Claim Missing Document
Check
Articles

BEBAN GANDA PEKERJA PEREMPUAN PADA PABRIK PANCA MITRA MULTIPERDANA SITUBONDO (STUDI TENTANG LATAR BELAKANG PEMILIHAN PEKERJAAN, MANAJEMEN KELUARGA DAN PEMANFAATANNYA SEBAGAI MEDIA BELAJAR SOSIOLOGI DI SMA) Mabruza, Qisti Sofi; Mabruza, Qisti Sofi; Sendratari, Luh Putu; Suartini, Ni Nengah
Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol 2, No 3 (2020): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpsu.v2i3.28956

Abstract

Ideologi gender yaitu konstruksi sosial yang ada di masyarakat dalam membedakan jenis kelamin serta hak-hak dan kewajibannya (Murniati, 2004). Ideoogi gender ini menciptakan kultur antara laki-laki dan perempuan, yang menempatkan perempuan di sektor domestik sedangkan laki-laki di sektor publik. Di zaman modern saat ini ideologi gender tentang pembagian pekerjaan antara laki-laki dan perempuan sudah dianggap kuno. Hal tersebut terjadi di masyarakat Situbondo. Bukan hanya laki-laki saja yang mencari nafkah untuk keluarganya namun ibu rumah tangga juga ikut mencari nafkah untuk keluarganya. Tujuan utama penelitian ini adalah (1) Mendeskripsikan faktor yang melatarbelakangi perempuan di Desa Kedunglo bekerja di PT. Panca Mitra Multi Perdana Situbondo, (2) Mendeskripsikan strategi pekerja perempuan dalam menjalankan peran domestik, (3) Mengidentifikasi aspek yang dapat dijadikan materi untuk dibuatkan media pembelajaran sosiologi. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan tahap-tahap pengumpulan data yakni (1) Snowball Sampling, (2) observasi, (3) metode wawancara, (4) studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) faktor yang melatarbelakangi perempuan bekerja di Desa Kedunglo yaitu, faktor ekonomi, aktualisasi diri dan status sosial, (2) strategi dalam menjalankan peran domestik yaitu, menjaga komunikasi dengan keluarga terutama dengan suami, quality time dengan keluarga, bekerjasama antara anggota keluarga, mengerjakan pekerjaan rumah sebelum berangkat bekerja, (3) aspek-aspek yang dijadikan sebagai media pembelajaran yaitu aktivitas pekerja perempuan di sektor domestik dan sektor publik. Kata kunci : pemilihan pekerjaan, beban ganda, manajemen keluarga, media pembelajaran.
STEREOTIPE GENDER PADA JURUSAN TEKNIK KENDARAAN RINGAN DAN OTOMOTIF DI SMK NEGERI BALI MANDARA: IMPLIKASINYA TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA DAN SISWI Pratiwi, Eky; Sendratari, Luh Putu; Wirawan, I Gusti Made Arya Suta
Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol 3, No 1 (2021): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpsu.v3i1.34218

Abstract

Stereotipe atau pelabelan salah satu bias gender yang terdapat didalam aspek pekerjaan maupun Pendidikan. Sains dan teknologi merupakan bidang yang dikenal sebagai “dunia laki-laki”, terutama dalam bidang industri laki-laki sangat diutamakan. Sedangkan perempuan hanya bekerja diranah domestik, yang jurusannya hanya tata boga, tata busana, akutansi. Semakin berkembangnya zaman, akhirnya perempuanpun ikut serta dalam bidang sains dan teknologi. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk menjelaskan latarbelakang perempuan masuk jurusan otomotif, (2) untuk menjelaskan stereotip yang muncul di jurusan Otomotif SMK Negeri Bali Mandara, (3) Untuk mengetahui implikasi terhadap prestasi belajar jurusan Otomotif SMK Negeri Bali Mandara. penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan langkah-langkah pengumpulan data seperti wawancara, observasi dan studi dokumen. Peneliti melakukan wawancara kepada 4 peserta didik dan 2 guru Jurusan Teknik Kendaraan Ringan dan Otomotif. Hasil penelitian yang ditemukan bahwa: (1) Pilihan perempuan masuk jurusan otomotif di SMK Negeri Bali Mandara karena faktor mendapat beasiswa penuh, keinginan sendiri serta dukungan orang tua dan juga karena hasil tes dan bakat, (2) Stereotip yang muncul di jurusan otomotif ini seperti gambar dibrosur lebih dominan laki-laki yang bekerja dibagian teknisi, sedangkan perempuan bagian komputer. Adanya pembatasan kuota bagi perempuan dan laki-laki dikelas maupun saat PKL atau magang. Dan stereotip lainnya adalah laki-laki dianggap lebih unggul bagian keterampilan, sedangkan perempuan pada teori, (3) implikasi terhadap prestasi belajar, untuk aspek keterampilan dan pengetahuan kelas X laki-laki memiliki selisih 0.5  dan perempuan selisih 1.4. Kelas XI laki-laki memiliki selisih 1.3 dan perempuan 13. Kelas XII laki-laki memiliki selisih 1.4 dan perempuan 18.7.Kata kunci: Sains dan teknolgi, Stereotipe gender,  Implikasi prestasi belajar.
STRATEGI ADAPTASI MAHASISWA UNDIKSHA ASAL JAKARTA DALAM KEHIDUPAN SOSIAL DI KOTA SINGARAJA Nola, Alfrida; Nola, Alfrida; Sendratari, Luh Putu; Wirawan, I Gusti Made Arya Suta
Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol 2, No 3 (2020): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpsu.v2i3.28955

