Claim Missing Document
Check
Articles

Pengendalian Sosial dalam Tradisi Omed-Omedan di Denpasar, Bali Ni Wayan Karunia Wedani; Luh Putu Sendratari; Irwan Nur
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 6 No. 2 (2026): Desember
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v6i2.3864

Abstract

Tradisi Omed-Omedan merupakan warisan budaya yang masih dilestarikan di Banjar Kaja, Desa Adat Sesetan, Bali. Meskipun terdapat nilai historis dan religius dalam pelaksanaan tradisi Omed-Omedan, aktivitas fisik dalam pelaksanaan tradisi ini sering menghadirkan berbagai stereotip negatif dari masyarakat yang kurang memahami makna filosofis dalam tradisi. Fenomena tersebut memunculkan tantangan dalam menjaga kelestarian tradisi, sehingga diperlukan upaya untuk mempertahankan tradisi. Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk-bentuk pengendalian sosial dalam tradisi Omed-Omedan untuk menjaga keteraturan sosial dalam pelaksanaan tradisi. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya mempertahankan tradisi dilakukan melalui dua bentuk pengendalian sosial. Pertama, bentuk pengendalian sosial preventif dilakukan untuk mencegah terjadinya pelanggaran dalam tradisi. Kedua, pengendalian sosial represif yang dilakukan untuk memulihkan keadaan ketika terjadi pelanggaran melalui pembentukan sanksi adat, melibatkan peran tokoh adat, dan menyesuaikan peraturan agar tidak terjadi pelanggaran. Simpulan dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran masyarakat lokal diperlukan untuk mempertahankan tradisi dengan saling bersatu untuk melaksanakan tradisi sesuai peraturan. Pengendalian sosial yang terstruktur dapat memastikan tradisi tetap dipertahankan dan diterima secara positif oleh masyarakat lain sebagai identitas budaya masyarakat di Banjar Kaja, Sesetan.
Fenomena Istri Sebagai Pencari Nafkah Tunggal dalam Keluarga di Kelurahan Kampung Bugis, Singaraja, Bali Tasya Putri; Luh Putu Sendratari; I Ketut Margi
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 6 No. 2 (2026): Desember
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v6i2.3948

Abstract

Penelitian ini membahas fenomena istri sebagai pencari nafkah tunggal dalam keluarga di Kelurahan Kampung Bugis, Singaraja, Bali. Kelurahan Kampung Bugis merupakan salah satu wilayah pesisir yang berada di Singaraja, Kabupaten Buleleng, yang masyarakatnya memiliki latar belakang sosial, budaya, agama dan ekonomi yang beragam. Secara sosial dan budaya, suami umumnya dipandang sebagai pencari nafkah utama, sedangkan istri berperan di ranah domestik. Namun, di lapangan ditemukan beberapa keluarga yang menjadikan istri sebagai satu-satunya sumber penghasilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang melatarbelakangi istri menjadi pencari nafkah tunggal di Kelurahan Kampung Bugis, Singaraja, Bali dan implikasi yang ditimbulkan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus deskriptif agar mampu menggambarkan realitas sosial secara mendalam dan kontekstual. Informan dipilih secara purposive sampling, yaitu istri yang berperan sebagai pencari nafkah tunggal, suami, dan tokoh masyarakat. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara sistematis. Keabsahan data diuji dengan triangulasi sumber dan teknik untuk memastikan konsistensi serta kredibilitas temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor utama yang melatarbelakangi fenomena ini meliputi kondisi ekonomi keluarga yang tidak stabil, usia lanjut suami, masalah kesehatan, serta keterbatasan kemampuan atau keahlian suami. Implikasi yang muncul, yakni secara ekonomi, pembagian peran, serta relasi yang mempengaruhi pengambilan keputusan dalam keluarga. Istri menjalankan peran ganda sebagai pencari nafkah dan pengelola rumah tangga, sedangkan suami lebih banyak berperan di ranah domestik. Fenomena ini menunjukkan bahwa keluarga bersifat dinamis, adaptif, dan mampu menyesuaikan diri terhadap perubahan kondisi sosial ekonomi yang dihadapi.
Bentuk-Bentuk Interaksi Sosial dalam Tradisi Mekering-Keringan dan Colekan-Colekan Adeng di Banjar Adat Banyuning Tengah Kadek Widiantini; Luh Putu Sendratari; Fitri Noviani
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 6 No. 2 (2026): Desember
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk interaksi sosial yang terdapat dalam pelaksanaan tradisi mekering-keringan dan colek-colekan adeng di Banjar Adat Banyuning Tengah. Tradisi ini merupakan salah satu warisan budaya masyarakat yang masih dipertahakan hingga saat ini dan dilaksanakan sebagai bagian dari kegiatan adat yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini terdiri dari tokoh masyarakat, kelian adat, lurah, serta pemuda yang terlibat dalam pelaksanaan tradisi tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam tradisi mekering-keringan dan colek-colekan adeng terdapat berbagai bentuk interaksi sosial, di antaranya kerja sama, akomodasi, dan persaingan. Kerja sama terlihat dari keterlibatan masyarakat dalam mempersiapkan hingga sampai penutup piodalan Pura Gede Pemayun. Sementara, akomodasi tampak terlihat dari sikap saling memahami antar peserta agar kegiatan tetap berlangsung dengan aman dan tertib. Persaingan tercermin dalam permainan yang dilakukan secara sportif dan penuh kegembiraan tanpa menimbulkan konflik. Melalui interaksi tersebut, tradisi ini tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga memperkuat kebersamaan dan solidaritas masyarakat Banjar Adat Banyuning Tengah.
Tradisi Nyakan Diwang di Desa Banjar Tegeha, Buleleng, Bali Menua dan Bertahan dalam Menegakkan Integrasi Sosial Br. Lumban Tobing, Sri Lusiana; Luh Putu Sendratari; Sitompul, Lola Utama
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i2.4840

