Claim Missing Document
Check
Articles

Pemanfaatan Monumen Pejuang Pahlawan Kemerdekaan Republik Indonesia di Desa Selat , Abiansemal , Badung, Bali (Latar Belakang Pendirian dan Potensinya Sebagai Media Power Point Pembelajaran Sejarah di SMA) ., Putu Ari Antara; ., Dra. Luh Putu Sendratari,M.Hum; ., Ketut Sedana Arta, S.Pd.
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v5i2.4847

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui Latar Belakang Pendirian Monumen Pejuang Republik Indonesia di Desa Selat, Abiansemal, Badung, (2) mengetahui aspek – aspek apa yang dapat dijadikan sebagai media pembelajaran sejarah dalam Monumen Pejuang Republik Indonesia di Desa Selat, Abiansemal, Badung, (3) mengetahui cara pemanfaatan Monumen Pejuang Republik Indonesia di Desa Selat, Abiansemal, Badung sebagai media pembelajaran Sejarah di SMA. Dalam penelitian ini, data dikumpulkan dengan menggunakan metode kualitatif dengan tahap-tahap ; (1) teknik penentuan lokasi penelitian,(2) teknik penentuan informan, (3) teknik pengumpulan data (observasi, wawancara, kajian dokumen), (4) teknik penjamin keaslian data (triangulasi data, triangulasi metode), dan (5) teknik analisis data. Hasil penelitian menunjukan bahwa, (1) adanya peristiwa sejarah yang melatarbelakangi pembangunan Monumen Pejuang Republik Indonesia di Desa Selat yaitu peristiwa gugurnya I Gusti Alit Reta, I Kantun dan I Gusti Putu Pegil pada tahun 1948 saat revolusi fisik dalam rangka mempertahankan kemerdekaan NKRI. Monumen Pejuang Republik Indonesia di Desa Selat dibangun untuk menghormati jasa para pejuang yang telah gugur dalam mempertahankan wilayah pada masa revolusi fisik. (2) Aspek– aspek yang terkandung dalam Monumen Pejuang Pahlawan Kemerdekaan Republik Indonesia yaitu :Aspek Naratif, Aspek Faktual, Aspek Artistik dan Aspek Rekreatif. (3) Pemanfaatan Monumen Pejuang Pahlawan Kemerdekaan Republik Indonesia dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran sejarah di SMA yaitu dengan cara membuat media power point dengan materi Revolusi fisik dalam rangka mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Dalam materi ini akan di bahas tentang Monumen Pejuang Kemerdekaan Republik Indonesia di Desa Selat. Kata Kunci : Kata Kunci: monumen, media pembelajaran sejarah. This study aims to (1) know the background of the establishment Background Warrior Monument Establishment of the Republic of Indonesia in the Village Strait, Abiansemal, Badung,Bali (2) determine aspects - aspects of what can be used as a learning medium in the history of the Republic of Indonesia Warriors Monument in the Village Strait, Abiansemal, Badung,Bali (3) knowing how to use Warrior Monument of the Republic of Indonesia in the Village Strait, Abiansemal, Badung, Bali as a medium of learning in school history . In this study , the data collected using qualitative methods by stages; (1) The technique of determining the location of the research, (2) determination techniques informants, (3) data collection techniques ( observation, interviews, review of documents ), (4) the guarantor technique authenticity of data ( data triangulation , triangulation method ), and (5) technique data analysis. The results showed that, (1) the existence of historical events behind the construction of the Republic of Indonesia Warriors Monument in the Village Strait which event the death of I Gusti Alit Reta, I Kantun and I Gusti Putu Pegil in 1948 when physical revolution in order to maintain the independence of the Republic of Indonesia . Monument of the Republic of Indonesia in the village fighters Strait built to honor the fighters who have fallen in defense of the territory on the physical revolution. (2) Aspect - aspects contained in the Monument of Independence of the Republic of Indonesia Hero Fighter , namely: Narrative aspects, factual aspects , artistic aspects, recreational aspects. (3) Utilization of Heroes Freedom Fighters Monument Republic of Indonesia can be used as a medium for teaching history in high school that is by making the media power point with material physical Revolution in order to maintain the independence of Indonesia . In this matter will be discussed about the Freedom Fighters Monument Republic of Indonesia in the Village Strait .keyword : : monuments , history teaching media
Palinggih Dewa Dalem Sebagai Wahana Penyungsungan Anak Kembar Di Desa Songan (Belajar Sejarah Di SMA) ., I Nengah Dodong; ., Dr. Luh Putu Sendratari,M.Hum; ., Dra. Tuty Maryati,M.Pd
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v7i3.11401

