Claim Missing Document
Check
Articles

Monumen Perjuangan Sapta Yudha Abdi Pertiwi Di Desa Sari Mekar, Buleleng, Bali dan Potensinya Sebagai Media Pembelajaran Sejarah Di SMA Negeri 1 Sukasada ., Ni Luh Anik Arisa Dewi; ., Drs. I Ketut Margi, M.Si; ., Dra. Luh Putu Sendratari,M.Hum
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v2i2.3818

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Latar belakang pendirian Monumen Perjuangan Sapta Yudha Abdi Pertiwi di Desa Sari Mekar, Buleleng, Bali; (2) Fungsi Monumen Perjuangan Sapta Yudha Abdi Pertiwi di Desa Sari Mekar, Buleleng, Bali; dan (3) Potensi yang bisa dikembangkan sebagai media pembelajaran sejarah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan langkah-langkah: (1) Penentuan lokasi penelitian; (2) Metode penentuan informan; (3) Metode pengumpulan data (observasi, wawancara, dan studi dokumentasi); (4) Metode penjaminan keabsahan data (triangulasi data dan triangulasi metode); dan (5) Metode analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Monumen Perjuangan Sapta Yudha Abdi Pertiwi didirikan dengan tujuan untuk mengenang dan menghormati jasa-jasa para pejuang yang telah ikut berjuang dalam melawan NICA. Ada tiga faktor yang melatar belakangi pendiriannya yakni, faktor historis, faktor sosial, dan faktor religi, (2) Fungsi Monumen Perjuangan Sapta Yudha Abdi Pertiwi, yakni fungsi edukatif, fungsi instruktif, fungsi inspiratif, dan fungsi rekreatif. (3) Potensi Monumen Perjuangan Sapta Yudha Abdi Pertiwi yang dapat dijadikan media pembelajaran sejarah di SMA, yakni sejarah dan Artefak (Arsitektur Monumen Perjuangan Sapta Yudha Abdi Pertiwi).Kata Kunci : Fungsi, Media Pembelajaran, Sejarah Monumen Perjuangan Sapta Yudha Abdi Pertiwi This study aimed to (1) The Background establishment of Monumen Perjuangan Sapta Yudha Abdi Pertiwi in Sari Mekar village, Buleleng, Bali; (2) Function of Monumen Perjuangan Abdi Pertiwi in Sari Mekar village, Buleleng, Bali; and (3) the potential that could be developed as a medium of learning history. This study used a qualitative approach is: (1) Determining the location of the study; (2) Method of determination of the informant; (3) Data collection methods (observation, interviews, and documentary studies); (4) The method guarantees the validity of the data (data triangulation and triangulation methods); and (5) methods of data analysis. The results showed that (1) Monumen Perjuangan Sapta Yudha Abdi Pertiwi established to recall and respect the services of the fighters who had fought against the NICA. There are three factors namely the establishment background, historical factors, social factors, and religious factors, (2) Function of Monumen Perjuangan Sapta Yudha Abdi Pertiwi is a educative function, instructive function , inspiring function, and recreational functions. (3) Potential of Monumen Perjuangan Wira Bhuwana which can be used as a history learning media in the high school is the history and artifacts (Architecture of Monumen Perjuangan Sapta Yudha Abdi Pertiwi).keyword : Function, Learning Media, History of Monumen Perjuangan Sapta Yudha Abdi Pertiwi
REPRESENTASI IDENTITAS TIONGHOA MELALUI KULINER DI KELURAHAN KAMPUNG BUGIS, SINGARAJA, BALI SEBAGAI SUMBER MATERI AJAR SEJARAH SMA KELAS XII JURUSAN BAHASA ., Ni Komang Trisna Suparwati; ., Dra. Luh Putu Sendratari,M.Hum; ., Ketut Sedana Arta, S.Pd.
