Claim Missing Document
Check
Articles

INOVASI LTSA PTKLN (LAYANAN TERPADU SATU ATAP PENEMPATAN TENAGA KERJA LUAR NEGERI) DI DINAS TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI (DISNAKERTRANS) KABUPATEN TULUNGAGUNG RINDA PARADISTA; MEIRINAWATI
Publika Vol 7 No 7 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v7n7.p%p

Abstract

Abstrak Sebagai pelaku pelayan harus memberikan pelayanan yang baik bagi penerima layanan, karena pelayanan yang baik mampu memberikan citra yang baik bagi instansi dan masyarakat merasa puas terhadap pelayanan tersebut. Maka Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Tulungagung dituntut maksimal dalam memberikan Pelayanan kepada masyarakat. Akhirnya Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi meluncurkan sebuah inovasi Layanan Terpadu Satu Atap Penempatan Tenaga Kerja Luar Negeri (LTSA PTKLN) yang bertujuan untuk mempermudah pelayanan dalam kepengurusan semua berkas yang diperlukan masyarakat Kabupaten Tulungagung terutama Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI). Inovasi ini muncul karena ada beberapa keluhan dari CPMI dan di Kabupaten Tulungagung itu sendiri mayoritas masyarakatnya bekerja di Luar Negeri. Pelaksanaan inovasi LTSA PTKLN ini dilaksanakan di wilayah Kantor Disnakertrans Kabupaten Tulungagung. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan inovasi Layanan Terpadu Satu Atap Penempatan Tenaga Kerja Luar Negeri (LTSA PTKLN) di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (DISNAKERTRANS) Kabupaten Tulungagung. Jenis penelitian yang digunakan ini adalah deskriptif yang menggunakan metode kualitatif. Sedangkan fokus penelitiannya menggunakan teori atribut inovasi menurut Rogers dalam Suwarno (2008: 16) meliputi Relative Advantage (Keuntungan Relatif), Compatibility (Kesesuaian), Complexity (Kerumitan), Triability (Kemungkinan dicoba), dan Observability (Kemampuan diamati). Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian tersebut menunujukan bahwa Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Tulungagung berusaha keras dalam melaksanakan inovasi Layanan Terpadu Satu Atap Penempatan Tenaga Kerja Luar Negeri (LTSA PTKLN) guna untuk mengatasi semua keluhan masyarakat Kabupaten Tulungagung khususnya Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI).serta terbentuknya kualitas pelayanan publik yang lebih baik dari sebelumnya. Dari kelima indikator yang digunakan sebagai teori penelitian tersebut sudah menggambarkan dapat mengatasi semua keluhan masyarakat Kabupaten Tulungagung khususnya CPMI serta menunujukan bahwa inovasi dapat dikatakan berhasil. Akan tetapi, dalam pelaksanaannya masih terdapat beberapa kekurangan yaitu yang pertama sosialisasi yang kurang merata, yang kedua fasilitas yang kurang serta yang terakhir letak kantor LTSA PTKLN yang kurang strategis. Sehingga peneliti memberikan saran yaitu petugas LTSA PTKLN terjun langsung ke masyarakat untuk mensosialisasikan inovasi tersebut, Penambahan fasilitas yang kurang, serta pemindahan letak kantor LTSA PTKLN di area tengah-tengah kota. Kata Kunci : Inovasi, Pelayanan Publik, LTSA PTKLN Abstract Tulungagung Regency Manpower and Transmigration Office (Disnakertrans) is demanded maximally in providing services to the community. Finally, the Department of Manpower and Transmigration launched an innovative One-Stop Integrated Service for Placement of Overseas Workers (LTSA PTKLN) which aims to facilitate services in managing all files needed by the people of Tulungagung Regency, especially Prospective Indonesian Migrant Workers (CPMI). This innovation arose because there were a number of complaints from CPMI and in Tulungagung District itself the majority of the community worked abroad. The implementation of PTSAs LTSA innovation was carried out in the area of the Tulungagung District Manpower Office. This study aims to describe the innovation of the One-Stop Integrated Service for Placement of Overseas Workers (LTSA PTKLN) in the Department of Manpower and Transmigration (DISNAKERTRANS) of Tulungagung Regency. This type of research used is descriptive which uses qualitative methods. While the focus of his research uses the theory of innovation attributes according to Rogers in Suwarno (2008: 16) including Relative Advantage, Compatibility, Complexity, Triability, and Observability. Data analysis techniques in this study used observation, interview and documentation techniques. The results of the study show that the Tulungagung District Manpower and Transmigration Office is striving to implement an innovative One-Stop Integrated Service for Foreign Workers Placement (LTSA PTKLN) in order to address all complaints from the people of Tulungagung Regency, especially Prospective Indonesian Migrant Workers (CPMI). better public service than before. Of the five indicators used as the research theory, it has been described to be able to overcome all the complaints of the people of Tulungagung Regency, especially CPMI, and show that innovation can be said to be successful. However, in its implementation there are still some shortcomings, namely the first is uneven socialization, the second is the lack of facilities and the last is the location of PTSAs LTSA office which is less strategic. So the researcher gave a suggestion that PTKLN LTSA officers went directly to the community to socialize the innovation, the addition of less facilities, and the relocation of the PTKLN LTSA office in the middle of the city. Keywords: Innovation, Public Services, LTSA PTKLN
KUALITAS PELAYANAN PAJAK ONLINE E-BILLING DI KANTOR PELAYANAN PAJAK PRATAMA SIDOARJO BARAT YUSRI SIHAM; MEIRINAWATI
Publika Vol 7 No 8 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v7n8.p%p

