Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Asuhan Kebidanan pada Ny M.B.L dari Masa Hamil, Bersalin, Nifas, Bayi Baru Lahir dan Keluarga Berencana di Puskesmas Kota Atambua, Kabupaten Belu Lin, Yosefina; Ari Andayani
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 1 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Continuity of Care care is comprehensive and sustainable care, namely care to provide care by knowing and understanding the mother to foster mutual trust so that it is easier to provide services that suit the mother's needs by providing comfort and support, not only during pregnancy and after delivery, but Also during labor and birth it is very necessary for the mother. This care is provided to mothers during pregnancy, childbirth, postpartum and newborns to prevent complications that can cause maternal death during these periods. The aim of providing midwifery care to Mrs. M.B.L aged 28 years with continuity of care for pregnant women, maternity, postpartum, newborns and family planning using a midwifery management approach. Continuous midwifery care methods and documentation with Varney's 7-step midwifery management and SOAP.  In this case study, the subject used was a sample of a pregnant woman in the third trimester, followed through the process of childbirth, postpartum, newborn and family planning by Mrs. M.B.L at Atambua City Health Center, Belu Regency The results of midwifery care during the third trimester of pregnancy revealed complaints from Mrs. M.B.L urinates frequently, and back pain and all these complaints can be handled well. At the time of delivery everything went well and the new baby was born spontaneously, cried immediately, female, BB 3000gr, PB 49 cm, LK 33 cm, LD 33 cm, APGAR score 9/10 with a healthy and fit condition. Mrs. postpartum period M.B.L was running normally and no complications were found and family planning counseling was carried out and Mrs. M.B.L chose Implant KB. The midwifery care provided from pregnancy to becoming a family   planning acceptor is in accordance with midwifery care standards and the authority of a midwife.   Abstrak Asuhan Continuity of Care adalah asuhan yang komprehensif dan berkelanjutan yaitu asuhan untuk memberikan perawatan dengan mengenal dan memahami ibu untuk menumbuhkan rasa saling percaya agar lebih mudah dalam memberikan pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan ibu dengan memberikan kenyamanan dan dukungan, tidak hanya kehamilan dan setelah persalinan, tetapi juga selama persalinan dan kelahiran sangat diperlukan untuk ibu. Asuhan ini diberikan kepada ibu dari masa hamil, bersalin, nifas, dan bayi baru lahir untuk mencegah komplikasi - komplikasi yang dapat menyebabkan kematian ibu dalam masa tersebut. Tujuan memberikan asuhan kebidanan pada Ny. M.B.L umur 28 tahun secara continuity of care pada ibu hamil, bersalin, nifas, bayi baru lahir dan KB dengan menggunakan pendekatan managamen kebidanan. Metode asuhan kebidanan secara berkelanjutan dan pendokumentasian dengan manejemen kebidanan 7 langkah varney dan SOAP.  Pada studi kasus ini subyek yang digunakan yakni diambil satu sampel seorang ibu hamil trimester III, diikuti sampai proses persalinan, nifas, bayi baru lahir dan KB oleh Ny. M.B.L di Puskesmas Kota Atambua, Kabupaten Belu Hasil asuhan kebidanan pada masa hamil trimesrter III didapati keluhan Ny. M.B.L sering buang air kecil, dn nyeri punggung serta semua keluhan tersebut dapat ditangani dengan baik. Pada saat persalinan semua berjalan dengan baik dan bayi baru lahir spontan, segera menangis, jenis kelamin perempuan, BB 3000gr, PB 49 cm, LK 33 cm, LD 33 cm, APGAR score 9/10 dengan kondisi sehat dan bugar. Masa nifas Ny. M.B.L berjalan dengan normal dan tidak ditemukan adanya penyulit serta dilakukan konseling KB dan Ny. M.B.L memilih KB Implant. Asuhan kebidanan yang diberikan mulai dari kehamilan sampai menjadi akseptor KB sesuai dengan standar asuhan kebidanan dan wewenang seorang bidan
PENGARUH PADAT TEBAR YANG BERBEDA TERHADAP KELANGSUNGAN HIDUP DAN PERTUMBUHAN BANGGAI CARDINAL FISH (BCF) (Pteropogon kaurdeni) DALAM WADAH TERKONTROL Ari Andayani; Baiq Hilda Astriana; Nurliah Nurliah
Jurnal Perikanan Unram Vol 8 No 2 (2018): Jurnal Perikanan
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v8i2.86

Abstract

