Claim Missing Document
Check
Articles

PEMERTAHANAN TRADISI BUDAYA PETIK LAUT OLEH NELAYAN HINDU DAN ISLAM DI DESA PEKUTATAN, JEMBRANA -BALI Ida Ayu Komang Sintia Dewi .; Dra. Luh Putu Sendratari,M.Hum .; Drs. I Wayan Mudana,M.Si. .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 2 No. 3 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v2i3.4153

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, (1) latar belakang masyarakat Desa Pekutatan tetap mempertahankan tradisi Petik Laut; (2) Proses pelaksanaan tradisi Petik Laut di Desa Pekutatan, (3) Aspek-aspek dari tradisi Petik Laut yang dapat di pakai untuk pengembangan suplemen Sejarah Bahari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yaitu: (1) teknik penentuan informan; (2) teknik pengumpulan data (observasi, wawancara, studi analisis/content atau dokumentasi); (3) teknik analisis data; (4) teknik penulisan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa latar belakang pemertahanan tradisi Petik Laut di Desa Pekutatan berkaitan erat dengan fungsi dari tradisi yaitu; (1) pemenuhan kebutuhan fisik yaitu: (1) fungsi individu yang berkaitan erat dengan kekuatan rasa aman dan suatu kepuasan diri secara emosional; (2) fungsi sosial berkaitan erat dengan peningkatan solidaritas sosial antara sesama sehingga menumbuhkan rasa integrasi sosial antar masyarakat sehingga dapat bekerja sama dengan baik; (2) pemenuhan kebutuhan psikologis yaitu: (1) keyakinan atau kepercayaan, hal ini berkaitan erat untuk memohon keselamatan dalam melaut, menghindari diri dari mara bahaya dalam melaut serta rasa takut oleh hal yang bersifat gaib, yang ada di luar kemampuan dan nalar manusia atau alam niskala. Proses pelaksanaan tradisi Petik Laut meliputi : (1) tahap persiapan, (2) tahap pelaksanaan; (3) tahap penutup. Aspek-aspek dari tradisi Petik Laut yang dapat di pakai untuk pengembangan suplemen Sejarah Bahari diantaranya: (1) aspek materi ajar; (2) aspek media pembelajaran. Kata Kunci : Latar belakang, pemertahanan tradisi, Petik Laut sebagai suplemen Sejarah Bahari This study aims to determine, (1) the background Pekutatan villagers still maintain the tradition of Petik Laut; (2) The process of implementation of Petik Laut tradition in the village Pekutatan, (3) Aspects of Marine Pick tradition that can be used to supplement the development of Maritime History. This study used a qualitative approach, namely: (1) a technique of determining the informant; (2) data collection techniques (observation, interview, study analysis / content or documentation); (3) data analysis techniques; (4) the techniques of writing. The results showed that the background retention Pick tradition in the Pekutatan Village Sea closely related to the function of tradition; (1) physical needs, namely: (1) the individual functions are strongly associated with strength and a sense of emotional self-satisfaction; (2) social function is closely related to an increase in social solidarity among fellow that foster a sense of social integration among the people so that they can work well together; (2) the fulfillment of psychological needs, namely: (1) belief or trust, it relates closely to invoke the safety at sea, prevent themselves from danger in the sea as well as by the fear of the supernatural, that is beyond the capability and human reasoning or abstract nature. Petik Laut tradition implementation process include: (1) preparation, (2) the implementation phase; (3) closing stages. Aspects of Marine Pick tradition that can be used for the development of Maritime History supplements include: (1) aspects of teaching materials; (2) aspects of learning media. keyword : Background, retention tradition, Petik Laut Maritime History as a supplement
Tradisi Ngerebeg di Desa Pakraman Tegallalang, Gianyar, Bali (Latar Belakang Pemertahanan dan Potensinya Sebagai Sumber Belajar Pendidikan Karakter dalam Pelajaran Sejarah) I Wayan Suwartika .; Dra. Luh Putu Sendratari,M.Hum .; Drs. I Gusti Made Aryana,M.Hum .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 3 No. 2 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v3i2.4170