Abstract

AbstrakPenciptaan kualitas pelayanan publik yang merupakan upaya pemerintah dalam memenuhi kebutuhan masyarakat akan pelayanan yang baik. Direktorat Jenderal Pajak sebagai institusi penghimpun penerimaan negara pada sektor perpajakan memberikan pelayanan e-billing (pembayaran pajak online). Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui dan mendeskripsikan Kualitas pelayanan e-billing (pembayaran pajak online) di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Sidoarjo Barat. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Adapun teknik pengambilan sumber data dalam penelitian ini yaitu menggunakan tekhnik purpossive sampling. Fokus penelitian ini adalah kualitas pelayanan e-billing (pembayaran pajak online) di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Sidoarjo Barat yang dilihat dari enam indikator kualitas pelayanan publik Sinambela (2014:6) yang diharapkan masyarakat tercermin dari: transparansi, akuntabilitas, kondisional, partisipatif, kesamaan hak, serta keseimbangan hak dan kewajiban. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan e-billing (pembayaran pajak online) di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Sidoarjo Barat dikatakan cukup baik. Dalam indikator transparansi, layanan yang terbuka, memiliki prosedur yang mudah dan dapat dipahami oleh masyarakat. Dalam indikator akuntabilitas, pelayanan e-billing dapat dipertanggungjawabkan dalam peraturan perundang-undangan. Pada indikator kondisonal, pelayanan yang mempertimbangkan kondisi pemberi dan penerima layanan, indikator partisipatif, pelayanan ini mendorong peran serta partisipatif yang baik dari masyarakat. Indikator kesamaan hak, pelayanan ini bersifat non diskriminatif. Dalam indikator keseimbangan hak dan kewajiban terwujudnya pelayanan yang adil dan memenuhi harapan masyarakat untuk mendapatkan pelayananterbaik.Kata Kunci: Kualitas, Pelayanan, E-Billing
KUALITAS PELAYANAN SENIN MILITAN (JAM PIMPINAN, SOSIALISASI DAN CANGKRUKAN) DI POLRES PELABUHAN TANJUNG PERAK SURABAYA (Studi Kelurahan Asemrowo Kecamatan Asemrowo) AYU DEWI CAHYANI; MEIRINAWATI
Publika Vol 7 No 8 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v7n8.p%p