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui alasan masyarakat Desa Banjar Tegeha tetap mempertahankan tradisi Nyakan Diwang dan bentuk integrasi sosial dalam tradisi ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang menggambarkan pelaksanaan tradisi Nyakan Diwang melalui narasi. Alasan masyarakat Desa Banjar Tegeha tetap melaksanakan tradisi Nyakan Diwang dapat dikaji melalui konsep AGIL Talcott Parsons karena adanya adaptasi (adaptation) oleh generasi muda, masyarakat pendatang, dan adaptasi alat yang digunakan. Terdapat tujuan (goal attainment) yang ingin dicapai seperti menyucikan lingkungan, mempererat hubungan kekeluargaan, sebagai simbol awal baru, mewujudkan Tri Hita Karana, dan mengandung nilai kesederhanaan. Integrasi (integration) yang terwujud dalam tradisi ini terlihat dari kerja sama masyarakat tanpa terkecuali untuk memasak dan berbagi makanan mereka. Tradisi ini terus dijaga (latency) karena diajarkan oleh orang tua dan sosialisasi rutin setiap tahunnya. Penelitian ini menunjukkan bahwa tradisi Nyakan Diwang terus dipertahankan oleh masyarakat dan dapat dijadikan sebagai media pemersatu masyarakat di tengah perkembangan zaman.
Eksplorasi Penggunaan ChatGPT Dalam Pembelajaran Sosiologi Bagi Peserta Didik: Studi Kasus Di SMA Negeri 1 Banjar I Ketut Wahyu Dyatmika; Luh Putu Sendratari; Alif Alfi Syahrin
JUPEIS : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 5 No. 1 (2026): JUPEIS: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial
Publisher : Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jupeis.Vol5.Iss1.2364

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penggunaan ChatGPT sebagai media pendukung dalam pembelajaran Sosiologi bagi peserta didik di SMA Negeri 1 Banjar. Latar belakang penelitian ini didasari oleh perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang semakin pesat, serta kebutuhan inovasi dalam metode pembelajaran agar lebih interaktif dan kontekstual. Metode penelitian yang digunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui observasi secara partisipan, wawancara mendalam serta studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan ChatGPT membantu peserta didik dalam memahami konsep-konsep sosiologi secara lebih mendalam, meningkatkan minat belajar, serta mempermudah akses terhadap sumber informasi yang beragam. Namun demikian, ditemukan pula beberapa kendala seperti ketergantungan terhadap teknologi, keterbatasan literasi digital sebagian peserta didik, serta kebutuhan pengawasan guru agar penggunaan ChatGPT tetap relevan dengan tujuan pembelajaran. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ChatGPT berpotensi menjadi alat bantu yang efektif dalam pembelajaran Sosiologi apabila diintegrasikan dengan strategi pembelajaran yang tepat dan pengawasan yang memadai.
Genjek Art: A Gender Ideological Battle Arena (A Perspective from Pierre Bourdieu's Capital Theory) Luh Putu Sendratari; I Ketut Margi; Lola Utama Sitompul; Fitri Noviani; Santana Sembiring
Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jiis.v12i1.118714

