Claim Missing Document
Check
Articles

STRATEGI PELAYANAN JASA KEPELABUHAN MELALUI INTEGRATED BILLING SYSTEM (IBS) PADA PT PELABUHAN INDONESIA III (PERSERO) CABANG TANJUNG PERAK KOTA SURABAYA NOVALITA YUDIANA; MEIRINAWATI
Publika Vol 7 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v7n1.p%p

Abstract

Abstrak Pelayanan publik merupakan rangkaian kegiatan yang sangat penting bagi instansi pemerintahan di pusat maupun daerah dan di lingkungan BUMN/BUMD. Oleh karena itu, sejalan dengan hal tersebut. PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) Cabang Tanjung Perak melaksanakan strategi pelayanan jasa kepelabuhan melalui Integrated Billing System (IBS) untuk mewujudkan pelayanan yang efektif dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi dan mendeskripsikan mengenai strategi pelayanan jasa kepelabuhan melalui Integrated Billing System (IBS) pada PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) Cabang Tanjung Perak Kota Surabaya. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sedangkan fokus penelitiannya menggunakan teori Model Pelayanan Sukses, yang mengandung 7 strategi menuju sukses menurut Devry (dalam Ibrahim, 2008:79)meliputi: Self Esteem, Exceed Expectation, Recovery, Vision, Improving, Care/Emphaty, Empowerment dengan teknik Snowball Sampling. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis data model interaktif yang terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan melalui wawancara , observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) Cabang Tanjung Perak telah melaksanakan serangkaian strategi dengan semaksimal mungkin guna memberikan pelayanan yang efektif dan efisien. Self Esteem, adanya peran pemimpin yang mendukung mewujudkan pelayanan terbaik bagi pengguna jasa. Exceed Expectation, adanya pelaksanaan pelayanan sesuai dengan SOP yang telah ditetapkan. Recovery, PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) senantiasa memperhatikan keluhan-keluhan pengguna jasa sebagai masukan untuk pemberian layanan yang lebih baik. Vision, adanya perencanaan terhadap masa depan menuju pelayanan yang efektif dan efisien. Improving, senantiasa melakukan perbaikan-perbaikan yang lebih baik. Care/Emphaty, siaganya pegawai pelayanan dalam membantu dan memberikan arahan kepada pengguna jasa. Empowerment, adanya punishment dan reward, dan diberikannya pelatihan-pelatihan bagi pegawai PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) untuk mendukung pemberian pelayanan yang terbaik. Kata Kunci : Pelayanan, Strategi, IBS Abstract Public service is one of activities that are very important for government agencies at the central and regional levels and in BUMN / BUMD environments. Therefore, PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) Tanjung Perak Branch implements a port service strategy through the Integrated Billing System (IBS) to realize effective and efficient services. This study aims to provide information and describe the port service strategy through the Integrated Billing System (IBS) at PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) Tanjung Perak Branch, Surabaya City. The type of research used in this study is descriptive research with a qualitative approach. While the focus of the research uses the theory of Success Service Model, which contains 7 strategies for success according to Devry (in Ibrahim, 2008: 79) including: Self Esteem, Exceed Expectation, Recovery, Vision, Improving, Care / Emphaty, Empowerment with Snowball Sampling techniques. The data analysis technique in this study uses an interactive model data analysis consisting of data collection, data reduction, data presentation and conclusion drawn through interviews, observation and documentation. The results of this study indicate that PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) Tanjung Perak Branch has implemented a strategy to the maximum extent possible to provide effective and efficient services. Self Esteem, the role of a leader who supports creating the best service for service users. Exceed Expectation, the implementation of services in accordance with the established standart. Recovery, PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) always pays attention to complaints from service users as input for better service delivery. Vision, planning for the future towards effective and efficient services. Improving, always make better improvements. Care / Emphaty, service personnel are ready to help and provide direction to service users. Empowerment, the existence of punishment and reward, and the provision of trainings for employees of PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) to support the best service delivery. Keywords: Service, Strategy, IBS
Manajemen Strategi Program Jalan Lain Menuju Mandiri dan Sejahtera (Jalin Matra) melalui Penanggulangan Kerentanan Kemiskinan (PK2) Di Desa Wringinpitu, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang NI NYOMAN PUTRI NOVITASARI; MEIRINAWATI
Publika Vol 7 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v7n1.p%p

