Claim Missing Document
Check
Articles

PEMERTAHANAN TRADISI KAWIN LARI SUKU SASAK DI DESA SADE , PUJUT, LOMBOK TENGAH DAN POTENSINYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR IPS DI SMP NEGERI 2 PUJUT, BERBASIS KURIKULUM 2006 Ayang Pradana .; Dra. Tuty Maryati,M.Pd .; Drs. I Ketut Margi, M.Si .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 5 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v5i2.6284

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui latar belakang masyarakat Desa Sade melaksanakan tradisi kawin lari, (2) mengetahui alasan dan upaya Desa Sade dalam memertahanan tradisi kawin lari, (3) mengetahui aspek-aspek dari tradisi kawin lari yang memiliki potensi sebagai sumber pembelajaran IPS di SMP N 2 Pujut. Dalam penelitian ini, data dikumpulkan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan tahap-tahap; (1) teknik penentuan lokasi penelitian, (2) teknik penentuan informan, (3), teknik pengumpulan data (observasi, wawancara, studi dokumen), (4) teknik penjamin kesahihan data (triangulasi data, triangulasi metode), dan (5) teknik analisis data. Penelitian ini menghasilkan temuan, yakni: (1) latar belakang dilakukannya tradisi kawin lari Desa Sade Rembitan, yaitu a). pengaruh dari budaya Bali, b). legenda Putri Mandalika, c) penghormatan terhadap perempuan (2) alasan dan upaya pemertahanan tradisi kwain lari di Desa Sade Rembitan yakni: alasan: a) rasa kebersamaan, b) penghormatan kepada kaum perempuan, c). sesuai dengan ajaran Islam. Upaya: a). dialog ketua adat dengan masyarakat, b). peran keluarga, c). tradisi kawin lari dalam pembelajaran IPS (3) aspek-aspek tradisi kawin lari yang memiliki potensi sebagai sumber pembelajaran IPS di SMP N 2 Pujut diantaranya meliputi: (a) aspek kognitif, (b) aspek afektif, dan (c) aspek psikomotor. (4) kontribusi dalam mengembangkan tradisi kawin lari pada pembelajaran IPS di SMP yaitu; (a) bidang sejarah (b) bidang sosiologi (c) bidang geografi (d) bidang ekonomi. (5) Rekomendasi yang dapat dilakukan dalam kajian belajar-mengajar adalah melalui lembaga sekolah serta guru sebagai agen yang melaksanakan pembelajaran IPS.Kata Kunci : tradisi kawin lari, potensi, sumber belajar, IPS, SMP. This study aimed at (1) knowing the background of Sade village’s residents implement the tradition of eloping, (2) knowing the reasons and the efforts of Sade village in the retention of eloping tradition, (3) identifying the aspects of eloping tradition that has potential as a source of learning social subject in SMP N 2 Pujut. In this study, the data were collected using qualitative descriptive by stages; (1) technique of determining the location of the research, (2) technique of determining the informant, (3) technique of data collection (observation, interviews, research documents), (4) technique of guarantor of the authenticity of the data (data triangulation, triangulation method), and (5) technique of data analysis. The results of this study show that: (1) the background of doing the tradition of the village of Sade Rembitan eloped, namely: a). the influence of Balinese culture, b). the legend of Princess Mandalika, and c). respect for women. (2) the reasons and efforts in retention the tradition of eloping, as follows: a). the reasons: the feeling of togetherness, admiration of women, and in the line with precept of Islam. The efforts: a). the dialog of custom leader with the residents, b). the role of family, and c). eloping tradition in social subject. (3) the aspects of eloping tradition that have potential as a source of learning social subject in SMP N 2 Pujut as follows: (a) cognitive, (b) the affective aspects, and (c) psychomotor aspects. (4) The contribution in developing the tradition of eloping in learning social subject in junior high school, namely; (a) the field of history (b) the field of sociology (c) the field of geography (d) the field of economic. (5) Recommendation that can be done in the study of learning and teaching is through the institution of schools and teachers as agents that carry out social studies learning.keyword : eloping tradition, potential, learning resources, IPS, SMP
IDENTIFIKASI ARTEFAK DI PURA PENGUKUR-UKURAN, DESA PEJENG KELOD, GIANYAR BALI SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN SEJARAH DI SMA MELALUI APLIKASI MICROSOFT OFFICE POWER POINT Kadek Aprianti .; Dra. Luh Putu Sendratari,M.Hum .; Dra. Tuty Maryati,M.Pd .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 4 No. 3 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v4i3.6294

