Claim Missing Document
Check
Articles

Penatalaksanaan Fisioterapi Pada Kasus Post Orif Fraktur Humerus Distal Yeni Setyaningratri; Dwi Rosella Komalasari; I Ismadi
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Mahasiswa (Student Paper Presentation)
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Fraktur humerus distal adalah patah diujung bawah tulang lengan atas, salah satu dari tiga tulang yang bersatu untuk membentuk sendi elbow. Salah satu penanganan kondisi ini dengan dilakukan pembedahan ORIF (Open Reduction Internal Fixation). Salah satu rehabilitasi fisioterapi menggunakan terapi latihan secara aktif maupun pasif, baik menggunakan alat maupun tanpa menggunakan alat. Yang dapat membantu pemulihan kekuatan otot, tendon, ligament, serta dapat mempertahankan stabilitas sendi dan menambah lingkup gerak sendi (LGS). Tujuan : Untuk mengetahui efek penatalaksaan fisioterapi pada post ORIF fraktur humerus distal sinistra terhadap penurunan nyeri dan peningkatan LGS elbow. Metode: Studi kasus ini dilakukan pada seorang pasien post ORIF fraktur humerus distal sinistra di RSUD Wonosari. Problematika yang dialami pasien adalah terdapat nyeri, dan penurunan LGS elbow. Intervensi fisioterapi yang diberikan adalah instrument assisted soft tissue mobilization (IASTM) dikombinasikan dengan resisted active exercise dilakukan 1x/minggu selama 1 bulan. Hasil: Pemeriksaan nyeri dengan menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) menunjukkan penurunan nyeri diam dari 1 menjadi 0, nyeri tekan dari 6 menjadi 2 dan nyeri gerak dari 7 menjadi 3, LGS diukur dengan goniometer untuk ekstensi & fleksi elbow dimana T0: S.130o-0o-70o menjadi S.155o-0o-95o. Kesimpulan : Intervensi IASTM dikombinasikan dengan resisted active exercise 1x/minggu selama 1 bulan, mampu menurunkan nyeri serta dapat meningkatan lingkup gerak sendi elbow.
Penatalaksanaan Fisioterapi Pada Kasus Sprain Ankle Sinistra: A Case Report Yeni Setyaningratri; Dwi Rosella Komalasari
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Mahasiswa (Student Paper Presentation)
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Sprain ankle adalah cedera pada ligament ankle karena adanya overstretch dengan posisi plantar flexi dan inversi yang terjadi secara mendadak saat kaki tidak mampu menumpu pada permukaan tanah dengan sempurna. Rehabilitasi pasca cedera harus dilakukan dengan tepat untuk menghindari terjadinya cedera berulang. Salah satu rehabilitasi fisioterapi menggunakan elektroterapi dan terapi latihan secara aktif maupun pasif. Yang dapat membantu pemulihan kekuatan otot, tendon, ligament, serta dapat mempertahankan stabilitas sendi dan menambah range of motion (ROM). Tujuan: Untuk mengetahui penatalaksanaan fisioterapi pada sprain ankle terhadap nyeri, kekuatan grup otot flexor, extensor, inversor, eversor ankle, serta peningkatan range of motion ankle. Metode: Studi kasus ini dilakukan pada seorang pasien sprain ankle di Bintang Physio Klinik. Problematika yang dialami pasien adalah terdapat nyeri dan terdapat kelemahan otot dorsi flexor, plantar flexsor, invertor, evertor ankle. Intervensi fisioterapi yang diberikan adalah elektroterapi yang dikombinasikan dengan terapi latihan dilakukan selama 1 kali/minggu selama 1 bulan. Hasil: Pemeriksaan nyeri dengan menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) menunjukkan penurunan nyeri tekan 3 menjadi 0, nyeri gerak 4 menjadi 2, dan nyeri diam tetap 0. Kekuatan otot diukur dengan Manual Muscle Testing (MMT) otot dorsi flexor, plantar flexsor, invertor, evertor ankle dengan nilai 4 menjadi 5. Range of motion (ROM) diukur dengan goniometer pada gerakan plantar-dorso flexi S:15-0-35 menjadi S.20o-0o-35o, sedangkan pada gerakan inversi-eversi R:30-0-15 menjadi R:30-0-20. Kesimpulan: Intervensi elektroterapi dikombinasika dengan terapi latihan 1x/minggu selama 1 bulan mampu menurunkan nyeri, meningkatkan kekuatan otot tungkai bawah serta meningkatkan range of motion ankle.
Case Report : Intervensi Fisioterapi Pada Kasus Tear Meniscus Medial Dextra Eka Widya Susanti; Dwi Rosella Komalasari
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tear meniscus adalah terjadinya robekan pada bantalan atau jaringan tulang rawan pada persendian lutut yang disebabkan karena degenerative maupun traumatic yang sering terjadi saat berolahraga bahkan saat melakukan aktivitas sehari- hari. Dari problematika pasien dengan kasus tear meniscus menimbulkan beberapa masalah seperti adanya nyeri, adanya penurunan kekuatan otot serta adanya penurunan aktivitas fungsional. Dari permasalahan tersebut fisioterapi dapat memberikan intervensi berupa ultra sound, icing, exercise (mobilisasi patella, hamstring setting, quadriceps setting, slight right raise (SLR) dan Transcutaneous Electrical NerveStimulation (TENS). Penatalaksanaan fisioterapi ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian intervensi pada kasus tear meniscus. Metode penelitian ini dilakukan secara langsung kepada 1 pasien yang mengalami tear meniscus selama 3 kali pertemuan fisioterapi. Didapatkan hasil yang signifikan dalam penurunan nyeri, adanya peningkatan aktivitas fungsional serta belum adanya peningkatan kekuatan otot yang signifikan. Kesimpulan yang didapatkan pada penatalaksanaan fisioterapi pada kasus tear meniscus terbukti dapat mengurangi nyeri dan meningkatkan aktivitas fungsional.
HUBUNGAN LAMANYA MENDERITA DIABETES MELLITUS DENGAN KEJADIAN DIABETIC PERIPHERAL NEUROPATHY (DPN) DAN RESIKO JATUH PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 Dwi Rosella Komalasari
Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 1 No 2 (2018): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.978 KB)

