Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Keanekaragaman Serangga Predator Pada Tanaman Bawang Merah (Studi Kasus Di Kecamatan Grong Grong Kabupaten Pidie) Aidil Amar; Diah Fridayati; Syamratul Achwan; Mariana
Jurnal Sains Pertanian Vol. 8 No. 3: October 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Almuslim Bireuen Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51179/jsp.v8i3.2953

Abstract

The exploration of predator insects in productive and non-productive shallots. Predator insects are one of the biological control agents that can suppress pest populations in shallot fields. This study aims to determine the diversity of predator insects in productive shallot fields compared to non-productive shallot fields. The determination of insect locations was conducted using a line transect method divided into three plots. Insect sampling was performed using yellow-plate traps, sweep nets, and pitfall traps. The results showed a total of 8 and 10 families of predator insects. However, the number of morpho-species of predator insects was generally higher in productive fields compared to non-productive fields, with 14 and 20 morpho-species, respectively. The results indicate that the richness, diversity, and evenness of predators in non-productive shallot fields are higher than in productive fields.  
Partisipasi Masyarakat Dalam Pengembangan Ekowisata Gunung Geureudong di Desa Bukit Mulie Kecamatan Timang Gajah Kabupaten Bener Meriah: Community Participation in the Development of Mount Geureudong Ecotourism in Bukit Mulie Village Timang Gajah Sub-District Bener Meriah Regency Nurul Sahara; Reza Fahmi; Aidil Amar
Jurnal Sains Pertanian Vol. 9 No. 2: June, 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Almuslim Bireuen Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51179/jsp.v9i2.3263

Abstract

Ekowisata merupakan salah satu alternatif pembangunan yang berkelanjutan, yang melibatkan masyarakat setempat dalam pengelolaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana bentuk partisipasi masyarakat Desa Bukit Mulie dalam pengembangan ekowisata Gunung Geureudong dan untuk mengetahui bagaimana bentuk strategi masyarakat Desa Bukit Mulie dalam pengembangan ekowisata Gunung Geureudong. Jenis penelitian ini adalah kualitatif. Pengumpulan data dengan observasi, wawancara, quesioner dan dokumentasi. Analisis data dengan reduksi data, display data dan dibuat rekapitulasi. Hasil penelitian, partisipasi masyarakat terdapat macam-macam dan bentuk-bentuk partisipasi dalam pengembangan ekowisata Gunung Geureudong. Partisipasi masyarakat dalam pengembangan ekowisata hanya dalam pelaksanaan dan penerima manfaat dan memiliki partisipasi dalam bentuk tenaga, ide dan keahlian. Berdasarkan persepsi dan partisipasi masyarakat berada pada tingkat kedua atau partisipasi konsultatif yaitu masyarakat diberi kesempatan untuk memberikan pendapat atau masukan, tetapi keputusan akhir tetap ditangan pihak pengambil keputusan. Kata Kunci: Masyarakat, Partisipasi, Ekowisata
UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK BAWANG PUTIH (Allium sativum L.) DAN DAUN JARAK PAGAR (Jatropha curcas) DENGAN PENAMBAHAN SURFAKTAN TERHADAP MORTALITAS  HAMA WALANG SANGIT(Leptocorisa acuta) PADA TANAMAN PADI  (Oryza sativa L.) Nursayuti; Nurul Maghfirah; Aidil Amar
Jurnal Sains Pertanian Vol. 9 No. 3: October, 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Almuslim Bireuen Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51179/5fspz003

Abstract

https://docs.google.com/document/d/1wfeaojvTi3dOCoyAi6RVWuN-KquudJZs/edit?usp=sharing&ouid=104132223918037034119&rtpof=true&sd=true
EDUKASI TEKNOLOGI PERTANIAN BERWAWASAN SUSTAINABLE AGRICULTURE PADA SISWA SEKOLAH DASAR SUKMA BANGSA LHOKSEUMAWE Irwansyah Irwansyah; ajmir akmal; Syahirman Hakim; Diah Fridayanti; Nursayuti Nursayuti; Uchti Nuzul Qhinanti Lubis; Aidil Amar; Munawar Munawar
Journal of Community Empowerment Vol 3, No 1 (2024): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v3i1.24623