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) artefak yang tersimpan di Pura Pengukur-ukuran Desa Pejeng Kelod, Gianyar, Bali; (2). bentuk media Microsoft Office Power Point sejarah SMA melalui artefak di Pura Pengukur-ukuran Desa Pejeng Kelod, Gianyar, Bali. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yaitu: (1) teknik penentuan informan; (2) teknik pengumpulan data (observasi, wawancara, dan studi dokumen); (3) teknik penjamin keaslian data (triangulasi data dan triangulasi metode); (4) teknik analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) ada empat peninggalan yang ada di Pura Pengukur-ukuran, yaitu yang pertama, candi agung yang terdiri dari dua bagian, bagian bawah candi menunjukkan konstruksi lama dan batu padasnya masih kuno dan bagian atas candi merupakan pasangan baru dengan menggunakan batu padas baru, kedua, prasasti Pura Pengukur-ukuran atau yang lebih dikenal dikalangan ahli prasasti dengan sebutan Prasasti ambang pintu, ketiga arca, semua arca yang disimpan di Pura Pengukur-ukuran ini berkaitan dengan pemujaan terhadap Dewa Siwa, keempat, menhir merupakan peninggalan zaman megalitikum, (2) artefak yang ada di Pura Pengukur-ukuran dijadikan media pembelajaran sejarah melalui aplikasi Microsoft Office Power Point ke dalam materi sejarah di SMA kelas X dengan memanfaatkan artefak yang ada di Pura Pengukur-ukuran yang tidak pernah dimuat dalam buku pelajaran sejarah di SMA.Kata Kunci : Artefak, Pura Pengukur-ukuran, Microsoft Office Power Point This study aims to determine (1) the artifacts stored in Pengukuran –ukuran temple Pejeng Kelod village, Gianyar, Bali; (2). Form of media is Microsoft Office Power Point High School's history through artifacts in the Pengukuran –ukuran temple Pejeng Kelod village, Gianyar, Bali. This study used a qualitative descriptive approach, namely: (1) a technique of determining the informant; (2) The data collection techniques (observation, interviews and document study); (3) The guarantor technique authenticity of data (data triangulation and triangulation method); (4) The data analysis techniques. The results showed that, (1) there are four relics in the Pengukuran – ukuran temple, namely the first, temple grand consisting of two parts, the lower part of the temple shows the old construction and ancient of padasstone and the upper part of the temple is a new partner with using newpadasstone, second, inscriptions of the Pengukuran – ukuran templeor well known among experts inscriptions as the inscription doorway, three statues, all the statues were kept in the Pengukuran – ukuran templeis related to the cult of Shiva, the fourth, menhir is a relic megalithic age, (2) artifacts in the Pengukuran – ukuran templeused as a medium of learning history through the media of Microsoft Office Power Point into the historical material in high school class X by utilizing the existing artifacts the Pengukuran – ukuran templenever included in history textbooks in high school.keyword : artifacts, Pengukuran –ukuran temple, Microsoft Office Power Point.
IDENTIFIKASI PENGARUH HINDU MAJAPAHIT DI DESA SONGAN, KINTAMANI, BANGLI DAN POTENSINYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH DI SMA I Gede Arcana .; Drs. I Ketut Margi, M.Si .; Dra. Tuty Maryati,M.Pd .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 6 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v6i2.7382

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) Untuk mengetahui proses masuknya pengaruh Hindu Majapahit ke Desa Songan, Kintamani, Bangli (2) Untuk mengetahui unsur-unsur dari pengaruh Hindu Majapahit di Desa Songan, Kintamani, Bangli (3) Untuk mengetahui Nilai-nilai apakah dari pengaruh Hindu Majapahit di Desa Songan, Kintamani, Bangli yang bisa dijadikan sebagai sumber belajar sejarah di SMA. Teknik pengumpulan data dengan melakukan wawancara, pencatatan dokumen, dan teknik observasi. Teknik penentuan sample dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) proses masuknya pengaruh Majapahit karena utusan dari adipati Samprangan kawin dengan perempuan desa Songan dan akhirnya tinggal menetap di desa Songan, (2) masuknya pengaruh Majapahit membawa perubahan terhadap tatanan masyarakat desa Songan pada aspek agama, sosial kemasyarakatan serta tradisi di desa Songan, (3). Nilai-nilai yang ada pada identifikasi pengaruh Majapahit yang berpotensi sebagai sumber belajar sejarah di SMA ada empat yaitu (1) nilai historis, (2) religius, (3) toleransi, dan (4) solidaritas. Kata Kunci : pengaruh majapahit, masuknya majapahit, sumber belajar This research aims to (1) understand the inclusion process of Hindu Majapahit’s influences in Songan village, Kintamani, Bangli (2) identify the elements of Hindu Majapahit’s influences in Songan Village, Kintamani, Bangli (3) know the values of Hindu Majapahit’s influences in Songan Village, Kintamani, Bangli which can be used as learning sources of History subject in senior high school (SMA). The research data was collected by conducting interviews, writing/recording documents, and observation.Moreover, the sampling method was purposive sampling technique. And The research pointed out that:the process of Majapahit’s influences was enter because of (1) the envoy of Adipati Samprangan married with Songan’s women and chose to settle in Songan village, (2) the impact of Majapahit entrance brought changes to the structure of rural communities in Songan village on the aspects of religious, social and tradition.(3) There are four values was identified that exist on the Majapahit’s influences that potentially can be used as learning sources of History subject in Senior High school (SMA), namely the value of (1)historical, (2) religious, (3) tolerance, and (4) solidarity. keyword : influence of Majapahit, the inclusion process of Majapahit, learning resources