Abstract

Penelitian ini bertujuan: (1) Sejarah Pendirian Palinggih Dewa Dalem Sebagai Bentuk Penyungsungan Anak Kembar, (2) Struktur Dan Fungsi Palinggih Dewa Dalem Sebagai Bentuk Pemujaan Anak Kembar (3) Apek-Aspek Pendirian Palinggih Dewa Delem Di Desa Songan Dapat Dijadikan Sumber Belajar Sejarah Di SMA. Penelitian ini menggunakan metode deskritif kualitatif yaitu : (1)Metode Penentuan Lokasi Penelitian, (2) Metode Penentuan Informan, (3) Metode Pengumpulan Data, (4) Validitas atau Teknik Keabsahan Data dan (5)Teknik Analisis Data. Hasil penelitian menunjukan bahwa, sejarah berdirinya Palinggih Dewa Dalem di Desa Songan, Bangli, Bali berawal dari sebuah kerajaan jaman dahulu yang dipimpin oleh seorang raja kembar yang bernama raja Masula-Masuli, raja ini merupakan raja kembar (kembar buncing). Struktur dan fungsi Palinggih Dewa Dalem ini menggunakan konsep Dwi Mandala yang terdiri dari Nista Mandala (Jaba Sisi), dan Utama Mandala (Jaroan) dan juga dan juga struktur Palinggih Dewa Dalem memiliki 2 model yaitu Struktur Palinggih Dewa Dalem model lama dan struktur Palinggih Dewa Dalem model baru. Apek-Aspek Pendirian Palinggih Dewa Dalem Di Desa Songan Dapat Dijadikan Sumber Belajar Sejarah Di SMA antara lain: aspek religius, aspek sejarah (historis ), aspek estetika, dan aspek sosial.Kata Kunci : Sejarah, Struktur Fungsi, Sumber Belajar The goals of this research are (1)for the history of the building of Palinggih Dewa Dalem as a form of worship twins children (2) for the Structure and function of Palinggih Dewa Dalem as a form of worship of twins children (3) the aspects of building of Palinggih Dewa Dalem in Songan can be the source of history in high school. This research uses qualitative descriptive method that is: (1) Method of Determination of Research Location, (2) Informant Determination Method, (3) Data Collection Method, (4) Validity or Data Validity technic and (5) Data Analysis technic. The results showed that, the history of the establishment Palinggih Dewa Dalem di Desa Songan, Bangli, Bali Originated from an ancient kingdom led by a twin king named Masula-Masuli king, this king is the king of twins (twins buncing). the structure and funtion of this Palinggih Dewa Dalem are using concept Dwi Mandala which is devided by nista mandala (jaba sisi) and utama mandala (jeroan) And also the structure structure Palinggih Dewa Dalem old design and structure structure Palinggih Dewa Dalem new design.The aspect of building the Palinggih of Dewa Dalem in Songan can be saurce in study in high school is: religious aspect, historical aspect, esthetical aspect and sosial aspect.keyword : history, Structure,function, source of history
Pura Pabean, Desa Banyupoh, Kec. Gerokgak, Buleleng-Bali (Sejarah, Struktur dan Potensinya Sebagai Media Pendidikan Karakter Dalam Pembelajaran Sejarah di SMA) ., Ni Kadek Ari Indrayani; ., Dra. Luh Putu Sendratari,M.Hum; ., Dra. Desak Made Oka Purnawati,M.Hum
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v4i3.6293

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Sejarah Berdirinya Pura Pabean Pulaki, Buleleng, Bali. (2) Struktur dan Fungsi Dari Pura Pura Pabean Pulaki, Buleleng, Bali (3) Nilai-Nilai Karakter di balik Sejarah Pura Pabean Pulaki, Buleleng, Bali yang dapat dimanfaatkan sebagai media pendidikan Karakter dalam pembelajaran Sejarah di SMA. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah melalui beberapa langkah yakni (1) Heuristik (2) Kritik Sumber : Kritik ekstern dan Kritik intern (3) interpretasi (4) Historiografi Hasil penelitian ini menunjukan bahwa, (1) Pura Pabean ini dibuat oleh warga lokal untuk menghargai jasa para pedagang antar pulau yang telah mengembangkan Teluk Pulaki hingga menjadi pelabuhan perdagangan/persinggahan.(2) Struktur Pura Pabean ini menggunakan konsep Tri Mandala yang terdiri dari Nista Mandala (Jaba Sisi), Madya Mandala (Jaba Tengah), dan Utama Mandala (Jaroan) yang dari segi arsitekturnya merupakan percampuran antara arsitektur Bali dan Cina di dalamnya yang dicirikan dengan dominan warna merah. (3) Nilai-nilai karakter yang dapat dipetik dari segi historis pura dan perpaduan kebudayaan antara kebudayaan Hindu-Budha di Pura Pabean ini yaitu : Religius, Toleransi, Kerjasama, Kerja Keras, Cinta Damai, Bersahabat dan Cinta Tanah Air. Nilai-nilai karakter tersebut kemudian di integrasikan ke dalam pembelajaran Sejarah yang tercermin dalam RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran).Kata Kunci : Pura Pabean, Kebudayaan Hindu-Budha, Pendidikan Karakter This research was aimed to know the1 history of pabean pulaki tample buleleng bali, 2 the structure and function of pabean pulaki tample buleleng bali, the character values bhind the history of pabean pulaki tample buleleng bali which could be made use as character education media in the history learning of senior high school. This study uses historical research, trough several steps that (1) Heuristic, (2) Criticism of sources: internal criticism and external criticism, (3) interpretation, and (4) historiography. The result of this research showed that (1) Pabean Tample Customs is made by local residents for appreciate the services of the inter-island traders who have developed Gulf Pulaki to be a trading port / stopover. (2) The structure of the temple Customs uses the concept of Tri Mandala consisting of Nista Mandala (Jaba Sisi), Madya Mandala (Jaba Central), and Utama Mandala (Jeroan) the terms of its architecture is a mixture of Balinese and Chinese architecture in it that is characterized by the dominant red color. (3)The character values that could be gained from the historical view and the mix of culture of hindu and budha, were: religious, tolerance, cooperation, hard working, peace, friendly, and love the nation. Then, the character values were integrated to the history teaching and learning which was reflected in lesson plan.keyword : Pabean Tample, The Culture of Hindu Buddha, Character Education
UANG PERIODE ORI (OEANG REPUBLIK INDONESIA) 1946-1949 : KARAKTERISTIK DAN POTENSINYA SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN SEJARAH DI SMA ., Ni Made Dwipayani; ., Dra. Luh Putu Sendratari,M.Hum; ., Drs. I Gusti Made Aryana,M.Hum
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v3i1.4269

