Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Improving The Quality of Life of Diabetes Mellitus Patients Through Education on Tips for Being Friendly with Diabetes Mellitus Using Audiovisual Media Arif Hidayatullah
JIKO (Jurnal Ilmiah Keperawatan Orthopedi) Vol. 7 No. 2 (2023): JIKO (Jurnal Ilmiah Keperawatan Orthopedi)
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKES Fatmawati Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46749/rbyyn123

Abstract

Diabetes mellitus is a chronic condition that occurs when the pancreas cannot produce enough insulin to regulate metabolism. Diabetes mellitus cannot be cured, but with good management it can prevent organ damage and failure. Diabetes mellitus has an impact on several aspects, namely: physical health aspects, psychological aspects, social aspects and environmental aspects. The aim of this research is to determine the effect of education on diabetes-friendly tips using audio-visual media on changes in the quality of life of diabetes mellitus patients. This research method is quasi-experimental. A total of 86 diabetes mellitus patients recorded in Abadijaya Village, Sukmajaya District, Depok were selected using a purposive sampling technique. The results showed that the mean value of quality of life for the audio-visual media group before was 62.26 with SD 17.583 and after 70.26 with SD 16.441. Meanwhile, the mean value of quality of life for the leaflet group before was 61.60 with SD 19.336 and after 62.21 with SD 18.252. The results of statistical tests using the independent t-test showed that the difference in quality of life scores after being given treatment between the intervention group and the control group was p value 0.035 (<0.05). There is a significant influence between education on diabetes-friendly tips using audio-visual media compared to diabetes management education using leaflets in improving the quality of life of diabetes mellitus patients. It is hoped that this research can make educational videos on tips for being friendly with diabetes mellitus as a nursing intervention standard for patients with diabetes mellitus.
Implementation of Spatial Planning Law in Addressing Environmental Problems in Urban Areas Rika Santina; Raja Agung Kesuma Arcaropeboka; Rendy Renaldy; Kamal Fahmi Kurnia; Arif Hidayatullah
International Journal of Law, Crime and Justice Vol. 1 No. 2 (2024): June : International Journal of Law, Crime and Justice
Publisher : Asosiasi Penelitian dan Pengajar Ilmu Hukum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/ijlcj.v1i2.164