Research objective was to determine the effect of different stocking densities on survival and growth of Banggai Cardinal Fish (BCF) (Pteropogon kaurdeni) in controlled containers. The study used an experimental method with a completely randomized design consisting of three treatment densities namely treatment A 0.833 ind / l, treatment B 1.667 ind / l, and treatment C 2.5 ind / l. Each treatment was repeated four times. The result shows that the different stocking densities effect significantly to the survival rate and daily growth rate of BCF, but do not effect significantly to the growth and length gain of BCF. The survival rate of BCF in treatment A gives the highest result (80%) and be followed by treatment B (78%) and treatment C (54%). In addition, the highest daily growth rate of BCF is found in treatment B (0,689%) and this is followed by treatment C (0,614%) and A (0,608% ).
Peningkatan Pengetahuan Tentang Senam Nifas di RSUD Tidar Magelang Amelia Hesti Pradita; Agil Ayu Sabila; Mutia Rahmadani; Heni Hirawati Pranoto; Luvi Dian Afriyani; Ari Andayani; Partinah
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The postpartum period needs more attention because maternal death occurs during the postpartum period. In this figure, the Maternal Mortality Rate (MMR) describes the number of women who die after giving birth due to lack of maternal care. Postpartum exercise can support the uterine involution process and prevent postpartum bleeding due to delayed uterine involution. In general, postpartum mothers do not carry out postpartum exercises, because postpartum mothers do not know about postpartum exercises and do not realize that postpartum exercises will affect their needs. muscles will receive oxygen, blood flow will become smooth so that it can help the health recovery process after giving birth. The method used in this community service activity is pre test post test. The target of this activity is post partum mothers who are in the Bougenville room. This community service activity starts from July 21 – August 11 2024 and is carried out in the Bougenville room (Mother's room). The instrument used was a questionnaire to measure the knowledge of mothers of toddlers before and after being given counseling. Mothers' knowledge before being given counseling and demonstrations about postpartum exercise was in the good category of 15 respondents (50%), the sufficient category of 10 respondents (33%), and the poor category of 5 respondents (17%).  Mothers' knowledge after being given counseling and demonstrations about postpartum exercise was that all 29 respondents (97%) had good knowledge and 1 person (3.0%) had sufficient knowledge. Counseling has proven to be effective in increasing mothers' knowledge about postpartum exercise at Tidar Hospital, Magelang.   Abstrak Masa nifas perlu mendapat perhatian lebih karena kematian ibu terjadi pada masa nifas. Pada angka tersebut, Angka  Kematian Ibu (AKI) menggambarkan banyaknya perempuan yang meninggal setelah melahirkan karena kurangnya perawatan terhadap ibu. Senam nifas dapat menunjang proses involusi uterus dan mencegah perdarahan postpartum akibat involusi uterus yang tertunda. Pada umumnya ibu postpartum tidak melaksanakan senam nifas, dikarenakan ibu nifas belum mengetahui tentang senam nifas dan tidak menyadari bahwa dengan senam nifas akan mempengaruhi kebutuhan. otot akan oksigen, aliran darah menjadi lancar sehigga dapat membantu proses pemulihan kesehatan setelah melahirkan. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini yaitu pre test post test. Sasaran kegitan ini adalah ibu post partum yang berada di ruang Bougenville.sebanyak 30 orang Kegiatan pengabdian masyarakat ini dimulai dari tanggal 21 Juli – 11 Agustus 2024 yang dilakukan di ruang Bougenville (ruang Ibu). Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner untuk mengukur pengetahuan ibu balita sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan. Pengetahuan ibu sebelum diberikan penyuluhan dan demonstrasi tentang senam nifas yaitu dengan kategori baik sebanyak 15 responden (50%), kategori cukup sebanyak 10 responden (33%), dan kategori kurang sebanyak 5 responden (17%).  Pengetahuan ibu sesudah diberikan penyuluhan dan demonstrasi tentang senam nifas yaitu bahwa seluruh responden sebanyak 29 orang (97%) berpengetahuan baik dan sebanyak 1 orang (3,0%) yang perpengetahuan cukup. penyuluhan terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu tentang senam nifas di RSUD Tidar Magelang.