Abstract

Ogberg mendefinisikan Culture Shock sebagai kegelisahan yang muncul akibat kehilangan semua yang familiar dalam hubungan sosial yang diendapkan menjadi suatu kecemasan yang kehilangan tanda sosial yang dikenal (Irwin:2007). Untuk mengatasi culture shock ini mahasiswa rantau Undiksha asal Jakarta mengatasinya dengan cara melakukan adaptasi sehingga dapat bertahan di lingkungan yang berbeda. Tujuan utama penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui alasan mahasiswa Jakarta perlu melakukan adaptasi, (2) Untuk mengidentifikasi strategi adaptasi yang perlu dilakukan oleh mahasiswa rantau Jakarta, (3) Untuk mengetahui bagaimana proses adaptasi yang dilakukan mahasiswa sehingga dapat dijadikan sebagai sumber belajar sosiologi di SMA. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif-kualititatif dengan tahap-tahap pengumumpulan data menggunakan teknik observasi dan teknik wawancara dan ditambah dengan dokumentasi dan catatan lapangan yang ditemui. Hasil penelitian ditemukan bahwa: (1) alasan mahasiswa melakukan adaptasi ditentukan oleh faktor tujuan, motivasi, lingkungan fisik, makanan dan komunikasi, (2) Strategi adaptasi yang dilakukan yaitu menggunakan bahasa Indonesia, Belajar mendengar dan menggunakan bahasa Bali sepatah dua patah kata, punya komunitas/organisasi yang sehat, belajar untuk mencapai tujuan yang dimiliki. (3) Aspek dari strategi adaptasi yang bisa dijadikan sumber belajar sosiologi yaitu pengertian perubahan sosial, aspek yang mempengaruhi perubahan sosial dan bentuk-bentuk perubahan sosial.Kata kunci: Culture shock, strategi adaptasi, kehidupan sosial
PENANAMAN PADI GAGA OLEH PURA PUCAKSARI DI DESA ADAT PEDAWA, BANJAR, BULELENG, BALI (PERSPEKTIF ETNOAGRIKULTUR DAN PEMANFAATANNYA SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN SOSIOLOGI DI SMA BERBASIS KURIKULUM 2013) Syafri, Muhammad; Syafri, Muhammad; Sendratari, Luh Putu; Atmadja, Nengah Bawa
Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol 2, No 3 (2020): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpsu.v2i3.28954

