Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

ANALISIS PERAN GERAKAN MAHASISWA KRISTEN INDONESIA (GMKI) CABANG JAMBI DALAM MEMBANGUN NILAI KARAKTER RELIGIUS KEKRISTENAN DI KOTA JAMBI Lumban Gaol, Rijal Bahri; Hajri, Priazki; Tiara Maulia, Siti
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 Nomor 02, Juni 2026 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.46090

Abstract

This research is motivated by the low implementation of GMKI Jambi's programs in fostering Christian religious character values in Jambi City. This study aims to identify the inhibiting factors in building Christian religious character values within GMKI Jambi. This research employs a descriptive qualitative approach. The informants involved in this study consist of regular members, board members of GMKI Jambi, and a pastor from the Huria Kristen Batak Protestant (HKBP) church. Data collection techniques include observation, interviews, and documentation. Furthermore, the data analysis techniques utilized involve data collection, data reduction, and data display. The results of the study indicate several key factors: low member participation in GMKI Jambi activities, internal dynamics among board members, an inability to balance time between academic responsibilities and organizational involvement, a lack of effort in engaging members, numerous unimplemented work programs, and low motivation among organizational leaders.
ANALISIS KARAKTER DISIPLIN SEBAGAI WUJUD KESADARAN HUKUM PEDAGANG KAKI LIMA TERHADAP PERATURAN DAERAH NOMOR 12 TAHUN 2016 PASCA PENERTIBAN DI PASAR TALANG BANJAR JAMBI Dea Natasya Yohanna; Priazki Hajri; Khusnul Khotimah
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 Nomor 02, Juni 2026 Public
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.47668

Abstract

This study aims to identify and analyze the factors influencing the formation of disciplined character among street vendors in complying with Regional Regulation Number 12 of 2016 after the enforcement actions at Talang Banjar Market, Jambi City, as well as to analyze the government’s efforts in fostering disciplined character as a manifestation of legal awareness among street vendors. This study employed a qualitative approach with a descriptive type of research. Data were collected through interviews, observations, and documentation from local government documents, enforcement archives, official reports, activity photographs, and previous studies related to street vendors. The informants in this study were divided into three categories: primary informants (street vendors), key informants (the Legal Division of the Regional Secretariat of Jambi City or members of the Jambi City Regional House of Representatives involved in drafting Regional Regulation Number 12 of 2016), and additional informants (community members around Talang Banjar Market, Jambi City). The collected data were analyzed using qualitative data analysis techniques, including data reduction, data presentation, and conclusion drawing, while data validity was tested through source, technique, and time triangulation.The results of the study indicate that the disciplined character of street vendors at Talang Banjar Market, Jambi City, after the enforcement actions is still low due to economic factors, long-standing trading habits, and the low internalization of legal values. Meanwhile, government efforts through socialization, relocation, business facilities, and enforcement actions have not been fully effective because they still focus on physical control measures and have not optimally built legal awareness and a sustainable culture of discipline among street vendors.
The Essence of Building National Integration Values Through Civility Education Courses of PPKN Priazki Hajri
Edueksos: Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol. 12 No. 2 (2023)
Publisher : Department of Tadris IPS FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/edueksos.v12i2.14709

Abstract

ABSTRACTThe purpose of this study is to see how the essence of building national integration values through civic education among students is based on the urgency of national integration values which need to always be implemented in everyday life with the aim of avoiding division and disintegration. One of the achievements in the citizenship education course is transmitting the values of tolerance, insight into diversity, and instilling the value of nationalism with the ultimate goal of creating complete national integration. The method used in this study is a qualitative method with a descriptive approach, the data collected is class observation data and literature that supports the concept of national integration. Answering the formulation in this study, the research results obtained were that the researcher found three main essences in building national integration through civics courses in students, first, namely as a means of building unity, where campuses consisting of students who have different backgrounds can unite in one goal of education, second, through citizenship education students can increase their nationalism and understanding of nationality, and third, students are trained to be able to increase tolerance and solidarity among students and teach them that differences do not make us different but it is division that will make us different.Keywords: National integration, civics education, PPKn students.
Implementasi Nilai Religius Dalam Pembinaan Karakteranak Di Panti Asuhan Yayasan Al-Fatih Ihsan Jambi Ghina Iftin Atyah; Firman Firman; Priazki Hajri
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 2 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i2.441

