Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Penguatan Kelembagaan Kelompok Tani Dalam Mendukung Pencapaian Kegiatan Ekonomi Di Desa Bahomante, Kecamatan Bungku Tengah, Kabupaten Morowali Jusriadi, Jusriadi; Farid, Farid; Marsanda, Marsanda; Irma, Ade; Tobigo, Haerudin; Agus, Moh
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 1 (2025): March
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v10i1.2314

Abstract

Penguatan kelompok tani merupakan langkah awal dalam meningkatkan kesejahteraan petani. Kelompok tani memiliki peran penting dalam mendorong pembangunan pertanian. Meskipun banyak kelompok tani telah dibentuk, saat ini cukup sulit menemukan kelompok tani yang aktif, di mana anggotanya memanfaatkan lembaga tersebut untuk meningkatkan kinerja usaha tani dan kesejahteraan mereka. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk menambah wawasan, pemahaman, dan pengetahuan anggota kelompok tani mengenai kelembagaan kelompok yang ada di Desa Bahomante, Kecamatan Bungku Tengah, Kabupaten Morowali. Untuk mencapai tujuan tersebut, kegiatan ini dilaksanakan melalui tahapan observasi, pelatihan, dan evaluasi. Kontribusi unik dari pelatihan ini adalah penggunaan pendekatan pendidikan orang dewasa (Andragogi) yang disertai dengan simulasi berbasis kasus nyata di Desa Bahomante, yang mendorong partisipasi aktif peserta dalam memahami dan mengimplementasikan kelembagaan kelompok tani. Hasil kegiatan PkM menunjukan tingkat keberhasilan yang signifikan dengan perolehan persentase pemahaman setelah kegiatan yakni 6% peserta sangat memahami materi kegiatan pelatihan yang diberikan, 85% paham, 7% cukup paham dan hanya ada 2% yang tidak paham. Data ini mengindikasikan efektivitas pelatihan dalam meningkatkan kapasitas kelembagaan kelompok tani, yang pada akhirnya dapat mendukung keberlanjutan usaha tani dan kesejahteraan petani di wilayah tersebut. Institutional Strengthening of Farmer Groups in Supporting the Achievement of Economic Activities in Bahomante Village, Bungku Tengah District, Morowali Regency Abstract Strengthening farmer groups is the first step in improving farmers' welfare. Farmer groups play an important role in promoting agricultural development. Although many farmer groups have been formed, it is currently quite difficult to find an active farmer group, where members utilise the institution to improve the performance of their farming business and welfare. This Community Service activity aims to increase insight, understanding, and knowledge of farmer group members regarding group institutions in Bahomante Village, Bungku Tengah District, Morowali Regency. To achieve this goal, this activity was carried out through the stages of observation, training, and evaluation. The unique contribution of this training is the use of an adult education approach (Andragogy) accompanied by real case-based simulations in Bahomante Village, which encourages active participation of participants in understanding and implementing farmer group institutions. The results of the PkM activities showed a significant level of success with the acquisition of the percentage of understanding after the activity, namely 6% of participants really understood the material of the training activities provided, 85% understood, 7% understood enough and there were only 2% who did not understand. This data indicates the effectiveness of the training in increasing the institutional capacity of farmer groups, which in turn can support the sustainability of farming businesses and the welfare of farmers in the region.
Diseminasi Teknologi Pupuk Hayati Trichokompos untuk Pengendalian Patogen Tanah dan Efisiensi Penggunaan Pupuk Anorganik pada Budidaya Sayuran Jusriadi, Jusriadi; Idham, Idham; Haj, Rizki Qomarul; Fajri, Aswadil; Kahar, Karmila
AKM Vol 6 No 1 (2025): AKM : Aksi Kepada Masyarakat Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat - Juli 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis Syariah (STEBIS) Indo Global Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36908/akm.v6i1.1337

