Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

SANKSI ADAT PELAKU PEMERKOSAAN ANAK DI BAWAH UMUR DI SUKU PASEMAH MENURUT HUKUM ADAT PASEMAH(Menurut perspektif UU Perlindungan anak pasal 81 dan 82, Studi Kasus di Kecamatan Kelam Tengah, Bengkulu) Shinta Dila Pinastiti; I Nengah Suastika; I Wayan Lasmawan
Jurnal Media Komunikasi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 5 No. 1 (2023): April, Jurnal Media Komunikasi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
Publisher : Program Studi PPKn Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan Undiksha Singaraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This thesis is entitled Traditional Sanctions for Underage Rape Perpetrators in Pasemah Traditional Village with Pasemah Customary Law (perspective of Child Protection Law Articles 81 and 82). The background of this research is the imbalance in giving sanctions to the perpetrators of rape in the Pasemah Traditional Village. The purpose of this study was to find out the system of imposing customary sanctions for perpetrators of rape in the Adat Pasemah Village, to find out the views of the community regarding the customary sanctions given to perpetrators of rape in the Traditional Village of Pasemah, and to find out the suitability of customary sanctions for perpetrators of rape with the sanctions contained in Articles 81 and 82 of the Child Protection Act. This research is a descriptive qualitative research with data collection methods in the form of interviews, observation, and documentation studies. And this research was conducted in Pasemah Village, Kelam Tengah District, Kaur Regency, Bengkulu. Based on the research that has been done, the researchers found a discrepancy between the traditional sanctions given to the perpetrators of rape and the sanctions contained in the Child Protection Act articles 81 and 82. Some people think that the customary sanctions given to the perpetrators of rape are not in accordance with the sanctions in the legal system national law.
The Position of Village-Owned Enterprises in Improving Community Welfare in The Field of Basic Education Muhamad Ajwar; I Nengah Suastika; Ferniawan, Ferniawan
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 13 No. 2 (2023): JURNAL PENDIDIKAN IPS
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpi.v13i2.1388

Abstract

Village-owned enterprises are built not only to function in economic business but also to work in the field of learning as an effort to meet the needs and welfare of villagers. The business of having a village engaged in learning is no less meaningful as other field businesses. The goal is to find out the position of village-owned enterprises in improving the welfare of residents in the field of basic education, as well as to recognize what other business fields are carried out by village-owned enterprises in Wera sub-district. This type of research is descriptive qualitative. The instrument used in collecting information is in the form of an interview instrument. Information analysis begins with reduction information, display information and conclusion drawing verification. Information is also analyzed using a percentage formula. The results of the study proved that the majority of businesses run in the field of savings and loans with a percentage of 57%, Angkringan Business with a percentage of 14%, Livestock and agriculture with a percentage of 29%. in education with a percentage of 0%. It can be concluded that village-owned enterprises do not have a position in the field of education, it is stated in the study that village-owned enterprises do not have a position in the field of education, including basic education.
Strategi Internalisasi Nilai-Nilai Berkarakter Siswa Dalam Pembelajaran Di Smp Negeri 6 Singaraja Emanuel Deon; Dewa Bagus Sanjaya; I Nengah Suastika
Ganesha Civic Education Journal Vol. 4 No. 1 (2022): April, Ganesha Civic Education Journal
Publisher : Program Studi PPKn Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/gancej.v4i1.1304

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui strategi internalisasi nilai-nilai karakter disiplin siswa, (2) Mengetahui strategi internalisasi nilai-nilai karakter mandiri, (3) Mengetahui kendala internalisasi nilai karakter disiplin dan mandiri, (4) Menemukan solusi mengatasi kendala internalisasi nilai karakter disiplin dan mandisi siswa di SMP Negeri 6 Singaraja. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah Kepala Sekolah, Guru, Pegawai, dan Siswa. Objek penelitian adalah aspek-aspek karakter disiplin dan karakter mandiri. Pengumpulan data dengan melakukan observasi, wawancara dan dokumentasi. Data penelitian dianalisis secara deskriptif meliputi: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi internalisasi karakter disiplin melalui membiasakan hadir tepat waktu, membiasakan mematuhi aturan, menggunakan pakaian sesuai dengan ketentuan. Strategi internalisasi karakter mandiri melalui sikap yang bertanggung jawab, percaya diri, inisiatif, mampu mengambil keputusan sendiri, mampu untuk bersaing dengan teman, dan mampu memimpin diskusi jika guru tidak masuk kelas. Kendala internalisasi karakter disiplin dan mandiri yakni siswa datang ke sekolah tidak tepat waktu, keluarga tidak mendukung anak untuk disiplin, siswa sepakat untuk tidak masuk kelas, dan tidak ada usaha untuk mengumpulkan tugas. Solusi untuk mengatasi internalisasi karakter disiplin dan mandiri adalah dengan melakukan sosialisasi aturan secara intens kepada seluruh civitas sekolah.
Perkawinan Semarga Dalam Klan Sembiring Pada Masyarakat Karo Di Desa Sampun Kecamatan Dolat Rayat Kabupaten Karo Provinsi Sumatera Utara Siswanto Bukit; I Nengah Suastika; Dewa Bagus Sanjaya
Ganesha Civic Education Journal Vol. 4 No. 1 (2022): April, Ganesha Civic Education Journal
Publisher : Program Studi PPKn Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/gancej.v4i1.1305