Abstract

ABSTRAK Rendahnya petani muda yang bekerja sektor pertanian terus mengalami peningkatan, ini kondisi tidak baik bagi ketahan pangan Indonesia dimasa depan. Salah satu faktor utama rendahnya minat generasi muda terhadap pertanian adalah kurang mengetahui tentang pertanian khususnya pada anak usia dini di tingkat sekolah dasar. Upaya mengatasi permasalah ini, dapat ditempuh berupa edukasi bagi generasi penerus pertanian. Inilah yang menjadi alasan utama kegiatan penyuluhan edukasi terhadap peserta didik jenjang pendidikan dasar tepatnya Sekolah Dasar. Tujuan kegiatan adalah menumbuhkan pemahaman pada 21 siswa SD Sukma Bangsa Lhokseumawe kelas VI tentang Sustainable Agriculture. Metode yang digunakan dalam kegiatan edukasi ini adalah penyuluhan dengan metode ceramah dan diskusi. Setelah kegiatan edukasi didapatkan siswa SD Sukma Bangsa Lhokseumawe mengetahui tentang teknik budidaya, perawatan, dan panen pada tanaman pertanian menerapkan sistem sustainable agriculture. Hasil yang diperoleh melalui kuesioner bahwa pengetahuan siswa pada bidang pertanian sebesar 80,94 %. Kesimpulan peningkatan pemahaman siswa mengenai stutainable agriculture, menjadi upaya baik untuk memberikan pemahaman kesadaran pentingnya pengelolaan sektor pertanian dengan konsep ramah lingkungan. Kata kunci: Edukasi; sustainable agriculture; ramah lingkungan; siswa  ABSTRACT The low number of young farmers working in the agricultural sector continues to increase, this is not a good condition for Indonesia food security in the future. One of the main factors in the young generation low interest in agriculture is their lack of knowledge about agriculture, especially in early childhood at the elementary school level. Efforts to overcome this problem can be taken in the form of education for the next generation of agriculture. This is the main reason for educational outreach activities for students at the basic education level, specifically elementary schools. The aim of the activity is to foster understanding in 21 students of SD Sukma Bangsa Lhokseumawe class VI about Sustainable Agriculture. The method used in this educational activity is counseling using lecture and discussion methods. After the educational activities, students at SD Sukma Bangsa Lhokseumawe learned about cultivation, care and harvesting techniques for agricultural plants using a sustainable agriculture system. The results obtained through the questionnaire showed that students' knowledge in the field of agriculture was 80.94%. In conclusion, increasing students' understanding of sustainable agriculture is a good effort to provide awareness of the importance of managing the agricultural sector with an environmentally friendly concept.Keywords: Education; sustainable agriculture; environmentally friendly; student
PENGUATAN PEMAHAMAN ECO-FRIENDLY BAGI CALON PENGEMUDI DALAM MENJAGA LINGKUNGAN BERKENDERA Reza Fahmi; Syifa Saputra; Sumanti Sumanti; Faizin Faizin; Munawar Munawar; Aidil Amar; Cut Roswita; Marlina Marlina; Muhammad Fikri; Munawir Munawir
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.19820