Abstract

Latar belakang:Indonesia saat ini menduduki peringkat ke lima dunia sebagai negara yang penduduknya mendirita diabete mellitus (DM). DM adalah kelompok penyakit metabolik yang ditandai oleh hiperglikemi akibat kerusakan sekresi insulin, kerja insulin atau keduanya. Penderita DM jangka panjang sekitar 60-70% mengalami gejala neuropati diabetik pada anggota ekstremitas bawah atau sering dikenal dengan Diabetic Peripheral Neuropathy (DPN), yang akan ditandai dengan berkurangnya respon sensorik, motorik atau keduanya. Gangguan ini akan mengakibatkan resiko jatuh bagi pasien DM tipe 2 menjadi semakin tinggi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan lamanya menderita DM dengan kejadian DPN dan Resiko Jatuh Pada Penderita DM Tipe 2. Selain itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar hubungan antara ketiga faktor tersebut saling mempengaruhi satu sama lain, yang disajikan dalam bentuk data statistik. Metode: Penelitian ini berjenis observasional analitik dan menggunakan metode pendekatan cross sectional. Uji statistik yang digunakan adalah chi square test untuk mengetahui hubungan masing-masing variabel dan melihat nilai out ratio masing-masing variabel yang akan saling mempengaruhi. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukan ada hubungan antara lama menderita DM dengan kejadian DPN dengan nilai p=0,0001 dan nilai OR=0,25. Hasil uji hubungan antara lama menderita DM dengan Resiko Jatuh menunjukkan p=0,0011 dan nilai OR=0,32. Simpulan: Penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang positif antara lamanya menderita diabetes mellitus dengan kejadian DPN dan resiko jauh pada pasien diabetes mellitus tipe 2. Semakin lama menderita DM maka akan semakin beresiko terjadinya DPN dan resiko jatuh juga semakin tinggi.
The Relationship of Bag Load to Changes Vertebra Curves in Students (Study on Students Age 9-12 Years at SDIT Al Ikhlas, Magetan) Andera Prastina Sukmawati; Arif Pristianto; Dwi Rosella Komalasari
Gaster Vol 21 No 2 (2023): AGUSTUS
Publisher : P3M Universitas 'Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30787/gaster.v21i2.1100