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Latar belakang pemertahanan Tradisi Ngerebeg (2) Belum digunakannya Tradisi Ngerebeg sebagai sumber belajar sejarah (3) nilai-Nilai karakter dalam Tradisi Ngerebeg yang bisa dijadikan sebagai sumber belajar sejarah. Dalam penelitian ini, data dikumpulkan dengan menggunakan metode kualitatif dengan tahap-tahap ; (1) teknik penentuan lokasi penelitian, (2) teknik penentuan informan, (3) metode pengumpulan data (observasi, wawancara, studi dokumen), (4) teknik validitas data (triangulasi data), dan (5) teknik pengolahan data. Hasil penelitian menunjukan bahwa, (1) Pemertahanan Tradisi Ngerebeg di latar belakangi karena adanya suatu kepercayaan dan keyakinan yang telah mengakar di masyarakit, di samping adanya alasan pelestarian budaya, psikologis, pendidikan dan ekonomi (2) Tradisi Ngerebeg belum digunakan sebagai sumber belajar sejarah karena ada beberapa faktor yang mendasari pemilihan sumber belajar yang sulit di terapkan, diantaranya: kurang ekonomis, susah diperoleh, kurang praktis, dan kurang menguasai materi. (3) nilai-nilai karakter dalam Tradisi Ngerebeg yang bisa dugunakan sebagai sumber belajar sejarah diantaranya: religius, bertanggung jawab, Disiplin, kerja keras, kreatif, nasionalis, serta peduli sosial dan lingkungan.Kata Kunci : Tradisi Ngerebeg, sumber belajar sejarah, nilai karakter. This study aims to (1) determine the background retention of Ngerebeg tradition (2) to know why Ngerebeg tradition not used as a source of learning the history (3) determine the values of characters in the Ngerebeg tradition which could serve as a source of learning history. In this study, the data collected using qualitative methods with the stages; (1) a technique of determining the location of the research, (2) determination techniques informant, (3) data collection methods (observation, interviews, document studies), (4) technical validity of the data (data triangulation), and (5) data processing techniques. The results showed that, (1) Retention Ngerebeg tradition in the background due to the presence of a background of trust and confidence that has been rooted for people, in addition to the reason for the preservation of the cultural, psychological, and economic education (2) Ngerebeg tradition not been used as a source of learning history because there are several factors underlying the selection of learning resources that are difficult to apply, including: less economical, hard-earned, less cumbersome, and less over matter. (3) The values of characters in the Ngerebeg tradition can be used as a source of learning history including: religious, responsible, discipline, hard work, creative, nationalists, as well as social and environmental care. keyword : Ngerebeg tradition, the history of learning resources, the value of the character
PEMANFAATAN KLIPING HARIAN BALI POST SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH KEBUDAYAAN DI SMA BERDASARKAN KURIKULUM 2013 I Nyoman Candra Wiguna .; Drs. I Gusti Made Aryana,M.Hum .; Dra. Luh Putu Sendratari,M.Hum .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v3i1.4174

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) tulisan-tulisan khas yang ada dalam harian Bali Post yang dapat dijadikan kliping sebagai sumber belajar Sejarah Kebudayaan, (2) mengetahui bagian dari tulisan itu yang dapat dimasukkan dalam pelajaran Sejarah Kebudayaan berdasarkan Kurikulum 2013. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Tahap-tahap yang dilakukan dalam penelitian deskriptif kualitatif adalah (1) Penentuan Objek Penelitian (2) Penentuan Informan (3) Pengumpulan Data (studi dokumentasi, observasi dan wawancara), (4) Analisis Data yang terdiri dari analisis isi dan analisis interaktif dan (5) Pelaporan Hasil. Hasil penelitian menunjukkan : (1) Tulisan-tulisan khas yang terdapat dalam harian Bali Post, yang memiliki relevansi untuk dapat dijadikan sumber belajar sejarah kebudayaan di SMA dalam bentuk kliping, yaitu dikelompokkan menjadi tiga jenis, yaitu (1) laporan khusus, (2) artikel, dan (3) opini. Tulisan-tulisan khas tersebut, mengulas berita mengenai event budaya; (2) Tulisan ini dapat dimasukkan dalam Kurikulum 2013 pada bagian Kompetensi Dasar 3.6, yaitu menganalisis karakteristik kehidupan masyarakat pemerintahan, dan kebudayaan pada masa kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia serta menunjukkan contoh bukti-bukti yang masih berlaku. Kata Kunci : Kliping Harian Bali Post, Sumber Belajar, Sejarah Kebudayaan, dan Kurikulum 2013. This study aimed to describe (1 Typical writings that exist in the Bali Post that can be made as clippings that can be used as a source of learning Cultural History (2) know the parts of the text that can be included in the study of Cultural History based on curriculum 2013. This research is a kind of descriptive qualitative research. The steps are carried out in a qualitative descriptive study was (1) Determination of an object research (2) Determination of the informant (3) Data Collection (study documentation, observation, interview) (4) Data analysis that consisted of content analysis and interactive analysis (5) reporting Results. The results showed: (1 typical writings contained in the daily of Bali Post, which has relevance for the study can be used as a source of cultural history at the senior high school in the form of clippings, which are grouped into three types. The three types of writing that are specific reports, articles and opinions. The typical writings, review news about cultural events; (2) This paper can be included in the curriculum 2013 on the part of Basic Competence 3.6, which analyzed the characteristics of people's lives administration, and culture in the period of kingdoms of the Hindu-Buddhist in Indonesia as well as show examples of evidence still valid.keyword : Daily Clipping of Bali Post, Sources of Study, Cultural History, and Curriculum 2013
