Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Edukasi Generasi Z Dan Deteksi Dini Kesehatan Mental Di Wilayah Kerja Puskesmas Kuranji Padang Tomi Jepisa; Linda Wati; Ririn; Husni
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 3 No. 6 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan dan deteksi dini kesehatan mental pada generasi Z merupakan langkah krusial dalam mengatasi meningkatnya prevalensi gangguan mental di kalangan anak muda. Generasi Z, yang tumbuh di era digital, menghadapi berbagai tantangan unik seperti tekanan media sosial, ketidakstabilan ekonomi, dan perubahan sosial yang cepat. Oleh karena itu, penting untuk mengembangkan program edukasi yang dapat meningkatkan kesadaran mereka tentang pentingnya kesehatan mental serta strategi deteksi dini yang efektif. Program edukasi kesehatan mental harus dirancang untuk menjadi inklusif, menarik, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari generasi Z. Menggunakan platform digital seperti edukasi dan deteksi dini dan sumber daya lainnya dapat menjadi metode yang efektif untuk menjangkau mereka. Materi edukasi harus mencakup informasi tentang tanda-tanda awal gangguan mental, cara mengelola stres, dan pentingnya mencari bantuan profesional. Deteksi dini dapat dilakukan melalui berbagai pendekatan, dengan menjawab pertanyaan melalui kuesioner yang disebar, aplikasi pemantauan kesehatan mental, serta pelatihan bagi generasi Z untuk mengenali tanda-tanda peringatan. Kerja sama antara sekolah, keluarga, dan komunitas sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang mendukung kesehatan mental generasi Z. Dengan meningkatkan kesadaran dan menyediakan alat yang tepat untuk deteksi dini, diharapkan angka gangguan mental di kalangan generasi Z dapat ditekan dan kesejahteraan mereka meningkat. Program-program ini harus terus dievaluasi dan disesuaikan dengan kebutuhan dan perkembangan terkini untuk memastikan efektivitasnya.
Hubungan Pola Asuh Dengan Kejadian Memilih Makanan (Picky Eater) Pada Anak Usia Pra Sekolah Di TK Nur Ilaahi Kota Padang Ririn; Afrira Esa Putri; Linda Wati
Jurnal Bidan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jbmc.v4i2.2095

Abstract

Pola asuh orang tua merupakan salah satu faktor penting yang memengaruhi perilaku makan anak, termasuk kejadian memilih makanan (picky eater) pada anak usia pra-sekolah. Perilaku picky eater dapat berdampak pada pemenuhan gizi anak dan berisiko menyebabkan masalah gizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua dengan kejadian memilih makanan (picky eater) pada anak usia pra-sekolah di TK Nur Ilaahi Kota Padang. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan korelasional dan metode cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anak usia pra-sekolah di TK Nur Ilaahi Kota Padang, dengan jumlah sampel sebanyak 40 responden yang dipilih menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner Parenting Feeding Style Questionnaire (PFSQ) untuk mengukur pola asuh orang tua dan Child Eating Behavior Questionnaire (CEBQ) untuk menilai kejadian picky eater. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar orang tua menerapkan pola asuh permisif (42,5%) dan sebagian besar anak mengalami picky eater (75,0%). Hasil uji statistik menunjukkan nilai p = 0,004 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh orang tua dengan kejadian memilih makanan (picky eater) pada anak usia pra-sekolah. Pola asuh permisif dan otoriter cenderung berhubungan dengan kejadian picky eater, sedangkan pola asuh demokratis lebih banyak ditemukan pada anak yang tidak mengalami picky eater. Disimpulkan bahwa pola asuh orang tua berperan penting dalam membentuk perilaku makan anak. Oleh karena itu, diperlukan edukasi kepada orang tua dan pihak sekolah mengenai pola asuh yang tepat serta strategi pengelolaan perilaku picky eater untuk mendukung pemenuhan gizi dan tumbuh kembang anak secara optimal.