Smartpunktur untuk Meningkatkan Konsentrasi Belajar Siswa di Posyandu Desa Pedawang Agustin Dwiningrum; Sri Wigati; Vidya Efriliana; Asmanah; Ari Andayani
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Smartpuncture is a massage technique that aims to increase brain intelligence through stimulation to facilitate blood flow, nerves and meridians that lead to the head and brain. Smartpuncture is part of acupressure therapy, which is a legally valid form of alternative complementary therapy. The application of complementary midwifery care through smartpuncture aims to improve children's concentration and memory in the learning process. This community service activity is carried out through direct counseling at the Posyandu in Pedawang village by complying with health protocols. A total of 20 children aged 4-5 years from Posyandu in Pedawang village participated in this activity. Smartpuncture is carried out once, with prior explanation to the child and teacher. All children were able to follow the smartpuncture process well. Apart from that, parents and teachers are also given information about the benefits of smart puncture for children. Children involved in this service activity can practice smartpuncture techniques according to the instructions given.   Abstrak Smartpunktur merupakan teknik pemijatan yang bertujuan meningkatkan kecerdasan otak melalui rangsangan untuk memperlancar aliran darah, saraf, dan meridian yang mengarah ke kepala dan otak. Smartpunktur adalah bagian dari terapi akupresur, yaitu salah satu bentuk terapi komplementer alternatif yang sah secara hukum. Penerapan asuhan kebidanan komplementer melalui smartpunktur bertujuan meningkatkan konsentrasi dan daya ingat anak dalam proses belajar. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan melalui penyuluhan langsung di Posyandu desa Pedawang dengan mematuhi protokol kesehatan. Sebanyak 20 anak berusia 7-9 tahun dari Posyandu desa Pedawang berpartisipasi dalam kegiatan ini. Smartpunktur dilakukan satu kali, dengan penjelasan terlebih dahulu kepada anak dan guru. Semua anak mampu mengikuti proses smartpunktur dengan baik. Selain itu, orang tua dan pengajar juga diberikan informasi mengenai manfaat smartpunktur bagi anak. Anak-anak yang terlibat dalam kegiatan pengabdian ini dapat mempraktikkan teknik smartpunktur sesuai instruksi yang diberikan.