Abstract

Abstrak: Pengemudi eco-friendly memainkan peranan yang sangat penting dalam menjaga keselamatan dan lingkungan. Pengendara yang baik tentu memahami teknik menjadi pengemudi yang ramah lingkungan. Untuk meningkatkan pemahaman ini, diperlukan kegiatan pelatihan terstruktur melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada calon pengemudi tentang cara mengemudi yang aman dalam keselamatan berkendara, termasuk cara menghindari resiko kecelakaan. Membentuk karakter mitra dan calon pengemudi yang bertanggung jawab dan sadar lingkungan membantu mengurangi dampak negatif kendaraan terhadap lingkungan dan meningkatkan keselamatan lalu lintas. Mitra dalam pelaksanaan kegiatan ini adalah di Rizki Driving Center (RDC) dengan sasaran peserta adalah calon pengemudi yang sedang belajar mengemudi pada Rizki Driving Center, jumlah peserta yang dilibatkan sebanyak 25 peserta. Pelaksanaan kegiatan dilakukan sebanyak lima kali pertemuan dimulai dari tanggal 15 juli 2023 sampai dengan 10 Agustus 2023, metode pelaksanaan berupa pelatihan dan edukasimenggunakan experince probased method. Teknik untuk mendapatkan data menggunakan teknik Ppre-test dan postt-test, dilakukan untuk mengetahui tingkat pemahaman peserta sebelum dan setelah pelaksanaan kegiatan pengabdian. Hasil pretestpostest menunjukkan bahwa peserta 65% peserta masih kurang memahami cara mengemudi yang ecofriendly dan 75% calon peengemudi masih belum mampu memperioritaskan keselamatan. Sedangkan hasil postest yang dilakukan calon peengemudi sudah 90% memahami cara mengemudi yang ecofriendly dan 90% peserta sudah mampu memahami teknik berkendara yang baik serta dapat menjaga etika berlalu lintas. Dengan adanya peningkatan pemahaman ecofriendly, calon pengemudi akan mampu untuk memahami teknik berkendara yang baik dalam menjaga lingkungan.Abstract: Eco-friendly drivers play a very important role in maintaining safety and the environment from negative impacts while driving. Good drivers understand eco-friendly techniques and fuel supply. To improve this understanding, structured training activities are needed through community service activities. Community service activities aim to provide prospective drivers with an understanding of how to drive safely in driving safety, including how to avoid the risk of accidents. Shaping the character of partners and prospective drivers who are responsible and environmentally conscious helps reduce the negative impact of vehicles on the environment and improve traffic safety. The partner in implementing this activity is at the Rizki Driving Center (RDC) with the target participants being prospective drivers who are learning to drive at the Rizki Driving Center, the number of participants involved is 25 participants. The implementation of the activity was carried out for five meetings starting from July 15, 2023 to August 10, 2023, the method of implementation was training and education. Techniques for obtaining data using pre-test and post-test techniques, carried out to determine the level of understanding of participants before and after the implementation of service activities. The pretest results showed that 65% of participants still did not understand how to drive ecofriendly and 75% of prospective drivers were still unable to prioritize safety. While the results of the posttest conducted by prospective drivers are 90% understanding how to drive ecofriendly and 90% of participants have been able to understand good driving techniques and can maintain traffic ethics. With an increase in ecofriendly understanding, prospective drivers will be able to understand good driving techniques in protecting the environment.   
PENGUATAN PERAN PEREMPUAN DALAM MENDUKUNG GREEN EKONOMI BERKELANJUTAN Syifa Saputra; Sri Wahyuni; Khairul Hasni; Aidil Amar; Reza Fahmi; Aisyah Aisyah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 6 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i6.26886

Abstract

Abstrak: Perempuan merupakan objek utama sebagai agen perubahan dalam membentuk karakter sosial yang tinggi khususnya dalam sektor kehutanan maupun pengelolaan secara berkelanjutan. Dalam membentuk karakter sosial, diperlukan suatu aktivitas yang dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan salah satunya adalah kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memperkuat peran perempuan dalam mendukung green ekonomi berkelanjutan melalui peningkatan pengetahuan dan pemahaman. Metode pelaksanaan kegiatan berupa pendidikan dan pelatihan. Peserta yang dilibatkan adalah perempuan yang terlibat pada Kelompok Usaha Perhutanan Sosial Kampung Waq Pondok Sayur Kecamatan Bukit Kabupaten Bener Meriah dengan jumlah peserta terlibat sebanyak 50 orang. Monitoring dan evaluasi yang dilakukan melalui kegiatan pretest dan posttest. Berdasarkan hasil pretest menunjukkan bahwa aspek gender, 100% peserta menginginkan peran, hak, dan akses yang sama dengan laki-laki, namun 30% menyatakan netral dalam pembagian tugas berdasarkan kesetaraan gender. sementara aspek manajemen organisasi, 100% peserta setuju akan perlunya kejelasan struktur organisasi dan pengelolaan yang baik, sedangkan 20% menyatakan netral dalam pembagian tugas yang adil. Dalam aspek jasa lingkungan, 100% peserta setuju akan pentingnya pengelolaan hutan dan peningkatan ekonomi. Hasil posttest menunjukkan adanya peningkatan signifikan. Pada aspek gender, 70% peserta setuju bahwa pembagian tugas kini lebih adil, dan 70% menyatakan sangat setuju bahwa perempuan dapat berkontribusi dalam peningkatan ekonomi. Dalam manajemen organisasi, 75% peserta menyatakan setuju dan 25% sangat setuju akan perlunya struktur organisasi yang jelas. Untuk jasa lingkungan, 25% peserta menyatakan sangat setuju bahwa perempuan harus berperan sebagai agen perubahan dalam pembangunan berkelanjutan. Dengan demikian, kegiatan ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta, sehingga dapat menjadi agen perubahan dalam meningkatkan ekonomi berkelanjutan.Abstract: Women are the main object as agents of change in shaping high social character, especially in the forestry sector and sustainable management. In shaping social character, an activity that can increase knowledge and skills is needed, one of which is community service activities. The purpose of this activity is to strengthen the role of women in supporting a sustainable green economy through increased knowledge and understanding. The method of implementing activities is in the form of education and training. The participants involved were women involved in the Social Forestry Business Group of Waq Pondok Sayur Village, Bukit District, Bener Meriah Regency with a total of 50 participants involved. Monitoring and evaluation carried out through pretest and posttest activities. Based on the pretest results, it shows that in the gender aspect, 100% of participants want the same roles, rights, and access as men, but 30% are neutral on the division of tasks based on gender equality. While in the organizational management aspect, 100% of participants agree on the need for clarity of organizational structure and good management, while 20% are neutral on the fair division of tasks. In the aspect of environmental services, 100% of participants agreed on the importance of forest management and economic improvement. The posttest results showed a significant improvement. On the gender aspect, 70% of participants agreed that the division of tasks is now more equitable, and 70% strongly agreed that women can contribute to economic improvement. In organizational management, 75% of participants agreed and 25% strongly agreed on the need for a clear organizational structure. For environmental services, 25% of participants strongly agreed that women should act as agents of change in sustainable development. Thus, this activity succeeded in increasing the knowledge and skills of participants, so that they can become agents of change in improving a sustainable economy.
OPTIMALISASI FERMENTASI SUSU KAMBING ETAWAH DENGAN KURMA DAN MADU TERHADAP PENINGKATAN PROBIOTIK Nanda Fatmala; Aidil Amar; Aiya Sofia
Jurnal Agriovet Vol. 8 No. 2 (2026): JURNAL AGRIOVET
Publisher : LPPM UNIVERSITAS KAHURIPAN KEDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/67eemd29

