Claim Missing Document
Check
Articles

PENCIPTAAN HAIR ORNAMENT DENGAN MEMANFAATKAN LIMBAH RAMBUT UNTUK PENATAAN RAMBUT FREE STYLE OEMARYOGA, CHINDRAKASIH; MASPIYAH
Jurnal Tata Rias Vol. 7 No. 3 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v7n3.26404

Abstract

ABSTRAK PENCIPTAAN HAIR ORNAMENT DENGAN MEMANFAATKAN LIMBAH RAMBUT UNTUK PENATAAN RAMBUT FREE STYLE Nama : Chindrakasih Oemaryoga NIM : 13050634003 Program studi : S1 Pendidikan Tata Rias Jurusan : Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Fakultas : Teknik Nama Lembaga : Universitas Negeri Surabaya Pembimbing : Dr. Maspiyah, M.Kes Limbah rambut dapat dimanfaatkan menjadi bahan pembuatan hair ornament untuk penataan rambut free style. Penelitian inibertujuan untuk (1) mencipta hair ornament berbahan limbah rambut berdasarkan prinsip desain, dan untuk (2) mengetahui tanggapan panelis mengenai hasil jadi bentuk hair ornament berbahan limbah rambut pada penataan rambut free style. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif, data yang dikumpulan menggunakan lembar observasi yang melibatkan 30 observer. Analisis data secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) limbah rambut dengan berbagai macam kondisi, diantaranya rambut lurus, rambut keriting dan rambut yang telah melalui proses pewarnaan, dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan hair ornament. Kondisi limbah rambut yang dinilai tidak layak untuk digunakan adalah damage hair atau rambut yang rusak karena treatment tertentu, serta rambut dengan panjang kurang dari 2 cm, dan(2)hair ornament yang memperoleh tanggapan positif oleh panelis adalah hair ornament A1, yang memiliki rata-rata nilai meliputi aspek kesatuan (2,83), aspek keseimbangan (2,83), aspek irama (2,83), aspek pusat perhatian (2,83), aspek kontras (2,67) dan aspek proporsi (2,9). Hair ornament A1 dengan panjang 28 cm dinilai memiliki proporsi ukuran yang sesuai dengan bentuk penataan rambut dan pemakainya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa limbah rambut dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan hair ornament untuk penataan rambut free style, dan ukuran hair ornament yang dianggap sesuai adalah dari ukuran panjang wajah pemakainya. Kata kunci: hair ornament, limbah rambut, free style.
MINAT KONSUMEN TERHADAP NAIL ART HALAL DI COUNTER HALAL NAIL GRESIK DONASAGITA, AMELLIA; MASPIYAH
Jurnal Tata Rias Vol. 8 No. 1 (2019)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v8n1.27027

Abstract

PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PADA KOMPETENSI DASAR PERAWATAN KULIT KEPALA DAN RAMBUT MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG DENGAN MEDIA VIDEO NINDYA NINGTYAS HUTAMI, LAKSHITA; MASPIYAH
Jurnal Tata Rias Vol. 8 No. 1 (2019)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v8n1.27089