Abstract

Modernisasi menyingkirkan pengetahuan tradisional di tandai oleh kemajuan iptek yang menyebabkan menyingkirkan pengetahuan yang dianggap tidak efektif dan tidak berguna. Saintisme adalah manusia yang mendewakan sains segala sesuatu yang tidak sesuai dengan sains tidak akan digunakan. Tetapi ada gejala yang menarik di desa Pedawa, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali yaitu justru di sana masyarakat menghidupkan kembali kebudayaan lama yaitu dalam bentuk penanaman padi gaga untuk kebutuhan ritual keagamaan. Fokus atau yang menjadi tujuan dari penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan mengapa masyarakat Desa Pedawa, Banjar, Buleleng, Bali menghidupkan kembali penanaman padi gaga, (2) mendeskripsikan bagaimanakah pengelolaan sistem pertanian penanaman padi gaga dalam perspektif etnoagrikultur yang ada di Desa Pedawa, Banjar, Buleleng, Bali, (3) mendeskripsikan bagaimana cara atau strategi pemanfaatan dari etnoagrikultur padi gaga dapat dijadikan media pembelajaran Sosiologi berbasis Powerpoint. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan menggunakan tahapan-tahapan pengumpulan data sebagai berikut (1) purposive sampling, (2) observasi non partisipatif, (3) wawancara mendalam. Adapun hasil dari penelitian ini adalah (1) Bahwa yang menjadi alasan utama masyarakat Desa Pedawa menghidupkan kembali penanaman padi gaga karena padi gaga merupakan salah-satu sarana wajib dalam kegiatan ritual keagamaan yang wajib ada didalam beberapa ritual keagamaan masyarakat Desa Pedawa, (2) dalam pengelolaan penanaman padi gaga terdapat beberapa tahapan didalam penanaman padi gaga dibagi menjadi 6 tahap, yaitu tahap persiapan, tahap membuka lahan, tahap menanam, tahap pemeliharaan, tahap panen, yang terakhri yaitu tahap pasca panen atau setelah panen, (3) dalam penelitian ini ada beberapa aspek yang bisa dijadikan sebagai sumber belajar mata pelajaran sosiologi di SMA yaitu, aspek kelompok sosial dan interaksi kelompok.Kata kunci: Desa Pedawa, Padi Gaga, Pura Pucaksari, Etnoagrikultur, Media Belajar
EKSISTENSI BUDAYA KAWIN TUNGKU DI KALANGAN PEMUDA MANGGARAI KECAMATAN CIBAL NUSA TENGGARA TIMUR SEBAGAI SUMBER BELAJAR SOSIOLOGI DI SMA Lapak, Maria Muda Mai Meria; Sendratari, Luh Putu; Wirawan, I Gusti Made Arya Suta
Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol 3, No 2 (2021): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpsu.v3i2.39079

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui, penyebab pemuda Manggarai Kecamatan Cibal khususnya di Dusun Wela, Gapong, Longko dan Golonggrong menolak adanya budaya kawin tungku, mengetahui perubahan dan eksistensi dari budaya kawin tungku, dan mengetahui aspek apa saja dari budaya kawin tungku yang bisa dijadikan seebagai sumber beajar Sosiologi. Penelitia ini mengguunakan metode deskrpptif Kualitatif. Kawin tungku adalah budaya lokal dari masyarakat Manggarai, dimana budaya ini adalah budaya perkawinan sedarah. Tujuan dari kawin tungku padda masyarakat Manggarai adalah melanggengkan hubungan keluarga agar tidak putus. Dari penelitian tersebut adapun hasil yang ditemukan adalah Gereja melarang adaya tungku dipicu beberapahal yaitu meninjau dari segi kesehatan dan ajaran Gereja.sebagian besar masyarakat juga mengatakan bahwa aturan Gereja sangat berpengaruh bagi eksistensi budaya tungku ini. Point yang kedua ditemukan bahwa budaya kawin tungku ini mengalami perubahan yaitu Perubaan Prosesi pada budaya tungku dan Perubahan Nilai selain itu dijelaskan pula faktor pemicu perubahan tersebut serta Eksistensi dari budaya ini sudah menurun dikalangan pemuda di Dusun Wela, Gapong, Longko dan Golonggrong. Dari hal tersebut peneliti mengeksplor hal apa saja yang bisa dijadikan dari penelitian budaya kawin tungku yang bisa dijadikan sebagai sumber belajar sosiologi SMA kelas XII yaitu terkait perubahan sosial pada sebuah kebudayaan. 
SATE KELADI: KULINER MASYARAKAT PEDAWA BULELENG, BALI DALAM PERSPEKTIF PERUBAHAN SOSIAL Yelik, Ni Nyoman; Yelik, Ni Nyoman; Atmadja, Nengah Bawa; Sendratari, Luh Putu
Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol 2, No 3 (2020): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpsu.v2i3.28953

