Claim Missing Document
Check
Articles

Assessment of Land Suitability for Enhancing Key Crop Commodities: Pineapple, Coffee, and Mango Maroeto, Maroeto; Priyadarshini, Rossyda; Winarno, Agung; Jeni, Ken Bening Jiwa; Tanaya, Alexandra Neovita
Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) Vol. 13 No. 4 (2024): December 2024
Publisher : The University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtep-l.v13i4.1295-1307

Abstract

This study aims to evaluate land suitability for enhancing the production of key crop commodities in Ngancar District, Kediri Regency, particularly pineapple, coffee, and mango. The district has high soil fertility potential due to its location at the foot of Mount Kelud. The research methods include land surveys, soil sampling at depths of 0-30 cm and 30-60 cm, and laboratory analysis to measure soil physical and chemical properties. Results indicate that the land in the study area generally falls into the marginal suitability class (S3), with the main limiting factors being soil texture dominated by sandy loam, low K₂O levels, and high rainfall that affects pineapple growth. Slope gradient is also a limiting factor for coffee and mango cultivation. Adjustments in soil management, such as timely fertilization and planting crops with strong root systems, can improve the land's suitability potential. In conclusion, although the land in Ngancar District has certain limitations, optimizing land use can enhance the productivity of key commodities, particularly through improved soil management and appropriate fertilizer use. Keywords: Crop commodities, Land Assessment, Land Degradation, Mount Kelud.
Kajian Tingkat Kerusakan Pada Berbagai Penggunaan Lahan Di Wilayah Hulu DAS Rejoso Kabupaten Pasuruan Sastya, Yessy; Purwadi, Purwadi; Maroeto, Maroeto
Agrium Vol 19 No 1 (2022)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v19i1.6311

Abstract

Wilayah hulu DAS Rejoso kabupaten Pasuruan memiliki potensi mengalami kerusakan tanah apabila tidak segera dilakukan konservasi dan penanganan yang tepat. Kerusakan tanah akan berakibat rusaknya juga sifat-sifat dasar tanah yang meliputi sifat fisik, kimia maupun biologi, hal tersebut dapat mengganggu terhadap proses produksi biomassa. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi faktor penyebab dan tingkat kerusakan tanah di wilayah hulu DAS Rejoso Kabupaten Pasuruan. Status kerusakan tanah berdasarkan pada pedoman kriteria status kerusakan tanah yang mengacu pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No.150 Tahun 2000. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey, yakni dengan melakukan pengamatan lapang serta pengambilan sampel tanah secara langsung dilapangan, tahap selanjutya yakni analisis laboratorium. Data yang dihasilkan dari analisa lapangan dan laboratorium dianalisis dan disajikan secara sistematis berupa peta (layout) sebaran kerusakan tanah yang cirinya didapat melalui perbedaan warna pada tiap nilainya.  Kondisi fisik lahan daerah penelitian relatif hampir seragam baik kondisi fisik,kimia dan biologi tanah. Secara umum wilayah hulu DAS Rejoso mempunyai potensi kerusakan pada tingkat rendah sampai tinggi. Secara umum dari semua penggunaan lahan tegalan mempunyai tingkat kerusakan yang lebih tinggi daripada penggunaan lahan lainnya.
Analisis Kemampuan Lahan Berbasis Sistem Informasi Geografis Di Das Rejoso Bagian Hulu Billy Primadi, Septiawan; Wijaya, Kemal; Maroeto, Maroeto
Agrium Vol 19 No 1 (2022)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v19i1.6763