Abstract

Program Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk mendiseminasikan teknologi pupuk hayati Trichokompos berbasis jamur Trichoderma sp. sebagai upaya pengendalian patogen tanah dan efisiensi penggunaan pupuk anorganik pada budidaya bawang merah oleh petani sayur di Desa Oloboju. Kegiatan dilaksanakan melalui beberapa tahapan, meliputi survei lapangan, sosialisasi, penyuluhan, pelatihan, serta pendampingan praktik pembuatan Trichokompos. Metode ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan petani dalam memanfaatkan pupuk hayati berbasis mikroba sebagai alternatif berkelanjutan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa lebih dari 85% peserta memahami dengan baik materi yang diberikan, dan mampu mengadopsi teknologi pembuatan serta penggunaan Trichokompos di lahan mereka. Penerapan teknologi ini terbukti secara ilmiah dapat meningkatkan kesuburan tanah, mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia hingga 50%, serta menekan serangan patogen tular tanah. Dampaknya tidak hanya meningkatkan produksi dan kualitas bawang merah lokal Lembah Palu, tetapi juga memperkuat ketahanan bahan baku industri bawang goreng di Kota Palu, sekaligus mendukung peningkatan pendapatan petani secara nyata.
Integration of Local Wisdom in Digital Learning: A Literature Review Jusriadi, Jusriadi; Abdullah, Muhammad; Istiqamah, Istiqamah; Prasong, Muthiah
Jurnal Edukasi Terkini Vol. 2 No. 2 (2025): April-June
Publisher : Borneo Novelty Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70310/jet.2025.020206125

Abstract

Purpose-This literature review aims to explore the integration of local wisdom into digital learning to enhance educational relevance and effectiveness. Research Methodology/Design/Approach-Using bibliometric analysis with VOSviewer, the study maps key research themes, connections, and trends within this emerging field. The approach focuses on analyzing patterns in keywords related to students, teachers, digital tools, and learning models informed by local cultural knowledge. Finding-Findings reveal that integrating local wisdom enriches digital learning by fostering culturally responsive pedagogy that supports student identity and character development. Innovative media such as digital comics are highlighted as effective tools in this context. Originality / Value-The review also identifies growing research interest, particularly from Indonesia, emphasizing the importance of adaptive, data-driven learning models based on local contexts. The study provides valuable insights for educators and policymakers seeking to develop inclusive and relevant digital learning frameworks grounded in local knowledge.
PENGELOLAAN TPQ (TAMAN PENDIDIKAN AL-QUR’AN) AL-ANSHOR WALUOM BERBASIS KURIKULUM DINIYAH DESA WOLWAL TENGAH Jusriadi, Jusriadi; Kaibana, Bustami; Lapung, Jamra; Bain, Siti Nurhayati; Lobang, Ismail
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i2.33934

Abstract

ABSTRAK                                                                                     Pada tahun  2025 memiliki jumlah peserta didik 83 orang dan beberapa pengurus lainnya dan ada beberapa guru mengaji. Kurikulum yang di gunakan masih sangat konvensional. Namun seiring dengan perkembangan kurikulum di tingkat sekolah dasar, di tingkat kanak- kanak harus menyesuaikan berbagai aspek pembelajaran tersebut. Pelatihan ini dilaksanakan dengan melibatkan tim dosen pengabdian dari STKIP Muhammadiyah Kalabahi dan mahasiswa bekerjasama dengan mitra pengelola dan guru -guru di TPQ Al-Anzor Waluom Desa WolwaL Tengah. Adapun metodologi yang kami gunakan adalah ceramah, diskusi, sosialisasi serta partisipasi mitra dengan melibatkan mereka pada tahap perencanaan hingga tahap evaluasi. Selama pelatihan mitra diajarkan cara pengelolaan kurikulum berbasis diniyah  memberikan solusi permasalah yang dihadapi mitra seperti lahan yang belum ada agar mencari lahan mungkin lewat swadaya, atau tanah wakaf dari masyarakat, atau memasukkan proposal kepada istansi berwenang serta berupaya mencari dana lewat organisasi social dan lain -lain, serta tata cara pengelolaan TPQ berbasis diniyah. Hasil kegiatan menunjukkan mitra sangat antusisas dan mendapat pemahaman tata cara pengelolaan TPQ berbasis diniyah serta mendapat solusi terkait beberapa permasalahan di TPQ, seperti tempat permanen belum ada, kurikulum belum jelas dan tata kelola yang belum terkordinasi dengan baik. Kegiatan ini juga memberi dampk yang baik untuk pengembangan TPQ terkusus di desa-desa. Kata kunci: Pengelolaan; TPQAl-Anzor Waluom; KurikulumDiniyah; DesaWolwal Tengah.ABSTRACTIn 2025, there were 83 students and several other administrators and several Quran teachers. The curriculum used was still very conventional, but along with the development of the curriculum at the elementary school level, at the childhood level, various aspects of the learning had to be adjusted. This training was carried out by involving a team of community service lecturers from STKIP Muhammadiyah Kalabahi and students in collaboration with management partners and teachers at TPQ Al-Anzor Waluom, WolwaL Tengah Village. The methodology we used was lectures, discussions, socialization and partner participation by involving them in the planning stage to the evaluation stage. During the training, partners were taught how to manage a diniyah-based curriculum to provide solutions to problems faced by partners such as unavailable land to find land perhaps through self-help, or waqf land from the community, or submitting proposals to authorized agencies and trying to find funds through social organizations and others, as well as procedures for managing diniyah-based TPQ. The results of the activity showed that the partners were very enthusiastic and gained an understanding of the management procedures for Islamic-based TPQ (Islamic boarding schools) and solutions to several issues within the TPQ, such as the lack of a permanent location, an unclear curriculum, and poorly coordinated governance. This activity also had a positive impact on the development of TPQ, especially in villages.Keywords: Management; TPQ Al-Anzor Waluom; Diniyah Curriculum; Central Wolwal Village.
PENGELOLAAN TPQ BABUL JIHAD WETABUA (TAMAN PENDIDIKAN AL-QUR’AN) BERBASIS KURIKULUM DINIYAH DI KELURAHAN WETABUA Galeko, Marzuki; Jusriadi, Jusriadi; Gomang, Irmawati; Timung, Amrullah; Lelang, Irmawati
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i2.33992