Abstract

AbstrakPada dasarnya setiap manusia pasti membutuhkan yang namanya sebuah pelayanan. Dengan adanya perkembangan jaman di era globalisasi sekarang ini yang semakin berkembang banyak di manfaatkan oleh pihakyinstansi untuk meningkatkan kualitas pelayanannya, karena pelayanan yang baik mampu memberikan citra yang baik bagi instansi tersebut. Dalam pelayanan yang diberikan oleh pihak kepolisian membuat masyarakat masih kurang mendapatkan sentuhan, sehingga Polres Pelabuhan Tanjung Perak membuat sebuah 6 program unggulan salah satunya yaitu Program Senin Militan. Pelayanan ini dilaksanakan setiap hari Senin dengan memberikan sosialisasi kepada masyarakat dan juga anggota/pegawai yang bertujuan untuk mendekatkan diri serta menjalin silaturahmi, dengan kegiatan cangkrukan kepada masyarakat dan kegiatan Jam Pimpinan pada anggota/pegawai kepolisian. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan, memahami dan menjelaskan mengenai kualitas pelayanan pada Senin Militan yang ada di Polres Pelabuhan Tanjung Perak. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Focus penelitian ini dengan menggunakan teori Kualitas Pelayanan menurut Parasurahman meliputi tangible (bentuk fisik), reliability (keandalan), responsiviness (ketanggapan), assurance (jaminan) dan emphaty (empati). Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner dan observasi sedangkan teknik analisis datanya menggunakan analisis data kuantitatif dan analisis deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah 862 responden dengan sampel sejumlah 90 responden. Penelitian ini menggunakan teknik sampling incidental hasil sampel yang didapatkan yaitu 45 responden dari anggota/pegawai kepolisian dan sisanya masyarakat di kelurahan Asemrowo kecamatan Asemrowo yang berjumlah 45 responden. Dari kelima indikator yang digunakan sebagai teori penelitian tersebut hasil sudah menggambarkan dapat mengatasi semua keluhan masyarakat di Kelurahan Asemrowo serta menunujukan bahwa kualitas pada pelyanan Senin Militan dapat dikatakan berhasil, meskipun terdapat kekurangan dalam pelaksanaanya. Pada hasil penelitian ini menunjukan bahwa prosentase rata-rata pada semua indikator sebesar 83,21% atau berada di kategori nilai sangat baik. Indikator tangible memperoleh prosentase 83,48%. Indikator reliability memperoleh prosentase sebesar 83,47%. Indikator responsiviness memperoleh prosentase 84%. Indikator assurance memperoleh prosentase sebesar 82,72% dan pada inikator yang terakhir pada kualitas pelayanan yaitu emphaty memperoleh prosentase sebesar 82,27%. Saran yang dapat peneliti berikan mengenai penelitian ini yaitu pertama penambahan fasilitas yang kurang dalam pelaksanaan Senin Militan, kedua ditingkatkan kembali terkait gerak cepat dalam menangani permasalahan yang terjadi, ketiga perlu adanya evaluasi dalam pelaksanaan pelayanan Senin Militan, keempat perlunya mengikuti pelatian untuk lebih sigap dan menambah pengetahuan, dan kelima yaitu dijadikan sebuah motivasi atas apresiasi yang telah diberikan masyarakat kepada penyelenggara pelayanan Senin Militan. Kata Kunci: Pelayanan Publik, Kualitas Pelayanan, Sosialisasi.
Inovasi Layanan Bolam (Bioskop Literasi Anak dan Masyarakat) di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sidoarjo RAHMANIA AZIZAH; MEIRINAWATI
Publika Vol 7 No 8 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v7n8.p%p