Abstract

Model pembelajaran langsung dirancang khusus untuk menunjang proses belajar siswa yang berkaitan dengan pengetahuan deklaratif dan pengetahuan prosedural sehingga membantu siswa mempelajari keterampilan dasar. Tujuan penelitian ini: 1) mengetahui keterlaksanaan sintaks model pembelajaran langsung dengan media video, 2) mengetahui aktivitas siswa, 3) mengetahui peningkatan hasil belajar siswa, dan 4) mengetahui respon siswa pada penerapan model pembelajaran langsung dengan media video pada kompetensi dasar perawatan kulit kepala dan rambut di SMKN 2 Jombang. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Penelitian ini menggunakan subyek siswa kelas X Kecantikan 2 SMK Negeri 2 Jombang sebanyak 27 siswa. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, tes hasil belajar dan angket. Hasil penelitian pada menunjukkan: 1) keterlaksanaan sintaks model pembelajaran langsung dengan media video mendapatkan nilai rata-rata 35,67 (sangat baik), 2) aktivitas siswa pada siklus I mendapatkan nilai rata-rata keseluruhan sebesar 89% (sangat baik) dan pada siklus II mendapatkan 97% (sangat baik), 3) hasil belajar siswa pada siklus I terdapat siswa yang tidak tuntas sebanyak 11 siswa dengan nilai rata-rata 76,2 dan pada siklus II memiliki nilai rata-rata 81,6 dengan ketuntasan 100%, 4) respon siswa mendapat presentase sebesar 90% (sangat baik). Berdasarkan hasil penelitian tersebut, terjadi peningkatan pada aktivitas siswa dari siklus I ke siklus II meningkat 8%, dan hasil belajar siswa sebesar 5,4. Kata kunci: penerapan model pembelajaran langsung, media video.
PENINGKATAN KETERAMPILAN PERAWATAN KULIT WAJAH (FACIAL) HIPERPIGMENTASI MELALUI PELATIHAN PADA IBU-IBU ANGGOTA AISYIYAH RANTING KALITENGAH KECAMATAN TANGGULANGIN KABUPATEN SIDOARJO KALUNI INDAH KUSUMA, MAHESTINING; MASPIYAH
Jurnal Tata Rias Vol. 8 No. 3 (2019)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v8n3.29186

Abstract

Abstrak Perawatan kulit wajah merupakan suatu kinerja yang memiliki tujuan untuk membersihkan kulit, menutrisi kulit dan menghilangkan secara bertahap sel-sel kulit wajahh yang sudah mati. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk 1) Mengetahui keterlaksana pelatihan, 2) Aktivitas peserta pelatihan,3) Peningkatan keterampilan dan 4) Respon peserta pelatihan perawatan kulit wajah (facial) hiperpigmentasi secara manual. Jenis penelitian ini adalah pre-eksperimental design dengan menggunakanp rancangan one grop pre-test post-test design. Subjek penelitian ini adalah anggota Aisyiyah sebanyak 30 orang peserta. Teknik yang digunakan dalam pengambilan data dengan observasi, test dan angket. Analisa penelitian data pada penelitian ini menggunakan deskriptif dan uji-t berpasangan dengan SPSS 25. Hasil penelitian menunjukan bahwa pelaksanaan pelatihan perawatan kulit wajah (facial) hiperpigmentasi secara manual memberi hasil rata-rata 3,93 mendapat kriteria penilaian sanggat baik. Aktivitas peserta menunjukkan hasil keseluruhan 3,79 mendapat kriteria penilaian sangat aktif. Peningkatan keterampilan peserta menunjukkan bahwa meningkatnya keterampilan perawatan kulit wajah (facial) hiperpigmentasi secara manual melalui pelatihan dengan nilai signifikan 0,000 (P ? 0,005). Hasil respon siswa menunjukan 96% merupakan sangat baik. Kata Kunci : Perawatan kulit wajah, Hierpigmentasi. Abstract Facial skin care is an action that has the goal to clean the skin of the face, nourish the skin and gradually eliminate the dead skin cells of the face. The objectives of this study were to 1) Know the feasibility of training, 2) Activity of trainees, 3) Enhancementt of skiills and 4) Responsee of training participantsp to hyperpigmented facial skin care manually. This type of research is pre-experimental design using the one grop pre-test post-test design. The subjects of this study were 30 members of Aisyiyah. The techniquel used in retrieving datal usesl observation, tests and questionnaires. Analysis of research data in thisl study used descriptive and t-test paired with SPSS 25. The result showedp that thep implementation of manual hyperpigmentation facial skin care training showed an average score of 3.93 that the evaluation criteria were good. Participant activities showed an average yield of 3.79 which received very good assessment criteria. Increased skills of participants showed that there was an increase in the skillsop of afacial hyperpigmentation facial nurses manually through training with a significance value of 0,000 (t table ? 0.005). The results of student responses showed 96% were very good criteria. Keywords: Facial, Hyperpigmentasi
PENGARUH PROPORSI KULIT KENTANG (Solanum tuberosum) DAN KULIT JERUK KEPROK(Citrus reticulate) TERHADAP SIFAT FISIK SERBUK FACE SCRUB BERBAHAN DASAR TEPUNG BERAS KUSNIA, NAIM; MASPIYAH
Jurnal Tata Rias Vol. 8 No. 3 (2019)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v8n3.29187