Abstract

ABSTRAKHasil observasi dan wawancara yang kami lakukan diperoleh informasi bahwa guru TPQ 4 orang dengan jumlah murid 92 orang dan kurikulum yang di gunkan masih bersifat konvensional dan proses belajar mengajarnya masih terfokus pada pembelajaran al-quran saja tanpa  melibatkan pembelajaran dasar -dasr islam yang memadai sebagai bekal anak didik nantinya Tujuan Utama Pengabdian Masyarakat  1)  memperbaiki  tata  kelola bimbingan baca Al-Qur’an; berbasis Kurikulum diniyah (2) membina  kader-kader untuk menjadi sukarelawan dalam bimbingan baca tulis Al-Qur’an; (3) menambah menu bimbingan dengan beberapa kegiatan yang menunjang, seperti: tahfizh/murojaah, kitabah, tahsin, dan bacaan sholat/fiqih; serta.Metode yang digunakan dalam PKM ini adalah metode Ceramah, Diskusi, sosialisasi.dan pelatihan langsung hasil pKM. Adapun tahapan dari penelitian mulai dari tahap perencanaan hingga evaluasi program.adapun hasil dari pengabdian ini menunjukan adanya berbagai perubahan dari tata cara pengelolaan TPQ dan kemuampuan dalam menerapkan kurikulum diniyah serta adanya pemahaman dan upaya dalam mengatasi persoalan dan bagaiman memenuhi kebutuhan yang ada di TPQ. Serta mitra mampu mengimplemetasikan hasil dari program ini. Dengan demikian, pengelolaan TPQ berbasis kurikulum diniyah di Kelurahan Wetabua dapat menjadi model pendidikan Al-Qur’an yang berkelanjutan dan berkualitas, sekaligus memberikan kontribusi positif bagi pengembangan pendidikan keagamaan di masyarakat. Kata kunci: Pengeloaan; TPQ; Kurikulum Diniyah; Kelurahan Wetabua  ABSTRACTThe results of our observations and interviews obtained information that TPQ teachers are 4 people with a total of 92 students and the curriculum used is still conventional and the teaching and learning process is still focused on learning the Qur'an alone without involving adequate basic Islamic learning as provisions for students later. The Main Objectives of Community Service 1) improve the governance of guidance for reading the Qur'an; based on the diniyah curriculum (2) develop cadres to become volunteers in guidance for reading and writing the Qur'an; (3) add guidance menus with several supporting activities, such as: tahfizh/murojaah, kitabah, tahsin, and prayer reading/fiqh; and. The methods used in this PKM are the Lecture method, Discussion, socialization, and direct training of PKM results. The stages of the research start from the planning stage to the program evaluation. The results of this community service show various changes in the procedures for managing TPQ and the ability to implement the diniyah curriculum as well as the understanding and efforts in overcoming problems and how to meet the needs that exist in TPQ. And partners are able to implement the results of this program. Thus, the management of TPQ based on the diniyah curriculum in Wetabua Village can be a model of sustainable and quality Qur'an education, while also providing a positive contribution to the development of religious education in the community. Keywords: Management, TPQ, Diniyah Curriculum; Wetabua Village
PENGELOLAAN TPQ AL–MUJAHIDIN MAYELAHA (TAMAN PENDIDIKAN AL-QUR’AN) BERBASIS KURIKULUM DINIYAH DI DESA WOLWAL TENGAH Pakro, Pahlawan; Jusriadi, Jusriadi; S. Umar, Sandia; Adangtong, Ayni Ajija
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i2.34272