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui latar belakang munculnya ORI sebagai mata uang pertama di awal berdirinya RI, (2) mengetahui aspek-aspek yang terkandung dalam ORI yang bisa dijadikan sebagai media pembelajaran sejarah di SMA. Dalam penelitian ini, data dikumpulkan dengan menggunakan metode kualitatif dengan tahap-tahap ; (1) teknik penentuan lokasi penelitian, (2) teknik penentuan informan, (3) teknik pengumpulan data (observasi, wawancara, kajian dokumen), (4) teknik penjamin keaslian data (triangulasi data, triangulasi metode), dan (5) teknik analisis data. Hasil penelitian menunjukan bahwa, (1) Adanya peristiwa sejarah yang melatarbelakangi dikeluarkannya ORI sebagai mata uang pertama di Indonesia disebabkan oleh faktor ekonomi, faktor politik, faktor kultural dan faktor historis. (2) Aspek-aspek yang terkandung dalam ORI yang dapat dijadikan sebagai media pembelajaran di SMA yaitu aspek bentuk, aspek fungsi, aspek seni dan aspek gambar. Materi uang ORI sebagai media pembelajaran Sejarah di SMA dapat dikaitkan ke dalam silabus dan rencana pelaksanaan pembeajaran (RPP) yang berbasis kurikulum KTSP kelas XII semester ganjil. Kata Kunci : Aspek, factor, Media pembelajaran, Uang ORI This study aims to (1) know the background of ORI as the first currency in the beginning of RI, (2) know the aspects contained in the ORI, which can be used as a learning media of history in senior high school. In this study, the data were collected by using qualitative methods within some stages, (1) field determination technique, (2) informant determination techniques, (3) data collection techniques (observation, interview, documents review), (4) validity and reliability technique (data triangulation, triangulation method), and (5) data analysis technique. The findings of the study showed that, (1) there were historical events underlying the issuance of ORI as the first currency in Indonesia which was caused by economic factors, political factors, cultural factors and historical factors. (2) The aspects contained in the ORI, which can be used as a learning media in the senior high school were form aspects, function aspects, art and image aspects. Material of ORI money as a medium of learning history in senior high school can be attributed to the syllabus and lesson plan (RPP) based on the standard based curriculum (KTSP) of XII class in the first semester.keyword : aspects, factors, learning media, ORI money.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TANYA JAWAB ESTAFET UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PROSES DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X3 PADA MATA PELAJARAN SEJARAH DI SMA NEGERI 1 NUSA PENIDA SEMESTER GENAP TAHUN AJARAN 2014/2015 ., I Putu Widiarta; ., Dra. Luh Putu Sendratari,M.Hum; ., Drs. I Ketut Margi, M.Si
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v5i2.5311

