfaatkan pestisida nabati sebagai strategi pengendalian hama yang berkelanjutan di Desa Padang Tumbuo, Kabupaten Tojo Una-Una. Metode pelaksanaan meliputi observasi awal, sosialisasi, pelatihan, dan demonstrasi pembuatan pestisida nabati berbasis tumbuhan lokal, serta evaluasi efektivitas kegiatan melalui pre-test dan post-test. Bahan utama yang digunakan dalam pembuatan pestisida nabati antara lain daun widuri, daun mimba, serai wangi, bawang putih, cabai, lengkuas dan daun sirsak. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman petani yang sangat signifikan. Pada tahap pre-test, sebanyak 71% peserta berada pada kategori “sangat tidak paham” dan tidak terdapat peserta pada kategori “paham” maupun “sangat paham”. Setelah pelaksanaan kegiatan (post-test), terjadi peningkatan yang drastis, di mana 89% peserta berada pada kategori “sangat paham” dan 19% pada kategori “paham”. Temuan ini menunjukkan bahwa metode pelatihan dan demonstrasi langsung sangat efektif dalam mentransfer pengetahuan serta membentuk sikap positif petani terhadap penggunaan pestisida nabati. Secara keseluruhan, kegiatan ini berkontribusi nyata dalam meningkatkan kesadaran dan kapasitas petani untuk mengurangi ketergantungan terhadap pestisida kimia sintetis. kegiatan ini memiliki potensi besar untuk direplikasi dan dikembangkan di wilayah lain dengan permasalahan serupa, sebagai upaya mendukung pengurangan penggunaan pestisida kimia dan mendorong penerapan sistem pertanian yang berkelanjutan. Innovation of Local Plant-Based Botanical Pesticides as an Effort for Sustainable Pest Control among Farmers in Padang Tumbuo Village Abstract This community service activity aims to improve farmers' knowledge and skills in producing and utilizing botanical pesticides as a sustainable pest control strategy in Padang Tumbuo Village, Tojo Una-Una Regency. The implementation method includes initial observation, socialization, training, and demonstration of making botanical pesticides based on local plants, as well as evaluating the effectiveness of the activity through pre-tests and post-tests. The main ingredients used in making botanical pesticides include widuri leaves, neem leaves, lemongrass, garlic, chili, galangal, and soursop leaves. The evaluation results show a very significant increase in farmers' understanding. In the pre-test stage, 71% of participants were in the "very unclear" category and there were no participants in the "understanding" or "very understanding" categories. After the implementation of the activity (post-test), there was a drastic increase, where 89% of participants were in the "very understanding" category and 19% were in the "understanding" category. These findings indicate that the training and direct demonstration methods are very effective in transferring knowledge and forming positive attitudes of farmers towards the use of botanical pesticides. Overall, this activity contributes significantly to increasing farmers' awareness and capacity to reduce dependence on synthetic chemical pesticides. This activity has great potential for replication and development in other regions with similar challenges, as an effort to reduce the use of chemical pesticides and encourage the implementation of sustainable agricultural systems
INOVASI PESTISIDA NABATI: SOLUSI RAMAH LINGKUNGAN UNTUK PERTANIAN BERKELANJUTAN Muhammad Amiruddin; Amiruddin, Muhammad; Khasanah, Nur; Nuranisa, Nuranisa; Jusriadi, Jusriadi; Mutmainah, Mutmainah; Dwiyanto, Diky
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 1 (2026): March
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/6em8sf34

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam memproduksi serta memanfaatkan pestisida nabati sebagai strategi pengendalian hama yang berkelanjutan di Desa Padang Tumbuo, Kabupaten Tojo Una-Una. Metode pelaksanaan meliputi observasi awal, sosialisasi, pelatihan, dan demonstrasi pembuatan pestisida nabati berbasis tumbuhan lokal, serta evaluasi efektivitas kegiatan melalui pre-test dan post-test. Bahan utama yang digunakan dalam pembuatan pestisida nabati antara lain daun widuri, daun mimba, serai wangi, bawang putih, cabai, lengkuas dan daun sirsak. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman petani yang sangat signifikan. Pada tahap pre-test, sebanyak 71% peserta berada pada kategori “sangat tidak paham” dan tidak terdapat peserta pada kategori “paham” maupun “sangat paham”. Setelah pelaksanaan kegiatan (post-test), terjadi peningkatan yang drastis, di mana 89% peserta berada pada kategori “sangat paham” dan 19% pada kategori “paham”. Temuan ini menunjukkan bahwa metode pelatihan dan demonstrasi langsung sangat efektif dalam mentransfer pengetahuan serta membentuk sikap positif petani terhadap penggunaan pestisida nabati. Secara keseluruhan, kegiatan ini berkontribusi nyata dalam meningkatkan kesadaran dan kapasitas petani untuk mengurangi ketergantungan terhadap pestisida kimia sintetis. kegiatan ini memiliki potensi besar untuk direplikasi dan dikembangkan di wilayah lain dengan permasalahan serupa, sebagai