Abstract

Art observers note that there is still insufficient research into the turmoil and ideological clashes within the arts. This article aims to emphasize that the realm of art is open to analysis from various perspectives, including genjek. This art form falls under the category of folk art and historically emerged from the encouragement of farmers to express their artistic passions in their spare time. Buleleng has a strong tradition of genjek art in its rural areas, which has since evolved alongside the development of tourism in the region. Genjek serves as a form of cultural capital, evident in the artistic performances, pronunciation, and linguistic style of the songs produced. Through these artistic expressions and the widespread promotion of genjek art, cultural reproduction occurs, which can shape power dynamics and potentially lead to violence from a gender perspective. Additionally, the conflict between gender ideology and feminist ideology is apparent through the use of hidden transcripts in genjek performances. In this sense, genjek art not only serves entertainment purposes but also needs to be developed as an educational tool. Furthermore, genjek art contains economic potential that can serve as a foundation for entrepreneurship in the performing arts sector.
Co-Authors ., Ali Rausan Fikri ., I Nengah Dodong ., I Wyn Krisnayana R d ., Kadek Dwi Mahayoni ., Mukti Ali Asyadzili ., Ni Km Dina Indrayani ., Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja, M.A. Aflachatun Nia Aizil Mamnun Alfrida Nola Ali Rausan Fikri . Alif Alfi Syahrin Aprilia Rofika Ardanareswari, Ni Putu Galuh Ariasa, Gede Wiga Anggara Aris Wibowo Aris Wibowo Arti, Luh Puji Arvitria, Devi Wina Bawazir, Ema Maulidya Br. Lumban Tobing, Sri Lusiana Damayani, Kadek Putri Meita Darmayanti, Kadek Nanda Weda Dela Safitri Desak Made Oka Purnawati Desak Putu Wirastini . Dewi, Mevilia Taryo A Dr. Tuty Maryati,M.Pd . Drs. I Wayan Mudana,M.Si. . Drs. Wayan Sugiartha, M.Si. . Eky Pratiwi Ema Maulidya Bawazir Fani Haryadi Fantiya, Hetwin Fitri Noviani Fitri Noviani G.B. Surya Utama . Gede Aris Adi Sanjaya . Gede Senjaya . Gede Wiga Anggara Ariasa Gita Juliana Harefa, Lisaman Haryadi, Fani Hetwin Fantiya I Gede Oka Parwata . I Gede Putra . I Gede Yogi Sastrawan . I Gusti Ayu Virgin Septiarini I Gusti Made Arya Sutha Wirawan I Gusti Made Aryana I Kadek Dharma Tanaya . I Ketut Wahyu Dyatmika I Made Agus Eri Antara . I Made Pageh I Nengah Dodong . I Nengah Narendra Permana I Nyoman Candra Wiguna . I Nyoman Mantaka I Putu Sandiasa Adiawan . I Putu Widiarta . I Putu Widiarta ., I Putu Widiarta I Putu Wisnu Saputra I Wayan Kertih I Wayan Mudana I Wayan Pardi I Wayan Putra Yasa I Wayan Rai I Wayan Rai I Wayan Suwartika . I Wyn Krisnayana R d . Ida Ayu Komang Dina Lestariani Ida Ayu Komang Natika Wuni . Ida Ayu Komang Sintia Dewi . Irwan Nur Juliana, Gita Kadek Aprianti . Kadek Aprianti ., Kadek Aprianti Kadek Dwi Mahayoni . Kadek Nanda Weda Darmayanti Kadek Putri Meita Damayani Kadek Ranti Kadek Widiantini Ketut Jasiani . Ketut Jasiani ., Ketut Jasiani Ketut Sedana Arta Komang Sri Wahyuni Lapak, Maria Muda Mai Meria Lestariani, Ida Ayu Komang Dina Lola Utama Sitompul Luh Dessy Rismayani M Al Qautsar Pratama . M Al Qautsar Pratama ., M Al Qautsar Pratama M.Si Drs. I Ketut Margi . M.Si. Drs. Wayan Sugiartha . Mabruza, Qisti Sofi Made Wahyu Ari Wiarsana Mamnun, Aizil Maria Muda Mai Meria Lapak Mariyastini, Sang Ayu Putu Mevilia Taryo A Dewi Mudinillah, Adam Muhammad Idris Muhammad Idris Muhammad Syafri Muhammad Syafri, Muhammad Mukti Ali Asyadzili . Nela Agustin Permata Sari Nengah Bawa Atmadja Nengah Bawa Atmadja Nengah Bawa Atmadja Ni Kadek Ari Indrayani . Ni Kadek Ari Indrayani ., Ni Kadek Ari Indrayani Ni Kadek Shantikarini Himawan Ni Ketut Eka Kresna Dewipayanti . Ni Km Dina Indrayani . Ni Komang Rusna Dewi . Ni Komang Sukariasih . Ni Komang Trisna Suparwati . Ni Luh Anik Arisa Dewi . Ni Luh Suarmini Ni Made Dwipayani . Ni Nengah Suartini Ni Nengah Suartini, Ni Nengah Ni Nyoman Yelik Ni Putu Ratna Ayu Lestari NI Putu Swandewi Ni Wayan Astini . Ni Wayan Karunia Wedani Ni Wayan Nonoriati . Ni Wayan Windiasih Ni Wayan Wiwik Astuti . Nia, Aflachatun Nola, Alfrida Permana, I Nengah Narendra Pratiwi, Eky Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja, M.A. . Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja,MA . Putu Adi Sutama . Putu Adi Sutama ., Putu Adi Sutama Putu Ari Antara . Qisti Sofi Mabruza Ranti, Kadek Safitri, Dela Sang Ayu Putu Mariyastini Santana Sembiring Sari, Nela Agustin Permata Selina Sebayang Septiarini, I Gusti Ayu Virgin Sitompul, Lola Utama Suarmini, Ni Luh Sulistio, Aprillia Devi Susanti . Swandewi, Ni Putu Tarigan, Evlyn Lestari Br Tasya Putri UNDIKSHA . Wiarsana, Made Wahyu Ari Windiasih, Ni Wayan Wirawan, I Gusti Made Arya Suta Wirawan, I Gusti Made Arya Sutha Wongkar, Daniel Jeremy Yelik, Ni Nyoman Zainal Abidin Zainal Abidin