Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Asuhan Kebidanan Komperhensif pada Ny. K Umur 25 Tahun G1P0A0 di Desa P Dwisyambirandy, Nofy; Ari Andayani
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pregnancy is the process of meeting between sperm and ovum naturally producing single cells (zygote). However, in the third trimester of pregnancy, the occurrence of abdominal enlargement, anatomical changes, and hormonal changes cause various complaints in pregnant women. Various complaints in pregnant women in the third trimester, namely shortness of breath, lower back pain, hemorrhoids, sleep disorders, pain in the pelvic area, dizziness, abdominal cramps, frequent BAK and discomfort due to sudden contractions and not a few mothers die due to childbirth, this is influenced by general health status, education and services during pregnancy and childbirth. The main causes of maternal death are hypertension in pregnancy and postpartum hemorrhage. Some circumstances that can cause an unhealthy condition of pregnant women include handling complications, anemia, pregnant women suffering from diabetes, hypertension, malaria, and too four (too young to be 35 years old, too close to 2 years apart and too many children > 3 years old). In improving public health status, the indicator to be achieved is the decrease in maternal mortality rate from 359 per 100.00 live births in SDKI 2012 to 306 per 100,000 live births in 2019.   Abstrak Abstrak Kehamilan merupakan terjadinya proses pertemuan antara sperma dan ovum secara alami menghasilkan sel tungggal (zigot). Akan tetapi pada kehamilan trimester ketiga terjadinya pembesaran perut perubahan anatomis dan perubahan hormonalhal tersebut menimbulkan berbagai keluhan pada Wanita hamil. Macam- macam keluhan pada Wanita hamil ditrimester tiga yaitu nafas terasa sesak, nyeri punggung bagian bawah, hemoroid, gangguan tidur, nyeri pada area pelvis, pusing, kram pada perut, sering BAK dan rasa tidak nyaman akibat kontraksi yang muncul tiba-tiba dan tidak sedikit pula ibu meninggal dunia akibat melahirkan hal ini dipengaruhi oleh status Kesehatan secara umum, Pendidikan dan pelayanan selama kehamilan dan melahirkan. Penyebeb utama kematian ibu yaitu hipertensi dalam kehamilan dan perdarahan postpartum. Beberapa keadaan yang dapat menyebabkan kondisi ibu hamil tidak sehat antara lain adalah penanganan komplikasi, anemia, ibu hamil yang menderita diabetes, hipertensi, malaria, dan empat terlalu (terlalu muda 35 tahun, terlalu dekat jaraknya 2 tahun dan terlalu banyak anaknya > 3 tahun). Dalam peningkatan status kesehatan masyarakat, indikator yang akan dicapai adalah menurunnya angka kematian ibu dari 359 per 100.00 kelahiran hidup pada SDKI 2012 menjadi 306 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2019
Edukasi Pemberian Makanan Gizi Seimbang dan Pijat Tui Na Sebagai Upaya Meningkatkan Napsu Makan pada Balita di Desa Wringin Putih Kecamatan Bergas Dewi Nurani Suci; Ari Andayani; Diah Ari Murti Afsari; Ernawati; Lusiana Shinta; Siti Musarofah; Siti Soimi; Wiwik Ardhiani
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Community is a social group that lives together in a certain area, interacts based on the prevailing value system and customs, and has a shared identity and sense of attachment. Community midwifery services are a form of intervention carried out by midwives in order to identify and resolve health problems experienced by mothers and toddlers at the family and community levels. The general objective of community midwifery is that midwives are able to improve community welfare, especially the health of mothers and children within the scope of the work area, so that the ultimate goal is that the community is able to solve its problems independently. Based on the results of the study carried out on April 21, 2025 to April 25, 2025 in Krajan Hamlet, Wringin Putih Village, Bergas District, data was obtained, namely the number of pregnant women was 7 people, the number of postpartum mothers was 3 people, the number of toddlers was 48 children, the number of teenagers was 32 people. The data obtained showed that there were problems in each group. The method used in. Community midwifery care