Abstract

Abstrak Kemiskinan merupakan masalah utama yang sering menjadi sorotan publik, dimana masyarakat belum bisa untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Masalah kemiskinan ini terjadi di Provinsi Jawa Timur dengan jumlah mencapai 4.332,59 ribu jiwa. Dengan adanya masalah kemiskinan tersebut, maka Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengeluarkan program baru dalam mengatasi kemiskinan, program tersebut yaitu program Jalan Lain Menuju Mandiri (Jalin Matra). Program Jalin Matra terdiri dari tiga kegiatan unggulan, antara lain Bantuan Rumah Tangga Sangat Miskin (BRTSM), Penanggulangan Feminisasi Kemiskinan (PFK), dan Penanggulangan Kerentanan Kemiskinan (PK2). Kabupaten Jombang merupakan salah satu kabupaten yang dijadikan Pilot Project dalam Jalin Matra PK2, yang akan dikelola melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Jombang dan BUMDes. Jenis penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian ini menggunakan teori manajemen strategi menurut Crown Dirgantoro yang terdiri dari 3 (tiga) indikator yaitu, formulasi strategi, implementasi strategi, dan pengendalian strategi. Secara keseluruhn hasil penelitian menunjukkan bahwa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Jombang sudah menerapkan program Jalin Matra PK2 dengan baik dan dapat meningkatkan kesejahteraan masayarakat di Desa Wringinpitu. Kata kunci : Manajemen Strategi, Kemiskinan Abstack Poverty is the main problem that become public attention, where the people still difficult to fulfill the daily necessary. This poverty problem occurred in East Java with a total of 4.332,59 thousand people. With the existence of poverty problem, then the East Java Provincial Government issued a new program in overcoming poverty, that program is given name Jalan Lain Menuju Mandiri dan Sejahtera (Jalin Matra). Program Jalin Matra concist of three excellence ctivities, among others Bantuan Rumah Tangga Sangat Miskin (BRTSM), Penanggulangan Feminisasi Kemiskinan (PFK), dan Penanggulangan Kerentanan Kemiskinan (PK2). Jombang Regency is of the district that was used as a Pilot Project in Jalin Matra PK2, which will be managed through Community Empowerment Services and Village Regency Jombang and also BUMDes. The research design is descriptive using a qualitative approach. This study used the strategy management theory, as proposed by Crown Dirgantoro, consisting of 3 (three) stages, namely, strategy formulation, strategy implementation, and strategy control. Overall the results of study indicate that Keywords: Management of strategy, Poverty
MANAJEMEN STRATEGI PENGELOLAAN USAHA PEDAGANG KAKI LIMA PASCA RELOKASI DI BENTENG PANCASILA OLEH DISPERINDAG KOTA MOJOKERTO CLAUDIO DIANA ANGGRENI; MEIRINAWATI
Publika Vol 7 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v7n1.p%p

Abstract

Abstrak Keberadaan PKL mengganggu sejumlah aktivitas dan fungsi pada ruang publik terutama di alun-alun dan di Joko Sambang Kota Mojokerto. Untuk itu Pemerintah Kota Mojokerto melakukan relokasi PKL Alun-alun dan Joko Sambang di Benteng Pancasila. Namun PKL perlu pengelolaan usaha dengan baik dalam mengelola tempat baru yang digunakan untuk berdagang pasca relokasi. Dalam hal ini Disperindag turut serta dalam pengelolaan usaha pedagang kaki lima di Benteng Pancasila. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis manajemen strategi pengelolaan usaha pedagang kaki lima pasca relokasi di Benteng Pancasila oleh Disperindag Kota Mojokerto. Jenis penelitian yang digunakan ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Fokus penelitannya menggunakan teori manajemen strategi menurut Suyanto (2007) yang meliputi visi misi, analisis lingkungan eksternal, analisis lingkungan internal, penetapan tujuan dan sasaran, perumusan strategi, implementasi strategi, evaluasi dan pengendalian dengan teknik Purposive Sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, studi dokumentasi, dan observasi. Hasil penelitian tersebut menujukkan bahwa Disperindag Kota Mojokerto telah melakukan upaya dalam manajemen strategi pengelolaan usaha pedagang kaki lima pasca relokasi di Benteng Pancasila Kota Mojokerto dengan baik. Disperindag menggunakan pendekatan sosialisai, bimbingan, pembinaan, dan penertiban. Kata Kunci : Manajemen, Strategi, Pedagang Abstract The existence of street vendors disrupts a number of activities and functions in public spaces, especially in the square and in Joko Sambang, Mojokerto City. For this reason, the City Government of Mojokerto relocated the PKL Alun-alun and Joko Sambang at the Pancasila Fortress. But street vendors need good business management in managing new places that are used to trade post-relocation. In this case the Ministry of Industry and Trade participated in the management of the street vendor business at Benteng Pancasila. The purpose of this study was to analyze the management of the management strategy of the street vendor business after relocation in Benteng Pancasila by the Ministry of Industry and Trade of the City of Mojokerto. The type of research used is descriptive research with a qualitative approach. The focus of his research uses strategy management theory according to Suyanto (2007) which includes mission vision, external environment analysis, internal environment analysis, setting goals and objectives, strategy formulation, strategy implementation, evaluation and control with Purposive Sampling techniques. The technique of collecting data uses interviews, documentation studies, and observations. The results of the study show that the Disperindag of the City of Mojokerto has made efforts in the management of the business strategy for the management of street vendors after the relocation in the Pancasila Fortress of Mojokerto City properly. Disperindag uses a socialization, guidance, guidance and control approach. Keywords : Management, Strategy, Trader
MANAJEMEN STRATEGI PENGELOLAAN USAHA PEDAGANG KAKI LIMA PASCA RELOKASI DI BENTENG PANCASILA OLEH DISPERINDAG KOTA MOJOKERTO CLAUDIO DIANA ANGGRENI; MEIRINAWATI
Publika Vol 7 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v7n1.p%p