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v4i1.2132

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) latar belakang representasi etnis Tionghoa di Kelurahan Kampung Bugis, Singaraja, Bali melalui kuliner; (2) jenis-jenis kuliner yang merepresentasikan identitas etnis Tionghoa di Kelurahan Kampung Bugis, Singaraja, Bali; dan (3) representasi identitas Tionghoa melalui kuliner di Kelurahan Kampung Bugis, Singaraja, Bali yang dijabarkan dalam silabus Sejarah SMA kelas XII jurusan Bahasa sebagai sumber materi ajar Sejarah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui langkah-langkah yaitu: (1) penentuan lokasi penelitian; (2) teknik penentuan informan; (3) teknik pengumpulan data (observasi, wawancara, studi dokumen dan studi pustaka); (4) validasi data; (5) teknik analisis data; dan (6) teknik penulisan hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa latar belakang representasi identitas etnis Tionghoa di Kelurahan Kampung Bugis, Singaraja, Bali dikaji dari aspek kuliner ada dua faktor yang sangat berpengaruh yaitu faktor sistem kepercayaan etnis Tionghoa dan faktor sosial budaya di wilayah tersebut. Jenis-jenis kuliner Tionghoa yang merepresentasikan identitas mereka dapat dilihat pada sajian persembahan dalam upacara-upacara besarnya serta dalam makanan-makanan sehari-hari yang dijual secara umum. Nama-nama makanan khas Tionghoa biasanya mengandung makna tersirat berdasarkan bentuk, rasa maupun tektur makanannya. Kajian kuliner Tionghoa sebagai representasi identitas etnis tersebut dapat disisipkan serta dijabarkan dalam silabus Sejarah SMA kelas XII jurusan Bahasa untuk melengkapi materi ajar yang mengalami missing link pada masa Orde Baru (Soeharto) hingga Reformasi. Kajian ini dapat disisipkan dalam materi Sejarah dalam Standar Kompetensi “Merekonstruksi Perjuangan Bangsa Sejak Orde Baru Sampai Dengan Masa Reformasi”, dengan Kompetensi Dasar “Merekonstruksi Perkembangan Masyarakat Indonesia Sejak Orde Baru Sampai Dengan Masa Reformasi”.Kata Kunci : Representasi identitas etnis, Kuliner Tionghoa, Silabus sejarah This study aimed to determine (1) the representation background of Chinese ethnic at Kampung Bugis Village, Singaraja, Bali through culinary, (2) the various of cuisine that represents the Chinese ethnic identity at Kampung Bugis Village, Singaraja, Bali, and (3) representation Chinese identity through culinary at Kampung Bugis Village, Singaraja, Bali outlined in the History syllabus of XII class Language department of Senior High School as sources of history teaching materials. This study used a qualitative approach, through this measures namely: (1) determining the location of the study, (2) determination informant techniques, (3) data collection techniques (observation, interviews, documents and literature studies), (4) data validation, (5) data analysis techniques, and (6) research writing techniques. The results showed that the background representation of Chinese ethnic identity at Kampung Bugis Village, Singaraja, Bali assessed by the culinary aspect there are two factors very influence the factor of Chinese ethnic belief systems and socio-cultural factors in the region. The various of Chinese culinary who represent their identity can be seen in the grain offerings in ceremonies as well as the foods that are sold daily in general. The names of typical Chinese food usually contains the meaning implied by the shape, taste and texture of the food. Chinese culinary studies as a representation of the ethnic identity can be inserted and explained in History syllabus of XII class Language department of Senior High School to complement teaching materials that had a missing link in Orde Baru (Soeharto) until Reformasi (Reformation). This study can be inserted in the history material in the Standar Kompetensi (standard of competence) "Reconstructing the Nation Struggle since the Orde Baru until the Reformation", with Kompetensi Dasar (basic competence) "Reconstructing the development of Indonesian society since the Orde Baru until the Reformation"keyword : Representation of ethnic identity, Chinese culinary, History syllabus
Biografi I Nyoman Jirna Studi Nilai-Nilai Kepahlawanan dan Potensinya sebagai Sumber Belajar Sejarah Revolusi Fisik di SMA ., Gede Aris Adi Sanjaya; ., Dra. Luh Putu Sendratari,M.Hum; ., Drs. I Ketut Margi, M.Si
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 2, No 3 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v2i3.4275

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Biografi I Nyoman Jirna; dan. (2) nilai-nilai kepahlawanan yang terdapat dalam biografi I Nyoman Jirna. (3) Aspek-aspek yang terdapat pada Biografi I Nyoman Jirna dan Nilai-nilai kepahlawanannya yang dapat di kembangkan sebagai sumber pembelajaran Sejarah Revolusi Fisik di SMA. Menggunakan metode penelitian sejarah yaitu: (1) heuristik (studi dokumen, wawancara, dan observasi); (2) kritik sumber (ekstern dan intern); (3) intepretasi data; (4) historiografi. Hasil penelitian menunjukkan (1) Biografi I Nyoman Jirna dibagi menjadi lima tahapan, yaitu (a) situasi politik pada revolusi fisik (b) latar belakang keluarga; (c) masa kanak-kanak, remaja, dan dewasa; (d) masa perjuangan I Nyoman Jirna ; dan (e) masa-masa akhir kehidupan I Nyoman Jirna. Biografi kepahlwanan I Nyoman Jirna dijabarkan sebagai berikut: (1) I Nyoman Jirna adalah putra ketiga dari I Ketut Pasek dan Ni Nengah Seroni. I Nyoman Jirna lahir pada tahun 1927 di Desa Banyuning Barat. (2) Nilai-nilai kepahlawanan yang terkandung pada I Nyoman Jirna yaitu : (a) patriotisme; (b) keberanian; (c) kemandirian; (d) solidaritas; dan (e) tanpa pamrih. Biografi kepahlawanan I Nyoman Jirna, dapat dijadikan sumber belajar sejarah pada pembelajaran sejarah materi Revolusi Fisik di SMA kelas XII pada silabus dan kurikulum 2013Kata Kunci : Biografi, Nilai Kepahlawanan, Sumber Belajar Sejarah This study aimed to determine : ( 1 ) Biography I Nyoman Jirna ; and . ( 2 ) heroic values contained in the biography I Nyoman Jirna . ( 3 ) The aspects contained in the biography I Nyoman Jirna and heroic values that can be developed as a source of learning history in high school physical revolution. Using the methods of historical research , namely : ( 1 ) heuristic ( study of documents , interviews , and observations ) ; ( 2 ) criticism of sources ( external and internal ) ; ( 3 ) interpretation of the data ; ( 4 ) historiography . Results showed ( 1 ) Biography I Nyoman Jirna divided into five stages , namely ( a) the political situation in the physical revolution ( b ) family background ; ( c ) childhood , adolescence , and adulthood ; ( d ) the struggle I Nyoman Jirna ; and ( e ) the last years of life , I Nyoman Jirna . Biography kepahlwanan I Nyoman Jirna described as follows : ( 1 ) I Nyoman Jirna was the third son of I Ketut Pasek and Ni Nengah Seroni . I Nyoman Jirna was born in 1927 in the village of West Banyuning . ( 2 ) The values of heroism is contained in I Nyoman Jirna namely : ( a) patriotism ; ( b ) courage ; ( c ) independence ; ( d ) solidarity ; and ( e ) unconditionally. I Nyoman Jirna heroic biography, can be a source of learning the history of the teaching of history in high school physical revolution material class XII syllabus and curriculum in 2013 . keyword : Biography , Heroic Value , Source of Learning History
BIOGRAFI JRO BAYAN DEPIN : STUDI TENTANG NILAI-NILAI KEPAHLAWANAN DAN SUMBANGANNYA BAGI PEMBELAJARAN SEJARAH DI SMA ., Ni Komang Sukariasih; ., Dra. Luh Putu Sendratari,M.Hum; ., Ketut Sedana Arta, S.Pd.