activities were carried out in Krajan Hamlet, Wringin Putih Village, Bergas District, Semarang Regency, from April 21, 2025 to May 10, 2025. Data collection was carried out by students through interview and observation methods to obtain a comprehensive picture of the target's health conditions. The stages of implementing community care include the process of assessing and analyzing data, formulating and determining problem priorities, preparing intervention plans, implementing programs and evaluating. Evaluation of community practice activities in Krajan Hamlet, Wringin Putih Village, Bergas District, Semarang Regency. The evaluation of community practice in Krajan Hamlet, Wringin Putih Village, Bergas District, Semarang Regency is that the implementation is running well according to the planning that has been mad   Abstrak Komunitas merupakan suatu kelompok sosial yang hidup bersama dalam suatu wilayah tertentu, berinteraksi berdasarkan sistem nilai dan adat istiadat yang berlaku, serta memiliki identitas dan rasa keterikatan bersama.Pelayanan kebidanan komunitas merupakan bentuk intervensi yang dilakukan oleh bidan dalam rangka mengidentifikasi dan menyelesaikan permasalahan kesehatan yang dialami oleh ibu dan anak balita di tingkat keluarga maupun komunitas. Tujuan umum kebidanan komunitas yaitu bidan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya kesehatan ibu dan anak yang ada dalam cakupan wilayah kerja, sehingga tujuan akhir bahwa masyarakat mampu memecahkan masalahnya secara mandiri. Berdasarkan hasil pengkajian yang dilaksanakan pada tanggal 21 April 2025 hingga 25 April 2025 di Dusun Krajan Desa Wringin Putih Kecamatan Bergas, diperoleh data yaitu jumlah ibu hamil 7 orang, jumlah ibu nifas 3 orang, jumlah balita 48 anak, jumlah remaja 32 orang.  Data yang diperoleh menunjukan terdapat masalah pada tiap kelompok. Metode yang digunakan dalam. Kegiatan asuhan kebidanan komunitas dilaksanakan di Dusun Krajan, Desa Wringin Putih, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, dalam kurun waktu 21 April 2025 hingga 10 Mei 2025. Pengumpulan data dilakukan mahasiswa melalui metode wawancara dan observasi untuk memperoleh gambaran kondisi kesehatan sasaran secara komprehensif. Tahapan pelaksanaan asuhan komunitas mencakup proses pengkajian dan analisis data, perumusan serta penentuan prioritas masalah, penyusunan rencana intervensi, implementasi program dan evaluasi. Evaluasi kegiatan praktek komunitas di Dusun Krajan, Desa Wringin Putih, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang. Evaluasi dari praktik komunitas di Dusun Krajan, Desa Wringin Putih, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang ialah implentasi berjalan dengan vaik sesui dengan perencanaan yang telah dibuat.
Asuhan Kebidanan Continuity of Care pada Ny. A Umur 30 Tahun G2P1A0 di Desa Lopait Kecamatan Tuntang Kab.Semarang Cendera Natalia Arief; Ari Andayani
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maternal health is one of the main focuses of the 2030 Agenda, particularly Sustainable Development Goal (SDG) 3, which aims to reduce the Maternal Mortality Ratio (MMR) to 70 per 100,000 live births. However, Indonesia’s MMR remains high, with many deaths caused by pregnancy and childbirth complications. In 2021, Indonesia recorded 7,389 maternal deaths, a 56.69% increase compared to the previous year. The majority of these deaths were related to COVID-19, hemorrhage, hypertension, and other complications. Data shows that most maternal deaths occurred during the postpartum period (62.27%), followed by the pregnancy period (24.80%) and childbirth (12.93%). Efforts to reduce MMR and the Infant Mortality Rate (IMR) in Indonesia include providing comprehensive and quality midwifery care, from pregnancy checkups and skilled birth attendance to postpartum and newborn care. One of the main programs is Continuity of Care (COC), which ensures the ongoing health services for mothers and babies from preconception to postpartum, with continuous involvement from healthcare workers. In Central Java, the highest maternal mortality rate was recorded in Brebes Regency, while the lowest was in Magelang City. In Semarang Regency, the MMR in 2022 was