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum maksimalnya penerapan nilai religius dalam pembinaan karakter anak asuh di Panti Asuhan Yayasan Al-Fatih Ihsan Jambi. Meskipun kegiatan keagamaan telah dilaksanakan secara rutin, masih terdapat anak asuh yang belum mampu menerapkan nilai religius secara mandiri dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, diperlukan pembinaan yang berkelanjutan agar nilai religius dapat tertanam dan membentuk karakter anak asuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi nilai religius dalam pembinaan karakter anak di Panti Asuhan Yayasan Al-Fatih Ihsan Jambi serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam proses penerapannya. Penelitian ini dilaksanakan di Panti Asuhan Yayasan Al-Fatih Ihsan Jambi dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian deskriptif. Informan penelitian terdiri dari anak asuh, pengasuh, dan ketua yayasan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi nilai religius dalam pembinaan karakter anak di Panti Asuhan Yayasan Al-Fatih Ihsan Jambi dilakukan melalui kegiatan keagamaan seperti salat berjamaah, mengaji, hafalan surah pendek, pembacaan doa harian, dan pembiasaan perilaku disiplin serta bertanggung jawab. Implementasi nilai religius diterapkan melalui lima indikator yaitu keyakinan, peribadatan, penghayatan, pengetahuan, dan pengamalan. Penerapan nilai religius tersebut memberikan pengaruh positif terhadap pembentukan karakter anak asuh, seperti meningkatnya kedisiplinan, tanggung jawab, dan sikap sopan santun. Namun, pelaksanaannya belum sepenuhnya berjalan optimal karena masih terdapat anak asuh yang kurang konsisten dalam melaksanakan ibadah tanpa pengawasan pengasuh. Adapun kendala yang dihadapi meliputi rendahnya kesadaran diri anak, kurangnya pemahaman makna ibadah, serta pengaruh lingkungan dan latar belakang anak yang berbeda-beda.
ANALISIS NILAI-NILAI KEARIFAN LOKAL DALAM TRADISI UPACARA TURUN MANDI PADA MASYARAKAT DESA Gema Refira Nugraha; Nurmalia Dewi; Priazki Hajri
Journal of Education Technology and Civic Literacy (JET CIVIL) Vol 6, No 1 (2025): Edisi Oktober
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jetcivil.v6i1.12969

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai kearifan lokal dalam tradisi upacara Turun Mandi pada masyarakat Desa Siulak Gedang Kabupaten Kerinci serta mengidentifikasi tantangan pelestariannya di tengah pengaruh modernisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan 7 informan yang terdiri dari tokoh adat, masyarakat, dan perangkat desa. Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman dengan triangulasi teknik, sumber, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi upacara Turun Mandi mengandung enam nilai kearifan lokal: nilai menghormati, keselarasan, keseimbangan, interaksi, pelestarian lingkungan, dan keindahan. Tantangan pelestarian meliputi menurunnya pemahaman masyarakat, pengaruh modernisasi, dan minimnya dokumentasi budaya.
Analisis Lunturnya Prinsip Nilai Budaya Siri’ Na Pesse pada Masyarakat Transmigran Suku Bugis di Parit 2 Desa Sungai Lokan Kecamatan Sadu Kabupaten Tanjung Jabung Timur Provinsi Jambi Daernawati; Priazki Hajri; Nurmalia Dewi
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.8834