Abstract

Penelitian ini bertujuan meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran sejarah melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Tanya Jawab Estafet pada siswa kelas X3 SMA Negeri 1 Nusa Penida Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung-Bali. Subjek penelitian adalah siswa kelas X3 SMA Negeri 1 Nusa Penida tahun pelajaran 2014/2015 yang berjumlah 33 orang terdiri dari 14 siswa laki-laki dan 19 siswa perempuan. Analisis data menggunakan diskriftif kuantitatif. Data kualitas proses belajar siswa dikumpulkan melalui metode observasi, sedangkan hasil belajar siswa dikumpulkan melalui metode tes. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Tanya Jawab Estafet dapat meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran sejarah kelas X3 SMA Negeri 1 Nusa Penida tahun pelajaran 2014/2015. Hal ini dapat dilihat dari data berikut ini: 1) terjadi peningkatan kualitas proses belajar siswa pada siklus I dengan persentase rata-rata 3,34% dan persentase rata-rata pada siklus II sebesar 4,30%. Pada siklus II mengalami peningkatan sebesar 0,96%. 2) terjadi peningkatan hasil belajar pada siklus I dengan rata-rata sebesar 65,4, ketuntasan belajar 54,54%, rata-rata persen 65% dan pada siklus II rata-rata sebesar 81,81, ketuntasan belajar siswa, 96,97%, rata-rata persen 81,81%. peningkatan ketuntasan belajar dari siklus I ke Siklus II mencapai 42, 43%, peningkatan dari siklus I ke Siklus II rata-rata 16,41, dan peningkatan rata-rata persen dari siklus I ke Siklus II mencapai 16,41%.Kata Kunci : Model Pembelajaran Kooperatif tipe Tanya Jawab Estafet, Kualitas Proses Belajar, dan hasil Belajar Siswa The aim of this study is to increase the quality of learning process and the results study of the students on history subject through cooperative learning method, relay ask and answer at student of grade X3 SMA Negeri 1 Nusa penida periode 2014/2015 which total of the students are 33 people which is consists of 14 boys and 19 girls. Kuantitatif deskripyive is used as Data analysis. The quality of Learning process data is gathered through observation method, and students result study is gathered through test method . the result of this study shows that the application of cooperative learning process method , relay ask and answer type ,is able to increase the quality of learning process and also the result study of students on history subject on grade X3 SMA Negeri 1 Nusa Penida period 2014/2015. This data is shown as follows : 1) there is slightly increase of the quality of learning process in first cycle by 3,34% and second cycle by 4,30%. The second cycle, there is slightly data increase by 0,96 %. 2) there is increasing on students results in first cycle by 65,4%,past the test by 54,54%, in average 65% and in the second cycle by 81,81%, past the test 96,97%, in average by 42,43%, enhancement of past the test study from cycle 1 adn cycle 2 are 42,43%, and enhancement of average from cylce 1 and cycle 2 are 16,41% and ehancement from cycle 1 and cycle 2 are 16,41%keyword : cooperative learning method, relay ask and asnwer type,quality of learning process and the results study of students
Asimilasi Masyarakat Etnis Cina di Kelurahan Kampung Baru, Singaraja, Bali ( Alasan, Bentuk dan Potensinya Sebagai Sumber Belajar Sejarah) ., I Gede Yogi Sastrawan; ., Drs. Wayan Sugiartha, M.Si.; ., Dra. Luh Putu Sendratari,M.Hum
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v3i3.2251

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui sejarah terbentuknya asimilasi etnis Cina di Kelurahan Kampung Baru, Singaraja, Bali. (2) mengetahui bentuk-bentuk asimilasi etnis Cina di Kelurahan Kampung Baru, Singaraja, Bali. (3) mengetahui aspek-aspek dari asimilasi etnis Cina di Kelurahan Kampung Baru, Singaraja, Bali yang dapat dijadikan sumber belajar sejarah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan langkah-langkah yaitu : (1) penentuan lokasi penelitian, (2) metode penentuan informan, (3) metode pengumpulan data, (4) metode analisis data, (5) metode penulisan. Penelitian ini mengasilkan beberapa temuan antara lain : (1) alasan etnis Cina melakukan tindakan asimilasi di dasari oleh tiga faktor diantaranya adalah kepentingan ekonomi, tekanan politik dan kedekatan pemukiman. (2) bentuk-bentuk asimilasi yang terjadi di Kelurahan Kampung Baru diantaranya bangunan etnis Cina sudah mengikuti arsitektur rumah orang pribumi, bahasa yang digunakan etnis Cina di kelurahan Kampung Baru sudah menggunakan bahasa lokal sebagai bahasa kesehariannya, sistem kebudayaan etnis Cina di kelurahan Kapung Baru sudah mengikuti kebudayaan masyarakat lokal sebagai salah satu contoh penggunaan Canang Sari dan pelinggih sebagai tempat pemujaan. (3) aspek-aspek yang dapat digunakan sebagai sumber belajar sejarah adalah dapat disisipkan ke dalam materi menganalisis perubahan dan perkembangan politik Orda Baru dan nilai-nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam asimilasi etnis Cina ini adalah toleransi, keterbukaan, asimilasi sebagai model terbentuknya integrasi kebangsaan.Kata Kunci : Asimilasi Cina, Bentuk dan Sumber belajar sejarah his study aims to : ( 1 ) Knowing the history of the formation of the assimilation of ethnic Chinese in Kampung Baru Village , Singaraja , Bali . ( 2 ) determine the forms of assimilation of ethnic Chinese in Kampung Baru Village , Singaraja , Bali . ( 3 ) determine aspects of assimilation of ethnic Chinese in Kampung Baru Village , Singaraja , Bali which can be used as a source of learning history . The method used in this study is a qualitative method steps , namely : ( 1 ) determining the location of the research , ( 2 ) the method of determining the informant , ( 3 ) the method of data collection , ( 4 ) data analysis methods , ( 5 ) the method of writing . Generating some of the findings of this study include: ( 1 ) the reason the Chinese ethnic assimilation in the underlying action by three factors such as economic interests , political pressures and residential proximity . ( 2 ) the forms of assimilation that occurred in the Village of Kampung Baru among ethnic Chinese building architecture has followed the indigenous people , the language used ethnic Chinese in Kampung Baru village has been using the local language as the language of daily life, culture system of ethnic Chinese in New Kapung villages already follow the local culture as one example of the use of Canang Sari and shrine as a place of worship . ( 3 ) those aspects that can be used as a source of learning history is to be inserted into the material to analyze changes and political developments Orda New and character education values contained in the assimilation of ethnic Chinese are tolerance , openness , assimilation as a model for the formation of national integration .keyword : Assimilation China , Forms and Sources of learning history .
CANDI JAWI DI KABUPATEN PASURUAN, JAWA TIMUR SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH BAGI SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS ., Mukti Ali Asyadzili; ., Dr. Luh Putu Sendratari, M.Hum.; ., Dr. Drs. I Made Pageh, M.Hum.
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v8i1.12675