Abstract

A city is one of the areas heavily populated by people. In Indonesia, there are a total of 98 cities. A city is a complex area because it has various zones such as central zones, industrial zones, and suburban zones. Additionally, a city should also have green open spaces. Green open spaces can help minimize global warming and the greenhouse effect in urban areas. Moreover, cities often grapple with waste issues. Urban residents should develop good mental attitudes and habits, such as not littering. Cooperation between the government, which builds proper and appropriate urban planning by providing green areas, and the public's awareness to maintain city cleanliness by disposing of waste properly, is necessary.
HUBUNGAN KEBIASAAN MENGGOSOK GIGI SEBELUM TIDUR MALAM DENGAN KEJADIAN KARIES GIGI DI SDN CITAYAM 03 Nabila Tri Wahyuni; Ristinawati Ristinawati; Arif Hidayatullah
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 3 (2025): MARET 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karies gigi pada anak kerap terjadi sebab tingkatan perilaku perawatan gigi pada anak di Indonesia seluruhnya belum terlaksanakan. Penyakit jaringan gigi yang dikenal sebagai karies gigi ditandai dengan kerusakan jaringan mulai dari permukaan gigi hingga ke pulpa. Menurut American Dental Association (ADA) Menggosok gigi dimalam hari dapat menurunkan kemungkinan terkena gingivitis, mencegah timbulnya bau mulut, serta mengurangi risiko gigi berlubang karena dapat menghilangkan sisa – sisa makanan yang menyebabkan plak. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan kebiasaan menggosok gigi sebelum tidur malam dengan kejadian karies gigi di SDN Citayam 03. Jenis penelitian ini kuantitatif desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional teknik pengambilan sampel dengan menggunakan Stratified Random Sampling jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 273 responden dalam penelitian ini menggunakan uji Chi-square. Hasil menunjukan pada hubungan antara kebiasaan menggosok gigi sebelum tidur malam dengan kajdian karies didapatkan hasil P-Value 0,001 <0,05 maka dapat disimpulkan terdapat hubungan signifikan antara kebiasaan menggosok gigi sebelum tidur malam dengan kejadian karies di SDN Citayam 03. Kesimpulan pada penelitian ini adalah adanya hubungan antara kebiasaan menggosok gigi sebelum tidur malam dengan kejadian karies di SDN Citayam 03.
PENGARUH  BALANCE EXERCISE  TERHADAP PENCEGAHAN RISIKO JATUH PADA LANSIA DENGAN PENYAKIT KRONIS DI RUANG RAWAT INAP KIWI RSUD CENGKARENG TAHUN 2024 Habib Muh Ramdan; Arif Hidayatullah; Agus Purnama
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 5 (2025): MEI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan : Pada lansia terjadi perubahan komposisi tubuh berupa penurunan fatfree mass atau peningkatan fat mass. Pada proses penuaan, presentase massa otot menurun. Pencegahan jatuh dimulai dengan banyak perawatan kesehatan dengan melakukan strategi pencegahan seperti latihan mobilitas, alat bantu, dan bekerja sama dengan penyedia layanan kesehatan. Tujuan penelitian : Menganalisa pengaruh balance exercise  terhadap pencegahan risiko jatuh pada lansia dengan penyakit kronis di Ruang Rawat Inap Kiwi RSUD Cengkareng tahun 2024. Metode : Penelitian ini termasuk jenis penelitian kuantitatif dengan metode quasi- experimental design dengan rancangan two-group pre test-post test control group design. Penelitian ini menggunakan data primer pada pasien lansia di RSUD Cengkareng sebanyak 18 responden. Dimana peneliti menentukan ukuran sampel dengan metode purposive random sampling. Hasil penelitian : menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan balance exercise  terhadap pencegahan risiko jatuh pada lansia dengan penyakit kronis di Ruang Rawat Inap Kiwi RSUD Cengkareng tahun 2024, didapatkan p-value < 0,05 (0,000). Saran : Untuk mencegah terjadinya resiko jatuh pada lansia maka perlu dilakukan terapi balance exercise secara rutin.
Hubungan Jarak, Durasi dan Posisi Penggunaan Smartphone dengan Kejadian Asthenopia pada Mahasiswa S1 Keperawatan Reguler Universitas Indonesia Maju Tahun 2024 Siti Salma; Arif Hidayatullah; Agus Purnama
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 2 (2025): APRIL - MEI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asthenopia adalah kondisi mata yang disebabkan oleh ketegangan otot mata karena sering terjadi akibat jarak dekat yang terus menerus. Gejala Asthenopia meliputi kekakuan dan nyeri dibahu, leher, punggung, serta perih, gatal, dan penglihatan kabur. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Hubungan Jarak, Durasi, dan Posisi Penggunaan Smartphone dengan Kejadian Asthenopia pada Mahasiswa S1 Keperawatan Reguler Universitas Indonesia Maju. Metode penelitian ini menggunakan jenis kuantitatif dengan desain Cross Sectional, populasi penelitian ini adalah 185 responden mahasiswa di Universitas Indonesia Maju. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian adalah Probability Sampling dengan metode Sistematik Random Sampling pengumpulan data menggunakan kuesioner secara langsung. Hasil penelitian menunjukan jarak penggunaan Smartphone dengan kejadian Asthenopia < 30 CM sebanyak 74 responden (58,7%), hasil uji Chi Square yaitu p-value 0,519. Durasi penggunaan Smartphone dengan kejadian Asthenopia yaitu sebanyak > 3 jam dengan total yaitu 68 responden (54,0%), hasil uji Chi Square yaitu p-value 0,009. Posisi penggunaan Smartphone dengan kejadian Asthenopia pada posisi berbaring total 60 responden (47,6%), hasil uji Chi Square yaitu p-value 0,006. Kesimpulan penelitian ini terdapat tidak terdapat hubungan yang signitifkan antara Jarak dengan kejadian Asthenopia, dan terdapat hubungan signitifkan antara durasi, posisi penggunaan Smartphone dengan kejadian Asthenopia pada mahasiswa S1 keperawatan reguler Universitas Indonesia Maju Tahun 2024. Disarankan menggunakan smartphone dengan jarak > 30 cm, durasi < 3 jam/hari, dan posisi duduk tegak yang baik untuk menjaga kesehatan mata.
RECENT ACTIVITY MODULE IMPLEMNTASI FLASHDISK MENGGUNAKAN AUTOPSY Arif Hidayatullah; Gilang Ramadhan; M. Maulana Sakti; Rometdo Muzawi
JOCITIS-Journal Science Infomatica and Robotics Vol. 1 No. 3 (2024): JOCOTIS - Journal Science Informatica and Robotics
Publisher : JOCITIS-Journal Science Infomatica and Robotics