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena pelunturan nilai budaya Siri’ Na Pesse pada masyarakat transmigran suku Bugis di Parit 2 Desa Sungai Lokan. Nilai Siri’ yang mencerminkan rasa malu dan harga diri serta Pesse sebagai empati dan solidaritas sosial seharusnya menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat. Namun, dalam kenyataannya terjadi penurunan penerapan nilai tersebut yang ditandai dengan berkurangnya rasa saling menghormati dan kepedulian sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk pelunturan nilai, faktor penyebab, serta dampaknya terhadap kehidupan sosial masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan informan tokoh masyarakat, orang tua, dan generasi muda. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji dengan triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Siri’ Na Pesse mengalami pelunturan yang ditandai dengan melemahnya hubungan sosial, menurunnya tanggung jawab individu, serta berkurangnya solidaritas. Faktor penyebab terdiri dari faktor internal seperti rendahnya kesadaran dan pemahaman nilai budaya, serta faktor eksternal seperti pengaruh lingkungan heterogen dan lemahnya peran keluarga. Dampak pelunturan ini tidak hanya mempengaruhi hubungan sosial, tetapi juga mengancam kelestarian budaya Bugis. Oleh karena itu, diperlukan upaya bersama untuk menanamkan kembali nilai Siri’ Na Pesse dalam kehidupan masyarakat.
Analisis Penerapan Nilai-Nilai Hak Asasi Manusia Terhadap Keseharian Mahasiswa Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Universitas Jambi Angkatan 2023 Viga Wulandari; Priazki Hajri; Agustin Wela Sasih
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v4i2.7388

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan nilai-nilai hak asasi manusia terhadap Keseharian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Universitas Jambi Angkatan 2023. Hal ini berhubungan pula pada praktek keseharian mahasiswa Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Universitas Jambi Angkatan 2023 dalam menerapkan nilai-nilai hak asasi manusia dalam kehidupan sehari-hari. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Sumber data diperoleh dari informan utama yaitu mahasiswa PPKn Universitas Jambi angkatan 2023 dan informan kunci yaitu dosen pengampu mata kuliah Hukum dan HAM. Teknik yang digunakan yaitu teknik non-probability sampling. Berdasarkan hasil dari penelitian ini nilai-nilai hak asasi manusia belum sepenuhnya diterapkan dalam keseharian mahasiswa, faktor yang mempengaruhi belum sepenuhnya nilai-nilai HAM diterapkan adalah berupa faktor internal yaitu dari diri mahasiswa yang merasa masih ragu, takut, tidak percaya diri, dan tidak percaya diri serta ketakutan sosial dalam diri mahasiswa. Sedangkan dari faktor eksternal yaitu budaya sosial, persepsi gender, praktik sosial yang kurang sehat serta pandangan pada budaya patriarki di lingkungan sosialnya. Dari hasil penelitian ini disarankan kepada mahasiswa hendaknya juga turut mengamalkan apa yang telah di dapat dalam perkuliahan dan menerapkannya di lingkungan sosial diluar dari pembelajaran akademik di kampus, sehingga teori dan penerapan mengenai nilai-nilai HAM lebih maksimal dalam praktiknya.
ANALISIS PERAN MASYARAKAT ADAT DALAM MELESTARIKAN TRADISI BUCANGEH SEBAGAI WUJUD PERTAHANAN SOSIAL BUDAYA DI DESA HAMPARAN PUGU SEMURUP KABUPATEN KERINCI Putri Nabela; Priazki Hajri; Hendra
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 02 (2026): Volume 12 No. 2, Juni 2026 Publish
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i02.14404