Asuhan Kebidanan pada Ny. D Umur 29 Tahun G2P1A0 Hamil 30 Minggu Janin Tunggal Hidup Intra Uterine di Puskesmas Sepinggan Balikpapan Ratih Indah Asmawaty; Ari Andayani
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Data from the World Health Organization (WHO) in 2020 showed an alarming figure, namely that around 287,000 women died during and after pregnancy and childbirth. The astonishing fact is that almost 95% of all maternal deaths occur in low- and lower-middle-income countries, and what is even more surprising is that most of these deaths are actually preventable (WHO, 2024). Data from the Maternal and Child Nutrition and Health program at the Ministry of Health shows a trend that needs attention. The number of maternal deaths tends to increase from 2019 to 2021, while from 2021 to 2023, the figure fluctuates. In 2023, 4,482 cases of maternal death were recorded. The main cause of maternal death that year was hypertension in pregnancy with 412 cases, followed by obstetric hemorrhage with 360 cases, and other obstetric complications with 204 cases (Ministry of Health of the Republic of Indonesia, 2024). The purpose of this midwifery care is to implement comprehensive midwifery care in continuity of care (COC) for Mrs. D, 29 years old, G2P1A0 at the Sepinggan Health Center, Balikpapan City, with a descriptive approach by conducting anamnesis and observation of patients starting from pregnancy, childbirth, postpartum, and when choosing contraceptives and documenting using SOAP. While health services for children are carried out when the baby is born, neonatal visits and counseling on how to care for the umbilical cord lead to exclusive breastfeeding. The method used in comprehensive care for pregnant women, giving birth, postpartum, neonates, and family planning is a descriptive method. The type of final assignment report used is a case study. Data collection techniques use interview methods and direct observation of patients. The results obtained from comprehensive assistance in continuity of care (COC) to Mrs. D are from pregnancy, childbirth, postpartum, and newborns until the mother uses contraceptives, which occur physiologically and there are no complications. The conclusion obtained by the author from providing comprehensive midwifery care using continuity of care (COC) on Mrs. D is that as health workers, especially midwives, they can implement comprehensive midwifery care to reduce MMR and IMR.   Abstrak Data dari World Health Organization (WHO) pada tahun 2020 menunjukkan angka yang mengkhawatirkan, yaitu sekitar 287.000 wanita meninggal selama dan setelah kehamilan dan persalinan. Fakta yang mencengangkan adalah hampir 95% dari seluruh kematian ibu terjadi di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah ke bawah, dan yang lebih mengejutkan lagi adalah sebagian besar kematian ini sebenarnya dapat dicegah (WHO, 2024). Data dari program Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak di Kementerian Kesehatan menunjukkan tren yang perlu diperhatikan. Jumlah kematian ibu cenderung meningkat dari tahun 2019 hingga 2021, sedangkan dari tahun 2021 hingga 2023, angka tersebut berfluktuasi. Pada tahun 2023, tercatat 4.482 kasus kematian ibu. Penyebab utama kematian ibu pada tahun tersebut adalah hipertensi dalam kehamilan dengan 412 kasus, diikuti oleh perdarahan obstetrik dengan 360 kasus, dan komplikasi obstetrik lainnya dengan 204 kasus (Kemenkes RI, 2024). Tujuan dari asuhan kebidanan ini adalah untuk menerrapkan asuhan kebidanan komperhensif secara Continuity of Care (COC) pada Ny. D Umur 29Tahun G1P0A0 di Puskesmas Sepinggan Kota Balikpapan dengan pendekatan secara deskriptif dengan melakukan anamnesa dan observasi kepada pasien mulai dari kehamilan, persalinan, Nifas dan pada saat pemilihan alat kontrasepsi seta mendokumentasikan menggunakan SOAP. Sedangkan pelayanan kesehan pada anak dilakukan pada saat bayi baru lair, kunjungan neonatus dan melakukan konseling tentang cara perawatan tali pusat hingga ASI ekslusif. Metode yang digunakan dalam asuhan komprehensif pada ibu hamil, bersalin, nifas, neonatus dan KB ini adalah metode deskriptif. Jenis laporan tugas akhir yang digunakan adalah studi kasus (case study). Teknik pengumpulan data menggunakan metode interview dan observasi langsung terhadap pasien. Hasil yang diperoleh dari pendampingan komperhensif secara Continuity of care (COC) pada Ny. D adalah dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir hingga ibu menggunakan alat kontrasepsi yaitu terjadi secara fisiologis dan tidak ada penyulit. Kesimpulan yang diperoleh penulis dari melakukan asuhan kebidanan komperhensif secara Continuity of Care (COC) pada Ny. D adalah bahwa sebagai tenaga kesehatan khususnya Bidan dapat menerapkan asuhan kebidanan secara komperhensif untuk menurunkan AKI dan AKB.