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v5i3.3025

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Biografi Jro Bayan Depin; dan (2) nilai-nilai kepahlawanan yang terdapat dalam biografi Jro Bayan Depin yang dijabarkan dalam silabus dan RPP pembelajarn sejarah di SMA kurikulum 2013. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yaitu: (1) heuristik (studi dokumen, wawancara, dan observasi); (2) kritik sumber (ekstern dan intern); (3) intepretasi data; (4) historiografi. Hasil penelitian menunjukkan (1) Biografi Jro Bayan Depin dibagi menjadi lima tahapan, yaitu (a) situasi politik pada revolusi fisik (b) latar belakang keluarga; (c) masa kanak-kanak, remaja, dan dewasa; (d) masa perjuangan Jro Bayan Depin ; dan (e) masa-masa akhir kehidupan Jro Bayan Depin. Biografi kepahlwanan Jro Bayan Depin dijabarkan sebagai berikut: (1) Jro Bayan Depin adalah putra pertama dari I Wayan Lembeng dan Ni Luh Sambel. Jro Bayan Depin lahir pada tahun 1881 di Desa Pengejaran. Tahun 1911 beliau menikah dengan Luh Jableh dan dikaruniai dua orang anak yaitu I Wayan Depin dan Jro Bayan Sen. Jro Bayan Depin ikut berperan sebagai penggagas pasukan Pemuda Keamanan Desa. (2)Nilai-nilai kepahlawanan yang terkandung pada sosok Jro Bayan Depin yaitu : (a) keberanian; (b)kewibawaan; (c) solidaritas; (d) patriotisme; (e) tanpa pamrih; dan (f) kemandirian. Biografi kepahlawanan Jro Bayan Depin, dapat memberikan sumbangan pada pembelajaran sejarah di SMA pada silabus dan RPP kurikulum 2013 pada kompetensi inti mengembangkan perilaku (jujur dan disiplin) dan kompetensi dasar memahamani nilai-nilai kepahlawanan yang terkandung dalam perjuangan mempertahankan kemerdekan pada Revolusi Fisik 1946.Kata Kunci : Biografi, Nilai Kepahlawanan, Pembelajaran Sejarah. This research aimed at finding out (1) the biography of Jro Bayan Depin; (2) the heroic values of Jro Bayan Depin which can be described in the syllabus and lesson plan on teaching history in high school curriculum in 2013. This research used historical research method : (1) heuristics (document study, interview, observation ); (2) source criticism (external and internal); (3) data interpretation; and (4) historiography. The results of the study showed that (1) the biography of Jro Bayan Depin can be divided into five stages : (a) the political situation of physical revolution; (b) the family background; (c) the childhood, adolescence, and adulthood; (d) the struggle periods to against NICA; and (e) the ending periods of Jro Bayan Depin’s life. Jro Bayan Depin’s biography can be described as follows: (1) Jro Bayan Depin is the first son of I Wayan Lembeng and Ni Luh Sambel. Jro Bayan Depin was born in 1881 at Pengejaran Village. In 1911 Jro Bayan Depin was married Luh Jableh and have two children named I Wayan Depin and Jro Bayan Sen. Jro Bayan Depin participate as creator of youth village security forces. (2) the heroic values of Jro Bayan Depin are: (a) courage ; (b) authority ; (c) solidarity ; (d) patriotism ; (e) unconditional ; and (f) independence. The biography of Jro Bayan Depin heroism, through the learning process can contribute to the teaching of history in high school, especially in the syllabus and lesson plan based curriculum in 2013 at core competencies to develop (honest behavior and discipline) and basic competencies understand the heroic values in the heroic struggle for independence in the physical revolution 1946. keyword : Biography, Heroic Values, Teaching History.