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam dunia digital, banyak hal yang dapat dilakukan melalui celah digital yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi. Seperti halnya seperti mendapatkan data dan mengapus data untuk demi keamanan. Namun yang namanya digital, akan selalu ada jejak rekam digital yang abadi dan tertinggal meskipun sudah diusahakan untuk dihilangkan. Contoh kasus seperti itu adalah kejahatan melalui dunia digital yang mana memiliki segudang informasi yang perlu diungkapkan agar dapat mengetahui kebenarannya. Untuk itu perlu adanya suatu ilmu yang dinamakan sebagai digital forensik untuk memecahkan kasus – kasus pada dunia digital untuk memperoleh informasi informasi yang sudah di hilangkan. Pada contoh penelitian ini, akan digunakan  sutau drive untuk penelitian mengenai cara kerja untuk memperoleh data aktifitas pada suatu driver disk yang pernah digunakan pada suatu komputer, dengan driver berukuran kecil yaitu flash disk. Flash disk merupakan perangkat penyimpanan portabel yang biasa digunakan untuk menyimpan data penting. Namun, flash drive juga rentan terhadap serangan malware dan ransomware. Otopsi adalah alat forensik digital yang dapat digunakan untuk menganalisis data dari flash drive yang terinfeksi. Dalam penelitian ini, kami mengusulkan untuk menerapkan modul operasional canggih untuk Autopsy. Modul ini akan memungkinkan pengguna untuk memantau aktivitas terkini di flash disk. Kegiatan ini dapat mencakup data yang diakses, data tertulis, dan data yang dihapus. Kami telah mengimplementasikan modul operasi saat ini di Autopsy. Modul ini dapat digunakan untuk memantau aktivitas terkini pada flash disk. Menampilkan informasi  ukuran file. Kami telah mengevaluasi modul aktivitas saat ini di Autopsi. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa modul ini dapat digunakan untuk memantau aktivitas terkini pada flash disk secara akurat dan efektif.
Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Project Based Learning dan Prestasi Belajar Praktik Kerja Industri Terhadap Minat Berwirausaha Siswa Tata Kecantikan Kulit dan Rambut di SMK Negeri 7 Jember : Penelitian Siti Anisa; Khusnul Khotimah; Arif Hidayatullah
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5084