TRADISI NGEREBEG DI DESA PAKRAMAN TEGAL DARMASABA, BALI DAN POTENSINYA SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN SEJARAH DI SMA KE DALAM KURIKULUM 2013 Ida Ayu Putu Ratna Dewi .; Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja,MA .; Dra. Tuty Maryati,M.Pd .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 6 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v6i2.7384

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) Mendeskripsikan latarbelakang Tradisi Ngerebeg tetap dipertahankan. (2) Mendeskripsikan tata cara pelaksanaan Tradisi Ngerebeg. (3) Mendeskripsikan nilai-nilai dari Tradisi Ngerebeg yang dimanfaatkan sebagai sumber pembelajaran sejarah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan tahap-tahap; (1) Teknik penentuan lokasi penelitian,penelitian ini berlokasi di desa pakraman Tegal darmasaba, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, (2) Pendekatan penelitian, menggunakan pendekatan kualitatif. (3) Teknik penentuan informan, penentuan informan dalam penelitian ini yaitu purposive sampling (4) Teknik pengumpulan data, melalui data primer dan data sekunder. (5) Teknik validitas atau teknik keabsahan data, dengan triangulasi data (6) Teknik analisis data. Hasil penelitian menunjukan bahwa, pemertahanan Tradisi Ngerebeg di latar belakangi karena adanya suatu kepercayaan dan keyakinan yang telah mengakar di masyarakat, di samping adanya alasan pelestarian budaya, melanjutkan tradisi dari desa asal, pemenuhan rasa aman secara niskala, pelestarian budaya, penguatan solidaritas, asset ekonomi desa, penguatan ekonomi keluarga, memperkuat agama Hindu. Tata cara pelaksanaan tradisi Ngerebeg diantaranya: persiapan dan pelaksanaan upacara (tempat, waktu, perlengkapan, pemimpin dan peserta upacara). Nilai-nilai yang terdapat pada tradisi Ngerebeg diantaranya: nilai religious, nilai ekonomi, nilai estetis, nilai social dan nilai politik.Kata Kunci : Kata Kunci: Tradisi, Ngerebeg, nilai tradisi. This study aimed (1) to describe the background of tradition Ngerebeg retained. (2) Describe the procedures of Tradition Ngerebeg. (3) Describe the values of tradition Ngerebeg utilized as a source of teaching history. This study uses a qualitative method by stages; (1) Location determination techniques of research, this research is located in Tegal, Darmasaba village, Abiansemal subdistrict, Badung regency (2) The research approach, using qualitative approach. (3) Determination techniques informant, using Primary and Secondary data. (4) Data collection techniques, (5) The validity of technique or techniques data authenticity, using Triangulasion data. (6) The data analysis technique. The results showed that, retention of Ngerebeg Tradition happends because of the existence of a trust and confidence that has become a root in the community, in addition to the grounds of cultural preservation, continuing the tradition of the original village, the fulfillment sense of security the abstract, cultural preservation, strengthening solidarity, economic asset village, economic strengthening families, strengthening the Hindu religion. The procedure for execution Ngerebeg tradition include: the preparation and execution of the ceremony (place, time, equipment, leaders and participants of the ceremony). The values contained in Ngerebeg tradition are: religious values, economic values, aesthetic values, social values and political values.keyword : Keywords: Tradition, Ngerebeg, the value of tradition.
TRADISI MAKANDAL DALAM UPACARA PERNIKAHAN DI DESA PAKRAMAN SONGAN,KINTAMANI,BANGLI DAN POTENSINYA SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN SEJARAH DI SMA Ni Nengah Sariasih .; Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja,MA .; Dra. Tuty Maryati,M.Pd .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 6 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v6i2.7406

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) Mendeskripsikan latarbelakang Tradisi Makandal tetap dipertahankan. (2) Mendeskripsikan tata cara pelaksanaan Tradisi Makandal. (3) Mendeskripsikan nilai-nilai dari Tradisi Makandal yang dimanfaatkan sebagai sumber pembelajaran sejarah di SMA. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan tahap-tahap; (1) teknik penentuan lokasi penelitian, (2) pendekatan penelitian, (3) teknik penentuan informan, (4) teknik pengumpulan data, (5) teknik validitas atau teknik keabsahan data, (6) Teknik analisis data. Hasil penelitian menunjukan bahwa, pemertahanan Tradisi Makandal di latar belakangi karena adanya suatu kepercayaan dan keyakinan yang telah mengakar di masyarakat, di samping adanya alasan membersihkan pengantin dari cuntaka,melegitimasi keanggotaan pada desa pakraman,mengumumkan peresmian pasangana pengantin, mempertunjukan status ekonomi social, memperkuat solidaritas keluarga laki-laki dan perempuan, memperkuat posisi kubayan, memperkuat posisi pemangku,memperkuat struktur desa adat dan desa dinas, memperkuat tradisi agama hindu. Tata cara pelaksanaan tradisi Makandal diantaranya: persiapan dan pelaksanaan upacara (tempat, waktu, perlengkapan, pemimpin dan peserta upacara). Nilai-nilai yang terdapat pada tradisi Makandal diantaranya: nilai religious, nilai ekonomi, nilai estetis, nilai social dan nilai politik.Kata Kunci : Tradisi, Makandal, nilai tradisi. This research aims (1) to describe the background of Makandal Tradition that still retained. (2) to describing the procedures of Makandal tradition. (3) to describing the values of Makandal Tradition that used as a source of history teaching in high school. This study used a qualitative method by stages; (1) location determination techniques of research, (2) the research approach, (3) determination techniques informant, (4) techniques of data collection, (5) the validity of the technique or techniques data authenticity, (6) The technique of analysis data. The results of this researched showing that, the background retention of Makandal Tradition in backs because of the people’s credibility and confidence that had been taken root in their community, besides the reason to the grounds bathe the brides from cuntaka, legitimizing the members in Pakraman, announced the inauguration of couple bride, point out their economic status, social, strengthening the solidarity between man and woman’s family, strengthening the position of kubayan, strengthening the position of stakeholders, strengthening the structure of the traditional village and village offices, strengthening the Hindu’s tradition. The procedure for Makandal’s execution traditions include: the preparation and execution of the ceremony (place, time, equipment, leaders and participants of the ceremony). The contained of values in Makandal tradition: religion values, economic values, aesthetic values, social values and political valueskeyword : Tradition, Makandal, the values of tradition.
Identifikasi Artefak-Artefak Tokoh I Gusti Dawuh Tultul Di Desa Talibeng, Kecamatan Sidemen, Kabupaten Karangasem, Bali Dan Potensinya Sebagai Sumber Belajar Sejarah Di SMA I Ngh Semaranata .; Drs. I Ketut Margi, M.Si .; Dra. Tuty Maryati,M.Pd .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 6 No. 3 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v6i3.7411

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Artefak-artefak yang dihasilkan oleh I Gusti Dawuh Tultul di Desa Talibeng Kecamatan Sidemen Kabupaten Karangasem Bali; (2). Nilai-nilai apa yang terkadung di dalam artefak I Gusti Dawuh Tultul di Desa Talibeng Kecamatan Sidemen Kabupaten Karangasem Bali sehingga Berpotensi sebagai Sumber Belajar Sejarah . Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yaitu: (1) Penentuan Lokasi Penelitian; (2) teknik penentuan informan; (3) teknik pengumpulan data (observasi, wawancara, dan studi dokumen); (3) teknik penjamin keaslian data (triangulasi data dan triangulasi metode); (5) teknik analisis data; (6) Teknik Penulisan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) adapun peninggalan-peninggalan yang dihasilkan oleh I Gusti Dawuh Tultul adalah, Pura Jati, Pura Bingin, Pura Khayangan Tiga, Bale Gede (Bale Mujur), Bencingah, Tulup Tunjung Tutur, Kris Sutara dan Kris Sutari, Tombak Baru Jlatik, dan Kulkul Krura Sabda dan Kulkul Dirga Gore dan Lontar-lontar Babad. (2) Nilai-nilai yang terkadung di dalam artefak I Gusti Dawuh Tultul di Desa Talibeng Kecamatan Sidemen Kabupaten Karangasem sehingga berpotensi sebagai Sumber Belajar Sejarah, Nilai Sejarah, Nilai Religius, Nilai Estetika,dan Peduli Sosial.Kata Kunci : Artefak, I Gusti Dawuh Tultul, Sumber Belajar This study aimed to determine (1) were the artifacts produced by I Gusti Dawuh Tultul at Talibeng village, Sidemen district, Karangasem regency, Bali; (2) were the values of I Gusti Dawuh Tultul artifacts at Talibeng village, Sidemen district, Karangasem regency, Bali; so that becoming a potential as the historical learning resources for Senior High School grade. This study used a qualitative descriptive approach, namely: (1) technique of determining the research location, (2) technique of determining informant, (3) technique of collecting data (observation, interview, document study), (4) technique of guaranteeing the data authenticity (data triangulation and method triangulation), (5) technique of analyzing data, (6) Technique of writing. The research result shows that: (1) the relics produced by I Gusti Dawuh Tultul are: Jati temple, Bingin temple, Kahyangan temple, Bale Gede (Bale Mujur), Bencingah, Tulup Tunjung Tutur, Sutara kris, Sutari kris, Baru Jlatik spear, Kulkul Krura Sabda, Kulkul Dirga Gora, and Babad papyruses; (2) the values of I Gusti Dawuh Tultul artifacts at Talibeng village, Sidemen district, Karangasem regency; so that, becoming a potential as the historical learning resources for Senior High School grade are: the historical value, the religious value, the aesthetic value, , and social care. keyword : Artifact, I Gusti Dawuh Tultul, Learning Resource.