recorded at 87.60 per 100,000 live births, with the leading causes of maternal death being hemorrhage and hypertension. The implementation of COC at PKD Kesongo, with continuous checkups and home visits, meets the standards to improve the quality of midwifery services. Overall, the implementation of Continuity of Care is expected to be an effective solution in reducing MMR and IMR in Indonesia. This study uses a case study design to evaluate comprehensive midwifery care for Mrs. A, a 30-year-old mother. The care provided covers pregnancy, childbirth, newborn care, postpartum period, and family planning. Data was collected through interviews, observations, physical examinations, and documentation using the Varney approach and SOAP method. The results of the study show that the midwifery care provided to Mrs. A was consistent with the theory, with no gaps found. Antenatal Care (ANC) visits were conducted 8 times, in line with the standards. The childbirth proceeded normally, with a healthy baby and management according to the 60-step APN. The postpartum period and newborn visits were smooth without complications. The patient plans to use the minipill for contraception after discussing it with her partner. Continuity of Care for Mrs. A has been optimally implemented. The provision of comprehensive midwifery care according to theory contributed to the prevention of complications and supported the health of both the mother and the baby.   Abstrak Kesehatan ibu adalah salah satu fokus utama dalam Agenda 2030, khususnya Tujuan 3 SDGs yang menargetkan penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) menjadi 70 per 100.000 kelahiran hidup. Namun, AKI di Indonesia masih tinggi, dengan banyak kematian yang disebabkan oleh komplikasi kehamilan dan persalinan. Pada 2021, AKI Indonesia tercatat 7.389 kematian, meningkat 56,69% dibandingkan tahun sebelumnya. Sebagian besar kematian ibu pada tahun 2021 terkait COVID-19, perdarahan, hipertensi, dan komplikasi lainnya. Data menunjukkan bahwa kematian ibu paling banyak terjadi pada masa nifas (62,27%), diikuti oleh masa kehamilan (24,80%) dan persalinan (12,93%). Upaya untuk menurunkan AKI dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Indonesia mencakup pemberian asuhan kebidanan komprehensif dan berkualitas, mulai dari pemeriksaan kehamilan, persalinan oleh tenaga terlatih, hingga perawatan pasca persalinan dan bayi baru lahir. Salah satu program utama adalah Continuity of Care (COC), yang memastikan pelayanan kesehatan ibu dan bayi berjalan berkesinambungan dari prakonsepsi hingga pasca persalinan, dengan keterlibatan tenaga kesehatan yang terus menerus. Di Jawa Tengah, angka kematian ibu tertinggi tercatat di Kabupaten Brebes, sedangkan angka terendah di Kota Magelang. Di Kabupaten Semarang, pada tahun 2022, AKI tercatat 87,60 per 100.000 kelahiran hidup, dengan penyebab kematian ibu yang dominan adalah perdarahan dan hipertensi. Pelaksanaan COC di PKD Kesongo, dengan pemeriksaan dan kunjungan rumah secara berkelanjutan, sudah memenuhi standar untuk meningkatkan kualitas pelayanan kebidanan. Secara keseluruhan, implementasi Continuity of Care diharapkan dapat menjadi solusi efektif dalam menurunkan AKI dan AKB di Indonesia. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus untuk mengevaluasi asuhan kebidanan secara komprehensif pada Ny. A, seorang ibu berusia 30 tahun. Pelaksanaan asuhan meliputi kehamilan, persalinan, bayi baru lahir, masa nifas, dan keluarga berencana. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan dokumentasi menggunakan pendekatan secara varney dan SOAP. Hasil studi menunjukkan bahwa asuhan kebidanan pada Ny. A sesuai dengan teori tanpa ditemukan kesenjangan. Kunjungan ANC dilakukan sebanyak 8 kali sesuai standar. Persalinan berjalan normal, dengan bayi lahir sehat dan penatalaksanaan sesuai 60 langkah APN. Masa nifas dan kunjungan bayi baru lahir berjalan lancar tanpa komplikasi. Pasien merencanakan penggunaan kontrasepsi minipil setelah berdiskusi dengan pasangan. Continuity of Care pada Ny. A telah diterapkan secara optimal. Implementasi asuhan kebidanan komprehensif sesuai teori berkontribusi pada pencegahan komplikasi dan mendukung kesehatan ibu serta bayi.