Abstract

Abstrak: Kulit kentang dan kulit jeruk keprok merupakan bagian dari buah yang banyak dibuang oleh masyarakat.Kulit kentang dan jeruk memiliki khasiat sebagai antioksidan untuk kulit dan bisa dimanfaatkan dalam bentuk face scrub. Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis pengaruh proporsi tepung kulit kentang dan tepung kulit jeruk terhadap hasil jadi Face scrub meliputi aroma, tekstur, daya lekat, warna, dan kesukaan panelis dan mengetahui proporsi face scrub yang baik. Jenis penelitian ini adalah eksperimen. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Tata Rias Universitas Negeri Surabaya. Perlakuan penelitian ini yaitu proporsi tepung kulit kentang dan tepung kulit jeruk keprok, proporsi yang digunakan (kulit kentang: kulit jeruk keprok) yaitu X1= (6:1), X2= (5:2), X3= (4:3), X4= (3:4). Variabel terikatnya meliputi aroma, warna, tekstur, daya lekat dan tingkat kesukaan panelis terhadap face scrub. Metode pengumpulan data yaitu menggunakan lembar observasi oleh 30 orang panelis. Analisis data yaitu dengan uji Anava Tunggal dan Uji Duncan dengan bantuan program SPSS 20. Berdasarkan hasil uji Anava tunggal menunjukkan bahwa terdapat pengaruh proporsi tepung kulit kentang dan kulit jeruk keprok terhadap sifat fisik face scrub aroma, warna, tekstur, daya lekat, dan kesukaan panelis. Hasil uji Duncan face scrub beraroma kulit buah jeruk cukup tajam, berwarna coklat kekuningan, bertekstur kasar, mempunyai daya lekat dan sangat disukai panelis. Proporsi face scrub terbaik adalah X3=(4:3). Abstract Potato skin and orange peel are part of the fruit that many people throw away. Potato skin and oranges have properties as antioxidants for the skin and can be used in the form of face scrubs. The purpose of this study was to analyze the effect of the proportion of potato skin flour and orange peel flour on the results of Face scrubs including aroma, texture, stickiness, color, and preference of panelists and to know the proportion of good face scrubs. This type of research is an experiment. This research was carried out at the Surabaya State University Makeup Laboratory. The treatment of this study is the proportion of potato skin flour and tangerine skin flour, the proportion used (potato skin: tangerine peel), namely X1 = (6: 1), X2 = (5: 2), X3 = (4: 3), X4 = (3: 4). The dependent variable includes aroma, color, texture, stickiness and the level of preference of the panelists for face scrubs. The method of data collection is using an observation sheet by 30 panelists. Data analysis is by testing the Single Anova and Duncan Test with the help of the SPSS 20 program. Based on the results of a single ANOVA test showed that there was an effect of the proportion of potato skin flour and orange peel on the physical properties of face scrub, namely aroma, color, texture, stickiness, and preference of panelists. Duncans test results on face scrubs with citrus fruit scents are quite sharp, yellowish-brown, coarse textured, have sticky power and are highly favored by panelists. The best proportion of face scrubs is X3 = (4: 3). Keywords: Potato skin, Orange skin, face scrub, physic properties.
PENGUASAAN KOMPETENSI TATA RIAS WAJAH KARAKTER MENGGUNAKAN PROSTHETIC MELALUI MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG DI SMK NEGERI 1 BATU HARDIANI, FIANDITA; MASPIYAH
Jurnal Tata Rias Vol. 8 No. 3 (2019)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v8n3.31216