UANG PERIODE ORI (OEANG REPUBLIK INDONESIA) 1946-1949 : KARAKTERISTIK DAN POTENSINYA SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN SEJARAH DI SMA Ni Made Dwipayani .; Dra. Luh Putu Sendratari,M.Hum .; Drs. I Gusti Made Aryana,M.Hum .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v3i1.4269

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui latar belakang munculnya ORI sebagai mata uang pertama di awal berdirinya RI, (2) mengetahui aspek-aspek yang terkandung dalam ORI yang bisa dijadikan sebagai media pembelajaran sejarah di SMA. Dalam penelitian ini, data dikumpulkan dengan menggunakan metode kualitatif dengan tahap-tahap ; (1) teknik penentuan lokasi penelitian, (2) teknik penentuan informan, (3) teknik pengumpulan data (observasi, wawancara, kajian dokumen), (4) teknik penjamin keaslian data (triangulasi data, triangulasi metode), dan (5) teknik analisis data. Hasil penelitian menunjukan bahwa, (1) Adanya peristiwa sejarah yang melatarbelakangi dikeluarkannya ORI sebagai mata uang pertama di Indonesia disebabkan oleh faktor ekonomi, faktor politik, faktor kultural dan faktor historis. (2) Aspek-aspek yang terkandung dalam ORI yang dapat dijadikan sebagai media pembelajaran di SMA yaitu aspek bentuk, aspek fungsi, aspek seni dan aspek gambar. Materi uang ORI sebagai media pembelajaran Sejarah di SMA dapat dikaitkan ke dalam silabus dan rencana pelaksanaan pembeajaran (RPP) yang berbasis kurikulum KTSP kelas XII semester ganjil. Kata Kunci : Aspek, factor, Media pembelajaran, Uang ORI This study aims to (1) know the background of ORI as the first currency in the beginning of RI, (2) know the aspects contained in the ORI, which can be used as a learning media of history in senior high school. In this study, the data were collected by using qualitative methods within some stages, (1) field determination technique, (2) informant determination techniques, (3) data collection techniques (observation, interview, documents review), (4) validity and reliability technique (data triangulation, triangulation method), and (5) data analysis technique. The findings of the study showed that, (1) there were historical events underlying the issuance of ORI as the first currency in Indonesia which was caused by economic factors, political factors, cultural factors and historical factors. (2) The aspects contained in the ORI, which can be used as a learning media in the senior high school were form aspects, function aspects, art and image aspects. Material of ORI money as a medium of learning history in senior high school can be attributed to the syllabus and lesson plan (RPP) based on the standard based curriculum (KTSP) of XII class in the first semester.keyword : aspects, factors, learning media, ORI money.
PEMBANTAIAN MASSAL PENGIKUT GERAKAN 30 SEPTEMBER 1965 DI SETRA PEMASAHAN, DESA PAKRAMAN TIANYAR, KUBU KARANGASEM, BALI DAN POTENSINYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH DI SMA I Gede Putra .; Dra. Desak Made Oka Purnawati,M.Hum .; Dra. Luh Putu Sendratari,M.Hum .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 2 No. 3 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v2i3.4273

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) latar belakang sejarah pembantaian massal di Setra Pemasahan yang terdapat di Desa Pakraman Tianyar, Kubu, Karangasem. (2) proses pembantaian terhadap orang-orang yang dicurigai sebagai anggota dan simpatisan PKI, dan (3) Aspek-aspek dari peristiwa pembantaian di Setra Pemasahan sebagai sumber belajar sejar di SMA. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan langkah-langkah, yakni: (1) penentuan lokasi penelitian, (2) penentuan informan, (3) pengumpulan data (teknik observasi, wawancara, studi dokumen), (4) teknik penjaminan keaslian data (triangulasi data, triangulasi metode), (5) teknik analisis data (reduksi data, display data, kesimpulan dan verifikasi), dan (6) penulisan hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukan bahwa latar belakang sejarah peristiwa pembantaian massal di Setra Pemasahan tidak dapat dilepaskan dengan gerakan penumpasan G30S diberbagai daerah di Indonesia. Selain itu juga pembantaian yang terjadi selalu disertai dengan rasa sentimen pribadi. Proses pembantaian massal di Setra Pemasahan berlangsung selama satu hari. Korban pembantaiannya mencapai 150 orang dan mereka merupakan orang-orang yang berasal dari luar Desa Pakraman Tianyar. Aspek-aspek pembantaian massal di Setra Pemasahan yang bisa dikembangkan sebagai sumber belajar sejarah di SMA, yaitu; (1) aspek kognitif (2) aspek afektif dan (3) aspek psikomotor.Kata Kunci : Setra Pemasahan, kuburan massal, pembantaian massal, ABSTRACT This study aimed to determine (1) the background of the massacre in the history of Setra Pemasahan contained in Pakraman Tianyar, Kubu, Karangasem. (2) the massacre of suspected PKI members and sympathizers, and (3) aspects of the massacre at Setra Pemasahan as a learning resource in school history. The method used in this study is a qualitative method steps, namely: (1) determining the location of the research, (2) determination of the informant, (3) data collection (observation, interviews, document studies), (4) the technique guarantees the authenticity of the data (data triangulation, triangulation method), (5) data analysis (data reduction, data display, conclusion and verification), and (6) that the results of the study. The results showed that the background of the massacre in the history of the events Setra Pemasahan can not be released by crushing the movement of the G-30 in various regions in Indonesia. In addition, the massacre is always accompanied by a sense of personal sentiment. The process of mass murder at Setra Pemasahan lasts for one day. Victims of massacre of 150 people and they are people who come from outside Pakraman Tianyar. Aspects of the massacre at Setra Pemasahan that could be developed as a source of learning history in high school, that is; (1) cognitive, (2) the affective aspect and (3) psychomotor aspect. keyword : Setra Pemasahan, mass graves, mass murder
Biografi I Nyoman Jirna Studi Nilai-Nilai Kepahlawanan dan Potensinya sebagai Sumber Belajar Sejarah Revolusi Fisik di SMA Gede Aris Adi Sanjaya .; Dra. Luh Putu Sendratari,M.Hum .; Drs. I Ketut Margi, M.Si .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 2 No. 3 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v2i3.4275

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Biografi I Nyoman Jirna; dan. (2) nilai-nilai kepahlawanan yang terdapat dalam biografi I Nyoman Jirna. (3) Aspek-aspek yang terdapat pada Biografi I Nyoman Jirna dan Nilai-nilai kepahlawanannya yang dapat di kembangkan sebagai sumber pembelajaran Sejarah Revolusi Fisik di SMA. Menggunakan metode penelitian sejarah yaitu: (1) heuristik (studi dokumen, wawancara, dan observasi); (2) kritik sumber (ekstern dan intern); (3) intepretasi data; (4) historiografi. Hasil penelitian menunjukkan (1) Biografi I Nyoman Jirna dibagi menjadi lima tahapan, yaitu (a) situasi politik pada revolusi fisik (b) latar belakang keluarga; (c) masa kanak-kanak, remaja, dan dewasa; (d) masa perjuangan I Nyoman Jirna ; dan (e) masa-masa akhir kehidupan I Nyoman Jirna. Biografi kepahlwanan I Nyoman Jirna dijabarkan sebagai berikut: (1) I Nyoman Jirna adalah putra ketiga dari I Ketut Pasek dan Ni Nengah Seroni. I Nyoman Jirna lahir pada tahun 1927 di Desa Banyuning Barat. (2) Nilai-nilai kepahlawanan yang terkandung pada I Nyoman Jirna yaitu : (a) patriotisme; (b) keberanian; (c) kemandirian; (d) solidaritas; dan (e) tanpa pamrih. Biografi kepahlawanan I Nyoman Jirna, dapat dijadikan sumber belajar sejarah pada pembelajaran sejarah materi Revolusi Fisik di SMA kelas XII pada silabus dan kurikulum 2013Kata Kunci : Biografi, Nilai Kepahlawanan, Sumber Belajar Sejarah This study aimed to determine : ( 1 ) Biography I Nyoman Jirna ; and . ( 2 ) heroic values contained in the biography I Nyoman Jirna . ( 3 ) The aspects contained in the biography I Nyoman Jirna and heroic values that can be developed as a source of learning history in high school physical revolution. Using the methods of historical research , namely : ( 1 ) heuristic ( study of documents , interviews , and observations ) ; ( 2 ) criticism of sources ( external and internal ) ; ( 3 ) interpretation of the data ; ( 4 ) historiography . Results showed ( 1 ) Biography I Nyoman Jirna divided into five stages , namely ( a) the political situation in the physical revolution ( b ) family background ; ( c ) childhood , adolescence , and adulthood ; ( d ) the struggle I Nyoman Jirna ; and ( e ) the last years of life , I Nyoman Jirna . Biography kepahlwanan I Nyoman Jirna described as follows : ( 1 ) I Nyoman Jirna was the third son of I Ketut Pasek and Ni Nengah Seroni . I Nyoman Jirna was born in 1927 in the village of West Banyuning . ( 2 ) The values of heroism is contained in I Nyoman Jirna namely : ( a) patriotism ; ( b ) courage ; ( c ) independence ; ( d ) solidarity ; and ( e ) unconditionally. I Nyoman Jirna heroic biography, can be a source of learning the history of the teaching of history in high school physical revolution material class XII syllabus and curriculum in 2013 . keyword : Biography , Heroic Value , Source of Learning History