TRADISI NGEREBONG DI DESA PAKRAMAN KESIMAN, DENPASAR TIMUR, BALI (LATAR BELAKANG SEJARAH, PELAKSANAAN SISTEM RITUAL DAN ASPEK – ASPEK RITUAL SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH Ni Pt Ida Yuniastuti .; Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja,MA .; Dra. Tuty Maryati,M.Pd .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 6 No. 3 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v6i3.8711

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) Menngetahui Latar Belakang Sejarah Tradisi Ngerebong di Desa Pakraman Kesiman masih dipertahankan oleh masyarakat setempat, (2) Mengetahui tata cara ritual dari Tradisi Ngerebong,(3) Mengetahui Aspek-aspek dari Tradisi Ngerebong di Desa Pakraman Kesiman yang dapat di gunakan sebagai sumber belajar Sejarah di SMA. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan tahap-tahap; (1) Memilih Lokasi Penelitan berada di Desa Pakraman Kesiman tepatnya di Pura Petilan, (2) Teknik Penentuan Informan dilakukan dengan menggunakan teknik Purposive Sampling dan juga Snow Ball, (3)Teknik Pengumpulan Data dilakukan dengan Observasi, Wawancara, Studi Dokumen dan Teknik Analisis Data. Dalam Teknik Analisis Data menggunakan penelitian deskriptif kualitif. Hasil penelitian menunjukan bahwa, (1) Latar Belakang Sejarah Tradisi Ngerebong di Desa Pakraman Kesiman merupakan upacara yang dilakukan untuk menetralisir kekuatan jahat menjadi kekuatan baik dan mengindari masyarakat dari bencana alam. (2) Tata cara ritual tradisi Ngerebong adalah dilakukannya tabuh rah, pelawatan berupa barong dn rangda diusung ke area wantilan yang selanutnya akan mengitari wantilan sebanyak tiga kali. (3) Aspek –aspek dari tradisi Ngerebong yang dapat digunakan sebagai sumber belajar Sejarah di SMA adalah sebagai berikut; Aspek Sejarah dan Aspek Pendidikan.Kata Kunci : Kata Kunci : Sejarah, Tradisi Ngerebong, Sumber Belajar Sejarah. The research if for (1) to know historical background Ngerebong Tradition in Pakraman Kesiman village still retained by local community, (2) to know about ritual procedures of Ngerebong Tradition, (3) to know about aspects of Ngerebong tradition in Pakraman Kesiman village that can be used as a saurce of learning in high school. The research in a qualitative with stages : (1) Selecting research located in Pakraman Kesiman village exactly at Petilan Temple. (2) Definition of informants technique is done by using Purposive Sampling and also Snow Ball. (3) Collection of data technique is using Observation, Interview, Study Documents and analysis of data. Analysis of data technique used Descrptive qualitive. The result showed: (1) Historical background of Ngerebong tradition in Pakraman Kesiman village is ceremony for neutralize the force’s of evil into good strength and keep people from nature disasters. (2) Procedures of Ngerebong tradition performance is with Tauh Rah, following with Barong and Rangda takes to Wantilan area and than go around Wantilan area 3 times. (3) Aspects of Ngerebong tradition that can be used as a source of Learning history in high school is aspects of history and social aspects. keyword : Keywords : Historical, Ngerebong tradition, Source of historical studied.
MAKAM SUNAN SENDANG DI DESA SENDANG DUWUR, PACIRAN, LAMONGAN, JAWA TIMUR (LATAR BELAKANG SEJARAH, STRUKTUR BANGUNAN DAN POTENSINYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH LOKAL DI SMA) Harisuddin .; Dra. Tuty Maryati,M.Pd .; Dra. Desak Made Oka Purnawati,M.Hum .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 6 No. 3 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v6i3.8841

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan (1) Mengetahui latar belakang sejarah Makam Sunan Sendang, (2) Mengetahui struktur bangunan Makam Sunan Sendang, (3) Mengetahui aspek-aspek yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar sejarah terkait dengan Makam Sunan Sendang. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Tahap-tahap yang dilakukan dalam penelitian deskriptif kualitatif yaitu: (1) Penentuan lokasi penelitian yaitu di Makam Sunan Sendang, (2) Teknik penentuan informan dengan cara menggunakan teknik purposive sampling dan teknik snowball, (3) Teknik pengumpulan data dengan cara menggunakan beberapa teknik yaitu wawancara mendalam, observasi dan studi dokumen (4) Teknik analisis data dengan cara reduksi data, menyajikan, menafsirkan dan menarik simpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) Latar belakang sejarah Makam Sunan Sendang yaitu makam dibangun untuk menghormati Raden Nur Rahmat, tokoh penyebar agama Islam di pantai utara yang telah wafat. (2) Struktur bangunan Makam Sunan Sendang merupakan sebuah kompleks makam yang memiliki corak akulturasi Hindhu-Islam pada Gapura Bentar dan Paduraksa, hal tersebut terlihat dari relief yang sudah di setelir sesuai budaya Islam. Nisan pada kompleks Makam Sunan Sendang memiliki ukiran yang bertulisan Arab dan Simbol Surya Majapahit. (3) Aspek-aspek yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar sejarah terkait dengan Makam Sunan Sendang yaitu (a) Aspek kognitif tentang pengetahuan struktur bangunan makam, sejarah Makam Sunan Sendang, biografi tokoh Sunan Sendang, pengaruh kebudayaan pada bangunan makam, dan fungsi Makam Sunan Sendang. (b) Aspek afektif yaitu siswa bisa belajar menghormati dan menghari antar umat beragam, dan (c) Aspek psikomotorik yaitu siwa bisa membuat tugas atau proyek dari guru untuk melakukan penelitian kecil tentang latar belakang sejarah Makam Sunan Sendang dan siswa bisa mempresentasikan hasil karya penelitian kecil tentang Makam Sunan Sendang. Kata Kunci : Makam Sunan Sendang, Struktur Bangunan Makam, Sumber Belajar Sejarah. ABSTRACT This study aims to (1) know the historical background of Sunan Sendang, (2) Determine the structure Sunan Sendang, (3) Knowing the aspects that can be used as a learning resource associated with the history of Sunan Sendang. This research is a qualitative descriptive study. The stages are carried out in a qualitative descriptive study are: (1) Determination of research location is in Sunan Sendang, (2) Mechanical determination of informants by using purposive sampling and snowball technique, (3) Techniques of data collection by using several techniques ie in-depth interviews, observation and document study (4) the data were analyzed by means of data reduction, present, interpret and draw conclusions. The results showed: (1) The historical background is the grave of Sunan Sendang built to honor Raden Nur Rahmat, figures propagator of Islam on the north coast has died. (2) The structure of Sunan Sendang is a tomb complex pattern that has Hindu-Muslim acculturation in Gapura Bentar and Paduraksa, it is visible from the relief that has been in setelir appropriate Islamic culture. Nisan at Sunan Sendang complex has a carving that read Arabic and Symbols Surya Majapahit. (3) The aspects which can be used as a source of learning the history associated with Sunan Sendang namely (a) The cognitive aspect of the knowledge of the structure of the tomb building, the history of Sunan Sendang, biographies of Sunan Sendang, cultural influences on the tomb building, and functions Sunan sendang. (b) Aspects of affective that students can learn to respect among people of diverse, and (c) aspects of psychomotor namely Student could create a task or a project from teacher to do a little research about the historical background Sunan Sendang and students can present the results of research work small about Sunan Sendang. keyword : Tomb of Sunan Sendang, Tomb Building Structure, History Learning Resources
Prasasti Cempaga sebagai Simbol Pemersatu Masyarakat Cempaga, Bangli, Bali dan Sumber Belajar Sejarah Lokal di SMA Ni Komang Arya Kusuma Dewi .; Dra. Tuty Maryati,M.Pd .; Drs. I Made Pageh,M.Hum. .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 7 No. 3 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v7i3.11304

Abstract

Penelitian dilakukan di Desa Pakraman Cempaga, Bangli, Bali yang bertujuan untuk mengetahui: (1) Persebaran Penduduk Desa Cempaga Batur Kintamani; (2) Isi Prasasti Cempaga sebagai Simbol Pemersatu Masyarakat Cempaga; dan (3)Nilai-nilai dari Prasasti Cempaga dalam mempersatukan desa Cempaga yang dapat diimplementasikan sebagai sumber belajar sejarah lokal di SMA. Penelitian ini merupakan penelitian sejarah, sehingga langkah yang dilakukan adalah (1) teknik penentuan informan, (2) Heuristik pengumpulan data (observasi, wawancara, studi dokumen), (3) Kritik Sumber, (4) Interpretasi, dan (5) Penulisan Sejarah Historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Desa Pakraman Cempaga sudah ada di abad ke XIII. Dalam Prasasti Cempaga dapat ditemukan petunjuk bahwa Desa Cempaga merupakan sebuah desa yang awalnya terletak di Batur, Kintamani karena konflik dengan Tampurhyang