Abstract

In children aged 9-12, reduced bone density, length of schooling, duration of daily bag use and bag weight exceeding the recommended weight of 10-15% of body weight can affect changes in the vertebral curve either into kyphosis, lordosis or scoliosis. The purpose of this study was to determine the relationship between bag load and changes in the vertebral curve as measured by the plumb line and scoliometer. The load of the bag is seen from 2 things, namely the weight of the bag and the duration of use of the bag. The research method used a cross sectional study with a sample of 207 school children aged 9-12 years using 2 analytical tests. The results of the Kendall's tau-b analysis test showed p-value = 0.773 and 0.262 (>0.005) which showed that there was no relationship between the weight and duration of bag use and changes in the vertebral curve. The results of the Spearman Rho test analysis showed p-value = 0.448 and 0.407 (> 0.005) which showed no relationship between weight and duration of bag use with the degree of change in the vertebral curve (Angle of Trunk Rotation/ATR).
Penyuluhan Fisioterapi Mengenai Low Back Di Posyandu Lansia "Aisyiyah" Surakarta Dela Ramona; Widya Rendranandini; Rezky Guna Putra; Fakhri Khairullah; Fitri Naida Pitaloka; Dwi Rosella Komalasari; Arif Pristianto; Wahyuni Wahyuni
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 5 (2023): September 2023 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v3i5.486