Abstract

Abstrak Keberadaan PKL mengganggu sejumlah aktivitas dan fungsi pada ruang publik terutama di alun-alun dan di Joko Sambang Kota Mojokerto. Untuk itu Pemerintah Kota Mojokerto melakukan relokasi PKL Alun-alun dan Joko Sambang di Benteng Pancasila. Namun PKL perlu pengelolaan usaha dengan baik dalam mengelola tempat baru yang digunakan untuk berdagang pasca relokasi. Dalam hal ini Disperindag turut serta dalam pengelolaan usaha pedagang kaki lima di Benteng Pancasila. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis manajemen strategi pengelolaan usaha pedagang kaki lima pasca relokasi di Benteng Pancasila oleh Disperindag Kota Mojokerto. Jenis penelitian yang digunakan ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Fokus penelitannya menggunakan teori manajemen strategi menurut Suyanto (2007) yang meliputi visi misi, analisis lingkungan eksternal, analisis lingkungan internal, penetapan tujuan dan sasaran, perumusan strategi, implementasi strategi, evaluasi dan pengendalian dengan teknik Purposive Sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, studi dokumentasi, dan observasi. Hasil penelitian tersebut menujukkan bahwa Disperindag Kota Mojokerto telah melakukan upaya dalam manajemen strategi pengelolaan usaha pedagang kaki lima pasca relokasi di Benteng Pancasila Kota Mojokerto dengan baik. Disperindag menggunakan pendekatan sosialisai, bimbingan, pembinaan, dan penertiban. Kata Kunci : Manajemen, Strategi, Pedagang Abstract The existence of street vendors disrupts a number of activities and functions in public spaces, especially in the square and in Joko Sambang, Mojokerto City. For this reason, the City Government of Mojokerto relocated the PKL Alun-alun and Joko Sambang at the Pancasila Fortress. But street vendors need good business management in managing new places that are used to trade post-relocation. In this case the Ministry of Industry and Trade participated in the management of the street vendor business at Benteng Pancasila. The purpose of this study was to analyze the management of the management strategy of the street vendor business after relocation in Benteng Pancasila by the Ministry of Industry and Trade of the City of Mojokerto. The type of research used is descriptive research with a qualitative approach. The focus of his research uses strategy management theory according to Suyanto (2007) which includes mission vision, external environment analysis, internal environment analysis, setting goals and objectives, strategy formulation, strategy implementation, evaluation and control with Purposive Sampling techniques. The technique of collecting data uses interviews, documentation studies, and observations. The results of the study show that the Disperindag of the City of Mojokerto has made efforts in the management of the business strategy for the management of street vendors after the relocation in the Pancasila Fortress of Mojokerto City properly. Disperindag uses a socialization, guidance, guidance and control approach. Keywords : Management, Strategy, Trader
INOVASI LAYANAN ANGKUTAN CERDAS SEKOLAH (ACS) BERBASIS APLIKASI DI DINAS PERHUBUNGAN KABUPATEN PONOROGO AGUS BAMBANG TRI ATMOJO; MEIRINAWATI
Publika Vol 7 No 4 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v7n4.p%p