Pemanfaatan Monumen Pejuang Pahlawan Kemerdekaan Republik Indonesia di Desa Selat , Abiansemal , Badung, Bali (Latar Belakang Pendirian dan Potensinya Sebagai Media Power Point Pembelajaran Sejarah di SMA) Putu Ari Antara .; Dra. Luh Putu Sendratari,M.Hum .; Ketut Sedana Arta, S.Pd. .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 5 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v5i2.4847

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui Latar Belakang Pendirian Monumen Pejuang Republik Indonesia di Desa Selat, Abiansemal, Badung, (2) mengetahui aspek – aspek apa yang dapat dijadikan sebagai media pembelajaran sejarah dalam Monumen Pejuang Republik Indonesia di Desa Selat, Abiansemal, Badung, (3) mengetahui cara pemanfaatan Monumen Pejuang Republik Indonesia di Desa Selat, Abiansemal, Badung sebagai media pembelajaran Sejarah di SMA. Dalam penelitian ini, data dikumpulkan dengan menggunakan metode kualitatif dengan tahap-tahap ; (1) teknik penentuan lokasi penelitian,(2) teknik penentuan informan, (3) teknik pengumpulan data (observasi, wawancara, kajian dokumen), (4) teknik penjamin keaslian data (triangulasi data, triangulasi metode), dan (5) teknik analisis data. Hasil penelitian menunjukan bahwa, (1) adanya peristiwa sejarah yang melatarbelakangi pembangunan Monumen Pejuang Republik Indonesia di Desa Selat yaitu peristiwa gugurnya I Gusti Alit Reta, I Kantun dan I Gusti Putu Pegil pada tahun 1948 saat revolusi fisik dalam rangka mempertahankan kemerdekaan NKRI. Monumen Pejuang Republik Indonesia di Desa Selat dibangun untuk menghormati jasa para pejuang yang telah gugur dalam mempertahankan wilayah pada masa revolusi fisik. (2) Aspek– aspek yang terkandung dalam Monumen Pejuang Pahlawan Kemerdekaan Republik Indonesia yaitu :Aspek Naratif, Aspek Faktual, Aspek Artistik dan Aspek Rekreatif. (3) Pemanfaatan Monumen Pejuang Pahlawan Kemerdekaan Republik Indonesia dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran sejarah di SMA yaitu dengan cara membuat media power point dengan materi Revolusi fisik dalam rangka mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Dalam materi ini akan di bahas tentang Monumen Pejuang Kemerdekaan Republik Indonesia di Desa Selat. Kata Kunci : Kata Kunci: monumen, media pembelajaran sejarah. This study aims to (1) know the background of the establishment Background Warrior Monument Establishment of the Republic of Indonesia in the Village Strait, Abiansemal, Badung,Bali (2) determine aspects - aspects of what can be used as a learning medium in the history of the Republic of Indonesia Warriors Monument in the Village Strait, Abiansemal, Badung,Bali (3) knowing how to use Warrior Monument of the Republic of Indonesia in the Village Strait, Abiansemal, Badung, Bali as a medium of learning in school history . In this study , the data collected using qualitative methods by stages; (1) The technique of determining the location of the research, (2) determination techniques informants, (3) data collection techniques ( observation, interviews, review of documents ), (4) the guarantor technique authenticity of data ( data triangulation , triangulation method ), and (5) technique data analysis. The results showed that, (1) the existence of historical events behind the construction of the Republic of Indonesia Warriors Monument in the Village Strait which event the death of I Gusti Alit Reta, I Kantun and I Gusti Putu Pegil in 1948 when physical revolution in order to maintain the independence of the Republic of Indonesia . Monument of the Republic of Indonesia in the village fighters Strait built to honor the fighters who have fallen in defense of the territory on the physical revolution. (2) Aspect - aspects contained in the Monument of Independence of the Republic of Indonesia Hero Fighter , namely: Narrative aspects, factual aspects , artistic aspects, recreational aspects. (3) Utilization of Heroes Freedom Fighters Monument Republic of Indonesia can be used as a medium for teaching history in high school that is by making the media power point with material physical Revolution in order to maintain the independence of Indonesia . In this matter will be discussed about the Freedom Fighters Monument Republic of Indonesia in the Village Strait .keyword : : monuments , history teaching media