Abstract

Low Back Pain (LBP) merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering dijumpai di masyarakat. World Health Organization (WHO) menyatakan ratusan juta manusia menderita penyakit ini dengan keluhan nyeri dan inflamasi yang sangat lama menyebabkan keterbatasan fungsional serta disabilitas. Selain itu, beban LBP yang lebih berat terjadi pada populasi lanjut usia dan perempuan. Upaya-upaya untuk mengendalikan angka kejadian LBP dan mencegah komplikasi akibat LBP yang bisa diterapkan oleh komunitas. Low Back Pain rentan terjadi pada seluruh kalangan masyarakarat, salah satunya lansia. Banyaknya jumlah presentase pra lansia dan lansia yang cukup banyak serta kepedulian terhadap kesehatan yang masih kurang akan berdampak terhadap kehidupan psikososial baik secara pribadi maupun bermasyarakat. Pelayanan fisioterapi yang dapat diberikan dalam menangani permasalahan diatas yaitu salah satunya dengan memberikan penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan terkait low back pain. Bentuk penyuluhan dan pemeriksaan yang dilakukan kepada lansia berupa pemberian edukasi dan pemeriksaan fisik seperti vital sign, dan exercise. Hasil yang didapatkan yaitu terjadi peningkatan pemahaman dengan rata-rata sebesar 64,5%.
Latihan Otot Dasar Panggul Pada Pasien Inkontinesia Urin Tri Nurhidayati; Dwi Rosella Komalasari; Sudarmi
Jurnal Adijaya Multidisplin Vol 1 No 03 (2023): Jurnal Adijaya Multidisiplin (JAM)
Publisher : PT Naureen Digital Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakLatar belakang : Inkontinensia urin adalah kondisi dimana seseroang tidak mampu menahan keluarnya urin , sehingga merembes keluar tanpa disadari pasien . Tujuan : Efektvitas latihan otot dasar panggul pada pasien inkontinensia urin.Metode : Pasien merupakan wanita dengan usia 60 tahun, dengan riwayat stroke serta post partum spontan lebih dari 3 kali. Yang telah melakukan terapi selama 6 bulan di pku muhammadiyah karanganyar. Dalam penelitian ini pasien di evaluasi dengan tes orientasi untuk mengukur kekuatan otot dasar panggul, di ukur saat pasien bisa menahan urin atau tidak. Selain itu tes ICIQ-LUTSqol digunakan untuk mengukur kemampuan fungsional pasien yang terganggu dalam kehidupan sehari-hari .Kesimpulan : Pemberian latihan penguatan otot dasar panggul yang dilakukan dalam 3 kali terapi dapat meningkatkan kemampuan pasien inkontinensia urin dalam menahan buang air kecil lebih lama sehingga meningkatkan kempuan fungsional pasien Kata Kunci: Inkontinesia urin, latihan penguatan otot dasar panggul, stroke, post partum spontan AbstractBackground: Urinary incontinence is a condition where a person is unable to hold back the discharge of urine, so that it leaks out without coming out without the patient realizing it. Objective: the effectiveness of pelvic floor muscle exercises in patients with urinary incontinence. Methods: The patient is a 60-year-old woman, with a history of stroke and spontaneous post partum more than 3 times. Who has been doing therapy for 6 months at PKU Muhammadiyah Karanganyar. In this study, patients were evaluated with an orientation test to measure pelvic floor muscle strength, measured when the patient could hold urine or not. In addition, the ICIQ-LUTSqol test is used to measure the functional ability of patients who are impaired in everyday life.Conclusion: Giving pelvic floor muscle strengthening exercises carried out in 3 treatments can improve the ability of urinary incontinence patients to hold urine longer so as to improve the patient's functional abilities Keywords: Urinary incontinence, pelvic floor muscle strengthening exercises, stroke,post partum
Efektivitas Senam Hipertensi Untuk Pengendalian Tekanan Darah Bagi Penderita Hipertensi Di Prolanis Desa Karangasem Dwi Rosella Komalasari; Konara Budi Sudrajat; Tessya Hadika Novitasari; Yngvie Salma Kirani; Aulia Safa’ Nabila; Wahyu Tri Sudaryanto
jurnal ABDIMAS Indonesia Vol. 1 No. 3 (2023): September: Jurnal ABDIMAS Indonesia
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/jurai.v1i3.377

Abstract

This significant increase in maximum temporal arterial blood pressure is referred to as hypertension. An average systolic blood pressure greater than 140 mmHg, or a systolic blood pressure greater than 90 mmHg, is referred to as hypertension. can also be further understood as an anomaly in capillary circulation pressure. Based on the type of high blood pressure, its causes can be divided into two categories: primary hypertension and secondary hypertension. The purpose of this study was to determine the impact of gymnastics (prolanis gymnastics) on heart health fluctuations in gymnastics participants in the Karangasem elderly gymnastics environment. The methodology used in this study was quasi-experimental analytic. The current study used original data collected from a sample of 17 people. April to June 2023 is the completion time of this study. Based on the mathematical analysis shown in Table 2, there was a considerable difference between systemic blood pressure and heart rate (p < 0.05), indicating that prolanis exercise had an impact on systolic blood pressure. However, there was actually no significant change (p>0.05) in systolic blood pressure. Based on analytical analysis, there were significant changes in systolic blood pressure and pulse rate (p < 0.05), indicating that prolanis exercise had an impact on systemic blood pressure. However, there was actually no significant change in blood pressure (p>0.05) in diastolic blood pressure. The Prolanis programme had an impact on systolic blood pressure, but no changes were seen in respondents in Karangasem Village in diastolic blood pressure measurements
Penyuluhan Program Balance Walk Sebagai Upaya Peningkatan Keseimbangan Tubuh Lansia Dwi Rosella Komalasari; Sabina Afifatuzzahra; Annisa Khusnul Khotimah; Hanabilla Rawdhatul Jannah; Nafisa Destriana Putri; Fitri Kurniasari
Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa) Vol. 1 No. 3 (2023): Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa)
Publisher : CV SWA Anugerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.8765/kpa.v1i3.190