Abstract

ABSTRAKHasil observasi dan wawancara yang kami lakukan diperoleh informasi bahwa guru TPQ kurikulum yang digunakan serta metode yang di gunakan masih sangat konvensional.Bimbingan yang berjalan saat ini adalah belajar membaca Al-Quran melalui  metode  iqro’ dan hapalan surat-surat pendek. Adapun Tujuan PKM Ini adalah untuk:1)memperbaiki  tata  kelola bimbingan baca Al-Qur’an; khususnya pada Kurikulum yang berbasis diniyah(2) membina  kader-kader untuk menjadi sukarelawan dalam bimbingan baca tulis Al-Qur’an; (3) menambah menu bimbingan dengan beberapa kegiatan yang menunjang, seperti: tahfizh/murojaah, kitabah, tahsin, dan bacaan sholat/fiqih; serta (6) menata administrasi  yang lebih komprehensif.Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode ceramah,diskusi dan pelatihan serta sosialisasi..Adapun hasil yang di temukan adalah Melihat berbagai kendala yang dihadapi maka kami memberi masukan agar kurikulum diniyah coba di terapkan oleh pengelola dengan memberi pemahaman terkait dengan kurikulum ini dan dampaknya bagi peserta didik dan guru- guru sudah mulai memahami kurikulum diniyah.dari berbagai tahan kegiatan yang kami lakukan pengelola, guru antusias mengikuti kegiatan ini dan ada yang sudah mulai mempraktekkannya dengan memberi pelajaran tambahan berupada dasar -dasar Pendidikan islam.Kata Kunci : Pengelolaan; TPQ; Kurikulum Diniyah; Desa Wolwal Tengah ABSTRACTThe results of our observations and interviews revealed that the curriculum and methods used by TPQ teachers are still very conventional. The current guidance focuses on learning to read the Quran through the Iqro' method and memorizing short surahs.The objectives of this PKM are: 1) improving the governance of Quran reading guidance, particularly in the diniyah-based curriculum; 2) developing cadres to become volunteers in Quran reading and writing guidance; 3) expanding the guidance menu with several supporting activities, such as: tahfizh/murojaah, kitabah, tahsin, and prayer reading/fiqh; and 6) organizing a more comprehensive administration.The methods used in the research were lectures, discussions, training, and socialization.The results found were: Seeing the various obstacles faced, we provide input for administrators to try implementing the diniyah curriculum by providing an understanding related to this curriculum and its impact on students and teachers who have begun to understand the diniyah curriculum. From the various stages of activities we have carried out, administrators and teachers are enthusiastic about participating in this activity and some have started to practice it by providing additional lessons in the form of the basics of Islamic Education. Keywords : Management; TPQ Al – Mujahidin Mayelaha; Diniyah Curriculum; Central Wolwal Village
Smart Farming: Pelatihan Alat Ukur Kebutuhan Air pada Budidaya Sayuran di Desa Alitupu, Kabupaten Poso Jusriadi, Jusriadi; Arsih, Desi Wahyuni; Taiyeb, Asgar; Nasir, Burhanuddin; Lasmini, Sri Anjar; Pasaru, Flora
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat Universitas Ma Chung Vol. 5 No. 1 (2025): Prosiding SENAM 2025: Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas
Publisher : Ma Chung Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecamatan Lore Utara dikenal sebagai kawasan pengembangan komoditi sayuran di Kabupaten Poso. Untuk pertumbuhan tanaman sayuran yang optimal dibutuhkan pengolahan lahan yang tepat. Faktor penting yang mempengaruhi kualitas tanah untuk tanaman sayuran yaitu kondisi pH tanah, suhu, dan kelembaban tanah, dan permasalahan yang sering dihadapi petani adalah kesulitan dalam memonitoring kondisi tanah yang ideal untuk pertumbuhan tanaman. Program pengabdian yang diikuti oleh 20 orang petani sebagai mitra bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan petani dalam menggunakan soil analyzer dan soil moisture meter untuk penentuan kebutuhan air dalam budidaya sayuran dan unsur hara tanah secara presisi agar dapat meningkatkan efisiensi pemberian air.  Metode pelaksanaan yang diterapkan adalah penyuluhan, demonstrasi alat, praktik lapangan, dan evaluasi. Hasil yang dicapai menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan petani sebesar 85%, serta kemampuan dalam membaca dan memanfaatkan data dari alat untuk pengambilan keputusan agronomis. Pengukuran tanah menunjukkan sebagian lahan kekurangan nitrogen dan memiliki kelembaban rendah, sehingga petani dapat segera menyesuaikan pemupukan dan penyiraman. Respon petani sangat positif, dan sebagian besar menyatakan kesediaan untuk menerapkan teknologi tersebut secara berkelanjutan. Kegiatan tersebut juga membuktikan bahwa pelatihan teknologi tepat guna berbasis data mampu mendorong modernisasi pertanian di daerah terpencil khususnya di Kecamatan Lore Utara Kabupaten Poso.
UJI ANTAGONIS DUA SPESIES Trichoderma TERHADAP PENYAKIT ANTRAKNOSA Colletototrichum capsici PADA TANAMAN CABAI SECARA IN-VITRO Rohfita, Rohfita; Lakani, Irwan; Jusriadi, Jusriadi
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 13 No 5 (2025): Oktober
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrotekbis.v13i5.2771