Abstract

Penelitian dilaksanakan di DAS Rejoso bagian hulu Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan sebaran kemampuan lahan dan arahan penggunaan lahan pada DAS Rejoso bagian hulu dengan metode survei dan overlay berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG). Survei dilakukan dengan pengamatan dan pengambilan sampel tanah pada setiap unit lahan dengan karakteristik yang sama dengan terlebih dahulu melakukan pemetaan terhadap unit lahan tersebut yang dihasilkan dari proses tumpang tindih (overlay) antara peta kelerengan, peta jenis tanah, dan peta penggunaan lahan pada skala 1:50.000. Faktor penghambat tiap unit lahan digunakan untuk mengklasifikasi kemampuan lahan  dengan metode matching. Berdasarkan hasil penelitian, DAS Rejoso bagian hulu didominasi oleh lahan kelas kemampuan IV dan VIII dengan luas masing-masing 2.603,27 ha (25,84%) dan 3.654,45 ha (36,27%), Selain itu, terdapat kelas kemampuan lahan III dengan luas 617,95 ha (6,13%), kelas kemampuan VI seluas 2.137,92 ha (21,22%), dan kemampuan lahan kelas VII seluas 1.062,37 ha (10,54%).
Kajian Degradasi Lahan Akibat Kegiatan Pertambangan Untuk Pengembalian Fungsi Lahan Gultom, Ignasius; Maroeto, Maroeto; Arifin, Moch.
Agrium Vol 19 No 1 (2022)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v19i1.6765

Abstract

Sumber daya lahan tidak dapat dipisahkan dengan tanah yang ada pada lahan tersebut di samping faktor-faktor luar yang akan mempengaruhinya. Lahan secara kualitas mengalami penurunan atau degradasi, namun lahan juga mengalami degradasi secara kuantitas, dengan berkurangnya ukuran lahan dengan bertambahnya kepemilikan lahan seiring berjalannya waktu. Wilayah penelitian yang dilakukan pada wilayah bekas tambang sirtu menunjukkan bahwa pada lokasi penelitian dengan tekstur Lempung sampai dengan Lempung Berdebu.Berdasarkan penilaian kekritisan lahan dengan menggunakan acuan Peraturan Nomor. P.32/Menhut-II/2009, didapatkan untuk wilayah W1 dan W2 masuk kedalam kelas kekritisan lahan Potensial Kritis, dan untuk W3 berada pada kelas kekritisan lahan Tidak Kritis. Berdasarkan acuan kerusakan tanah untuk produksi biomassa yang mengacu Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No.7 Tahun 2006, kerusakkan tanah pada wilayah penelitian berada RI (Rusak Ringan) untuk ketiga wilayah sampling (W1, W2, dan W3) dengan faktor pembatas, kebatuan permukaan, fraksi pasir, berat isi, permeablitias dan redoks. Rekomendasi dan arahan perbaikan untuk mendukung pemanfaatan lahan sebagai lahan pertanian produktif adalah dengan melakukan penggabungan konservasi tanah, yaitu dengan penggunaan teras bangku dengan bahan batu serta melakukan penanaman tanaman tegakkan dengan pola agroforestry
Evaluasi Kesesuaian Lahan untuk Pengembangan Tanaman Sengon di Desa Wonosalam, Kecamatan Wonosalam Kurniawati, Yeni Trias; Febrianti, Wahyu Niken; Wattie, Glenmas Guardison Richard Wojtyla; Judhaswati, Ratna Dewi; Handayani, Wuryaning; Yuningsih, Yuningsih; Maroeto, Maroeto
Cakrawala Vol. 18 No. 1: Juni 2024
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32781/cakrawala.v18i1.663

Abstract

Tanaman sengon (Albizia chinensis) adalah salah satu jenis tanaman perkebunan yang populer di Indonesia karena pertumbuhannya yang cepat serta manfaat ekonomi dan lingkungan yang ditawarkannya. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui kelas kesesuaian lahan untuk komoditas sengon di Desa Wonosalam, Kecamatan Wonosalam. Metode yang digunakan adalah menggunakan metode survei deskriptif yaitu dengan survey lahan dan pengambilan sampel tanah di lapangan serta hasil analisis sampel tanah di laboratorium. Titik pengamatan dan pengambilan sampel tanah dibentuk berdasarkan satuan peta lahan hasil overlay (tumpang susun) antara peta jenis tanah, peta lereng, dan peta penggunaan lahan. Hasil kajian didapatkan bahwa sengon memiliki 2 kelas kesesuaian yaitu S3 (Sesuai Marginal) dan juga termasuk dalam Kelas kesesuaian N (Tidak Sesuai) karena memiliki faktor pembatas yang sangat berat dan/atau sulit diatasi. Faktor pembatas pada satuan petak lahan dengan kelas kesesuaian S3 dan N antara lain curah hujan, lereng dan bahaya erosi.
Dehydrogenase enzyme activity and lead (Pb) availability due to the application of biochar and Bacillus sp. in heavy metal-contaminated soil Solekhah, Bella Agit; Priyadarshini, Rossyda; Maroeto, Maroeto
Journal of Degraded and Mining Lands Management Vol. 13 No. 1 (2026)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15243/jdmlm.2026.131.9645