Abstract

Abstrak Dinas Perhubungan Kabupaten Ponorogo menciptakan inovasi untuk meningkatkan kualitas layananan di bidang transportasi, yaitu inovasi layanan Angkutan Cerdas Sekolah (ACS) Berbasis Aplikasi. Inovasi ini dilatarbelakangi tingginya angka kecelakaan dan pelanggaran lalu lintaspelajar di Kabupaten Ponorogo serta meningkatnya kemajuan teknologi informasi internet. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan Inovasi Layanan Angkutan Cerdas Sekolah (ACS) Berbasis Aplikasi di Dinas Perhubungan Kabupaten Ponorogo.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik analisis data yang digunakan yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Fokus yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teori Cook, Mathew, dan Erwin dalam Fadilla (2016) yaitu Leadership (kepemimpinan), Management/ Organizations (Manajemen/Organisasi), Risk Management (Manajemen Resiko), Human Capital (Kemampuan Sumber Daya Manusia), Technology (Teknologi).Hasil penelitian menunjukkanlayanan Angkutan Cerdas Sekolah (ACS) sudah cukup berhasil dan diterima oleh masyarakat, hal tersebut dapat dilihat dari faktor keberhasilan inovasi yaitu faktor Kepemimpinan yang menunjukkan adanya peran dan tanggung jawab seorang pemimpin. Faktor Managemen/Organisasi menunjukkan adanya strategi dalam mengembangkan layanan Angkutan Cerdas Sekolah (ACS) dengan mensosialisasikan layanan ACS ke pelajar. Faktor Managemen Resiko menunjukkan masih ada sebagian driver ACS yang mengangkut penumpang umum. Faktor Sumber Daya Manusia menunjukkan adanya pelatihan bagi staflayanan Angkutan Cerdas Sekolah. Faktor Teknologi menunjukkan adanya aplikasi yang dapat diunduhdi Playstore sebagai alat pendukung layanan Angkutan Cerdas Sekolah (ACS). Saran dari peneliti untuk layanan ACS adalah perlu tindakan yang tegas atau sanksi bagi driver ACS yang mengangkut penumpang umum sehingga diharapkan dapat meningkatkan pelayanan dan meningkatkan minat pelajar untuk menggunakan Angkutan Cerdas Sekolah (ACS). Kata Kunci : Pelayanan, Publik, Inovasi Abstract The Department of Transportation of the Ponorogo Regency creates innovations to improve service quality in the field of transportation, namely Application-Based Smart School Transport (ACS) innovation. This innovation is motivated by the high number of accidents and student traffic violations in Ponorogo Regency and the increasing progress of internet information technology. The purpose of this study was to describe Application-Based Smart School Transport Services (ACS) at the Ponorogo Regency Transportation Service. The method used in this study is descriptive qualitative. Data analysis techniques used are data collection, data reduction, data presentation, drawing conclusions and verification. The focus used in this study uses the theories of Cook, Mathew, and Erwin in Fadilla (2016), namely Leadership, Management / Organizations, Risk Management, Human Capital , Technology. The results showed that the School Smart Transportation (ACS) service was quite successful and accepted by the community, it can be seen from the success factors of innovation, namely the Leadership factor that shows the role and responsibility of a leader. Management / Organizational Factors indicate a strategy in developing Smart School Transport (ACS) services by disseminating ACS services to students. Risk Management Factors indicate that there are still some ACS drivers who carry public passengers. Factors Human Resources show training for School Smart Transportation service staff. Technological factors indicate that there is an application that can be downloaded in Playstore as a support tool for Smart School Transport services (ACS). Suggestions from researchers for ACS services are to need strict action or sanctions for ACS drivers who carry public passengers so that they are expected to improve service and increase student interest in using Smart School Transportation (ACS). Keywords: Service, Public, Innovation
PELAYANAN PRIMA PENDIRIAN REKLAME DI PERIZINAN RUANG MILIK JALAN NASIONAL (RUMIJA) DIREKTORAT JENDERAL BINA MARGA BALAI BESAR PELAKSANAAN JALAN NASIONAL VIII SURABAYA FITRI LESTARI; MEIRINAWATI
Publika Vol 7 No 5 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v7n5.p%p