Abstract

Colletotrichum capsici merupakan jamur penyebab penyakit antraknosa pada buah cabai yang dapat menurunkan hasil panen hingga 90%. Pengendalian kimiawi sering berdampak negatif terhadap lingkungan, sehingga diperlukan pengendalian hayati menggunakan jamur antagonis seperti Trichoderma. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kemampuan antagonis Trichoderma viride dan Trichoderma koningii dalam menghambat pertumbuhan Colletotrichum capsici, penyebab penyakit antraknosa pada cabai. Penelitian dilakukan secara in vitro menggunakan metode dual culture pada media PDA. Hasil pengamatan selama tujuh hari menunjukkan bahwa kedua spesies Trichoderma mampu menghambat pertumbuhan Colletotrichum capsici, dengan rata-rata daya hambat tertinggi Trichoderma viride sebesar 51,67% dan Trichoderma koningii sebesar 47,47%. Meskipun Trichoderma viride menunjukkan penghambatan yang lebih stabil dan konsisten, hasil uji-t menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan antara keduanya (p-value 0,70 > 0,05). Kesimpulannya, kedua spesies Trichoderma memiliki potensi yang relatif sama sebagai agen hayati dalam mengendalikan Colletotricum capsici.
PENINGKATAN KOMPETENSI GURU DALAM PEMBELAJARAN DIGITAL MELALUI PELATIHAN BERBASIS TEKNOLOGI Kaibana, Bustami M; Jusriadi, Jusriadi; Lema, Sudarto Lukman; Djasingtang, Alfiati
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 3 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i3.36347