Abstract

Learning is a process of developing the potential and character building of each student as a result of the synergy between education that takes place in schools, family and community. This process provides opportunities for students to develop their potential into abilities that are increasingly increasing in attitudes (spiritual and social), knowledge, and skills needed for their own life and social life in general, as a nation, and contribute to the welfare of life. mankind with entrepreneurial determination. In order to realize an effective and efficient learning process, each education unit applies learning methods and prepares learning programs. Project Based Learning learning methods are known to be effective in increasing the knowledge and skills of students in schools. Meanwhile, learning programs can take place in schools, in the family environment, and in the community. Learning programs specifically programmed to be held in the community include, among others, Industrial Work Practices. The Internship Program is jointly arranged between schools and the community in order to meet the needs of students, as well as a vehicle for contributing to the world of work towards efforts to develop education in SMK.
Efektifitas Teknik Relaksasi Butterfly Hug Terhadap Tingkat Kecemasan Pasien Pre Op Appendictomy Di Ruang Mawar Kelas II Rawat Inap RS Tugu Ibu 2025 Hafidh Asghori; Arif Hidayatullah; Yeni Koto
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 3 (2026): MARET 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecemasan pre operasi merupakan masalah psikologis yang umum dialami pasien sebelum menjalani tindakan pembedahan, termasuk appendiktomi. Kondisi ini dapat memicu peningkatan tekanan darah, frekuensi nadi, dan gangguan fisiologis lain yang berpotensi mengganggu jalannya operasi. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk menurunkan kecemasan adalah teknik relaksasi Butterfly Hug, yaitu stimulasi bilateral sederhana yang dikombinasikan dengan pernapasan dalam untuk menenangkan sistem saraf parasimpatis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas teknik relaksasi Butterfly Hug terhadap tingkat kecemasan pasien pre operasi appendiktomi. Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen dengan pendekatan pre-test dan post-test tanpa kelompok kontrol. Sampel penelitian adalah pasien pre operasi appendiktomi di Ruang Mawar Kelas II RS Tugu Ibu Depok tahun 2025 yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah Amsterdam Preoperative Anxiety and Information Scale (APPAIS). Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan signifikan tingkat kecemasan setelah diberikan teknik Butterfly Hug dengan nilai p < 0,05. Disimpulkan bahwa Butterfly Hug efektif menurunkan kecemasan pasien pre operasi appendiktomi dan dapat diterapkan sebagai intervensi keperawatan non farmakologis.
Efektivitas Terapi Murottal Surat Al Kahfi Terhadap Tingkat Kecemasan Pasien Gagal Ginjal Kronik Yang Menjalani Hemodialisis Di RS Citra Arafiq Depok Tahun 2025 Arini Nur Indah Putri Dirgahayu; Arif Hidayatullah; Rina Afrina
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 3 (2026): MARET 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis sering mengalami kecemasan akibat kondisi penyakit dan prosedur terapi yang dilakukan secara rutin, sehingga diperlukan intervensi nonfarmakologis yang efektif untuk menurunkan kecemasan. Terapi murottal Al-Qur’an merupakan salah satu pendekatan psikospiritual yang berpotensi memberikan efek relaksasi. Tujuan: Mengetahui efektivitas terapi murottal Surat Al-Kahfi terhadap tingkat kecemasan pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis. Metode: Penelitian ini merupakan quasi eksperimen dengan desain pretest–posttest control group yang melibatkan 30 pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis, terbagi menjadi kelompok intervensi dan kontrol masing-masing 15 responden dengan teknik purposive sampling. Kelompok intervensi diberikan terapi murottal Surat AlKahfi selama hemodialisis, sedangkan kelompok kontrol memperoleh perawatan standar. Tingkat kecemasan diukur menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data meliputi uji normalitas, uji homogenitas, uji Paired Sample T-Test untuk melihat perubahan dalam kelompok, serta uji Independent T-Test untuk membandingkan kedua kelompok dengan tingkat signifikansi p<0,05 Hasil: rata-rata skor kecemasan kelompok intervensi sebelum terapi sebesar 22,33 dan menurun menjadi 15,47 setelah intervensi, sedangkan kelompok kontrol mengalami peningkatan dari 22,20 menjadi 22,73. Hasil uji Paired Sample T-Test menunjukkan p-value 0,000 (p<0,05) dan uji Independent T-Test pada post-test juga menunjukkan p-value 0,000, yang berarti terdapat penurunan kecemasan yang signifikan pada kelompok intervensi dibandingkan kelompok kontrol. Kesimpulan: Terapi murottal Surat Al-Kahfi efektif menurunkan tingkat kecemasan pada pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis dan dapat digunakan sebagai intervensi nonfarmakologis dalam praktik keperawatan.
Efektivitas Teknik Relaksasi Pernafasan 4-7-8 terhadap Tingkat Kecemasan Pasien Post Operasi Apendisitis Perforasi di RSUD Khidmat Sehat Afiat Tahun 2025 Serli Nabila; Arif Hidayatullah; Rina Afrina
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 02 (2026): APRIL - MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecemasan merupakan respon psikologis yang sering dialami pasien post operasi apendisitis perforasi dan dapat memengaruhi proses pemulihan. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk menurunkan kecemasan adalah teknik relaksasi pernapasan 4-7-8. Tujuan: Mengetahui efektivitas teknik relaksasi pernapasan 4-7-8 terhadap tingkat kecemasan pasien post operasi apendisitis perforasi di RSUD Khidmat Sehat Afiat Tahun 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuasi eksperimen dengan pendekatan pretest–posttest. Jumlah responden sebanyak 35 orang yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Tingkat kecemasan diukur menggunakan Zung Self-Rating Anxiety Scale (ZSAS) sebelum dan sesudah intervensi. Hasil analisis menunjukkan adanya penurunan nilai rata-rata tingkat kecemasan dari 53,80 sebelum intervensi menjadi 46,20 setelah intervensi. Hasil: menunjukkan bahwa teknik relaksasi pernapasan 4-7-8 efektif dalam menurunkan tingkat kecemasan pasien post operasi apendisitis perforasi. Kesimpulan: Teknik ini dapat direkomendasikan sebagai intervensi keperawatan nonfarmakologis yang sederhana dan mudah diterapkan.