Abstract

Keseimbangan adalah salah satu aspek kritis dalam kehidupan sehari-hari manusia yang mencakup kemampuan tubuh untuk mempertahankan pusat gravitasi dan equilibrium baik secara statis atau dinamis saat ditempatkan dalam berbagai posisi (Swandari et al, 2016). Penurunan keseimbangan pada lansia terjadi karena faktor usia, kelemahan otot ekstremitas bawah, nyeri atau kekakuan pada sendi dan yang lainnya. Pengaplikasian balance walk exercise menjadi salah satu alternatif latihan yang dapat digunakan guna peningkatan keseimbangan pada lansia. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan agar lansia di Panti Usia Lanjut Aisyiyah Surakarta mengetahui beberapa aspek penting terkait balance walk, termasuk faktor-faktor yang memengaruhi keseimbangan, teknik dan latihan untuk meningkatkan keseimbangan, aplikasi klinis dan praktis, serta implikasi balance walk. Penggunaan media edukasi berupa poster yang didalamnya terdapat gambar serta tata cara melakukan balance walk exercise serta simulasi gerakan latihan akan lebih mempermudah lansia untuk memahami apa yang kami sampaikan. Metode yang digunakan dengan melakukan pre test dan post test pemeriksaan keseimbangan, yaitu Time Up and Go Test. Setelah terlaksananya kegiatan penyuluhan dan simulasi balance walk exercise didapatkan hasil yang baik, dilihat dari hasil selisih pre test dan post test pemeriksaan keseimbangan dan juga respon serta antusia dari lansia saat mengikuti kegiatan ini. Pengaplikasian program latihan ini dapat digunakan sebagai program jangka panjang di panti usia lanjut aisyiyah surakarta sehingga selaras dengan tujuan utama dari program kegiatan ini.
PENYULUHAN PROGRAM BALANCE WALK SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KESEIMBANGAN TUBUH LANSIA DI PANTI USIA LANJUT AISYIYAH SURAKARTA Dwi Rosella Komalasari; Sabina Afifatuzzahra; Annisa Khusnul Khotimah; Hanabilla Rawdhatul Jannah; Nafisa Destriana Putri; Fitri Kurniasari; Arif Pristianto
Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa) Vol. 1 No. 8 (2023): Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa)
Publisher : CV SWA Anugerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.8765/kpa.v1i8.545