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1)Latar belakang masyarakat Pedawa mempertahankan pengetahuan tradisional pengolahan Sate Keladi, (2)Memahami dinamika pengolahan Sate Keladi dalam perspektif perubahan sosial, (3)Mengidentifikasi unsur-unsur pengetahuan tradisional tentang pengolahan Sate Keladi dalam perspektif perubahan sosial yang dapat dijadikan sebagai sumber belajar Sosiologi pada bab Perubahan sosial dan sebagai sumber belajar P2M (Pengolahan dan Penyajian Makanan) pada bab makanan Indonesia jenis sate dan hidangan panggang. Pendekatan yang digunakan yaitu pendekatan deskriptif kualitatif dan jenis penelitian yang digunakan yaitu etnosains. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara, dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan (1) Latar belakang masyarakat Pedawa mempertahankan pengolahan Sate Keladi ada empat faktor yaitu, sebagai pemenuhan kebutuhan individu, pemenuhan kebutuhan sosial, faktor lingkungan, dan identitas sosial. (2) Pengolahan Sate Keladi di Pedawa mengalami dinamika yakni, dinamika pada bahan dan alat yang digunakan, dinamika cara mengolah, cara memasak, dan cara menyajikan Sate Keladi. (3) Unsur-unsur yang dijadikan sumber belajar sosiologi pada penelitian ini yakni perubahan yang terjadi pada proses pengolahan Sate Keladi dan unsur-unsur yang dijadikan sumber belajar P2M pada penelitian ini yakni perubahan pada setiap langkah-langkah pembuatan Sate Keladi yang dapat dijadikan sebagai resep makanan.Kata kunci: Pengetahuan, Perubahan Sosial, Sumber Belajar
Taman Bahagia Curastana di Kota Singaraja, Buleleng, Bali (Kriteria Pemakaman dan Nilai-Nilai Kepahlawanan) dalam Pembelajaran Sejarah Tingkat SMA Berdasarkan Kurikulum 2013 ., Ni Komang Rusna Dewi; ., Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja,MA; ., Dra. Luh Putu Sendratari,M.Hum
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v2i2.3816

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui latar belakang sejarah berdirinya Taman Bahagia Curastana (2) mengetahui kriteria orang-orang yang dimakamkan di Taman Bahagia Curastana dan (3) mengetahui nilai-nilai kepahlawanan dari Taman Bahagia Curastana yang dapat ditanamkan pada peserta didik di SMA melalui RPP sejarah berdasarkan kurikulum 2013. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yaitu: (1) penentuan lokasi penelitian; (2) teknik penentuan informan; (3) teknik pengumpulan data (wawancara, observasi, studi dokumentasi, dan teknik penjaminan keabsahan data); (4) teknik analisis data dan (5) metode penyajian data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Taman Bahagia Curastana adalah sebuah makam pahlawan yang dipergunakan untuk pemakaman para pejuang pada masa revolusi fisik di Buleleng atau masa sekarang yang mempunyai jasa bagi Negara Republik Indonesia. Nilai-nilai kepahlawanan yang terkandung pada Taman Bahagia Curastana antara lain: (1) patriotisme; (2) nilai nasionalisme; (3) nilai persatuan; dan (4) nilai religius. Nilai kepahlawanan Taman Bahagia Curastana dapat dijabarkan pada materi sejarah (1) Kompetisi Dasar Menganalisis perjuangan bangsa Indonesia dalam upaya mempertahankan kemerdekaan dari ancaman Jepang, Sekutu, dan Belanda; (2) Kompetisi Dasar Memahami nilai-nalai kepahlawanan yang terkandung dalam setiap perjuangan dari pahlawan yang mempertahankan kemerdekaan pada masa revolusi fisik di 1945-1950. Kata Kunci : Makam Pahlawan, Nilai Kepahlawanan, RPP Sejarah. This study is aimed to: (1) know the background history of Bahagia Curastana Garden building (2) know the criteria of people who were graved in BahagiaCurastanadan garden (3) know the hero values of Taman Bahagia Curastana garden which can be taught for the students in SMA by using history lesson plan based on the curricullum 2013. This study used qualitative approch, they were: (1) determine of area of the study; (2) technique of determining the informan; (3) The data were collected through interview, observation, documentation, and objectivity of guaranty the data; (4) technique of analyzing the data and (5) the method of the data’s presentation. The results of this study showed that Bahagia Curastana garden is a hero grave used to grave heros in era of physic revolution in Buleleng. Or nowdays, it has servi for Indonesian country. The hero values of Bahagia Curastana Garden are: (1) patriotic; (2)nationalism ; (3)unity ; and (4) religious. The hero values of Bahagia Curastana Garden can be used for materials in teaching History as follows. (1) Standard competency of analyzing the patriotism of Indonesia in defending the independency from japan, NICA and Netherland; (2) ) Standard competency in understanding the Hero values in every patriotic of heros who were defended the independency in era of physic revolution in year of 1945-1950. keyword : Hero Grave, Hero Values, Lesson Plan of History.
Sinkretisme Hindu-Buddha (Konghuchu) di Pura Batu Meringgit, Desa Candikuning, Tabanan, Bali (Studi tentang Sejarah dan Potensinya Sebagai Sumber Belajar Sejarah) ., I Putu Sandiasa Adiawan; ., Dra. Luh Putu Sendratari,M.Hum; ., UNDIKSHA
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v3i2.2304

