Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Strategi Strategi Pemberdayaan UMKM Berbasis BUMDes melalui Focus Group Discussion dan Diseminasi Hasil Pengabdian untuk Mendukung Pembangunan Desa Berkelanjutan Menuju Pencapaian SDGs di Kabupaten Majene Syahrinullah Syahrinullah; Bulkis; St. Maria Ulfah; Fajar Rakasiwi Syamsuddin; Saddam Husain Tamrin; Devi Ayuni
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v7i3.19152

Abstract

Penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) menjadi salah satu pendekatan strategis dalam mendukung pembangunan desa berkelanjutan sekaligus mempercepat pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Kegiatan pengabdian ini bertujuan merumuskan strategi pemberdayaan UMKM melalui forum Focus Group Discussion (FGD) dan diseminasi hasil pendampingan yang melibatkan pemerintah daerah, pemerintah desa, BUMDes, pelaku UMKM, APDESI, serta perguruan tinggi. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui identifikasi permasalahan, diskusi terarah, penyusunan rekomendasi, dan dialog kebijakan. Hasil kegiatan menunjukkan terbentuknya kesepahaman antar pemangku kepentingan mengenai penguatan kapasitas UMKM, peningkatan kualitas produk, perluasan akses pemasaran, digitalisasi usaha, penguatan tata kelola BUMDes, serta pengembangan kemitraan lintas sektor. Selain menghasilkan rekomendasi strategis, kegiatan ini juga memperkuat komitmen kolaborasi antara Universitas Terbuka Majene dan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan ekonomi desa yang lebih inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan. Model kolaborasi ini berpotensi direplikasi pada desa lain sebagai bagian dari implementasi pembangunan berbasis SDGs.
The Paradox Of Inter-Sectoral Coordination In Coastal Food Security: A Multi-Stakeholder Network Analysis In Majene Regency, Indonesia Saddam Husain Tamrin; Novayanti Sopia Rukmana S; Bulkis Bulkis; Syarinullah Syahrinullah; Febrianto Syam
Jurnal Administrasi Publik Vol 17, No 1 (2026): JURNAL ADMINISTRASI PUBLIK
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jap.v17i1.37154

Abstract

This research highlights the coordination paradox in food security in Majene Regency. While the region boasts abundant natural resources, particularly in the maritime and agricultural sectors, institutional coordination remains fragmented. Formal institutions, such as the Food Security Council, have been inactive since 2021. To understand this issue, the research involved in-depth interviews with 15 key stakeholders from five government agencies and community groups. Social network analysis was used to map relationships between actors and identify gaps that hinder food security governance. The results reveal a coordination paradox, where informal communication takes over the role of formal mechanisms. This creates a resilient but inefficient governance structure. These findings enrich institutional studies by offering a "coordination gap framework" that explains how resource abundance can lead to coordination failures in multi-level governance systems.
Pelayanan Bantuan Sosial Di Tengah Pandemi Covid-19 Kabupaten Soppeng Resky Amalia P; Humaidid Muhajir; Saddam Husain Tamrin; Sirnan Sirnan; Eka Fitra Ramadani Salam; Aswar Annas
Jurnal Ilmiah Tata Sejuta STIA Mataram Vol 7 No 2 (2021): JURNAL ILMIAH Tata Sejuta STIA Mataram
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32666/tatasejuta.v7i2.220

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengukur kepuasan masyarakat terhadap pelayanan bantuan sosial di masa pandemi Covid-19. Bantuan tersebut terdiri dari lima program: PKH, BPNT, RASTRA, BSNT, dan BSP. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif yang bersifat eksploratif yang terdiri dari 250 responden, masing-masing 50 respoden setiap program. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Indeks Kepuasan Masyarakat terhadap layanan bantuan sosial pada Dinas Sosial Kabupaten Soppeng tertinggi ke terendah: BPNT, BST, BSP & PKH, dan RASTRA. Secara keseluruhan, masyarakat penerima bantuan sosial menilai baik pelayanan program bantuan sosial di tengah pandemi Covid-19.