GEREJA PNIEL DI DESA BLIMBINGSARI, JEMBRANA, BALI (SEJARAH PENDIRIAN DAN POTENSINYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH DI SMA) ., Ida Ayu Komang Natika Wuni; ., Dra. Luh Putu Sendratari,M.Hum; ., Drs. I Ketut Margi, M.Si
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v6i1.4150

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, (1) sejarah berdirinya Gereja Pniel di Desa Blimbingsari, Jembrana, Bali, (2) nilai-nilai yang terdapat pada Gereja Pniel yang berpotensi sebagai sumber belajar sejarah di SMA. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yaitu: (1) teknik penentuan informan; (2) teknik pengumpulan data (dokumentasi, observasi, wawancara); (3) teknik validitas data; (4) analisis data dan (5) teknik penulisan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sejarah berdirinya Gereja Pniel di Desa Blimbingsari ini berkaitan erat dengan masuknya Bangsa Barat ke Indonesia khususnya ke Bali. Keberadaan Gereja Pniel diperkirakan di bangun pada tahun 1939. Latar belakang pendirian Gereja Pniel sebagai media pemujaan yang merupakan penghormatan kepada Tuhan, dan sebagai simbol kepercayaan masyarakat Desa Blimbingsari sebagai tanah perjanjian yang diberikan oleh Tuhan untuk masyarakat Desa. Struktur Gereja Pniel mengadopsi dua pola yaitu (1) Tri Mandala (jaba sisi atau nista mandala, jaba tengah atau madya mandala dan jeroan atau mandala utama); (2) Bait Allah di Yerusalem. Nilai-nilai karakter yang di wariskan Gereja Pniel yang berpotensi sebagai sumber belajar sejara di SMA ada 5 yaitu (1) keberanian; (2) solidaritas; (3) religius; (4) cinta damai; (5) tanggung jawab yang dijabarkan ke dalam silabus dan RPP berbasis kurikulum 2013 kelas XI. Kata Kunci : Sejarah, Gereja, Sumber Belajar This research was aimed to know (1) the history of Pniel church in Desa Blimbingsari, Jembrana, Bali, (2) the values which were contained in Pniel church that were pontential to be used as reference in learning history for senior high school students. This research was used qualitative approach : (1) choosing the informants, (2) collecting the data (documentation, observation, and interview), (3) data validation (4) data analysis (5) writing. The results showed that the history of Pneil church was related to the invasion of western countries to indonesia, especially Bali. The exsistence of Pniel church was approximately established in 1939. Pniel Church was established as a media of veneration which was a form of honour to God and also as a symbol of belief that Desa Belimbing was a land that God gave to society of Desa Belimbing. The structure of Pniel Church adopted two patterns (1) Tri Mandala ( Jaba sisi or nista mandala, jaba tengah or madya mandala, and jeroan or utama mandala) (2) Text of Allah in Yerussalem. There were five character values that were contained in Pniel church as the reference of learning history for senior high school students (1) bravery (2) solidarity (3) religious (4) love and peace (5) responsibility that were described in syllable and lesson plan in curriculum 2013. keyword : History, church, source of teaching
PERANAN MAYOR I GUSTI WAYAN DEBES DALAM PUPUTAN MARGARANA TABANAN, BALI (IDENTIFIKASI NILAI-NILAI KEPAHLAWANAN DAN POTENSINYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH DI SMA) ., I Made Agus Eri Antara; ., Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja,MA; ., Dra. Luh Putu Sendratari,M.Hum
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v5i3.4909

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Peranan Mayor I Gusti Wayan Debes dalam Puputan Margarana Tabanan, Bali; (2) Nilai-nilai kepahlawanan yang ada dibalik perlawanan Mayor I Gusti Wayan Debes terhadap Belanda; dan (3) Pengintegrasian nilai -nilai kepahlawanan tersebut bagi sumber pembelajaran sejarah di SMA. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif melalui langkah-langkah berikut ini : Jenis penelitian, Penentuan lokasi penelitian, Teknik penentuan informan, Instrumen penelitian, Metode pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara dan dokumen, Metode penjaminan keabsahan data, Metode analisis data, dan Metode penulisan. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) Peranan Mayor I Gusti Wayan Debes dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari pra puputan sampai Puputan Margarana, yaitu: Penyerangan terhadap tangsi Jepang di Kota Tabanan, Melakukan pembenahan susunan organisasi perjuangan di Bali, Pembentukan organisasi perjuangan DPRI Sunda Kecil, Pertempuran di Munduk Malang, Long March ke Gunung Agung, Melakukan penyerangan terhadap tangsi polisi NICA di Kota Tabanan dan Puputan Margarana; (2) Nilai-nilai kepahlawanan yang terkandung dari sosok Mayor I Gusti Wayan Debes yaitu: patriotism, rela berkorban, tanpa pamrih, keberanian, kewibawaan, solidaritas, kerjasama, kejujuran, nasionalisme, persatuan dan kesatuan, disiplin dan religius; (3) Pengintegrasian nilai-nilai kepahlawanan Mayor I Gusti Wayan Debes sebagai sumber pembelajaran sejarah dapat dijabarkan pada ranah kognitif, ranah afektif, silabus sebagai acuan guru dalam merencanakan pembelajaran dan Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran sebagai alat dalam menyampaikan materi kepada peserta didik. Kata Kunci : Pahlawan, Nilai-nilai kepahlawanan, Sumber belajar sejarah This study aims to determine (1) Role of Mayor I Gusti Wayan Debes in Puputan Margarana Tabanan, Bali; (2) The values of heroism behind the resistance Mayor I Gusti Wayan Debes of the Netherlands; and (3) The integration of the heroism’s values as the source of the history learning in high school. This study used a qualitative research method through the following steps: kind of research, the determination research location, the determination of technique informants, research instrument, method of data collection by observation, interviews and documents, methods guarantee the validity of data, data analysis method, and the writing method. The results showed that (1) Role of Mayor I Gusti Wayan Debes in maintaining the independence of Indonesia from pre bellows to Puputan Margarana, namely: Attack on Japanese military barracks in the city of Tabanan, Doing revamping the organizational structure struggle in Bali, The formation of the Lesser DPRI Sunda Kecil fighting organization, Battle Munduk Malang, a Long March to Mount Agung, Doing attacks on police barracks NICA in Tabanan City and Puputan Margarana; (2) The values contained heroic figure of Mayor I Gusti Wayan Debes namely: patriotism, sacrifice, selfless, courage, dignity, solidarity, cooperation, honesty, nationalism, unity and integrity, discipline and religious; (3) The integration of the values of heroism Mayor I Gusti Wayan Debes as a source of learning history can be described in the cognitive, affective, syllabus as a reference for teachers in planning lessons and draft lesson as a tool in presenting the material to learners.keyword : Heroes, Values of heroism, Source learn history
KOMUNITAS ISLAM DI DESA GELGEL, KLUNGKUNG, BALI (LATAR BELAKANG SEJARAH, PENINGGALAN, DAN POTENSINYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH DI SMA) ., Putu Adi Sutama; ., Dra. Luh Putu Sendratari,M.Hum; ., Ketut Sedana Arta, S.Pd.
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v6i1.6285

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1)Mengetahui Latar Belakang Terbentuknya Komunitas Islam di Desa Gelgel Klungkung Bali, (2) Mengetahui Peninggalan-Peninggalan Islam yang terdapat di Komunitas Islam di Desa Gelgel Klungkung Bali, (3) Mengetahui Aspek-aspek keberadaan Komunitas Muslim di Kampung Gelgel Klungkung yang dapat di gunakan sebagai sumber belajar Sejarah di SMA. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah penelitian Kualitatif dengan menggunakan langkah-langkah berikut ini: Rancangan Penelitian, Penentuan lokasi penelitian, metode penentuan informan, metode pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, observasi, studi dokumen, penjamin keaslian data, triangulasi data, triangulasi metode, analisis data, dan penulisan. Hasil penelitian ini adalah (1) Diawali dengan kedatangan orang-orang Islam di Gelgel sampai sekarang mengakui asal mereka dari Jawa mereka sebanyak 40 orang datang ke Gelgel sebagai pengiring Dalem dari Majapahit, dikuatkan lagi oleh peristiwa kunjungan Dalem Ketut Ngulesir ke Majapahit yang merupakan satu-satunya kunjungan selama jaman Gelgel, sedangkan para penggantinya sudah tidak berkesempatan lagi berkunjung ke Majapahit karena kerajaan Majapahit sudah runtuh, (2)benda-benda bersejarah yang masih tersisa di Desa kampung Gelgel sebagai berikut: Masjid Nurul Huda, Babad, Tari Rudat, Pintu Menara, Mimbar, dan Makam, (3) Aspek-aspek yang dapat dikembangkan di dalam Komunitas Islam di Desa Gelgel yang dapat di jadikan sumber belajar sejarah adalah sebagai berikut: Aspek Historis, Aspek Toleransi, dan Aspek Budaya. Kata Kunci : Komunitas, Islam Desa Gelgel, SumberBelajar Sejarah This study was aimed (1) to investigate the background of Islam Community in Gelgel Village, Klungkung, Bali, (2) to investigate the Islam inheritance of Islam Community in Gelgel village, Klungkung, Bali, (3) to investigate aspects of existence of Islam community in Gelgel village, Klungkung which was used as sources of learning history in Senior High School. Method used in this study was Qualitative research in which used some procedures: Research