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui bagaimanakah latar belakang keberadaan Pura dan Kongco Batu Meringgit di Banjar Pemuteran, Desa Candikuning, Baturiti, Tabanan. (2) Mengetahui aspek apa sajakah yang terdapat di Pura dan Kongco batu Meringgit yang dapat dijadikan sumber belajar sejarah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian sejarah dengan pendekatan deskriptif kualitatif dengan langkah-langkah yaitu: (1) Heuristik (Pengumpulan Data), (2) Kritik Sumber, (3) Interpretasi, (4) Historiografi (Penulisan Sejarah). Penelitian ini menghasilkan temuan, antara lain: (1) Pura dan Kongco Batu Meringgit merupakan bangunan yang bercorak Hindu-Buddha, di mana bangunan ini menunjukkan adanya semacam sinkritisme budaya Hindu-Buddha. Sejarah keberadaan Pura dan Kongco Batu Meringgit di Desa Pakraman Candikuning adalah kemungkinan dibangun pada masa perjalanan Ida Rsi Madura yang diduga kuat mendirikan Pura Batu Meringgit ini pada abad ke 11-12 Masehi. Kongconya sendiri diduga dibangun oleh Jaya Kasunu yang merupakan keturunan dari Jaya Pangus. Beliau mendirikan Kongco dengan tujuan untuk menghormati Jaya Pangus yang menikah dengan perempuan Cina. (2) Aspek yang terdapat di Pura dan Kongco Batu Meringgit yang bisa dikembangkan menjadi sumber belajar sejarah antara lain, (a) Aspek historis, (b) Aspek sinkretisme, (c) Aspek bentuk fisik bangunan, (d) Aspek gotong royong dan kebersamaan, dan (e) aspek religius.Kata Kunci : Pura Batu Meringgit, Sinkretisme, Sumber Belajar Sejarah This research aimed at: (1) knowing the history of the existence of Batu Meringgit Temple and Kongco in Candikuning village, Baturiti, Tabanan. (3) knowing the aspect which contined in Batu Meringgit Temple and Kongco that can be develop as a sources to learn history. The method used in this study was historical research method, using descriptive qualitative approach by doing some steps as follows. (1) heuristic (gathering data), (2) source criticism, (3) Interpretation, (4) historiografi. This research resulted in findings, among others: (1) the Batu Meringgit temple is a Hindu-Buddhist style building, where the building shows the cultural syncretism. History of the possibility of the existence of this temple is built during the trip Ida Rsi Madura isallegedly founded the temple in the 11-12 th century. About the Kongco allegedly built by Jaya Kasunu who is a descendant of the Jaya Pangus. He set up a goal for Kongco with respect Jaya Pangus who married with Chinese women. (2) the aspect which can be develop as a source to learn history such as, (a) historical, (b) syncretism, (c) the shape of the building (d) togetherness, and (e) religious.keyword : Batu Meringgit temple, syncretism, a sources to learn history
CANDI TEBING JEHEM DI DESA JEHEM, TEMBUKU, BANGLI SEBAGAI SUMBER BELAJAR IPS DI SMP ., I Wyn Krisnayana R d; ., Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja, M.A.; ., Dr. Luh Putu Sendratari, M.Hum.
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v8i1.13382