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah untuk: (1).Untuk mengetahui apa dasar filosofi perkawinan semarga dalam klan Sembiring pada masyarakat Karo diperbolehkan, (2).Untuk mengetahui bagaimana prosesi pelaksanaan perkawinan semarga dalam klan Sembiring pada masyarakat Karo dilakukan, (3). Untuk mengetahui sarana prasarana yang dilakukan dalam perkawinan semarga dalam klan Sembiring pada masyarakat Karo dilakukan, (4). Untuk mengetahui apa faktor penyebab masyrakat klan Sembiring menolak perkawinan semarga. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wanwancara, observasi, dan pencatatan dokumen. Subjek penelitian ditentukan dengan tehnik Purposive Sampling, yang menjadi subjek penelitian adalah ; tetua adat dan masyarakat klan sembiring. Hasil Penelitian: (1). Perkawinan semarga dalam klan sembiring tidak boleh dilakukan tetapi ada yang diperbolehkan (2). Pelaksanaan perkawinan klan sembiring diawali dengan perkenalan keluarga pihak pria (si empo) ke pihak wanita (si nereh), (3). Perkawinan semarga klan Sembiring dilakukan di Los (aula) yaitu tempat berkumpulnya masyrakat desa, (4). Klan Sembiring menolak perkawinan semarga karena memiliki latar belakang/garis keturunan yang sama.
Pelaksanaan Tradisi Perang Tipat Bantal Ditinjau Dari Perspektif Hukum Adat Nilai Sosial Budaya Dan Religius Di Desa Adat Kapal Kabupaten Badung Ni Putu Melsa Putri Aryani; I Wayan Lasmawan; I Nengah Suastika
Ganesha Civic Education Journal Vol. 4 No. 1 (2022): April, Ganesha Civic Education Journal
Publisher : Program Studi PPKn Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/gancej.v4i1.1309

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1). Mengkaji filosofi tradisi Perang Tipat Bantal. 2) Mengkaji Prosesi dan Sarana Prasarana Tradisi Perang Tipat Bantal. 3) Mengkaji Nilai Eduktaif Tradisi Perang Tipat Bantal. 4) Mengkaji Perspektif Hukum Adat, Nilai Sosial Budaya dan Religius Tradisi Perang Tipat Bantal. Adapun informan yang dijadikan sumber informasi diantaranya adalah Tokoh Adat, Tokoh Agama, dan Masyarakat yang mengetahui perihal Tradisi Perang Tipat Bantal. Data berupa hasil wawancara, observasi, dan kepustakaan dianalisis menggunakan analisis data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan: 1) filosofi tradisi perang tipat bantal terdapat dalam lontar Tabuh Rah Penganggon. 2) sarana tradisi perang tipat bantal seperti pejati, prayascita biukaonan, pengulapan, ayaban tumpeng 7, Tipat Bantal. Sedangkan Prasarananya di depan Bale Agung dan di Jaba Pura Desa. Prosesinya diawali dengan pemangku melakukan matur piuning, dilanjutkan sembahyang bersama, kemudian tradisi perang tipat bantal dimulai. 3) tradisi perang tipat bantal mengandung nilai edukatif seperti nilai religius, nilai gotong royong, nilai demokrasi, nilai toleransi, nilai tanggung jawab, nilai peduli sosial. 4) perspektif hukum adat tradisi ini tidak diatur dalam awig – awig, perspektif nilai sosial budaya tradisi ini dilakukan secara bersama berpegang pada dresta yakni tradisi yang sudah diterima secara turun temurun, perspektif religius tradisi ini dilakukan sebagai bentuk keyakinan masyarakat terhadap adanya Tuhan.
Tradisi Mekotek Sebagai Strategi Pemertahanan Budaya Lokal Di Desa Adat Munggu Kecamatan Mengwi Kabupaten Badung Pande Ni Luh Putu Ayu Riantini; I Wayan Lasmawan; I Nengah Suastika
Ganesha Civic Education Journal Vol. 4 No. 1 (2022): April, Ganesha Civic Education Journal
Publisher : Program Studi PPKn Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/gancej.v4i1.1311