upaya mendukung pengurangan penggunaan pestisida kimia dan mendorong penerapan sistem pertanian yang berkelanjutan. Innovation of Local Plant-Based Botanical Pesticides as an Effort for Sustainable Pest Control among Farmers in Padang Tumbuo Village Abstract This community service activity aims to improve farmers' knowledge and skills in producing and utilizing botanical pesticides as a sustainable pest control strategy in Padang Tumbuo Village, Tojo Una-Una Regency. The implementation method includes initial observation, socialization, training, and demonstration of making botanical pesticides based on local plants, as well as evaluating the effectiveness of the activity through pre-tests and post-tests. The main ingredients used in making botanical pesticides include widuri leaves, neem leaves, lemongrass, garlic, chili, galangal, and soursop leaves. The evaluation results show a very significant increase in farmers' understanding. In the pre-test stage, 71% of participants were in the "very unclear" category and there were no participants in the "understanding" or "very understanding" categories. After the implementation of the activity (post-test), there was a drastic increase, where 89% of participants were in the "very understanding" category and 19% were in the "understanding" category. These findings indicate that the training and direct demonstration methods are very effective in transferring knowledge and forming positive attitudes of farmers towards the use of botanical pesticides. Overall, this activity contributes significantly to increasing farmers' awareness and capacity to reduce dependence on synthetic chemical pesticides. This activity has great potential for replication and development in other regions with similar challenges, as an effort to reduce the use of chemical pesticides and encourage the implementation of sustainable agricultural systems
Implementasi Good Agricultural Practices (GAP) Melalui Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan Di Desa Dombu, Kecamatan Marawola Barat, Kabupaten Sigi Jusriadi, Jusriadi; Hadid, Abd; Samudin, Sakka; Adrianton, Adrianton; Toana, Moh Hibban; Monde, Anthon; Muhardi, Muhardi
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 2 (2026): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v11i2.5103

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dalam menerapkan Good Agricultural Practices (GAP) melalui penyuluhan pertanian berkelanjutan di Desa Dombu, Kecamatan Marawola Barat, Kabupaten Sigi. Permasalahan utama yang dihadapi petani adalah rendahnya pemahaman terhadap praktik pertanian yang baik, yang ditandai dengan penggunaan input kimia yang tidak tepat dan belum optimalnya pengelolaan usaha tani. Metode pelaksanaan meliputi tahap persiapan, pelaksanaan penyuluhan, dan evaluasi. Materi penyuluhan mencakup pengenalan konsep GAP, teknik pemupukan berimbang berbasis analisis tanah, pengelolaan organisme pengganggu tanaman (OPT) secara terpadu, serta teknik panen dan pascapanen yang baik. Penyuluhan dilakukan melalui metode ceramah interaktif dan diskusi kelompok. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan petani. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor pengetahuan petani dari 39,7 menjadi 68,5 dengan persentase peningkatan sebesar 72,8%. Peningkatan tertinggi terjadi pada aspek pengelolaan hama terpadu, sedangkan terendah pada aspek panen dan pascapanen. Hasil ini menunjukkan bahwa penyuluhan pertanian berbasis GAP efektif dalam meningkatkan pemahaman petani dan berpotensi mendorong penerapan praktik pertanian yang berkelanjutan. Implementation of Good Agricultural Practices (GAP) through Sustainable Agricultural Extension in Dombu Village, Marawola Barat District, Sigi Regency Abstract This community service activity aimed to improve farmers’ knowledge in implementing Good Agricultural Practices (GAP) through sustainable agricultural extension in Dombu Village, Marawola Barat District, Sigi Regency. The main problem faced by farmers was the limited understanding of proper agricultural practices, indicated by the inappropriate use of chemical inputs and suboptimal farm management. The implementation method consisted of preparation, extension activities, and evaluation stages. The extension materials included the introduction to GAP concepts, balanced fertilization techniques based on soil analysis, integrated pest management (IPM), and proper harvesting and post-harvest techniques. The extension was delivered through interactive lectures and group discussions. Evaluation was conducted using pre-test and post-test to measure the improvement of farmers’ knowledge. The results showed that the average knowledge score increased from 39.7 to 68.5, with an improvement percentage of 72.8%. The highest improvement was observed in integrated pest management, while the lowest was in harvesting and post-harvest aspects. These findings indicate that GAP-based agricultural extension is effective in enhancing farmers’ understanding and has the potential to promote sustainable agricultural practices.