PERANAN MAYOR I GUSTI WAYAN DEBES DALAM PUPUTAN MARGARANA TABANAN, BALI (IDENTIFIKASI NILAI-NILAI KEPAHLAWANAN DAN POTENSINYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH DI SMA) I Made Agus Eri Antara .; Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja,MA .; Dra. Luh Putu Sendratari,M.Hum .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 5 No. 3 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v5i3.4909

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Peranan Mayor I Gusti Wayan Debes dalam Puputan Margarana Tabanan, Bali; (2) Nilai-nilai kepahlawanan yang ada dibalik perlawanan Mayor I Gusti Wayan Debes terhadap Belanda; dan (3) Pengintegrasian nilai -nilai kepahlawanan tersebut bagi sumber pembelajaran sejarah di SMA. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif melalui langkah-langkah berikut ini : Jenis penelitian, Penentuan lokasi penelitian, Teknik penentuan informan, Instrumen penelitian, Metode pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara dan dokumen, Metode penjaminan keabsahan data, Metode analisis data, dan Metode penulisan. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) Peranan Mayor I Gusti Wayan Debes dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari pra puputan sampai Puputan Margarana, yaitu: Penyerangan terhadap tangsi Jepang di Kota Tabanan, Melakukan pembenahan susunan organisasi perjuangan di Bali, Pembentukan organisasi perjuangan DPRI Sunda Kecil, Pertempuran di Munduk Malang, Long March ke Gunung Agung, Melakukan penyerangan terhadap tangsi polisi NICA di Kota Tabanan dan Puputan Margarana; (2) Nilai-nilai kepahlawanan yang terkandung dari sosok Mayor I Gusti Wayan Debes yaitu: patriotism, rela berkorban, tanpa pamrih, keberanian, kewibawaan, solidaritas, kerjasama, kejujuran, nasionalisme, persatuan dan kesatuan, disiplin dan religius; (3) Pengintegrasian nilai-nilai kepahlawanan Mayor I Gusti Wayan Debes sebagai sumber pembelajaran sejarah dapat dijabarkan pada ranah kognitif, ranah afektif, silabus sebagai acuan guru dalam merencanakan pembelajaran dan Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran sebagai alat dalam menyampaikan materi kepada peserta didik. Kata Kunci : Pahlawan, Nilai-nilai kepahlawanan, Sumber belajar sejarah This study aims to determine (1) Role of Mayor I Gusti Wayan Debes in Puputan Margarana Tabanan, Bali; (2) The values of heroism behind the resistance Mayor I Gusti Wayan Debes of the Netherlands; and (3) The integration of the heroism’s values as the source of the history learning in high school. This study used a qualitative research method through the following steps: kind of research, the determination research location, the determination of technique informants, research instrument, method of data collection by observation, interviews and documents, methods guarantee the validity of data, data analysis method, and the writing method. The results showed that (1) Role of Mayor I Gusti Wayan Debes in maintaining the independence of Indonesia from pre bellows to Puputan Margarana, namely: Attack on Japanese military barracks in the city of Tabanan, Doing revamping the organizational structure struggle in Bali, The formation of the Lesser DPRI Sunda Kecil fighting organization, Battle Munduk Malang, a Long March to Mount Agung, Doing attacks on police barracks NICA in Tabanan City and Puputan Margarana; (2) The values contained heroic figure of Mayor I Gusti Wayan Debes namely: patriotism, sacrifice, selfless, courage, dignity, solidarity, cooperation, honesty, nationalism, unity and integrity, discipline and religious; (3) The integration of the values of heroism Mayor I Gusti Wayan Debes as a source of learning history can be described in the cognitive, affective, syllabus as a reference for teachers in planning lessons and draft lesson as a tool in presenting the material to learners.keyword : Heroes, Values of heroism, Source learn history
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TANYA JAWAB ESTAFET UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PROSES DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X3 PADA MATA PELAJARAN SEJARAH DI SMA NEGERI 1 NUSA PENIDA SEMESTER GENAP TAHUN AJARAN 2014/2015 I Putu Widiarta .; Dra. Luh Putu Sendratari,M.Hum .; Drs. I Ketut Margi, M.Si .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 5 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v5i2.5311

Abstract