Abstract

Dalam memberikan suatu pelayanan kepada masyarakat tentunya harus sesuai dengan prosedur yang ada, dalam memberikan pelayanan harus sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh masyarakat atau konsumen dan harus memberikan pelayanan yang baik atau disebut dengan pelayanan prima. Seperti pelayanan perizinan untuk mendirikan reklame yang diberikan oleh Direktorat Jenderal Bina Marga Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VIII Surabaya, hal ini bertujuan agar reklame yang dipasang tidak membahayakan orang lain, sehingga dalam pemasangan atau pendiriannya harus disertai dengan izin pemerintah yang bersangkutan. Dalam pelayanannya terdapat beberapa permasalahan terkait surat pengantar dari daerah (jalan nasional) yang akan digunakan untuk mendirikan reklame, ketidak tahuan masyarakan atau instansi mengenai ruas jalan nasional. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan menggunakan kualitatif. Teori yang digunakan untuk menganalisis pada penelitian ini adalah konsep A4 menurut Daryanto (2014:117) yaitu Attitude (sikap), Attention (perhatian), Action (tindakan), Anticipation (antisipasi). Teknik pengumpulan data dilakukkan melalui observasi, wawancara serta dokumentasi. Wawancara dilakukkan pada wakil pengurus pemanfaatan jalan, petugas administrasi pelayanan dan masyarakat atau instansi yang melakukan perizinan pendirian reklame. Penelitian ini menggunakan analisis data menurut Miles dan Hubermen terdiri dari Pengumpulan data, Reduksi data, Penyajian data secara umum, Penarikan kesimpulan. Hasil penelitian membuktikan bahwa pelayanan yang diberikan oleh petugas administrasi pelayanan Direktorat Jendral Bina Marga Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VIII Surabaya sudah baik. Attitude (sikap) yang diberikan petugas kepada masyarakat mengenai sikap sopan dan santun sudah baik, serta petugas memberikan penjelasan ulang dan bersikap adil. Faktor attention (perhatian) yang diberikan petugas kepada masyarakat dapat dikatakan baik, dibuktikan dengan memberikan penjelasan kepada konsumen ketika tidak mengerti mengenai dokumen persyaratan yang dibutuhkan dan menunggu konsumen untuk melengkapi persyaratan yang kurang. Pada faktor action (tindakan) cukup baik, proses dalam perizinan yang diberikan petugas baik, ketepatan sasaran petugas dalam menjelaskan kepada konsumen juga sesuai, akan tetapi mengenai ketepatan waktu kedatangan petugas kurang disiplin, serta segi hemat dan selamat yang diberikan petugas juga sudah diterapkan. Anticipation (antisipasi) ditunjukkan melalui pemberian solusi ketika terjadi masalah. Berdasarkan penelitian sudah terdapat saran terkait pelayanan prima perizinan ruang milik jalan nasioanl untuk mendirikan reklame yaitu, memberikan sanksi kepada petugas yang tidak disiplin mengenai ketepatan waktu kedatangan, adanya kepastian jadwal mengenai keputusan perizinan. Kata kunci: pelayanan Prima, Jalan, RumijaIn providing a service to the community, of course, it must be in accordance with existing procedures, in providing services must be in accordance with what is needed by the community or consumers and must provide good service or service. prime. Such as licensing services to establish billboards provided by the Directorate General of Highways of the Indonesian National Highway VIII Implementation Center, this is intended so that the billboards installed do not endanger other people, so that the installation or establishment must be accompanied by the relevant government permit. In its service there are several problems related to the cover letter from the region (national road) that will be used to establish billboards, community or agency ignorance regarding national road sections. The type of research used is descriptive using qualitative. The theory used to analyze in this study is the A4 concept according to Daryanto (2014: 117), namely AttitudeAttitude (), Attention (attention), Action (action), Anticipation (anticipation). Data collection techniques carried out through observation, interviews and documentation. Interviews were carried out on the road utilization management representatives, service administration officers and the community or agencies that conducted the establishment of billboards. The results of the study prove that the services provided by the administrative service personnel of the Directorate General of Highways of the National Center for Implementation of the National Road VIII Surabaya are good. Attitude given by officers to the public regarding polite and courteous attitudes is good, and officers give re-explanations and are fair. Factors of attention (attention) given by officers to the community can be said to be good, evidenced by providing an explanation to consumers when they do not understand the required documents and waiting for consumers to complete the requirements that are lacking. In thefactor action (action) is quite good, the process in the licensing given by the officer is good, the accuracy of the target officer in explaining to the consumer is also appropriate, but regarding the timeliness of the arrival of officers is lacking in discipline, and the savings and safety provided by the officer have also been applied. Anticipation (anticipation) is shown by giving a solution when a problem occurs. Based on the research, there have been suggestions regarding the excellent service of space licensing owned by national roads to establish billboards, namely, to impose sanctions on officers who are not disciplined regarding the exact time of arrival, the certainty of schedules regarding licensing decisions. Keywords: Service Excellen, Rumija, Reklame
PELAYANAN PRIMA GERAI SURAT IZIN MENGEMUDI SISTEM ADMINISTRASI MANUNGGAL SATU ATAP TERMINAL PLUS KERTAJAYA MOJOKERTO (Studi Kasus Perpanjangan SIM dan Pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor) MELLYNDA TRICAHYANTI; MEIRINAWATI
Publika Vol 7 No 5 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v7n5.p%p

Abstract

Dalam memberikan suatu pelayanan kepada masyarakat tentunya harus sesuai dengan prosedur yang ada, dalam memberikan pelayanan harus sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh masyarakat atau konsumen dan harus memberikan pelayanan yang baik atau disebut dengan pelayanan prima. Seperti pelayanan perizinan untuk mendirikan reklame yang diberikan oleh Direktorat Jenderal Bina Marga Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VIII Surabaya, hal ini bertujuan agar reklame yang dipasang tidak membahayakan orang lain, sehingga dalam pemasangan atau pendiriannya harus disertai dengan izin pemerintah yang bersangkutan. Dalam pelayanannya terdapat beberapa permasalahan terkait surat pengantar dari daerah (jalan nasional) yang akan digunakan untuk mendirikan reklame, ketidak tahuan masyarakan atau instansi mengenai ruas jalan nasional. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan menggunakan kualitatif. Teori yang digunakan untuk menganalisis pada penelitian ini adalah konsep A4 menurut Daryanto (2014:117) yaitu Attitude (sikap), Attention (perhatian), Action (tindakan), Anticipation (antisipasi). Teknik pengumpulan data dilakukkan melalui observasi, wawancara serta dokumentasi. Wawancara dilakukkan pada wakil pengurus pemanfaatan jalan, petugas administrasi pelayanan dan masyarakat atau instansi yang melakukan perizinan pendirian reklame. Penelitian ini menggunakan analisis data menurut Miles dan Hubermen terdiri dari Pengumpulan data, Reduksi data, Penyajian data secara umum, Penarikan kesimpulan. Hasil penelitian membuktikan bahwa pelayanan yang diberikan oleh petugas administrasi pelayanan Direktorat Jendral Bina Marga Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VIII Surabaya sudah baik. Attitude (sikap) yang diberikan petugas kepada masyarakat mengenai sikap sopan dan santun sudah baik, serta petugas memberikan penjelasan ulang dan bersikap adil. Faktor attention (perhatian) yang diberikan petugas kepada masyarakat dapat dikatakan baik, dibuktikan dengan memberikan penjelasan kepada konsumen ketika tidak mengerti mengenai dokumen persyaratan yang dibutuhkan dan menunggu konsumen untuk melengkapi persyaratan yang kurang. Pada faktor action (tindakan) cukup baik, proses dalam perizinan yang diberikan petugas baik, ketepatan sasaran petugas dalam menjelaskan kepada konsumen juga sesuai, akan tetapi mengenai ketepatan waktu kedatangan petugas kurang disiplin, serta segi hemat dan selamat yang diberikan petugas juga sudah diterapkan. Anticipation (antisipasi) ditunjukkan melalui pemberian solusi ketika terjadi masalah. Berdasarkan penelitian sudah terdapat saran terkait pelayanan prima perizinan ruang milik jalan nasioanl untuk mendirikan reklame yaitu, memberikan sanksi kepada petugas yang tidak disiplin mengenai ketepatan waktu kedatangan, adanya kepastian jadwal mengenai keputusan perizinan. Kata kunci: pelayanan Prima, Jalan, Rumija
PELAYANAN PRIMA MELALUI PROGRAM INSTAGRAM (INSTALASI GAWAT DARURAT MODERN) DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. ISKAK KABUPATEN TULUNGAGUNG FAJAR FIRDAUS; MEIRINAWATI
Publika Vol 7 No 5 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v7n5.p%p