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui sejarah berdirinya Candi Jawi di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur (2) Mengetahui struktur Candi Jawi (3) Mengetahui fungsi Candi Jawi (4) Mengetahui pemanfaatan Candi Jawi untuk dijadikan sumber belajar sejarah bagi siswa Sekolah Menengah Atas . Dalam penelitian ini, menggunakan metode kualitatif dengan tahap-tahap: (1) Menentukan lokasi penelitian di Desa Candi Wates, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur (2)Teknik penentuan informan (3)Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumen, Dalam penelitian ini menghasilkan temuan, yakni: (1) Candi Jawi dapat dijadikan sumber belajar sejarah kepada siswa sekolah menengah atas mengenai pembelajaran sejarah dengan menggunakan media komik Candi Jawi sehingga mampu memberikan sumbangan atau kontribusi positif dalam dunia pendidikan dalam hal ini meningkatkan motivasi belajar siswa (2) Candi Jawi ini dapat dijadikan sumber belajar sejarah mengenai perbedaan pemahaman konsep belajar sejarah berbantuan media komik Candi Jawi sehingga mampu memberikan sumbangan atau kontribusi positif dalam dunia pendidikan dalam hal ini meningkatkan pemahaman konsep siswa (3) Hasil penelitian ini memberikan informasi mengenai referensi pemahaman konsep siswa dengan menggunakan media komik Candi Jawi sehingga mampu memberikan sumbangan atau kontribusi positif dalam dunia pendidikanKata Kunci : Candi Jawi , Sumber Belajar Sejarah, Sekolah Menegah Atas This research aims to (1) Know the history of the founding of Jawi Temple in Pasuruan, East Java (2) Knowing the structure of Jawi Temple (3) Knowing the function of Jawi Temple. (4) Knowing the utilization of Jawi Temple to be a source of history learning for high school students. In this research, using qualitative method with stages: (1) Determine the location of research in the Village Temple Wates, District Prigen, Pasuruan, East Java ((2) Technique determination of informant (3) Technique of collecting data through observation, interview, and document study, In this research, the findings are: (1) The results of this study can provide information on learning history of comic media assisted Candi Jawi so as to contribute or a positive contribution in the world of education in this case improve student learning motivation and further research (2) The results of this study can provide information about the different understanding of the concept of learning history-aided comic comic Candi Jawi so as to contribute or a positive contribution in the world of education in this case improves students' understanding of concepts and further research (3) The results of the study provide information about the reference understanding of student concepts by using comic media Jawi Temple so as to contribute or positive contribution in the world of educationThe results of the study provide information about the reference understanding of student concepts by using comic media Jawi Temple so as to contribute or positive contribution in the world of educationkeyword : Jawi Temple, Source of Learning History, Senior High School
Penerapan Metode Pembelajaran Role Playing Untuk Meningkatkan Aktivitas Dan Hasil Belajar IPS Siswa Kelas VIII I Di SMP Negeri 1 Banjar, Buleleng, Bali Tahun Ajaran 2014/2015 ., Ketut Jasiani; ., Dra. Luh Putu Sendratari,M.Hum; ., Ketut Sedana Arta, S.Pd.
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v4i3.5497