Abstract

The increase in industrial productivity has raised global concerns about heavy metal pollution in soil. Heavy metals pose a major obstacle to natural degradation processes, potentially disrupting the life of soil microorganisms and affecting the enzymes they produce. Intracellular dehydrogenases are more sensitive to contaminants than extracellular enzymes, making them highly effective indicators of heavy metal pollution in soil. This study aimed to evaluate soil dehydrogenase activity and lead (Pb) availability following the application of biochar and Bacillus sp. to heavy metal-contaminated soil. The experimental design used a completely randomized factorial design with two factors. The first factor was the form of giving rice husk biochar (D) with four dose levels: 0 t/ha (D0), 20 t/ha (D1), 40 t/ha (D2), and 60 t/ha (D3). The second factor was the application of Bacillus sp. bacteria (B), with doses of 0 mL/kg soil (B0) and 25 mL/kg soil (B1). The results of this study showed that the combination of rice husk biochar and Bacillus sp. significantly increased dehydrogenase enzyme activity. The highest increase was observed in the sixth week of incubation with D3B1 treatment (biochar at 60 t/ha and Bacillus sp. at 25 mL/kg soil), yielding a value of 2,465.53 TPF/g. In addition, the treatment significantly reduced lead availability, with the lowest value being 1.26 ppm.
Physical and Chemical Characteristics and Classification of Soil in Plantation Land, Bareng Wonosalam, Jombang Regency Dimas Prabowo Harliando; Dinna Hadi Sholikah; Maroeto Maroeto
Acta Solum Vol. 3 No. 3 (2025): Juli 2025
Publisher : Department of Soil, Faculty of Agriculture, Lambung Mangkurat University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/actasolum.v3i3.3394

Abstract

Soil is a fundamental factor influencing agricultural productivity, as it determines nutrient availability, water retention, and the long-term sustainability of farming systems. The Bareng Wonosalam District of Jombang Regency is a significant agricultural area with varied topography and intensive land use; however, comprehensive soil characterization in this region remains limited. This study aimed to analyze the physical and chemical characteristics of soils in plantation lands and classify them taxonomically to inform sustainable management. A representative plantation site in Pulosari Dua was selected using land-use and slope overlays. Five soil horizons (Ap, AB, Bt1, Bt2, BC) were described. Samples were analyzed for moisture content, texture, bulk density, pH (H₂O, KCl), electrical conductivity, organic carbon, total nitrogen, available phosphorus (Olsen, Bray), exchangeable cations (K, Na, Ca, Mg), cation exchange capacity (CEC), and base saturation (BS). Results showed moisture content of 6.2–20.8%, bulk density of 1.23–1.52 g/cm³, pH of 5.35–5.99, and organic carbon of 0.77–3.61%. Exchangeable K and Na were low (<0.60 cmol·kg⁻¹), while Ca ranged from 3.69–7.06 cmol·kg⁻¹. Textures were silty clay and clay, with BS of 53.5–117.1% and CEC of 9.15–12.93 cmol·kg⁻¹. The soils were classified as Typic Hapludalfs. Recommended practices include dolomite liming, potassium fertilization, structural amendments, and terracing. These actions are expected to enhance soil fertility, water retention, and plantation productivity by enabling targeted soil amendments, balanced nutrient application, and erosion control measures that directly address the identified limitations.
PEMETAAN LAJU EROSI DENGAN METODE USLE DI SUBDAS BANGSAL, KABUPATEN MOJOKERTO MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Amanda Nur Fitria Ningrum; Maroeto Maroeto; Bakti Wisnu Widjajani
Jurnal Hutan Tropis Vol 13, No 4 (2025): Jurnal Hutan Tropis Volume 13 Nomer 4 Edisi Desember 2025
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v13i4.24909