Abstract

Pelayanan publik merupakan kegiatan yang dilakukan bertujuan untuk mencapai kebutuhan masyarakat serta tujuan negara. Salah satu tujuan negara yiatu mencerdaskan kehidupan bangsa dapat dicapai melalui literasi yang oleh pemerintah salah satunya diwenangkan kepada perpustakaan. Perkembangan teknologi bagi literasi seakan bermata dua, dapat menjauhkan masyarakat dari buku dan dimanfaatkan sebagai perkembangan media literasi baru, literasi visual. Salah satu perpustakaan yang mengembangkan media literasi visual adalah Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sidoarjo melalui Inovasi Layanan Bolam (Bioskop Literasi Anak dan Masyarakat). Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan Inovasi Layanan Bolam (Bioskop Literasi Anak dan Masyarakat) di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sidoarjo. Jenis penelitian yang digunakan yaitu deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Fokus penelitian berdasarkan 5 (Lima) Faktor Keberhasilan Inovasi menurut Cook, Matthews dan Irwin dalam Ningtias (2018) yang meliputi: Kepemimpinan, Manajemen/Organisasi, Manajemen Risiko, Sumber Daya Manusia dan Teknologi. Teknik analisis data terdiri Dari observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan berdasarkan teknik oleh Miles and Huberman.Hasil penelitian inovasi Layanan Bolam: (1) Kepemimpinan, pemimpin memiliki peran, tanggungjawab dan komitmen serta kepedulian terhadap layanan perpustakaan; (2) Manajemen/Organisasi, starategi sosialisasi yang dipilih sudah baik, walaupun masih ditemui pemustaka yang tidak mengetahui layanan serta pembagian sesi layanan yang belum optimal; (3) Manajemen Risiko, sudah tedapat solusi untuk mengatasi kendala dalam inovasi layanan Bolam, yakni masalah yang berkaitan dengan pemustaka dan jam layanan; (4) Sumber Daya Manusia, pelaksana sudah melaksanakan tugas sesuai dengan tupoksi, meskipun tidak tedapat pelatihan secara khusus; (5) Teknologi, sudah baik walaupun terbatas pada alat teknologi hardware, seperti komputer, LCD, dan perangkat lainnya. Dapat disimpulkan bahwa Inovasi Layanan Bolam (Bioskop Literasi Anak dan Masyarakat) di Kabupaten Sidoarjo sudah berjalan dengan baik. Saran dari peneliti adalah melakukan update informasi website resmi sebagai media untuk promosi Layanan Bolam dan melakukan pembagian
Efektivitas Program Rumah Bahasa di Balai Pemuda Kota Surabaya NATASHA SALSABILA UTOMO; MEIRINAWATI
Publika Vol 8 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v8n1.p%p

Abstract

Pada era globalisasi saat ini, Manusia tidak hanya dituntut menguasai bahasa nasional, tetapi dituntut juga menguasai bahasa asing guna menunjang kebutuhan berkomunikasi dengan orang di seluruh dunia. Maka, Pemerintah Kota Surabaya mendirikan tempat pelatihan bahasa asing, yaitu Rumah Bahasa pada 4 Febuari 2014. Terkait kepengurusan struktural, Rumah Bahasa Surabaya berada di bawah Bagian Administrasi Kerjasama Pemerintah Kota Surabaya, sebagai penanggung jawab terhadap pelaksanaan program kerja. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini menggunakan teori Efektivitas Program menurut Pertiwi dan Nurcahyanto (2017) meliputi sasaran program, pemahaman program, ketepatan sasaran program, tujuan program dan perubahan nyata. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuisioner, wawancara, dan observasi.Populasi dalam penelitian ini adalah 4083 responden, dengan sampel 98 responden. Penelitian ini menggunakan teknik sampling insidental. Dari kelima indikator yang digunakan sebagai teori penelitian tersebut menunjukkan bahwa program rumah bahasa berjalan sangat efektiv, meskipun terdapat kekurangan dalam pelaksanaannya. Indikator sasaran program mempeloreh prosentase 87,43%. Indikator sasaran program memperoleh prosentase 88,98%. Indikator ketepatan sasaran program memperoleh prosentase 92,61%. Indikator tujuan program memperoleh prosentase 82,68%. Indikator perubahan nyata memeperoleh prosentase 89,56%. Saran yang dapat peneliti berikan mengenai penelitian ini yaitu dengan meningkatkan sosialisasi dengan bekerjasama dengan mitra tertentu, memperbarui mengenai kegiatan yang dilakukan dirumah bahasa pada website, dan menambah jumlah sumber daya pengajar non bahasa inggris. Kata kunci : efektivitas rumah bahasa, pelatihan bahasa asing, program rumah bahasa
Inovasi Aplikasi SANTRI RS (SMS Antrian Rumah Sakit) Android Di Instalasi Rawat Jalan Poliklinik Spesialis Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Sidoarjo INGE CINDY PRADINA; MEIRINAWATI
Publika Vol 8 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v8n1.p%p