Abstract

Tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah (1) Untuk mengetahui apakah penerapan metode Role Playing dapat meningkatkan aktivitas belajar IPS siswa setelah menggunakan metode Role Playing pada siswa kelas VIII I SMP Negeri 1 Banjar, (2) Untuk mengetahui apakah penerapan metode Role Playing dapat meningkatkan hasil belajar IPS siswa setelah menggunakan metode Role Playing pada siswa kelas VIII I SMP Negeri 1 Banjar. (3) Untuk mengetahui bagaimana respon siswa kelas VIII I SMP Negeri 1 Banjar terhadap penerapan metode Role Playing. Dalam penelitian tindakan kelas ini yang menjadi subjek adalah siswa kelas VIII I SMP Negeri 1 Banjar dengan jumlah 27 siswa. Sedangkan objek penelitiannya adalah aktivitas dan hasil belajar IPS. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian tindakan kelas ini dengan metode observasi, metode tes, kuisioner dan wawancara. Dari hasil penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan sebanyak 2 siklus dan analisis yang telah dilakukan, diperoleh hasil sebagai berikut (1) aktivitas belajar siswa pada siklus I mendapatkan jumlah 405 nilai yang diperoleh siswa dengan rata-tara yang dicapai 15% terjadi peningkatan jumlah aktivitas yang diperoleh siswa pada siklus II dengan jumlah yang dicapai 560 nilai yang diperoleh siswa dengan rata 20%. Peningkatan aktivitas dari siklus I ke siklus II adalah 155 nilai yang diperoleh siswa dengan rata-rata peningkatan mencapai 5%. (2) Hasil belajar yang diperoleh siswa adalah 1915 dengan rata-rata 70% dan ketuntasan hasil belajar yang dicapai 48,15% pada siklus I. Terjadi peningkatan hasil belajar yang diperoleh pada siklus II yakni dengan jumlah 2180 dengan rata-rata 80,74% dan ketuntasan hasil belajar yang dicapai 81,48%. (3) Hasil respons siswa terhadap penerapan metode pembelajaran Role Playing terjadi pada siklus I, respons siswa terhadap penerapan metodel pembelajaran Role Playing yaitu 991 dengan pencapaian rata-rata 36,70%. Terjadi peningkatan respons siswa terhadap penerapan metode pembelajaran Role Playing pada siklus II yaitu 1015 dengan pencapaian rata-rata 37,59%. Jumlah peningkatan yang terjadi dari siklus I ke siklus II adalah sebesar 24 dengan pencapaian rata-rata sebesar 0,89%. Berdasarkan hasil penelitian, maka jawaban dari hipotesis tindakan yaitu (1) Model pembelajaran Role Playing dapat berjalan dengan efektif dan efisien sehingga aktivitas belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial meningkat tinggi. (2) Model pembelajaran Role Playing dapat berjalan dengan efektif dan efisien sehingga hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial meningkat tinggi.Kata Kunci : Metode Pembelajaran Role Playing, Aktivitas, Hasil Belajar, Respons Siswa, Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) The purpose of this action research are (1) To determine the increase in students' activity to learn IPS after Role Playing method in class VIII I SMP Negeri 1 Banjar (2) To determine the improvement of student learning outcomes IPS after Role Playing method in class VIII I SMP Negeri 1 Banjar. (3) To determine how the response class VIII I SMP Negeri 1 Banjar on the application of the method of Role Playing. In this classroom action research is the subject of class VIII I SMP Negeri 1 Banjar the number of 27 students. While the research object is the activity and learning of Social Sciences (IPS). Data collection methods used in this classroom action research with the method of observation, test methods, questionnaires and interviews. From the results of action research conducted by 2 cycles and analyzes that have been conducted, obtained the following results (1) student activity in the first cycle to get the average number between 405 reached 15% an increase in the number of student activity obtained at second cycle with the amount achieved in 560 with 20% average. Increased activity from the first cycle to the second cycle was 155 with an average increase of 5. (2) The results of student learning is 1915 with an average of 70% and mastery of learning outcomes achieved 48,15% in cycle I. An increase learning outcomes obtained in the second cycle which is the number of 2180 with an average of 80,74% and mastery of learning outcomes achieved 81,48%. (3) The results of a student's response to the application of learning Role Playing method occurred in the first cycle, the student response to the application of Role Playing method is 991 with an average achievement of 36,70%. An increase in student responses to the application of cooperative learning model snowball throwing in the second cycle is 1015 with an average achievement of 37,59%. The amount of the increase that occurred from the first cycle to the second cycle is the attainment by 24 with an average of 0,89%. Based on the results of the research, the answer to the hypothesis that the action was previously thought (1) Learning Role Playing to be effective and efficient and the avtivity to study the subject of Social Sciences rise high. (2) Learning Role Playing to be effective and efficient, student learning outcomes in the Social Sciences subjects increased height.keyword : Learning Role Playing, activity, Learning Outcomes, Student Response, Social Science (IPS)
STRATEGI SURVIVAL MASYARAKAT NELAYAN DUSUN YEHIBIYU, DESA PATAS, BALI (SEBAGAI SUMBER BELAJAR MATA PELAJARAN SOSIOLOGI DI SMA) Haryadi, Fani; Haryadi, Fani; Mudana, I Wayan; Sendratari, Luh Putu
Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol 1, No 3 (2019): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpsu.v1i3.28995