Abstract

CANDI TEBING JEHEM DI DESA JEHEM, TEMBUKU, BANGLI SEBAGAI SUMBER BELAJAR IPS DI SMP Oleh I Wayan Krisnayana Rana Damana*, Prof. Dr. Nengah Bawa Atmaja, M.A**, Dr. Luh Putu Sendratari, M.Hum***. Mahasiswa Jurusan Pendidikan Sejarah, Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial, Universitas Pendidikan Ganesha, e-mail: krisnayanard@gmail.com ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui penemuan dan penafsiran sejarah Candi Tebing Jehem di Desa Jehem, Tembuku, Bangli, (2) mengetahui struktur dan fungsi Candi Tebing Jehem di Desa Jehem, Tembuku, Bangli, (3) mengetahui potensi apa sajakah yang terdapat di Candi Tebing Jehem yang dapat dijadikan sumber belajar IPS di SMP. Dalam penelitian ini, dapat dikumpulkan dengan menggunakan metode kualitatif dengan tahap-tahap: (1) penentuan lokasi penelitian, (2) teknik penentuan informan, (3) teknik pengumpulan data (observasi, wawancara, studi dokumen), (3) teknik validitas data (trianggulasi data, trianggulasi metode), (4) teknik analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, keberadaan Candi Tebing Jehem baru diketahui masyarakat setelah terjadi tanah longsor tahun 1987. Pada waktu itu Candi Tebing Jehem ditemukan oleh para penambang pasir yang sedang mencari pasir di Sungai Melangit. Pada saat ditemukan posisi Candi Tebing Jehem tidak lagi di tebing, melainkan terlepas dari tebing yang diakibatkan oleh tanah longsor. Jika dilihat dari arsitektur yang digunakan, Candi Tebing Jehem kemungkinan didirikan atau dibangun pada abad ke-11 masehi pada periode Bali Kuno. Fungsi Candi Tebing Jehem dapat dibagi menjadi empat, (1) fungsi religious, (2) fungsi sosial, (3) fungsi pendidikan, (4) fungsi rekreasi. Adapun potensi yang terdapat di Candi Tebing Jehem yang dapat dijadikan sumber belajar yaitu peninggalan bersejarah Candi Tebing Jehem dan disekitar kawasan Candi Tebing Jehem. Kata Kunci : Candi Tebing Jehem, sumber belajar, IPS (ilmu pengetahuan sosial). This study aims to (1) find out the discovery and interpretation of the history of the Tebing Jehem Temple in Jehem Village, Tembuku, Bangli, (2) to know the structure and function of the Tebing Jehem Temple in Jehem Village, Tembuku, Bangli, (3) to know what potentials are there in the Tebing Temple Jehem which can be used as the source of IPS study in junior high school. In this research, it can be collected using qualitative method with stages: (1) determination of research location, (2) informant determination technique, (3) data collection technique (observation, interview, document study), (3) data validity technique (data triangulation, method triangulation), (4) data analysis techniques. The result of the research shows that the existence of Tebing Jehem Temple is only known to the public after the landslide in 1987. At that time, the Candi Tebing Jehem was found by sand miners who were looking for sand on the River Melangit. At the time found the position of Tebing Temple Jehem is no longer on the cliff, but apart from the cliff caused by landslides. When viewed from the architecture used, the Cliff Temple of Jehem may be erected or built in the 11th century AD in the period of Ancient Bali. Tebing Jehem Temple functions can be divided into four, (1) religious function, (2) social function, (3) education function, (4) recreation function. The potential contained in the Tebing Temple Jehem which can be used as a source of learning is the historic relics of the Temple of Jehem Cliff and around the area of Tebing Jehem Temple.keyword : Tebing Jehem Temple, learning resource, IPS (social sciences).
PURA DUKUH SANTRIAN DUSUN PEKANDELAN, DESA BEDULU, BLAHBATUH, GIANYAR, BALI (SEJARAH, STRUKTUR DAN FUNGSI, SERTA POTENSI SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH KEBUDAYAAN DI SMA) ., Ni Wayan Astini; ., Drs. I Ketut Margi, M.Si; ., Dra. Luh Putu Sendratari,M.Hum
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v4i2.3809