Abstract

Etawah goat milk has the potential to be developed as a functional food through a fermentation process with the addition of natural ingredients. This study aimed to evaluate the effect of different concentrations of dates and honey on the Total Plate Count (TPC) and acidity level (pH) of fermented Etawah goat milk. The study applied an experimental method using a 3×3 factorial Completely Randomized Design (CRD) with two replications. The goat milk was pasteurized, inoculated with Lactobacillus plantarum and Streptococcus thermophilus, and supplemented with dates and honey. The fermentation process was then carried out for 24 hours at 37°C. The results showed that the addition of dates and honey had a highly significant effect (P<0.01) on TPC values, but no significant effect (P>0.05) on pH values. The TPC values ranged from 32.5–221×10? CFU/mL with pH values of 4.5–5.0, and all treatments met probiotic standards.Key words: Etawah goat milk, fermentation, dates, honey, probiotics   
The Effectiveness of Botanical Pesticides from Soursop Leaves (Annona muricata L.) and Papaya Leaves (Carica papaya) on the Control of Brown Planthopper (Nilaparvata lugens) in Rice Plants (Oryza sativa L.) Saifa Wardati; Nursayuti Nursayuti; Aidil Amar; Saniar Fauza; Marlina Marlina
Jurnal Sains Pertanian Vol. 9 No. 3: October, 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Almuslim Bireuen Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51179/y8k0da76

Abstract

This study aimed to determine the effectiveness of botanical pesticides from soursop leaf and papaya leaf extracts in controlling brown planthopper on rice plants. The research was conducted in Nien Village, Simpang Tiga District, Pidie Regency, from February to April 2025, using a factorial Randomized Block Design (RBD) with two factors. Factor I was soursop leaf extract concentration (S): S0 = 0 ml/l water, S1 = 100 ml/l water, and S2 = 200 ml/l water. Factor II was papaya leaf extract concentration (P): P0 = 0 ml/l water, P1 = 100 ml/l water, and P2 = 200 ml/l water. Observed parameters included mortality rate, attack intensity, plant height, number of tillers, number of panicles per clump, and grain weight per plot. The results showed that soursop leaf extract at 200 ml (S2) had a highly significant effect on pest mortality (84.72%), attack intensity after application (11.11%), plant height, number of tillers at 30 DAP, and grain weight per plot. Papaya leaf extract at 200 ml (P2) had a highly significant effect on pest mortality (68.05%), attack intensity after application (8.33%), plant height, number of tillers at 30 DAP, and number of panicles per clump. The combination of both extracts (S2P2) showed a highly significant interaction on attack intensity after application, plant height, and number of tillers at 30 DAP, and a significant effect on pest mortality, with the highest mortality (95.83%) and lowest attack intensity (0%) obtained in the S2P2 combination.