Abstract

PENGARUH PROPORSI TEPUNG BIJI NANGKA DAN DAUN SIRIH (PIPERIS FOLIUM) TERHADAP SIFAT FISIK DAN MASA SIMPAN MASKER WAJAH TRADISIONAL PUTRI, VERAWATI; MASPIYAH
Jurnal Tata Rias Vol. 8 No. 3 (2019)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v8n3.31227

Abstract

KAJIAN TATA RIAS TRADISIONAL SENI TARI WARANGGONO DALAM LANGEN TAYUB DI KECAMATAN JATIROGO KABUPATEN TUBAN FITRIA PRIHATININGSIH, SISWI; MASPIYAH
Jurnal Tata Rias Vol. 8 No. 3 (2019)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v8n3.31281

Abstract

Abstrak Langen tayub kesenian sebagai cultural heritage harus dipahami sebagai warisan yang mesti dilestarikan dan sekaligus dikembangkan agar menjadi panorama indah. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi jenis dan makna tata rias wajah, penataan sanggul, busana, dan aksesoris tari waranggono dalam seni langen tayub di kecamatan Jatirogo kabupaten Tuban. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan metode triangulasi, yang meliputi 1) wawancara, 2) observasi, dan 3) dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tata rias wajah waranggono atau sindir memiliki ciri khas lebih glamuor. Penataan rambut waranggono atau sindir menggukan Ukel Konde. Busana yang digunakan adalah mekak sebagai kain penutup bagian dada, stagen, sabuk, jarik khas Jawa dan selendang atau sampur. Aksesoris yang digunakan adalah bunga ronce melati, bunga mawar, cunduk, anting, bross, kalung, gelang dan cincin. Makna yang terkandung pada seni tari waranggono dalam langen tayub di kecamatan Jatirogo kabupaten Tuban mempunyai arti sebagai tanda kesejahteraan, kemakmuran, dan kesuburan. Sebagai tanda bahwa mendapatkan hasil bumi (panenan). Kata kunci: Tata Rias Waranggono, Langen Tayub, Kecamatan Jatirogo. Abstract Langen tayub art as a cultural heritage must be understood as a legacy that must be preserved and at the same time developed to be a beautiful panorama. The purpose of this study is to identify the types and meanings of make up, hairdressing, clothing and waranggono dance accessories in the Langen Tayub art in Jatirogo sub-district, Tuban district. This research is a descriptive study with a qualitative approach. Data collection techniques using the triangulation method, which includes 1) interviews, 2) observations, and 3) documentation. The results showed that the makeup of waranggono or satire had more glamuoric characteristics. Hair styling or satire using Ukel Konde. Clothing that is used is mekak as a cloth covering the chest, stagen, belt, Javanese typical finger and shawl or sampur. Accessories used are jasmine ronce flowers, roses, cows, earrings, bross, necklaces, bracelets and rings. The meaning contained in the waranggono dance in Langen Tayub in Jatirogo sub-district of Tuban has a meaning as a sign of prosperity, prosperity, and fertility. As a sign that getting crops (harvest). Keywords: Waranggono Make Up, Langen Tayub, Jatirogo District.
Hasill Perwujudann Modifikasi Tataa Riasi lPengantin Putril Jenggolol Sidoarjolo JUNIAR RAHMADAYANI, FIREZA; MASPIYAH
Jurnal Tata Rias Vol. 8 No. 3 (2019)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v8n3.31288

Abstract

KEMAMPUAN MERIAS KARAKTER PENARI THENGUL MELALUI PELATIHAN DI SANGGAR SAYAP JENDELA BOJONEGORO APRILIASARI, RIZKI; MASPIYAH
Jurnal Tata Rias Vol. 9 No. 1 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v9n1.33114

Abstract