Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

PENINGKATAN KOMPETENSI MAHASISWA PETERNAKAN MELALUI PRAKTIK LANGSUNG MANAJEMEN PEMELIHARAAN AYAM BROILER DI ANJAS FARM MAROS Angga Nugraha; Abd. Malik; Krisna Krisna; Muh. Riswan; Andy Prayudi Wahid
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 6, No 4 (2026): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v6i4.3045

Abstract

The industrial internship program is a learning strategy aimed at bridging the gap between theoretical knowledge acquired in lectures and practical experience in the real workplace. This activity aims to enhance the competencies of Animal Science students at Muhammadiyah University of Sidenreng Rappang through direct practice in broiler chicken management at Anjas Farm Maros. The internship was conducted over four months (February–June 2026) using a participatory method, where students were directly involved in the entire broiler chicken rearing cycle, from cage preparation, chick-in, brooding period, finisher period, to harvesting. Students successfully learned and practiced various technical aspects of livestock farming including biosecurity, temperature and ventilation control, feed and vitamin administration, vaccination, body weight monitoring, and handling problems such as hardened litter and high humidity. This internship program effectively improves students' understanding and skills in broiler chicken management and prepares them for the workforce in the poultry sector ABSTRAKProgram magang industri merupakan salah satu strategi pembelajaran yang bertujuan untuk menjembatani kesenjangan antara teori yang diperoleh di perkuliahan dengan praktik di dunia kerja nyata. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa Program Studi Peternakan Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang melalui praktik langsung manajemen pemeliharaan ayam broiler di Anjas Farm Maros. Kegiatan magang dilaksanakan selama empat bulan (Februari–Juni 2026) dengan metode partisipatif, di mana mahasiswa terlibat langsung dalam seluruh siklus pemeliharaan ayam broiler mulai dari persiapan kandang, chick-in, masa brooding, masa finisher, hingga panen. Mahasiswa berhasil mempelajari dan mempraktikkan berbagai aspek teknis peternakan meliputi biosekuriti, pengaturan suhu dan ventilasi, pemberian pakan dan vitamin, vaksinasi, monitoring berat badan, serta penanganan kendala seperti litter mengeras dan kelembapan tinggi. Program magang ini efektif meningkatkan pemahaman dan keterampilan mahasiswa dalam manajemen peternakan ayam broiler serta mempersiapkan mereka menghadapi dunia kerja di sektor peternakan unggas.
DAMPAK PROGRAM PENYULUHAN PERTANIAN TERHADAP PRODUKTIVITAS TERNAK MARIO MARENNU 2 DI DESA MARIO KECAMATAN KULO KABUPATEN SIDENRENG RAPPANG Rafir rafir; Angga Nugraha; Armayani Armayani
STOCK Peternakan Vol 8, No 1 (2026): Stock Peternakan
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/sptr.v8i1.1872

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Dampak program penyuluhan pertanian terhadap produktivitas kelompok ternak Mario Marennu 2 di Desa Mario, Kecamatan Kulo, Kabupaten Sidenreng Rappang, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi efektivitas penyuluhan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan jumlah responden sebanyak 25 orang peternak yang tergabung dalam kelompok ternak. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan wawancara, kemudian dianalisis dengan menggunakan skala Likert untuk memperoleh skor total pada masing-masing variabel.Hasil penelitian menunjukkan bahwa program penyuluhan pertanian memiliki Dampak nyata terhadap produktivitas ternak, dengan total skor keseluruhan sebesar 555 yang berada dalam kategori Setuju (S). Variabel manajemen kesehatan ternak memperoleh skor tertinggi yaitu 190, diikuti oleh manajemen SDM ternak dengan skor 187, dan manajemen pakan dengan skor 178. Hal ini menegaskan bahwa penyuluhan berperan penting dalam meningkatkan pemahaman peternak mengenai kesehatan ternak, keterampilan pengelolaan sumber daya manusia, serta praktik manajemen pakan yang lebih baik.Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa program penyuluhan pertanian berfungsi tidak hanya sebagai sarana transfer pengetahuan, tetapi juga sebagai instrumen pemberdayaan peternak untuk meningkatkan efisiensi usaha, keterampilan, serta keberlanjutan usaha peternakan.
TINGKAT MOTIVASI PETERNAK DALAM PEMENUHAN KEBUTUHAN HIDUP KELUARGA (Studi Kasus Kelompok Ternak Jaya Bersama Kelurahan Massepe Kecamatan Tellu Limpoe Kabupaten Sidenreng Rappang) Angga Nugraha; Armayani Armayani; Muhammad Rais Rahmat Razak; Rifa’i Rifa’i
Jurnal Agriovet Vol. 3 No. 2 (2021): JURNAL AGRIOVET
Publisher : LPPM UNIVERSITAS KAHURIPAN KEDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/agriovet.v3i2.545