kemudian masyarakat desa Cempaga tersebar ke Bangli dan Buleleng. Prasasti Cempaga menyebutkan bahwa Raja Bhatara Sri Mahaguru memberikan perlindungan dan agar masyarakat desa Cempaga kembali membangun desanya, masyarakat Cempaga yang terpisah masih memiliki identitas yang sama dalam bidang adat istiadat, budaya dan masyarakat Cempaga sebagai masyarakat Bali Aga. Prasasti Cempaga dalam mempersatukan desa Cempaga sebagai sumber pembelajaran sejarah lokal dapat diambil (a) nilai sejarah, (b) nilai persatuan dan kesatuan, dan (b) nilai cinta damai. Diharapkan peneliti lainnya untuk dapat menyempurnakan penelitian iniKata Kunci : Desa Pakraman Cempaga, Prasasti Cempaga This research was conducted in Desa Pakraman Cempaga, Bangli, Bali which aims to know: (1) Spreading of Cempaga Batur Kintamani Village Population; (2) Contents of Cempaga Inscription as a Unifying Symbol of Cempaga Community; And (3) Cempaga inscriptions in unifying Cempaga village as a source of local history learning. This is a historical research, so the steps taken are (1) informant determination technique, (2) data collection heuristics (observation, interview, document study), (3) Source Criticism, (4) Interpretation, and (5) Historiography. Desa Pakraman Cempaga there is already XIII Saka century. Cempaga is a village originally located in Batur, Kintamani then Cempaga village community spread because of attacks by Tampurhyang village. The Cempaga inscription states that King Bhatara Sri Mahaguru gave protection and for people of Cempaga village to rebuild their village, the separate Cempaga community still has the same identity in their place customs, culture and society of Cempaga as a Bali Aga community. Cempaga inscriptions in unifying Cempaga village as a source of local history learning can be taken (1) historical value, (2) the value of unity and unity, and (3) the value of peace love. For other researchers are expected to be able enhance this research.keyword : Desa Pakraman Cempaga, Inscription Cempaga
Palinggih Dewa Dalem Sebagai Wahana Penyungsungan Anak Kembar Di Desa Songan (Belajar Sejarah Di SMA) I Nengah Dodong .; Dr. Luh Putu Sendratari,M.Hum .; Dra. Tuty Maryati,M.Pd .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 7 No. 3 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v7i3.11401

Abstract

Penelitian ini bertujuan: (1) Sejarah Pendirian Palinggih Dewa Dalem Sebagai Bentuk Penyungsungan Anak Kembar, (2) Struktur Dan Fungsi Palinggih Dewa Dalem Sebagai Bentuk Pemujaan Anak Kembar (3) Apek-Aspek Pendirian Palinggih Dewa Delem Di Desa Songan Dapat Dijadikan Sumber Belajar Sejarah Di SMA. Penelitian ini menggunakan metode deskritif kualitatif yaitu : (1)Metode Penentuan Lokasi Penelitian, (2) Metode Penentuan Informan, (3) Metode Pengumpulan Data, (4) Validitas atau Teknik Keabsahan Data dan (5)Teknik Analisis Data. Hasil penelitian menunjukan bahwa, sejarah berdirinya Palinggih Dewa Dalem di Desa Songan, Bangli, Bali berawal dari sebuah kerajaan jaman dahulu yang dipimpin oleh seorang raja kembar yang bernama raja Masula-Masuli, raja ini merupakan raja kembar (kembar buncing). Struktur dan fungsi Palinggih Dewa Dalem ini menggunakan konsep Dwi Mandala yang terdiri dari Nista Mandala (Jaba Sisi), dan Utama Mandala (Jaroan) dan juga dan juga struktur Palinggih Dewa Dalem memiliki 2 model yaitu Struktur Palinggih Dewa Dalem model lama dan struktur Palinggih Dewa Dalem model baru. Apek-Aspek Pendirian Palinggih Dewa Dalem Di Desa Songan Dapat Dijadikan Sumber Belajar Sejarah Di SMA antara lain: aspek religius, aspek sejarah (historis ), aspek estetika, dan aspek sosial.Kata Kunci : Sejarah, Struktur Fungsi, Sumber Belajar The goals of this research are (1)for the history of the building of Palinggih Dewa Dalem as a form of worship twins children (2) for the Structure and function of Palinggih Dewa Dalem as a form of worship of twins children (3) the aspects of building of Palinggih Dewa Dalem in Songan can be the source of history in high school. This research uses qualitative descriptive method that is: (1) Method of Determination of Research Location, (2) Informant Determination Method, (3) Data Collection Method, (4) Validity or Data Validity technic and (5) Data Analysis technic. The results showed that, the history of the establishment Palinggih Dewa Dalem di Desa Songan, Bangli, Bali Originated from an ancient kingdom led by a twin king named Masula-Masuli king, this king is the king of twins (twins buncing). the structure and funtion of this Palinggih Dewa Dalem are using concept Dwi Mandala which is devided by nista mandala (jaba sisi) and utama mandala (jeroan) And also the structure structure Palinggih Dewa Dalem old design and structure structure Palinggih Dewa Dalem new design.The aspect of building the Palinggih of Dewa Dalem in Songan can be saurce in study in high school is: religious aspect, historical aspect, esthetical aspect and sosial aspect.keyword : history, Structure,function, source of history