Abstract

Pelayanan dibidang kesehatan merupakan aspek yang sangat. RSUD di Kabupaten Sidoarjo rumah sakit milik pemerintahan daerah yang mengutamakan pelayanan yang optimal untuk pasien. RSUD Sidoarjo mengeluarkan pngantrian pasien instalasi rawat jalan secara online yaitu inovasi Santri (SMS antrian) di RSUD Sidoarjo pada 1 April tahun 2016 diseluruh poliklinik RSUD Sidoarjo. Tetapi sejak tanggal 5 September 2019 Santri (SMS antrian) berubah menjadi aplikasi yang bernama Santri RS (SMS Antrian Rumah Sakit) Android yang dapat di download melalui google playstore. Manfaat dalam aplikasi SANTRI RS Android untuk mengakomodir kebutuhan pasien terkait antrian untuk rawat jalan di RSUD Sidoarjo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan hasil inovasi Aplikasi Santri RS (SMS Antrian Rumah Sakit) Android di Instlasi Rawat Jalan Poliklinik Spesialis RSUD Sidoarjo. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sedangkan fokus penelitiannya menggunakan inovasi perawatan kesehatan. Faktor kunci yang di pengaruhi proses inovasi di sektor publik meliputi: tata kelola inovasi, sumber ide-ide untuk inovasi, budaya inovasi, kemampuan dan alat-alat, tujuan, hasil, driver, dan hambatan, mengumpulkan data inovasi untuk inovasi tunggal. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Governance and innovation (tata kelola inovasi) yang terdapat dalam inovasi aplikasi Sanri RS Android di instalasi rawat jalan poliklinik spesialis RSUD Sidoarjo dengan adanya payung hukum dan SOP (Standart Operasional Prosedur) dalam pelaksanaan nya, Innovation culture (budaya inovasi) pasien yang sudah mendaftar melalui aplikasi Santri RS juga mendaftar manual sehingga pasien tersebut mendaftar melalui dua cara dengan nomor antrian yang didapat sama saja, Objectivies Outcomes drivers and obstalces Dari beberapa hambatan yang terjadi menimbulkan harapan kedepan dari pasien untuk pelaksanaan aplikasi Santri RS android yaitu sosialisasi pihak RSUD Sidoarjo lebih ditingkatkan dan diperbaiki lagi dalam aplikasi agar tidak sering terjadi error. Kata kunci : Pelayaan Publik, Inovasi Pelayanan Publik, Aplikasi SANTRI RS
EFEKTIVITAS PELAYANAN ADMINISTRASI 30 DETIK DI DESA PANGKAHKULON KECAMATAN UJUNGPANGKAH KABUPATEN GRESIK RISNAWA KARTIKA; MEIRINAWATI
Publika Vol 8 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v8n1.p%p