Abstract

This research is motivated by the decline of the Bucangeh Tradition in Hamparan Pugu Semurup Village, Kerinci Regency, due to the influence of modernization, changes in community mindsets, and the high cost of performing the tradition. The Bucangeh Tradition is a cultural heritage of indigenous communities, meaning it purifies babies, expresses gratitude, and introduces babies to their social and natural environment. This study aims to determine the role of indigenous communities in preserving the Bucangeh Tradition and the challenges faced in maintaining this tradition. This study used a qualitative approach with a descriptive approach. Data collection techniques included observation, interviews, and documentation. The informants consisted of traditional leaders, uhang nge nyangeh, and indigenous community members selected using purposive sampling. Data were analyzed through data reduction, data presentation, and drawing conclusions. Data validity was tested using triangulation of sources, techniques, and time. The results indicate that indigenous communities play a crucial role in preserving the Bucangeh Tradition through the implementation of the tradition, the transmission of cultural values ​​to the younger generation, and providing education on the importance of maintaining the tradition. The community also employs various preservation strategies to ensure the tradition remains recognized and practiced. However, preserving the Bucangeh Tradition faces challenges such as declining interest from the younger generation, the influence of modernization, and the high cost of performing the tradition. The conclusion of this study indicates that indigenous communities are still striving to maintain the Bucangeh Tradition as a cultural identity of the Hamparan Pugu Village community, ensuring its sustainability and passing it on to future generations.
PENGARUH PROJECT CITIZEN TERHADAP CIVIC DISPOSITION PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA DI KELAS XI SMA NEGERI 11 KOTA JAMBI Alya Artika Sari; Heri Usmanto; Priazki Hajri
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 Nomor 02, Juni 2026 Public
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.45425

Abstract

Based on the results of preliminary observations conducted at SMA Negeri 11 Kota Jambi, a problem was identified in the form of low levels of students’ civic disposition, particularly among Grade XI students in the Pancasila Education subject. This study aims to determine the effect of implementing the Project Citizen learning model on students’ civic disposition. The background of this research is based on the importance of developing students’ civic disposition, which is still considered relatively low. This study employed a quantitative approach using a true experimental design. The population consisted of all Grade XI students, with two classes selected as samples: Class XI F4 as the experimental group and Class XI F5 as the control group, with a total of 72 students. Data were collected through the distribution of questionnaires. The obtained data were then analyzed using statistical techniques, namely the independent sample t-test to test the hypothesis. The results of the analysis showed that the value of t-count was greater than t-table (9.568 > 1.666), and the significance value (2-tailed) was 0.000 < 0.05. Based on these results, it can be concluded that the null hypothesis (H₀) is rejected and the alternative hypothesis (Hₐ) is accepted. Thus, there is a significant effect of the implementation of the Project Citizen learning model on improving students’ civic disposition in the Pancasila Education subject in Grade XI at SMA Negeri 11 Kota Jambi.
COUNTER HEGEMONY TERHADAP LUNTURNYA SIKAP NASIONALISME MELALUI PENDIDIKAN BERBASIS KARAKTER PADA MAHASISWA PPKN ANGKATAN 2024 UNIVERSITAS JAMBI Rizki Akbar; Hajri, Priazki; Opeska, Yuslistia
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 2, Juni 2026 Publish
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.50690

Abstract

This research is motivated by the phenomenon of the declining sense of nationalism among university students due to the increasingly massive influence of globalization and foreign cultures. This condition can be seen from students’ low understanding of national values, lack of interest in local culture, and weak implementation of nationalist attitudes in daily life. This study aims to identify the forms of counter-hegemony against the decline of nationalism through character-based education and to examine the role of character-based education as a counter-hegemony strategy among the 2024 cohort of PPKn students at Universitas Jambi. This research was conducted at the Civic Education Study Program (PPKn), Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Jambi. The informants in this study consisted of PPKn lecturers, PPKn students from the 2024 cohort, and the study program administration. The research employed a descriptive qualitative approach. Data collection techniques included observation, interviews, and documentation. The data analysis techniques consisted of data reduction, data presentation, and conclusion drawing using source, technique, and time triangulation to test the validity of the data. The results of the study indicate that the sense of nationalism among the 2024 cohort of PPKn students at Universitas Jambi is still relatively low, influenced by the dominance of global culture and the lack of internalization of national values. The forms of counter-hegemony identified include the improvement of students’ critical awareness toward the influence of foreign cultures, efforts to maintain national identity, and participation in activities that reflect nationalist values. Character-based education plays a major role as a primary strategy in strengthening nationalism through the cultivation of moral values, habituation of positive attitudes, and exemplary behavior within the academic environment. This research is expected to contribute to strengthening character education as a strategic effort to rebuild nationalism among the younger generation.