Pengaruh Senam Prental Yoga terhadap Penurunan Kecemasan Ibu Hamil Trimester III di PMB Fatmah Baradja Kumalasari, Kafita; Yeni Susanti; Angelina Chika Pury Putri; Lailatur Rohmah; Vistra Veftisia; Risma Aliviani Putri; Ari Andayani
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A woman's life includes an important phase: pregnancy, which requires special attention to both physical and mental health in order to positively impact the wellbeing of both the mother and the fetus. Psychological issues such as anxiety and stress are also commonly encountered among pregnant women in many countries. These discomforts not only affect the mother's well-being, but can also have an impact on fetal development and the childbirth process. Prenatal yoga has proven to be an effective approach to reducing physical and psychological symptoms during pregnancy.   Abstrak Kehidupan seorang wanita terdapat fase penting yaitu kehamilan yang memerlukan perhatian khusus terhadap kesehatan fisik dan mental sehingga dapat mempengaruhi kesejahteraan ibu dan janin. Keluhan psikologis seperti kecemasan dan stress juga sering ditemui pada ibu hamil, di berbagai negara. Ketidaknyamanan ini tidak hanya mempengaruhi kesejahteraan ibu, tetapi juga dapat berdampak pada perkembangan janin dan proses persalinan. Praktik prenatal yoga terbukti menjadi pendekatan efektif mengurangi gejala fisik dan psikologis selama kehamilan (Miller & Thompson, 2023). Tujuan : Kegiatan pengabdian masyarakat dengan tema prenatal yoga diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap pengurangan ketidaknyamanan fisik dan kecemasan psikologis pada ibu hamil. Pengabdian  ini dilakukan di TPMB Fatmah Baradja  pada hari Minggu tanggal 08 Juni 2025 pukul 08.00-10.00 sebanyak 8 ibu hamil. Kegiatan pengabdian masyarakat dengan tema prenatal yoga memberikan dampak positif terhadap pengurangan ketidaknyamanan fisik dan kecemasan psikologis pada ibu hamil. Dengan hasil yang menjanjikan, kegiatan ini dapat diintegrasikan sebagai salah satu alternatif intervensi untuk mendukung kesehatan ibu hamil. Dari kegiatan ini ibu hamil TM III dapat menerapkan prenatal yoga secara mandiri dirumah, sehingga ibu dapat mengontrol kecemasan dalam diri ibu.
Pemanfaatan Instrumen DASS dan EPDS Guna Deteksi Dini Penyimpangan Psikologis Ibu Bersalin dan Pasca Salin pada Bidan Kabupaten Semarang Moneca Diah Listiyaningsih; Isri Nasifah; Ari Widyaningsih; Ari Andayani
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 7 No. 2 (2025): Indonesian Journal of Community Empowerment November 2025
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v7i2.4476

Abstract

Postpartum mental disorders are a global health problem with the prevalence of postpartum depression reaching 17.22% globally. The level of knowledge of midwives in Semarang Regency regarding the Depression Anxiety Stress Scales (DASS) and Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS) instruments is still low, with approximately 65% ​​of midwives not understanding the use of these instruments comprehensively. This Community Service aims to empower midwives in Semarang Regency to utilize and apply the DASS and EPDS instruments for early detection of psychological abnormalities during labor and postpartum. Community Service is carried out by providing health education about the DASS and EPDS Instruments for early detection of psychological abnormalities in mothers during labor and postpartum, involving 34 midwives working at the Delima Midwifery Center (TPMB) in Semarang Regency. The implementation of the activity was carried out in five systematic stages including location surveys, material preparation, pre-tests, socialization and training, and post-test evaluation. The results of the community service show a significant increase in midwives' knowledge from an average pre-test score of 7.97 to 9.59 in the post-test, an increase of 20.3%. The percentage of respondents with good knowledge increased from 38.2% to 94.1%. The analysis showed a highly significant difference (p < 0.001). The Community Service Program significantly improved midwives' competency in using the DASS and EPDS instruments. It is recommended to replicate the program across all TPMB in Semarang Regency and other regions, as well as develop an ongoing monitoring system to ensure program sustainability.   ABSTRAK Gangguan mental pascamelahirkan merupakan permasalahan kesehatan global dengan prevalensi depresi postpartum mencapai 17,22% secara global. Tingkat pengetahuan bidan di Kabupaten Semarang tentang instrumen Depression Anxiety Stress Scales (DASS) dan Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS) masih rendah yaitu sekitar 65% bidan belum memahami penggunaan instrumen tersebut secara komprehensif. Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan bidan di Kabupaten Semarang dalam memanfaatkan dan menerapkan instrumen DASS dan EPDS untuk deteksi dini penyimpangan psikologis pada masa persalinan dan pascasalin. Pengabdian kepada Masyarakat dilakukan dengan memberikan pendidikan kesehatan tentang Instrumen DASS dan EPDS guna deteksi dini penyimpangan psikologis ibu bersalin dan pasca salin dengan melibatkan 34 bidan yang bekerja di TPMB Bidan Delima Kabupaten Semarang. Pelaksanaan kegiatan dilakukan dalam lima tahap sistematis meliputi survei lokasi, persiapan materi, pretest, sosialisasi dan pelatihan, serta evaluasi posttest. Hasil pengabdian kepada masyarakat menunjukkan peningkatan pengetahuan bidan yang signifikan dari rata-rata skor pretest 7,97 menjadi 9,59 pada posttest dengan peningkatan 20,3%. Persentase responden dengan kategori pengetahuan baik meningkat dari 38,2% menjadi 94,1%. Hasil analisis menunjukkan perbedaan yang sangat signifikan (p < 0,001). Program Pengabdian kepada Masyarakat berhasil meningkatkan kompetensi bidan dalam menggunakan instrumen DASS dan EPDS secara signifikan. Disarankan untuk melakukan replikasi program ke seluruh TPMB di Kabupaten Semarang dan wilayah lain, serta mengembangkan sistem monitoring berkelanjutan untuk memastikan sustainability program.