Asuhan Kebidanan Continuity of Care (COC) pada Ny. K Umur 31 Tahun Dengan HBSAG Positif di Puskesmas Ungaran Harjayanti, Sofia; Ari Andayani
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Continuous care (COC) is a model of midwifery care as an effort to detect complications early. The comprehensive midwifery care model aims to improve sustainable care starting from pregnancy, childbirth, postpartum, newborn care and family planning services. Pregnancy care prioritizes continuity. The research design used is descriptive, with a case study approach (Case Study) with Varney Management and documented with SOAP. The case study was conducted on Mrs. K 31 years old G2P1A0 with positive HBsAG in June to September 2024, the data collection method used interviews, observations with primary and secondary data through the KIA Book. Comprehensive midwifery care for pregnant women was found that the mother experienced complaints of discomfort in the third trimester and was managed by providing health education, caesarean section delivery, the mother gave birth at 38 weeks of pregnancy at Ken Saras Hospital. The newborn was normal and IMD was carried out. The mother's postpartum was normal and care was carried out according to the standard of care, namely 4 visits. The mother chose to use IUD contraception. Comprehensive midwifery care will improve the health and well-being of the mother and fetus Abstrak Asuhan berkelanjutan (COC) merupakan salah satu model asuhan kebidanan sebagai upaya untuk melakukan deteksi dini komplikasi. Model asuhan kebidanan komprehensif mempunyai tujuan untuk meningkatkan asuhan yang berkesinambungan mulai dari kehamilan, persalinan, nifas, pelayanan bayi baru lahir serta pelayanan keluarga berencana. Asuhan kehamilan mengutamakan kesinambungan. Desain penelitian yang digunakan yaitu deskriptif, dengan pendekatan studi kasus (Case Study) dengan Manajemen Varney dan didokumentasikan dengan SOAP. Studi kasus dilakukan pada Ny.K umur 31 Tahun G2P1A0 dengan HBsAG positif pada bulan Juni sampai September 2024. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dengan data primer dan sekunder melalui Buku KIA. Asuhan kebidanan Komprehensif dari Ibu Hamil didapatkan ibu mengalami keluhan ketidaknyamanan pada hekamilan TM III dan ditatalaksana dengan pemberian Pendidikan kesehatan, Ibu Bersalin secara SC pada umur kehamilan 38 minggu di RS Ken Saras. Bayi Baru lahir normal dan dilakukan IMD. Nifas ibu normal dan dilakukan asuhan sesuai standar asuhan yaitu 4 kali kunjungan. Ibu memilih untuk menggunakan KB IUD. Dengan Asuhan kebidanan komprehensif akan meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan ibu dan janin.
Asuhan Kebidanan Continuity of Care (COC) pada Ny”N” Umur 29 Tahun di PKD Gogik Mutia Rahmadani; Ari Andayani
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maternal and child health is the foundation for creating a superior generation of the nation. The realization of the welfare of mothers and children can be prepared starting from the preconception period, pregnancy, childbirth, newborns, postpartum period to neonates and becoming prospective contraceptive acceptors.  The government's efforts to reduce MMR and IMR include continuous and comprehensive care from pregnancy, childbirth, postpartum newborns and family planning. The method in this research is descriptive in the form of a case study, namely examining a problem through a case consisting of a single unit. The single unit in question can contain 1 person, a group of residents affected by a problem. The author carried out monitoring of pregnant women 3 times in the third trimester. The monitoring results obtained were complaints in the third trimester in the form of back pain which was physiological. Normal vaginal delivery on 24 seoptember 2024 at 06.00 WIB, female gender. The author carried out KF 2 to KF 4 care well without any problems. The mother used implant contraception and found no problems. Care has been provided comprehensively and there is no gap between theory and cases in Mrs. N and By. Mrs. N at  PKD Gogik   Abstrak Kesehatan ibu dan anak merupakan pondasi dalam mewujudkan generasi bangsa yang unggul. Terwujudnya kesejahteraan ibu dan anak dapat dipersiapkan mulai dari masa prakonsepsi, kehamilan, persalinan, bayi baru lahir, masa nifas sampai neonatus dan menjadi calon akseptor kontrasepsi.  