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, (1) sejarah berdirinya Pura Dukuh Santrian di Dusun Pekandelan, Desa Bedulu, Blahbatuh, Gianyar, Bali, (2) struktur dan fungsi Pura Dukuh Santrian di Dusun Pekandelan, Desa Bedulu, Blahbatuh, Gianyar, Bali, (3) artefak-artefak yang terdapat di Pura Dukuh Santrian Dusun Pekandelan, Desa Bedulu, Blahbatuh, Gianyar, Bali yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar sejarah kebudayaan di SMA. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yaitu: (1) teknik penentuan informan; (2) teknik pengumpulan data (dokumentasi, observasi, wawancara); (3) kritik sumber; (4) teknik validitas data; (5) analisis data dan (6) teknik penulisan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sejarah berdirinya Pura Dukuh Santrian di Desa Bedulu ini berkaitan erat dengan piagem Dukuh Gamongan. Keberadaan Pura Dukuh Santrian diperkirakan ada pada abad ke 8 Masehi. Struktur Pura Dukuh Santrian terdapat tiga halaman yaitu jaba sisi atau nista mandala, jaba tengah atau madya mandala dan jeroan atau mandala utama. Struktur pada pelinggih Pura Dukuh Santrian menggunakan konsep susunan alam yang terdiri dari tiga bagian yakni : Bhur loka, Bhuwah loka, dan Swah loka. Selain itu pelinggih juga memiliki struktur mengacu pada konsep Triangga. Fungsi Pura Dukuh Santrian secara umum dapat dibagi menjadi empat, (1) fungsi religius; (2) fungsi history; (3) fungsi pendidikan; (4) fungsi sosial; (5) fungsi budaya. Adapun aspek-aspek yang dimiliki Pura Dukuh Santrian sebagai sumber belajar sejarah kebudayaan, yaitu: (1) sejarah dan (2) artefak antara lain; (1) beliung persegi; (2) kapak lonjong; (3) kapak perimbas; (4) kapak genggam; (5) menhir; (6) batu lumpang; (7) mata tombak dan (8) permata. Kata Kunci : Sejarah, Struktur dan Fungsi, Sumber Belajar Sejarah Kebudayaan This study aims to determine, (1) history of the Temple Dukuh Santrian in Pekandelan Hamlet, Village Bedulu, Blahbatuh, Gianyar, Bali, (2) structure and function of the Temple Dukuh Santrian in Pekandelan Hamlet, Village Bedulu, Blahbatuh, Gianyar, Bali, (3) artifacts found in the Temple Dukuh Santrian Pekandelan Hamlet, Village Bedulu, Blahbatuh, Gianyar, Bali which can be utilized as a source of learning history culture in high school. This study used a qualitative approach is : (1) determination techniques informant; (2) data collection techniques (documentation, observation, interviews); (3) source criticism; (4) technical validity of the data, (5) data analysis and (6) writing techniques. Result showed that the history of the Temple Dukuh Santrian in the village Bedulu is closely related to piagem Dukuh Gamongan. Structure of the Temple there are three pages that jaba sisi or nista mandala, jaba tengah or madya mandala and jeroan or mandala utama. Structure of the Temple Dukuh Santrian shrine using the concept of the natural order which consists of three parts : Bhur loka, Bhuwah loka and Swah loka. In addition it also has a shrine structure refers to the concept Triangga. Temple Dukuh Santrian function in general can be devided into four, (1) religious function; (2) the function of education; (3) social functions; (4) cultural functions. As for the aspects that owned the Temple Dukuh Santrian as a source of learning cultural history, namely : (1) square pickaxe; (2) hatchet shaped; (3) perimbas ax; (4) ax handheld; (5) menhirs; (6) stone mortar; (7) spear and (8) gems. keyword : History, Structure and Function, Cultural History of Learning Resources