Penelitian ini bertujuan meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran sejarah melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Tanya Jawab Estafet pada siswa kelas X3 SMA Negeri 1 Nusa Penida Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung-Bali. Subjek penelitian adalah siswa kelas X3 SMA Negeri 1 Nusa Penida tahun pelajaran 2014/2015 yang berjumlah 33 orang terdiri dari 14 siswa laki-laki dan 19 siswa perempuan. Analisis data menggunakan diskriftif kuantitatif. Data kualitas proses belajar siswa dikumpulkan melalui metode observasi, sedangkan hasil belajar siswa dikumpulkan melalui metode tes. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Tanya Jawab Estafet dapat meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran sejarah kelas X3 SMA Negeri 1 Nusa Penida tahun pelajaran 2014/2015. Hal ini dapat dilihat dari data berikut ini: 1) terjadi peningkatan kualitas proses belajar siswa pada siklus I dengan persentase rata-rata 3,34% dan persentase rata-rata pada siklus II sebesar 4,30%. Pada siklus II mengalami peningkatan sebesar 0,96%. 2) terjadi peningkatan hasil belajar pada siklus I dengan rata-rata sebesar 65,4, ketuntasan belajar 54,54%, rata-rata persen 65% dan pada siklus II rata-rata sebesar 81,81, ketuntasan belajar siswa, 96,97%, rata-rata persen 81,81%. peningkatan ketuntasan belajar dari siklus I ke Siklus II mencapai 42, 43%, peningkatan dari siklus I ke Siklus II rata-rata 16,41, dan peningkatan rata-rata persen dari siklus I ke Siklus II mencapai 16,41%.Kata Kunci : Model Pembelajaran Kooperatif tipe Tanya Jawab Estafet, Kualitas Proses Belajar, dan hasil Belajar Siswa The aim of this study is to increase the quality of learning process and the results study of the students on history subject through cooperative learning method, relay ask and answer at student of grade X3 SMA Negeri 1 Nusa penida periode 2014/2015 which total of the students are 33 people which is consists of 14 boys and 19 girls. Kuantitatif deskripyive is used as Data analysis. The quality of Learning process data is gathered through observation method, and students result study is gathered through test method . the result of this study shows that the application of cooperative learning process method , relay ask and answer type ,is able to increase the quality of learning process and also the result study of students on history subject on grade X3 SMA Negeri 1 Nusa Penida period 2014/2015. This data is shown as follows : 1) there is slightly increase of the quality of learning process in first cycle by 3,34% and second cycle by 4,30%. The second cycle, there is slightly data increase by 0,96 %. 2) there is increasing on students results in first cycle by 65,4%,past the test by 54,54%, in average 65% and in the second cycle by 81,81%, past the test 96,97%, in average by 42,43%, enhancement of past the test study from cycle 1 adn cycle 2 are 42,43%, and enhancement of average from cylce 1 and cycle 2 are 16,41% and ehancement from cycle 1 and cycle 2 are 16,41%keyword : cooperative learning method, relay ask and asnwer type,quality of learning process and the results study of students
IDENTIFIKASI POLA PENDIDIKAN KARAKTER PADA PEMBELAJARAN SEJARAH DI KELAS X IPA 1 SMA LABORATORIUM UNDIKSHA SINGARAJA BALI M Al Qautsar Pratama .; Dra. Luh Putu Sendratari,M.Hum .; Dra. Desak Made Oka Purnawati,M.Hum .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 4 No. 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v4i2.5379

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) mengetahui pola pendidikan karakter yang diterapkan pada pembelajaran sejarah di kelas X IPA 1 SMA Lab Undiksha Singaraja Bali, (2) mengetahui kendala-kendala yang dihadapi oleh guru dan siswa dalam penerapan pola pendidikan karakter pada pembelajaran sejarah di kelas X IPA 1 SMA Lab Undiksha Singaraja Bali . Penelitian ini merupakan jenis pendekatan kualitatif prosedur penelitian yang menggunakan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati.Tahap-tahap yang dilakukan dalam penelitian kulitatif yaitu dengan melakukan (1) teknik penentuan informan; (2) teknik pengumpulan data observasi,studi pustaka); (3) teknik pengolahan data/analisis data. Hasil penelitian menunjukkan: (1) terdapat pola pendidikan karakter yang yang diterapkan oleh guru sejarah di kelas X IPA 1 yang direncanakan dengan baik pada rpp yang dibuat oleh guru pelaksanaannya di kelas X IPA, (2) terdapat kendala-kendala yang dihadapi oleh guru maupun siswa dalam pelaksanaan pola pendidikan karakter dikelas, kendala-kendala yang dihadapi yaitu kendala waktu, kemampuan siswa dan materi pelajaran yang padat. Kata Kunci : pola, pendidikan karakter This research aims to (1) determine the