Abstract

AbstrakRumah sakit tidak hanya menampung orang sakit saja melainkan harus lebih memperhatikan aspek kepuasan bagi para pemakai jasanya, serta diharapkan senantiasa memperhatikan fungsi sosial dalam memberikan pelayanan kesehatan secara prima pada masyarakat. Beberapa masalah kesehatan yang kerap kali terjadi seiring dengan kurang tanggapnya pelayanan kesehatan khususnya di wilayah Tulungagung dan sekitarnya seperti halnya tentang tingginya angka kematian kurang dari 24 jam (masa kritis), kerancuan pemilahan tingkat kegawatan, banyak komplain masyarakat atas keterlambatan pelayanan kegawatdaruratan, dan belum memiliki dokter spesialis emergency serta perawat terlatih dalam bidang kegawatdaruratan. Untuk dapat memberikan inovasi pelayanan kesehatan yang prima untuk masyarakat dan untuk menjawab masalah-masalah yang ada, RSUD Dr. Iskak merupakan satu-satunya rumah sakit milik pemerintah Kabupaten Tulungagung dengan tipe B ini telah meluncurkan program Instagram (instalasi gawat darurat modern) yang berhasil masuk dalam TOP 35 gelar inovasi pelayanan publik tingkat nasional 2016. Berdasarkan hal tersebut, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pelayanan prima melalui program instagram (instalasi gawat darurat modern) di RSUD Dr. Iskak Kabupaten Tulungagung. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Lokasi penelitian di RSUD Dr. Iskak Kabupaten Tulungagung. Penelitian ini menggunakan teori Daryanto dan Setyobudi (2014:117) tentang konsep A4 pelayanan prima yang meliputi 1)Attitude (sikap), 2)Attention (perhatian), 3)Action (tindakan), dan 4)Anticipation (antisipasi). Sumber data terdiri dari data primer dan data sekunder yang dikumpulkan dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi langsung, dan dokumentasi. Aktivitas dalam analisis data terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan prima melalui program Instagram di RSUD Dr. Iskak Kabupaten sudah berjalan dengan baik walaupun secara umum target belum tercapai. Dalam hal ini, sarana dan prasarana dalam mendukung pelayanan prima belum sepenuhnya memadai. Adapun hambatan dalam pelayanan prima melalui program Instagram di RSUD Dr. Iskak kabupaten Tulungagung adalah kurangnya dokter spesialis, ruang yellow zone yang terbatas dalam menampung pasien, dan beberapa alat penunjang medis yang terkadang tidak beroperasi. Saran kepada RSUD Dr. Iskak Kabupaten Tulungagung agar menambah dokter spesialis, memperhatikan manajemen ruang untuk pasien khususnya pasien yellow zone, dan menambah alat penunjang medis. Kata Kunci: Pelayanan, Publik, Prima, Instagram Abstract Government efforts to improve the health status and quality of health services are marked by the establishment of hospitals. Some health problems that often occur along with the lack of responsiveness of health services, especially in the Tulungagung and surrounding areas, as well as the high mortality rate of less than 24 hours (critical period), ambiguity in the level of emergency, many community complaints over the delay in emergency services, and do not have emergency specialist doctors and trained nurses in the field of emergency. To be able to provide excellent health care innovations for the community and to answer existing problems, Dr. Iskak is the only hospital owned by the type B district of Tulungagung that has launched the Instagram program (modern emergency installation) which successfully entered the TOP 35 title of the 2016 national level public service innovation. Based on this, the formulation of the problem in this study is how excellent service through the Instagram program (modern emergency installation) at Dr. Hospital Iskak, Tulungagung Regency. This study uses a type of descriptive research using a qualitative approach. The location of the study at the RSUD Dr. Iskak, Tulungagung Regency. This study uses the theory of Daryanto and Setyobudi (2014: 117) about the concept of A4 excellent service which includes 1) Attitude (attitude), 2) Attention (attention), 3) Action (action), and 4) Anticipation (anticipation). Data sources consist of primary data and secondary data collected by data collection techniques through interviews, direct observation, and documentation. Activities in data analysis consist of data collection, data reduction, data presentation, and verification. The results showed that excellent service through the Instagram program at Dr. Iskak Regency has been running well even though in general the target has not been achieved. In this case, the facilities and infrastructure in supporting excellent service have not been fully adequate. As for obstacles in excellent services through the instagram program (modern emergency installation) at the Dr. Iskak regional general hospital Tulungagung District is a lack of specialist doctors, the yellow zone space is limited to accommodating patients, and some medical support devices are sometimes inoperative. Suggestion to Dr. Hospital Iskak, Tulungagung District, in order to add specialist doctors, pay attention to space management for patients, especially patients with yellow zones, and add medical support devices. Keywords: Service, Public, Excellent, Instagram
Partisipasi Masyarakat dalam Program Desa Tangguh Bencana (Destana) di Desa Pilangsari Kabupaten Bojonegoro DEVI INDAH PRATIWI; MEIRINAWATI
Publika Vol 7 No 7 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v7n7.p%p