Abstract

Kemiskinan masyarakat nelayan merupakan suatu permasalahan sosial yang harus mendapatkan perhatian, termasuk juga yang terjadi pada masyarakat nelayan di Dusun Yehbiyu, Desa Patas. Strategi survival dilakukan untuk dapat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari pada musim paceklik datang melanda. Salah satu yang membuat nelayan melakukan hal tersebut karena nelayan berada pada kondisi kemiskinan yaitu dari segi perekonomian yang menyebabkan sangat susahnya untuk dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Pada kondisi tersebut masyarakat nelayan akan melakukan strategi survival untuk mendapatkan pemasukan yang cukup bagi kehidupan keluarganya.Tujuan dari penelitian ini adalah 1) Mengidentifikasi kondisi kemiskinan masyarakat nelayan di Dusun Yehbiyu, Desa Patas. 2) Mengetahui strategi survival masyarakat nelayan di Dusun Yehbiyu, Desa Patas. 3) Mengetahui aspek-aspek strategi survival masyarakat nelayan di Dusun Yehbiyu, Desa Patas yang dapat dijadikan sebagai sumber belajar mata pelajaran sosiologi, di SMA. Metode penelitian yang digunakan dalam skripsi ini menggunakan metode kualitatif yaitu dengan pendekatan jenis deskriptif. Sampel dalam penelitian ini yaitu tiga orang masyarakat nelayan di Dusun Yehbiyu, Desa Patas, Kadus, satu pelajar dan satu guru pengajar sosiologi sebagai informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; 1) Masyarakat nelayan di Dusun Yehbiyu, Desa Patas berada pada kondisi kemiskinan disaat hasil penangkapan ikan sangat berkurang karena adanya musim paceklik. 2) Masyarakat nelayan di Dusun Yehbiyu, Desa Patas melakukan strategi survival untuk dapat bertahan hidup bersama keluarganya. Strategi yang dilakukan antara lain strategi aktif, strategi pasif/mengurangi, dan strategi jaringan. 3) Aspek-aspek strategi survival masyarakat nelayan yang bisa di jadikan sebagai sumber belajar mata pelajaran sosiologi di Sekolah Menengah Atas (SMA) yang berkaitan dengan strategi survival itu sendiri.Kata kunci: Kemiskinan, strategi survival, sumber belajar
“HABITUS” BARU DALAM PROSES PEMBELAJARAN SOSIOLOGI SMA AKIBAT PANDEMI COVID-19 (STUDI KASUS DI SMAN 2 SINGARAJA, BULELENG-BALI) Damayani, Kadek Putri Meita; Sendratari, Luh Putu; Margi, I Ketut
Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol 3, No 2 (2021): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpsu.v3i2.39076