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk: (1) Mengkaji bagaimana filosofi Tradisi Mekotekan di Desa Adat Munggu Kecamatan Mengwi Kabupaten Badung, (2) Mengetahui nilai-nilai yang terkandung di dalam Tradisi Mekotekan di Desa Adat Munggu Kecamatan Mengwi Kabupaten Badung, (3) Mengkaji cara mempertahankan dan melestarikan Tradisi Mekotekan di Desa Adat Munggu Kecamatan Mengwi Kabupaten Badung. Pengumpulan data dilakukan dengan metode kualitatif dengan langkah selanjutnya: (1) menentukan lokasi survei, (2) menentukan informan, (3) pengumpulan data observasi (pengamatan), wawancara, studi dokumentasi, (4) analisis data. Penelitian ini membuat temuan yaitu : (1) filosofi Tradisi Mekotekan pada Desa Adat Munggu dari tradisi turun temurun yg dianggap bisa menolak bala, (2) nilai-nilai yg terkandung pada Tradisi Mekotekan ini diantaranya (a) Nilai Religius, (b) Nilai Gotong Royong, (c) Nilai Demokrasi, (d) Nilai Toleransi, (e) Nilai Peduli Sosial, (3) Upaya Pemertahanan Serta Pelestarian Tradisi Mekotek, Selaku Kepala Desa Adat Munggu yang masih aktif, Kepala desa melakukan berbagai upaya untuk mendukung Tradisi Mekotekan. Hal pertama yang dilakukan yaitu, setiap 6 bulan sekali, Tradisi ini diwajibkan untuk dilaksanakan guna menjaga serta melestarikan tradisi tersebut agar dapat terus berlanjut dari generasi ke generasi selanjutnya. Tidak lupa juga menyediakan fasilitas berupa kayu pulet yang nantinya digunakan pada acara Mekotekan.
Keterbatasan Komisi Yudisial dalam Menjalankan Tugas dan Kewenangan Berdasarkan Undang-Undang Dasar 1945 I Gede Sujana; I Made Sila; I Nengah Suastika; Rudi Ana Pali
IJOLARES: Indonesian Journal of Law Research Vol. 3 No. 1 (2025): IJOLARES : Indonesian Journal of Law Research
Publisher : CV Tirta Pustaka Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60153/ijolares.v3i1.108

Abstract

Perubahan UUD 1945 telah membawa perubahan yang sangat signifikan dalam berbagai aspek kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia. Setelah Perubahan UUD 1945, banyak ahli yang berpendapat, bahwa Komisi Yudisial memiliki peran yang tidak terlalu signifikan dalam mengawasi sistem peradilan untuk tegaknya hukum dan keadilan. Pendapat yang muncul dari pakar hukum adalah terbatasnya kewenangan Komisi Yudisial dalam menjalankan tugas dan kewenangannya menurut UUD 1945. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kajian literature (literature review). Data yang bersumber dari buku-buku dan jurnal ilmiah online kemudian dianalisis secara mendalam dan diintepretasikan dalam bentuk hasil penelitian yang dapat diterima umum. Hasil penelitian ini menunjukan, bahwa keterbatasan Komisi Yudisial dalam menjalankan tugas dan kewenangan berdasarkan UUD 1945 dapat dilihat dari 1) Luputnya Mahkamah Konstitusi dari pengawasan Komisi Yudisial. Mahkamah Konstitusi pernah mengeluarkan putusan yang membatasi kewenangan Komisi Yudisial dalam mengawasi hakim Mahkaham Konstitusi. 2) Struktur organisasi Komisi Yudisial yang terbatas. Karena jumlah personil dan sumber daya manusia di lembaga Komisi Yudisial yang terbatas dibandingkan dengan jumlah hakim di seluruh Indonesia. 3) Proses pengawasan yang panjang. Proses pengawasan di Komisi Yudisial melibatkan beberapa tahap, mulai dari penerimaan laporan hingga pengambilan keputusan. 4) Potensi konflik kewenangan antara Komisi Yudisial dan MA terkait dengan mekanisme pengawasan dan pengambilan keputusan terhadap hakim.
INTEGRASI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PEMBELAJARAN PKN UNTUK MENANAMKAN NILAI IDENTITAS DAN INTEGRASI NASIONAL PADA SISWA SEKOLAH DASAR SDN 1 MANIKYANG Ni Made Ari Dwijayanti; Dewa Bagus Sanjaya; I Nengah Suastika
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 2 (2025): Volume10 Nomor 2, Juni 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i2.23658