Abstract

Abstrak Partisipasi masyarakat menjadi salah satu hal penting dalam pelaksanaan suatu program pemerintah. Salah satu program pemerintah yang tengah dikembangkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB adalah Program Desa Tangguh Bencana (Destana). Program Desa Tangguh Bencana ini didirikan dengan harapan masyarakat yang tinggal didaerah rawan bencana mampu mengenali ancaman di wilayahnya, mampu mengorganisir sumber daya masyarakat untuk mengurangi kerentanan serta meningkatkan kapasitas demi mengurangi risiko bencana. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk partisipasi dalam program Desa Tangguh Bencana di Desa Pilangsari.Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Fokus dari penelitian ini adalah bentuk-bentuk partisipasi masyarakat dalam Program Desa Tangguh Bencana (Desatana) meliputi: partisipasi buah pikiran, partisipasi tenaga, partisipasi harta benda, partisipasi keterampilan, dan partisipasi sosial. Subjek dari penelitian ini terdiri dari Staff Seksi Pencegahana dan Kesiapsiagaan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bojonegoro, serta masyarakat Desa Pilangsari yang termasuk dalam Ketua Program Desa Tangguh Bencana Desa Pilangsari, Koordinator pelaksana Program Desa Tangguh Bencana, Ketua RT 9 Desa Pilangsari. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisi data yang digunakan adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat dalam Program Desa Tangguh Bencana di Desa Pilangsari ternyata sudah berjalan cukup baik. Masyarakat mengikuti berbagai kegiatan dalam pengembangan program maupun pelaksanaan program. Masyarakat juga ikut serta aktif dalam menyumbangkan asset yang dimiliki yang secara sukarela diberikan dan dimanfaatkan oleh desa.Masyarakat di Desa Pilangsarijuga memiliki rasa keguyuban yang tinggi mengingat keaktifan masyarakat disana dalam hal gotong-royong pada saat perbaikan tanggul dan juga pada saat terjadi banjir.Meskipun dalam partisipasi buah pikiran dan ketrampilan banyak warga yang belum sepenuhnya terlibat dan berperan aktif. Adapun saran yang diajukan peneliti adalah masyarakat lebih aktif lagi dalam menyumbangkan ide atau pemikiran, serta keterampilan, dan juga pemerintah dapat memberikan bantuan peralatan yang dapat mendukung pelaksanaan program. Kata Kunci: Partisipasi, Masyarakat, Destana,Desa Pilangsari Abstract Society participation is one of the important things in implementing a government program. One of the government programs being developed by the National Disaster Management Agency or BNPB is the Resilient Disaster Tough Village Program (Destana). The Resilient Disaster Tough Village Program was established in the hope that people living in disaster-prone areas could recognize threats in their area, be able to organize human resources to reduce vulnerability and increase capacity to reduce disaster risk. The purpose of this study is to describe the forms of participation in the Disaster tough Village program in Pilangsari Village.This study uses descriptive research with a qualitative approach. The focus of this study is the forms of community participation in the Tangguh Disaster Village Program (Desatana) which includes: ideas participation,labor participation, property participation, skills participation, and social participation. The subjects of this study consisted of Staff of Prevention and Preparedness Section, Bojonegoro District Disaster Management Agency, and Pilangsari Village community included in the Chairperson of the Village Program of Tangguh Disaster Pilangsari, Coordinator of the Tangguh Bencana Village Program, Chair of RT 9 Pilangsari Village. Data collection techniques used were interviews, observation and documentation. Data analysis techniques used are data collection, data reduction, data presentation, conclusion drawing.The results of this study explain that society participation in the Disaster ToughVillage Program in Pilangsari Village turned out to be going pretty well. The community participated in various activities in program development and program implementation. The society also actively participates in contributing assets owned which are voluntarily given and utilized by the village. The community in Pilangsari Village also has a high sense of communalism given the active community there in terms of mutual cooperation when repairing dikes and also during floods. Although in the participation of ideas and skills, many citizens have not been fully involved and play an active role. The suggestions submitted by researchers is the society more active in contributing ideas, as well as skills, and also the government can provide assistance in equipment that can support the implementation of the program. Keywords: Participation, Society, Destana, Desa Pilangsari
Strategi Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Jombang dalam Mengembangkan Wisata Religi Makam K.H Abdurrahman Wahid ENI TRI WULANDARI; MEIRINAWATI
Publika Vol 7 No 7 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v7n7.p%p