Upaya pemerintah dalam menurunkan AKI dan AKB yaitu dengan asuhan berkesinambungan (Continuity of Care) dan komprehensif dari kehamilan, persalinan, bayi baru lahir nifas dan keluarga berencana. Metode dalm penelitian ini diskriptif  yang berupa studi penelaahan kasus  (case study) yaitu meneliti suatu permasalahan melalui suatu kasus yang terdiri dari unit tunggal. Unit tunggal yang dimaksud dapat berisi 1 orang, sekelompok penduduk yang terkena suatu masalah. Pemantauan ibu hamil dilakukan penulis sebanyak 3x di trimester III. Hasil pemantauan yang didapatkan adalah keluhan pada trimester III berupa sering BAK yang merupakan  hal fisiologis. Persalinan secara normal pervaginam tanggal 24 September 2024 pukul 06.00 WIB, jenis kelamin perempuan. Asuhan KF 2 sampai  KF 4 penulis laksanakan dengan baik tanpa masalah. Ibu menggunakan KB implan  dan tidak ditemukan masalah. Asuhan telah diberikan secara komprehensif  dan tidak terdapat kesenjangan antara teori dan kasus  pada Asuhan Komprehensif Ny. N dan By. Ny. N di PKD Gogik
Asuhan Kebidanan pada Ny.I Usia 32 Tahun G3P2A0 di Klinik Utama Rawat Inap Sofia Medika Kabupaten Semarang Putri Arintasari Mangesti Rahayu; Ari Andayani
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pregnancy care services that emphasize continuity of care (COC) are essential to ensure that pregnant women receive consistent care from the same professional or a unified healthcare team. This approach allows for optimal monitoring of the mother's condition while fostering trust and openness due to the established relationship with the care provider. Midwives are expected to deliver continuous care, encompassing antenatal care (ANC), intrapartum care (INC), newborn care, postpartum care, neonatal care, and quality family planning services. In this study, the author employed a descriptive method with data collected through interviews, observations, physical examinations, supporting diagnostic tests, document reviews, and literature studies. The study subjects were selected purposively, based on specific objectives to be achieved. The study was conducted from November 15, 2024, to November 24, 2024. Midwifery care was provided to Mrs. I, covering pregnancy, childbirth, postpartum, neonatal care, and family planning services. The frequency of visits included two sessions for pregnancy care, two for postpartum care, and two for neonatal care. The childbirth process took place at Sofia Medika Inpatient Primary Clinic. All processes, from pregnancy to neonatal care, proceeded physiologically without complications. No discrepancies were found between theoretical knowledge and practical implementation during the provision of care. Continuous midwifery care was delivered by adhering to midwifery management principles and ensuring compliance with professional standards and competencies.   Abstrak Pelayanan asuhan kehamilan yang berfokus pada kesinambungan pelayanan atau Continuity of Care (COC) sangat penting untuk memastikan ibu hamil mendapatkan perawatan yang konsisten dari seorang profesional yang sama atau satu tim tenaga kesehatan. Hal ini memungkinkan pemantauan kondisi ibu hamil secara optimal, sekaligus meningkatkan rasa percaya dan keterbukaan karena hubungan yang sudah terjalin dengan pemberi asuhan. Bidan diharapkan mampu memberikan pelayanan yang berkesinambungan mulai dari ANC, INC, asuhan bayi baru lahir, masa nifas, asuhan neonatus, hingga pelayanan KB yang berkualitas. Dalam studi ini, penulis menggunakan metode deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, studi dokumentasi, dan kajian pustaka. Subjek penelitian dipilih secara purposive, yaitu berdasarkan tujuan tertentu yang ingin dicapai. Penelitian berlangsung dari 15 November 2024 hingga 24 NovemberAsuhan kebidanan diberikan kepada Ny. I, mencakup masa kehamilan, persalinan, nifas, neonatus, hingga pelayanan KB. Frekuensi kunjungan terdiri atas dua kali untuk kehamilan, dua kali untuk nifas, dan dua kali untuk neonatus. Proses persalinan dilakukan di Klinik Utama Rawat Inap Sofia Medika. Seluruh proses, mulai dari kehamilan hingga neonatus, berlangsung fisiologis tanpa komplikasi. Tidak ditemukan kesenjangan antara teori dan praktik dalam penerapan asuhan ini. Pemberian pelayanan kebidanan berkelanjutan dilakukan dengan menerapkan manajemen kebidanan, serta memastikan pelayanan sesuai standar dan kompetensi profesi.