Co-Authors ., AHMAD ROMLI ., Aniqa Faza ., CAHYO BINTORO ., Harisuddin ., I Gede Arcana ., I Made Cahyana Mp ., I Nengah Dodong ., I Ngh Semaranata ., I Wayan Roy Adnyana Putra ., Ida Ayu Putu Ratna Dewi ., Meri Yuliani ., Mia Lutfitasari ., Muh. Reza Khaeruman Jayadi ., N Iputu Sri Widiastuti ., Ni Komang Arya Kusuma Dewi ., Ni Nengah Sariasih ., Ni Pt Ida Yuniastuti ., NURUS MAULIDA ., Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja, M.A. ., RISTI OKDIYANI MISRAN ., SHOLEH ., SITI ROSIDAH ., Syamsia Dwi Wulandari ., Thobiatul Husna ., USI HARIYADI ., USWATUN HASANAH A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abdul Haq Abdul Wafi, Abdul Agistin, Duwi Maulida Agus Budi Setiawan Agus Budi Setiawan, Agus Budi Agus Salim AHMAD ROMLI . Alfarizi, Moh Anak Agung Gede Sugianthara Anantawikrama Tungga Atmadja Andi Firdausi Hairul Izul Haj Angga, I Gusti Agung Aniqa Faza . Arno . Arno ., Arno Ashari, Fajarudin Atiek Urosyidah Ayang Pradana . Ayang Pradana ., Ayang Pradana Bintang Prakasa CAHYO BINTORO . Darmadi, Ni Putu Erna Sri Desak Made Oka Purnawati Dra. Luh Putu Sendratari,M.Hum . Drs. I Wayan Mudana,M.Si. . Drs. Wayan Sugiartha, M.Si. . Duwi Maulida Agistin DWI SURYANTO Fajarudin Ashari Fathurrahim, Fathurrahim G.B. Surya Utama . Gede Okva Wiguna . Ghofur, Moh. Abd. Gita Juliana Haq, Abdul Harisuddin . Husnul Khuluq I Gede Arcana . i gede beni aprisma yasa I Gede Juli Suwirtana Putra . I Gede Justiasa . I Gusti Agung Angga I Gusti Ayu Virgin Septiarini I Gusti Ayu Yuika Megawangi . I Gusti Ketut Kripna Dewi I Gusti Made Arya Sutha Wirawan I Gusti Made Aryana I Ketut Anom Mahartawan . I Ketut Anom Mahartawan ., I Ketut Anom Mahartawan I Ketut Arya Sentana Mahartha I Made Cahyana Mp . I Made Mega Handayana I Made Pageh I Nengah Bawa Atmadja I Nengah Dodong . I Ngh Semaranata . I Nyoman Oka Hendrawan . I Nyoman Oka Hendrawan ., I Nyoman Oka Hendrawan I Nyoman Sukra Adinatha . I Nyoman Tri Esaputra I Putu Anggita Suprarendra . I Putu Eka Arimbawa I Putu Gede Anom . I Wayan Kertih I Wayan Pardi I Wayan Putra Yasa I Wayan Roy Adnyana Putra . I Wayan Suartika I Wayan Widiarta . Ida Ayu Made Rai Saraswati Ida Ayu Putu Ratna Dewi . Ida Ayu Widya Pratiwi Ida Bagus Made Astawa Isty Bunga Herliani Juliana, Gita Kadek Aprianti . Kadek Aprianti ., Kadek Aprianti Kadek Ayu Sutarminingsih . Kadek Maharta Dharma . Kadek Mega Arista Sinta Devi Ketut Sedana Arta Khuluq, Husnul Luh Putu Sri Ariyani M.Si Drs. I Ketut Margi . M.Si. Drs. Wayan Sugiartha . Made Angga Setiawan . Martayana, Putu Hendra Mas Mia Lutfitasari . Moh. Abd. Ghofur Muh. Reza Khaeruman Jayadi . Muhari Rahman N Iputu Sri Widiastuti . Nengah Bawa Atmadja Nengah Bawa Atmadja Nengah Bawa Atmadja Nengah Bawa Atmadja Nengah Bawa Atmaja Nengah Cipta Sari . Nengah Cipta Sari ., Nengah Cipta Sari Ni Kadek Shantikarini Himawan Ni Komang Arya Kusuma Dewi . Ni Luh Gede Lisiana . Ni Luh Suarmini Ni Made Ninik Susantini . Ni Nengah Sariasih . Ni Pt Ida Yuniastuti . Ni Putu Erna Sri Darmadi Ni Wayan Suratni . Ni Wayan Wiwik Astuti . Ninik styowati, Eva kurnia NURUS MAULIDA . Nurvenayanti, Intan Pranata, I Nengah Teguh Wahyu Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja, M.A. . Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja,MA . Rahayuni, Luh Sulistia Ridwan Aditya RISTI OKDIYANI MISRAN . Riza Rizki Sukmarini Rosyihan Hendrawan, Muhammad salman, jorghia Saraswati, Ida Ayu Made Rai Septiarini, I Gusti Ayu Virgin SHOLEH . Sinta Devi, Kadek Mega Arista SITI ROSIDAH . Suarmini, Ni Luh Sukrawan, Kadek Edi Syamsia Dwi Wulandari . Tarsisius Nogu, Gaudensia Yani Nogu Thobiatul Husna . Urosyidah, Atiek USI HARIYADI . USWATUN HASANAH . Wahyu Sumardeni Wirawan, I Gusti Made Arya Suta Wirawan, I Gusti Made Arya Sutha yasa, i gede beni aprisma Zainal Abidin Zainal Abidin Zainullah Zainullah Zainullah, Zainullah