pattern of character education is applied to the teaching of history in class X IPA 1 SMA Lab Undiksha Singaraja Bali . (2) knowing the constraints faced by teachers and students in the application of a character education on history teaching in class X IPA 1 SMA Lab Undiksha Singaraja Bali. This research is a qualitative approach research procedure that uses descriptive data in the form of words written or spoken of the people and behaviors that diamati.Tahap-stage qualitative research conducted by performing (1) a technique of determining the informant; (2) data collection techniques of observation, literature); (3) engineering data processing / data analysis. The results showed: (1) there is a pattern of character education that is applied by a history teacher in class X IPA 1 planned well in rpp made by the teacher in class X IPA implementation, (2) there are constraints faced by teachers and students in the implementation patterns of character education class, the constraints faced by the constraints of time, the ability of students and subject matter are solid. keyword : pattern, character education
Co-Authors ., Ali Rausan Fikri ., I Nengah Dodong ., I Wyn Krisnayana R d ., Kadek Dwi Mahayoni ., Mukti Ali Asyadzili ., Ni Km Dina Indrayani ., Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja, M.A. Aflachatun Nia Aizil Mamnun Alfrida Nola Ali Rausan Fikri . Alif Alfi Syahrin Aprilia Rofika Ardanareswari, Ni Putu Galuh Ariasa, Gede Wiga Anggara Aris Wibowo Aris Wibowo Arti, Luh Puji Arvitria, Devi Wina Barus, Ira Pratiwi Alberta Bawazir, Ema Maulidya Br. Lumban Tobing, Sri Lusiana Damayani, Kadek Putri Meita Darmayanti, Kadek Nanda Weda Dela Safitri Desak Made Oka Purnawati Desak Putu Wirastini . Dewi, Mevilia Taryo A Dr. Tuty Maryati,M.Pd . Drs. I Wayan Mudana,M.Si. . Drs. Wayan Sugiartha, M.Si. . Dyatmika, I Ketut Wahyu Eky Pratiwi Ema Maulidya Bawazir Fani Haryadi Fantiya, Hetwin Fitri Noviani Fitri Noviani G.B. Surya Utama . Gede Aris Adi Sanjaya . Gede Senjaya . Gede Wiga Anggara Ariasa Gita Juliana Harefa, Lisaman Haryadi, Fani Hetwin Fantiya I Gede Oka Parwata . I Gede Putra . I Gede Yogi Sastrawan . I Gusti Ayu Virgin Septiarini I Gusti Made Arya Sutha Wirawan I Gusti Made Aryana I Kadek Dharma Tanaya . I Made Agus Eri Antara . I Made Pageh I Nengah Dodong . I Nengah Narendra Permana I Nyoman Candra Wiguna . I Nyoman Mantaka I Putu Sandiasa Adiawan . I Putu Widiarta . I Putu Widiarta ., I Putu Widiarta I Putu Wisnu Saputra I Wayan Kertih I Wayan Mudana I Wayan Pardi I Wayan Putra Yasa I Wayan Rai I Wayan Rai I Wayan Suwartika . I Wyn Krisnayana R d . Ida Ayu Komang Dina Lestariani Ida Ayu Komang Natika Wuni . Ida Ayu Komang Sintia Dewi . Juliana, Gita Kadek Aprianti . Kadek Aprianti ., Kadek Aprianti Kadek Dwi Mahayoni . Kadek Nanda Weda Darmayanti Kadek Putri Meita Damayani Kadek Ranti Ketut Jasiani . Ketut Jasiani ., Ketut Jasiani Ketut Sedana Arta Komang Sri Wahyuni Lapak, Maria Muda Mai Meria Lestariani, Ida Ayu Komang Dina Lola Utama Sitompul Luh Dessy Rismayani M Al Qautsar Pratama . M Al Qautsar Pratama ., M Al Qautsar Pratama M.Si Drs. I Ketut Margi . M.Si. Drs. Wayan Sugiartha . Mabruza, Qisti Sofi Made Wahyu Ari Wiarsana Mamnun, Aizil Maria Muda Mai Meria Lapak Mariyastini, Sang Ayu Putu Mevilia Taryo A Dewi Mudinillah, Adam Muhammad Idris Muhammad Idris Muhammad Syafri Muhammad Syafri, Muhammad Mukti Ali Asyadzili . Nela Agustin Permata Sari Nengah Bawa Atmadja Nengah Bawa Atmadja Nengah Bawa Atmadja Ni Kadek Ari Indrayani . Ni Kadek Ari Indrayani ., Ni Kadek Ari Indrayani Ni Kadek Shantikarini Himawan Ni Ketut Eka Kresna Dewipayanti . Ni Km Dina Indrayani . Ni Komang Rusna Dewi . Ni Komang Sukariasih . Ni Komang Trisna Suparwati . Ni Luh Anik Arisa Dewi . Ni Luh Suarmini Ni Made Dwipayani . Ni Nengah Suartini Ni Nengah Suartini, Ni Nengah Ni Nyoman Yelik Ni Putu Ratna Ayu Lestari NI Putu Swandewi Ni Wayan Astini . Ni Wayan Nonoriati . Ni Wayan Windiasih Ni Wayan Wiwik Astuti . Nia, Aflachatun Nola, Alfrida Permana, I Nengah Narendra Pratiwi, Eky Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja, M.A. . Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja,MA . Putu Adi Sutama . Putu Adi Sutama ., Putu Adi Sutama Putu Ari Antara . Qisti Sofi Mabruza Ranti, Kadek Safitri, Dela Sang Ayu Putu Mariyastini Santana Sembiring Sari, Nela Agustin Permata Septiarini, I Gusti Ayu Virgin Sitompul, Lola Utama Suarmini, Ni Luh Sulistio, Aprillia Devi Susanti . Swandewi, Ni Putu Tarigan, Evlyn Lestari Br UNDIKSHA . Wiarsana, Made Wahyu Ari Windiasih, Ni Wayan Wirawan, I Gusti Made Arya Suta Wirawan, I Gusti Made Arya Sutha Wongkar, Daniel Jeremy Yelik, Ni Nyoman Zainal Abidin Zainal Abidin