Confidentiality in Digital Health Records: Aligning Privacy and Care Advancement in Hospitals Ari Andayani; Siska; Sagung Putri Purwani
Journal of Law, Politic and Humanities Vol. 5 No. 1 (2024): (JLPH) Journal of Law, Politic and Humanities
Publisher : Dinasti Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jlph.v5i1.766

Abstract

The development of medical services is undergoing a period of transformation towards digitalization. One form of medical services development in Indonesia is electronic medical records. Electronic Medical Records can help facilitate health services, but on the one hand, Electronic Medical Records can potentially pose a risk of patient data leakage. The purpose of the study is to analyze the responsibility of hospitals in the management of Electronic Medical Records and analyze the legal protection of patients in maintaining the confidentiality of Electronic Medical Records data. This research is a type of normative legal research with a Case Approach and a Statue Approach. The method of data collection is through literature study, and data analysis techniques are used through qualitative descriptive analysis. The research results stated Hospital's accountability in the management of Electronic Medical Records is to apply the principles of data security, restrict access to Medical Records, and store data. Meanwhile, the legal protection of patients to maintain the confidentiality of Electronic Medical Record data is the use of electronic signatures as a verification tool and provides criminal sanctions for violators in the form of fines, imprisonment, and dissolution of corporations.
Metode Akupresure untuk Mengatasi Nyeri Haid pada Remaja Sutanto, Yolanda; Hasniati; Uni; Julita Lerim Elia Ajang; Widya Rahma Anggraini; Veronika Enitawati; Ari Andayani
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menstrual pain (dysmenorrhea) is a common health issue experienced by adolescent girls and can disrupt daily activities and reduce quality of life. Many adolescents lack knowledge of effective, safe, and easy non-pharmacological treatment alternatives. This community service program aimed to improve adolescents' knowledge and skills in managing menstrual pain through acupressure techniques. The activity was conducted in Tg Agung Village, Tanjung Palas Timur Subdistrict, North Kalimantan, involving 15 adolescent girls as participants. The methods used included education, hands-on training, and evaluation through pre-test and post-test assessments. Evaluation results showed a significant increase in participants' knowledge of acupressure, shifting from predominantly low to high categories after the intervention. The acupressure points introduced included SP6 (Sanyinjiao), LI4 (Hegu), and LV3 (Taichong). This activity proved effective in enhancing the adolescents’ understanding and independence in naturally and non-pharmacologically managing menstrual pain.   Abstrak Nyeri haid (dismenore) merupakan salah satu masalah kesehatan yang umum dialami oleh remaja putri dan dapat mengganggu aktivitas serta menurunkan kualitas hidup. Banyak remaja belum memahami alternatif penanganan non-obat yang efektif, aman, dan mudah dilakukan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan remaja dalam mengatasi nyeri haid melalui teknik akupresur. Kegiatan dilaksanakan di Desa Tg Agung, Kecamatan Tanjung Palas Timur, Kalimantan Utara, dengan melibatkan 15 remaja putri sebagai peserta. Metode yang digunakan meliputi edukasi, pelatihan langsung, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan peserta mengenai akupresur, dari mayoritas kategori rendah menjadi tinggi setelah intervensi. Teknik akupresur yang diperkenalkan meliputi titik SP6 (Sanyinjiao), LI4 (Hegu), dan LV3 (Taichong). Kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman dan kemandirian remaja dalam mengelola nyeri haid secara alami dan non-farmakologis.