Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Pendampingan Terintegrasi Budidaya Kakao Berbasis Good Agricultural Practices dan Teknologi Tepat Guna Pascapanen dalam Meningkatkan Mutu dan Nilai Tambah Kakao serta Pendapatan Petani Jusriadi, Jusriadi; Mutmainah, Mutmainah; Taiyeb, Asgar; Lasmini, Sri Anjar; Nasir, Burhanuddin; Hasriyanty, Hasriyanty
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 3 (2026): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v11i3.6561

Abstract

Kelompok Tani Damai Abadi di Desa Salumpaku, Kabupaten Donggala, menghadapi permasalahan berupa penerapan Good Agricultural Practices (GAP) yang belum konsisten, pengendalian Penggerek Buah Kakao (PBK), pemanfaatan limbah kulit buah kakao yang belum optimal, keterbatasan penggunaan teknologi sederhana untuk membaca kondisi tanah, serta penanganan pascapanen khususnya fermentasi yang belum dilakukan secara rutin. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan memberikan pengalaman praktik kepada petani dalam penerapan GAP dan teknologi pascapanen kakao. Kegiatan dilaksanakan pada Mei–Agustus 2026 melalui pendekatan partisipatif, edukatif, dan demonstratif berupa sosialisasi, pelatihan pembuatan pupuk organik berbahan kulit buah kakao, penggunaan soil analyzer dan soil moisture meter, praktik GAP, pengendalian PBK melalui sarungisasi, fermentasi biji kakao, dan pendampingan. Evaluasi pengetahuan dilakukan pada 25 peserta menggunakan 20 butir pertanyaan pretest–posttest dengan skor 0–100. Hasil pengukuran lapangan menunjukkan pH tanah rata-rata 6,8. Rerata skor pengetahuan meningkat dari 39,80±8,23 pada pretest menjadi 68,20±11,45 pada posttest, dengan kenaikan rata-rata 28,40±4,26 poin. Rerata N-gain sebesar 0,487 termasuk kategori sedang. Uji Wilcoxon signed-rank menunjukkan perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest (W=0; p<0,001), sedangkan paired-samples t-test sebagai analisis pendamping memberikan hasil yang konsisten (t(24)=33,316; p<0,001). Program ini menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta dan memberikan pengalaman praktik awal dalam budidaya serta penanganan pascapanen kakao. Evaluasi lanjutan diperlukan untuk menilai adopsi teknologi, mutu biji, tingkat serangan PBK, produktivitas, harga jual, dan pendapatan petani.. Mentoring on Good Agricultural Practices-Based Cocoa Cultivation and Postharvest Technology for the Damai Abadi Farmer Group  Abstract The Damai Abadi Farmer Group in Salumpaku Village, Donggala Regency, faces several constraints, including inconsistent implementation of Good Agricultural Practices (GAP), cocoa pod borer (CPB) management, underutilization of cocoa pod husk waste, limited use of simple technologies for assessing soil conditions, and inconsistent postharvest handling, particularly cocoa bean fermentation. This community service program aimed to improve farmers’ knowledge and provide practical experience in applying GAP and cocoa postharvest technologies. The program was conducted from May to August 2026 using participatory, educational, and demonstrative approaches consisting of socialization, training on organic fertilizer production from cocoa pod husks, the use of a soil analyzer and soil moisture meter, GAP field practices, CPB management through fruit bagging, cocoa bean fermentation, and mentoring. Knowledge evaluation was conducted among 25 participants using 20 pretest–posttest questions scored on a 0–100 scale. Field measurements showed an average soil pH of 6.8. The mean knowledge score increased from 39.80±8.23 at pretest to 68.20±11.45 at posttest, with an average gain of 28.40±4.26 points. The mean normalized gain (N-gain) was 0.487, indicating a moderate improvement. The Wilcoxon signed-rank test showed a significant difference between pretest and posttest scores (W=0; p<0.001), while the paired-samples t-test as a supplementary analysis yielded a consistent result (t(24)=33.316; p<0.001). The program was associated with improved participant knowledge and provided initial practical experience in cocoa cultivation and postharvest handling. Further evaluation is required to assess technology adoption, bean quality, CPB incidence, productivity, selling prices, and farmer income.
Perakitan Formulasi Ekstrak Akar Tuba  (Derris elleptica  Benth.)  Sebagai Insektisida Botani Untuk Mendukung Sistem Pengendalian Hama Terpadu dan Berwawasan Ekologis Pasaru, Flora; Khasanah, Nur; Jusriadi, Jusriadi; Haji Nasir, Burhanuddin; Yunus, Moh.; Panggalo, Nova A.; Mutmainah, Mutmainah
Agroland: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Vol 33 No 2 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrolandnasional.v33i2.2355

Abstract

Plutella xylostella merupakan salah satu hama utama tanaman sawi yang merusak jaringan daun dan menyebabkan penurunan hasil. Pengendalian hama ini masih banyak mengandalkan insektisida sintetis yang berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan formulasi ekstrak akar tuba (Derris elliptica) dan mengevaluasi potensinya sebagai pestisida biorasional dalam mengendalikan P. xylostella. Penelitian dilaksanakan pada Agustus–November 2024 di Desa Sidera, Kecamatan Sigi Biromaru, dan Laboratorium Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako. Pengujian laboratorium meliputi uji toksisitas dan uji tanpa pilihan (no-choice test) menggunakan metode pencelupan daun/sandwich, dengan mortalitas larva diamati selama tujuh hari setelah aplikasi dan konsentrasi letal median (LC₅₀) ditentukan melalui analisis probit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak akar tuba 4% yang diformulasikan dengan Triton X-114 dan Agristik menyebabkan mortalitas larva masing-masing sebesar 62% dan 60%, dengan nilai LC₅₀ masing-masing sebesar 2,9% dan 2,5%. Evaluasi lapangan yang dilanjutkan dengan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5% menunjukkan bahwa kedua formulasi pada konsentrasi 4% secara signifikan menekan kepadatan populasi P. xylostella masing-masing menjadi 0,40 dan 0,30 larva. Perlakuan tersebut juga menurunkan intensitas serangan masing-masing sebesar 17,89% dan 25,84% serta menghasilkan produksi sebesar 11,96 dan 12,41 t ha⁻¹. Hasil ini menunjukkan bahwa ekstrak akar tuba berpotensi dikembangkan sebagai pestisida biorasional untuk pengendalian P. xylostella pada tanaman sawi.