Abstract

Abstrak Suatu negara tentunya memiliki tujuan untuk mensejahterahkan masyarakatnya. Untuk mewujudkan tujuannya, pastinya negara memiliki upaya yang akan dilakukan demi terwujudnya tujuan tersebut. Salah satu upaya mensejahterahkan masyarakat yakni dengan menyediakan pelayanan publik. Adapun di Desa Pangkahkulon Kecamatan Ujungpangkah Kabupaten Gresik mempunyai keunggulan dalam bidang pelayanan yakni administrasi 30 detik yang bertujuan untuk memberikan pelayanan yang lebih mudah dan cepat tanpa harus menunggu lama, karena waktu yang dibutuhkan dalam penyelesaiannya hanya 30 detik. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui dan mendeskripsikan Efektivitas Pelayanan Administrasi 30 detik. Dengan menggunakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Fokus penelitian dengan menggunakan teori efektivitas pelayanan dari Peraturan MENPAN Nomor 15 Tahun 2014 meliputi persyaratan, prosedur pelayanan, waktu pelayanan, produk pelayanan, pengelolaan pengaduan, kompetensi pelaksana, perilaku pelaksana, sarana dan prasarana, jaminan keamanan. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan observasi, teknik analisis menggunakan analisis data kuantitatif dan analisis deskriptif. Populasi dalam penelitian ini 543 dengan sampel 84 responden. Penelitian ini menggunakan teknik sampling incidental. Sembilan indikator yang telah digunakan oleh peneliti tersebut menunjukkan bahwa penelitian ini dapat dikatakan berhasil, meskipun ada kekurangan dalam pelaksanaannya. persyaratan memperoleh 75,1%, prosedur pelayanan memperoleh 73,6%, waktu pelayanan memperoleh 74,9%, produk pelayanan memperoleh 75,7%, pengelolaan pengaduan memperoleh 76,4%, kompetensi pelaksana memperoleh 75,5%, perilaku pelaksana memperoleh 76,9%, sarana dan prasarana memperoleh 77,2%, jaminan keamanan memperoleh 73,3%. Keseluruhan nilai persentase dari sembilan indikator efektivitas pelayanan memperoleh 73,0% yang berarti “Efektif”.Saran yang dapat peneliti berikan mengenai penelitian yaitu diadakannya sosialisasi mengenai persyaratan, prosedur dan waktu pelayanan yang jelas, untuk alur persyaratan diubah seperti dibuatkannya papan atau banner yang berisi tentang skema pelayanan, penambahan sarana dan prasarana yaitu kursi dan kipas angin dalam ruang pelayanan, ditambahkannya kapasitas memori atau ruang komputer sehingga dapat mencegah kelemotan pada saat pelayanan berlangsung. Kata Kunci : Efektivitas Pelayanan, Administrasi 30 detik Abstract A country must have a purpose for the welfare of the community. In order to realize its objectives, certainly the country has the effort to be made in order to materialize it. One of the efforts to enrich the community is by providing public services. In the village of Pangkahkulon in the district of Ujungpstepping Gresik Regency has an advantage in the field of service namely administration of 30 seconds that aims to provide services that are easier and faster without having to wait long, because the time required in the completion of only 30 seconds. The purpose of the study to know and describe the effectiveness of administrative services 30 seconds. By using quantitative descriptive research type. Research focus using the service effectiveness theory of regulation MENPAN number 15 year 2014 covering requirements, service procedures, service time, service products, complaint management, implementing competence, implementing behavior, facilities and infrastructure, security assurance. Data collection techniques using questionnaires and observations, analytical techniques using quantitative data analysis and descriptive analysis. The population in the study was 543 with a sample of 84 respondents. This research uses incidental sampling techniques. Nine indicators that have been used by the researcher show that this research can be said to be successful, although there is a deficiency in its implementation. Requirements gained 75.1%, service procedures gained 73.6%, service time gained 74.9%, service products gained 75.7%, complaint management gained 76.4%, implementing competence obtained 75.5%, implementing behaviour of 76.9%, facilities and infrastructure obtained 77.2%, security guarantees gained 73.3%. The overall percentage value of the nine service effectiveness indicators gained 73.0% which means "effective". Advice that researchers can give about the research that is holding a socialization of the requirements, procedures and time of service is clear, for the flow of requirements changed such as making it a board or banner that contains about the scheme of services, the addition of facilities and infrastructures that are seats and fans in the service room. Keywords: Effectiveness services, 30 seconds administrations.
MANAJEMEN STRATEGI DALAM PENGEMBANGAN OBYEK WISATA BUKIT KAPUR JEDDIH MADURA (Studi pada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bangkalan) RADEN AJENG ALDILA FEBRYANDANI; MEIRINAWATI
Publika Vol 8 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v8n2.p%p