Abstract

Tujuan utama penelitian ini adalah (1) Mendeskripsikan strategi guru sosiologi dan siswa di SMAN 2 Singaraja dalam menghadapi perubahan proses pembelajaran akibat pandemi covid-19, (2) Mendeskripsikan bentuk-bentuk habitus baru dalam proses pembelajaran sosiologi yang dibentuk oleh guru sosiologi dan siswa di SMAN 2 Singaraja pada masa pandemi covid-19, (3) Mendeskripsikan implikasi yang ditimbulkan dari adanya pembentukan habitus baru dalam pembelajaran sosiologi di SMAN 2 Singaraja akibat pandemi covid-19. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan tahap-tahap pengumpulan data diantaranya purposive sampling dsn snowball sampling, observasi non-partisipatif, wawancara mendalam (in-depht-interviewing), dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan (1) Strategi guru sosiologi dan siswa di SMAN 2 Singaraja dalam menghadapi perubahan proses pembelajaran akibat pandemi covid-19 sangatlah beragam, mulai dari adaptasi metode pembelajaran, adaptasi model pembelajaran atau pendekatan pembelajaran, dan adaptasi evaluasi pembelajaran, (2) Bentuk-bentuk habitus baru dalam proses pembelajaran sosiologi yang dibentuk oleh guru sosiologi dan siswa di SMAN 2 Singaraja juga sangat beragam mulai dari habitus metode pembelajaran, habitus model pembelajaran atau pendekatan pembelajaran, habitus evaluasi pembelajaran, dan habitus protokol kesehatan, (3) Implikasi dari adanya pembentukan habitus baru dalam pembelajaran sosiologi di SMAN 2 Singaraja akibat pandemi covid-19 bagi guru sosiologi, siswa, dan orang tua siswa juga sangat beragam yaitu mulai dari implikasi habitus metode pembelajaran, implikasi habitus model pembelajaran atau pendekatan pembelajaran, implikasi habitus evaluasi pembelajaran, dan implikasi habitus protokol kesehatan
Co-Authors ., Ali Rausan Fikri ., I Nengah Dodong ., I Wyn Krisnayana R d ., Kadek Dwi Mahayoni ., Mukti Ali Asyadzili ., Ni Km Dina Indrayani ., Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja, M.A. Aflachatun Nia Aizil Mamnun Alfrida Nola Ali Rausan Fikri . Alif Alfi Syahrin Aprilia Rofika Ardanareswari, Ni Putu Galuh Ariasa, Gede Wiga Anggara Aris Wibowo Aris Wibowo Arti, Luh Puji Arvitria, Devi Wina Barus, Ira Pratiwi Alberta Bawazir, Ema Maulidya Damayani, Kadek Putri Meita Darmayanti, Kadek Nanda Weda Dela Safitri Desak Made Oka Purnawati Desak Putu Wirastini . Dewi, Mevilia Taryo A Dr. Tuty Maryati,M.Pd . Drs. I Wayan Mudana,M.Si. . Drs. Wayan Sugiartha, M.Si. . Eky Pratiwi Ema Maulidya Bawazir Fani Haryadi Fantiya, Hetwin Fitri Noviani Fitri Noviani G.B. Surya Utama . Gede Aris Adi Sanjaya . Gede Senjaya . Gede Wiga Anggara Ariasa Gita Juliana Harefa, Lisaman Haryadi, Fani Hetwin Fantiya I Gede Oka Parwata . I Gede Putra . I Gede Yogi Sastrawan . I Gusti Ayu Virgin Septiarini I Gusti Made Arya Sutha Wirawan I Gusti Made Aryana I Kadek Dharma Tanaya . I Made Agus Eri Antara . I Made Pageh I Nengah Dodong . I Nengah Narendra Permana I Nyoman Candra Wiguna . I Nyoman Mantaka I Putu Sandiasa Adiawan . I Putu Widiarta . I Putu Widiarta ., I Putu Widiarta I Putu Wisnu Saputra I Wayan Kertih I Wayan Mudana I Wayan Pardi I Wayan Putra Yasa I Wayan Rai I Wayan Rai I Wayan Suwartika . I Wyn Krisnayana R d . Ida Ayu Komang Dina Lestariani Ida Ayu Komang Natika Wuni . Ida Ayu Komang Sintia Dewi . Juliana, Gita Kadek Aprianti . Kadek Aprianti ., Kadek Aprianti Kadek Dwi Mahayoni . Kadek Nanda Weda Darmayanti Kadek Putri Meita Damayani Kadek Ranti Ketut Jasiani . Ketut Jasiani ., Ketut Jasiani Ketut Sedana Arta Komang Sri Wahyuni Lapak, Maria Muda Mai Meria Lestariani, Ida Ayu Komang Dina Lola Utama Sitompul Luh Dessy Rismayani M Al Qautsar Pratama . M Al Qautsar Pratama ., M Al Qautsar Pratama M.Si Drs. I Ketut Margi . M.Si. Drs. Wayan Sugiartha . Mabruza, Qisti Sofi Made Wahyu Ari Wiarsana Mamnun, Aizil Maria Muda Mai Meria Lapak Mariyastini, Sang Ayu Putu Mevilia Taryo A Dewi Mudinillah, Adam Muhammad Idris Muhammad Idris Muhammad Syafri Muhammad Syafri, Muhammad Mukti Ali Asyadzili . Nela Agustin Permata Sari Nengah Bawa Atmadja Nengah Bawa Atmadja Nengah Bawa Atmadja Ni Kadek Ari Indrayani . Ni Kadek Ari Indrayani ., Ni Kadek Ari Indrayani Ni Kadek Shantikarini Himawan Ni Ketut Eka Kresna Dewipayanti . Ni Km Dina Indrayani . Ni Komang Rusna Dewi . Ni Komang Sukariasih . Ni Komang Trisna Suparwati . Ni Luh Anik Arisa Dewi . Ni Luh Suarmini Ni Made Dwipayani . Ni Nengah Suartini Ni Nengah Suartini, Ni Nengah Ni Nyoman Yelik Ni Putu Ratna Ayu Lestari NI Putu Swandewi Ni Wayan Astini . Ni Wayan Nonoriati . Ni Wayan Windiasih Ni Wayan Wiwik Astuti . Nia, Aflachatun Nola, Alfrida Permana, I Nengah Narendra Pratiwi, Eky Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja, M.A. . Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja,MA . Putu Adi Sutama . Putu Adi Sutama ., Putu Adi Sutama Putu Ari Antara . Qisti Sofi Mabruza Ranti, Kadek Safitri, Dela Sang Ayu Putu Mariyastini Santana Sembiring Sari, Nela Agustin Permata Septiarini, I Gusti Ayu Virgin Suarmini, Ni Luh Sulistio, Aprillia Devi Susanti . Swandewi, Ni Putu Tarigan, Evlyn Lestari Br UNDIKSHA . Wiarsana, Made Wahyu Ari Windiasih, Ni Wayan Wirawan, I Gusti Made Arya Suta Wirawan, I Gusti Made Arya Sutha Wongkar, Daniel Jeremy Yelik, Ni Nyoman Zainal Abidin Zainal Abidin