Abstract

AbstrakDinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Jombang mempunyai strategi dalam mengembangkan wisata religi Makam K.H Abdurrahman Wahid. Letak makam yang berada di kawasan Pondok Pesantren Tebuireng Jombang menjadi fenomena yang menarik untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata religi andalan di Kabupaten Jombang. Dengan adanya wisata religi ini membuat kehidupan sosial ekonomi masyarakat sekitar pondok berkembang pesat. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan strategi Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Jombang dalam mengembangkan wisata religi Makam K.H Abdurrahman Wahid. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Fokus penelitian dengan menggunakan teori Suwantoro (2007) yang terdiri dari objek atau daya tarik wisata, prasarana wisata, sarana wisata, tatalaksana atau infrastruktur, dan masyarakat. Subjek dari penelitian ini terdiri dari Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Paririwasa Kabupaten Jombang, Kepala UPTD Kawasan Wisata Religi Makam Gus Dur, Pengurus Pondok Pesantren, dan masyarakat. Teknik pengumpulan data yaitu teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pengembangan wisata oleh Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Jombang sudah berjalan dengan baik. Hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan daya tarik wisata berupa perbaikan kawasan makam, pembangunan museum dan Monumen Attauhid di kawasan wisata. Selain itu juga melalui peningkatan infrastruktur berupa pembangunan kawasan terminal khusus peziarah Makam Gus Dur. Dalam hal sarana dan prasarana wisata juga sudah terpenuhi walaupun masih ditemukan kendala. Jadi dapat disimpulkan bahwa strategi pengembangan wisata religi Makam Gus Dur sudah berjalan dengan baik walaupun masih terdapat beberapa kendala. Kendala tersebut yaitu ketidak tersediaan sarana trasportasi khusus untuk menuju ke area makam, perbaikan jalan yang kurang merata, perubahan akses jalan yang berdampak negatif bagi sebagian pedagang, dan kurangnya pemberdayaan santri pondok. Adapun saran yang diajukan peneliti yaitu sebaiknya pemerintah mengadakan konsolidasi dengan stakeholder untuk membahas kendala yang ada dan lebih memberdayakan santri dalam kegiatan wisata yaitu melalui pembelajaran kewirausahaan. Kata Kunci : Manajemen Strategi, Pengembangan Wisata, Wisata Religi AbstractThe Youth, Sports and Tourism of Jombang has a strategy in developing the religious tourism of K.Hs Abdurrahman Wahid. The location of the tomb in Islamic Boarding School tebuireng, jombang is an interesting phenomenon to be developed as a religious tourist destination in Jombang. by the existence of religious tourism makes the socio-economic life of the people around grow rapidly. The purpose of this study is to describe the strategy of the Youth Sports and tourism of Jombng in developing the religious tourism of K.Hs Abdurrahman Wahid.This study uses descriptive research with a qualitative approach. The focus of research is using the theory of Suwantoro (2007) which consists of tourist objects or attractions, tourism infrastructure, tourism facilities, management or infrastructure, and the public. The subjects of this study consisted of the Head of the Youth, Sports and Tourism Department Jombang, Head of the UPTD of Gus Durs Religious Religion Area, commite Boarding School Boarding School, and the public. Data is collected by interview techniques, observation and documentation. Data analysis techniques consist of collection, reduction, presentation, conclusions data.The results of the study present that strategy development of the Youth, Sports and tourism of Jombang has gone well. This is evidenced by the increase in tourist attraction by improvements to the tomb area, the construction of museums and there is an Attauhid Monument in the tourist area. In addition, there is a special terminal area for Gus Durs tomb pilgrims. the infrastructure has also been fulfilled even though obstacles are still found.So it can be concluded that the strategy of developing the Gus Dur Cemetery is going well even though there are still some obstacles. These constraints are the unavailability of special transportation facilities to go to the grave area, less equitable road repairs, changes in road access which have a negative impact on some traders, and the lack of empowerment of student of boarding school. The suggestion from researcher is that the government should immediately follow up on this problem by making consolidation to discuss the existing constraints and more empowering students in tourism activities through enterpreneurship learning.Keyword : Management Strategy, Tourism Development, Religious Tourism