Abstract

AbstrakBukit Kapur Jeddih Bangkalan merupakan objek wisata dengan jenis perpaduan antara wisata alam dan wisata buatan. Hal ini dikarenakan yang menjadi daya tarik utamanya adalah sebuah ornamen-ornamen sisa penambangan yang dapat dikategorikan sebagai buatan manusia, serta keindahan panorama bukit kapur dan pemandangan disekitarnya yang tergolong sebagai keindahan alam. Tujuan dari penelitian ini ada untuk mendeskripsikan tentang manajemen strategi dalam pengembangan obyek wisata. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teori yang digunakan dalam penelitian ini ada teori proses pengembangan pariwisata menurut Suwontoro (2004) yang memiliki 5 indikator yaitu Objek atau Daya Tarik Wisata, Sarana Wisata, Prasarana Wisata, Tata Laksana atau Infrastruktur, dan Masyarakat. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara,observasi dan dokumentasi. Analisis data yang dilakukan adalah reduksi data,penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi proses pengembangan pariwisata yang sudah dilakukan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bangkalan adalah adanya pengembangan desa Jeddih. Pada desa Jeddih sendiri juga mengembangkan wisata Bukit Kapur Jeddih sebagai salah satu icon Kabupaten Bangkalan. Dengan adaya objek wisata Bukit Kapur Jeddih ini yang kemudian memotivasi dan memunculkan ide-ide baru terhadap masyarakat sekitar desa Jeddih untuk membuka suatu peluang usaha seperti membuka warung atau kios pusat oleh-oleh di sekitar objek wisata Bukit Kapur Jeddih. Saran dan masukan yang diberikan salah satunya adalah dengan dibangunnya sebuah pos keamanan sehingga pengunjung yang datang tidak merasa khawatir pada saat melintasi akses tersebut dan Perlu adanya penambahan fasilitas umum demi kenyamanan pengunjung wisata Bukit Kapur Jeddih yang sangat perlu diperhatikan.Kata Kunci : Manajemen Strategi,Pengembangan Objek Wisata, Bukit Kapur Jeddih AbstractKapur Bukit Jeddih Bangkalan is a tourist attraction with a blend of nature and artificial tourism. This is because the main attraction is an ornament from mining which can be categorized as man-made, as well as the beauty of the limestone hill panorama and the surrounding scenery that is classified as natural beauty. The purpose of this study is to describe the management of strategies in the development of attractions.This type of research is descriptive with a qualitative approach. The theory used in this research is the theory of the process of tourism development according to Suwontoro (2004) which has 5 indicators namely Tourism Objects or Attractions, Tourism Facilities, Tourism Infrastructure, Governance or Infrastructure, and Society. Data collection techniques are done through interviews, observation and documentation. Data analysis was performed by data reduction, data presentation and conclusion drawing.The results showed that the tourism development process strategy that had been carried out by the Bangkalan District Culture and Tourism Office was the development of the Jeddih village. In the village of Jeddih itself also develops Japurih Kapur Hill tourism as one of the Bangkalan Regency icons. With this Bukit Kapur Jeddih attraction, this then motivates and brings up new ideas for the community around the Jeddih village to open a business opportunity such as opening a stall or souvenir center stalls around the Bukit Kapur Jeddih attraction. One of the suggestions and suggestions given is the construction of a security post so that visitors who come do not feel worried when crossing the access and the need for additional public facilities for the convenience of visitors to the Bukit Kapur Jeddih tour that really needs to be considered.Keywords: Strategy Management, Tourism Object Development, Japurih Limestone
STRATEGI DALAM PENGEMBANGAN WISATA WATU RUMPUK DI DESA MENDAK KECAMATAN DAGANGAN KABUPATEN MADIUN REZAVELLINA INDAH SAPUTRI; MEIRINAWATI
Publika Vol 8 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v8n2.p%p