Abstract

Keseimbangan adalah salah satu aspek kritis dalam kehidupan sehari-hari manusia yang mencakup kemampuan tubuh untuk mempertahankan pusat gravitasi dan equilibrium baik secara statis atau dinamis saat ditempatkan dalam berbagai posisi (Swandari et al, 2016). Penurunan keseimbangan pada lansia terjadi karena faktor usia, kelemahan otot ekstremitas bawah, nyeri atau kekakuan pada sendi dan yang lainnya. Pengaplikasian balance walk exercise menjadi salah satu alternatif latihan yang dapat digunakan guna peningkatan keseimbangan pada lansia. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan agar lansia di Panti Usia Lanjut Aisyiyah Surakarta mengetahui beberapa aspek penting terkait balance walk, termasuk faktor-faktor yang memengaruhi keseimbangan, teknik dan latihan untuk meningkatkan keseimbangan, aplikasi klinis dan praktis, serta implikasi balance walk. Penggunaan media edukasi berupa poster yang didalamnya terdapat gambar serta tata cara melakukan balance walk exercise serta simulasi gerakan latihan akan lebih mempermudah lansia untuk memahami apa yang kami sampaikan. Metode yang digunakan dengan melakukan pre test dan post test pemeriksaan keseimbangan, yaitu Time Up and Go Test. Setelah terlaksananya kegiatan penyuluhan dan simulasi balance walk exercise didapatkan hasil yang baik, dilihat dari hasil selisih pre test dan post test pemeriksaan keseimbangan dan juga respon serta antusia dari lansia saat mengikuti kegiatan ini. Pengaplikasian program latihan ini dapat digunakan sebagai program jangka panjang di panti usia lanjut aisyiyah surakarta sehingga selaras dengan tujuan utama dari program kegiatan ini.
Co-Authors Abidah Aristawati, Salwa Abyori Daru Murtama Adnan Faris Naufal Agus Widodo Ahmad Rifai Aifa Azzahra Aldin Nasrun Minalloh Amar busro Amelia Tirta Lestari Anas Rusmanto, Salma Andera Prastina Sukmawati Anggraini, Ricky Diah Ayu Annisa Khusnul Khotimah Arif Pristianto Arin Supriyadi Arin Supriyadi Asrani, Muhammad Atikasari, Dewi Ayu Aulia Safa’ Nabila Aviva Tunisyia Ayu Maharani, Brilian Mustika Bahertha Rachmatika D Dermin Dela Ramona Desi Rahmadhina Putri Devia Putri Agnesia DIAN LESTARI Eka Widya Susanti Endrawati, Mira Yuga Ernanda Zainovita Fahra Fadhilla Fakhri Khairullah Farid Rahman Fatikhul Ikhsan, Diyas Fauziah, Salsabila Fitra, Hapsari Winanti Fitri Kurniasari Fitri Naida Pitaloka Halim, Mardianto Hanabilla Rawdhatul Jannah HERU PURNOMO Hifayati, Laily Maulida Nur I Ismadi Iin Rohayani Ilham Yugantara Indra Pratama Isnaeni Herawati Kingkinarti Konara Budi Sudrajat Kurniady, Devi Arhamevia Leo Muchamad Dachlan lestari, sulis Lu'lu'ul Muslimah M. Herman Mely Erlika Sari Muhammad Isa Hanafi Muhammad Raihan Maulidan Nadhirah, Sabina Azka Nafisa Destriana Putri Nur Fauziyah, Luluk Nur Laisya Mayeda Nuraini, Farah Hanifah Nurbaity, Annisa Nurul Azizah Perdana, Suryo Saputra Pipit, Kurniawati Pratama, Cafin Surya Putra Pratiwi, Rossy Eka Prihastomo, Teguh Purbasasana, P Rabiatul Adawiya Raden Andrea Zalfa Zaki Gazella Raden Shafira Saniyyah Ramadhani Radinda, Indiana Rahma Septiara Rezky Guna Putra Rina Koesoema Wardani Ririt Eka Lestari Ronald Rizal Shidiq Sabina Afifatuzzahra Saffanah, Dintha Nadhira Safitri, Weni Salmi, Umi Salsabila Nurul Fitri Salsabila Nurul Fitri Serina Laurenza Putri Rianto Shafira Rizky Nur Khairunnisa Siti Azzura Zain Siti Fadhilah Sudarmi Suryo Saputra Perdana Susilo, Ridwan Andi Suwendra, Ria Syaharani Altrisnisa, Anindya Tambing, Nabila Yusril Ihza Lestari Sallu Tessya Hadika Novitasari Theofany, Audina Puteri Fasya Theresia, Ribka Tiara Sang Ether Asy shifa Tomiana Tomiana Tri Nurhidayati Tsania Haifa’ Kurniahadi Ulfa, Merinda Umi Budi Rahayu Valentina Febri Marzaleva Wahyu Tri Sudaryanto Wahyuni Wahyuni Wardani, Rina Koesoema Warih Sri Widodo Widiatmi, Sri Widya Rendranandini wijianto - Wijianto - Wijianto Wijianto Yeni Setyaningratri Yngvie Salma Kirani Zara Sugiyarti