Co-Authors ., Ali Rausan Fikri ., I Nengah Dodong ., I Wyn Krisnayana R d ., Kadek Dwi Mahayoni ., Mukti Ali Asyadzili ., Ni Km Dina Indrayani ., Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja, M.A. Aflachatun Nia Aizil Mamnun Alfrida Nola Ali Rausan Fikri . Alif Alfi Syahrin Aprilia Rofika Ardanareswari, Ni Putu Galuh Ariasa, Gede Wiga Anggara Aris Wibowo Aris Wibowo Arti, Luh Puji Arvitria, Devi Wina Barus, Ira Pratiwi Alberta Bawazir, Ema Maulidya Damayani, Kadek Putri Meita Darmayanti, Kadek Nanda Weda Dela Safitri Desak Made Oka Purnawati Desak Putu Wirastini . Dewi, Mevilia Taryo A Dr. Tuty Maryati,M.Pd . Drs. I Wayan Mudana,M.Si. . Drs. Wayan Sugiartha, M.Si. . Eky Pratiwi Ema Maulidya Bawazir Fani Haryadi Fantiya, Hetwin Fitri Noviani Fitri Noviani G.B. Surya Utama . Gede Aris Adi Sanjaya . Gede Senjaya . Gede Wiga Anggara Ariasa Gita Juliana Harefa, Lisaman Haryadi, Fani Hetwin Fantiya I Gede Oka Parwata . I Gede Putra . I Gede Yogi Sastrawan . I Gusti Ayu Virgin Septiarini I Gusti Made Arya Sutha Wirawan I Gusti Made Aryana I Kadek Dharma Tanaya . I Made Agus Eri Antara . I Made Pageh I Nengah Dodong . I Nengah Narendra Permana I Nyoman Candra Wiguna . I Nyoman Mantaka I Putu Sandiasa Adiawan . I Putu Widiarta . I Putu Widiarta ., I Putu Widiarta I Putu Wisnu Saputra I Wayan Kertih I Wayan Mudana I Wayan Pardi I Wayan Putra Yasa I Wayan Rai I Wayan Rai I Wayan Suwartika . I Wyn Krisnayana R d . Ida Ayu Komang Dina Lestariani Ida Ayu Komang Natika Wuni . Ida Ayu Komang Sintia Dewi . Juliana, Gita Kadek Aprianti . Kadek Aprianti ., Kadek Aprianti Kadek Dwi Mahayoni . Kadek Nanda Weda Darmayanti Kadek Putri Meita Damayani Kadek Ranti Ketut Jasiani . Ketut Jasiani ., Ketut Jasiani Ketut Sedana Arta Komang Sri Wahyuni Lapak, Maria Muda Mai Meria Lestariani, Ida Ayu Komang Dina Lola Utama Sitompul Luh Dessy Rismayani M Al Qautsar Pratama . M Al Qautsar Pratama ., M Al Qautsar Pratama M.Si Drs. I Ketut Margi . M.Si. Drs. Wayan Sugiartha . Mabruza, Qisti Sofi Made Wahyu Ari Wiarsana Mamnun, Aizil Maria Muda Mai Meria Lapak Mariyastini, Sang Ayu Putu Mevilia Taryo A Dewi Mudinillah, Adam Muhammad Idris Muhammad Idris Muhammad Syafri Muhammad Syafri, Muhammad Mukti Ali Asyadzili . Nela Agustin Permata Sari Nengah Bawa Atmadja Nengah Bawa Atmadja Nengah Bawa Atmadja Ni Kadek Ari Indrayani . Ni Kadek Ari Indrayani ., Ni Kadek Ari Indrayani Ni Kadek Shantikarini Himawan Ni Ketut Eka Kresna Dewipayanti . Ni Km Dina Indrayani . Ni Komang Rusna Dewi . Ni Komang Sukariasih . Ni Komang Trisna Suparwati . Ni Luh Anik Arisa Dewi . Ni Luh Suarmini Ni Made Dwipayani . Ni Nengah Suartini Ni Nengah Suartini, Ni Nengah Ni Nyoman Yelik Ni Putu Ratna Ayu Lestari NI Putu Swandewi Ni Wayan Astini . Ni Wayan Nonoriati . Ni Wayan Windiasih Ni Wayan Wiwik Astuti . Nia, Aflachatun Nola, Alfrida Permana, I Nengah Narendra Pratiwi, Eky Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja, M.A. . Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja,MA . Putu Adi Sutama . Putu Adi Sutama ., Putu Adi Sutama Putu Ari Antara . Qisti Sofi Mabruza Ranti, Kadek Safitri, Dela Sang Ayu Putu Mariyastini Santana Sembiring Sari, Nela Agustin Permata Septiarini, I Gusti Ayu Virgin Suarmini, Ni Luh Sulistio, Aprillia Devi Susanti . Swandewi, Ni Putu Tarigan, Evlyn Lestari Br UNDIKSHA . Wiarsana, Made Wahyu Ari Windiasih, Ni Wayan Wirawan, I Gusti Made Arya Suta Wirawan, I Gusti Made Arya Sutha Wongkar, Daniel Jeremy Yelik, Ni Nyoman Zainal Abidin Zainal Abidin