Abstract

ABSTRAK                                                                                     Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan guru dalam menyusun materi pembelajaran digital menggunakan aplikasi Canva. Kegiatan ini ditujukan kepada seluruh guru Mis Babul Jihad Moru, yang berjumlah 20 orang. Pendekatan yang diterapkan dalam kegiatan ini meliputi ceramah, praktik, demonstrasi, serta diskusi interaktif. Data dikumpulkan melalui angket yang diisi oleh peserta setelah mengikuti pelatihan Canva. Evaluasi dilakukan dengan menilai penggunaan Canva melalui instrumen kepuasan peserta, yang mencakup aspek materi, narasumber, dan praktik. Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat kepuasan peserta sangat tinggi, dengan persentase mencapai 90%, termasuk dalam kategori tinggi. Tanggapan dan saran peserta terhadap workshop menunjukkan respon positif dan keinginan agar kegiatan serupa dapat diselenggarakan kembali di masa mendatang. Dengan demikian, pelatihan Canva ini berhasil memberikan manfaat signifikan bagi para guru Mis Babul Jihad Moru dan mendorong pengembangan lebih lanjut dalam pemanfaatan teknologi digital untuk pendidikan.Kata kunci: : Canva, Teknologi; Media Pembelajaran Digital. ABSTRACTThe purpose of this activity was to improve teachers’ abilities and skills in developing digital learning materials using the Canva application. This activity was intended for all teachers of MIS Babul Jihad Moru, totaling 20 participants. The approaches applied in this activity included lectures, hands-on practice, demonstrations, and interactive discussions. Data were collected through questionnaires completed by participants after attending the Canva training. The evaluation was conducted by assessing the use of Canva through a participant satisfaction instrument, which covered aspects of the material, resource persons, and practical activities. The results of the analysis showed that the level of participant satisfaction was very high, reaching a percentage of 90%, which falls into the high category. Participants’ feedback and suggestions regarding the workshop indicated positive responses and a desire for similar activities to be held again in the future. Therefore, this Canva training successfully provided significant benefits for the teachers of MIS Babul Jihad Moru and encouraged further development in the utilization of digital technology for education. Keywords: Canva,Tecnology; Digital Learning Media.
PENGELOLAAN TAMAN PENDIDIDKAN AL QUR’AN (TPQ) BERBASIS KURIKULUM DINIYAH SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KUALITAS PENDIDIKAN KEAGAMAAN ANAK DI TPQ BAITURRAHMAN PASAR INPRES Prasong, Mutia; Jusriadi, Jusriadi; Bain, Nurhayati; Anwar, Halija
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 3 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i3.36324

Abstract

ABSTRAK                                                                                     Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pengelolaan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Baiturrahman yang berlokasi di Pasar Inpres, Kelurahan Nusa Kenari, melalui penerapan kurikulum diniyah. Permasalahan mitra meliputi keterbatasan tenaga pengajar, pembelajaran yang hanya berfokus pada baca Al-Qur’an, serta belum diterapkannya kurikulum keislaman secara terstruktur. Metode pelaksanaan pengabdian dilakukan melalui tahapan persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi dengan bentuk intervensi berupa pendampingan pengelolaan TPQ, penyediaan tenaga pengajar, serta sosialisasi dan implementasi kurikulum diniyah yang mencakup materi akidah, fiqih ibadah, akhlak, tajwid, hafalan Al-Qur’an, dan praktik ibadah. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan jumlah santri, variasi kegiatan pembelajaran, jumlah tenaga pengajar, serta tingkat kepuasan pengelola dan masyarakat. Dengan demikian, pengelolaan TPQ berbasis kurikulum diniyah terbukti mampu meningkatkan kualitas pendidikan keagamaan anak secara lebih terstruktur dan berkelanjutan.Kata Kunci: Pengelolaan TPQ; Kurikulum Diniyah. ABSTRACTThis Community Service (PKM) activity aims to improve the quality of management of the Baiturrahman Al-Qur'an Education Park (TPQ) located in Pasar Inpres, Nusa Kenari Village, through the implementation of the diniyah curriculum. Partner problems include limited teaching staff, learning that only focuses on reading the Qur'an, and the lack of a structured Islamic curriculum. The method of implementing the service is carried out through the stages of preparation, implementation, and evaluation with interventions in the form of mentoring TPQ management, provision of teaching staff, and socialization and implementation of the diniyah curriculum that includes materials on faith, Islamic jurisprudence of worship, morals, tajwid, memorization of the Qur'an, and worship practices. The results of the activity show an increase in the number of students, the variety of learning activities, the number of teaching staff, and the level of satisfaction of managers and the community. Thus, the management of TPQ based on the diniyah curriculum has been proven to be able to improve the quality of children's religious education in a more structured and sustainable manner.Keywords: TPQ Management; Diniyah Curriculum.