Design, Determining Location of Research, Method of determining informant, Data Collection Procedure which used interview technique, document study, Guarantor Originality of Data, Data Triangulation, Method Triangulation, Data Analysis and Process of Writing. The Result of this study are: (1) It is begun with arrival the Islam people in Gelgel village until now they recognize that they are from Java, the number of the people are 40 come to Gelgel village as escort of Dalem Majapahit, it is supported by incident of visiting Dalem Ketut Ngulesir to Majapahit in which is firstly visiting since Gelgel Period, while their substitute have no opportunity to visit to Majapahiut because Majapahit Kingdom is collapse, (2) the historic objects that are left in Gelgel village namely Nurul Huda Mosque, Babad, Rudat dance, Tower Door, Mimbar, and Grave, (3) The aspect which can be developed in Islam Community in Gelgel village are as a sources of Learning history namely: Historical Aspect, Tolerance Aspect, and Cultural Aspect. keyword : community, Islam in Gelgel village, sources of learning history
CANDI BAKUNGAN DI BALI BARAT DAN POTENSINYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH DI SMA ., Ni Km Dina Indrayani; ., Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja,MA; ., Dr. Luh Putu Sendratari,M.Hum
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v6i3.7410

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan sejarah didirikan Candi Bakungan di Bali Barat, (2) mendeskripsikan Struktur, Bentuk dan Fungsi Candi Bakungan Bali Barat, (3) mendeskripsikan Unsur-Unsur Yang Terdapat Di Candi Bakungan Yang Dapat Dijadikan Sumber Belajar Sejarah.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan tahap-tahap; (1) Teknik penentuan lokasi penelitian,penelitian ini berlokasi di desa Sumber Klampok Gilimanuk, Jembrana, (2) Teknik penentuan informan, penentuan informan dalam penelitian ini yaitu purposive sampling (4) Teknik pengumpulan data, melalui data primer dan data sekunder. (5) Teknik validitas atau teknik keabsahan data, dengan triangulasi data dan (6) Teknik analisis data.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, Candi Bakungan di Bali Barat merupakan peninggalan dari ekspedisi Majapahit yang bertujuan untuk menaklukkan Bali yang di pimpin langsung oleh patih Gajah Mada pada tahun 1343 masehi. Hingga kini Candi Bakungan masih berfungsi sebagai tempat suci atau bangunan suci sehingga terjadi kegiatan keagamaan dari masa lalu hingga masa kini. Candi Bakungan adalah sebuah bangunan candi tipe yang dibangun dengan konstruksi susunan batu, sejenis bangunan candi satu bilik,yang kemungkinan besar mengikuti pola bangunan candi masa Majapahit. Unsur-unsur di Candi Bakungan yang dapat di jadikan sumber belajar sejarah yang semuanya itu mengandung unsur historis, unsur seni , unsur budaya dan unsur religius. Candi Bakungan ini memiliki nilai yang strategis bagi perkembangan sejarah bagi Bali pada umumnya dan Bali Barat pada khususnya. Kata Kunci : Candi Bakungan, dan unsur-unsur sebagai sumber belajar sejarah. Theaims of this study are (1) describing the history of establishment of Bakungan temple in West of Bali, (2) describing the structure, shape and function of the Bakungan temple in West of Bali, (3) describing the elements which are existed in Bakungan temple as a History learning resource. This study uses a qualitative method with some stages; (1) Determining the location of research technique, the study is located in Sumber Klampok village, Gilimanuk, Jembrana, (2) Determining the informant technique, the informant determination in this research is purposive sampling (4) The data collection technique, through primary data and secondary data. (5) Validity or authenticity of data technique, with data secondary triangulation (6) The data analysis technique. The results of this study indicate that, Bakungan Temple in West Bali is a relic of Majapahit expedition aiming to conquer Bali lead by the duke of Gajah Mada in 1343 AD. Until now Candi Bakungan still serves as a sanctuary or sacred buildings resulting in the religious activities of the past to the present. Bakungan temple is a temple building types constructed with layered stone, a kind of temple building of the booths, which are likely to follow the pattern of the temple of the Majapahit period. The elements in Bakungan temple that can be a source of learning the history contain elements of historical, artistic elements, elements of cultural and religious elements. Bakungan temple has a strategic value for the development of history for Bali in general and the West in particular. keyword : Bakungan Temple, and elements as sources of learning history.