Asuhan Kebidanan Continuity Of Care (COC) pada Ny. A Umur 25 Tahun di Puskesmas Jumo Temanggung Artati Dianasari; Ari Andayani
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The maternal mortality rate (MMR) in Temanggung Regency increased in 2021 compared to 2020. In 2020, it was 95.83 per 100,000 live births (10 cases), and in 2021, it was 174.38 per 100,000 live births (17 cases). The leading cause of maternal death during childbirth was heart disease, followed by preeclampsia, the second leading cause. Other causes of maternal mortality in 2021 were mostly due to heart disease, pre-eclampsia/eclampsia, bleeding, infection, anemia, and Covid-19. The Infant Mortality Rate (IMR) in Temanggung Regency in 2022 increased from 2021. In 2021, the IMR was 12.72 and in 2022 it was 13.23 per 1,000 births (123 cases), with the main causes being asphyxia, low birth weight (LBW), and congenital abnormalities. This requires more attention from the Health Office and the Temanggung Regency Government in an effort to reduce the IMR (Temanggung Health Office, 2023). The method in this research is descriptive in the form of a case study, namely examining a problem through a case consisting of a single unit. The single unit in question can contain 1 person, a group of residents affected by a problem. Monitoring of pregnant women was carried out by researchers twice in the second trimester and twice in the third trimester. The monitoring results obtained were complaints in the second trimester in the form of nausea when brushing teeth and the third trimester in the form of back pain which is physiological. Normal delivery at the Jumo Health Center on October 2, 2025 at 06.50 WIB, male gender. The researcher carried out KF 1 to KF 4 care well without any problems. The mother used an IUD and no problems were found. Care for Mrs. A at the Jumo Health Center has been provided comprehensively and there is no gap between theory and case.   Abstrak AKI di Kabupaten Temanggung pada tahun 2021 mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2020. Tahun 2020 sebanyak 95,83 per 100.000 KH (10 kasus) dan tahun 2021 menjadi  174,38 per 100.000 KH (17 kasus). Penyebab kematian tertinggi terjadi pada saat ibu bersalin disebabkan karena penyakit jantung dan diikuti penyebab tertinggi kedua yaitu preeklamsia. Adapun penyebab kematian ibu lainnya yaitu pada tahun 2021 paling banyak AKI dikarenakan penyakit jantung, pre-eklampsi/eklampsi, perdarahan, infeksi, anemia, dan Covid-19..Angka Kematian Bayi (AKB) di Kabupaten Temanggung Tahun 2022 megalami peningkatan dari tahun 2021. Tahun 2021 Angka Kematian Bayi  sebesar 12,72 dan tahun 2022 sebesar 13,23  per 1.000 KH (123 kasus), dengan penyebab utamanya adalah asfiksia, BBLR dan juga kelainan kongenital. Hal ini membutuhkan perhatian lebih dari Dinas Kesehatan dan Pemerintah Kabupaten Temanggung dalam upaya penurunan Angka Kematian Bayi (Dinas Kesehatan Temanggung, 2023). Metode dalam penelitian ini diskriptif  yang berupa studi penelaahan kasus  (case study) yaitu meneliti suatu permasalahan melalui suatu kasus yang terdiri dari unit tunggal. Unit tunggal yang dimaksud dapat berisi 1 orang, sekelompok penduduk yang terkena suatu masalah. Pemantauan ibu hamil dilakukan peneliti sebanyak 2x di trimester II dan 2x di trimester  III. Hasil pemantauan yang didapatkan adalah keluhan pada trimester II berupa mual saat gosok gigi dantrimester III berupa nyeri punggung yang merupakan  hal fisiologis. Persalinan secara normal di Puskesmas Jumo pada tanggal 2 Oktober 2025 pukul 06.50 WIB, jenis kelamin laki-laki. Asuhan KF 1 sampai  KF 4 Peneliti laksanakan dengan baik tanpa masalah. Ibu menggunakan KB IUD dan tidak ditemukan masalah. Asuhan pada Ny. A di Puskesmas Jumo  telah diberikan secara komprehensif  dan tidak terdapat kesenjangan antara teori dan kasus.