Abstract

Erosi tanah merupakan permasalahan lingkungan yang berdampak signifikan terhadap degradasi lahan dan penurunan produktivitas wilayah DAS. SubDAS Bangsal, Kabupaten Mojokerto, memiliki kondisi topografi curam dan dinamika perubahan penggunaan lahan yang menjadikannya rentan terhadap erosi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis laju erosi serta menentukan tingkat bahaya erosi (TBE) pada berbagai penggunaan lahan menggunakan metode Universal Soil Loss Equation (USLE) yang diintegrasikan dengan Sistem Informasi Geografis (SIG). Data yang digunakan meliputi curah hujan, sifat fisik dan kimia tanah, kemiringan lereng, serta tutupan lahan. Nilai erosi yang dihasilkan kemudian dibandingkan dengan erosi yang dapat ditoleransikan (EDP) untuk menghitung indeks bahaya erosi (IBE). Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju erosi bervariasi antara 0,18 hingga 438,96 ton/ha/tahun, dengan nilai tertinggi ditemukan pada lahan tegalan dan kebun yang memiliki penutupan lahan rendah dan kemiringan lereng tinggi. Sebaliknya, lahan hutan menghasilkan laju erosi sangat rendah. Nilai TBE yang diperoleh mencakup kategori sangat ringan hingga sangat berat, sementara nilai IBE menunjukkan kelas sangat rendah hingga sangat tinggi, terutama pada wilayah pertanian di lereng curam. Analisis regresi mengidentifikasi faktor C dan P sebagai variabel paling berpengaruh signifikan terhadap laju erosi. Temuan ini menegaskan pentingnya pengelolaan vegetasi dan penerapan tindakan konservasi untuk menekan tingkat erosi di SubDAS Bangsal.
Co-Authors A. Hamzah Agung Winarno Ahmad Zainul Arifin Alexandra Neovita Tanaya Alexandra Neovita Tanaya Amanda Nur Fitria Ningrum Andriansyah, Muhammad Afifi Anggoro Bayu Aji Arifin, Moch Arum, Dewi Puspa Avianita Agustiani B.W. Widjajani Bagus Shandy Narmaditya Bakti Wisnu Widjajani Bella Agit Solekhah Billy Primadi, Septiawan Chosa Zahro Fatiha Damasa Ines Larrisa Dimas Prabowo Harliando Dinna Hadi Sholikah Faradiba, Nadya Febrianti, Wahyu Niken Fitri Wijayanti Fitri Wijayanti Gultom, Ignasius Hadi Suhardjono Handayani, Wuryaning Iis Purnamawati Jeni, Ken Bening Jiwa Jojok Dwiridotjahjono Joko Suyono Judhaswati, Ratna Dewi Ken Bening Jiwa Jeni Krisnawati, Anik Kurnia Sari, Hanna Putri Kurniawati, Yeni Trias Lestari, Safira Riska Maghfiroh, Ainur Risma Miftakhul Moch Arifin Moch. Arifin Mohammad Idhom Muara Dhika Nabila Putri Wiandari Nailussa'adah, Fina Pangesti Nugrahani Penta SURYAMINARSIH Prameswari, Anindya Hayu Priyadarshini, Rossyda Purnomo Edi Sasongko Purwadi MP. Ir Purwadi Purwadi Purwadi Purwadi Rahastri Rengganis Sukma Ramadhani, Winih Sekaringtyas Rosariawari, Firra Rosmala, Karina Inassyiva Safira Rizka Lestari Santoso, Wahyu Sastya, Yessy Siswanto Sri Wiyatiningsih Subhan, Aprellia Sofiatul Suntoro W.A Suryandika, Fadila Tanaya, Alexandra Neovita Tjahjono, Jojok Dwirido Wahyu Santoso Wahyu Santoso Wahyu Santoso Wahyu Santoso Wahyu Santoso Wanti Mindari Wattie, Glenmas Guardison Richard Wojtyla Wijaya, Kemal Windriyanti, Wiwin Wiwik Wahyuni Yenny WURYANDARI Yuli Agustina, Yuli Yuningsih Yuningsih