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pada tingkatan mana motivasi peternak dalam beternak sapi potong dengan mengukur kebutuhan hidup keluarga. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus hingga September 2020 pada kelompok ternak Jaya Bersama dengan total responden 30 anggota kelompok ternak dengan mengambil seluruh jumlah populasi peternak yang berada dalam kelompok ternak jaya Bersama. Data dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dengan menggunakan tabel distribusi frequensi. Hasil penelitian menjelaskan bahwa pemenuhan kebutuhan di Kelurahan Massepe Kab. Sidenreng Rappang yaitu mendapatkan skoring 89, berada pada kategori Sedang. Berdasarkan hasil tersebut diketahui bahwa pemeliharaan sapi potong bukanlah pekerjaan pokok peternak melainkan hanya bersifat sampingan karena jika mengandalkan dari usaha pertanian yang merupakan usaha pokok tidaklah cukup. Usaha tani komoditi pertanian yang dikombinasikan dengan sistem usaha bagi hasil ternak sapi potong dapat menambah pendapatan petani/peternak sehingga kesejahteraannya dapat meningkat. Kata Kunci : Motivasi, peternak, sapi potong, kelompok ternak, kebutuhan
PENGUATAN UMKM DESA BILA MELALUI SEMINAR BRANDING DAN PEMASARAN DIGITAL Muhammad Rusdi; Ahmad Mustanir; Sunandar Said; Haslinda Haslinda; Angga Nugraha; Nurul Purnomo; Mardatillah Mardatillah; Andi Nurwida; Afrilia Cahyani; Muh. Tamrin; Suleha Suleha
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 9 (2026): MARTABE : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i9.%p

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat kapasitas dasar pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) desa dalam membangun identitas produk dan memanfaatkan media digital untuk promosi. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk seminar interaktif dan praktik terbimbing dengan tema “Penguatan UMKM Desa melalui Branding dan Pemasaran Digital”. Pendekatan edukatif-partisipatif diterapkan melalui tahapan persiapan dan orientasi kebutuhan, penyampaian konsep branding, demonstrasi promosi digital sederhana, praktik menggunakan telepon pintar, diskusi, dan evaluasi kualitatif. Materi meliputi identitas merek, diferensiasi produk, konsistensi visual, kemasan, konten promosi, komunikasi pelanggan, dan pemanfaatan media sosial sebagai kanal pemasaran. Dokumentasi kegiatan menunjukkan keterlibatan peserta selama sesi pemaparan dan praktik. Sejumlah peserta mampu menampilkan konten digital melalui telepon pintar sebagai indikasi kesiapan awal dalam menerapkan materi. Kegiatan juga mempertemukan unsur pemerintah desa, masyarakat, mahasiswa, dan pelaku UMKM dalam forum belajar kolaboratif. Karena evaluasi dilakukan secara deskriptif dan belum tersedia data pre-test serta post-test terstandar, hasil kegiatan dimaknai sebagai capaian awal penguatan kapasitas, bukan dampak bisnis yang telah terukur. Pendampingan lanjutan diperlukan agar identitas merek, produksi konten, dan pengelolaan akun digital dapat diterapkan secara konsisten dan mandiri.
Tingkat Kemampuan Peternak dalam Pemeliharaan Sapi Potong di Desa Timoreng Panua, Kabupaten Sidenreng Rappang Ashar; Angga Nugraha; Armayani M
Jurnal Galung Tropika Vol 15 No 2 (2026)
Publisher : Fakultas Pertanian, Peternakan dan Perikanan Universitas Muhammadiyah Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/jgt.v15i2.1297

Abstract

Farmers’ capability determines the effectiveness of resource management and the sustainability of smallholder beef cattle enterprises. This study aimed to assess farmers’ capability in managing beef cattle among livestock groups in Timoreng Panua Village, Panca Rijang District, Sidenreng Rappang Regency. A survey was conducted from July to August 2024 involving 17 farmers selected from 116 members of eight livestock groups. Primary data were collected through structured interviews using a questionnaire and field observations, while secondary data were obtained from village records and relevant agencies. Five aspects were assessed: farming experience, husbandry performance, farming success, capacity to cope with production constraints, and access to capital. Each aspect was measured on a five-point Likert scale and analyzed descriptively using frequencies, scores, and achievement indices. All aspects were classified as moderate. Farming experience obtained the highest score of 57, equivalent to 67.1% of the maximum score, followed by husbandry performance at 53 (62.4%), farming success and capacity to cope with constraints at 52 each (61.2%), and access to capital at 50 (58.8%). The overall capability index was 62.1%. These findings indicate that relatively long farming experience has not been fully accompanied by stronger capital access and business management. Capacity-building programs should prioritize financing access, farm record keeping, feed management, animal health, and continuous group-based extension.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN AYAM KAMPUNG DI PASAR SENTRAL  PANGKAJENE KECAMATAN MARITENGNGAE KABUPATEN SIDENRENG RAPPANG Muh Ikhlas Nasir; Angga Nugraha; Armayani Armayani
Kandang : Jurnal Peternakan Vol. 18 No. 2 (2026): Edisi Juli - Desember Tahun 2026 IN PROGRESS
Publisher : Prodi Ilmu Peternakan Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jkd.v18i2.8840

Abstract

ABSTRAK  Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi permintaan Ayam Kampung di Kelurahan Pangkajene, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidenreng Rappang. Ayam Kampung memiliki nilai ekonomi, budaya, dan tradisi yang tinggi, namun produktivitasnya masih rendah akibat sistem pemeliharaan tradisional. Permintaan terhadap ayam kampung terus meningkat seiring dengan kesadaran masyarakat akan pangan sehat serta kebutuhan dalam acara adat dan keagamaan. Penelitian dilaksanakan di Pasar Sentral Pangkajene selama 2 bulan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan kuesioner tertutup kepada 30 responden yang dipilih secara accidental sampling kemudian dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan Faktor harga, budaya, tradisi, lokasi, serta kualitas terbukti memengaruhi permintaan. Analisis regresi menghasilkan nilai R = 0,302 dan R² = 0,091, dengan kualitas dan preferensi konsumen signifikan (p = 0,019). Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa permintaan ayam kampung tidak hanya dipengaruhi harga, tetapi juga oleh budaya, tradisi, lokasi, dan kualitas produk, sehingga ayam kampung berperan sebagai sumber pangan sekaligus identitas sosial budaya masyarakat.