Abstract

Character education plays a crucial role in shaping national awareness and instilling values of identity and national integration in students from an early age. However, its implementation still faces various challenges, such as the lack of parental involvement, limited time due to curriculum demands, and inadequate school resources. These issues have the potential to hinder the effectiveness of character education in the Citizenship Education (PKn) subject. This study aims to analyze effective teaching approaches for instilling identity and national integration values and to identify challenges and solutions in implementing character education at SDN 1 Manikyang. This research employs a qualitative method with a case study approach. The research sample consists of teachers and students at SDN 1 Manikyang, selected using a purposive sampling technique. Data collection techniques include interviews, observations, and document analysis related to the curriculum and character education policies at the school. The data were analyzed using a qualitative descriptive method to understand the patterns and effectiveness of character education implementation in PKn learning. The findings reveal that several effective teaching approaches for instilling identity and national integration values include project-based learning, discussion and reflection methods, and teacher role modeling. The main challenges in implementing character education in this school include a lack of parental involvement, limited time within the curriculum, and insufficient supporting resources. The solutions implemented include increasing parental engagement, integrating character values across various subjects, and optimizing available resources.
INOVASI PEMBELAJARAN PKN UNTUK MEMBENTUK KARAKTER SISWA DI ERA DIGITAL i w. heru sanjaya; Dewa Bagus Sanjaya; I Nengah Suastika
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 02 (2025): Volume 10 No. 02 Juni 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i02.25225

Abstract

The digital era has brought significant impacts on the development of students’ character, both positively and negatively. In this context, Civic Education (PKn) plays a strategic role in shaping students' character based on the values of Pancasila. This article aims to explore various innovative approaches in Civic Education that are relevant and effective in developing students’ character amidst rapid technological advancement. Through literature review and analysis of teaching practices in schools, it is found that digital-based approaches—such as the use of interactive media, online learning platforms, and integration of character-based content—can enhance student engagement while instilling values of nationalism, responsibility, and tolerance. Innovative Civic Education that is adaptive and contextual has proven to bridge the needs of students in the digital age with the goals of character education. Therefore, active teacher involvement is essential in designing learning experiences that are not only informative but also transformative in shaping intelligent, responsible, and morally grounded citizens.
PENERAPAN MEDIA KADO RAGAM (KARTU DOMINO KEBERAGAMAN) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN PANCASILA SISWA KELAS V SDN 3 RENON I Nyoman Sudianta; Dewa Bagus Sanjaya; I Nengah Suastika
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 2 (2025): Volume10 Nomor 2, Juni 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i2.27109

Abstract

This study aims to determine the improvement of Pancasila learning outcomes of fifth grade elementary school students using Kado Ragam (Diversity Domino Cards) media. This research method is quantitative descriptive, with the type of classroom action research using two cycles. Data collection of student learning outcomes using multiple choice tests. The subjects of this study were 30 fifth grade students of SDN 3 Renon Denpasar. Based on the data from the research results of cycle I. obtained KKTP 70, average value 70.17, highest value 90, lowest value 50, absorption power 70.17% and percentage of learning completion 58.62%, with data on students who completed 17 people and did not complete 13 people, because the percentage of learning completion is still below 80%, the research was continued in cycle II. The results of the cycle II research showed an average value of 81.83, the highest value of 95, the lowest value of 60, absorption power of 81.83% and the percentage of learning completion of 86.21%, with student data that completed 26 people completed and 4 people did not complete and the research was stopped. The conclusion in this study is that the Kado Ragam media can improve learning outcomes of Pancasila Education. Suggestions for further research can create domino card media in other subjects.