Abstract

Abstrak Wisata Watu Rumpuk adalah wisata di Desa Mendak Kecamatan Dagangan Kabupaten Madiun yang mempunyai konsep wisata alam dengan panorama pegunungan selingkar wilis. Wisata ini dikembangkan melalui Badan Usaha Milik Desa ( Bumdes ) yang masuk pada Usaha Wisata. Pengembangan dilakukan oleh pemerintah Desa Mendak dengan Kelompok Sadar Wisata sebagai pengelola Wisata Watu Rumpuk. Persoalan yang terjadi di Wisata Watu Rumpuk yaitu akses jalan yang rusak dan begeronjal mengakibatkan menurunya minat pengunjung untuk datang ke Wisata Watu Rumpuk. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi desa dalam pengembangan Wisata Watu Rumpuk di Desa Mendak Kecamatan Dagangan Kabupaten Madiun. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sedangkan fokus penelitiannya menggunakan teori tentang strategi pengembangan pariwisata menurut Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nomor PM.35/UM.001/MPEK/2012. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa strategi dalam mengembangkan Wisata Watu Rumpuk di Desa Mendak Kecamatan Dagangan Kabupaten Madiun dilakukan dengan 4 indikator yaitu pertama startegi sumber daya pariwisata dan ekonomi kreatif dengan mengembangkan pedagangn di tempat wisata Watu Rumpuk yang berasal dari masyarakat desa sendiri serta penyediaan sarana dan prasarana bagi pengunjung yang sudah lengkap. Kedua startegi sumber daya manusia dengan memberdayakan masyarakat Desa Mendak sendiri, dengan adanya pelatihan – pelatiahan yang diberikan oleh pemerintah Desa maupun Dinas Pemuda olahraga dan Pariwisata Kabuapten Madiun. Ketiga strategi investasi pemerintah Dsa Mendak berupaya untuk mengoptimalkan potensi masyarakat Desa Mendak Sendiri, yaitu dengan memberikan kesempatan masyarakat Desa Mendak untuk ikut serta menjadi investor dalam pengembangan Wisata Watu Rumpuk. Keempat strategi pengolahan lingkungan yang ramah lingkungan dan hemat energy dengan menjaga Wisata Watu Rumpuk agar tetap bersih dan menjaga ekosistem flora dan fauna yang berada di sekitar Wisata Watu Rumpuk. Kata kunci : Strategi pengembangan, Wisata Watu Rumpuk Abstract Watu rumpuk tourism is a tour in Mendak Village, dagangan district, Madiun Regency, which has a natural tourism concept with a panorama of the wilis mountains. This tour was developed through a village-owned enterprise ( Bumdes ) which entered the tourism business. The development was carried out by the Mendak village government with the tourism awreness group as the manager of Watu Rumpuk Tourism. The problem that occurs in Watu Rumpuk Tourism is the access to damaged roads and chaotic resultng in a decline in the interest of visitors to come to Watu Rumpuk Tourism. The study aims to describe the village trategy in the development of Watu Rumpuk Tourism in Mendak Village, Dagangan District,Madiun Regency. The research method used is desciptive research method with a qualitative approach. While the focus of his research uses theories about tourism development strategies according to the Minister Of Tourism And Creative Economy Regulation Number PM.35/UM.001/MPEK/2012 The results of this study indicate that the strategy in developing Watu Rumpuk Tourism in Mendak Village, Dagangan District, Madiun Regency is carried out with 4 indicator, namely the first strategy of tourism resources and creative economy by developing merchants in Watu Rumpuk Tourism attraction originating from the village communities themselves and the provision of facilities and infrastructure for visitor who are complete. Second, the startegy of human resources by empowering the people of Mendak Village it self, through training provided by the village government as well as the sports and tourism youth office of Madiun Regency. The three investment strategies of the Mendak Village government are trying to optimize the potensial of the Mendak village community, namely by giving the Mendak village community the opportunity to become investors in the development of Watu Rumpuk Tourism. The four environmental managemant strategies that are environmentally friendly and energy efficient by keeping Watu Rumpuk Tourism in order to stay clean and maintain the ecosystem of flora dan fauna that are round Watu Rumpuk Tourism. Keywords: Development strategy, Watu Rumpuk Tourism
Pelayanan Prima Pada Pengurusan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (E-Ktp) Melalui Website Plavon (Studi Kasus Di Mal Pelayanan Publik Kabupaten Sidoarjo) Raissa Aqilah Winahyu; Meirinawati
INTELEKTUAL ( E-Journal Administrasi Publik dan Ilmu Komunikasi ) Vol 11 No 2 (2024): Jurnal Intelektual: Administrasi Publik dan Ilmu Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Bhayangkara Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55499/intelektual.v11i02.1212

Abstract

The government implements the idea of e-government in order to meet the demands of its people for excellent service. The Sidoarjo District Population and Civil Registration Office has endeavored to improve excellent service in the field of population administration through a website called Service Via Online (PLAVON) as a form of e-government implementation. One of the types of population documents that can be submitted is the Electronic Identity Card (E-KTP). This study aims to describe the application of excellent service in the processing of Electronic Identity Cards (E-KTP) through the PLAVON website at the Sidoarjo Regency Public Service Mall (MPP) and uses descriptive research with a qualitative approach. The focus of the research uses the theory of e-government service quality (E-Govqual) according to Ari et al. (2021). The results showed: (1) efficiency, the PLAVON website is easy to access and uses language that is easy to understand; (2) reliability, services are completed on time; (3) trust, the PLAVON website has a guaranteed security system; (4) community support, the attitude of employees who can help applicants who have difficulties when making applications; (5) system quality, the website can function properly and does not error. A number of obstacles were also found such as the lack of up-to-date information on the flow of service procedures, uncomfortable waiting room conditions, limited number of employees, and unattractive website display.