POTENSI MASJID NUR SINGARAJA, BALI SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH KEBUDAYAAN DI SMA ., Susanti; ., Dra. Luh Putu Sendratari,M.Hum; ., Dra. Desak Made Oka Purnawati,M.Hum
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v3i3.2248

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Latar belakang berdirinya Masjid Nur Singaraja, Bali; (2) Struktur Masjid Nur Singaraja, Bali; dan (3) Potensi yang dapat dijadikan sumber belajar Sejarah Kebudayaan di SMA dari Masjid Nur, Singaraja, Bali. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan langkah-langkah: (1) Penentuan lokasi penelitian; (2) Metode penentuan informan; (3) Metode pengumpulan data (observasi, wawancara, dan studi dokumentasi); (4) Metode penjaminan keabsahan data; (5) Metode analisis data; dan (6) Metode penulisan hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Masjid Nur Singaraja didirikan sekitar tahun 1820 oleh Ma’ruf Salma. Ada tiga faktor yang melatar belakangi pendiriannya yakni, faktor religus, faktor budaya, dan faktor sosial, (2) Pendapat yang dapat menerangkan bentuk bangunan Masjid Nur Singaraja adalah, pertama dari kalangan orang-orang Arab menyatakan Masjid Nur Singaraja memiliki kemiripan dengan masjid yang dibangun pertama kali oleh Nabi Muhammad SAW di Madinah, kedua dari kalangan luar etnis Arab menyatakan bangunan Masjid Nur Singaraja memiliki kemiripan dengan bangunan kastil yang ada di Eropa, dan yang ketiga berdasarkan perbandingan penelitan Van den Berg diketahui bentuk bangunan Masjid Nur Singaraja tanpa Kubah memiliki kemiripan dengan bentuk bangunan yang ada di negeri Hadramaut. (3) Potensi Masjid Nur Singaraja yang dapat dijadikan sumber belajar Sejarah Kebudayaan di SMA, yakni Sejarah, tata kelakuan (pengetahuan), sistem sosial (kebiasaan) dan artefak ( Arsitektur Masjid Nur Singaraja).Kata Kunci : Masjid, Potensi, Sumber Belajar Sejarah This study aimed to determine (1) the establishment of Masjid Nur Background Singaraja, Bali, (2) Structure of Masjid Nur Singaraja, Bali, and (3) the potential that can be used as a source of learning in high school Cultural History of Masjid Nur, Singaraja, Bali. This study used a qualitative approach with step by step: (1) Determining the location of the research, (2) Method of determining the informant, (3) the data collection methods (observation, interviews, and documentary studies), (4) method guaranteeing the validity of the data; (5) method of data analysis, and (6) The method of research results. The results showed that (1) Singaraja Nur mosque founded around 1820 by Salma Ma'Ruf. There are three factors namely the establishment background, religus factors, cultural factors, and social factors, (2) Opinions that could explain the shape of the building is Singaraja Nur Mosque, among the first of the Arab states Nur Mosque Singaraja has a resemblance to the mosque being built first time by the Prophet Muhammad in Medina, both of the ethnic Arab states outside the building Nur Mosque Singaraja has similarities with the existing building castles in Europe, and the third is based on comparison of research known Van den Berg Singaraja Nur mosque building form without the dome has similarities with form of existing buildings in the country Hadramaut. (3) Potential Singaraja Nur mosque that can be used as a source of learning Cultural History in high school, the history, behavior patterns (knowledge), social system (custom) and artifacts (Nur Mosque Architecture Singaraja).keyword : Mosque , Potential , Learning Resources History
PEMANFAATAN KLIPING HARIAN BALI POST SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH KEBUDAYAAN DI SMA BERDASARKAN KURIKULUM 2013 ., I Nyoman Candra Wiguna; ., Drs. I Gusti Made Aryana,M.Hum; ., Dra. Luh Putu Sendratari,M.Hum
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v3i1.4174

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) tulisan-tulisan khas yang ada dalam harian Bali Post yang dapat dijadikan kliping sebagai sumber belajar Sejarah Kebudayaan, (2) mengetahui bagian dari tulisan itu yang dapat dimasukkan dalam pelajaran Sejarah Kebudayaan berdasarkan Kurikulum 2013. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Tahap-tahap yang dilakukan dalam penelitian deskriptif kualitatif adalah (1) Penentuan Objek Penelitian (2) Penentuan Informan (3) Pengumpulan Data (studi dokumentasi, observasi dan wawancara), (4) Analisis Data yang terdiri dari analisis isi dan analisis interaktif dan (5) Pelaporan Hasil. Hasil penelitian menunjukkan : (1) Tulisan-tulisan khas yang terdapat dalam harian Bali Post, yang memiliki relevansi untuk dapat dijadikan sumber belajar sejarah kebudayaan di SMA dalam bentuk kliping, yaitu dikelompokkan menjadi tiga jenis, yaitu (1) laporan khusus, (2) artikel, dan (3) opini. Tulisan-tulisan khas tersebut, mengulas berita mengenai event budaya; (2) Tulisan ini dapat dimasukkan dalam Kurikulum 2013 pada bagian Kompetensi Dasar 3.6, yaitu menganalisis karakteristik kehidupan masyarakat pemerintahan, dan kebudayaan pada masa kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia serta menunjukkan contoh bukti-bukti yang masih berlaku. Kata Kunci : Kliping Harian Bali Post, Sumber Belajar, Sejarah Kebudayaan, dan Kurikulum 2013. This study aimed to describe (1 Typical writings that exist in the Bali Post that can be made as clippings that can be used as a source of learning Cultural History (2) know the parts of the text that can be included in the study of Cultural History based on curriculum 2013. This research is a kind of descriptive qualitative research. The steps are carried out in a qualitative descriptive study was (1) Determination of an object research (2) Determination of the informant (3) Data Collection (study documentation, observation, interview) (4) Data analysis that consisted of content analysis and interactive analysis (5) reporting Results. The results showed: (1 typical writings contained in the daily of Bali Post, which has relevance for the study can be used as a source of cultural history at the senior high school in the form of clippings, which are grouped into three types. The three types of writing that are specific reports, articles and opinions. The typical writings, review news about cultural events; (2) This paper can be included in the curriculum 2013 on the part of Basic Competence 3.6, which analyzed the characteristics of people's lives administration, and culture in the period of kingdoms of the Hindu-Buddhist in Indonesia as well as show examples of evidence still valid.keyword : Daily Clipping of Bali Post, Sources of Study, Cultural History, and Curriculum 2013
Co-Authors ., Ali Rausan Fikri ., I Nengah Dodong ., I Wyn Krisnayana R d ., Kadek Dwi Mahayoni ., Mukti Ali Asyadzili ., Ni Km Dina Indrayani ., Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja, M.A. Aflachatun Nia Aizil Mamnun Alfrida Nola Ali Rausan Fikri . Alif Alfi Syahrin Aprilia Rofika Ardanareswari, Ni Putu Galuh Ariasa, Gede Wiga Anggara Aris Wibowo Aris Wibowo Arti, Luh Puji Arvitria, Devi Wina Barus, Ira Pratiwi Alberta Bawazir, Ema Maulidya Damayani, Kadek Putri Meita Darmayanti, Kadek Nanda Weda Dela Safitri Desak Made Oka Purnawati Desak Putu Wirastini . Dewi, Mevilia Taryo A Dr. Tuty Maryati,M.Pd . Drs. I Wayan Mudana,M.Si. . Drs. Wayan Sugiartha, M.Si. . Eky Pratiwi Ema Maulidya Bawazir Fani Haryadi Fantiya, Hetwin Fitri Noviani Fitri Noviani G.B. Surya Utama . Gede Aris Adi Sanjaya . Gede Senjaya . Gede Wiga Anggara Ariasa Gita Juliana Harefa, Lisaman Haryadi, Fani Hetwin Fantiya I Gede Oka Parwata . I Gede Putra . I Gede Yogi Sastrawan . I Gusti Ayu Virgin Septiarini I Gusti Made Arya Sutha Wirawan I Gusti Made Aryana I Kadek Dharma Tanaya . I Made Agus Eri Antara . I Made Pageh I Nengah Dodong . I Nengah Narendra Permana I Nyoman Candra Wiguna . I Nyoman Mantaka I Putu Sandiasa Adiawan . I Putu Widiarta . I Putu Widiarta ., I Putu Widiarta I Putu Wisnu Saputra I Wayan Kertih I Wayan Mudana I Wayan Pardi I Wayan Putra Yasa I Wayan Rai I Wayan Rai I Wayan Suwartika . I Wyn Krisnayana R d . Ida Ayu Komang Dina Lestariani Ida Ayu Komang Natika Wuni . Ida Ayu Komang Sintia Dewi . Juliana, Gita Kadek Aprianti . Kadek Aprianti ., Kadek Aprianti Kadek Dwi Mahayoni . Kadek Nanda Weda Darmayanti Kadek Putri Meita Damayani Kadek Ranti Ketut Jasiani . Ketut Jasiani ., Ketut Jasiani Ketut Sedana Arta Komang Sri Wahyuni Lapak, Maria Muda Mai Meria Lestariani, Ida Ayu Komang Dina Lola Utama Sitompul Luh Dessy Rismayani M Al Qautsar Pratama . M Al Qautsar Pratama ., M Al Qautsar Pratama M.Si Drs. I Ketut Margi . M.Si. Drs. Wayan Sugiartha . Mabruza, Qisti Sofi Made Wahyu Ari Wiarsana Mamnun, Aizil Maria Muda Mai Meria Lapak Mariyastini, Sang Ayu Putu Mevilia Taryo A Dewi Mudinillah, Adam Muhammad Idris Muhammad Idris Muhammad Syafri Muhammad Syafri, Muhammad Mukti Ali Asyadzili . Nela Agustin Permata Sari Nengah Bawa Atmadja Nengah Bawa Atmadja Nengah Bawa Atmadja Ni Kadek Ari Indrayani . Ni Kadek Ari Indrayani ., Ni Kadek Ari Indrayani Ni Kadek Shantikarini Himawan Ni Ketut Eka Kresna Dewipayanti . Ni Km Dina Indrayani . Ni Komang Rusna Dewi . Ni Komang Sukariasih . Ni Komang Trisna Suparwati . Ni Luh Anik Arisa Dewi . Ni Luh Suarmini Ni Made Dwipayani . Ni Nengah Suartini Ni Nengah Suartini, Ni Nengah Ni Nyoman Yelik Ni Putu Ratna Ayu Lestari NI Putu Swandewi Ni Wayan Astini . Ni Wayan Nonoriati . Ni Wayan Windiasih Ni Wayan Wiwik Astuti . Nia, Aflachatun Nola, Alfrida Permana, I Nengah Narendra Pratiwi, Eky Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja, M.A. . Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja,MA . Putu Adi Sutama . Putu Adi Sutama ., Putu Adi Sutama Putu Ari Antara . Qisti Sofi Mabruza Ranti, Kadek Safitri, Dela Sang Ayu Putu Mariyastini Santana Sembiring Sari, Nela Agustin Permata Septiarini, I Gusti Ayu Virgin Suarmini, Ni Luh Sulistio, Aprillia Devi Susanti . Swandewi, Ni Putu Tarigan, Evlyn Lestari Br UNDIKSHA . Wiarsana, Made Wahyu Ari Windiasih, Ni Wayan Wirawan, I Gusti Made Arya Suta Wirawan, I Gusti Made Arya Sutha Wongkar, Daniel Jeremy Yelik, Ni Nyoman Zainal Abidin Zainal Abidin